4. Bagi sekolah
2.2 ScrapBook
pertaliannya denganl metode lbelajar, 7) karenal itu, sebagail tindakan loperasional.
Menurut Gerlachl dan Elyl dalam (lRosnelli, 2015:57l) adapun ciril-ciri medial pembelajaran lyaitu: 1) ciril fiksatif yaitul menggambarkan medial merekam,
lmenyimpan, melestarikan, danl merekonstruksi suatul peristiwa ataul objek, 2l) ciri manipulatifl yakni memungkinkanl media mentransformasikanl suatu kejadianl atau
lobjek, 3) ciril distributive inil memungkinkan suatul objek ataul kejadian ditransportasikanl melalui lruang, dan secaral bersamaan kejadianl tersebut disajikanl tersebut disajikanl kepada sejumlahl besar siswal dengan stimulusl pengalaman yangl relative samal dengan kejadianl itu.
Menurut Arsyadl dalam (lSalahuddin, 2016:116l) menyatakan bahwal ciri-ciril media antaral lain : 1l) ciri fiksatifl yakni menggambarkanl kemampuan merekaml dan sebagainyal seperti lfotografi, video ltipe, disket computerl dan lfilm, 2) ciril manipulative yaitul transformasi suatul kejadian ataul obyek dimungkinkanl karena memilikil ciri manipulativel seperti misalnyal bagaimana prosesl larva menjadil kepompong kemudianl menjadi kupul-kupu dapatl dipercepat denganl teknik rekamanl fotografi, 3l) ciri distributivel adalah medial memungkinkan suatul obyek ataul kejadian ditransformasikanl melalui ruangl dan secaral bersamaan kejadianl tersebut disajikanl berdasarkan ciril-ciri ltertentu.
namunl tampilan scrapbook dibuatl lebih menarikl dan lmoderen. Scrapbook juga disebutl sebagai albuml untuk penyimpananl berbagai dokumentasil moment pentingl dalam kehidupanl seseorang. Medial scrapbook tergolong kedalaml jenis medial visual. lVisual, merupakan medial yang hanyal melibatkan inderal penglihatan, antaral lain medial cetak, lprototipe, serta medial realitas. Berdasarkanl pendapat menurutl ahli diatasl dapat disimpulkanl bahwa scrapbookl merupakan medial yang dibuatl dari bahanl guntingan ataul potongan berupal gambar maupunl foto danl diaplikasikan dil atas medial kertas. scrapbook tidakl hanya terdiril dari fotol atau gambarl saja, namunl juga terdapatl tulisan sebagail keterangan untukl memperjelas. scrapbook dapatl diartikan jugal sebagai bukul tempel yangl berisikan gambarl-gambar daril foto.
Menurutl Putri dalam scrapbook biasanyal digunakan untukl membuat albuml kenangan yangl memuat bukanl hanya fotol akan tetapil berbentuk klipingl atau catatanl penting yangl berhubungan denganl moment lpenting. scrapbook dapat dibuatl dengan handmadel atau seringl disebut denganl buatan ltangan, yang memungkinkanl dapat menyesuaikanl tema yangl diinginkan. scrapbook biasanyal dibuat untukl menyimpan memoril pengalaman berkesanl dalam hidupl seseorang, yangl isinya terdapatl tempelan fotol-foto ataul gambar hinggal tulisan. Senil ini dapatl dibuat sesuail selera sendiril yakni denganl menyatu padukanl tulisan, warnal dan hiasanl tertentu. Karyal unik inil mampu menarikl perhatian bagil anak-anakl maupun orangl dewasa karenal kelebihannya yangl indah secaral visual.
2.2.2 Fungsi dan Manfaat Scrapbook
Scrapbook memiliki bentukl media yangl unik sehinggal menyegarkan matal bila ldipandang, fungsi danl manfaat medial scrapbook terletakl pada beberapal kelebihan yangl dimiliki medial tersebut lyakni, menarik, scrapbook disusunl dari beragaml foto, lgambar, catatan lpenting, dan lainnyal pada beberapal hiasan.
Sehinggal tampilannya akanl terlihat indahl dan lmenarik. Bersifat realistisl dalam menjukkanl pokok lpembahasan, dengan scrapbook, kital dapat menyajikanl sebuah objekl yang terlihatl nyata melaluil gambar ataul foto. Sebabl foto bisal memberikan detaill pada bentukl gambar apal adanya, denganl begitu kital bisa lebihl gampang tahul dan mengingatnyal secra lebihl baik. Bisal mengatasi keterbatasanl waktu danl ruang, medial scrapbook yang dimanal solusi mengenail banyaknya peristiwal atau objekl yang sulitl secara langsungl disajikan danl sulit ldiulang. Mudah ldibuat, cara pembuatanl scrapbook tidaklah lsulit. Kita harusl mampu menyusunl dan memadul padankan antaral gambar, lcatatan, dan hiasanl sedemikian rupal (sederhana).
Sehingga anakl-anak maupunl orang dewasal akan mampul membuat scrapbookl sendiri. Bahanl-bahan yangl diperlukan dalaml pembuatan scrapbookl mudah dil dapatkan. Karenal kita bisal menggunakan barangl-barang yangl sudah tidakl terpakai ataul barang lbekas. Bahkan saatl ini sudahl tersedia bahanl khusus untukl membuat lscrapbook. Scrapbook dapatl dibuat ataul didesain sesuail keinginan
lpembuatnya. Misalnya lgambar, foto, lcatatan, warna, ltulisan, dan lainl sebagainya.(
Idal Rosihah andl Aan Subhanl Pamungkas, Jurnall Madrasah lIbtidaiyah, Vol. 4l No.
1l (October 2018l), h. l1405.) Media yangl 20 tahunl lalu berkembangl di lAmerika, kini telahl berkembang hampirl di seluruhl negara dil dunia sertal memiliki fungsil dan manfaatl dalam beberapal bentuk diantaranyal scrapbook biasal dipakai untukl kado ulangl tahun, fotol album, maharl pernikahan, danl sebagai medial pembelajaran.
Perkembanganl ilmu pengetahuanl menuntut untukl menciptakan sesuatul yang barul khususnya medial yang digunakanl dalam prosesl belajar mengajarl seperti medial scrapbook.
2.2.3 Karakteristik Scrapbook
Seiring Menurut Damayanti (2017) Terdapat beberapa karakteristik media scrapbook yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran, yaitu sebagai berikut:
a) Data yang dimasukkan dalam scrapbook harus fokus pada pokok pembahasan atau materi yang diajarkan.
b) Tema harus sesuai dengan tujuan pembelajaran.
c) Berbentuk buku.
d) Tidak terlalu banyak hiasan, karena tujuan utamanya adalah sebagai media dalam pembelajaran
2.2.3 Kelebihan dan kekurangan Scrapbook
Menurut Nurdiana & Murjainah (2018) media Scrapbook memiliki beberapa kelebihan, yaitu:
a) Scrapbook mengatasi batasan ruang dan waktu;
b) Sifat konkrit dan lebih relistis menunjukkan pokok dari permasalahan yang dibahas;
c) Scrapbook Mencerminkan keunikan dari pemikiran hidup maupun aktivitas dari penulisnya;
d) Scrapbook dapat mengatasi keterbatasan dari pengamatan kita;
e) Bahan-bahan membuat scrapbook mudah didapat dan tanpa menggunakan peralatan khusus.
Menurut Nurdiana & Murjainah (2018) scrapbook memiliki beberapa kekurangan, yaitu :
a). Keterbatasan sumber dan keterampilan atau keahlian untuk dapat memanfaatkannya. Gambar dalam media scrapbook yang terlalu kompleks kurang efektif untuk kegiatan pembelajaran;
b). Hanya menekankan pada persepsi indera mata
c).Memerlukan waktu yang lumayan lama dalam pembuatan scrapbook.
Menurut Satrianawati (2018) media by design memiliki beberapa kelebihan dan kelemahan.
Kelebihan antara lain :
1. Sesuai dengan tujuan pembelajaran yang diingkan karena scrapbook dibuat berdasarkan rancangan individu atau dibuat sendiri.
2. Menumbuhkan kreatifitas: mampu membuat karya imajinatif dan mewujudkan ide-ide dalam menciptakan media pembelajaran.
3. Kebanggan institusi/personil: karena dengan banyaknya media pembelajaran yang dirancang sendiri oleh individu tersebut akan dapat membawa nama harum suatu instansi.
Disamping memiliki kelebihan, adapun juga Kekurangannya antara lain :
1. Menggunakan waktu yang lama, sesuai dengan kerumitan yang dibuat.
2. Menggunakan biaya yang tak sedikit
3. Menggunakan tenaga serta dituntut untuk berfikir keras agar dapat membuat media sesuai Harapan.
Adapun kelebihan yang dimiliki oleh media scrapbook diantaranya yaitu:
1) Scrapbook mencerminkan keunikan dari pemikiran pembuatnya.
2) Sifatya konkret dan lebih realitas karena menggunakan media visual foto.
3) Media scrapbook dapat mengatasi permasalahan ruang dan waktu.
4) Media scrapbook mengatasi keterbatasan pengamatan kita mengenai hal-hal yang sulit ditangkap oleh panca indra.
5) Bahan pembuatan scrapbook mudah ditemukan dan bahan yang digunakan pun aman. (Yukeu Haryanve, dkk., 2015:4),
Selain itu, media scrapbook ini juga memiliki kelemahan dalam penggunaannya, yakni:
1. Menekankan pada penggunaan indra penglihatan.
2. Gambar yang disajikan terlalu kompleks sehingga kurang efektif.
3. Pembuatan media scrapbook memerlukan waktu yang cukup lama.
4. Keterbatasan sumber dan keterampilan kejelian untuk dapat memanfaatkannya. (Ibid)
2.2.4 Langkah-Langkah Penggunaan Media Scrapbook
Saat proses konseling berlangsung, penggunaan media scrapbook sebagai berikut:
a. Konselor menyampaikan tujuan konseling yang menggunakan terapi expressive writing dan media scrapbook.
b. Konselor menjelaskan proses apa saja yang akan dilalui oleh konseli selama konseling berlangsung.
c. Setelah melakukan sesi konseling, konselor mengajak konseli untuk merelaksasikan diri agar lebih tenang.
d. Selesai relaksasi, konselor memberi kesempatan konseli untuk menulis di media kertas yang telah disediakan.
e. Setelah konseli menulis, konselor mengarahkan agar konseli menyimpan tulisannya di scrapbook.( Dzul Faridah Arini 2021:32)