Misi dan sasaran industri kreatif tahun 2025, akan dapat dicapai melalui proses mengantarkan pondasi dan pilar industri kreatif sampai pada sasaran antara industri kreatif tahun 2015 yaitu pada kondisi landasan dan pilar yang kuat. Pondasi dan pilar kuat yang dimaksud akan dijelaskan pada sub-bagian berikut ini.
S
UMBERD
AYAI
NSANI(P
EOPLE)
Kondisi yang ingin dicapai di tahun 2015 pada pilar sumber daya insani ini adalah kondisi dimana sudah tercipta insan-insan kreatif dengan jumlah dan kualifikasi yang memadai. Dilain pihak, masyarakat juga diharapkan sudah memiliki pola pikir kreatif, bertoleransi tinggi, dan memiliki apresiasi terhadap budaya, sejarah dan produk kreatif. Masyarakat sudah mampu melihat produk dan jasa tidak hanya fungsi teknisnya, tetapi juga design, sympohy, emphaty and play. Banyak ruang publik, fasilitas publik, dan kegiatan kreatif yang dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai wahana munculnya insan kreatif Indonesia. Secara singkat, sasaran penguatan pilar sumber daya insani adalah: ‚Masyarakat dengan pola pikir dan moodset kreatif yang didukung oleh talenta dan pekerja kreatif‛
Sasaran ini dapat dicapai dengan arah pengembangan penguatan pilar Sumber Daya Insani sebagai berikut:
1. Peningkatan jumlah SDM kreatif yang berkualitas secara berkesinambungan (sustainable) dan tersebar merata (widespread) di wilayah nusantara
2. Peningkatan jumlah dan perbaikan kualitas lembaga pendidikan dan pelatihan talenta kreatif yang sesuai dengan kebutuhan
3. Peningkatan penghargaan masyarakat terhadap insan kreatif sebagai profesi yang membawa nilai tambah secara ekonomi dan sosial
4. Peningkatan jumlah entrepreneur kreatif secara signifikan sehingga mendorong tumbuhnya lapangan kerja kreatif
5. Pengakuan dunia internasional terhadap kualitas insan kreatif Indonesia yang kiprahnya secara langsung maupun tidak langsung dapat dirasakan oleh bangsa Indonesia
I
NDUSTRI(I
NDUSTRY)
Tahun 2015 diharapkan telah tercipta perusahaan-perusahaan kecil (IKM/UKM) yang tumbuh dan berkembang berdasarkan diferensiasi produk melalui kreativitas. Sementara industri besar fokus kepada proses produksi (manufaktur) dari ide-ide kreatif (creation and origination) dari UKM/IKM kreatif. Perusahaan-perusahaan ini, baik besar maupun kecil, dimiliki oleh entrepeneur lokal.
Sasaran penguatan pilar Industri di tahun 2015 adalah: ‚Struktur Industri kreatif yang unggul di pasar domestik dan asing, dengan peran dominan wirausahawan nasional, dalam suatu iklim usaha dan persaingan yang sehat.‛
Sasaran ini dapat dicapai dengan arah pengembangan penguatan pilar Industri sebagai berikut:
1. Peningkatan daya tarik industri subsektor industri kreatif, agar menjadi tempat yang menarik untuk berkarir dan berinvestasi.
2. Peningkatan efisiensi serta produktivitas Industri untuk meningkatkan keunggulan komparatif.
3. Peningkatan inovasi bermuatan lokal, untuk menciptakan keunggulan kompetitif.
T
EKNOLOGI(T
ECHNOLOGY)
Pada pilar teknologi, di tahun 2015 diharapkan tercapai kondisi:
(a) Terdapat kombinasi antara design driven technology dan market-friendly inovation (seperti halnya Nokia).
Karakteristik pengaruh teknologi bagi industri bersifat: (i) Demand drives supply; Teknologi dapat menjawab tuntuan pasar terhadap produk kreatif, dan (ii) Supply drives demand; Teknologi dapat menciptakan permintaan atas produk kreatif di pasar; (b) Dilakukannya riset dan pengembangan bersifat pragmatis (sesuai kebutuhan
pasar/mainstream) dan futuristik (new product/concept).
(c) Teknologi pendukung industri kreatif dapat diperoleh dengan mudah dan dengan harga terjangkau oleh para pelaku Industri Kreatif. Khususnya untuk kebutuhan piranti lunak hal ini akan membuat para insan kreatif dapat lebih percaya diri untuk menunjukkan hasil karyanya ke dunia internasional karena dibuat dengan menggunakan piranti lunak bukan bajakan.
Secara ringkas, sasaran Penguatan Pilar Teknologi yang ingin dicapai di tahun 2015 adalah: ‛Teknologi yang memperkaya ide kreasi, mentransformasi ide menjadi karya nyata, terjangkau masyarakat Indonesia dan senantiasa berevolusi menuju inovasi yang lebih baik‛
Sasaran ini dapat dicapai dengan arah pengembangan penguatan pilar teknologi sebagai berikut:
1. Pembentukan basis-basis teknologi pendukung industri kreatif menuju klaster teknologi 2. Penguatan kapasitas kemampuan penguasaan teknologi dan computer literacy
3. Penguatan Iklim usaha kondusif untuk merangsang investasi teknologi dan infrastruktur teknologi
S
UMBER DAYA(R
ESOURCES)
Tahun 2015 diharapkan tercapai kondisi dimana sumber daya alam diprioritaskan untuk industri lokal, tanpa harus dipaksa oleh pemerintah, serta utilitas dan nilai tambah sumber daya sudah tinggi, tidak ada scrap yang tak bernilai, seperti: kriya kertas (kertas bekas), plastik daur ulang dan karet, scrap kayu (mebel)
Secara ringkas, sasaran Penguatan Pilar Sumber Daya di tahun 2015 adalah: ‚Pemanfaatan bahan baku sebesar-besarnya bagi industri lokal untuk menciptakan nilai tambah dan tingkat utilisasi yang tinggi & ramah lingkungan‛
Sasaran ini dapat dicapai dengan arah pengembangan penguatan pilar sumber daya sebagai berikut:
1. Penguatan kemampuan SDM dalam memanfaatkan bahan baku yang berasal dari Alam; 2. Peningkatan apresiasi dan sadar lingkungan di subsektor industri yang intensif
menggunakan bahan baku alam;
3. Pembentukan basis-basis teknologi yang mengolah sumber daya alam pendukung industri kreatif ;
4. Penciptaan iklim kondusif untuk menjaga ketersediaan pasokan bahan baku yang dibutuhkan oleh industri kreatif dalam negeri.
I
NSTITUSI(I
NSTITUTION)
Kondisi yang ingin dicapai di tahun 2015 pada pilar institusi ini adalah kondisi dimana masyarakat Indonesia mampu menerima perbedaan/toleransi, mengapresiasi sejarah, budaya serta warisan budaya Indonesia, meskipun berbeda nilai. Kondisi ini bisa dilukiskan dengan situasi seperti: batik dan kebaya dipakai oleh seluruh masyarakat Indonesia, terciptanya kerukunan antar umat beragama, Ayat-ayat cinta tidak hanya dinikmati oleh kaum muslim, fesyen tradisional (songket, ulos, batik) menjadi lebih populer dan tidak lagi dianggap sebagai produk fesyen yang ketinggalan jaman.
Secara singkat, sasaran penguatan pilar institusi adalah: ‚Masyarakat berpemikiran terbuka yang mengkonsumsi produk kreatif lokal‛
Sasaran ini dapat dicapai dengan arah penguatan pilar Institusi sebagai berikut:
1. Penciptaan penghargaan terhadap hak atas kekayaan intelektual (HKI) dan pengakuan terhadap manfaatnya bagi ekonomi;
2. Peningkatan apresiasi terhadap budaya bangsa yang diwujudkan dalam penghargaan pada produk bermuatan budaya daerah/nasional yang berkualitas ;
3. Peningkatan kesadaran dan penghargaan dunia internasional terhadap Indonesia dan produk/jasa bermuatan budayanya yang membawa manfaat ekonomis;
4. Penciptaan masyarakat kreatif yang saling menghargai dan saling bertukar pengetahuan demi kuatnya industri kreatif nasional.
L
EMBAGAP
EMBIAYAAN(F
INANCIALI
NTERMEDIARY)
Di tahun 2015 diharapkan tercapai kondisi dimana lembaga-lembaga pembiayaan maupun donor, percaya terhadap industri kreatif sebagai industri yang menarik untuk berinvestasi. Walaupun industri ini memiliki resiko bisnis yang tinggi dengan produk yang intangible tapi resiko kredit bersifat manageable. Pada tahun 2015 ini juga diharapkan sudah terjadi aliran pinjaman secara intensif oleh lembaga pembiayaan kepada pelaku industri kreatif di pedesaan maupun di perkotaan dengan skema pembiayaan yang sesuai, serta terjadinya proses pertukaran informasi yang simetrik antara pelaku industri kreatif dengan lembaga pembiayaan.
Secara singkat sasaran penguatan pilar lembaga pembiayaan adalah ‚Tercapainya tingkat kepercayaan yang tinggi oleh lembaga keuangan maupun donor terhadap industri kreatif sebagai industri yang menarik untuk berinvestasi, dan terciptanya informasi simetrik antara pelaku usaha dengan lembaga intermediasi.‛
Untuk dapat mencapai sasaran yang ingin dituju di tahun 2015, maka arah penguatan pilar lembaga pembiayaan adalah sebagai berikut:
1. Penciptaan skema dan lembaga pembiayaan yang mendukung tumbuhkembangnya industri kreatif di Indonesia;
2. Penguatan hubungan antara bisnis, pemerintah, & cendekiawan dengan lembaga keuangan.