• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB VI AIR LIMBAH

B. Sarana dan Prasarana Yang Ada

1. Sarana dan Prasarana Penduduk

Fasilitas jamban yang umum dimiliki penduduk adalah :

¾ Bangunan Atas, berupa kloset dengan leher angsa. Kloset umumnya berupa kloset duduk dan jongkok yang terbuat dari keramik atau batu bata dilapis portland cement.

¾ Bangunan Bawah, berupa cubluk tunggal dengan konstruksi buis beton dan cubluk komunal dengan konstruksi papan atau buis beton yang berfungsi untuk menerima buangan dari kakus (tinja+black water) .

2. Sarana dan Prasarana Pengelola

Belum ada pengelolaan.

C. Permasalahan

Pada pengelolaan air limbah individual di Kecamatan Lawe Sigala Gala, khususnya di Kota Lawe Sigala Barat dan Suka Jaya masalahnya adalah baru 66% penduduk yang menggunakan jamban komunal dan 34% lainnya belum ada sarana. Pada kondisi tertentu, dimana penduduk akan semakin meningkat maka kondisi ini diantisipasi untuk ditangani yaitu sesuai proyeksi produksi dan penangan air limbah, mulai 2007 mulai diperkenalkan septik tank kedap air yang jumlahnya 28 unit, meningkat bertahap hingga akhir tahun perencamaan ( 2026 ) mencapai sekitar 97 unit.

FINAL REPORT VI-4

6.2.4. Kecamatan Babul Makmur

A. Sistem Pengelolaan Air Limbah Eksisting

Berdasarkan analisa data lapangan, maka diperoleh angka penanganan limbah domestik sebagai berikut :

1. Fasilitas Individu = 3 % 2. Fasilitas Bersama = 19 % 3. Sistem Komunal = 4% dan 4. Tidak ada fasilitas = 74 %

B. Sarana dan Prasarana Yang Ada 1. Sarana dan Prasarana Penduduk

Fasilitas jamban yang umum dimiliki penduduk adalah :

¾ Bangunan Atas, berupa kloset dengan leher angsa. Kloset umumnya berupa kloset duduk dan jongkok yang terbuat dari keramik atau batu bata dilapis portland cement.

¾ Bangunan Bawah, berupa cubluk tunggal dengan konstruksi buis beton dan cubluk komunal dengan konstruksi papan atau buis beton yang berfungsi untuk menerima buangan dari kakus (tinja+black water) .

2. Sarana dan Prasarana Pengelola

Belum Ada, sosialisasi sanitasi cenderung diarahkan ke Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan

C. Permasalahan

Pada pengelolaan air limbah individual di Kecamatan Babul Makmur, khususnya di Kota Lawe Deski, Naga Timbul dan Tanoh Alas masalahnya adalah kondisi tangki septik yang tidak kedap air. Pada kondisi tertentu, dimana penduduk akan semakin meningkat maka kondisi ini diantisipasi untuk ditangani yaitu sesuai proyeksi produksi dan penangan air limbah, mulai 2007 mulai diperkenalkan septik tank kedap air yang jumlahnya meningkat bertahap hingga akhir tahun perencamaan ( 2026 )

FINAL REPORT VI-5

6.3. KRITERIA PERENCANAAN

Dalam merancang sistem IPLT ini tentunya harus mengacu pada kriteria dan karakteristik Lumpur tinja yang akan diolah, termasuk asumsi timbulan Lumpur tinja dimaksud. Sebagai acuan kami menggunakan aturan, petunjuk maupun pedoman yang selama ini diacu di lingkungan Dep. PU.

Kriteria ini, meliputi antara lain sebagai berikut:

(1) Laju/ kapasitas Lumpur tinja (cairan dan endapan) = 0.5 l/org.hari, (2) KOB = 5.000 mg/l,

(3) TS = 40.000 mg/l, (4) TVS = 25.000 mg/l, (5) TSS = 15.000 mg/l.

Namun demikian, perhitungan rancangan proses dibuat berdasarkan perhitungan berbasis pada kandungan organik yang dinyatakan dalam angka Kebutuhan Oksigen Bio-kimia (KOB/ BOD).

Beberapa kriteria lain, mengenai angka yang menyangkut kinetika, diasumsi sesuai dengan proses pengolahan dan kaidah yang lazim digunakan dalam proses anaerob, fakultatif maupun maturasi.

6.3.1. Perhitungan Rancangan Rinci Bak Anaerob

Untuk perhitungan ini ada beberapa parameter yang harus ditentukan/ diasumsi, yaitu sebagai berikut :

Tabel 6.1 Asumsi parameter air limbah pada bak Anaerob

NO PARAMETER SIMBOL SATUAN NILAI KETERANGAN

1 Debit Pengolahan Q m3/hari 8.00 Data, Perhitungan 2 BOD5 Influen BOD5 In mg/l 3500.00 Kriteria/ Asumsi

3 BOD5 Efluen Se mg/l 500 Target rancangan 4 Suhu T oC 35 Angka Rata-rata 5 Konstanta laju reaksi K Hari -1 0.03 Asumsi/ Literatur 6 Konstanta laju kematian Kd Hari -1 0.015 Asumsi/ Literatur 7 BOD5 Ultimate (perhitungan) So mg/l 5,147 Angka Perhitungan 8 Koefisien Pertumbuhan Yt - 0.1 dari Literatur 9 MLVSS (dalam tangki Anaerob) X mg/l 1,000 Asumsi/ Literatur 10 Bilogical Solid Retention Time (BSRT) ө Hari 30.98 Perhitungan

FINAL REPORT VI-6

6.3.2. Perhitungan Sistem

1 Efisiensi Penyisihan BOD

(So - Se) = --- x 100 % = 90.29 % So 2 Volume Reaktor : Yt . Q ( So - Se ) V = --- = 247.84 m3 X . Kd V 247.84 m3

3 Waktu tinggal hidrolis (HRT) =

BSRT V = --- = 30.98 hari Q = 743.53 jam 4 Produksi Lumpur X x V 1000 x 247,84 = --- = --- = 8,000,000 mg/hari HRT 30,98 = 8.00 kg/hari

5 Volume buangan lumpur

Prod. Lumpur

Qw = --- = 0.258 kg/hari

 c

6.3.3. Perhitungan Rancangan Rinci Bak Fakultatif

Untuk perhitungan ini ada beberapa parameter yang harus ditentukan/diasumsi selain parameter yang telah diperiksa di laboratorium seperti pada tabel 6.2 :

FINAL REPORT VI-7

Tabel 6.2 Asumsi parameter air limbah pada bak fakultatif

NO PARAMETER SIMBOL SATUAN NILAI KETERANGAN

1 Debit Pengolahan Q m3/hari 8 Data, Perhitungan 2 BOD5 Influen BOD5 In mg/l 500.00 Data Laboratorium 3 BOD5 Efluen Se mg/l 200 Angka Perencanaan 4 Suhu T oC 30 Angka Rata-rata 5 Konstanta laju reaksi K Hari -1 0.1 dari literatur

6 Konstanta laju kematian Kd Hari -1 0.055 dari literature 7 BOD5 Ultimate (perhitungan) SO mg/l 735 Angka Perhitungan 8 Biological Solid Retention Time qc Hari 10 Rencana Desain 9 Koefisien Pertumbuhan Yt - 0.5 dari Literatur 10 MLVSS (dalam bak aerasi) X mg/l 500 Rencana 12 Kadar O2 di udara - % 23.20

13 Efisiensi Transfer O2 - % 2.0

14 Berat Jenis Oksigen - kg/m3 1.20 pada t = 30 oC

6.3.4. Perhitungan Sistem

1 Efisiensi Penyisihan BOD

(So - Se) = --- x 100 % = 72.80 % So 2 Volume Reaktor : Yt . Q ( So - Se ) V = --- = 77.86 X . Kd V 77.86 m3 3 Produksi Lumpur X x V 3600 . 60 = --- = --- = 3,893,048.13 mg/hari  c 10 = 3.89 kg/hari

4 Volume buangan lumpur

V

Qw = --- = 8 m3/hari

 c

= 0.39 kg/hari

5 Waktu tinggal hidrolis

V

= --- = 9.73 hari

 c

= 233.58 jam

FINAL REPORT VI-8

6 Kebutuhan O2

(BOD in - BOD out) x Q - 1,42

(Qw) = 54,792,752.94 mg/hari = 54.79 kg/hari Diketahui : BD O2 : 1.20 kg/m3 = 0.07 lb/cuft Kandungan O2 di udara : 23.20 % Efisiensi Transfer O2 : 2.00 %

7 Kebutuhan Udara Teoritis

O2

= --- = 196.32 m3/hari

BD O2 x Kadar O2

8 Volume Udara

Keb. Udara Teoritis

= --- = 9,816.11 m3/hari

Eff Transfer O2

= 0.00 cfm

= 0.00 lb/sec

6.3.5. Perhitungan Rancangan Rinci Bak Maturasi

Untuk perhitungan ini ada beberapa parameter yang harus ditentukan/diasumsi selain parameter yang telah diperiksa di laboratorium sebagai berikut :

Tabel 6.3 Asumsi parameter air limbah pada bak maturasi

NO PARAMETER SIMBOL SATUAN NILAI KETERANGAN

1 Debit Pengolahan Q m3/hari 8 Data, Perhitungan 2 BOD5 Influen BOD5 In mg/l 200.00 Data Laboratorium 3 BOD5 Efluen Se mg/l 40 Angka Perencanaan 4 Suhu T oC 30 Angka Rata-rata 5 Konstanta laju reaksi K Hari -1 0.1 dari literatur

6 Konstanta laju kematian Kd Hari -1 0.055 dari literature 7 BOD5 Ultimate (perhitungan) SO mg/l 294 Angka Perhitungan 8 Biological Solid Retention Time qc Hari 10 Rencana Desain 9 Koefisien Pertumbuhan Yt - 0.5 dari Literatur 10 MLVSS (dalam bak aerasi) X mg/l 300 Rencana 11 Kadar O2 di udara - % 23.20

12 Efisiensi Transfer O2 - % 2.0

13 Berat Jenis Oksigen - kg/m3 1.20 pada t = 30 oC

FINAL REPORT VI-9

6.3.6. Perhitungan Sistem

1 Efisiensi Penyisihan BOD

(So - Se) = --- x 100 % = 86.40 % So 2 Volume Reaktor : Yt . Q ( So - Se ) V = --- = 61.60 X . Kd V 60.00 m3 3 Produksi Lumpur X x V 3600 . 60 = --- = --- = 1,800,000.00 mg/hari  c 10 = 1.80 kg/hari

4 Volume buangan lumpur

V

Qw = --- = 6 m3/hari

 c

= 0.18 kg/hari

5 Waktu tinggal hidrolis

V

= --- = 7.50 hari

 c

= 180.00 jam

6 Kebutuhan O2

(BOD in - BOD out) x Q - 1,42

(Qw) = 23,863,341.18 mg/hari = 23.86 kg/hari Diketahui : BD O2 : 1.20 kg/m3 = 0.07 lb/cuft Kandungan O2 di udara : 23.20 % Efisiensi Transfer O2 : 2.00 %

7 Kebutuhan Udara Teoritis

O2

= --- = 85.50 m3/hari

BD O2 x Kadar O2

8 Volume Udara

FINAL REPORT VI-10

Keb. Udara Teoritis

= --- = 4,275.11 m3/hari

Eff Transfer O2

6.4. RENCANA PENGEMBANGAN SISTEM PENGELOLAAN AIR LIMBAH

Penanganan masalah bisa difokuskan pada sosialisasi pengelolaan individual karena hal ini sejalan dengan meningkatnya jumlah penduduk serta antisipasi peningkatan ekonomi. Secara bertahap dilakukan sosialisasi yang bertujuan untuk:

- Mengurangi jumlah penduduk yang membuang limbah domestik tanpa dikelola atau pembuatan tangki septik yang kedap air,

- Melakukan pengelolaan limbah domestik terpusat untuk skala perkotaan. Secara umum penanganan dilakukan sebagai berikut :

Dokumen terkait