• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 3. AKUNTABILS KINERJA

3.2. Evaluasi dan Analisa Capaian Kinerja

3.2.2. Sasaran Strategis 2

Terwujudnya Kemen PPPA yang Berkinerja Tinggi dan Akuntabel

Sasaran ini dimaksudkan untuk menggambarkan pelaksanaan tugas dan peran organisasi dalam mewujudkan Kemen PPPA yang bersih, akuntabel dan berkinerja tingi. Sasaran Strategis ini, memiliki 2 (dua) Indikator Kinerja Utama (IKU), yaitu: (1) Indeks Reformasi Birokrasi; dan (2) Opini BPK atas Laporan Keuangan. Ke dua indikator kinerja utama ini sebagai salah satu ukuran keberhasilan tujuan no 2 dari Kemen PPPA, yaitu: ‚Terwujudnya Kemen PPPA yang Berkinerja Tinggi dan Akuntabel‛. Capaian 2 (dua) IKU dari Sasaran Strategis 2 tersebut adalah:

No. Indikator Kinerja Utama Target Realisasi Capaian (%)

1. Indeks Reformasi Birokrasi BB BB 100

2. Opini BPK WTP WTP 100

1.2.2.1. Indikator Kinerja 1: Indeks Reformasi Birokrasi

Indeks Reformasi Birokrasi mengambarkan sejauh mana instansi pemerintah melaksanakan perbaikan tata kelola pemerintahan yang bertujuan pada pemerintahan yang efektif dan efisien, bersih dari KKN dan memiliki pelayanan publik yang berkualitas.

Indeks Reformasi Birokrasi diukur dengan instrumen evaluasi pelaksanaan Reformasi Birokrasi. Hasil Indeks Reformasi Birokrasi Kemen PPPA Tahun 2021 belum di proses oleh Kementerian PAN RB, nilai 2021 hanya berdasarkan nilai hasil evaluasi mandiri PMPRB sebesar 71,12. Dan nilai tersebut belum memasukkan nilai hasil antara, sehingga yang dilaporkan adalah hasil evaluasi Tahun 2020. Pencapaian Nilai Pelaksanaan Reformasi Birokrasi (RB) Kemen PPPA dari tahun 2016 – 2020 dalam terlihat pada grafik berikut:

Gambar 42 Nilai Indeks Reformasi Birokrasi Kemen PPPA Tahun 2016 -2020 68,46 67,14 68,64 70,16 72,18

2016 2017 2018 2019 2020

Dalam 5 tahun terakhir, nilai pelaksanaan reformasi birokrasi Kemen PPPA menunjukkan adanya peningkatan sebanyak 3,72 poin dari 68,46 pada tahun 2016 menjadi 72,18 pada tahun 2020. Meskipun sempat terjadi penurunan pada tahun 2017, namun pada tahun 2018 kembali meningkat dan nilainya sudah diatas tahun 2016. Hasil evaluasi RB di Tahun 2018 sampai dengan Tahun 2020 menunjukkan nilai yang terus meningkat setiap tahunnya.

Nilai indeks Reformasi Birokrasi Kemen PPPA tahun 2020 sebesar 72,18 (kategori‚BB‛) atau meningkat 2,02 poin dari nilai indeks tahun 2019. Rincian nilai per komponen dapat dilihat pada Tabel 16 dibawah ini.

Tabel 16 Komponen Penilai Reformasi Birokrasi Kemen PPPA Tahun 2019 dan 2020

No Komponen Penilaian Bobot Nilai

2019 2020

1 Nilai Komponen Pengungkit 60 39,56 40,53

2 Nilai Komponen Hasil 40 30,60 31,65

Nilai Indeks Reformasi Birokrasi 100 70,16 72,18

Pada Tahun 2020 terjadi kemajuan perbaikan tata kelola pemerintah yang signifikan seperti:

1. Kemen PPPA telah membangun media survei guna mengukur pemahaman para pegawai terhadap pelaksanaan reformasi birokrasi. Dengan adanya media tersebut diharapkan danpar memetakan resistensi pegawai;

2. Membuat Permen PPPA tentang SAKIP Kemen PPPA melalui Permen PPPA No 5 tahun 2020 dan Permen PPPA tentang Manajemen Resiko melalui Permen PPPA No 7 tahun 2020;

3. Menyusun Panduan Pelaksanaan RB dan Buku Pedoman AoC (Pemimpin Perubahan dan Agen Perubahan);

4. Menyusun SOP Reformasi Birokrasi dan Menetapkan Tim Asesor RB;

5. Mengukuhkan Agen Perubahan Kemen PPA oleh Menteri PPPA berdasarkan Keputusan Menteri PPPA nomor 83 tahun 2020 tentang AoC (Pemimpin Perubahan dan Agen Perubahan);

6. Melakukan updating konten dalam website RB dan media sosial secara berkala;

7. Membangun Sistem Informasi Manajemen Kinerja dan Anggaran (SIMEKAR);

8. Menindaklanjuti hasil evaluasi kelembagaan tahun 2018, khususnya menanggapi kebutuhan penyediaan layanan bagi perempuan dan anak korban kekerasan, maka ditetapkan Perpres 65 Tahun 2020 tentang Kemen PPPA;

9. Melakukan penataan OTK yang merujuk pada hasil evaluasi kelembagaan dengan menetapkan Permen PPPA Nomor 4 Tahun 2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kemen PPPA dengan mempertimbangkan penambahan tugas baru terkait penyediaan layanan yang membentuk Asisten Deputi Pelayanan Perempuan Korban Kekerasan di Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan dan Asisten Deputi Pelayanan Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus di Deputi Bidang

Perlindungan Khusus Anak. Selain itu dilakukan pula penyederhanaan birokrasi dengan mengalihkan para pejabat struktural ke dalam jabatan fungsional. Dengan mengalihkan 98% pejabat administrasi menjadi fungsional dan cascading kinerja yang semakin baik, maka diharapkan Kemen PPPA lebih siap dengan pola kerja fleksibel;

10. Menetapkan Permen PPPA Nomor 12 Tahun 2020 tentang Organisasi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama dan Tugas Koordinator Jabatan Fungsional Kemen PPPA.

Hal ini dalam rangka membentuk Organisasi yang berbasis kinerja dengan melakukan penataan uraian fungsi pejabat pimpinan tinggi dalam kerangka bekerja bersama pejabat fungsional yang terdampak penyetaraan jabatan;

11. Menetapkan dan menerapkan Permen PPPA Nomor 11 Tahun 2020 tentang Peta Proses Bisnis Kemen PPPA. Untuk mewujudkan organisasi yang berbasis kinerja dibutuhkan jaminan pelaksanaan tata kerja yang berdasar pada proses bisnis dan cascading kinerja yang baik;

12. Menetapkan Keputusan Menteri PPPA Nomor 66 Tahun 2020 tentang Penetapan SOP administrasi pemerintah di lingkungan Kemen PPPA;

13. Menyempurnakan aplikasi SIMPEG dengan menambahkan modul presensi;

14. Menyusun kamus Kompetensi Teknis Kemen PPPA (tahap Harmonisasi);

15. Memperoleh nilai Sistem Merit sebesar 288,5 dengan kriteria Baik;

16. Melakukan Evaluasi Kelas Jabatan bagi jabatan administrasi dan pengawas serta menindaklanjutinya dengan menetapkan Permen PPPA Nomor 3 Tahun 2020 tentang Kelas Jabatan di Lingkungan Kemen PPPA dan diperbaharui melalui Permen PPPA Nomor 7 Tahun 2020;

17. Menetapkan Permen PPPA Nomor 10 tahun 2020 tentang Tata Naskah Dinas;

18. Menyusun pedoman SOP Pengadaan Barang Jasa di Lingkup Kemen PPPA (draft);

19. Menyusun Juknis Penatausahaan BMN di Lingkup Kemen PPPA;

20. Menyusun Juknis Pertanggungjawaban Keuangan di Lingkup Kemen PPPA;

21. Mempublikasikan Laporan Keuangan Kemen PPPA di media cetak (Kompas);

22. Memperoleh Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk Laporan Keungan Tahun 2020;

23. Menetapkan Keputusan Menteri PPPA Nomor 107 tahun 2020 tentang Pengangkatan Pejabat Administrator ke dalam Jabatan Fungsional (Madya) melalui penyetaraan, dalam rangka penyederhanan birokrasi;

24. Menetapkan Keputusan Menteri PPPA Nomor 108 tahun 2020 tentang pengangkatan pejabat pengawas ke dalam jabatan fungsional (muda) melalui penyetaraan, dalam rangka penyederhanan birokrasi;

25. Menetapkan Keputusan Menteri PPPA Nomor 51 Tahun 2020 tentang Standar Pelayanan di Lingkungan Kemen PPPA;

26. Menetapkan Keputusan Menteri PPPA Nomo 73 Tahun 2020 tentang Tim Pengelola Penanganan Pengaduan dan Aplikasi Layanan Aspirasi, untuk pengaduan pelayanan publik;

27. Menetapkan Keputusan Menteri PPPA Nomor 96 Tahun 2020 tentang Pemberian Penghargaan dan Hukuman Kepada Petugas Pelayanan Publik di Lingkungan Kemen PPPA, untuk mengelola dan meningkatkan Kinerja para petugas Pelayanan Publik.

Survey secara internal dan survey eksternal dilakukan untuk menilai kepuasaan masyarakat atas layanan yang telah diberikan. Hasil survey yang dilakukan oleh Kementerian PANRB menunjukkan hasil sebagai berikut:

A. Survey Internal

Hasil survey internal organisasi terhadap pegawai Kemen PPPA menunjukkan hasil indeks 3,28 dari skala 5. Separuh responden (50%) telah memahami kinerja, ukuran dan kontribusinya terhadap organisasi. Sementara itu, sebanyak 26% telah memahami secara keseluruhan mengenai kinerja, ukuran dan kontribusinya terhadap organisasi. Sebanyak 19

% responden hanya memahami kinerja individunya saja; sedangkan sisanya 5% responden sama sekali tidak memahami kinerja individu dan tidak memahami kontribusi kinerjanya terhadap organisasi.

Gambar 43 Survei Internal Organisasi

B. Survei Eksternal

Survey eksternal dilakukan terhadap masyarakat yang telah merasakan pelayanan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menunjukkan hasil sebagai berikut:

1) Hasil persepsi pelayanan menunjukkan indeks 3,34 dalam skala 4. Hasil survey tersebut menunjukkan masih terdapat selisih atau gap antara harapan penerima layanan dengan realitas kondisi layanan yang diterima. Selain itu, jika dibandingkan dengan hasil survey persepsi pelayanan Kemen PPPA pada tahun 2019 yang

26%

50%

19%

5% memahami kinerja, ukuran, dan

kontribusi terhadap organisasi memahami kinerja dan ukuran atau kinerja dan kontribusi

hanya memahami kinerjanya

Tidak memahami kinerja, ukuran keberhasilan, dan kontribusi terhadap organisasi

menunjukkan indeks 3,31 dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan atas kepuasan stakeholders terhadap pelayanan yang diberikan;

2) Hasil survey persepsi anti korupsi yang merupakan gambaran atas integritas pemberi layanan menunjukkan indeks 3,54 dalam skala 4. Kondisi ini menunjukkan bahwa masyarakat masih memiliki persepsi bahwa integritas aparatur pemberi layanan masih perlu ditingkatkan. Selain itu jika dibandingkan dengan tahun 2019 yang menunjukkan indeks 3,38 dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan atas kepuasan stakeholders terhadap pembangunan anti korupsi di lingkungan Kemen PPPA.

Dalam rangka lebih meningkatkan kualitas reformasi birokrasi serta mampu lebih menumbuhkan budaya kinerja dan memperkuat integritas pegawai di lingkungan Kemen PPPA, Kementerian PANRB memberikan rekomendasi yang perlu ditindaklanjuti antara lain:

1. Perlu dibangun sistem monitoring kinerja agen perubahan serta media komunikasi dan promosi perubahan oleh agen perubahan oleh agen perubahan kepada seluruh pegawai.

Rekomendasi ini sudah ditindaklanjuti antara lain melalui:

a. Peningkatan Kapasitas terpadu Agen Perubahan yang dilaksanakan pada Tanggal 26 Agustus dan 31 Agustus 2021

b. Agen perubahan di masing-masing satker telah menyusun rencana tindak lanjut

c. Media komunikasi yang digunkan adalah melalui Whatsapp Group, namun kedepannya untuk promosi perubahan agen perubahan melalui laman rb.kemenpppa.go.id

2. Perlu melakukan pemetaan untuk memastikan tidak ada tumpang tindihnya peraturan.

Rekomendasi ini sudah ditindaklanjuti antara lain melalui:

a. Menyusun Pedoman Evaluasi Efektivitas kebijakan Kemen PPPA

b. Melakukan pemetaan, identifikasi dan analisis peraturan perundang-undangan yang tumpang tindih dan disharmonis dengan peraturan perundang-undangan lainnya

3. Melakukan evaluasi peta proses bisnis secara berkala untuk memastikan pencapaian kinerja dapat berjalan secara optimal.

Rekomendasi ini sudah ditindaklanjuti antara lain melalui:

 Mereview dan menyusun konsep penyempurnaan Permen PPPA Nomor 11 Tahun 2020 tentang Peta Proses Bisnis Kemen PPPA, untuk mengakomodir tambahan tusi layanan dalam Perpres Nomor 65 Tahun 2020 tentang Kemen PPPA, Permen PPPA Nomor 4 Tahun 2020 tentang OTK Kemen PPPA, dan Permen PPPA Nomor 6 Tahun 2021 tentang Renstra Kemen PPPA 2020-2024. Peta Proses Bisnis

disusun secara lengkap terdiri atas Peta Proses, Peta Sub Proses, Peta Relasi dan Peta Lintas Fungsi. Saat ini dokumen Peta Proses Bisnis terlah diharmoniasi.

 Perubahan mendasar yang dilakukan antara lain :

1. Telah mengintegrasikan tugas baru terkait penyediaan layanan, dimana sebelumnya dikelola oleh unit Sekretariat Kementerian, kemudain dikelola oleh unit Kedeputian Bidang Perlindungan Hak Perempuan dan Bidang Perlindungan Khusus Anak;

2. Telah mempertimbangkan penyederhanaan birokrasi.

4. Perlu menerapkan Permen PANRB No.40 tahun 2018 tentang Pedoman Sistem Merit dalam Manajemen ASN

Rekomendasi ini sudah ditindaklanjuti antara lain melalui:

a. Menyusun kebijakan peta jabatan berdasarkan Kepmen PPPA No. 31A tahun 2021 tentang Peta Jabatan di Lingkungan Kemen PPPA dan Perencanaan Kebutuhan Pegawai 2019-2024;

b. Menyusun kamus kompetensi teknis di Kemen PPPA dan sedang dilaksanakan pembahasan SKI;

c. Menyusun Talent Mapping pegawai di lingkungan Kemen PPPA berdasarkan hasil assesment dan penilaian kinerja individu;

d. Menyusun draft KepMen PPPA tentang Pola Karier.

5. Meningkatkan pembangunan ZI pada seluruh unit kerja yang sinergi Rekomendasi ini sudah ditindaklanjuti antara lain melalui:

a. Optimalisasi pembangunan ZI UKE I tahun sehingga tahun 2021 terdapat 4 UKE I yang dapat diusulkan untuk memperoleh predikat WBK/WBBM yaitu Deputi Bidang Kesetaraan Gender predikat WBK, Deputi Perlindungan Khusus Anak Predikat WBK, Deputi Pemenuhan Hak Anak Predikat WBK dan Deputi Bidang Partisipasi Masyarakat Predikat WBK;

b. Menyusun pedoman zona integritas menuju WBK/WBBM di lingkungan Kemen PPPA.

6. Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap sistem aplikasi layanan untuk mengetahui manfaat dan keberhasilan sistem aplikasi tersebut terhadap kinerja Kemen PPPA

Sudah ditindaklanjuti antara lain Layanan publik dan internal berbasis elektronik (BE):

a. Layanan Berbasis Elektronik (BE) telah mengotomalisasi seluruh proses kebutuhan layanan. Hasil evaluasi mandiri SPBE Tahun 2021 pada Domain Layanan BE mendapatkan indeks 3.96, artinya beberapa layanan BE telah melakukan kolaborasi baik dilevel data dan proses antar layanan BE internal dan eksternal.

b. Melakukan monev pada layanan BE, namun tindak lanjut baru dilakukan pada beberapa layanan BE, sebagai contoh:

i. Hasil evaluasi layanan publik lingkup Pengaduan Masyarakat, telah dikembangan layanan BE Hotline SAPA 129

ii. Hasil evaluasi layanan internal lingkup manajemen kearsipan, telah dilakukan implementasi modul ttd digital (eSign)

Selain rekomendasi yang sudah ditindaklanjuti sebagaimana diuraikan di atas, upaya lainnya yang dilakukan untuk kemajuan Reformasi Birokrasi Kemen PPPA tahun 2021 adalah sebagai berikut :

a. Area Perubahan Manajemen Perubahan

1) Tersusunnya Keputusan Menteri PPPA Nomor 12 Tahun 2021 tentang Tim Reformasi Birokrasi di Lingkungan Kemen PPPA, karena penyesuaian dengan Perubahan SOTK Kemen PPPA berdasarkan Permen PPPA Nomor 4 Tahun 2020;

2) Tersusunnya Keputusan Menteri PPPA Nomor 17A Tahun 2021 tentang Tim Asesor Penilaian Mandiri Pelaksanaan Reformasi Birokrasi Kemen PPPA;

3) Tersusunnya Peraturan Menteri PPPA Nomor 2 Tahun 2021 tentang Roadmap Reformasi Birokrasi Kemen PPPA 2020-2024;

4) Tersusunnya Keputusan Menteri PPPA Nomor 48 Tahun 2021 tentang Rencana Kerja Pelaksanaan Reformasi Birokrasi di lingkungan Kemen PPPA Tahun 2021;

5) Tersusunnya Keputusan Menteri PPPA Nomor 39 Tahun 2021 tentang Pemimpin Perubahan dan Agen Perubahan di Lingkungan Kemen PPPA;

6) Terlaksananya rapat koordinasi Tim Reformasi Birokrasi tingkat Kementerian dan Unit Kerja;

7) Terlaksananya internalisasi reformasi Birokrasi melalui berbagai media (Website Sistem Informasi Pegawai (SIMPEG), Webinar online, Website RB Kemen PPPA);

8) Terlaksananya peningkatan kapasitas AoC Kemen PPPA dan penyusunan rencana aksi satker dengan kontribusi semua AoC di unit tersebut dengan komunikasi menggunakan WAG;

9) Terlaksananya evaluasi Rencana Kerja RB Kemen PPPA Tahun 2021.

b. Area Perubahan Deregulasi Kebijakan

1) Ditetapkannya Permen 7 Tahun 2017 tentang penyusunan produk hukum di Kemen PPPA, Kepmen 47 Tahun 2020 tentang Sistem Pengendalian PUU dan Produk Hukum di Kemen PPPA dan Kepmen 23 tahun 20021 tentang Proleg Kemen PPPA. Hal ini dalam rangka Sistem Pengendalian PUU di lingkungan Kemen PPPA.

2) Sistem Pengendalian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan dan Produk Hukum melalui program legislasi kemenpppa ini dilakukan evaluasi secara

berkala pada pertengahan tahun dan akhir tahun untuk melihat perkembangan, hambatan dan capaian dalam penyusunan PUU di Kemen PPPA.

3) Terlaksananya evaluasi terhadap 14 Peraturan Menteri PPPA yang ditetapkan untuk diidentifikasi pada tahun 2021 sehingga teridentifikasi 7 Peraturan Menteri PPPA yang dinyatakan dicabut dan sudah tidak berlaku, dalam rangka melaksanakan Sistem Pengendalian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan di lingkungan Kemen PPPA;

4) Terdapat 3 Peraturan Menteri PPPA yang ditetapkan di tahun 2021 telah menggunakan mekanisme Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2021 tentang Pemberian Persetujuan Presiden terhadap Rancangan Peraturan Menteri/Kepala Lembaga

c. Area Perubahan Penataan dan Penguatan Organisasi

1) Melakukan penataan kelembagaan Lembaga Non Struktural di lingkungan Kemen PPPA dengan menetapkan Permen PPPA Nomor 7 Tahun 2021 tentang Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Komisi Perlindungan Anak Indonesia;

2) Melakukan penataan kelembagaan Organisasi Perangkat Daerah Urusan PPPA dengen menetapkan Permen PPPA Nomor 5 Tahun 2021 tentang Pedoman Nomenklatur Perangkat Daerah Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, yang sudah memepertimbangkan penyederhanaan birokrasi di Pemerintahan Daerah.

d. Area Perubahan Penataan Tatalaksana

1) Perbaikan dalam pengelolaan arsip yang diatur dalam Permen PPPA Nomor 10 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Kearsipan;

2) Penyusunan Standar Sarana dan Prasarana Kantor di Lingkungan Kemen PPPA berdasarkan Permen PPPA Nomor 11 tahun 2021;

3) Pengembangan layanan internal Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) terintegrasi;

4) SIGA terintegrasi dengan Kategori 4 (Kolaborasi: Layanan SPBE diberikan melalui integrasi/kolaborasi dengan layanan SPBE lain).

5) Tersedianya SIMFONI-PPA versi 2.0 modul TPPO serta penambahan dan perbaikan fitur pada versi sebelumnya untuk memenuhi kebutuhan pengembangan data.

e. Area Perubahan Penataan Sistem Manajemen SDM

1) Terususunnya rancangan Permen PPPA tentang Kelas Jabatan di Lingkungan Kemen PPPA, berdasarkan hasil evaluasi kelas Jabatan yang telah mendapat

rekomendasi dari KemenPANRB dan Kementerian Keuangan. Saat ini rancangan Permen dalam proses harmonisasi;

2) Terususunnya Peta Jabatan di lingkungan Kemen PPPA dan ditetapkan melalui Kepmen PPPA Nomor 31A Tahun 2021, yang didahului dengan melakukan analisa Jabatan dan Analisis Beban Kerja;

3) Melakukan pengelolaan jabatan fungsional dalam rangka penyederhanaan birokrasi pemerintahan daerah penyelenggara urusan PPPA;

4) Perencanaan dan pengadaan CPNS formasi tahun 2021, sebanyak 8 Formasi untuk 22 CPNS dan 14 CPNS berasal dari lulusan STAN secara baik, untuk mendukung pengelolaan keuangan dan BMN di Kemen PPPA;

5) Terlaksananya pengukuran kinerja individu dan dialog kinerja individu secara triwulanan;

6) Terlaksananya diklat teknis, pelatihan, dan workshop untuk pengembangan kompetensi pegawai;

7) Terlaksananya pengaturan dan monev sistem kerja di masa pandemi covid-19 bagi pegawai di lingkungan Kemen PPPA;

8) Tersusunnya Sasaran Kinerja Pegawai berdasarkan Peratuan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2019 tentang Penilaian Kinerja Pegawai dan Permen PANRB Nomor 8 Tahun 2021 tentang Sistem Manajemen Kinerja ASN untuk periode bulan Juli – Desember 2021;

9) Tersusunnya rancangan perubahan Permen PPPA Nomor 19 Tahun 2019 tentang Pembayaran Tunjangan Kinerja PNS di Lingkungan Kemen PPPA;

10) Tersusunnya rancangan Permen PPPA tentang Pemberian Penghargaan;

11) Terlaksananya Assesment kepada 21 orang pegawai yang bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang kompetensi pegawai, sebagai bahan untuk menyusun rencana pengembangan pegawai;

12) Terlaksananya Sistem Informasi Pegawai (SIMPEG) yang dapat diakses seluruh pegawai.

f. Area Perubahan Penguatan Akuntabilitas

1) Tersusunnya Permen PPPA Nomor 6 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Peraturan MenterI PPPA Nomor 2 Tahun 2020 tentang Rencana Strategis Kemen PPPA Tahun 2020-2024. Hal ini dikarenakan adanya penambahan tusi Kemen PPPA berdasarkan Perpres 65 Tahun 2020 tentang Kemen PPPA dan perubahan OTK berdasarkan Permen PPPA Nomor 4 Tahun 2020;

2) Tersusunnya meta data indikator Rencana Strategis Kemen PPPA Tahun 2020-2024;

3) Tersusunnya revisi Renja dan RKAKL berdasarkan Rencana Strategis Kemen PPPA Tahun 2020-2024 (Permen PPPA Nomor 6 Tahun 2021), dan kebijakan refocusing Anggaran;

4) Tersusunnya Perjanjian Kinerja PPT Madya dan Pratama yang mengacu kepada Rencana Strategis Kemen PPPA Tahun 2020-2024 (Permen PPPA Nomor 6 Tahun 2021);

5) Dikembangkannya Sistem Informasi Manajemen Kinerja dan Anggaran (SIMEKAR) yang digunakan untuk memonitor capaian kinerja dan anggaran setiap unit kerja secara triwulanan;

6) Tersusunnya cascading indikator sasaran strategis, indikator sasaran program, dan indikator sasaran kegiatan pada aplikasi SIMEKAR

7) Tersedianya aplikasi Simperjadin untuk memonitor pegawai yang melakukan perjalanan dinas (kelengkapan syarat dan laporan perjalanan dinas);

8) Tersusunnya Petunjuk Teknis Dana DAK Non Fisik PPA (DAK NF PPA) tahun 2021 ( Permen PPPA No 1 Tahun 2021 dan Juknis DAK NF PPPA tahun 2022 ( Permen PPPA No 14 Tahun 2021);

9) Terlaksananya peningkatan Kapasitas SDM tentang akuntabilitas kinerja (perencanaan dan pelaporan)

10) Terlaksananya pembahasan kinerja dan anggaran secara rutin pada rapat pimpinan

11) Terlaksananya pendampingan ke setiap satuan kerja dalam melaporkan capaian kinerja melalui aplikasi SIMEKAR, E-SMART, dan E-Monev.

12) Terlaksananya penilaian kinerja Tahun 2021 para PPT Madya dan PPT Pratama oleh Tim Penilai Independen.

g. Area Perubahan Penguatan Pengawasan

1) Tersusunnya Permen PPPA Nomor 9 Tahun 2020 tentang Tata Cara Penyelesaian Kerugian Negara Bagi Pegawai Negeri Bukan Bendahara dan Pejabat Lain Di Lingkungan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak;

2) Tersusunnya Permen PPPA Nomor 9 Tahun 2021 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Nomor 5 Tahun 2017 Tentang Pelaporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara di Lingkungan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak;

3) Terusunnya Nota Kesepahaman Kemen PPPA dengan KPK Nomor 104 tahun 2021 010/Men/KL/ 01/04/ 2021 tentang Penguatan Upaya Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi;

4) Diperolehnya penghargaan atas Penyampaian LHKPN Tercepat yang diberikan oleh Menteri PPPA;

5) Terlaksananya penandatanganan Pakta Integritas, yaitu pernyataan atau janji tentang kesanggupan untuk tidak melakukan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme dalam pelaksanaan tugas, fungsi, tanggung jawab, dan wewenang sesuai dengan peraturan perundang-undangan ;

6) Terlaksananya pendampingan APIP kepada Satker terkait Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP);

7) Terlaksananya pengusulan 4 Unit Kerja berpredikat menuju WBK/WBBM dan usulan tersebut diterima untuk dinilai lebih lanjut oleh Tim Penilaian Nasional (TPN).

h. Area Perubahan Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik

1) Terlaksananya pemutakhiran Website Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) dan Mobile Apps PPID;

2) Terlaksananya pemutakhiran Daftar Informasi Publik (DIP 2021), Pemutakhiran Daftar Informasi Dikecualikan (DIK 2021);

3) Tersusunnya beberapa SOP terkait PPID, yaitu SOP Pengelolaan Keberatan atas Informasi, SOP Penanganan Sengketa Informasi Publik, SOP tentang Konsekuensi, SOP Pengujian tentang Konsekuensi, SOP Pendokumentasian Informasi Publik, dan SOP Pendokumentasian Informasi yang Dikecualikan;

4) Tersusunnya laporan Layanan Informasi Publik Tahun 2020 yang ditujukan kepada Komisi Informasi Pusat;

5) Terlaksananya koordinasi internal PPID di Lingkungan Kemen PPPA secara berkala;

6) Tersusunnya Peraturan Menteri PPPA Nomor 12 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri PPPA Nomor 2 Tahun 2019 tentang Pedoman Pengelolaan Informasi dan Dokumentasi di Lingkungan Kemen PPPA;

7) Diperlolehnya Anugerah Keterbukaan Informasi Publik dari Komisi Informasi Pusat (KIP) dengan Nilai 89.91 (Menuju Informatif);

8) Meningkatnya mutu layanan publikasi dan diseminasi informasi terkait kegiatan/program/kebijakan secara prima. Hal ini dilakukan melalui peliputan, dokumentasi, dan penyusunan berbagai materi publikasi, diantaranya siaran pers, artikel, foto, video, Iklan Layanan Masyarakat (ILM), advertorial, dan konten media sosial. Seluruh materi publikasi didiseminasikan melalui media cetak, media elektronik, media online, kanal Website Kemen PPPA, media sosial Kemen PPPA (Facebook, Instagram, Twitter, Youtube), dan jejaring Humas Kementerian/Lembaga (Bakohumas);

9) Terlaksananya media monitoring, yakni memantau, mengolah, dan menganalisis pemberitaan, informasi atau opini publik terkait isu perempuan dan anak di media massa dan media sosial yang tengah berkembang di masyarakat. Hal ini sebagai dasar penyusunan rekomendasi/dasar/acuan dalam membuat produk-produk publikasi Kemen PPPA dan proses pengambilan keputusan/kebijakan pimpinan Kemen PPPA;

10) Terlaksananya layanan Humas untuk memfasilitasi satuan kerja dalam mendiseminasikan informasi terkait layanan Kemen PPPA kepada masyarakat;

11) Tersusunnya Keputusan Menteri PPPA Nomor 38 Tahun 2021 tentang Tim Pengelola Penanganan Pengaduan dan Aplikasi Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat di Lingkungan Kemen PPPA;

12) Tersusunnya SOP Tindak Lanjut Aduan Masyarakat

13) Tersusunnya Rencana Aksi Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional - Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (SP4N-LAPOR!);

14) Terlaksananya pengelolaan, evaluasi dan pelaporan atas Survey Kepuasan Masyarakat (SKM) untuk berbagai layanan yang ada di lingkungan Kemen PPPA;

15) Diperolehnya peringkat 6 dari 34 kementerian/lembaga yang terdaftar dalam anggota Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) Nasional untuk JDIH Kemen PPPA;

Untuk meningkatkan kinerja tata kelola pemerintahan pada tahun 2022, tindak lanjut yang akan dilakukan adalah:

a. Area Perubahan Manajemen Perubahan

1) Pelaksanaan Monitoring capaian Renja RB secara berkala;

2) Peningkatan Kapasitas Tim Asesor PMPRB;

3) Peningkatan kapasitas agen perubahan;

4) Melakukan Monitoring dan evaluasi RB secara berkala;

4) Melakukan Monitoring dan evaluasi RB secara berkala;

Dokumen terkait