• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN KINERJA SKIPM MEDAN II TA DAFTAR ISI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "LAPORAN KINERJA SKIPM MEDAN II TA DAFTAR ISI"

Copied!
75
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ……… i

IKHTISAR EKSEKUTIF ………... ii

DAFTAR ISI ………... vi

DAFTAR TABEL ………. vii

DAFTAR GAMBAR ………. viii

DAFTAR LAMPIRAN ……….. ix

BAB I PENDAHULUAN ………. 1

1.1 Latar Belakang ……….. 1

1.2 Tugas dan Fungsi ……… 2

1.3 Struktur Organisasi ……….. 3

1.4 Sistematika Penyajian ………. 6

BAB II PERENCANAAN KINERJA ……….. 7

2.1 Rencana Strategis SKIPM Medan II ……….. 7

a. Visi ………. 7

b. Misi ………. 7

2.2 Sasaran, Indikator dan Target Kinerja ………. 8

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA DAN KEUANGAN ………. 12

3.1 Capaian Kinerja ……… 12

3.2 Analisis dan Evaluasi Capaian Kinerja ………. 16

BAB IV PENUTUP ……… 56

(4)

DAFTAR TABEL

Tabel 1.1 Jumlah Pegawai SKIPM Medan II Tahun 2020 ... 5

Tabel 2.1 Sasaran Strategis dan Indikator Kinerja SKIPM Medan II Tahun 2020 ... 10

Tabel 3.1 Capaian Kinerja SKIPM Medan II Tahun 2020 dan 2019 ... 13

Tabel 3.2 Perbandingan IK 1 Tahun 2020 ... 16

Tabel 3.3 Perbandingan IK 1 Tahun 2020 dan 2019 ... 17

Tabel 3.4 Perbandingan IK 2 Tahun 2020 ... 18

Tabel 3.5 Perbandingan IK 2 Tahun 2020 dan 2019 ... 18

Tabel 3.6 Perbandingan IK 3 Tahun 2020 ... 19

Tabel 3.7 Perbandingan IK 3 Tahun 2020 dan 2019 ... 19

Tabel 3.8 Perbandingan IK 4 Tahun 2020 ... 20

Tabel 3.9 Perbandingan IK 4 Tahun 2020 dan 2019 ... 20

Tabel 3.10 Perbandingan IK 5 Tahun 2020 ... 21

Tabel 3.11 Perbandingan IK 5 Tahun 2020 dan 2019 ... 22

Tabel 3.12 Perbandingan IK 6 Tahun 2020 ... 23

Tabel 3.13 Perbandingan IK 6 Tahun 2020 dan 2019 ... 23

Tabel 3.14 Perbandingan IK 7 Tahun 2020 ... 24

Tabel 3.15 Perbandingan IK 7 Tahun 2020 dan 2019 ... 24

Tabel 3.16 Perbandingan IK 8 Tahun 2020 ... 25

Tabel 3.17 Perbandingan IK 8 Tahun 2020 dan 2019 ... 25

Tabel 3.18 Perbandingan IK 9 Tahun 2020 ... 26

Tabel 3.19 Perbandingan IK 9 Tahun 2020 dan 2019 ... 26

Tabel 3.20 Perbandingan IK 10 Tahun 2020 ... 27

Tabel 3.21 Perbandingan IK 10 Tahun 2020 dan 2019 ... 28

Tabel 3.22 Perbandingan IK 11 Tahun 2020 ... 29

Tabel 3.23 Perbandingan IK 11 Tahun 2020 dan 2019 ... 29

(5)

Tabel 3.24 Data Sertifikat HACCP Tahun 2020 ... 29

Tabel 3.25 Perbandingan IK 12 Tahun 2020 ... 33

Tabel 3.26 Perbandingan IK 12 Tahun 2020 dan 2019 ... 38

Tabel 3.27 Jumlah UPI yang memenuhi persyaratan ekspor ... 38

Tabel 3.28 Perbandingan IK 13 Tahun 2020 ... 41

Tabel 3.29 Perbandingan IK 13 Tahun 2020 dan 2019 ... 41

Tabel 3.30 Perbandingan IK 14 Tahun 2020 ... 43

Tabel 3.31 Perbandingan IK 14 Tahun 2020 dan 2019 ... 43

Tabel 3.32 Perbandingan IK 15 Tahun 2020 ... 48

Tabel 3.33 Perbandingan IK 15 Tahun 2020 dan 2019 ... 48

Tabel 3.34 Perbandingan IK 16 Tahun 2020 ... 49

Tabel 3.35 Data Penambahan Ruang Lingkup Parameter Uji Tahun 2020 ... 49

Tabel 3.36 Perbandingan IK 16 Tahun 2020 dan 2019 ... 50

Tabel 3.37 Perbandingan IK 17 Tahun 2020 ... 51

Tabel 3.38 Perbandingan IK 17 Tahun 2020 dan 2019 ... 51

Tabel 3.39 Perbandingan IK 18 Tahun 2020 ... 52

Tabel 3.40 Perbandingan IK 18 Tahun 2020 dan 2019 ... 52

Tabel 3.41 Perbandingan IK 19 Tahun 2020 ... 53

Tabel 3.42 Perbandingan IK 19 Tahun 2020 dan 2019 ... 55

Tabel 3.43 Perbandingan IK 20 Tahun 2020 ... 54

Tabel 3.44 Perbandingan IK 20 Tahun 2020 dan 2019 ... 54

Tabel 3.45 Perbandingan IK 21 Tahun 2020 ... 55

Tabel 3.46 Perbandingan IK 21 Tahun 2020 dan 2019 ... 55

Tabel 3.47 Perbandingan IK 22 Tahun 2020 ... 56

Tabel 3.48 Perbandingan IK 22 Tahun 2020 dan 2019 ... 56

Tabel 3.49 Perbandingan IK 23 Tahun 2020 ... 57

(6)

Tabel 3.50 Perbandingan IK 23 Tahun 2020 dan 2019 ... 57 Tabel 3.51 Perbandingan IK 24 Tahun 2020 ... 58 Tabel 3.52 Perbandingan IK 24 Tahun 2020 dan 2019 ... 58 Tabel 3.53 Rincian Anggaran dan Realisasi Belanja

Tahun 2020 ... 59 Tabel 3.54 Perbandingan Realisasi Belanja Tahun 2020

dan 2019 ... 59

(7)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1 Struktur Kelompok Jabatan SKIPM Medan II ... 3

Gambar 1.2 Struktur Organisasi SKIPM Medan II Tahun 2020 ... 5

Gambar 2.1 Peta Strategis SKIPM Medan II Tahun 2020 ... 9

Gambar 3.1 Nilai Pencapaian Sasaran Strategis SKIPM Medan II Tahun 2020 ... 12

Gambar 3.2 Kegiatan monitoring dan surveilen penjaminan mutu perikanan domestik ... 26

Gambar 3.3 Peta Sebar PIK Kab. Deli Serdang ... 44

Gambar 3.4 Peta Sebar PIK Kab. Langkat ... 45

Gambar 3.5 Peta Sebar PIK Kota Gunung Sitoli ... 46

Gambar 3.6 Peta Sebar PIK Kota Binjai ... 47

Gambar 3.7 Pemantauan HPIK ... 48

Gambar 3.8 Inovasi Pelayanan Publik ... 57

(8)

DAFTAR LAMPIRAN

1. Perjanjian Kinerja Stasiun KIPM Medan II Tahun 2020

(9)

IKHTISAR EKSEKUTIF

aporan Kinerja Tahun 2020 SKIPM Medan II ini disusun sebagai wujud pertanggungjawaban atas pelaksanaan berbagai program dan kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka mencapai visi, misi, tujuan dan sasaran sebagaimana telah ditetapkan dalam Rencana Strategis BKIPM Tahun 2020 - 2024.

Di dalamnya memuat gambaran mengenai pencapaian sasaran-sasaran strategis tahunan yang diukur berdasarkan Indikator Kinerja Utama yang telah ditetapkan oleh Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan.

Hasil penilaian atas pelaksanaan kinerja selama tahun 2020 ditetapkan berdasarkan 5 (lima) sasaran strategis yang akan dicapai dalam tahun 2020. Kelima sasaran strategis tersebut selanjutnya diukur dengan mengaplikasikan 24 indikator kinerja. Secara umum dapat disimpulkan bahwa dari 24 indikator kinerja menunjukkan 22 indikator kinerja telah berhasil dilaksanakan dengan baik terbukti dengan pencapaian realisasi sesuai target sedangkan 2 (dua) indikator kinerja belum dapat direalisasikan mencapai target. Rincian capaian kinerja masing-masing indikator tiap sasaran strategis tersebut dapat diilustrasikan dalam tabel berikut:

SASARAN STRATEGIS 1:

Industrialisasi KP yang berdaya saing

IKU Target Realisasi %Capaian

Persentase ikan dan hasil perikanan memenuhi syarat ekspor lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

98 % 100% 102%

SASARAN STRATEGIS 2:

Pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan yang integratif

IKU Target Realisasi %Capaian

Persentase penyakit ikan karantina yang dicegah penyebarannya antar zona lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

90% 100% 111

persentase keberhasilan pengawasan di 70% 100% 120^

L

(10)

wilayah perbatasan yang di wilayah administrasi UPT Stasiun KIPM Medan II Persentase ikan dan hasil perikanan impor memenuhi persyaratan mutu dan bebas penyakit lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

90% 100% 111%

Persentase pencegahan impor, ekspor, antar area jenis ikan yang dilarang dilindungi dan dibatasi lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

90% 100% 111%

SASARAN STRATEGIS 3:

Sistem perkarantinaan, pengendalian mutu dan keamanan hasil perikanan yang sesuai standar

IKU Target Realisasi %Capaian

Jumlah unit usaha perikanan yang memenuhi standard an menerapkan biosecurity lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

29 29 100

Jumlah sertifikat ekspor yang memenuhi standar lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

5.770 6.535 113

Jumlah sertifikasi kesehatan ikan domestic yang memenuhi standar lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

685 3.488 120^

Jumlah lokasi monitoring dan survelen penjamin mutu perikanan domestik lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

1 1 100

Pelaku usaha (UPI) yang menerapkan system traceability

4 4 100

Sertifikasi HACCP hasil perikanan lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

72 75 104

Jumlah UPI yang memenuhi persyaratan ekspor 15 38 120^

Suplier yang menerapkan cara penanganan ikan yang baik (CPIB) lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

5 11 120^

Lokasi sebaran jenis ikan dilarang dan/atau 1 1 100

(11)

bersifat invasive yang diidentifikasi lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

Lokasi sebaran penyakit ikan karantina yang teridentifikasi lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

3 4 120^

Penambahan ruang lingkup parameter uji yang terakreditasi lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

2 6 120^

SASARAN STRATEGIS 4:

Pengendalian dan pengawasan sistem perkarantinaan, mutu dan keamanan hasil perikanan secara profesional dan partisipatif

IKU Target Realisasi %Capaian

Penanganan kasus pelanggaran

perkarantinaan, keamanan hayati ikan dan system mutu yang diselesaikan lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

95 100 105

Nilai PNBP lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

4.403 4.737 107

SASARAN STRATEGIS 5:

Tata kelola pemerintahan yang baik

IKU Target Realisasi %Capaian

Indeks profesionalitas asn lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

72% 69,93% 97

Nilai penilaian mandiri SAKIP Satker Stasiun KIPM Medan II

81 79,70% 98

Nilai rekonsiliasi kinerja Satker Stasiun KIPM Medan II

85 90,87 106

Nilai IKPA UPT Stasiun KIPM Medan II 88 90,40 102

Jumlah inovasi pelayanan publik UPT Stasiun KIPM Medan II

1 1 100

(12)

Persentase rekomendasi Hasil

Pengawasan yang Dimanfaatkan untuk Perbaikan Kinerja UPT Stasiun KIPM Medan II

82 100 120^

(13)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2017 tentang Perubahan Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2015 tentang Kementerian Kelautan dan Perikanan dan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 06/PERMEN-KP/2017 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kelautan dan Perikanan, Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) merupakan salah satu unit eselon I Kementerian Kelautan dan Perikanan. BKIPM mempunyai tugas menyelenggarakan perkarantinaan ikan, pengendalian mutu dan keamanan hasil perikanan, serta keamanan hayati ikan.

Stasiun KIPM Medan II sebagai salah satu instansi pemerintah berkewajiban menerapkan prinsip good governance dalam mengelola sumber daya organisasi dan melaksanakan kewenangannya. Lima pilar good governance yaitu akuntabilitas, keterbukaan dan transparansi, ketaatan pada hukum, partisipasi masyarakat dan komitmen mendahulukan kepentingan bangsa dan negara.

Akuntabilitas merupakan bentuk kewajiban mempertanggungjawabkan keberhasilan atau kegagalan pelaksanaan misi organisasi dalam mencapai tujuan dan sasaran yang telah diterapkan sebelumnya, melalui suatu media pertanggungjawaban yang dilaksanakan secara periodik, yaitu Laporan Kinerja Stasiun KIPM Medan II yang memberikan informasi tentang capaian sasaran strategis, capaian kinerja output dan kinerja finansial kepada pihak-pihak yang berkepentingan.

Hal terpenting yang diperlukan dalam penyusunan laporan kinerja adalah pengukuran capaian kinerja dan evaluasi serta pengungkapan (disclosure) secara memadai hasil analis terhadap pengukuran kinerja yang telah ditetapkan. Tujuan penyusunan pelaporan kinerja adalah untuk memberikan informasi kinerja yang terukur kepada pemberi mandat atas kinerja yang telah dan seharusnya dicapai serta sebagai upaya perbaikan berkesinambungan bagi instansi Pemerintah untuk meningkatkan kinerjanya. Penyusunan Laporan Kinerja Stasiun KIPM Medan II Tahun 2020 didasarkan

(14)

direncanakan. Realisasi dari pelaksanaan program dan kegiatan tahun 2020 berdasarkan perjanjian kinerja yang telah disusun pada Tahun 2020.

1.2 Tugas, Fungsi dan Struktur Organisai

a. Tugas

Stasiun KIPM Medan II mendukung BKIPM dengan menjalankan tugas dan fungsinya yaitu menyelenggarakan perkarantinaan, pengendalian mutu dan keamanan hasil perikanan serta keamanan hayati ikan.

b. Fungsi

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud diatas, SKIPM Medan II selaku Unit Pelaksana Teknis di bidang pelayanan operasional karantina ikan, pengendalian mutu dan keamanan hasil perikanan menyelenggarakan fungsi:

a. Pelaksanaan pencegahan masuk dan tersebarnya HPIK dari luar negeri dan dari suatu area ke area lain di dalam negeri, atau keluarnya dari dalam wilayah Negara Republik Indonesia;

b. Pelaksanaan pencegahan keluar dan tersebarnya HPI dari wilayah Negara Republik Indonesia yang dipersyaratkan Negara tujuan;

c. Pelaksanaan tindakan karantina terhadap media pembawa HPIK;

d. Pelaksanaan pemantauan HPIK, mutu dan keamanan hasil perikanan;

e. Pelaksanaan pengawasan dan pengendalian HPIK, mutu dan keamanan hasil perikanan;

f. Pelaksanaan inspeksi terhadap Unit Pengolahan Ikan dalam rangka sertifikasi penerapan program manajemen mutu terpadu;

g. Pelaksanaan surveilen HPIK, mutu dan keamanan hasil perikanan;

h. Pelaksanaan sertifikasi kesehatan ikan, mutu dan keamanan hasil perikanan;

i. Pelaksanaan pengujian HPIK, mutu dan keamanan hasil perikanan;

j. Penerapan sistem manajemen mutu pada laboratorium dan pelayanan operasional;

k. Pembuatan koleksi media pembawa dan/atau HPIK;

(15)

l. Pengumpulan dan pengolahan data dan informasi perkarantinaan ikan, mutu dan keamanan hasil perikanan; dan

m. Melaksanakan urusan tata usaha dan rumah tangga.

1.3 Struktur Organisasi

Berdasarkan struktur organisasi, SKIPM Medan II memiliki 2 (dua) Kelompok Jabatan, yaitu kelompok jabatan struktural yang berdasarkan PP. No. 100 Tahun 2000 merupakan tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak bagi pegawai dalam melakukan fungsi manajerial terhadap suatu organisasi serta kelompok jabatan fungsional merupakan hak yang diberikan kepada pegawai untuk melakukan tugas yang bersifat teknis, sesuai dengan bidang keahliannya dalam mendukung organisasi.

Dalam kelompok jabatan struktural, terdapat 4 pos jabatan yang terbagi kedalam tingkat eselonisasi antara lain Kepala Stasiun, Kepala Urusan Tata Usaha, Kepala Sub.

Sie Tata Pelayanan dan Kepala Sub Sie Pengawasan, Pengendalian dan Informasi dengan struktur kelompok jabatan sebagai berikut:

Gambar 1.1 Struktur Kelompok Jabatan SKIPM Medan II

(16)

a. Urusan Tata Usaha

Urusan Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan administrasi keuangan, barang kekayaan milik negara, persuratan, kepegawaian, kearsipan, perlengkapan dan rumah tangga.

b. Subsie Tata Pelayanan

Subseksi Tata Pelayanan mempunyai tugas melakukan pencegahan masuk, tersebarnya HPIK, dan keluarnya HPI yang dipersyaratkan Negara tujuan melalui tindakan karantina, pengujian HPIK, mutu dan keamanan hasil perikanan, sertifikasi kesehatan ikan, mutu dan keamanan hasil perikanan, serta pembuatan koleksi media pembawa dan / atau HPIK.

c. Subsie Wasdalin

Subseksi Pengawasan, Pengendalian dan informasi mempunyai tugas melakukan pemantauan, pengawasan, pengendalian dan surveilen HPIK, mutu dan keamanan hasil perikanan, inspeksi dalam rangka sertifikasi penerapan program manajemen mutu terpadu, penerapan sistem manajemen mutu pada pelayanan operasional dan laboratorium kesehatan ikan, mutu dan keamanan hasil perikanan, serta pengumpulan dan pengolahan data dan informasi perkarantinaan ikan, mutu dan keamanan hasil perikanan.

d. Kelompok Fungsional

Kelompok jabatan fungsional khususnya di SKIPM Medan II dan umumnya di Badan KIPMKHP mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan tugas masing-masing jabatan fungsional berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pada tahun 2020, SKIPM Medan II memiliki 3 (tiga) jabatan fungsional yaitu:

a. Jabatan Fungsional Pengendali Hama dan Penyakit Ikan (PHPI) b. Jabatan Fungsional Pranata Komputer (Prakom)

c. Jabatan Fungsional Pengawas Perikanan Bidang Mutu (Wastu)

(17)

Tabel 1.1 Jumlah Pegawai SKIPM Medan II Tahun 2020

No Jabatan Jenjang Fungsional

Jumlah

Ahli Terampil

1 Pejabat Struktural - - 4

2 Fungsional Umum - - 8

3 PHPI 4 8 12

4 Pengawas Mutu 2 2

5 Pranata Komputer 1 1

6 Kontrak 12

Jumlah Pegawai 39

KEPALA SKIPM MEDAN II

KASUBSI TATA PELAYANAN KASUBSI WASDALIN KAUR TATA USAHA

PRANATA KOMPUTER

BENDAHARA PENGELUARAN

PENYUSUN LAPORAN KEUANGAN

BENDAHARA PENERIMA ANALIS TATA USAHA ANALIS PELAPORAN DAN

TRANSAKSI KEUANGAN

PHPI WASTU

PENGADMINISTRASI PERLENGKAPAN ANALIS MUTU HASIL

PERIKANAN

PENGADMINISTRASI KEPEGAWAIAN

(18)

1.4 Sistematika Penyajian

Sistematika dan penyajian Laporan Capaian Kinerja Tahun 2020 merujuk pada aturan dan ketentuan yang berlaku, sebagai berikut:

a. Bab I - Pendahuluan, menyajikan penjelasan umum organisasi, dengan penekanan kepada aspek strategis organisasi serta permasalahan utama (strategic issued) yang sedang dihadapi organisasi.

b. Bab II - Perencanaan Kinerja, menguraikan ringkasan/ikhtisar perjanjian kinerja tahun yang bersangkutan.

c. Bab III - Akuntabilitas Kinerja, menjelaskan capaian kinerja organisasi untuk setiap pernyataan kinerja sesuai dengan hasil pengukuran kinerja.

d. Bab IV – Penutup, menjelaskan simpulan umum atas capaian kinerja organisasi serta langkah di masa mendatang yang akan dilakukan organisasi untuk meningkatkan kinerjanya.

e. Lampiran, memuat Penetapan Kinerja Tahun 2020 dan hal-hal lainnya.

(19)

BAB II

PERENCANAAN KINERJA

2.1 Rencana Strategis SKIPM Medan II

Sasaran strategis merupakan kondisi yang diinginkan dapat dicapai sebagai suatu outcome/impact dari beberapa program yang dilaksanakan. SKIPM Medan II telah menyusun Rencana Strategis Tahun 2020 – 20204 yang berisi tentang tujuan, sasaran dan kebijakan SKIPM Medan II untuk periode lima tahun. Secara ringkas substansi Renstra SKIPM Medan II Tahun 2020 – 2024 dapat diilustrasikan sebagai berikut:

a. Visi

Visi SKIPM Medan II ditetapkan sesuai dengan Visi BKIPM dan Visi KKP 2020- 2024 yaitu untuk mendukung visi Presiden “Terwujudnya Masyarakat Kelautan dan Perikanan yang Sejahtera dan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan yang Berkelanjutan”

Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan, berkaitan dengan visi KKP diatas, memberikan dukungan untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat dan mandiri dengan memastikan produk perikanan yang berkualitas dan berwawasan lingkungan.

b. Misi

Mengacu pada Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 6 Tahun 2017, sesuai dengan tugas, fungsi dan wewenang yang dimandatkan, maka BKIPM menjalankan 3 (tiga) dari 4 (empat) Misi KKP dalam Renstra 2020 – 2024, yaitu:

1. Struktur Ekonomi Yang Produktif, Mandiri, dan Berdaya Saing melalui Peningkatan Kontribusi Ekonomi Sektor Kelautan dan Perikanan terhadap Perekonomian Nasional;

2. Mencapai Lingkungan Hidup Yang Berkelanjutan melalui Peningkatan Kelestarian Sumber Daya Kelautan dan Perikanan;

(20)

3. Pengelolaan Pemerintahan yang Bersih, Efektif, dan Terpercaya melalui Peningkatan Tata Kelola Pemerintahan di KKP.

2.2 Sasaran, Indikator dan Target Kinerja

Sasaran merupakan hasil yang akan dicapai secara nyata oleh instansi pemerintah dalam rumusan yang lebih spesifik, terukur, dalam kurun waktu yang lebih pendek dari tujuan. Dalam sasaran telah ditetapkan indikator sasaran sebagai ukuran tingkat keberhasilan pencapaian sasaran untuk diwujudkan pada tahun bersangkutan ditetapkan. Sasaran diupayakan untuk dapat dicapai dalam kurun waktu tertentu secara berkesinambungan sejalan dengan tujuan yang ditetapkan dalam rencana strategis.

Dengan demikian, setiap tujuan yang ditetapkan memiliki indikator yang terukur.

Peta strategi, sasaran dan indikator kinerja Stasiun KIPM Medan II tahun 2020 ditunjukkan pada Gambar 2.1 dan Tabel 2.1 di bawah

(21)

PETA STRATEGIS SKIPM MEDAN II TAHUN 2020

Gambar 2.1 Peta Strategis SKIPM Medan II Tahun 2020

SS1. Industrialisasi KP yang berdaya saing

SS2. Pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan yang integratif

SS4. Pengendalian dan pengawasan system perkarantinaan, mutu dan keamanan hasil perikanan

secara professional dan partisipatif

SS3. Sistem Perkarantinaan, pengendalian mutu dan keamanan hasil perikanan yang sesuai standar

SS5. Tata kelola pemerintahan yang baik

(22)

Tabel 2.1 Sasaran Strategis dan Indikator Kinerja SKIPM Medan II Tahun 2020

SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET

2020 1 Industrialisasi KP yang

berdaya saing 1 Persentase ikan dan hasil perikanan memenuhi syarat ekspor lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

98%

2 Pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan yang integratif

2 Persentase penyakit ikan karantina yang dicegah penyebarannya antar zona lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

90%

3 Persentase tingkat keberhasilan

pengawasan di wilayah perbatasan yang di wilayah administrasi UPT Stasiun KIPM Medan II

70%

4 Persentase ikan dan hasil perikanan impor memenuhi persyaratan mutu dan bebas penyakit lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

90%

5 Persentase pencegahan impor, ekspor, antar area jenis ikan yang dilarang, dilindungi dan dibatasi lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

90%

3 Sistem perkarantinaan, pengendalian mutu dan keamanan hasil perikanan yang sesuai standar

6 Jumlah unit usaha perikanan yang memenuhi standar dan menerapkan biosecurity lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

29

7 Jumlah sertifikasi ekspor yang

memenuhi standar lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

5770

8 Jumlah sertifikasi kesehatan ikan domestik yang memenuhi standar lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

685

9 Jumlah lokasi monitoring dan survelen penjamin mutu perikanan domestik lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

1

10 Pelaku usaha (UPI) yang menerapkan

sistem traceability 4

11 Sertifikasi HACCP hasil perikanan

lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II 72 12 Jumlah UPI yang memenuhi persyaratan

ekspor 15

13 Supplier yang menerapkan cara penanganan ikan yang baik (CPIB) lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

5

14 Lokasi sebaran jenis ikan dilarang dan/atau bersifat invasif yang

diidentifikasi lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

1

15 Lokasi sebaran penyakit ikan karantina yang teridentifikasi lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

3

(23)

16 Penambahan ruang lingkup parameter uji yang terakreditasi lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

2

4 Pengendalian dan pengawasan sistem perkarantinaan, mutu dan keamanan hasil perikanan secara profesional dan partisipatif

17 Penanganan kasus pelanggaran perkarantinaan, keamanan hayati ikan dan system mutu yang diselesaikan lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

95%

18 Nilai PNBP lingkup UPT Stasiun KIPM

Medan II 4403

5 Tata kelola pemerintahan

yang baik 19

20 21 22 23 24

Indeks profesionalitas asn lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

Nilai penilaian mandiri SAKIP Satker Stasiun KIPM Medan II

Nilai rekonsiliasi kinerja Satker Stasiun KIPM Medan II

Nilai IKPA UPT Stasiun KIPM Medan II Jumlah inovasi pelayanan public UPT Stasiun KIPM Medan II

Persentase rekomendasi Hasil

Pengawasan yang Dimanfaatkan untuk Perbaikan Kinerja UPT Stasiun KIPM Medan II

72%

81 85 88 1 82%

(24)

BAB III

AKUNTABILITAS KINERJA DAN KEUANGAN

3.1 Capaian Kinerja

Capaian kinerja Stasiun KIPM Medan II Tahun 2020 sudah baik, hal ini ditandai dengan capaian Nilai Pencapaian Sasaran Strategis (NPSS) sebesar 107,11%

berdasarkan pelaporan melalui sistem aplikasi pengelolaan kinerja di www.kinerjaku.kkp.go.id.

Gambar 3.1.Nilai Pencapaian Sasaran Strategis SKIPM Medan II Tahun 2020

(25)

Tabel 3.1 Capaian Kinerja SKIPM Medan II Tahun 2020 dan 2019

SASARAN

STRATEGIS INDIKATOR KINERJA

REALISASI TAHUN 2020

REALISASI TAHUN

2019 TARGET

TAHUN

2020 REALISASI % 1 Industrialisasi

KP yang berdaya saing

1 Persentase ikan dan hasil perikanan memenuhi syarat ekspor lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

98% 100% 102% -

2 Pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan yang integratif

2 Persentase penyakit ikan karantina yang dicegah

penyebarannya antar zona lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

90% 100% 111% 100%

3 Persentase tingkat keberhasilan

pengawasan di wilayah perbatasan yang di wilayah administrasi UPT Stasiun KIPM Medan II

70% 100% 120% 78%

4 Persentase ikan dan hasil perikanan impor memenuhi persyaratan mutu dan bebas

penyakit lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

90% 100% 111% 100%

5 Persentase pencegahan impor, ekspor, antar area jenis ikan yang dilarang, dilindungi dan dibatasi lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

90% 100% 111% -

(26)

3 Sistem perkarantinaan,

pengendalian mutu dan keamanan hasil perikanan yang sesuai standar

6 Jumlah unit usaha perikanan yang

memenuhi standar dan menerapkan

biosecurity lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

29 29 100% 27

7 Jumlah sertifikasi ekspor yang memenuhi standar lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

5.770 6.535 113% 5.886

8 Jumlah sertifikasi kesehatan ikan domestik yang memenuhi standar lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

685 3.488 120% 813

9 Jumlah lokasi monitoring dan survelen penjamin mutu perikanan domestik lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

1 1 100% 2

10 Pelaku usaha (UPI) yang menerapkan sistem traceability

4 4 100% 10

11 Sertifikasi HACCP hasil perikanan lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

72 75 104% 189

12 Jumlah UPI yang memenuhi persyaratan ekspor

15 38 120% 33

13 Supplier yang menerapkan cara penanganan ikan yang baik (CPIB) lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

5 11 120% 25

14 Lokasi sebaran jenis ikan dilarang dan/atau bersifat invasif yang diidentifikasi lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

1 1 100% 2

(27)

15 Lokasi sebaran penyakit ikan karantina yang

teridentifikasi lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

3 4 120% 6

16 Penambahan ruang lingkup parameter uji yang terakreditasi lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

2 6 120% -

4 Pengendalian dan

pengawasan sistem

perkarantinaan, mutu dan keamanan hasil perikanan secara

profesional dan partisipatif

17 Penanganan kasus pelanggaran perkarantinaan, keamanan hayati ikan dan system mutu yang diselesaikan lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

95% 100% 105% 95%

18 Nilai PNBP lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

4.403 4.737 107% 6.213

5 Tata kelola pemerintahan

yang baik

19 Indeks profesionalitas asn lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

72% 69,93% 97% 60

20 Nilai penilaian mandiri SAKIP Satker Stasiun KIPM Medan II

81 79,70 100% -

21 Nilai rekonsiliasi kinerja Satker Stasiun KIPM Medan II

85 90,87 106% -

22 Nilai IKPA UPT Stasiun KIPM Medan II

88 90,4 102% 87

23 Jumlah inovasi

pelayanan publik UPT Stasiun KIPM Medan II

1 1 100% -

24 Persentase

rekomendasi Hasil Pengawasan yang Dimanfaatkan untuk Perbaikan Kinerja UPT Stasiun KIPM Medan II

82% 100% 120% -

(28)

3.2 Analisis dan Evaluasi Capaian Kinerja

SS1. Industrialisasi KP yang berdaya saing

Keberhasilan capaian sasaran strategis Industrialisasi KP yang berdaya saing diukur dengan satu indikator, yaitu Persentase ikan dan hasil perikanan memenuhi syarat ekspor lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II.

IKU 1 Persentase ikan dan hasil perikanan memenuhi syarat ekspor lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

Persentase ikan dan hasil perikanan memenuhi syarat ekspor lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II pada tahun ini ditargetkan mencapai 98% dengan persentase pencapaian 100%. Pada Tahun ini UPI pada Stasiun KIPM Medan II tidak mendapatkan penolakan ekspor dinegara tujuan sehingga realisasi persentase pencapaian dari IK 1 ini adalah 102%, adapun rumus untuk menghitung persentase ikan dan hasil perikanan yang memenuhi syarat ekspor antara lain:

= (Jumlah ekspor – jumlah penolakan ) x 100%

Jumlah ekspor

Perbandingan Indikator Kinerja antara target dan realisasi di tahun 2020 dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 3.2 Perbandingan IK 1 Tahun 2020

INDIKATOR KINERJA

Target Tahun 2020

Realisasi Tahun

2020 Persentase 1 Persentase ikan dan hasil perikanan

memenuhi syarat ekspor lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

98% 100% 102,04%

Perbandingan Indikator Kinerja tahun 2020 dan 2019 dapat dilihat pada tabel berikut:

(29)

Tabel 3.3 Perbandingan IK 1 Tahun 2020 dan 2019

INDIKATOR KINERJA

Realisasi Tahun

2020

Realisasi Tahun

2019

Naik (Turun)

% 1 Persentase ikan dan hasil perikanan

memenuhi syarat ekspor lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

100% 0% -

SS2. Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Yang Integratif

Keberhasilan capaian sasaran strategis Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Yang Integratif diukur dengan empat indikator, yaitu Persentase penyakit ikan karantina yang dicegah penyebarannya antar zona lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II, Persentase tingkat keberhasilan pengawasan di wilayah perbatasan yang diwilayah administrasi UPT Stasiun KIPM Medan II, Persentase ikan dan hasil perikanan impor memenuhi persyaratan mutu dan bebas penyakit lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II dan Persentase pencegahan impor, ekspor antar area jenis ikan yang dilarang, dilindungi dan dibatasi lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II.

IKU 2 Persentase penyakit ikan karantina yang dicegah penyebarannya antar zona lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

Upaya pencegahan masuk dan tersebarnya HPIK di Indonesia didasarkan pada Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 58/KEPMEN-KP/2016 tentang Status Tidak Bebas Hama dan Penyakit Ikan Karantina di Wilayah Negara Republik Indonesia yang sudah ada di dalam wilayah Indonesia.

Pengembangan sistem pencegahan dan penyebaran penyakit ikan karantina, pengendalian mutu dan keamanan hasil perikanan yang sesuai standar melalui:

 Sertifikasi kesehatan ikan domestik;

 Penerapan Cara Karantina Ikan yang Baik (CKIB) pada Unit Usaha Perikanan;

(30)

 Konsistensi penerapan sistem manajemen mutu (ISO 9001) dan sistem layanan laboratorium (ISO 17025).

Stasiun KIPM Medan II telah menjalankan pelaksanaan dalam pencegahan dan penyebaran penyakit ikan karantina antar zona dengan persentase realisasi 100%

dengan persentase pencapaian sebesar 111%. Untuk tahun 2020 target IK ini mengalami penurunan dikarenakan adanya wabah covid-19 dan Stasiun KIPM Medan II dapat mencapai target yang ditetapkan dengan tidak adanya penolakan pada domestik keluar dan perbandingan capaian Indikator Kinerja tahun 2020 adalah sebagai berikut:

Tabel 3.4 Perbandingan IK 2 Tahun 2020

INDIKATOR KINERJA

Target Tahun 2020

Realisasi Tahun

2020

Persentase 1 Persentase penyakit ikan karantina yang

dicegah penyebarannya antar zona lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

90% 100% 111,11%

Tabel 3.5 Perbandingan IK 2 Tahun 2020 dan 2019

INDIKATOR KINERJA

Realisasi Tahun

2020

Realisasi Tahun

2019

Naik (Turun)

% 1 Persentase penyakit ikan karantina yang

dicegah penyebarannya antar zona lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

100% 100% -

IKU 3 Persentase tingkat keberhasilan pengawasan di wilayah perbatasan yang wilayah administrasi UPT Stasiun KIPM Medan II

Perbatasan negara merupakan manifestasi utama kedaulatan wilayah suatu negara. Perbatasan suatu negara mempunyai peranan penting dalam penentuan batas wilayah kedaulatan, pemanfaatan sumber daya alam, menjaga keamanan dan keutuhan wilayah. Penentuan perbatasan Negara dalam banyak hal ditentukan oleh proses historis, politik, hukum nasional dan internasional.

Wilayah perbatasan suatu negara memiliki nilai strategis dalam mendukung keberhasilan pembangunan nasional. Hal ini dapat terjadi antara lain karena wilayah

(31)

perbatasan mempunyai dampak penting bagi kedaulatan negara, mempunyai faktor pendorong bagi peningkatan kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat di sekitarnya, mempunyai keterkaitan yang saling mempengaruhi dengan kegiatan yang dilaksanakan di wilayah lainnya yang berbatasan antar wilayah maupun antar negara, dan mempunyai dampak terhadap kondisi pertahanan dan keamanan baik dalam skala regional maupun nasional.

Untuk itu Stasiun KIPM Medan II berupaya melakukan pengawasan diwilayah perbatasan dalam bentuk pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan guna terwujudnya kedaulatan.

Tingkat persentase realisasi keberhasilan pengawasan diwilayah perbatasan untuk Tahun tahun 2020 mencapai 100% dengan tidak adanya kasus pelanggaran perkarantinaan di wilayah kerja Nias. Tingkat keberhasilan pengawasan di wilayah perbatasan merupakan kombinasi dari nilai pengawasan dan pemenuhan fasilitas. Nilai pengawasan merupakan nilai rata-rata dari pengawasan internal (sertifikasi domestik masuk, domestik keluar, ekspor, impor, koordinasi lintas instansi serta monitoring dan evaluasi) dan pengawasan eksternal (survei kepuasan masyarakat). Sedangkan nilai pemenuhan fasilitas didapatkan dari nilai rata-rata pemenuhan sarana prasarana dan sumber daya manusia dan perbandingan Indikator Kinerja tahun 2020 sebagai berikut:

Tabel 3.6 Perbandingan IK 3 Tahun 2020

INDIKATOR KINERJA

Terget Tahun 2020

Realisasi Tahun

2020

Persentase 1 Persentase tingkat keberhasilan pengawasan

di wilayah perbatasan yang di wilayah administrasi UPT Stasiun KIPM Medan II

70% 100% 120%^

Tabel 3.7 Perbandingan IK 3 Tahun 2020 dan 2019

INDIKATOR KINERJA

Realisasi Tahun

2020

Realisasi Tahun

2019

Naik (Turun)

% 1 Persentase tingkat keberhasilan pengawasan

di wilayah perbatasan yang di wilayah administrasi UPT Stasiun KIPM Medan II

100% 78% 28,20

(32)

Kegiatan pemasukan lalu lintas ikan (impor) wajib dilengkapi sertifikat kesehatan ikan melalui tempat-tempat pemasukan/pengeluaran yang ditetapkan, serta dilaporkan dan diserahkan kepada petugas karantina untuk keperluan tindakan karantina. Pada sistem pengendalian mutu dan keamanan hasil perikanan, kewajiban yang harus ditaati adalah memiliki kelayakan pengolahan ikan, penerapan sistem jaminan mutu dan keamanan hasil perikanan melalui penilaian kesesuaian, serta disertifikasi baik unit pengolahannya maupun produknya. Di Stasiun KIPM Medan II persentase pencapaian ikan dan hasil perikanan impor memenuhi persyaratan mutu dan bebas penyakit ikan lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II mencapai 100% dikarenakan tidak adanya penolakan impor pada tahun 2020 dan perbandingan target dan realisasi tahun 2020 sebagai berikut:

Tabel 3.8 Perbandingan IK 4 Tahun 2020

INDIKATOR KINERJA

Target Tahun 2020

Realisasi Tahun

2020 Persentase 1 Persentase ikan dan hasil perikanan impor

memenuhi persyaratan mutu bebas penyakit lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

90% 100% 111,11%

Tabel 3.9 Perbandingan IK 4 Tahun 2020 dan 2019

INDIKATOR KINERJA

Realisasi Tahun

2020

Realisasi Tahun

2019

Naik (Turun)

% 1 Persentase ikan dan hasil perikanan impor

memenuhi persyaratan mutu bebas penyakit lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

100% 100% -

IKU 5 Persentase pencegahan impor, ekspor, antar are jenis ikan yang dilarang, dilindungi dan dibatasi lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

Pencegahan jenis ikan yang dilarang, dilindungi dan dibatasi melalui pintu pemasukan dan pengeluaran (impor, ekspor, dan antar area dalam wilayah Republik Indonesia) yang telah ditetapkan, sebagai upaya dalam perlindungan dan pengelolaan sumberdaya kelautan dan perikanan yang partisipatif, bertanggung jawab dan

IKU 4 Persentase ikan dan hasil perikanan impor memenuhi persyaratan mutu dan bebas penyakit lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

(33)

berkelanjutan. Jenis ikan dilarang adalah Jenis Ikan yang dilarang berdasarkan peraturan perundangundangan dan/atau karena statusnya dilindungi penuh berdasarkan ketentuan Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora dan/atau hukum internasional lain yang diratiikasi, termasuk telur, bagian tubuh, dan/atau produk turunannya (derivat). Jenis ikan dilindungi adalah Jenis Ikan dilindungi yang dilakukan terhadap siklus hidupnya di habitat asli dan habitat buatan dan/atau seluruh bagian tubuhnya, termasuk telur, cangkang, dan produk turunannya Jenis ikan dibatasi adalah jenis ikan dilindungi berdasarkan ukuran tertentu,wilayah sebaran tertentu, periode waktu tertentu dan/atau sebagian tahapan siklus hidup tertentu. Untuk menghitung persentase pencegahan impor, ekspor, antar area jenis ikan yang dilarang, dilindungi dan dibatasi dengan rumus tingkat capaian:

% X = ( X1 + X2 + X3 + X4) x 100 4

Untuk menghitung X1, X2, X3 dan X4 digunakan rumus: X(1,2,3,4) = ( a - b ) x 100 a

Keterangan :

X : pencegahan impor jenis ikan yang dilarang, dilindungi dan dibatasi X1 : pencegahan ekspor jenis ikan yang dilarang, dilindungi dan dibatasi X2 : pencegahan impor jenis ikan yang dilarang, dilindungi dan dibatasi

X3 : pencegahan antar area (dokel) jenis ikan yang dilarang, dilindungi dan dibatasi X4 : pencegahan antar area (domas) jenis ikan yang dilarang, dilindungi dan dibatasi a : Jumlah jenis ikan yang dilarang, dilindungi dan dibatasi

b : Jumlah jenis ikan yang dibatasi, dilindungi dan dilarang yang tidak dilengkapi dokumen persyaratan sesuai ketentuan yang *tidak dapat dicegah dipintu pemasukan yang ditetapkan

Di Stasiun KIPM Medan II persentase pencegahan impor, ekspor, antar area jenis ikan yang dilarang dilindungi dan dibatasi lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II mencapai 100% karena tidak ada kasus pelanggaran yang terjadi dan perbandingan IK target dan realisasi tahun 2020 sebagai berikut:

Tabel 3.10 Perbandingan IK 5 Tahun 2020

INDIKATOR KINERJA

Target Tahun 2020

Realisasi Tahun

2020

Persentase 1 Persentase pencegahan impor, ekspor, antar

area jenis ikan yang dilarang, dilindungi dan dibatasi lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

90% 100% 111,11%

(34)

Tabel 3.11 Perbandingan IK 5 Tahun 2020 dan 2019

INDIKATOR KINERJA

Realisasi Tahun

2020

Realisasi Tahun

2019

Naik (Turun)

% 1 Persentase pencegahan impor, ekspor, antar

area jenis ikan yang dilarang, dilindungi dan dibatasi lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

100% - -

SS3. Sistem Perkarantinaan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Yang Sesuai Standar

Keberhasilan capaian sasaran strategis Sistem perkarantinaan, pengendalian mutu dan kemananan hasil perikanan yang sesuai standar diukur dengan sebelas indikator, yaitu Jumah unit usaha perikanan yang memenuhi standard an menerapkan biosecurity lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II, Jumlah sertifikasi ekspor yang memenuhi standar lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II, Jumlah sertifikasi kesehatan ikan dimestik yang memenuhi standar lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II, Jumlah lokasi monitoring dan surveilen penjamin mutu perikanan domestik lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II, Pelaku usaha (UPI) yang menerapkan system traceability, Sertifikasi HACCP hasil perikanan lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II, Jumlah UPI yang memenuhi persyaratan ekspor, Supplier yang menerapkan cara penanganan ikan yang baik (CPIB) lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II, Lokasi sebaran jenis ikan dilarang dan/atau bersifat invasive yang diidentifikasi lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II, Lokasi sebaran penyakit ikan karantina yang teridentifikasi lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II dan Penambahan ruang lingkup parameter uji yang terakreditasi lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

IKU 6 Jumlah unit usaha perikanan yang memenuhi standard dan menerapkan biosecurity lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

Penerapan Biosecurity adalah mendorong UUPI melaksanakan manajemen kesehatan ikan yang baik pada setiap tahapan produksi budidaya. Selain itu, pada pencatatan/pendokumentasian kegiatan harus dilakukan selama proses produksi hingga

(35)

distribusi. Melalui penerapan Biosecurity di UUPI, komoditas perikanan yang dihasilkan diharapkan dapat memenuhi jaminan kesehatan ikan. Dengan demikian, daya saing komoditas perikanan yang diekspor akan meningkat. Sedangkan untuk kegiatan impor dan antar area di dalam negeri, penerapan Biosecurity dapat memberikan jaminan kesehatan ikan yang dimasukkan dan dilalulintaskan antar area, dalam rangka perlindungan sumberdaya ikan Indonesia dari serangan HPI Karantina atau HPI tertentu.

Pada tahun 2020 IK 6 ini telah terealisasi sebanyak 29 UUPI sehingga pencapaian persentase realisasi sebesar 100%. Perbandingan target dan realisasi tahun 2020 dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

Tabel 3.12 Perbandingan IK 6 Tahun 2020

INDIKATOR KINERJA

Taret Tahun

2020

Realisasi Tahun

2020 Persentase 1 Jumlah unit usaha perikanan yang memenuhi

standar dan menerapkan biosecurity lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

29 29 100%

Tabel 3.13 Perbandingan IK 6 Tahun 2020 dan 2019

INDIKATOR KINERJA

Realisasi Tahun

2020

Realisasi Tahun

2019

Naik (Turun)

% 1 Jumlah unit usaha perikanan yang memenuhi

standar dan menerapkan biosecurity lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

29 27 7,40

IKU 7 Jumlah sertifikasi ekspor yang memenuhi standar lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

Produk hasil perikanan yang akan diekspor harus memenuhi persyaratan memiliki sertifikat kesehatan (Health Certificate/HC). Kelengkapan HC dimaksudkan sebagai pemenuhan amanat UU Nomor 31/2004 jo UU No.45/2009 dan persyaratan pasar Internasional. Sertifikasi kesehatan produk hasil perikanan ekspor dilakukan melalui In Process Inspection terhadap UPI yang teregistrasi dan memiliki sertifikat HACCP.

Sedangkan sertifikasi kesehatan karantina ikan harus memenuhi standar penerbitan

(36)

PP nomor 15/2002. Indikator sertifikat kesehatan ikan ekspor yang memenuhi persyaratan negara tujuan diukur dengan menghitung realisasi jumlah HC karantina ikan dan HC hasil perikanan yang terbit.

Pada tahun 2020 IK 7 ini telah terealisasi sebanyak 6.535 sertifikat dari target 5.770 sertifikat sehingga pencapaian persentase realisasi sebesar 113,26%.

Perbandingan target dan realisasi tahun 2020 dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

Tabel 3.14 Perbandingan IK 7 Tahun 2020

INDIKATOR KINERJA

Target Tahun 2020

Realisasi Tahun

2020 Persentase 1 Jumlah sertifikasi ekspor yang memenuhi

standar lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

5770 6535 113.26%

Tabel 3.15 Perbandingan IK 7 Tahun 2020 dan 2019

INDIKATOR KINERJA

Realisasi Tahun

2020

Realisasi Tahun

2019

Naik (Turun)

% 1 Jumlah sertifikasi ekspor yang memenuhi

standar lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

6535 5886 11,04

IKU 8 Jumlah sertifikasi kesehatan ikan domestik yang memenuhi standar lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

Sertifikasi kesehatan ikan domestik dilakukan melalui tindakan karantina ikan dalam rangka mencegah tersebarnya HPIK antar area di dalam Wilayah Negara Republik Indonesia. Sertifikasi bertujuan untuk memastikan dan memberikan jaminan bahwa media pembawa/ikan yang dilalulintaskan tidak tertular HPIK yang dipersyaratkan daerah tujuan sesuai dengan standar.

Indikator sertifikat kesehatan ikan domestik yang memenuhi persyaratan daerah tujuan diukur melalui verifikasi (on site dan on desk) terhadap jumlah sertifikat kesehatan ikan domestik keluar (KI-D2) yang diterbitkan oleh SKIPM Medan II dan memenuhi standar. Target sertifikat kesehatan ikan domestik yang memenuhi persyaratan daerah tujuan yang diterbitkan oleh Stasiun KIPM Medan II tahun 2020 adalah 685 sertifikat

(37)

dengan realisasi berjumlah 3488 sertifikat atau 120% dari target yang ditentukan. Hal ini dikarenakan banyaknya pengiriman domestik berupa ikan hias ke berbagai daerah di Indonesia.

Tabel 3.16 Perbandingan IK 8 Tahun 2020

INDIKATOR KINERJA

Target Tahun 2020

Realisasi Tahun

2020

Persentase 1 Jumlah sertifikasi kesehatan ikan domestik

yang memenuhi standar lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

685 3488 120%^

Perbandingan tahun 2020 dan 2019 dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

Tabel 3.17 Perbandingan IK 8 Tahun 2020 dan 2019

INDIKATOR KINERJA

Realisasi Tahun

2020

Realisasi Tahun

2019

Naik (Turun)

% 1 Jumlah sertifikasi kesehatan ikan domestik

yang memenuhi standar lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

3488 1135 120^

IKU 9 Jumlah lokasi monitoring dan survelen penjamin mutu perikanan domestik lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

Sebagaimana yang diamanatkan dalam Instruksi Presiden No. 1 Tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat, Kementerian Kelautan dan Perikanan meningkatkan dan memperluas pelaksanaan gerakan memasyarakatkan makan ikan pada masyarakat dan mengawasi mutu dan keamanan hasil perikanan. Menindaklanjuti hal tersebut, melalui peraturan Kepala BKIPM No. 9/PER-BKIPM/2018 membuat pedoman teknis sebagai pedoman UPT KIPM untuk mencapai tujuan optimalisasi ketersediaan pangan ikan sehat dan aman dikonsumsi oleh masyarakat domestik. Selain itu juga untuk penguatan sistem jaminan mutu dan keamanan hasil perikanan di pasar/sentra produksi ikan.

Pada tahun 2020 target Pengawasan mutu dan keamanan hasil perikanan domestik adalah 1 lokasi yaitu di Kota Medan dengan 6 lokus pasar tradisional/modern/KUD

(38)

Berastagi Supermarket, dan TPI Belawan. Kegiatan pengawasan pasar ikan domestik ini juga dilakukan pengambilan contoh ikan segar antara lain ikan kembung, ikan bawal, ikan tongkol, udang dan cumi-cumi untuk dilakukan pengujian di laboratorium terhadap parameter uji organoleptik, mikrobiologi (TPC, Coliform, Eschericia coli, Salmonella dan parameter lain apabila diperlukan) dan kimia (Formalin dan parameter lain apabila diperlukan). Sedangkan untuk penilaian sarana/prasarana pasar, meliputi penilaian penerapan GMP, SSOP dan GHP. Perbandingan target dan realisasi tahun 2020 :

Tabel 3.18 Perbandingan IK 9 Tahun 2020

INDIKATOR KINERJA

Target Tahun 2020

Realisasi Tahun

2020 Persentase 1 Jumlah lokasi monitoring dan survelen

penjamin mutu perikanan domestik lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

1 1 100%

Perbandingan tahun 2020 dan 2019 dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

Tabel 3.19 Perbandingan IK 9 Tahun 2020 dan 2019

INDIKATOR KINERJA

Realisasi Tahun

2020

Realisasi Tahun

2019

Naik (Turun)

% 1 Jumlah lokasi monitoring dan survelen

penjamin mutu perikanan domestik lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

1 2 (50)

Gambar 3.2. Kegiatan monitoring dan surveilen penjaminan mutu perikanan domestik

(39)

IKU 10 Pelaku usaha (UPI) yang menerapkan traceability

Sistem traceability merupakan bagian penting dalam sistem jaminan kesehatan ikan, mutu dan keamanan hasil perikanan sesuai persyaratan internasional. Setiap produk hasil perikanan yang akan didistribusikan dari hulu ke hilir harus dapat ditelusuri melalui pemenuhan alur informasi dan basis data. Sistem traceability ditunjukan untuk mengendalikan produk apabila terjadi insiden keamanan pangan atau produk yang bermasalah akan mudah ditelusuri. Indikator Unit Penanganan dan/atau Pengolahan Ikan yang menerapkan sistem traceability diukur dengan menghitung jumlah UPI yang telah menerapkan sistem traceability melalui verifikasi penerapan sistem ketertelusuran hasil perikanan.

Pada tahun ini Stasiun KIPM Medan II menurunkan target UPI yang menerapkan sistem traceability dikarenakan adanya pandemi covid-19 dengan menetapkan target sebanyak 4 UPI dan realisasi 4 UPI atau 100% dari target yang ditentukan. Adapun UPI tersebut antara lain:

1. PT. Karya Agung Lestari Jaya 2. PT. Laut United

3. PT. Yasuriang Samudera Rezeki 4. PT. Global Pasific Seafood Industry

Perbandingan Target dan realisasi tahun 2020 dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

Tabel 3.20 Perbandingan IK 10 Tahun 2020

INDIKATOR KINERJA

Target Tahun 2020

Realisasi Tahun

2020

Persentase 1 Pelaku usaha (UPI) yang menerapkan sistem

traceability

4 4 100%

Perbandingan tahun 2020 dan 2019 dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

(40)

Tabel 3.21 Perbandingan IK 10 Tahun 2020 dan 2019

INDIKATOR KINERJA

Realisasi Tahun

2020

Realisasi Tahun

2019

Naik (Turun)

% 1 Pelaku usaha (UPI) yang menerapkan sistem

traceability

4 6 66.67

IKU 11 Sertifikasi HACCP hasil perikanan lingkup UPT Stasiun KIPM Medan II

HACCP merupakan suatu sistem manajemen keamanan makanan yang sudah terbukti dan didasarkan pada tindakan pencegahan terhadap bahaya keamanan hasil perikanan yang untuk dikonsumsi manusia dari bahaya yang bersifat biologi, kimia dan fisik. Dengan penerapan sistem HACCP, identifikasi suatu yang mungkin akan muncul di dalam proses, tindakan pengendalian yang dibutuhkan akan dapat ditempatkan sebagaimana mestinya sehingga pemantauan terhadap bahaya keamanan makanan akan mudah dilaksanakan. Hal ini untuk memastikan bahwa keamanan makanan memang dikelola dengan efektif dan untuk menurunkan ketergantungan pada metode tradisional seperti pengujian pada produk akhir (end product testing).

Sertifikat penerapan HACCP merupakan salah satu persyaratan mutlak dan wajib harus dimiliki oleh unit Pengolahan ikan, bila akan melakukan ekspor hasil produksi perikanannya. Sertifikasi penerapan HACCP mengacu kepada tata cara penerbitan HACCP sesuai Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor PER.51/PERMEN- KP/2018.

Target sertifikat penerapan sistem jaminan mutu (sertifikat HACCP) di Unit Pengolahan Ikan yang diterbitkan oleh Stasiun KIPM Medan II tahun 2020 adalah 72 sertifikat dengan realisasi berjumlah 75 sertifikat.

Perbandingan target dan realisasi tahun 2020 dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

(41)

Tabel 3.22 Perbandingan IK 11 Tahun 2020

INDIKATOR KINERJA

Target Tahun 2020

Realisasi Tahun

2020

Persentase 1 Sertifikasi HACCP hasil perikanan lingkup

Stasiun KIPM Medan II

72 75 104.17%

Perbandingan realisasi tahun 2020 dan 2019 dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

Tabel 3.23 Perbandingan IK 11 Tahun 2020 dan 2019

INDIKATOR KINERJA

Realisasi Tahun

2020

Realisasi Tahun

2019

Naik (Turun)

% 1 Sertifikasi HACCP hasil perikanan lingkup

Stasiun KIPM Medan II

75 162 (53,70)

Tabel 3.24 Data Sertifikat HACCP Tahun 2020

No Nama Alamat

Ruang Lingkup / Grade Status

/No. Sertifikat HACCP Sertifikat ANUGERAH ALAM

INDUSTRI, PT

Jl. Jala IV No.32 Lingkungan III, Kelurahan Rengas Pulau, Kec. Medan Marelan, Kota

Medan, North Sumatera - Indonesia

1 Dried Fish/

073/PM/HACCP/PK/04/20

BERLAKU

2 Frozen Cephalopods/

074/PM/HACCP/PB/04/20

BERLAKU

3 Frozen Crayfish/

075/PM/HACCP/PB/04/20

BERLAKU

4 Frozen Demersal Fish/

076/PM/HACCP/PB/04/20

BERLAKU

5 Frozen Lobster/

077/PM/HACCP/PB/04/20

BERLAKU

6 Frozen Pelagic Fish/

078/PM/HACCP/PB/04/20

BERLAKU

7 Frozen Shrimp/

079/PM/HACCP/PB/04/20

BERLAKU

AQUAFARM NUSANTARA, PT

Jln. Dusun VII Desa Naga Kisar Kec. Pantai Cermin, Kab.

Serdang Bedagai, North Sumatera - Indonesia

8 Fresh Tilapia/

028/PM/HACCP/PS/12/20

BERLAKU

9 Frozen Tilapia/

029/PM/HACCP/PB/12/20

BERLAKU

10 Frozen Value Added Tilapia/

030/PM/HACCP/PB/12/20

BERLAKU

CAHAYA SEJAHTERA, CV Jl. P. Nusa Barung Komp.Niaga Malindo KIM 1,

11 Dried Sea Worm/

036/PM/HACCP/PK/10/20

BERLAKU

Gambar

Gambar 1.1 Struktur Kelompok Jabatan SKIPM Medan II
Tabel 1.1 Jumlah Pegawai SKIPM Medan II Tahun 2020
Gambar 2.1 Peta Strategis SKIPM Medan II Tahun 2020
Tabel 2.1 Sasaran Strategis dan Indikator Kinerja SKIPM Medan II Tahun 2020
+7

Referensi

Dokumen terkait

Pencapaian sasaran strategis “Meningkatnya Kualitas Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Nasional” diukur menggunakan satu indikator kinerja, yaitu

Menghitung ∑ unit kerja/instansi (KKP dan Non KKP) yang menerapkan pengendalian Sistem Jaminan Perkarantinaan, Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan sesuai persyaratan

Konsistensi penerapan pengendalian official control Sistem Jaminan Perkarantinaan, Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan pada unit kerja lingkup Otoritas Kompeten (Direktorat

Sasaran strategis Terselenggaranya Pengendalian Layanan IPTEK KP Triwulan III TA 2016 terdiri 1 (satu) indikator kinerja yang digunakan untuk mengukur

Hasil pengukuran dan capaian indikator kinerja dimaksud, digunakan untuk menilai keberhasilan/kegagalan pencapaian sasaran strategis dalam rangka mewujudkan visi dan

Sasaran strategis ketiga (SS-3) yang akan dicapai adalah “Terselenggaranya kebijakan pembangunan perikanan tangkap di Pelabuhan Perikanan yang efektif”, dengan

Capaian sasaran strategis tahun 2013 ditunjukkan oleh capaian IKU dominan, “jumlah Sistem Informasi yang dimanfaatkan secara efektif” yang diukur dengan jumlah

Keberhasilan pencapaian sasaran strategis BPS dapat diukur dengan berbagai indikator utama, seperti meningkatnya konsumen yang merasa puas dengan kualitas