BAB 3 AKUNTABILITAS KINERJA
3.3. Capaian Kinerja Tahun 2020
3.3.1. Sasaran Strategis 1: Menurunnya Pencemaran dan Perusakan Lingkungan
Sasaran strategis menurunnya pencemaran dan perusakan lingkungan hidup telah sesuai dengan tujuan dari Renstra Dinas Lingkungan Hidup 2016-2021 serta Perjanjian Kinerja. Berikut merupakan uraian capaian kinerja yang telah dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup.
Tabel 3.5. Analisis Pencapaian Sasaran I Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH)
No Sasaran Strategis Indikator Kinerja 2019 2020
Target Realisasi Capaian Target Realisasi Capaian
1 2 3 4 5 6 7 8 9
1
Menurunnya Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup Index Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) 50-60 54 100% > 50 - 60 55,51 111%
Rasio Taman memadai terhadap Luas RTH publik di Tangerang Selatan
100% 100% 100% 100% 100% 100%
Secara keseluruhan, kinerja IKU “Index Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH)” telah dilaksanakan sesuai Perjanjian Kinerja tahun 2020 dan tercapai 111%. Berikut uraian dari pelaksanaan IKU tersebut.
A. Indikator Kinerja : Index Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH)
Untuk mencapai indikator IKLH ini Dinas Lingkungan Hidup melakukan 3 program yaitu: (1) pengendalian pencemaran dan perusakan lingkungan hidup, (2) perlindungan dan konservasi sumberdaya alam (3) peningkatan edukasi dan komunikasi masyarakat di bidang lingkungan hidup. Dari 3 program tersebut, rata-rata telah mencapai sesuai target yang diharapkan, lebih jelasnya dapat dilihat dari tabel berikut :
Tabel 3.6. Capaian Program dalam Indikator IKLH
NO PROGRAM INDIKATOR SATUAN TAHUN 2020 CAPAIAN
(%) Target Realisasi 1 Pengendalian pencemaran dan perusakan lingkungan hidup
persentase penanganan terhadap pengaduan pencemaran dan perusakan lingkungan
Titik pantau 78 86 110%
Cakupan pembinaan dan pengawasan terhadap pelaksanaan izin lingkungan dan pengelolaan lingkungan
Persen 100% 100% 100%
Pengendalian dan pengawasan terhadap B3 dan limbah B3
Perusahaan 50 50 100%
Optimalisasi fungsi analisis laboratorium lingkungan hidup
Alat terkalibrasi 30 30 100%
Optimalisasi fungsi analisis laboratorium lingkungan hidup
Alat laboratorium terpelihara
10 10 100%
Optimalisasi fungsi analisis laboratorium lingkungan hidup
Parameter terakreditasi 5 5 100% 2 Perlindungan dan konservasi sumber daya alam
Luas lahan yang dikonservasi dan pelaksanaan program kali bersih di tiap kecamatan
Kecamatan 1 2 100%
Luas lahan yang dikonservasi dan pelaksanaan program kali bersih di tiap kecamatan
M3 500 10.272,61 100%
Pilot Project kampung iklim (kampung Hijau di 7 kecamatan) Kampung hijau kecamatan 1 2 100% 3 Peningkatan edukasi dan komunikasi masyarakat di bidang lingkungan hidup
Jumlah peningkatan partisipasi aktif masyarakat terkait pelestarian lingkungan hidup
Persen 70% 70% 100%
Fasilitasi Peningkatan Nilai ADIPURA Poin 76 Tidak dinilai
0 Jumlah penghargaan Nasional maupun
lokal terkait pelestarian lingkungan hidup
Orang (mendapatkan penghargaan)
1 1 100%
Jumlah penghargaan Nasional maupun lokal terkait pelestarian lingkungan hidup
Sekolah 3 16 100%
Sumber : Laporan Perjanjian Kinerja Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang Selatan, 2021
Berdasarkan Tabel 3.6 menunjukan bahwa pencapaian 13 indikator, menunjukkan kinerja yang baik (capaian 100%). Dukungan output telah optimal dalam mendukung pencapaian target yang ditetapkan, dan uraian capaian kinerja program sampai dengan akhir tahun 2020 sebagai berikut:
a. Persentase penanganan terhadap pengaduan pencemaran dan perusakan lingkungan yang ditargetkan 78 bertambah menjadi 86 Titik pantau atau berhasil mencapai target sebesar 110%. hal ini menunjukkan adanya peningkatan persentase titik pantau selama tahun 2020 sebanyak 8 titik pantau.
b. Cakupan pembinaan dan pengawasan terhadap pelaksanaan izin lingkungan dan pengelolaan lingkungan sudah terealisasi sebesar 100% dari yang ditargetkan sebesar 100%. Begitupula untuk Pengendalian dan pengawasan terhadap B3 dan limbah B3 telah
sesuai dari yang ditargetkan, yaitu sebanyak 50 jumlah perusahaan berhasil diawasi, dan Optimalisasi fungsi analisis laboratorium lingkungan hidup sebanyak 30 Alat terkalibrasi. c. Kinerja yang dicapai pada indikator luas lahan yang dikonservasi dan pelaksanaan
program kali bersih berhasil mencapai target yang dilaksanakan di sejumlah Kecamatan, yaitu Situ Bungur (Kecamatan Ciputat Timur), Situ Kuru (Kecamatan Ciputat Timur) dan Situ Parigi (Kecamatan Pondok Aren), dan juga untuk kegiatan Pilot Project kampung iklim (Kampung hijau) berhasil dilaksanakan di sejumlah kecamatan, yaitu Kecamatan Serpong Utara dan Kecamatan Ciputat Timur berhasil mencapai target bahkan melampaui.
d. Jumlah peningkatan partisipasi aktif masyarakat terkait pelestarian lingkungan hidup, berhasil dilaksanakan sesuai target 100%. Berbeda halnya dengan Fasilitasi Peningkatan Nilai ADIPURA baru mencapai 73 poin Nilai Adipura dari yang ditargetkan 76 pada 2020 tidak ada penilaian, shingga untuk indikator ini tersisa 3 poin Nilai Adipura sampai akhir 2021.
Keberhasilan program-program tersebut diatas karena di dukung dari ketercapaian kegiatan-kegiatan sebagai berikut :
Tabel 3.7. Indikator Kegiatan Pendukung IKLH untuk Pencapaian Sasaran Strategis I
Program dan Kegiatan Indikator Kinerja Program (Outcome) dan Kegiatan (output)
Target Kinerja Program dan
Kegiatan Realisasi Program dan Kegiatan Program Pengendalian dan
Pencemaran Lingkungan
Hidup IKLH 50-60 55,51
1.Pengawasan Dokumen Ijin
Lingkungan Terlaksananya pembinaan dan pengawasan serta pelaksanaan ijin lingkungan dan pengelolaan lingkungan
Pengawasan terkait pengelolaan air limbah unit usaha industri 50 unit usaha, Pemantauan Kualitas Air Limbah Unit Usaha Industri 90 unit usaha, 1 dokumen Kajian Baku Mutu Lingkungan Untuk Air Limbah Rumah Sakit, Pengawasan unit usaha berbasis dokumen lingkungan 50 Dokumen, Monitoring dan evaluasi hasil pengawasan
Pengawasan terkait pengelolaan air limbah unit usaha industri 80 unit usaha, Pemantauan Kualitas Air Limbah Unit Usaha Industri 80 unit usaha, 2 dokumen Kajian Baku Mutu Lingkungan Untuk Air Limbah Rumah Sakit, Pengawasan unit usaha berbasis dokumen lingkungan 50 Dokumen, Monitoring dan evaluasi hasil pengawasan 2. Pembinaan dan
penegakkan hukum lingkungan hidup
Jumlah rekomendasi yang
dikeluarkan 7 rekomendasi Kasus lingkungan terselesaikan 6 rekomendasi kasus lingkungan terselesaikan 3. Pengendalian dan
Pengawasan Terhadap B3 dan Limbah B3
Jumlah perusahaan penghasil
limbah B3 yang diawasi 50 perusahaan 80 perusahaan Jumlah perusahaan yang
terawasi 50 perusahaan 80 perusahaan
4. Optimalisasi Fungsi Analisis Laboratorium Lingkungan
Jumlah alat laboratorium yang terakreditasi 50 alat terkalibrasi, pemeliharaan 10 alat laboratorium, 5 parameter terakreditasi 50 alat terkalibrasi, pemeliharaan 10 alat laboratorium, 5 parameter terakreditasi
Jumlah parameter yang terakreditasi 50 Alat terkalibrasi, pemeliharaan 10 alat laboratorium, pemeliharaan, 5 Parameter terakreditasi, Pemeliharaan dan Operasional 1 unit IPAL, Penanganan limbah B3 dan bahan kimia kadaluwarsa laboratorium
50 Alat terkalibrasi, pemeliharaan 10 alat laboratorium, pemeliharaan, 5 Parameter terakreditasi, Pemeliharaan dan Operasional 1 unit IPAL, Penanganan limbah B3 dan bahan kimia kadaluwarsa laboratorium 6. Pengawasan dan
pengendalian pencemaran Jumlah titik pantau terhadap pencemaran dan perusakan lingkungan
60 Titik pantau, 4 titik pantau TPA Cipeucang, 7 titik pemantauan kualitas udara ambient, 22 titik sumber emisi tidak bergerak
60 Titik pantau, 11 titik pantau TPA Cipeucang, 4 titik pemantauan kualitas udara ambient, 8 titik sumber emisi tidak bergerak
b. Luas Lahan yang
dikonservasi dan pelaksanaan program kali bersih di tiap
Program kali bersih di 1
Program dan Kegiatan Indikator Kinerja Program (Outcome) dan Kegiatan (output)
Target Kinerja Program dan Kegiatan
Realisasi Program dan Kegiatan
kecamatan 7. Fasilitasi Dokumen
AMDAL,UKL UPL dan SPPL, KLHS/RPPLH
Jumlah perusahaan yang terfasilitasi untuk penilaian
dokumen AMDAL, UKL UPL 12 perusahaan 135 perusahaan
Program Pengendalian dan Konservasi Sumber Daya Alam
Meningkatanya luas lahan
yang dikonservasi 7 kecamatan 2 kecamatan
1. Perlindungan dan
Konservasi Sumber Daya Luas Lahan yang dikonservasi 7 kecamatan (pembuatan lubang bipori dan sumur resapan)
- 2. Fasilitasi PROKLIM
(Program Perubahan Iklim)
Terlaksananya Pilot project kampung iklim (kampung hijau di 7 kecamatan)
Kampung hijau di 2 Kec (Setu
& Pamulang) 2 kecamatan
Program Peningkatan edukasi dan komunikasi masyarakat di bidang LH
Jumlah orang dan sekolah yang menerima
penghargaan pelestarian LH
1 orang, 3 sekolah 1 orang, 16 sekolah
1. Fasiitas Adiwiyata
Jumlah orang dan sekolah yang menerima penghargaan
pelestarian LH 1 orang, 3 sekolah 1 orang, 16 sekolah 2. Fasilitasi Peningkatan
ADIPURA Tercapainya nilai ADIPURA 75 -
3. Pemberdayaan Masyarakat Pedulli Lingkungan
Persentase partisipasi aktif masyarakat terkait pelestarian
LH 50% 70%
Faktor Pendorong:
a. Dinas Lingkungan Hidup menjalankan program pengendalian pencemaran dan perusakan lingkungan hidup.
b. masih sedikit akan adanya industri dan pencemaran udara yang tinggi. Karena pencemaran udara dihasilkan oleh penggunaan transportasi, sehingga pihak Dinas Lingkungan Hidup lebih mudah menurunkan angka pencemaran lingkungan hidup. c. Adanya Laboratorium pengujian kualitas air yang telah terakreditasi oleh KAN sehingga
meningkatkan validitas pemantauan kualitas air.
d. Saat kondisi musim penghujan mampu mempengaruhi kualitas air tanah permukaan e. Keberhasilan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) dalam mencapai target
memberikan dampak nyata untuk Kota Tangerang Selatan. Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang Selatan mampu mengendalikan pencemaran udara dan air, sehingga mempengaruhi kualitas udara dan air. Dampak yang lebih luas, dapat menjaga kesehatan masyarakat.
Faktor Penghambat:
a. pengotoran udara dari penggunaan transportasi pribadi dan adanya kendaraan yang tidak lolos uji emisi.
b. adanya truck – truck bahan galian C (tanah, pasir, dll) yang melewati jalur dalam Kota Tangerang Selatan.
c. kebiasaan dari sebagian besar masyarakat yang berada di pinggiran sungai masih membuang limbah domestiknya ke dalam sungai yang mengakibatkan kadar fecal coli, total coliform, BOD, COD dan fosfat melebihi baku mutu, hal ini sangat berperan dalam menurunkan kualitas air sungai.
d. Pencemaran air disebabkan oleh pembuangan limbah pencucian mobil, laundry, dan limbah rumah tangga yang dialirkan ke saluran drainase.
e. Adanya pencemaran pada sungai dan situ akibat dari limbah perusahaan.
f. kebijakan re-focusing anggaran untuk penanganan COVID-19 menyebabkan rasionalisasi beberapa kegiatan untuk mendukung kualitas air.
Tindak lanjut:
Tindaklanjut yang dapat dilakukan adalah secara rutin melakukan uji emisi udara ambien, uji emisi sumber tidak bergerak, uji emisi kendaraan bermotor termasuk kendaraan pribadi, uji kualitas air untuk melihat ambang batas pencemaran.
B. Indikator Kinerja : Rasio Taman memadai terhadap Luas RTH publik di Tangerang Selatan
Untuk mencapai indikator Rasio Taman memadai terhadap Luas RTH publik di Tangerang Selatan, Dinas Lingkungan Hidup melakukan 1 program, yaitu pengelolaan ruang terbuka hijau. Program tersebut sudah mencapai target.
Tabel 3.8. Capaian Program dalam Indikator Ruang Terbuka Hijau (RTH)
NO PROGRAM INDIKATOR SATUAN TAHUN 2020 CAPAIAN (%)
TARGET REALISASI 1
Pengelolaan RTH Jumlah RTH Publik yang dibangun dan ditingkatkan fungsinya
Kecamatan 7 1 14%
Persentase taman terpelihara Persen 100% 100% 100%
Persentase penanaman terhadap Ruang Terbuka Hijau yang harus ditanami
Km 1,3 1,77 136%
Sumber : Laporan Perjanjian Kinerja Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang Selatan, 2021
Berdasarkan Tabel 3.8 menunjukan bahwa pencapaian 3 indikator, menunjukkan kinerja yang baik. Dukungan output telah optimal dalam mendukung pencapaian target yang ditetapkan, dan uraian capaian kinerja program sampai dengan akhir tahun 2020.
a. kebijakan re-focusing anggaran untuk penanganan COVID-19 menyebabkan rasionalisasi beberapa kegiatan untuk mendukung jumlah RTH Publik yang dibangun dan ditingkatkan fungsinya hanya dapat direalisasikan pada satu kecamatan.
b. Persentase taman terpelihara sudah terealisasi sebesar 100% dari yang ditargetkan sebesar 100%. Begitupula dengan persentase penanaman terhadap Ruang Terbuka Hijau yang harus ditanami berhasil mencapai 1,77 Km atau 136% dari target 1,3 Km.
Upaya peningkatan luasan RTH Publik ini menjadi prioritas dalam RPJMD maupun Renstra, namun untuk mencapai target akhir RPJMD, tentu tidak lepas dari koordinasi lintas OPD, dimana Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertanahan yang berwenang dalam penyediaan lahan untuk RTHP.
Keberhasilan program-program tersebut diatas karena di dukung dari ketercapaian kegiatan-kegiatan sebagai berikut :
Tabel 3.9. Indikator Kegiatan Pendukung Capaian Sasaran Strategis I
Program dan Kegiatan (Outcome) dan Kegiatan (output) Indikator Kinerja Program Target Kinerja Program dan Kegiatan Realisasi Program dan Kegiatan Program Pengelolaan Ruang
Terbuka Hijau
Jumlah RTH publik yang dibangun dan ditingkatkan fungsinya
7 kecamatan 1 kecamatan
1. Penataan RTH Persentase penanaman terhadap
RTH yang harus ditanamai 100% 100%
2. Pemeliharaan Taman
Koridor Jalan Utama Persentase taman terpelihara 100% 100%
3. Pemeliharaan Taman Lingkungan
4. Penanaman Ruang Terbuka Hijau dan pemeliharaan Taman Keanekaragaman Hayati
Terlaksananya Penanaman Ruang Terbuka Hijau dan Pemeliharaan Taman Keanekaragaman Hayati
7 kecamatan 7 kecamatan
Faktor Pendorong:
Luasan taman terbangun dan terpelihara merupakan salah satu penyumbang luas RTH di kota
Tangerang Selatan, luasan ini belum termasuk jalur hijau kampung/taman
perumahan/kebun2/bantaran sungai/bantaran kereta api/dll.. Luasan RTH sampai dengan tahun 2019 yaitu :
No Jenis RTH Luas
(m²) Ha
1 Taman dan RTH Terbangun 2009 s.d 2019 158.004 15,80 2 Luas Taman Koridor Jalan Utama Terpelihara 38.174 3,82 3 Luas Taman Lingkungan Terpelihara 58.044 5,80 Total taman terbangun dan terpelihara 254.223 25,42
Faktor Penghambat:
a. kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga fasilitas di taman – taman yang ada. b. pandemi COVID-19 sehingga terjadi rasionalisasi anggaran di semua kegiatan. Hal ini
berdampak pada rencana pembangunan RTHP semula 7 kecamatan hanya bisa terbangun 1 kecamatan. .
Tindak lanjut:
Tindaklanjut yang dilakukan adalah pengecekan rutin taman – taman secara berkala, sehingga dapat diketahui fasilitas mana yang rusak dan perlu diperbaiki dan perlunya edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya RTH.