• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sasaran Meningkatnya pelayanan komunikasi dan informasi

Dalam dokumen PEMERINTAH KOTA PAGAR ALAM (Halaman 69-76)

AKUNTABILITAS KINERJA TAHUN 2015

C. EVALUASI DAN ANALISIS CAPAIAN KINERJA

17. Sasaran Meningkatnya pelayanan komunikasi dan informasi

Sasaran Strategis Indikator Kinerja Utama Tahun 2013 Tahun 2015 2015 Target Akhir RPJMD Target Realisasi Nilai

Capaian kategori 5.3.1 Meningkatnya pelayanan komunikasi dan informasi Jumlah jaringan komunikasi 2 3 5 3 60% Cukup Berhasil 5 Jumlah penyiaran radio/TV lokal 6 3 6 3 50% Tidak Berhasil 6

Capaian Sasaran (Kategori cukup berhasil) = (1x62.5)/2 = 36.25 Capaian Sasaran (Kategori Tidak berhasil) = (1x27.5)/2 = 13.25 Total Capaian Sasaran untuk strategis = 49.50

Pada Sasaran Meningkatnya pelayanan komunikasi dan informasi terdiri dari 2 (dua) Indikator Kinerja Utama berdasarkan hasil pengukuran kinerja dengan nilai rata-rata capaian sasaran sebesar 92.5 dengan kategori Tidak Berhasil.

Sasaran Meningkatnya pelayanan komunikasi dan informasi

merupakan dukungan terhadap misi 5 Kota Pagar Alam “Mengembangkan

infrastruktur dalam rangka layanan dasar dan daya saing daerah.” dengan

arah kebijakan Meningkatkan infrastruktur komunikasi dan informatika yang masih belum merata pada Dinas, Badan dan Kantor Pemerintah.

Jumlah jaringan komunikasi di Kota Pagar Alam Tahun 2015 sebanyak 3 (tiga) yaitu Telkomsel, Excelcomindo Pratama dan Indosat hal ini dtunjukan dengan jumlah menara Tower Telekomunikasi (BTS) yang aktif (Sumber DISHUBKOMINFO Kota Pagar Alam).

Stasiun Radio di Kota Pagar Alam pada tahun 2015 sebanyak 3 (tiga) yaitu Besemah FM, Nada Santika FM dan Kristal Biru FM.

59 D. PENCAPAIAN KINERJA LAINNYA

Pencapaian target Millennium Development Goals (MDGs) didasar kan pada indikator-indikator yang telah ada. Data yang digunakan untuk menganalisis pencapaian tujuan MDGs didasarkan pada data-data sekunder seperti Susenas, SDKI, Sakernas, Kemkes dan data-data yang tersedia di SKPD. Kondisi pencapaian tujuan MDGs Kota Pagar Alam diuraikan pada tabel berikut :

Tabel. 3.7

Ringkasan Evaluasi Target Dan Capaian MDGs Kota Pagar Alam

Indikator Target

2015 Capaian Catatan

Tujuan 1: Menanggulangi kemiskinan dan kelaparan

Target 1: Menurunkan proporsi penduduk yang tingkat pendapatannya di bawah US$1 per hari menjadi setengahnya dalam kurun waktu 1990-2015

Indikator:

1. Proporsi penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan

7,5% 9,00% Susenas

2013

2. Indeks Kedalaman Kemiskinan menurun meningkat Susenas

2013

3. Indeks Keparahan Kemiskinan menurun meningkat Susenas

2013

4. Proporsi konsumsi penduduk termiskin (kuantil pertama) meningkat menurun Susenas

2012 Target 2: Menurunkan proporsi penduduk yang menderita kelaparan menjadi setengahnya dalam

kurun waktu 1990-2015 Indikator:

5. Prevalensi balita kurang gizi 18,5% 13,60% Data

Riskesda s 6. Proporsi penduduk di bawah angka kecukupan gizi

(AKG menurut

WNPG 2004: 2000 kkal/hari)

35,32% 74,15% Susenas

2012 Tujuan 2: Mencapai Pendidikan Dasar untuk Semua

Target 3: Menjamin pada tahun 2015, semua anak, di manapun, laki-laki maupun perempuan, dapat menyelesaikan pendidikan dasar

Indikator:

7. Angka Partisipasi Murni Sekolah Dasar 100% 96,30% BPS

8. Angka Partisipasi Murni Sekolah Lanjutan Pertama 100% 98,46% BPS

60

Tujuan 3: Mendorong Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan

Target 4: Menghilangkan ketimpangan gender di tingkat pendidikan dasar dan lanjutan pada tahun 2005, dan di semua jenjang pendidikan tidak lebih dari tahun 2015

Indikator:

10. Rasio anak perempuan terhadap anak laki-laki di tingkat pendidikan dasar, lanjutan dan tinggi, diukur melalui angka partisipasi murni anak perempuan terhadap anak laki-laki (%).

100% 7-12 th=100,00% 13-15 th =110,48% 16-18 th =104,09% Susenas 2013

11. Rasio melek huruf perempuan terhadap laki-laki usia 15-24 tahun, yang diukur melalui angka melek huruf perempuan/laki-laki (%).

100% 99,97% Susenas

2013 12. Tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK ) perempuan

(%).

meningkat menurun BPS

13. Tingkat pengangguran terbuka (TPT) perempuan (%). menurun menurun BPS

14. Kontribusi perempuan dalam pekerjaan upahan (%). - - Tidak

tersedia 15. Proporsi perempuan dalam lembaga-lembaga publik

(legislatif, eksekutif, dan yudikatif) (%).

meningkat meningkat Data

2014 Tujuan 4: Menurunkan Angka Kematian Anak

Target 5: Menurunkan Angka Kematian Balita sebesar dua-pertiganya dalam kurun waktu 1990 – 2015

Indikator:

16. Angka Kematian Bayi (AKB) per 1000 kelahiran hidup. 23 11,7 BPS 2014

17. Angka Kematian Balita (AKBA ) per 1000 kelahiran hidup.

32 - Tidak

tersedia

18. Anak usia 12-23 bulan yang diimunisasi campak (%). 90% 98,16% BPS 2014

Tujuan 5: Meningkatkan Kesehatan Ibu

Target 6: Menurunkan angka kematian ibu sebesar tiga-perempatnya dalam kurun waktu 1990 – 2015 Indikator:

19. Angka kematian ibu melahirkan (AKI) per 100.000 kelahiran hidup.

102 228 SDKI

2007 20. Proporsi kelahiran yang ditolong oleh tenaga

kesehatan (%).

meningkat menurun Susenas

2013 21. Angka pemakaian kontrasepsi pada perempuan

menikah usia 15-49 th

meningkat meningkat Susenas

2013 Tujuan 6: Memerangi HIV/AIDS, Malaria dan Penyakit Menular Lainnya

Target 7: Mengendalikan penyebaran HIV dan AIDS dan mulai menurunnya jumlah kasus baru pada tahun 2015

61

22. Prevalensi HIV dan AIDS (%). menurun meningkat Dinkes

2012

23. Penggunaan kondom pada pemakai kontrasepsi (%). meningkat meningkat Data

2014 24. Persentase penduduk usia muda 15-24 tahun yang

mempunyai pengetahuan komprehensif tentang HIV/AIDS (%).

meningkat tahu cara 34,2%

pencegahan & 18,5% tahu cara penularan Riskesde s 2007

Target 8: Mengendalikan penyakit malaria dan mulai menurunnya jumlah kasus malaria dan penyakit lainnya pada tahun 2015

Indikator:

25. Prevalensi malaria per 1.000 penduduk. menurun 0,09 kasus/

1000 penduduk

Dinkes 2012

26. Prevalensi tuberkulosis per 100.000 penduduk. menurun 38 kasus/

100.000 Penduduk

Dinkes 2012 27. Angka penemuan pasien tuberkulosis BTA positif baru

(%).

menurun - Hanya

tersedia 28. Angka keberhasilan pengobatan pasien tuberkulosis

(%).

meningkat - Hanya

tersedia Tujuan 7: Memastikan Kelestarian Lingkungan Hidup

Target 9: Memadukan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan dengan kebijakan dan program nasional serta mengembalikan sumber daya lingkungan yang hilang

Indikator:

29. Proporsi lahan yang tertutup hutan (PLH). meningkat menurun Data 2013

30. Rasio luas kawasan lindung (RKL) terhadap luas wilayah

meningkat Tetap Data 2013

31. Proporsi penduduk menggunakan bahan bakar padat untuk memasak

menurun menurun Susenas

2012 Target 10: Menurunkan proporsi penduduk tanpa akses terhadap sumber air minum yang aman dan

berkelanjutan serta fasilitas sanitasi dasar sebesar separuhnya pada 2015 Indikator:

32. Proporsi rumahtangga dengan akses thdp sumber air

minum yang terlindungi 68,87% 32.16 Data 2014

33. Proporsi rumahtangga dengan akses terhadap fasilitas sanitasi yang layak

62,41% 59,64 Susenas

2012 Target 11: Mencapai perbaikan yang berarti dalam kehidupan

penduduk miskin di pemukiman kumuh pada tahun 2020

Indikator:

34. Proporsi rumah tangga yang menempati rumah yang layak (%).

meningkat menurun Susenas

62

35. Proporsi rumah tangga dengan sertifikat kepemilikan tanah dari Badan

Pertanahan Nasional (BPN)

meningkat - Data tidak

tersedia Tujuan 8: Membangun Kemitraan Global untuk Pembangunan

Target 12: Mengembangkan sistem keuangan dan perdagangan yang terbuka, berbasis peraturan, dapat diprediksi, dan tidak diskriminatif.

Indikator:

36. Rasio antara jumlah Ekspor dan Impor dengan PDRB (%).

meningkat - Data tidak

tersedia 37. Rasio antara Kredit dan Tabungan (LDR) Bank Umum

(%).

meningkat - Data tidak

tersedia 38. Rasio antara Kredit dan Tabungan (LDR) Bank

Perkreditan Rakyat (%).

meningkat - Data tidak

tersedia Target 13: Bekerjasama dengan negara lain untuk mengembangkan dan menerapkan strategi untuk

menciptakan lapangan kerja yang baik dan produktif bagi penduduk usia muda Indikator:

39. Tingkat Pengangguran Usia Muda (15-24 Tahun) menurut jenis kelamin

menurun Meninkat untuk laki-laki dan menurun untuk perempuan Tahun 2012-2013

Target 14: Bekerjasama dengan swasta dalam memanfaatkan teknologi baru, terutama teknologi informasi dan komunikasi

Indikator:

40. Persentase rumah tangga yang memiliki telepon rumah meningkat menurun Susenas

2013

41. Persentase penduduk yang memiliki telepon selular. 100% 91,6 Data

Tahun 2014 42. Persentase rumah tangga yang memiliki komputer

personal

meningkat meningkat Susenas

2013

43. Proporsi rumahtangga pengguna internet 50% 12,17% Data

Tahun 2014

63 E. AKUNTABILITAS ANGGARAN

Dalam rangka mewujudkan Akuntabilitas Anggaran Pemerintah Kota Pagar Alam mempunyai kebijakan penatausahaan keuangan terkait metode akrual yaitu tertuang dalam Peraturan Walikota Pagar Alam Nomor 43 tahun 2014 tentang Kebijakan Akuntansi Akrual Kota Pagar Alam dan Peraturan Walikota Pagar Alam Nomor 44 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntansi Pemerintah Kota Pagar Alam.

Keberhasilan realisasi pencapaiaan target kinerja APBD dicerminkan melalui indikator keberhasilan pelaksanaan program dan kegiatan pada tahun 2015. Realisasi belanja APBD tahun anggaran 2015 sebesar Rp. 795.537.819.557.16 atau 87.96 % dari anggaran sebesar Rp. 904.406.482.862.46 (un audited per tanggal 1 Januari 2016).

Pendapatan Pagar Alam sebesar Rp. 747.658.146.082.38 terdiri dari Pendapan Asli Daerah Rp. 53.418.457.747.58 Pendapatan Transfer Rp. 687.146.009.334.80 dan lain-lain Pendapatan Daerah yang sah yaitu sebesar Rp. 7.093.679.000.00

Belanja Pemerintah Kota Pagar Alam Pada Tahun 2015 sebesar Rp. 795.537.819.557.16 dengan rincian Belanja Operasi Rp. 517.532.709.782.16, Belanja Modal Rp. 276.894.553.975.00 dan Belanja Tak Terduga Rp. 1.110.555.800.00 (rincian terlampir).

64

BAB IV

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Berdasarkan uraian pada bab-bab sebelumnya dapat ditarik beberapa simpulan utama yang terkait dengan kinerja tahun 2015, yakni:

1) Proses penyusunan Laporan Kinerja (LKj) Kota Pagar Alam Tahun 2015 masih banyak mengalami hambatan. Hambatan utama yang dijumpai dalam menyusun Laporan Kinerja (LKj) tahun 2015 :

a. Pengumpulan data kinerja yang tersebar pada berbagai unit organisasi di lingkungan Pemerintah Kota Pagar Alam.

b. Belum maksimalnya pelaksanaan penerapan Indikator Kinerja Utama (IKU) SKPD sebagai tolok ukur didalam pencapaian kinerja SKPD sehingga mempengaruhi pencapaian kinerja Pemerintah Kota Pagar Alam.

2) Indikator Kinerja Utama (IKU) Pemerintah Kota Pagar Alam sebanyak 17 (Tujuh Belas) Sasaran Strategis dan 35 (Tiga Puluh Lima) Indikator Kinerja Utama (IKU) dengan rincian sebagai berikut :

a. Indikator Kinerja Utama (IKU) dengan kategori sangat berhasil 21 (Dua Puluh Satu) atau 60%.

b. Indikator Kinerja Utama (IKU) dengan kategori berhasil 5 (Lima) atau 14.28%.

c. Indikator Kinerja Utama (IKU) dengan kategori cukup berhasil 3 (Tiga) atau 8.57%.

d. Indikator Kinerja Utama (IKU) dengan kategori tidak berhasil 6 (Enam) atau 17.14%.

Dari 4 (Empat) kategori di atas secara umum disimpulkan bahwa pencapaian Kinerja Pemerintah Kota Pagar Alam berdasarkan Indikator Kinerja Utama (IKU) kategori Berhasil dengan nilai rata-rata 76.64

3) Walaupun sebagian besar sasaran telah berhasil dicapai namun masih terdapat kesenjangan dengan kondisi yang diharapkan oleh masyarakat. Hal ini terlihat pada beberapa indikator kinerja yang digunakan pada pencapaian

65 sasaran masih pada tingkat output sedangkan yang diharapkan masyarakat adalah pada tingkat outcome.

4) Keberhasilan realisasi pencapaiaan target kinerja APBD dicerminkan melalui indikator keberhasilan pelaksanaan program dan kegiatan pada tahun 2015.

Realisasi belanja APBD tahun anggaran 2015 sebesar Rp. 795.537.819.557.16 atau 87.96 % dari anggaran sebesar Rp.

904.406.482.862.46 (un audited per tanggal 1 Januari 2016).

Dalam dokumen PEMERINTAH KOTA PAGAR ALAM (Halaman 69-76)

Dokumen terkait