• Tidak ada hasil yang ditemukan

SASARAN POKOK PEMBANGUNAN JANGKA PANJANG 2005–2025

Dalam dokumen PEMERINTAH KABUPATEN MAGETAN (Halaman 68-71)

ARAH, TAHAPAN DAN PRIORITAS PEMBANGUNAN KABUPATEN MAGETAN TAHUN 2005-2025

4.1. SASARAN POKOK PEMBANGUNAN JANGKA PANJANG 2005–2025

Pembangunan jangka panjang Kabupaten Magetan merupakan bagian integral dari pembangunan Provinsi Jawa Timur dan Pembangunan Nasional.

Untuk itu maka tujuan pembangunan jangka panjang Kabupaten Magetan Tahun 2005–2025 adalah “Mewujudkan Daerah Dan Masyarakat Kabupaten Magetan Yang Sejahtera, Mandiri, Lestari Dan Bermartabat”

sebagai landasan bagi tahap pembangunan berikutnya menuju masyarakat adil dan makmur dalam Negara Kesaturan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Sebagai ukuran terwujudnya “Mewujudkan Daerah Dan Masyarakat Kabupaten Magetan Yang Sejahtera, Mandiri, Lestari Dan Bermartabat”

maka pembangunan jangka panjang Kabupaten Magetan diarahkan pada pencapaian sasaran-sasaran pokok sebagai berikut:

4.1.1. Terwujudnya Sumberdaya Manusia Yang Cerdas, Berkualitas Dan Berdaya Saing Internasional

Perwujudan sumberdaya manusia yang cerdas, berkualitas dan berdaya saing internasional meliputi pencapaian karakteristik dan kinerja manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, sehat, berpendidikan, cerdas, dan berbudaya serta memiliki wawasan global. Sasaran terwujudnya sumberdaya manusia yang cerdas, berkualitas dan berdaya saing internasional itu ditandai oleh hal-hal sebagai berikut:

a. Terwujudnya sumberdaya manusia yang sehat jasmani, rohani dan sosial;

b. Terwujudnya kualitas sumberdaya manusia yang memiliki jati diri, tingkat pendidikan dan kompetensi yang tinggi;

c. Terwujudnya jati diri masyarakat yang berperilaku cerdas dan berbudi pekerti luhur, yang ditandai dengan meningkatnya pemahaman dan implementasi nilai-nilai agama dan nilai luhur budaya daerah dalam kehidupan bermasyarakat;

d. Terwujudnya peningkatan kapasitas penguasaan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi;

e. Terwujudnya peningkatan akses terhadap pelayanan pendidikan yang berkualitas, terpadu, adil dan merata.

4.1.2. Terwujudnya Sistem Ekonomi Kerakyatan Bertumpu Pada Potensi Unggulan Daerah

Perekonomian daerah yang mantap akan semakin menentukan tingkat keberhasilan pembangunan daerah yang ditandai dengan semakin berkembangnya kegiatan investasi dunia usaha, meningkatnya pertumbuhan

ekonomi dan pendapatan perkapita serta semakin mantapnya struktur perekonomian masyarakat.

Perwujudan system ekonomi kerakyatan bertumpu pada potensi unggulan daerah ini diselaraskan dengan pengembangan potensi unggulan daerah (core competence) seperti bidang pertanian, perdagangan, jasa-jasa dan pariwisata dengan tetap mengedepankan keberpihakan pada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta koperasi. Untuk itu perwujudan sistem ekonomi kerakyatan bertumpu pada potensi unggulan daerah ini ditandai oleh hal-hal sebagai berikut:

a. Terwujudnya pemanfaatan sumberdaya alam lokal secara optimal;

b. Terwujudnya peningkatan produksi dan produktivitas pertanian sebagai tumpuan kegiatan ekonomi rakyat;

c. Berkembangnya potensi pertanian yang memperkuat industri berbasis sektor pertanian;

d. Terwujudnya diversifikasi usaha ekonomi rakyat yang beragam;

e. Terwujudnya peningkatan tingkat pendidikan dan ketrampilan penduduk untuk mendukung pengembangan ekonomi rakyat;

f. Meningkatnya fungsi dan peran koperasi dan pemilik modal untuk mengembangkan dan memberdayakan usaha kecil dan menengah;

g. Terwujudnya pariwisata yang berwawasan lingkungan berbasis kearifan budaya lokal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat;

h. Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan ekonomi dalam rangka peningkatan penyerapan tenaga kerja dan pengurangan penduduk miskin;

i. Terwujudnya kelembagaan sosial ekonomi yang partisipatif, transparan dan akuntabel.

4.1.3. Terwujudnya Pengelolaan Sumberdaya Alam Yang Berwawasan Lingkungan Dan Berkelanjutan

Lingkungan hidup yang nyaman dan lestari merupakan idaman seluruh masyarakat. Kegiatan pengelolaan sumberdaya alam yang dilakukan dengan tidak memperhatikan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan berpotensi memiliki dampak negatif berupa timbulnya berbagai permasalahan lingkungan hidup seperti pencemaran lingkungan, kebisingan, suhu udara yang relatif lebih panas dan berbagai permasalahan lain yang secara keseluruhan mengakibatkan ketidaknyamanan lingkungan sebagai wahana kegiatan sosial ekonomi masyarakat.

Untuk itu perwujudan pengelolaan sumberdaya alam yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan ini ditandai oleh hal-hal berikut:

a. Terwujudnya pengelolaan sumberdaya air secara terpadu, efisien, efektif, berkeadilan dan berkelanjutan untuk menciptakan sinergi dan menjamin keberlanjutan daya dukung;

b. Terwujudnya pengelolaan SDA dan lingkungan hidup secara seimbang untuk menjamin keberlanjutan pembangunan sebagai pendukung kualitas kehidupan;

c. Terwujudnya pemanfaatan ruang yang serasi antara kegiatan ekonomi, permukiman dan upaya konservasi dengan berbasis pada pemanfaatan sumberdaya air dan lahan secara efisien dan lestari;

d. Meningkatnya kesadaran untuk mencintai lingkungan hidup;

e. Meningkatnya pengelolaan kawasan rawan bencana.

4.1.4. Terwujudnya Ketercukupan Dan Pelayanan Infrastuktur Yang Berkualitas Tuntuan kebutuhan sarana prasarana dan fasilitas sebagai infrastruktur daerah oleh masyarakat bukan sebatas pada dimensi ketercukupan jumlah, tetapi sudah mengarah pada kualitas sarana prasarana dan fasilitas yang modern dan maju. Penyediaan infrastruktur daerah yang cukup dan berkualitas serta pelayanannya bagi warga masyarakat merupakan bagian tugas pemerintah daerah.

Ketercukupan dan pelayanan infrastruktur daerah dengan kualitas yang lebih baik secara keseluruhan akan mendukung mobilitas dan produktivitas masyarakat di berbagai kegiatan sosial ekonomi dan seni budaya.

Untuk itu perwujudan ketercukupan dan pelayanan infrastruktur yang berkualitas ini ditandai oleh hal-hal sebagai berikut:

a. Meningkatnya kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana pelayanan infrastruktur yang berkualitas;

b. Terwujudnya pemerataan pelayanan pembangunan di seluruh wilayah;

c. Meningkatnya pertumbuhan sektor-sektor ekonomi wilayah;

d. Terwujudnya kelancaran distribusi barang dan jasa.

4.1.5. Terwujudnya Tata Pemerintahan Yang Baik Dan Berwibawa Yang Menjunjung Tinggi Supremasi Hukum Dan Keadilan

Tujuan pemberian otonomi kepada daerah adalah untuk meningkatkan daya saing, pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat. Untuk itu Pemerintahan Kabupaten Magetan sesuai kewenangannya memiliki peran dan fungsi untuk meningkatkan jumlah dan mutu pelayanan umum diberbagai aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Perwujudan tata pemerintahan yang baik dan berwibawa yang menjunjung tinggi supremasi hukum dan keadilan ini dilaksanakan dalam rangka mencapai tujuan pemberian otonomi kepada daerah secara umum, dan secara khusus dalam rangka peningkatan serta pengembangan jumlah serta kualitas pelayanan publik itu. Untuk itu perwujudan tata pemerintahan yang baik dan berwibawa yang menjunjung tinggi hukum dan keadilan ini ditandai oleh hal-hal sebagai berikut:

a. Terbangunnya akuntabilitas kepemerintahan yang bertanggung jawab, bebas korupsi, kolusi dan nepotisme melalui pengawasan internal, eksternal dan pengawasan masyarakat;

b. Terwujudnya peningkatan kualitas dan profesionalisme aparatur pemerintah;

c. Terwujudnya penyelenggaraan pemerintahan yang efisien dan efektif melalui peningkatan kepatuhan aparatur pemerintah pada kebijakan dan peraturan yang ditetapkan;

d. Terwujudnya peningkatan fungsi dan peran masyarakat dalam penentuan kebijakan publik, perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan pembangunan daerah melalui mekanisme yang sah;

e. Terciptanya stabilitas politik dan konsistensi dalam penegakan hukum yang berlandaskan supremasi hukum.

4.2. ARAH PEMBANGUNAN JANGKA PANJANG 2005-2025

Dalam dokumen PEMERINTAH KABUPATEN MAGETAN (Halaman 68-71)