BAB V ARAH KEBIJAKAN
5.1. Sasaran Pokok Pembangunan
5.1.1. Terwujudnya masyarakat Aceh yang berakhlak mulia sesuai dengan nilai-nilai Islami
ditandai oleh hal-hal berikut:
a. Terwujudnya masyarakat Aceh berkualitas, memiliki karakter Islami yang dicirikan dengan sehat jasmani, rohani dan sosial, beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT, memiliki moral dan etika yang baik, rajin, tangguh, cerdas dan memiliki kompetensi dan daya saing, toleransi tinggi, berbudi luhur, peduli lingkungan, patuh pada hukum, serta mencintai perdamaian.
b. Terwujudnya kerukunan hidup antar individu, antar kelompok masyarakat, dan antar umat beragama.
c. Terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih (clean and good governance).
d. Terwujudnya kualitas pelaksanaan syariat Islam dalam setiap aspek kehidupan bermasyarakat.
5.1.2. Terwujudnya masyarakat yang mampu memenuhi kebutuhan hidup dalam aspek ekonomi, sosial dan spiritual
ditandai oleh hal-hal sebagai berikut:
a. Terpenuhinya kebutuhan dan terjaminnya ketersediaan dan keamanan pangan masyarakat Aceh.
b. Tersedianya penunjang pertumbuhan ekonomi dalam bentuk regulasi yang efektif, pembiayaan yang berkelanjutan, sumberdaya manusia yang berkualitas, teknologi tinggi dan tepat guna, jaringan distribusi yang efektif dan efisien serta sistem informasi yang handal.
c. Terlaksananya daya tahan dan daya saing dunia usaha di Aceh, terutama koperasi dan usaha mikro kecil menengah serta tumbuhnya wirausaha baru.
Rencana Pembangunan Jangka Panjang Aceh Tahun 2012-2032 125
d. Tercapainya pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan
berkesinambungan sehingga pendapatan per kapita pada tahun 2025 mencapai tingkat kesejahteraan setara atau lebih dari rata-rata
nasional yang berpenghasilan menengah dengan tingkat
pengangguran terbuka dan jumlah penduduk miskin tidak lebih dari 5 persen.
e. Terwujudnya peningkatan kualitas sumberdaya manusia dalam pembangunan, yang ditandai dengan peningkatan kualitas kesehatan, akses, mutu dan relevansi pendidikan formal/informal melalui peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Indeks Pembangunan Gender (IPG).
f. Terwujudnya kualitas lingkungan hidup yang bersih dan sehat dalam masyarakat.
g. Terwujudnya masyarakat yang berperilaku cerdas dan berbudi pekerti luhur, yang dicirikan dengan meningkatnya pemahaman dan implementasi nilai-nilai islami dan nilai luhur budaya Aceh dalam kehidupan bermasyarakat.
5.1.3. Terwujudnya Aceh yang demokratis dan berlandaskan hukum ditunjukkan oleh hal-hal berikut:
a. Terciptanya supremasi hukum dan penegakan hak asasi manusia secara non-diskriminatif.
b. Tersedianya ruang dialog publik yang bebas dan bertanggung jawab sesuai dengan nilai-nilai Islam, nilai kearifan lokal, adat istiadat dan budaya Aceh.
c. Terwujudnya peningkatan peran dan partisipasi masyarakat sipil dalam kehidupan politik dan kegiatan pembangunan.
d. Terwujudnya penguatan sistem kelembagaan yang memiliki nilai-nilai demokrasi dengan menitikberatkan pada prinsip-prinsip toleransi, transparansi, akuntabilitas, non-diskriminasi, dan kemitraan.
e. Terwujudnya konsolidasi demokrasi pada berbagai aspek kehidupan politik yang dapat diukur dengan adanya pemerintahan yang berdasarkan hukum, birokrasi yang professional dan netral, masyarakat sipil, masyarakat politik dan masyarakat ekonomi yang mandiri.
Rencana Pembangunan Jangka Panjang Aceh Tahun 2012-2032 126
5.1.4. Terwujudnya rasa aman dan damai bagi seluruh rakyat serta terjaganya keutuhan wilayah Aceh
ditandai oleh hal-hal berikut:
a. Terjaminnya rasa aman dan damai masyarakat dalam menjalani kehidupan ekonomi, sosial, politik, budaya dan agama.
b. Terwujudnya keadilan dan pemerataan pembangunan di seluruh kabupaten/kota berdasarkan potensi dan keunggulan wilayah.
c. Terwujudnya keutuhan wilayah Aceh sebagai satu kesatuan masyarakat yang tidak terpisahkan dalam satu bingkai Aceh.
d. Terbangunnya struktur masyarakat yang memiliki ketahanan dan kemampuan dalam menangani potensi konflik sosial yang berbasis pada kearifan dan nilai-nilai lokal.
5.1.5. Terwujudnya pembangunan yang berkualitas, maju, adil dan merata.
ditandai oleh hal-hal sebagai berikut:
a. Terwujudnya peningkatan kualitas sumberdaya manusia yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.
b. Terlaksananya peningkatan pelayanan dasar yang integratif dan komprehensif, berkualitas secara adil dan merata serta mengurangi kesenjangan antar wilayah, kelompok masyarakat, status ekonomi, sosial dan gender.
c. Meningkatnya laju pertumbuhan ekonomi, penyerapan tenaga kerja, investasi di daerah, nilai ekspor produk serta mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku impor.
d. Terbangunnya struktur perekonomian yang kokoh berlandaskan keunggulan kompetitif di setiap wilayah. Sektor pertanian dan industri menjadi basis aktivitas ekonomi yang dikelola secara efisien sehingga menghasilkan komoditas unggulan yang mempunyai nilai tambah dan berkualitas; industri manufaktur yang mendukung sektor pertanian berdaya saing global merupakan motor penggerak perekonomian. Sektor jasa dengan kualitas pelayanan lebih bermutu dapat meningkatkan daya saing sehingga dapat menjadi daya tarik investasi dan menciptakan lapangan kerja.
e. Meningkatnya optimasi pemanfaatan ruang untuk aktivitas ekonomi didukung dengan meningkatnya pelayanan infrastruktur transportasi yang handal dan terintegrasi, infrastruktur pengelolaan sumberdaya
Rencana Pembangunan Jangka Panjang Aceh Tahun 2012-2032 127
air yang berkelanjutan, infrastruktur telekomunikasi yang efisien dan modern, pasokan energi yang handal dan efisien, serta sarana dan prasarana dasar permukiman yang berkualitas.
f. Terwujudnya pengembangan kawasan tertinggal dan terpencil sehingga dapat tumbuh, berkembang dan mengejar ketertinggalan pembangunan dengan daerah lain. Terciptanya sinergisitas kegiatan ekonomi antara kawasan terpencil dan tertinggal dengan kawasan cepat tumbuh dan strategis dalam satu sistem wilayah pengembangan ekonomi;
g. Meningkatnya sinergisitas kegiatan ekonomi dari tahap awal produksi sampai tahap konsumsi serta meningkatnya aksesibilitas dan mobilitas orang, barang dan jasa antar wilayah Aceh dengan dukungan regulasi yang efektif.
5.1.6. Terwujudnya Aceh yang lestari dan tanggap terhadap bencana yang ditunjukkan oleh hal-hal sebagai berikut:
a. Terciptanya kondisi sumberdaya alam dan lingkungan hidup yang seimbang dan berdaya guna sesuai dengan fungsi dan daya dukung lingkungan dengan mempertimbangkan aspek-aspek ekologis.
b. Meningkatnya perlindungan, pemulihan kawasan kritis,
pemeliharaan dan pemanfaatan sumberdaya alam dan lingkungan sebagai modal dasar pembangunan dalam rangka memperbaiki kualitas kehidupan di masa mendatang dengan memperhatikan prinsip keselarasan dan perubahan global melalui pendekatan ilmu pengetahuan dan kearifan lokal.
c. Terciptanya komitmen bersama yang kuat untuk menjadikan Aceh tanggap dan siap menghadapi bencana serta adanya perubahan paradigma masyarakat dan pemerintah dalam pengurangan risiko bencana yang lebih bersifat kesiapsiagaan kepada seluruh komponen masyarakat, khususnya kelompok rentan, dengan memperhatikan aspek gender (gender mainstreaming).
Rencana Pembangunan Jangka Panjang Aceh Tahun 2012-2032 128