• Tidak ada hasil yang ditemukan

SASARAN/INDIK ATOR

Dalam dokumen BAB III AKUNTABILITAS KINERJA (Halaman 49-58)

Targ et RPJ MD Tahun 2020 Tahun 2019 Targ et Realis asi Capai an Targ et Realis asi Capai an 6.1. 1 Menguatkan Ketahanan Sosial Masyarakat 6.1.1 .2 Juml ah Konfli k Sosia l 0 0 0 100% 0 0 100%

Sumber: Bidang Hanbang dan Wasnas, 2020

Langkah-langkah yang dilakukan untuk menekan adanya konflik adalah sebagai berikut: 1. Dilaksanakan pembinaan ideologi dan pendidikan wawasan kebangsaan

untuk menanggulangi konflik IPOLEKSOSBUD.

2. Dilaksanakan pengawasan terpadu antar instansi terkait / PAM terkait. 3. Dilaksanakan pemantauan kegiatan orang asing untuk mencegah terjadinya konflik

4. Adanya PKS (Penanganan Konflik Sosial), FKDM (Forum Komunikasi

Deteksi Dini Masyarakat), Kominda (Komunitas Intelegen Daerah) dan Posko pengamanan wilayah yang menjadi mitra kerja

2) Perbandingan Target RPJMD Dan Realisasi Indeks Jumlah Konflik Sosial

Target RPJMD dan realisasi kemudian dibandingkan dengan tujuan untuk mengetahui hasil kinerja dari masing-masing indikator. Perbandingan data dalam bentuk grafik dilakukan untuk memudahkan dalam membaca data secara rinci dan lebih jelas, terkait data target dengan kondisi realisasi. Target RPJMD setiap tahunnya mengalami perubahan guna meningkatkan capaian kinerja dalam setiap indikator. Perbandingan data antara nilai realisasi dengan RPJMD pada Jumlah Konflik Sosial dapat dilihat berdasarkan Grafik berikut.

π‘±π’–π’Žπ’π’‚π’‰ π‘²π’π’π’‡π’π’Šπ’Œ 𝑰𝑷𝑢𝑳𝑬𝑲𝑺𝑢𝑺𝑩𝑼𝑫 π’šπ’‚π’π’ˆ π‘«π’Šπ’”π’†π’π’†π’”π’‚π’Šπ’Œπ’‚π’

2-50 15. Sasaran Meningkatnya Kerukunan Antarumat Beragama

Capaian sasaran ini dapat diukur melalui indikator kinerja yang akan diuraikan sebagai berikut:

a) Jumlah Konflik SARA

1) Pengukuran Capaian Kinerja Indikator Jumlah Konflik SARA Tahun 2020

Tabel 3.25

Capaian Jumlah Konflik SARA Tahun 2020

SASARAN/INDIK ATOR Targ et RPJ MD Tahun 2020 Tahun 2019 Targ et Realis asi Capai an Targ et Realis asi Capai an 6.1. 1 Meningkatny a Kerukunan Antar Umat Beragama 6.1.1 .2 Juml ah Konfli k Sara 0 0 0 100% 0 0 100%

Sumber: Bidang Hanbang dan Wasnas, 2020

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa di tahun 2020 tidak terdapat satu pun kasus konflik SARA yang mana hal tersebut telah memenuhi target perjanjian kinerja sebesar 100%. Hal ini menunjukan bahwa Pemerintah Kota Mojokerto telah berhasil menciptakan kerukunan antar umat beragama di masyarakat.

Langkah-langkah yang dilakukan untuk mengatasi konflik sara tersebut yaitu :

0 0 0 0

2019 2020

2-51 π‘·π’†π’π’„π’‚π’“π’Š π’Œπ’†π’“π’‹π’‚

π‘¨π’π’ˆπ’Œπ’‚π’•π’‚π’ π’Œπ’†π’“π’‹π’‚π’™ 𝟏𝟎𝟎%

1. Pemberian sosialisasi peningkatan toleransi dan kerukunan dalam kehidupan beragama kepada seluruh lapisan masyarakat secara bertahap dan

berkesinambungan

2. Pembinaan yang dilakukan oleh FKUB pada 18 Kelurahan 3. Pembinaan yang dilakukan oleh FPK 4 kali/tahun

4. Koordinasi dengan RT, RW, Trantib Kelurahan dan Kecamatan

2) Perbandingan Target RPJMD Dan Realisasi Jumlah Konflik SARA

16. Sasaran Meningkatnya Kesempatan Kerja Masyarakat

Capaian sasaran ini dapat diukur melalui indikator kinerja yang akan diuraikan sebagai berikut:

a) Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT)

1) Pengukuran Capaian Kinerja Indikator Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Tahun 2020

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) adalah indikasi tentang penduduk usia kerja yang termasuk dalam kelompok pengangguran. TPT yang tinggi menunjukkan bahwa terdapat banyak angkatan kerja yang tidak terserap pada pasar kerja. Tingkat pengangguran terbuka diukur sebagai persentase jumlah penganggur/pencari kerja terhadap jumlah angkatan kerja, yang dapat dirumuskan sebagai berikut:

Tabel 3.26

Capaian Kinerja Indikator Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Tahun 2020

0 0

2020

2-52

Tahun Target RPJMD TPT Realisasi Capaian

2019 Tidak ditargetkan

dalam PK

2,65

2020 2,4 – 3,5 3,0 6,74 - 100,00 %

Berdasarkan tabel di atas, persentase realisasi TPT pada tahun 2020 sangat meningkat dibandingkan dengan realisasi tahun 2019. Bahkan angka tersebut sudah melampaui target RPJMD yakni sebesar 3,0. Artinya, capaian kinerja ini tidak memenuhi target. Memerlukan perhatian lebih pada sektor ini guna menurunkan angka pengangguran terbuka di Kota Mojokerto.

2) Perbandingan Target RPJMD Dan Realisasi Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT)

Target RPJMD dan realisasi kemudian dibandingkan dengan tujuan untuk mengetahui hasil kinerja dari masing-masing indikator. Perbandingan data dalam bentuk grafik dilakukan untuk memudahkan dalam membaca data secara rinci dan lebih jelas, terkait data target dengan kondisi realisasi. Target RPJMD setiap tahunnya mengalami perubahan guna meningkatkan capaian kinerja dalam setiap indikator. Perbandingan data antara nilai realisasi dengan RPJMD pada Tingkat Pengangguran Terbuka dapat dilihat berdasarkan Grafik berikut

17. Sasaran Menurunnya Angka Kemiskinan

2.4 0 3 2.65 6.74 2019 2020 Target TPT Realisasi

2-53

Capaian sasaran ini dapat diukur melalui indikator kinerja yang akan diuraikan sebagai berikut:

a) Angka Kemiskinan

1) Pengukuran Capaian Kinerja Indikator Angka Kemiskinan Tahun 2020

Kemiskinan adalah keadaan saat ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuhan kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan.

Adapun Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) penduduk yang tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar minimum dikategorikan sebagai penduduk miskin. Nilai garis kemiskinan yang digunakan mengacu pada kebutuhan minimum 2.100 kkal per kapita per hari ditambah dengan kebutuhan minimum non makanan yang merupakan kebutuhan dasar seseorang yang meliputi kebutuhan dasar untuk papan, sandang, sekolah, transportasi, serta kebutuhan rumah tangga dan individu yang mendasar lainnya. Besarnya nilai pengeluaran untuk memenuhi kebutuhan dasar minimum makanan dan non makanan tersebut disebut garis kemiskinan. Berikut ini merupakan tabel data angka kemiskinan yang menunjukkan jumlah penduduk miskin di Kota Mojokerto:

Tabel 3.27

Capaian Kinerja Indikator Angka Kemiskinan Tahun 2020

Tahun Target

RPJMD

Target PK Realisasi Capaian

2019 5,12 5,15 99%

2020 4,873 5,25 – 5,70 6,24 -9,47 %

Di dalam Perjanjian Kinerja Perubahan tahun 2020, karena terjadi wabah covid -19, dimaka kami menurunkan targetnya menjadi 5,25 – 5,70. Namun realisasinya 6,24 , hal ini menunjukkan jumlah penduduk miskin pada tahun 2020 meningkat cukup signifikan, dibandingkan dengan tahun 2019. Hal ini merupakan tantangan bagi Pemerintah Kota Mojokerto untuk terus menggenjot kegiatan penanggulangan kemiskinan.

2-54

Target RPJMD dan realisasi kemudian dibandingkan dengan tujuan untuk mengetahui hasil kinerja dari masing-masing indikator. Perbandingan data dalam bentuk grafik dilakukan untuk memudahkan dalam membaca data secara rinci dan lebih jelas, terkait data target dengan kondisi realisasi. Target RPJMD setiap tahunnya mengalami perubahan guna meningkatkan capaian kinerja dalam setiap indikator. Perbandingan data antara nilai realisasi dengan RPJMD pada Angka Kemiskinan dapat dilihat berdasarkan Grafik berikut.

18. Sasaran Meningkatnya Pengarusutamaan Gender dalam Pembangunan

Capaian sasaran ini dapat diukur melalui indikator kinerja yang akan diuraikan sebagai berikut:

a) Indeks Pemberdayaan Gender (IDG)

1) Pengukuran Capaian Kinerja Indikator Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) Tahun 2020

Istilah Gender digunakan untuk menjelaskan perbedaan peran perempuan dan laki-laki yang bersifat bawaan sebagai ciptaan Tuhan. Gender adalah pembedaan peran, kedudukan, tanggung jawab, dan pembagian kerja antara laki-laki dan perempuan yang ditetapkan oleh masyarakat berdasarkan sifat perempuan dan laki-laki yang dianggap pantas menurut norma, adat istiadat, kepercayaan atau kebiasaan masyarakat. Bahwa gender tidak sama dengan kodrat. Kodrat adalah sesuatu yang ditetapkan oleh Tuhan YME, sehingga manusia tidak mampu untuk merubah atau menolak. Sementara itu, kodrat bersifat universal, misalnya melahirkan, menstruasi dan menyusui adalah kodrat bagi perempuan, sementara mempunyai sperma adalah kodrat bagi laki-laki.

4.873

5.12 5.15 5.25

6.25

2019 2020

2-55 𝟏

πŸ‘[𝑰𝒑𝒂𝒓 + 𝑰𝑫𝑴 + π’π’Šπ’π’„ βˆ’ π’…π’Šπ’”π’•]

Ketidak adilan gender merupakan kondisi tidak adil akibat dari sistem dan struktur sosial, sehingga perempuan maupun laki-laki menjadi korban dari pada sistem tersebut. Laki-laki dan perempuan berbeda hanya karena kodrat antara laki-laki dan perempuan berbeda. Keadilan gender akan dapat terjadi jika tercipta suatu kondisi di mana porsi dan siklus sosial perempuan dan laki-laki setara, serasi, seimbang dan harmonis. Adapun dalam upaya kesetaraan gender, terdapat komponen Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) atau gender empowerment measurenment (GEM) yang merupakan Indikator penunjuk apakah perempuan dapat memainkan peranan aktif dalam kehidupan ekonomi dan politik.

IDG diukur berdasarkan 3 komponen yaitu keterwakilan perempuan dalam parlemen, perempuan sebagai tenaga profesional, manager, administrasi dan teknisi serta sumbangan pendapatan. Pengukuran capaian kinerja indikator pertumbuhan Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) dihitung dengan cara sebagai berikut:

Keterangan:

Xede (1) = Indeks keterwakilan di parlemen Xede (2) = Indeks pengambilan keutusan Linc-dis = Indeks distribusi pendapatan

Tabel 3.28

Capaian Kinerja Indikator Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) Tahun 2020

Tahun Target

RPJMD

Target IDG REALISASI

2019 93,45 93,18 99,71%

2020 83,00 83,00 - -

Data dari BPS belum dirilis, sehingga kami belum mengetahui realisasi IDG.

2) Perbandingan Target RPJMD Dan Realisasi Indeks Pemberdayaan Gender (IDG)

Target RPJMD dan realisasi kemudian dibandingkan dengan tujuan untuk mengetahui hasil kinerja dari masing-masing indikator. Perbandingan data dalam bentuk grafik dilakukan untuk memudahkan dalam membaca data secara rinci dan lebih jelas, terkait data target dengan kondisi realisasi. Target RPJMD setiap tahunnya mengalami perubahan guna meningkatkan capaian kinerja dalam setiap indikator. Perbandingan data antara nilai

2-56

realisasi dengan RPJMD pada Indeks Pemberdayaan Gender dapat dilihat berdasarkan Grafik berikut

19. Sasaran Meningkatnya Kemandirian Keuangan Daerah

Capaian sasaran ini dapat diukur melalui indikator kinerja yang akan diuraikan sebagai berikut:

a) Rasio Kemandirian Keuangan Daerah

1) Pengukuran Capaian Kinerja Indikator Rasio Kemandirian Keuangan Daerah Tahun 2020

Kecenderungan kemandirian keuangan daerah penting dinilai untuk mengetahui arah perkembangan kedua dimensi keuangan ini. Suatu daerah otonom kabupaten/kota pada suatu tahun tertentu barangkali belum dapat memenuhi kemandirian keuangannya, tetapi dengan melihat trend positif dari dimensi kemandirian keuangan tersebut diperoleh keyakinan, walaupun lambat ada peluang akan menuju kemandirian keuangan daerah yang ideal.

Efektivitas keuangan daerah penting dinilai untuk mengetahui arah perkembangan dimensi efektivitas keuangan daerah. Suatu daerah otonom kabupaten/kota pada suatu tahun tertentu barangkali belum dapat memenuhi efektivitas keuangannya, tetapi dengan melihat trend positif dari kedua dimensi keuangan tersebut diperoleh keyakinan, walaupun lambat ada peluang akan menuju efektivitas keuangan daerah yang ideal.

Kemandirian keuangan daerah menunjukkan bahwa pemerintah daerah mampu untuk membiayai sendiri kegiatan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat yang telah membayar pajak dan retribusi sebagai sumber pendapatan yang diperlukan daerah. Indikator kemandirian keuangan suatu daerah adalah rasio Pendapatan Asli Daerah terhadap Dana Perimbangan dan pinjaman, dengan demikian PAD dan Dana Perimbangan

83 93.45

83 93.18 99.71

2019 2020

2-57

merupakan sumber pengeluaran pemerintah daerah berpengaruh positif terhadap pengeluaran pemerintah suatu daerah. Kemampuan pemerintah daerah dalam mengelola keuangan daerah dituangkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang langsung maupun tidak langsung mencerminkan kemampuan pemerintah daerah dalam membiayai pelaksanaan tugas - tugas pemerintahan, pembangunan dan pelayanan sosial masyarakat. Selanjutnya untuk mengukur kemampuan keuangan pemerintah daerah adalah dengan melakukan analisis rasio keuangan terhadap APBD yang telah ditetapkan dan dilaksanakannya. Berikut rumus yang digunakan dalam menghitung tingkat kemandirian keuangan daerah adalah pendapatan asli daerah dibagi bantuan pemerintah pusat atau provinsi atau pinjaman dikali 100.

Berikut adalah acuan untuk melihat tingkat rasio kemandirian keuangan daerah yang terdiri dalam empat pola hubungan yaitu, pola hubungan instruktif, pola hubungan konsultatif, pola hubungan partisipatif dan pola hubungan delegatif.

1) Pola hubungan instruktif, yaitu peran Pemerintah Pusat lebih dominan dari pada kemandirian Pemerintah Daerah.

2) Pola hubungan konsultatif, yaitu campur tangan Pemerintah Pusat sudah mulai berkurang, karena daerah telah dianggap mampu melaksanakan otonomi daerah. 3) Pola hubungan partisipatif, yaitu peran Pemerintah Pusat semakin berkurang mengingat daerah yang bersagkutan tingkat kemandiriannya mendekati mampu melaksanakan otonomi daerah.

4) Pola hubungan delegatif, yaitu campur tangan Pemerintah Pusat sudah tidak ada karena daerah telah benar-benar mandiri dalam melaksanakan otonomi daerah.

𝑷𝒆𝒏𝒅𝒂𝒑𝒂𝒕𝒂𝒏 π’‚π’”π’π’Š 𝑫𝒂𝒆𝒓𝒂𝒉

𝒃𝒂𝒏𝒕𝒖𝒂𝒏 π’‘π’†π’Žπ’†π’“π’Šπ’π’•π’‚π’‰π’‘π’“π’π’—π’Šπ’π’”π’Šπ’‘π’–π’”π’‚π’• 𝒂𝒕𝒂𝒖 π’‘π’Šπ’π’‹π’‚π’Žπ’‚π’ 𝒙 𝟏𝟎𝟎

2-58 Tabel 3.29

Capaian Kinerja Indikator Rasio Kemandirian Keuangan Daerah Tahun 2020

Sumber: diolah dari RPJMD Kota Mojokerto dan Sasaran Pemerintah Kota

Berdasarkan tabel di atas, realisasi Rasio Kemandirian Keuangan Daerah tahun 2020 yaitu 35,61 dengan capaian 127,31%. Hal tersebut menandakan bahwa Pemerintah Kota Mojokerto di tahun 2020 telah berhasil mewujudkan kemandirian keuangan daerah yang berdampak kepada peningkatan pendapatan daerah. Harapannya hal tersebut dapat mewujudkan anggaran pendapatan dan belanja daerah yang lebih mengutamakan kesejahteraan masyarakat, sebagaimana yang diamanatkan di dalam RPJMD Kota Mojokerto Tahun 2018-2023.

Tabel 3.30

KOMPOSISI KOMPONEN PENDAPATAN DAERAH

Dalam dokumen BAB III AKUNTABILITAS KINERJA (Halaman 49-58)

Dokumen terkait