AKUNTABILITAS KINERJA TAHUN 2015
C. EVALUASI DAN ANALISIS CAPAIAN KINERJA
17. Sasaran Meningkatnya pelayanan komunikasi dan informasi
Sasaran Strategis Indikator Kinerja Utama Tahun 2013 Tahun 2015 2015 Target Akhir RPJMD Target Realisasi Nilai
Capaian kategori 5.3.1 Meningkatnya pelayanan komunikasi dan informasi Jumlah jaringan komunikasi 2 3 5 3 60% Cukup Berhasil 5 Jumlah penyiaran radio/TV lokal 6 3 6 3 50% Tidak Berhasil 6
Capaian Sasaran (Kategori cukup berhasil) = (1x62.5)/2 = 36.25 Capaian Sasaran (Kategori Tidak berhasil) = (1x27.5)/2 = 13.25 Total Capaian Sasaran untuk strategis = 49.50
Pada Sasaran Meningkatnya pelayanan komunikasi dan informasi terdiri dari 2 (dua) Indikator Kinerja Utama berdasarkan hasil pengukuran kinerja dengan nilai rata-rata capaian sasaran sebesar 92.5 dengan kategori Tidak Berhasil.
Sasaran Meningkatnya pelayanan komunikasi dan informasi
merupakan dukungan terhadap misi 5 Kota Pagar Alam “Mengembangkan
infrastruktur dalam rangka layanan dasar dan daya saing daerah.” dengan
arah kebijakan Meningkatkan infrastruktur komunikasi dan informatika yang masih belum merata pada Dinas, Badan dan Kantor Pemerintah.
Jumlah jaringan komunikasi di Kota Pagar Alam Tahun 2015 sebanyak 3 (tiga) yaitu Telkomsel, Excelcomindo Pratama dan Indosat hal ini dtunjukan dengan jumlah menara Tower Telekomunikasi (BTS) yang aktif (Sumber DISHUBKOMINFO Kota Pagar Alam).
Stasiun Radio di Kota Pagar Alam pada tahun 2015 sebanyak 3 (tiga) yaitu Besemah FM, Nada Santika FM dan Kristal Biru FM.
59 D. PENCAPAIAN KINERJA LAINNYA
Pencapaian target Millennium Development Goals (MDGs) didasar kan pada indikator-indikator yang telah ada. Data yang digunakan untuk menganalisis pencapaian tujuan MDGs didasarkan pada data-data sekunder seperti Susenas, SDKI, Sakernas, Kemkes dan data-data yang tersedia di SKPD. Kondisi pencapaian tujuan MDGs Kota Pagar Alam diuraikan pada tabel berikut :
Tabel. 3.7
Ringkasan Evaluasi Target Dan Capaian MDGs Kota Pagar Alam
Indikator Target
2015 Capaian Catatan
Tujuan 1: Menanggulangi kemiskinan dan kelaparan
Target 1: Menurunkan proporsi penduduk yang tingkat pendapatannya di bawah US$1 per hari menjadi setengahnya dalam kurun waktu 1990-2015
Indikator:
1. Proporsi penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan
7,5% 9,00% Susenas
2013
2. Indeks Kedalaman Kemiskinan menurun meningkat Susenas
2013
3. Indeks Keparahan Kemiskinan menurun meningkat Susenas
2013
4. Proporsi konsumsi penduduk termiskin (kuantil pertama) meningkat menurun Susenas
2012 Target 2: Menurunkan proporsi penduduk yang menderita kelaparan menjadi setengahnya dalam
kurun waktu 1990-2015 Indikator:
5. Prevalensi balita kurang gizi 18,5% 13,60% Data
Riskesda s 6. Proporsi penduduk di bawah angka kecukupan gizi
(AKG menurut
WNPG 2004: 2000 kkal/hari)
35,32% 74,15% Susenas
2012 Tujuan 2: Mencapai Pendidikan Dasar untuk Semua
Target 3: Menjamin pada tahun 2015, semua anak, di manapun, laki-laki maupun perempuan, dapat menyelesaikan pendidikan dasar
Indikator:
7. Angka Partisipasi Murni Sekolah Dasar 100% 96,30% BPS
8. Angka Partisipasi Murni Sekolah Lanjutan Pertama 100% 98,46% BPS
60
Tujuan 3: Mendorong Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan
Target 4: Menghilangkan ketimpangan gender di tingkat pendidikan dasar dan lanjutan pada tahun 2005, dan di semua jenjang pendidikan tidak lebih dari tahun 2015
Indikator:
10. Rasio anak perempuan terhadap anak laki-laki di tingkat pendidikan dasar, lanjutan dan tinggi, diukur melalui angka partisipasi murni anak perempuan terhadap anak laki-laki (%).
100% 7-12 th=100,00% 13-15 th =110,48% 16-18 th =104,09% Susenas 2013
11. Rasio melek huruf perempuan terhadap laki-laki usia 15-24 tahun, yang diukur melalui angka melek huruf perempuan/laki-laki (%).
100% 99,97% Susenas
2013 12. Tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK ) perempuan
(%).
meningkat menurun BPS
13. Tingkat pengangguran terbuka (TPT) perempuan (%). menurun menurun BPS
14. Kontribusi perempuan dalam pekerjaan upahan (%). - - Tidak
tersedia 15. Proporsi perempuan dalam lembaga-lembaga publik
(legislatif, eksekutif, dan yudikatif) (%).
meningkat meningkat Data
2014 Tujuan 4: Menurunkan Angka Kematian Anak
Target 5: Menurunkan Angka Kematian Balita sebesar dua-pertiganya dalam kurun waktu 1990 – 2015
Indikator:
16. Angka Kematian Bayi (AKB) per 1000 kelahiran hidup. 23 11,7 BPS 2014
17. Angka Kematian Balita (AKBA ) per 1000 kelahiran hidup.
32 - Tidak
tersedia
18. Anak usia 12-23 bulan yang diimunisasi campak (%). 90% 98,16% BPS 2014
Tujuan 5: Meningkatkan Kesehatan Ibu
Target 6: Menurunkan angka kematian ibu sebesar tiga-perempatnya dalam kurun waktu 1990 – 2015 Indikator:
19. Angka kematian ibu melahirkan (AKI) per 100.000 kelahiran hidup.
102 228 SDKI
2007 20. Proporsi kelahiran yang ditolong oleh tenaga
kesehatan (%).
meningkat menurun Susenas
2013 21. Angka pemakaian kontrasepsi pada perempuan
menikah usia 15-49 th
meningkat meningkat Susenas
2013 Tujuan 6: Memerangi HIV/AIDS, Malaria dan Penyakit Menular Lainnya
Target 7: Mengendalikan penyebaran HIV dan AIDS dan mulai menurunnya jumlah kasus baru pada tahun 2015
61
22. Prevalensi HIV dan AIDS (%). menurun meningkat Dinkes
2012
23. Penggunaan kondom pada pemakai kontrasepsi (%). meningkat meningkat Data
2014 24. Persentase penduduk usia muda 15-24 tahun yang
mempunyai pengetahuan komprehensif tentang HIV/AIDS (%).
meningkat tahu cara 34,2%
pencegahan & 18,5% tahu cara penularan Riskesde s 2007
Target 8: Mengendalikan penyakit malaria dan mulai menurunnya jumlah kasus malaria dan penyakit lainnya pada tahun 2015
Indikator:
25. Prevalensi malaria per 1.000 penduduk. menurun 0,09 kasus/
1000 penduduk
Dinkes 2012
26. Prevalensi tuberkulosis per 100.000 penduduk. menurun 38 kasus/
100.000 Penduduk
Dinkes 2012 27. Angka penemuan pasien tuberkulosis BTA positif baru
(%).
menurun - Hanya
tersedia 28. Angka keberhasilan pengobatan pasien tuberkulosis
(%).
meningkat - Hanya
tersedia Tujuan 7: Memastikan Kelestarian Lingkungan Hidup
Target 9: Memadukan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan dengan kebijakan dan program nasional serta mengembalikan sumber daya lingkungan yang hilang
Indikator:
29. Proporsi lahan yang tertutup hutan (PLH). meningkat menurun Data 2013
30. Rasio luas kawasan lindung (RKL) terhadap luas wilayah
meningkat Tetap Data 2013
31. Proporsi penduduk menggunakan bahan bakar padat untuk memasak
menurun menurun Susenas
2012 Target 10: Menurunkan proporsi penduduk tanpa akses terhadap sumber air minum yang aman dan
berkelanjutan serta fasilitas sanitasi dasar sebesar separuhnya pada 2015 Indikator:
32. Proporsi rumahtangga dengan akses thdp sumber air
minum yang terlindungi 68,87% 32.16 Data 2014
33. Proporsi rumahtangga dengan akses terhadap fasilitas sanitasi yang layak
62,41% 59,64 Susenas
2012 Target 11: Mencapai perbaikan yang berarti dalam kehidupan
penduduk miskin di pemukiman kumuh pada tahun 2020
Indikator:
34. Proporsi rumah tangga yang menempati rumah yang layak (%).
meningkat menurun Susenas
62
35. Proporsi rumah tangga dengan sertifikat kepemilikan tanah dari Badan
Pertanahan Nasional (BPN)
meningkat - Data tidak
tersedia Tujuan 8: Membangun Kemitraan Global untuk Pembangunan
Target 12: Mengembangkan sistem keuangan dan perdagangan yang terbuka, berbasis peraturan, dapat diprediksi, dan tidak diskriminatif.
Indikator:
36. Rasio antara jumlah Ekspor dan Impor dengan PDRB (%).
meningkat - Data tidak
tersedia 37. Rasio antara Kredit dan Tabungan (LDR) Bank Umum
(%).
meningkat - Data tidak
tersedia 38. Rasio antara Kredit dan Tabungan (LDR) Bank
Perkreditan Rakyat (%).
meningkat - Data tidak
tersedia Target 13: Bekerjasama dengan negara lain untuk mengembangkan dan menerapkan strategi untuk
menciptakan lapangan kerja yang baik dan produktif bagi penduduk usia muda Indikator:
39. Tingkat Pengangguran Usia Muda (15-24 Tahun) menurut jenis kelamin
menurun Meninkat untuk laki-laki dan menurun untuk perempuan Tahun 2012-2013
Target 14: Bekerjasama dengan swasta dalam memanfaatkan teknologi baru, terutama teknologi informasi dan komunikasi
Indikator:
40. Persentase rumah tangga yang memiliki telepon rumah meningkat menurun Susenas
2013
41. Persentase penduduk yang memiliki telepon selular. 100% 91,6 Data
Tahun 2014 42. Persentase rumah tangga yang memiliki komputer
personal
meningkat meningkat Susenas
2013
43. Proporsi rumahtangga pengguna internet 50% 12,17% Data
Tahun 2014
63 E. AKUNTABILITAS ANGGARAN
Dalam rangka mewujudkan Akuntabilitas Anggaran Pemerintah Kota Pagar Alam mempunyai kebijakan penatausahaan keuangan terkait metode akrual yaitu tertuang dalam Peraturan Walikota Pagar Alam Nomor 43 tahun 2014 tentang Kebijakan Akuntansi Akrual Kota Pagar Alam dan Peraturan Walikota Pagar Alam Nomor 44 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntansi Pemerintah Kota Pagar Alam.
Keberhasilan realisasi pencapaiaan target kinerja APBD dicerminkan melalui indikator keberhasilan pelaksanaan program dan kegiatan pada tahun 2015. Realisasi belanja APBD tahun anggaran 2015 sebesar Rp. 795.537.819.557.16 atau 87.96 % dari anggaran sebesar Rp. 904.406.482.862.46 (un audited per tanggal 1 Januari 2016).
Pendapatan Pagar Alam sebesar Rp. 747.658.146.082.38 terdiri dari Pendapan Asli Daerah Rp. 53.418.457.747.58 Pendapatan Transfer Rp. 687.146.009.334.80 dan lain-lain Pendapatan Daerah yang sah yaitu sebesar Rp. 7.093.679.000.00
Belanja Pemerintah Kota Pagar Alam Pada Tahun 2015 sebesar Rp. 795.537.819.557.16 dengan rincian Belanja Operasi Rp. 517.532.709.782.16, Belanja Modal Rp. 276.894.553.975.00 dan Belanja Tak Terduga Rp. 1.110.555.800.00 (rincian terlampir).
64
BAB IV
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Berdasarkan uraian pada bab-bab sebelumnya dapat ditarik beberapa simpulan utama yang terkait dengan kinerja tahun 2015, yakni:
1) Proses penyusunan Laporan Kinerja (LKj) Kota Pagar Alam Tahun 2015 masih banyak mengalami hambatan. Hambatan utama yang dijumpai dalam menyusun Laporan Kinerja (LKj) tahun 2015 :
a. Pengumpulan data kinerja yang tersebar pada berbagai unit organisasi di lingkungan Pemerintah Kota Pagar Alam.
b. Belum maksimalnya pelaksanaan penerapan Indikator Kinerja Utama (IKU) SKPD sebagai tolok ukur didalam pencapaian kinerja SKPD sehingga mempengaruhi pencapaian kinerja Pemerintah Kota Pagar Alam.
2) Indikator Kinerja Utama (IKU) Pemerintah Kota Pagar Alam sebanyak 17 (Tujuh Belas) Sasaran Strategis dan 35 (Tiga Puluh Lima) Indikator Kinerja Utama (IKU) dengan rincian sebagai berikut :
a. Indikator Kinerja Utama (IKU) dengan kategori sangat berhasil 21 (Dua Puluh Satu) atau 60%.
b. Indikator Kinerja Utama (IKU) dengan kategori berhasil 5 (Lima) atau 14.28%.
c. Indikator Kinerja Utama (IKU) dengan kategori cukup berhasil 3 (Tiga) atau 8.57%.
d. Indikator Kinerja Utama (IKU) dengan kategori tidak berhasil 6 (Enam) atau 17.14%.
Dari 4 (Empat) kategori di atas secara umum disimpulkan bahwa pencapaian Kinerja Pemerintah Kota Pagar Alam berdasarkan Indikator Kinerja Utama (IKU) kategori Berhasil dengan nilai rata-rata 76.64
3) Walaupun sebagian besar sasaran telah berhasil dicapai namun masih terdapat kesenjangan dengan kondisi yang diharapkan oleh masyarakat. Hal ini terlihat pada beberapa indikator kinerja yang digunakan pada pencapaian
65 sasaran masih pada tingkat output sedangkan yang diharapkan masyarakat adalah pada tingkat outcome.
4) Keberhasilan realisasi pencapaiaan target kinerja APBD dicerminkan melalui indikator keberhasilan pelaksanaan program dan kegiatan pada tahun 2015.
Realisasi belanja APBD tahun anggaran 2015 sebesar Rp. 795.537.819.557.16 atau 87.96 % dari anggaran sebesar Rp.
904.406.482.862.46 (un audited per tanggal 1 Januari 2016).