• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sasaran, Indikator dan Target Kinerja

BAB II PERENCANAAN KINERJA

2.2 Sasaran, Indikator dan Target Kinerja

Sasaran merupakan hasil yang akan dicapai secara nyata oleh instansi pemerintah dalam rumusan yang lebih spesifik, terukur, dalam kurun waktu yang lebih pendek dari tujuan. Dalam sasaran telah ditetapkan indikator sasaran sebagai ukuran tingkat keberhasilan pencapaian sasaran untuk diwujudkan pada tahun bersangkutan ditetapkan. Sasaran diupayakan untuk dapat dicapai dalam kurun waktu tertentu secara berkesinambungan sejalan dengan tujuan yang ditetapkan dalam rencana strategis.

Dengan demikian, setiap tujuan yang ditetapkan memiliki indikator yang terukur.

Peta strategi, sasaran dan indikator kinerja Stasiun KIPM Medan II tahun 2020 ditunjukkan pada Gambar 2.1 dan Tabel 2.1 di bawah

PETA STRATEGIS SKIPM MEDAN II TAHUN 2020

Gambar 2.1 Peta Strategis SKIPM Medan II Tahun 2020

SS1. Industrialisasi KP yang berdaya saing

SS2. Pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan yang integratif

SS4. Pengendalian dan pengawasan system perkarantinaan, mutu dan keamanan hasil perikanan

secara professional dan partisipatif

SS3. Sistem Perkarantinaan, pengendalian mutu dan keamanan hasil perikanan yang sesuai standar

SS5. Tata kelola pemerintahan yang baik

Tabel 2.1 Sasaran Strategis dan Indikator Kinerja SKIPM Medan II Tahun 2020

SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET

2020 1 Industrialisasi KP yang

berdaya saing 1 Persentase ikan dan hasil perikanan memenuhi syarat ekspor lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

98%

2 Pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan yang integratif

2 Persentase penyakit ikan karantina yang dicegah penyebarannya antar zona lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

90%

3 Persentase tingkat keberhasilan

pengawasan di wilayah perbatasan yang di wilayah administrasi UPT Stasiun KIPM Medan II

70%

4 Persentase ikan dan hasil perikanan impor memenuhi persyaratan mutu dan bebas penyakit lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

90%

5 Persentase pencegahan impor, ekspor, antar area jenis ikan yang dilarang, dilindungi dan dibatasi lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

90%

3 Sistem perkarantinaan, pengendalian mutu dan keamanan hasil perikanan yang sesuai standar

6 Jumlah unit usaha perikanan yang memenuhi standar dan menerapkan biosecurity lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

29

7 Jumlah sertifikasi ekspor yang

memenuhi standar lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

5770

8 Jumlah sertifikasi kesehatan ikan domestik yang memenuhi standar lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

685

9 Jumlah lokasi monitoring dan survelen penjamin mutu perikanan domestik lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

1

10 Pelaku usaha (UPI) yang menerapkan

sistem traceability 4

11 Sertifikasi HACCP hasil perikanan

lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II 72 12 Jumlah UPI yang memenuhi persyaratan

ekspor 15

13 Supplier yang menerapkan cara penanganan ikan yang baik (CPIB) lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

5

14 Lokasi sebaran jenis ikan dilarang dan/atau bersifat invasif yang

diidentifikasi lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

1

15 Lokasi sebaran penyakit ikan karantina yang teridentifikasi lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

3

16 Penambahan ruang lingkup parameter uji yang terakreditasi lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

2

4 Pengendalian dan pengawasan sistem perkarantinaan, mutu dan keamanan hasil perikanan secara profesional dan partisipatif

17 Penanganan kasus pelanggaran perkarantinaan, keamanan hayati ikan dan system mutu yang diselesaikan lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

95%

18 Nilai PNBP lingkup UPT Stasiun KIPM

Medan II 4403

5 Tata kelola pemerintahan

yang baik 19

Indeks profesionalitas asn lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

Nilai penilaian mandiri SAKIP Satker Stasiun KIPM Medan II

Nilai rekonsiliasi kinerja Satker Stasiun KIPM Medan II

Nilai IKPA UPT Stasiun KIPM Medan II Jumlah inovasi pelayanan public UPT Stasiun KIPM Medan II

Persentase rekomendasi Hasil

Pengawasan yang Dimanfaatkan untuk Perbaikan Kinerja UPT Stasiun KIPM Medan II

BAB III

AKUNTABILITAS KINERJA DAN KEUANGAN

3.1 Capaian Kinerja

Capaian kinerja Stasiun KIPM Medan II Tahun 2020 sudah baik, hal ini ditandai dengan capaian Nilai Pencapaian Sasaran Strategis (NPSS) sebesar 107,11%

berdasarkan pelaporan melalui sistem aplikasi pengelolaan kinerja di www.kinerjaku.kkp.go.id.

Gambar 3.1.Nilai Pencapaian Sasaran Strategis SKIPM Medan II Tahun 2020

Tabel 3.1 Capaian Kinerja SKIPM Medan II Tahun 2020 dan 2019

SASARAN

STRATEGIS INDIKATOR KINERJA

REALISASI TAHUN 2020

REALISASI 1 Industrialisasi

KP yang berdaya saing

1 Persentase ikan dan hasil perikanan memenuhi syarat ekspor lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

98% 100% 102% -

2 Persentase penyakit ikan karantina yang dicegah

penyebarannya antar zona lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

90% 100% 111% 100%

3 Persentase tingkat keberhasilan

pengawasan di wilayah perbatasan yang di wilayah administrasi UPT Stasiun KIPM Medan II

70% 100% 120% 78%

4 Persentase ikan dan hasil perikanan impor memenuhi persyaratan mutu dan bebas

penyakit lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

90% 100% 111% 100%

5 Persentase pencegahan impor, ekspor, antar area jenis ikan yang dilarang, dilindungi dan dibatasi lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

90% 100% 111% -

3 Sistem

memenuhi standar dan menerapkan

biosecurity lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

29 29 100% 27

7 Jumlah sertifikasi ekspor yang memenuhi standar lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

5.770 6.535 113% 5.886

8 Jumlah sertifikasi kesehatan ikan domestik yang memenuhi standar lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II domestik lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

1 1 100% 2

10 Pelaku usaha (UPI) yang menerapkan sistem traceability

4 4 100% 10

11 Sertifikasi HACCP hasil perikanan lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

72 75 104% 189 penanganan ikan yang baik (CPIB) lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

5 11 120% 25

14 Lokasi sebaran jenis ikan dilarang dan/atau bersifat invasif yang diidentifikasi lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

1 1 100% 2

15 Lokasi sebaran penyakit ikan karantina yang

teridentifikasi lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

3 4 120% 6

16 Penambahan ruang lingkup parameter uji yang terakreditasi lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

2 6 120% -

4 Pengendalian dan

17 Penanganan kasus pelanggaran perkarantinaan, keamanan hayati ikan dan system mutu yang diselesaikan lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

95% 100% 105% 95%

18 Nilai PNBP lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

4.403 4.737 107% 6.213

5 Tata kelola pemerintahan

yang baik

19 Indeks profesionalitas asn lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

72% 69,93% 97% 60

20 Nilai penilaian mandiri SAKIP Satker Stasiun KIPM Medan II

81 79,70 100% -

21 Nilai rekonsiliasi kinerja Satker Stasiun KIPM Medan II

85 90,87 106% -

22 Nilai IKPA UPT Stasiun KIPM Medan II

88 90,4 102% 87

23 Jumlah inovasi

pelayanan publik UPT Stasiun KIPM Medan II

1 1 100% -

24 Persentase

rekomendasi Hasil Pengawasan yang Dimanfaatkan untuk Perbaikan Kinerja UPT Stasiun KIPM Medan II

82% 100% 120% -

3.2 Analisis dan Evaluasi Capaian Kinerja

SS1. Industrialisasi KP yang berdaya saing

Keberhasilan capaian sasaran strategis Industrialisasi KP yang berdaya saing diukur dengan satu indikator, yaitu Persentase ikan dan hasil perikanan memenuhi syarat ekspor lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II.

IKU 1 Persentase ikan dan hasil perikanan memenuhi syarat ekspor lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

Persentase ikan dan hasil perikanan memenuhi syarat ekspor lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II pada tahun ini ditargetkan mencapai 98% dengan persentase pencapaian 100%. Pada Tahun ini UPI pada Stasiun KIPM Medan II tidak mendapatkan penolakan ekspor dinegara tujuan sehingga realisasi persentase pencapaian dari IK 1 ini adalah 102%, adapun rumus untuk menghitung persentase ikan dan hasil perikanan yang memenuhi syarat ekspor antara lain:

= (Jumlah ekspor – jumlah penolakan ) x 100%

Jumlah ekspor

Perbandingan Indikator Kinerja antara target dan realisasi di tahun 2020 dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 3.2 Perbandingan IK 1 Tahun 2020

INDIKATOR KINERJA

Target Tahun 2020

Realisasi Tahun

2020 Persentase 1 Persentase ikan dan hasil perikanan

memenuhi syarat ekspor lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

98% 100% 102,04%

Perbandingan Indikator Kinerja tahun 2020 dan 2019 dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 3.3 Perbandingan IK 1 Tahun 2020 dan 2019

INDIKATOR KINERJA

Realisasi Tahun

2020

Realisasi Tahun

2019

Naik (Turun)

% 1 Persentase ikan dan hasil perikanan

memenuhi syarat ekspor lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

100% 0% -

SS2. Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Yang Integratif

Keberhasilan capaian sasaran strategis Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Yang Integratif diukur dengan empat indikator, yaitu Persentase penyakit ikan karantina yang dicegah penyebarannya antar zona lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II, Persentase tingkat keberhasilan pengawasan di wilayah perbatasan yang diwilayah administrasi UPT Stasiun KIPM Medan II, Persentase ikan dan hasil perikanan impor memenuhi persyaratan mutu dan bebas penyakit lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II dan Persentase pencegahan impor, ekspor antar area jenis ikan yang dilarang, dilindungi dan dibatasi lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II.

IKU 2 Persentase penyakit ikan karantina yang dicegah penyebarannya antar zona lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

Upaya pencegahan masuk dan tersebarnya HPIK di Indonesia didasarkan pada Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 58/KEPMEN-KP/2016 tentang Status Tidak Bebas Hama dan Penyakit Ikan Karantina di Wilayah Negara Republik Indonesia yang sudah ada di dalam wilayah Indonesia.

Pengembangan sistem pencegahan dan penyebaran penyakit ikan karantina, pengendalian mutu dan keamanan hasil perikanan yang sesuai standar melalui:

 Sertifikasi kesehatan ikan domestik;

 Penerapan Cara Karantina Ikan yang Baik (CKIB) pada Unit Usaha Perikanan;

 Konsistensi penerapan sistem manajemen mutu (ISO 9001) dan sistem layanan laboratorium (ISO 17025).

Stasiun KIPM Medan II telah menjalankan pelaksanaan dalam pencegahan dan penyebaran penyakit ikan karantina antar zona dengan persentase realisasi 100%

dengan persentase pencapaian sebesar 111%. Untuk tahun 2020 target IK ini mengalami penurunan dikarenakan adanya wabah covid-19 dan Stasiun KIPM Medan II dapat mencapai target yang ditetapkan dengan tidak adanya penolakan pada domestik keluar dan perbandingan capaian Indikator Kinerja tahun 2020 adalah sebagai berikut:

Tabel 3.4 Perbandingan IK 2 Tahun 2020

INDIKATOR KINERJA 1 Persentase penyakit ikan karantina yang

dicegah penyebarannya antar zona lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

90% 100% 111,11%

Tabel 3.5 Perbandingan IK 2 Tahun 2020 dan 2019

INDIKATOR KINERJA 1 Persentase penyakit ikan karantina yang

dicegah penyebarannya antar zona lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

100% 100% -

IKU 3 Persentase tingkat keberhasilan pengawasan di wilayah perbatasan yang wilayah administrasi UPT Stasiun KIPM Medan II

Perbatasan negara merupakan manifestasi utama kedaulatan wilayah suatu negara. Perbatasan suatu negara mempunyai peranan penting dalam penentuan batas wilayah kedaulatan, pemanfaatan sumber daya alam, menjaga keamanan dan keutuhan wilayah. Penentuan perbatasan Negara dalam banyak hal ditentukan oleh proses historis, politik, hukum nasional dan internasional.

Wilayah perbatasan suatu negara memiliki nilai strategis dalam mendukung keberhasilan pembangunan nasional. Hal ini dapat terjadi antara lain karena wilayah

perbatasan mempunyai dampak penting bagi kedaulatan negara, mempunyai faktor pendorong bagi peningkatan kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat di sekitarnya, mempunyai keterkaitan yang saling mempengaruhi dengan kegiatan yang dilaksanakan di wilayah lainnya yang berbatasan antar wilayah maupun antar negara, dan mempunyai dampak terhadap kondisi pertahanan dan keamanan baik dalam skala regional maupun nasional.

Untuk itu Stasiun KIPM Medan II berupaya melakukan pengawasan diwilayah perbatasan dalam bentuk pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan guna terwujudnya kedaulatan.

Tingkat persentase realisasi keberhasilan pengawasan diwilayah perbatasan untuk Tahun tahun 2020 mencapai 100% dengan tidak adanya kasus pelanggaran perkarantinaan di wilayah kerja Nias. Tingkat keberhasilan pengawasan di wilayah perbatasan merupakan kombinasi dari nilai pengawasan dan pemenuhan fasilitas. Nilai pengawasan merupakan nilai rata-rata dari pengawasan internal (sertifikasi domestik masuk, domestik keluar, ekspor, impor, koordinasi lintas instansi serta monitoring dan evaluasi) dan pengawasan eksternal (survei kepuasan masyarakat). Sedangkan nilai pemenuhan fasilitas didapatkan dari nilai rata-rata pemenuhan sarana prasarana dan sumber daya manusia dan perbandingan Indikator Kinerja tahun 2020 sebagai berikut:

Tabel 3.6 Perbandingan IK 3 Tahun 2020

INDIKATOR KINERJA 1 Persentase tingkat keberhasilan pengawasan

di wilayah perbatasan yang di wilayah administrasi UPT Stasiun KIPM Medan II

70% 100% 120%^

Tabel 3.7 Perbandingan IK 3 Tahun 2020 dan 2019

INDIKATOR KINERJA 1 Persentase tingkat keberhasilan pengawasan

di wilayah perbatasan yang di wilayah administrasi UPT Stasiun KIPM Medan II

100% 78% 28,20

Kegiatan pemasukan lalu lintas ikan (impor) wajib dilengkapi sertifikat kesehatan ikan melalui tempat-tempat pemasukan/pengeluaran yang ditetapkan, serta dilaporkan dan diserahkan kepada petugas karantina untuk keperluan tindakan karantina. Pada sistem pengendalian mutu dan keamanan hasil perikanan, kewajiban yang harus ditaati adalah memiliki kelayakan pengolahan ikan, penerapan sistem jaminan mutu dan keamanan hasil perikanan melalui penilaian kesesuaian, serta disertifikasi baik unit pengolahannya maupun produknya. Di Stasiun KIPM Medan II persentase pencapaian ikan dan hasil perikanan impor memenuhi persyaratan mutu dan bebas penyakit ikan lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II mencapai 100% dikarenakan tidak adanya penolakan impor pada tahun 2020 dan perbandingan target dan realisasi tahun 2020 sebagai berikut:

Tabel 3.8 Perbandingan IK 4 Tahun 2020

INDIKATOR KINERJA

2020 Persentase 1 Persentase ikan dan hasil perikanan impor

memenuhi persyaratan mutu bebas penyakit lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

90% 100% 111,11%

Tabel 3.9 Perbandingan IK 4 Tahun 2020 dan 2019

INDIKATOR KINERJA 1 Persentase ikan dan hasil perikanan impor

memenuhi persyaratan mutu bebas penyakit lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

100% 100% -

IKU 5 Persentase pencegahan impor, ekspor, antar are jenis ikan yang dilarang, dilindungi dan dibatasi lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

Pencegahan jenis ikan yang dilarang, dilindungi dan dibatasi melalui pintu pemasukan dan pengeluaran (impor, ekspor, dan antar area dalam wilayah Republik Indonesia) yang telah ditetapkan, sebagai upaya dalam perlindungan dan pengelolaan sumberdaya kelautan dan perikanan yang partisipatif, bertanggung jawab dan

IKU 4 Persentase ikan dan hasil perikanan impor memenuhi persyaratan mutu dan bebas penyakit lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

berkelanjutan. Jenis ikan dilarang adalah Jenis Ikan yang dilarang berdasarkan peraturan perundangundangan dan/atau karena statusnya dilindungi penuh berdasarkan ketentuan Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora dan/atau hukum internasional lain yang diratiikasi, termasuk telur, bagian tubuh, dan/atau produk turunannya (derivat). Jenis ikan dilindungi adalah Jenis Ikan dilindungi yang dilakukan terhadap siklus hidupnya di habitat asli dan habitat buatan dan/atau seluruh bagian tubuhnya, termasuk telur, cangkang, dan produk turunannya Jenis ikan dibatasi adalah jenis ikan dilindungi berdasarkan ukuran tertentu,wilayah sebaran tertentu, periode waktu tertentu dan/atau sebagian tahapan siklus hidup tertentu. Untuk menghitung persentase pencegahan impor, ekspor, antar area jenis ikan yang dilarang, dilindungi dan dibatasi dengan rumus tingkat capaian:

% X = ( X1 + X2 + X3 + X4) x 100 4

Untuk menghitung X1, X2, X3 dan X4 digunakan rumus: X(1,2,3,4) = ( a - b ) x 100 a

Keterangan :

X : pencegahan impor jenis ikan yang dilarang, dilindungi dan dibatasi X1 : pencegahan ekspor jenis ikan yang dilarang, dilindungi dan dibatasi X2 : pencegahan impor jenis ikan yang dilarang, dilindungi dan dibatasi

X3 : pencegahan antar area (dokel) jenis ikan yang dilarang, dilindungi dan dibatasi X4 : pencegahan antar area (domas) jenis ikan yang dilarang, dilindungi dan dibatasi a : Jumlah jenis ikan yang dilarang, dilindungi dan dibatasi

b : Jumlah jenis ikan yang dibatasi, dilindungi dan dilarang yang tidak dilengkapi dokumen persyaratan sesuai ketentuan yang *tidak dapat dicegah dipintu pemasukan yang ditetapkan

Di Stasiun KIPM Medan II persentase pencegahan impor, ekspor, antar area jenis ikan yang dilarang dilindungi dan dibatasi lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II mencapai 100% karena tidak ada kasus pelanggaran yang terjadi dan perbandingan IK target dan realisasi tahun 2020 sebagai berikut:

Tabel 3.10 Perbandingan IK 5 Tahun 2020

INDIKATOR KINERJA 1 Persentase pencegahan impor, ekspor, antar

area jenis ikan yang dilarang, dilindungi dan dibatasi lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

90% 100% 111,11%

Tabel 3.11 Perbandingan IK 5 Tahun 2020 dan 2019

INDIKATOR KINERJA

Realisasi Tahun

2020

Realisasi Tahun

2019

Naik (Turun)

% 1 Persentase pencegahan impor, ekspor, antar

area jenis ikan yang dilarang, dilindungi dan dibatasi lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

100% - -

SS3. Sistem Perkarantinaan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Yang Sesuai Standar

Keberhasilan capaian sasaran strategis Sistem perkarantinaan, pengendalian mutu dan kemananan hasil perikanan yang sesuai standar diukur dengan sebelas indikator, yaitu Jumah unit usaha perikanan yang memenuhi standard an menerapkan biosecurity lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II, Jumlah sertifikasi ekspor yang memenuhi standar lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II, Jumlah sertifikasi kesehatan ikan dimestik yang memenuhi standar lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II, Jumlah lokasi monitoring dan surveilen penjamin mutu perikanan domestik lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II, Pelaku usaha (UPI) yang menerapkan system traceability, Sertifikasi HACCP hasil perikanan lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II, Jumlah UPI yang memenuhi persyaratan ekspor, Supplier yang menerapkan cara penanganan ikan yang baik (CPIB) lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II, Lokasi sebaran jenis ikan dilarang dan/atau bersifat invasive yang diidentifikasi lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II, Lokasi sebaran penyakit ikan karantina yang teridentifikasi lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II dan Penambahan ruang lingkup parameter uji yang terakreditasi lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

IKU 6 Jumlah unit usaha perikanan yang memenuhi standard dan menerapkan biosecurity lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

Penerapan Biosecurity adalah mendorong UUPI melaksanakan manajemen kesehatan ikan yang baik pada setiap tahapan produksi budidaya. Selain itu, pada pencatatan/pendokumentasian kegiatan harus dilakukan selama proses produksi hingga

distribusi. Melalui penerapan Biosecurity di UUPI, komoditas perikanan yang dihasilkan diharapkan dapat memenuhi jaminan kesehatan ikan. Dengan demikian, daya saing komoditas perikanan yang diekspor akan meningkat. Sedangkan untuk kegiatan impor dan antar area di dalam negeri, penerapan Biosecurity dapat memberikan jaminan kesehatan ikan yang dimasukkan dan dilalulintaskan antar area, dalam rangka perlindungan sumberdaya ikan Indonesia dari serangan HPI Karantina atau HPI tertentu.

Pada tahun 2020 IK 6 ini telah terealisasi sebanyak 29 UUPI sehingga pencapaian persentase realisasi sebesar 100%. Perbandingan target dan realisasi tahun 2020 dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

Tabel 3.12 Perbandingan IK 6 Tahun 2020

INDIKATOR KINERJA

2020 Persentase 1 Jumlah unit usaha perikanan yang memenuhi

standar dan menerapkan biosecurity lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

29 29 100%

Tabel 3.13 Perbandingan IK 6 Tahun 2020 dan 2019

INDIKATOR KINERJA 1 Jumlah unit usaha perikanan yang memenuhi

standar dan menerapkan biosecurity lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

29 27 7,40

IKU 7 Jumlah sertifikasi ekspor yang memenuhi standar lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

Produk hasil perikanan yang akan diekspor harus memenuhi persyaratan memiliki sertifikat kesehatan (Health Certificate/HC). Kelengkapan HC dimaksudkan sebagai pemenuhan amanat UU Nomor 31/2004 jo UU No.45/2009 dan persyaratan pasar Internasional. Sertifikasi kesehatan produk hasil perikanan ekspor dilakukan melalui In Process Inspection terhadap UPI yang teregistrasi dan memiliki sertifikat HACCP.

Sedangkan sertifikasi kesehatan karantina ikan harus memenuhi standar penerbitan

PP nomor 15/2002. Indikator sertifikat kesehatan ikan ekspor yang memenuhi persyaratan negara tujuan diukur dengan menghitung realisasi jumlah HC karantina ikan dan HC hasil perikanan yang terbit.

Pada tahun 2020 IK 7 ini telah terealisasi sebanyak 6.535 sertifikat dari target 5.770 sertifikat sehingga pencapaian persentase realisasi sebesar 113,26%.

Perbandingan target dan realisasi tahun 2020 dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

Tabel 3.14 Perbandingan IK 7 Tahun 2020

INDIKATOR KINERJA

2020 Persentase 1 Jumlah sertifikasi ekspor yang memenuhi

standar lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

5770 6535 113.26%

Tabel 3.15 Perbandingan IK 7 Tahun 2020 dan 2019

INDIKATOR KINERJA 1 Jumlah sertifikasi ekspor yang memenuhi

standar lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

6535 5886 11,04

IKU 8 Jumlah sertifikasi kesehatan ikan domestik yang memenuhi standar lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

Sertifikasi kesehatan ikan domestik dilakukan melalui tindakan karantina ikan dalam rangka mencegah tersebarnya HPIK antar area di dalam Wilayah Negara Republik Indonesia. Sertifikasi bertujuan untuk memastikan dan memberikan jaminan bahwa media pembawa/ikan yang dilalulintaskan tidak tertular HPIK yang dipersyaratkan daerah tujuan sesuai dengan standar.

Indikator sertifikat kesehatan ikan domestik yang memenuhi persyaratan daerah tujuan diukur melalui verifikasi (on site dan on desk) terhadap jumlah sertifikat kesehatan ikan domestik keluar (KI-D2) yang diterbitkan oleh SKIPM Medan II dan memenuhi standar. Target sertifikat kesehatan ikan domestik yang memenuhi persyaratan daerah tujuan yang diterbitkan oleh Stasiun KIPM Medan II tahun 2020 adalah 685 sertifikat

dengan realisasi berjumlah 3488 sertifikat atau 120% dari target yang ditentukan. Hal ini dikarenakan banyaknya pengiriman domestik berupa ikan hias ke berbagai daerah di Indonesia.

Tabel 3.16 Perbandingan IK 8 Tahun 2020

INDIKATOR KINERJA 1 Jumlah sertifikasi kesehatan ikan domestik

yang memenuhi standar lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

685 3488 120%^

Perbandingan tahun 2020 dan 2019 dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

Tabel 3.17 Perbandingan IK 8 Tahun 2020 dan 2019

INDIKATOR KINERJA 1 Jumlah sertifikasi kesehatan ikan domestik

yang memenuhi standar lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

3488 1135 120^

IKU 9 Jumlah lokasi monitoring dan survelen penjamin mutu perikanan domestik lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

Sebagaimana yang diamanatkan dalam Instruksi Presiden No. 1 Tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat, Kementerian Kelautan dan Perikanan meningkatkan dan memperluas pelaksanaan gerakan memasyarakatkan makan ikan pada masyarakat dan mengawasi mutu dan keamanan hasil perikanan. Menindaklanjuti hal tersebut, melalui peraturan Kepala BKIPM No. 9/PER-BKIPM/2018 membuat pedoman teknis sebagai pedoman UPT KIPM untuk mencapai tujuan optimalisasi ketersediaan pangan ikan sehat dan aman dikonsumsi oleh masyarakat domestik. Selain itu juga untuk penguatan sistem jaminan mutu dan keamanan hasil perikanan di pasar/sentra produksi ikan.

Pada tahun 2020 target Pengawasan mutu dan keamanan hasil perikanan domestik adalah 1 lokasi yaitu di Kota Medan dengan 6 lokus pasar tradisional/modern/KUD

Berastagi Supermarket, dan TPI Belawan. Kegiatan pengawasan pasar ikan domestik ini juga dilakukan pengambilan contoh ikan segar antara lain ikan kembung, ikan bawal, ikan tongkol, udang dan cumi-cumi untuk dilakukan pengujian di laboratorium terhadap

Berastagi Supermarket, dan TPI Belawan. Kegiatan pengawasan pasar ikan domestik ini juga dilakukan pengambilan contoh ikan segar antara lain ikan kembung, ikan bawal, ikan tongkol, udang dan cumi-cumi untuk dilakukan pengujian di laboratorium terhadap

Dokumen terkait