BAB III AKUNTABILITAS KINERJA
B. Analisis Capaian Kinerja
5. Sasaran Strategis 5: Terwujudnya Kerja Sama Internasional yang
Nilai sasaran ini didukung oleh 2 (satu) Indikator Kinerja, yaitu Persentase Dokumen yang Diterima/Ditindaklanjuti dalam Kerangka Kerja Sama dan Rasio jumlah pemberitaan yang negatif dibanding total pemberitaan tentang KKP, dengan penjelasan capaian sebagai berikut:
Indikator Kinerja 7 (tujuh) : Persentase Dokumen yang Diterima/Ditindaklanjuti dalam Kerangka Kerja Sama
Peran vital yang diamanatkan oleh Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 6/PERMEN-KP/2017 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kelautan dan Perikanan kepada Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat dan berdasarkan hasil capaian kerja sama di tahun 2016, berimplikasi pada perubahan IKU yang semula “Jumlah Dokumen Kerja Sama yang Telah Diimplementasikan”
menjadi “Persentase Dokumen yang Diterima/Ditindaklanjuti dalam Kerangka Kerja Sama”. Perubahan IKU ini juga didasarkan atas keinginan Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat untuk ikut terlibat aktif dalam pencapaian IKU KKP dan pencapaian program prioritas KKP di tahun 2017. Tentu saja keterlibatan ini dilakukan melalui penjajakan kerja sama, menindaklanjuti kerja sama yang telah disepakati, dan melakukan monitoring implementasi kerja sama sesuai dengan tugas baru yang diamanatkan kepada Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat.
Capaian atas IKU Persentase Dokumen yang Diterima/Ditindaklanjuti dalam Kerangka Kerja Sama dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
43
Laporan Kinerja Sekretariat Jenderal Tahun 2017 Tabel 3.8Capaian Indikator Kinerja 7
2016 2017 2019 Perbandingan
Realisasi 2017 dengan Target
2019 Target Realisasi Capaian Target Realisasi Capaian Target
Persentase Dokumen yang Diterima /Ditindaklanjuti dalam Kerangka Kerja Sama
Indikator Baru Tahun 2017 80% 126,4% 158% 85% 148,71%
Capaian masing-masing Bagian Kerja Sama Bilateral, Kerja Sama Regional dan Multilateral, serta Kerja Sama Antar Lembaga tahun 2017 dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 3.9
Capaian Bagian Kerja Sama Tahun 2017
No Bagian
Subbagian Kerja Sama Asia dan Pasifik 10 10 100,0%
Subbagian Kerja Sama Afrika dan Timur Tengah
2 2 100,0%
2 Kerja Sama Regional dan Multilateral 19 40 198,1%
Subbagian Kerja Sama Regional 7 12 171,4%
Subbagian Kerja Sama Intrakawasan 5 11 180,0%
Subbagian Kerja Sama PBB 7 17 242,9%
3 Kerja Sama Antarlembaga 19 15 78,9%
Subbagian Kerja Sama Lembaga Pemerintah
9 7 77,8%
Subbagian Kerja Sama Lembaga NonPemerintah
10 8 80,0%
Capaian Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
126,4%
44
Laporan Kinerja Sekretariat Jenderal Tahun 2017 Gambar 3.9Persentase Capaian Tahun 2017 IKU Persentase Dokumen yang Diterima/Ditindaklanjuti dalam Kerangka Kerja Sama
Capaian pada tahun 2017 tidak dapat dibandingkan dengan capaian tahun 2016 karena merupakan IKU baru yang dibentuk dari 3 IKU di level III Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat dengan karakteristik masing-masing sebagai berikut.
1. Kerja Sama Bilateral: Persentase capaian kerja sama bilateral dilakukan melalui capaian/kegiatan yang dilakukan di triwulan berjalan (sebagai bentuk tindak lanjut atas dokumen kerja sama yang masih berlangsung) terhadap hasil inventarisasi dokumen kerja sama yang masih aktif. Khusus untuk kerja sama bilateral, terdapat beberapa catatan dalam rangka pelaksanaan verifikasi capaian di tahun 2017. Catatan tersebut antara lain:
a. Sebagai catatan atas capaian di tahun sebelumnya dan hasil pertemuan internal lingkup Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat, capaian/kegiatan yang diverifikasi hanya akan dilakukan jika terdapat dokumen kerja sama yang telah ditandatangani (aktif).
b. Dokumen kerja sama aktif yang telah menjadi capaian pada triwulan sebelumnya tidak akan dihitung kembali pada triwulan berikutnya, namun akan tetap dilakukan pembaruan kegiatan sebagai bentuk tindak lanjut atas dokumen kerja sama yang telah ditandatangani (masih aktif) tersebut.
0 20 40 60 80 100 120 140 160 180 200
Bilateral Mulilateral Antar Lembaga
Target Realisasi
45
Laporan Kinerja Sekretariat Jenderal Tahun 2017c. Dokumen kerja sama yang telah disepakati pada triwulan berjalan secara otomatis menjadi tambahan atas dokumen kerja sama aktif yang telah dilakukan inventarisasi sehingga jumlah dokumen kerja sama aktif akan berbeda di setiap triwulan tergantung jumlah dokumen kerja sama yang habis masa berlakunya dan jumlah dokumen kerja sama yang baru ditandatangani.
Jika pada kerja sama antarlembaga perbandingan kerja sama yang dilakukan hanya terhadap dokumen Kesepakatan Bersama yang ditandatangani pada kurun waktu tahun berjalan, maka untuk kerja sama bilateral tidak dilakukan hal yang serupa karena terlalu riskan akibat proses koordinasinya berlangsung lama dan harus ditempuh melalui Kementerian Luar Negeri masing-masing negara mitra. Oleh karena itu pada kerja sama bilateral dilakukan dengan melakukan inventarisasi dokumen kerja sama yang masih aktif hingga triwulan berjalan di tahun 2017.
2. Kerja Sama Regional dan Multilateral = Jika kerja sama bilateral dan kerja sama antarlembaga capaiannya dihitung melalui jumlah dokumen kerja sama yang ditindaklanjuti, maka untuk kerja sama regional dan multilateral dihitung melalui persentase dokumen kertas posisi RI/proposal/usulan yang diterima oleh forum internasional.
Persentase capaian kerja sama regional dan multilateral dilakukan melalui persentase jumlah keterlibatan dalam forum internasional selama triwulan berjalan terhadap target forum internasional yang akan diikuti selama 1 tahun berjalan. Sebagai catatan atas capaian di tahun sebelumnya.
3. Kerja Sama Antarlembaga = Dokumen Kesepakatan Bersama (KB) yang telah ditindaklanjuti ditandai dengan adanya Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang biasanya dilakukan oleh Unit Eselon I terkait. Sehingga pada IKU ini, untuk kerja sama antarlembaga, verifikasi dokumen dilakukan melalui persentase jumlah dokumen PKS yang ditandatangani terhadap jumlah dokumen KB yang telah ditandatangani.
Capaian pada tahun 2017 adalah 28 dokumen yang diterima/ditindaklanjuti dengan persentasenya sebesar 126,4%. Pendorong keberhasilan yaitu:
46
Laporan Kinerja Sekretariat Jenderal Tahun 20171. Pembinaan yang efektif. Pejabat pimpinan tinggi dan pejabat administrasi di BKSH melaksanakan pengorganisasian, pendelegasian wewenang dan pembinaan yang efektif yang meningkatkan profesionalisme kerja disertai dengan pengawasan melekat sehingga menghasilkan kreativitas dan atmosfer yang meningkatkan gairah berkarya. Proses ini juga terbukti meningkatkan kinerja, semangat, ketekunan, kedisiplinan, serta menjadi inspirasi dan menjadi energi positif bagi seluruh jajaran BKSH diantaranya dalam koordinasi, penjajakan kerja sama, pelaksanaan tindak lanjut dari dokumen kerja sama yang disepakati dan pelaksanaan monitoring atas implementasi kerja sama,
2. Motivasi internal yang kuat dari jajaran BKSH yaitu pejabat administrasi dan staf untuk bekerja keras, berdisiplin, berimprovisasi, berkreasi dan mengartikulasikan setap tugas yang diterimanya agar memberikan hasil terbaik (sebagai hasil proses manajerial yang prima). Hal ini diantaranya tercermin dari kemampuan menjalankan koordinasi secara berkala dengan unit kerja terkait di lingkup KKP. Selain itu kematangan pengalaman turut mendukung keberhasilan kinerja pada ini.
3. Dalam kerja sama bilateral atau kegiatan dalam kerangka hubungan bilateral, bisa dikatakan bahwa semua kegiatan tersebut diawali dari diterimanya undangan baik dari pihak internal KKP sendiri dan dari luar KKP.
Hal ini menunjukkan bahwa posisi atau keberadaan BKSH sebagai instansi koordinator kegiatan kerja sama bilateral di KKP amat penting dan strategis sehingga selalu dilibatkan dalam kegiatan hubungan bilateral antara Indonesia dan Negara sahabat dalam bidang kelautan dan perikanan. Selain itu, kondisi ini mencerminkan bahwa BKSH mendapat amanah atau kepercayaan dari unit kerja lain di lingkungan KKP maupun luar KKP untuk mengawal, memfasilitasi, menjaga, memperjuangkan dan, jika diperlukan, memberi masukan (yang dianggap harus disampaikan) atas isu-isu dalam forum hubungan bilateral. Dengan demikian, pada tahun 2017 BKSH sukses melaksanakan salah satu peranannya yang dikenal di KKP yaitu “diplomat”
KKP.
4. Untuk Kerja Sama Multilateral yang dikelola oleh Bagian Kerja Sama Multilateral, selama Oktober sampai dengan Desember 2017 telah dihasilkan 10 dokumen kerja sama yang diterima/ditindaklanjuti.
Dokumen-47
Laporan Kinerja Sekretariat Jenderal Tahun 2017dokumen tersebut berasal dari 1 dokumen kerja sama regional, 4 dokumen kerja sama intrakawasan dan 5 dokumen kerja sama Perserikatan Bangsa-Bangsa. Tidak berbeda jauh dari kerja sama bilateral, kegiatan-kegiatan diawali dari menanggapi undangan kegiatan multilateral yaitu dengan menghadirinya. Yang menghadiri undangan tersebut diantaranya adalah Menteri Kelautan dan Perikanan dan pejabat tinggi pratama KKP. Pada tiap kegiatan tersebut, BKSH selalu dimintai dokumen pendukung untuk melengkapi perjuangan diplomasi KKP di tingkat multilateral. Oleh karena itu, terlihat jelas besarnya kepercayaan untuk BKSH mulai dari pimpinan tertinggi KKP dalam mendukung kegiatan multilateral KKP dalam bentuk penyiapan dokumen pendukung. Selain itu, BKSH dipercaya sebagai lumbung informasi yang lengkap terpercaya untuk isu-isu terkait dengan kegiatan multilateral dalam bidang kelautan dan perikanan yang diandalkan dukungan pemikiran tertulisnya. Bahkan pada salah satu kegiatan multilateral yang diselenggarakan FAO di Republik Rakyat Tiongkok, pihak penyelenggara memberikan dukungan finansial dalam rangka menghadirkan delegasi dari BKSH. Ini tentu saja merupakan salah satu capaian yang bisa dibanggakan BKSH. Dengan demikian, implikasi positif atas kinerja BKSH untuk kondisi ini adalah terlampauinya salah satu target BKSH pada IKU persentase Dokumen yang diterima/ditindaklanjuti dalam Kerangka Kerja Sama.
5. Terkait dengan kerja sama antarlembaga, pada tahun 2017 persentase dokumen kerja sama yang diterima/ditindaklanjuti adalah sebesar 72,7% dan ketika dibandingkan dengan jumlah dokumen yang disepakati maka diketahui tidak mencapai target yang ditetapkan yaitu 80%. Hal ini disebabkan oleh Bidang Kerja Sama Antarlembaga lebih terfokus pada dan lebih banyak dibebani tugas pelayanan konstruksi dokumen kerja sama antarlembaga dalam negeri untuk disepakati dimana sifat pelayanan dan pekerjaan ini sangat menguras waktu, pikiran dan tenaga karena nilai strategisnya dan politisnya.
48
Laporan Kinerja Sekretariat Jenderal Tahun 2017Indikator Kinerja 8 (delapan) : Rasio Jumlah Pemberitaan yang Negatif Dibanding Total Pemberitaan Tentang KKP
Jumlah pemberitaan yang negatif merupakan jumlah pemberitaan tentang KKP yang dimuat di media massa baik lokal maupun internasional. Sesuai Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor: NOMOR 44/PERMEN-KP/2016 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Kehumasan di Lingkungan KKP, dan peraturan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi dan memberikan arah dalam melaksanakan kehumasan yang dilakukan oleh unit kehumasan di lingkungan Kementerian agar mampu berperan sebagai media komunikasi dan pemberi informasi terhadap berbagai arah kebijakan dan keberhasilan Kementerian secara profesional, objektif, bermoral, efisien, transparan, dan akuntabel serta pemberian pelayanan berkualitas.
Dalam pelaksanaan pembangunan kelautan dan perikanan, keberadaan pemberitaan yang negatif dibanding total pemberitaan KKP di harapkan mampu memberikan gambaran secara menyeluruh terwujudnya citra positif KKP di masyarakat.
Prestasi untuk sasaran ini yang indikatornya adalah Rasio jumlah pemberitaan yang negatif dibanding total pemberitaan tentang KKP dapat dilihat sebagaimana tabel berikut :
Tabel 3.10
Capaian Indikator Kinerja 8
2016 2017 Perbandingan
Capaian 2017 dengan Capaian 2016
2019 Perbandingan Realisasi 2017 dengan
Target 2019 Target Realisasi Capaian Target Realisasi Capaian Target
Rasio jumlah pemberitaan yang negatif dibanding total pemberitaan tentang KKP
<10 1,6 120% <8 2,67 120% 100% <10 120%
49
Laporan Kinerja Sekretariat Jenderal Tahun 2017Hasil rekap sentimen pemberitaan KKP selama tahun 2017 dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Tabel 3.11 Tone Pemberitaan KKP pada Tahun 2017
Total pemberitaan mengenai Kementerian Kelautan dan Perikanan pada media cetak dan online untuk periode Januari – Desember 2017 sebanyak 9839 artikel terdiri dari 6204 media cetak dan 3635 media online. Jumlah pemberitaan media cetak dan online pada periode Januari - Desember 2017 terpantau paling tinggi pada bulan Maret 2017 dengan 1122 artikel, sebagian besar mengenai isu PRL, DJPT, PDSPKP, Sekjen, DJPB, PSDKP, Tol Laut, BKIPM, TNI AL, BAKAMLA, BRSDMKP dan POLAIR. Media share sepanjang tahun 2017 dapat dilihat pada grafik berikut.
Gambar 3.10 Media Share Tahun 2017
Twitter 75%
Media Cetak 14%
Media Online 8%
Televisi 3%
Media Share Tahun 2017
Twitter Media Cetak Media Online Televisi
No Pemberitaan Jumlah
1 Positif 4.529
2 Netral 5.878
3 Negatif 286
Total 10.693
% Capaian 2,67%
50
Laporan Kinerja Sekretariat Jenderal Tahun 2017Daftar media cetak dan online yang melakukan pemberitaan mengenai KKP sepanjang tahun 2017 dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 3.12
Daftar Media Cetak dan Online yang Melakukan Pemberitaan tentang KKP
Media Total artikel Media Total artikel
Kompas 936 Warta Kota 121
Bisnis Indonesia 631 Beritasatu 119
Media Indonesia 521 vivanews.com 100
Rakyat Merdeka 477 beritatrans.com 96
Investor Daily Indonesia 466 Suara Pembaruan 62
Detikcom 459 iqplus.info 54
liputan6com 331 Majalah Tempo 44
Koran Tempo 327 Suara Merdeka 33
Pikiran Rakyat 322 thejakartapost.com 25
Harian Kontan 307 Sindo Weekly 23
okezonecom 306 Tabloid Sinartani 22
koran jakarta 306 jurnalnasional.com 20
metrotvnews.com 304 Tabloid Kontan 14
wartaekonomi.co.id 292 Bali Pos 13
Antaranewscom / LKBN Antara 290 Tabloid AgroIndonesia 11
Indo Pos 290 rappler.com 7
jpnn.com 278 Kedaulatan Rakyat 5
Harian Ekonomi Neraca 276 Bali Post 5
Republika 256 Gatra 3
The Jakarta Post 228 Channelnewsasiacom 3
merdeka.com 224 The New York Times 2
Jawa Pos 204 Analisa 2
inilah.com 185 NatGeo Traveler 2
kompascom 183 jakartaglobe.com 2
Rakyat Merdeka Online 178 Bloombergcom 1
investorindonesia.com 174 BBC Online 1
Harian Seputar Indonesia 171 The Asian Wallstreet Journal 1
Pos Kota 125 rri.co.id 1
Grand Total 9839
Media Total artikel Media Total artikel
Kompas 936 Warta Kota 121
Bisnis Indonesia 631 Beritasatu 119
Media Indonesia 521 vivanews.com 100
Rakyat Merdeka 477 beritatrans.com 96
Investor Daily Indonesia 466 Suara Pembaruan 62
Detikcom 459 iqplus.info 54
liputan6com 331 Majalah Tempo 44
Koran Tempo 327 Suara Merdeka 33
Pikiran Rakyat 322 thejakartapost.com 25
Harian Kontan 307 Sindo Weekly 23
okezonecom 306 Tabloid Sinartani 22
koran jakarta 306 jurnalnasional.com 20
metrotvnews.com 304 Tabloid Kontan 14
wartaekonomi.co.id 292 Bali Pos 13
Antaranewscom / LKBN Antara 290 Tabloid AgroIndonesia 11
Indo Pos 290 rappler.com 7
jpnn.com 278 Kedaulatan Rakyat 5
Harian Ekonomi Neraca 276 Bali Post 5
Republika 256 Gatra 3
The Jakarta Post 228 Channelnewsasiacom 3
merdeka.com 224 The New York Times 2
Jawa Pos 204 Analisa 2
inilah.com 185 NatGeo Traveler 2
kompascom 183 jakartaglobe.com 2
Rakyat Merdeka Online 178 Bloombergcom 1
investorindonesia.com 174 BBC Online 1
Harian Seputar Indonesia 171 The Asian Wallstreet Journal 1
Pos Kota 125 rri.co.id 1
Grand Total 9839
51
Laporan Kinerja Sekretariat Jenderal Tahun 2017Sepanjang tahun 2017 terdapat 3 (tiga) isu besar yang kerap diberitakan oleh media cetak dan online. Ketiga isu besar tersebut, yaitu:
1. Isu Pengelolaan Ruang Laut (PRL) cukup tinggi diantaranya mengenai Kelangkaan garam mengakibatkan petani di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, kewalahan memenuhi pesanan dari pembeli. Garam hasil produksi petani tidak sempat disimpan sehingga kondisi gudang kosong. Petani garam di Desa Tambak Cemandi, Kecamatan Sedati. Kabupaten Sidoarjo, Jayadi (63), mengatakan, "Umur garam itu hanya empat hari dari seharusnya 7-14 hari masa kristalisasi. Namun, karena hujan tiba-tiba turun, pekerja di tambak langsung memungut garam dalam kondisi seadanya untuk menghindari gagal panen"
(Garam di Sidoarjo Diserbu Pembeli, Kompas, Hal. 21, 01 Agustus 2017);
2. Isu Setjen KKP (Sekretariat Jenderal) merupakan salah satu isu yang banyak di muat media diantaranya mengenai, Gebrakan Indonesia memberantas penangkapan ikan ilegal yang merusak lingkungan dan merugikan Nelayan kecil mendapat apresiasi dari komunitas internasional. Usai membuka data sistem pemantauan kapal (vessel Monitoring system/VMS) melalui platform Global fishing Watch yang tengah dikembangkan oceana, SkyTruth, dan Google. Susi Pudjiastuti, Menteri Perikanan Dan Kelautan, Mengatakan "Mereka akan takut karena laut Indonesia sudah diawasi,". (Pengakuan Dunia untuk Indonesia, Kompas, Hal. 2, 11 Juni 2017);
3. Pemberitaan mengenai Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT) salah satu isu yang cukup banyak dimuat media diantaranya mengenai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mulai membagikan Alat Tangkap pengganti Cantrang dan sejenisnya. Hingga Juni, sekitar 8.000 Alat Tangkap diselesaikan dan digunakan untuk mengganti Alat Tangkap pukat tarik dan pukat hela untuk kapal Nelayan berukuran di bawah 10 gross ton. Sjarief Widjaja, Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP, mengatakan hal itu pada akhir pekan lalu di Jakarta. (Bantuan Alat Tangkap Mulai Dibagikan, Kompas, Hal. 14, 27 Juni 2017).
Capaian pada tahun 2017 sebesar 2,67% telah jauh melampaui target tahun 2017 yang telah ditentukan (<8%). Adapun pendorong keberhasilan pada tahun
52
Laporan Kinerja Sekretariat Jenderal Tahun 20172017, yaitu publikasi tentang kegiatan dan capaian seluruh Unit Eselon I yang dilakukan melalui berbagai media.
6. Sasaran Strategis 6: Tersedianya Kebijakan Pembangunan Lingkup