BOGOR
2007
2005/2006 PESERTA FEEDING PROGRAM
MARYAM RAZAK
Tesis
sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Magister Sains pada
Program Studi Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga
SEKOLAH PASCASARJANA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BOGOR
2007
Program
Nama : Maryam Razak
NRP : A551040081
Disetujui
Komisi Pembimbing
Dr. Ir. Budi Setiawan, MS Dr. Ir. Sri Anna Marliyati, MSi Ketua Anggota
Diketahui
Ketua Program Studi Gizi Masyarakat Dekan Sekolah Pascasarjana dan Sumberdaya Keluarga
Prof. Dr. Ir. Ali Khomsan, MS Prof. Dr. Ir. Khairil Anwar Notodiputro, MS
dan karunia-Nya serta shalawat dan salam tercurah selalu pada junjungan Nabi Muhammad SAW sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan tesis ini dengan baik. Penulis menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang tak terhingga kepada :
1. Dr. Ir. Budi Setiawan, MS, sebagai ketua komisi pembimbing Dr. Ir. Sri Anna Marliyati, MSi sebagai anggota komisi pembimbing yang telah banyak memberikan bimbingan dan arahan selama penelitian sejak persiapan sampai tersusunnya tesis ini.
2. Dr. Ir. Siti Madanijah, MS sebagai penguji luar komisi atas masukannya dalam penulisan tesis ini.
3. Dekan Sekolah Pascasarjana IPB beserta staf administrasi dan staf pengajar, khususnya Program Studi Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga atas bekal materi pelajaran dan pelayanan akademik yang diberikan selama penulis menempuh pendidikan di IPB.
4. Seafast Center IPB dan Departemen GMSK yang mengijinkan untuk dapat
melakukan penelitian pada Feeding Program dan memberi bantuan selama pelaksanaan penelitian.
5. Direktur dan Ketua Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Makassar yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk mengikuti pendidikan Magister di IPB serta rekan-rekan sejawat di Jurusan Gizi yang selalu memberi semangat untuk segera menyelesaikan studi.
6. Departemen Kesehatan RI yang memberi bantuan biaya pendidikan (Gudosin).
7. Teman-teman GMK 2004 Pak Edi, Lely, Uli, Fia, Inne dan Anna dan teman-teman GMK 2005 teh Nok, Ely dan Nita. Adik-adik di GMSK Maning, Yudith, Juli, Asti, Udhin, Joel dan Aris yang sangat membantu saat pengambilan data. Nung, Atid, Eno dan Widi yang selalu bersedia memberi bantuan saat pengolahan data, juga Bu Indani dan keluarga serta Bu Hj. Mukhtar dan keluarga.
8. Penghargaan dan terima kasih yang tulus ikhlas terutama kepada Ibunda tercinta Hj. Halidjah dan Ayahanda tercinta H. Abd. Razak Djama (almarhum), kakak-kakak, adik dan suami tercinta serta seluruh keluarga atas limpahan kasih sayang, doa, dukungan dan semangat yang selalu diberikan selama ini.
Terima kasih banyak kepada semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu atas doa dan dukungan yang telah diberikan selama perkuliahan sampai penyelesaian studi ini.
Semoga karya ilmiah ini dapat bermanfaat.
Bogor, Agustus 2007
Dengan ini saya menyatakan bahwa tesis Perubahan Pola Konsumsi dan Status Gizi Mahasiswa Putra dan Putri TPB IPB Tahun 2005/2006 Peserta Feeding Program adalah karya saya sendiri dengan arahan pembimbing dan belum diajukan dalam bentuk apa pun kepada perguruan tinggi manapun. Sumber informasi yang berasal atau dikutip dari karya yang diterbitkan maupun tidak diterbitkan dari penulis lain telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam Daftar Pustaka di bagian akhir tesis ini.
Bogor, Agustus 2007
Maryam Razak NIM A551040081
© Hak cipta milik IPB, tahun 2007 Hak cipta dilindungi undang-undang
1. Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan atau menyebutkan sumber
a. Pengutipan hanya untuk kepentingan pendidikan, penelitian, penulisan karya ilmiah, penyusunan laporan, penulisan kritik atau tinjauan suatu masalah
b. Pengutipan tidak merugikan kepentingan yang wajar IPB
2. Dilarang mengumumkan dan memperbanyak sebagian atau seluruh karya
Penulis dilahirkan di Ujungpandang, Sulawesi Selatan pada tanggal 19 Nopember 1970 sebagai anak keempat dari lima bersaudara, putri dari pasangan
Drs. H. Abd. Razak Djama (Almarhum) dan Hj. Halidjah. Tahun 1989 penulis lulus dari SMA Negeri 1 Makassar dan melanjutkan pendidikan di Akademi Gizi Makassar dan lulus tahun 1993.
Mulai tahun 1993 sampai sekarang menjadi staf pengajar di Politeknik Kesehatan Makassar Jurusan Gizi. Tahun 1999 melanjutkan pendidikan S1 di Universitas Brawijaya Malang dan tahun 2004 mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan pada Program Studi Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga Program Magister Sains di Institut Pertanian Bogor.
DAFTAR TABEL ... iii DAFTAR GAMBAR ... iv DAFTAR LAMPIRAN... v PENDAHULUAN ... 1 Latar Belakang ... 1 Tujuan Penelitian ... 3 Hipotesis ... 4 Manfaat Penelitian ... 4 TINJAUAN PUSTAKA ... 5
Kebutuhan Gizi Remaja... 5 Kebiasaan Makan Remaja ... 6 Pengetahuan dan Sikap Gizi Remaja... 8 Pola Konsumsi dan Konsumsi Pangan Remaja ... 10 Status Gizi Remaja... 12 Faktor-faktor yang mempengaruhi Status Gizi Remaja... 13 KERANGKA PEMIKIRAN ... 15 METODOLOGI PENELITIAN ... 18 Desain, Tempat dan Waktu Penelitian ... 18 Cara Pengambilan Contoh ... 18 Jenis dan Cara Pengumpulan Data ... 19 Pengolahan dan analisis Data ... 20 Definisi Operasional ... 22 HASIL DAN PEMBAHASAN ... 24 Karakteristik Contoh ... 24 Keadaan Kesehatan ... 24 Uang Saku Perbulan ... 25 Pendidikan Orangtua... 26 Pekerjaan Orangtua ... 26 Pendapatan Orangtua ... 28 Kebiasaan Makan Remaja... 28 Putra peserta feeding program ... 29 Putra nonfeeding program ... 33 Putri peserta feeding program... 36 Putri nonfeeding program ... 39 Pengetahuan dan Sikap tentang Keamanan Pangan Remaja... 41
ii
Frekuensi konsumsi pangan mahasiswa putri ... 47 Konsumsi Pangan, Tingkat Konsumsi Energi dan Zat Gizi ... 51 Status Gizi Remaja... 55 Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap Status Gizi Remaja ... 59 KESIMPULAN DAN SARAN ... 61
Kesimpulan ... ...61 Saran... ...64 DAFTAR PUSTAKA ... 65 LAMPIRAN ... 70
iii
1 Jenis data, cara pengumpulan data dan pengolahan data ... 21 2 Sebaran contoh menurut umur ... 24 3 Sebaran contoh menurut keadaan kesehatan... 25 4 Sebaran contoh menurut uang saku per bulan ... 26 5 Sebaran contoh menurut pendidikan orang tua... 27 6 Sebaran contoh menurut pekerjaan orang tua ... 27 7 Sebaran contoh menurut pendapatan orang tua ... 28 8 Kebiasaan makan mahasiswa putra peserta feeding program sebelum,
saat dan setelah 2 bulan feeding program berakhir ... 30 9 Kategori kebiasaan makan mahasiswa putra peserta feeding program
sebelum, saat dan setelah 2 bulan feeding program berakhir ... 32 10 Kebiasaan makan mahasiswa putra nonfeeding program sebelum,
saat dan setelah 2 bulan feeding program berakhir ... 34 11 Kategori kebiasaan makan mahasiswa putra nonfeeding program sebelum, saat dan setelah 2 bulan feeding program berakhir ... 36 12 Kebiasaan makan mahasiswa putri peserta feeding program sebelum, saat dan setelah 2 bulan feeding program berakhir ... 37 13 Kategori kebiasaan makan mahasiswa putri peserta feeding program sebelum, saat dan setelah 2 bulan feeding program berakhir ... 39 14 Kebiasaan makan mahasiswa putri nonfeeding program sebelum,
saat dan setelah 2 bulan feeding program berakhir ...40 15 Kategori kebiasaan makan mahasiswa putri nonfeeding program sebelum, saat dan setelah 2 bulan feeding program berakhir ...41 16 Sebaran contoh menurut pengetahuan gizi sebelum, saat
dan setelah 2 bulan feeding program berakhir ...43 17 Sebaran contoh menurut sikap gizi sebelum, saat
dan setelah 2 bulan feeding program berakhir ...44 18 Rata-rata konsumsi dan tingkat kecukupan zat gizi mahasiswa putra
sebelum, saat dan setelah 2 bulan feeding program berakhir ...51 19 Rata-rata konsumsi dan tingkat kecukupan zat gizi mahasiswa putri
sebelum, saat dan setelah 2 bulan feeding program berakhir ...54 20 Sebaran contoh menurut rata-rata IMT putra dan putri peserta feeding
iv
1 Kerangka Pemikiran Penelitian ... 17 2 Bagan penarikan contoh ... 19 3 Frekuensi makan mahasiswa putra di kantin asrama ... 49 4 Frekuensi makan mahasiswa putri di kantin asrama... 49 5 Alasan mahasiswa jarang dan tidak pernah membeli makan di kantin asrama ... 50 6 Alasan utama mahasiswa membeli makanan di kantin asrama...50 7 Alasan berkurang/menurun frekuensi makan mahasiswa putra dan putri ... 55 8 Sebaran IMT putra peserta feeding dan putra nonfeeding... 57 9 Sebaran IMT putri peserta feeding dan putri nonfeeding... 58
v
1 Kuesioner pengetahuan gizi ... 70 2 Sebaran contoh (putra) menurut jawaban yang benar untuk pertanyaan
pengetahuan gizi dengan pilihan jawaban benar-salah ... 73 3 Sebaran contoh (putra) menurut jawaban yang benar untuk pertanyaan pengetahuan gizi dengan pilihan jawaban multiple choice ... 74 4 Sebaran contoh (putra) menurut jawaban yang benar untuk pernyataan sikap gizi ... 75 5 Sebaran contoh (putri) menurut jawaban yang benar untuk pertanyaan
pengetahuan gizi dengan pilihan jawaban benar-salah ... 76 6 Sebaran contoh (putri) menurut jawaban yang benar untuk pertanyaan pengetahuan gizi dengan pilihan jawaban multiple choice ... 77 7 Sebaran contoh (putri) menurut jawaban yang benar untuk pernyataan sikap gizi ... 78 8 Rata-rata frekuensi konsumsi pangan mahasiswa putra peserta feeding dan putra nonfeeding... 79 9 Rata-rata frekuensi konsumsi pangan mahasiswa putri peserta feeding dan putri nonfeeding... 80 10 Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap status gizi putra peserta feeding sebelum feeding program... 81 11 Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap status gizi putra peserta feeding saat feeding program... 81 12 Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap status gizi putra peserta feeding setelah 2 bulan feeding program berakhir... 81 13 Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap status gizi putra nonfeeding
sebelum feeding program... 82 14 Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap status gizi putra nonfeeding
saat feeding program... 82 15 Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap status gizi putra nonfeeding
setelah 2 bulan feeding program berakhir... 82 16 Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap status gizi putri peserta feeding sebelum feeding program... 83 17 Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap status gizi putri peserta feeding saat feeding program... 83 18 Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap status gizi putri peserta feeding setelah 2 bulan feeding program berakhir... 83
vi
20 Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap status gizi putri nonfeeding
saat feeding program... 84 21 Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap status gizi putri nonfeeding
Sumberdaya manusia sangat penting bagi pembangunan suatu bangsa. Remaja merupakan salah satu sumberdaya manusia yang harus diperhatikan karena remaja sebagai generasi penerus bangsa memiliki peran penting di masa yang akan datang. Kualitas manusia di masa yang akan datang sangat dipengaruhi oleh kualitas remaja masa kini. Untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia utamanya remaja, banyak faktor yang harus diperhatikan, antara lain gizi dan kesehatan, pendidikan, informasi, teknologi dan lain-lain.
Konsumsi pangan merupakan faktor utama dalam memenuhi kebutuhan zat gizi. Pada gilirannya zat gizi tersebut menyediakan tenaga bagi tubuh, mengatur proses metabolisme dalam tubuh, memperbaiki jaringan tubuh serta pertumbuhan (Harper, et al. 1986). Ketidakseimbangan antara makanan yang dikonsumsi dengan kebutuhan pada remaja akan menimbulkan masalah gizi kurang atau masalah gizi lebih. Kekurangan gizi akan menurunkan daya tahan tubuh terhadap penyakit, meningkatkan angka kesakitan (morbiditas), pertumbuhan tidak normal (pendek), tingkat kecerdasan rendah dan produktivitas rendah (Soekirman, 2000). Hasil penelitian Permaesih (2003) menunjukkan prevalensi remaja gizi kurang berkisar antara 40-88%, sedangkan hasil penelitian yang dilakukan di asrama mahasiswa IPB tahun 2002/2003 menunjukkan tingginya prevalensi anemia dan kurang gizi pada mahasiswa tersebut. Mahasiswa putri yang menderita anemi sebesar 48,1% dan kurang gizi sebesar 7,3%, dan mahasiswa putra menderita anemi sebesar 4,3% dan 28,7% kurang gizi (Anggraeni, 2004; Putri, 2004; Santika, 2004; Suherman, 2004).
Kebiasaan makan dapat membentuk pola konsumsi pangan. Konsumsi pangan dipengaruhi pula oleh pengetahuan gizi dan persepsi remaja mengenai tubuhnya (body image). Banyak remaja tidak menyadari bahwa kebiasaan makan mereka saat ini akan berdampak pada status kesehatan mereka di kemudian hari (Stang dan Story, 2004). Kebiasaan makan yang buruk selama remaja sering berlanjut sampai dewasa yang dapat menimbulkan risiko berbagai penyakit kronik seperti jantung, kanker, osteoporosis dan sebagainya. Pengetahuan dan kesadaran
gizi remaja yang rendah tercermin dari sikap dan perilaku yang menyimpang dalam kebiasaan memilih makanan (Permaesih, 2003).
Pola konsumsi pangan seseorang juga dipengaruhi oleh ketersediaan pangan, pola sosial budaya dan faktor pribadi. Ketersediaan makanan bagi mahasiswa ditentukan oleh daya beli yang terkait dengan uang saku setiap bulan yang diberikan oleh orang tua atau pihak-pihak lain (misal: beasiswa, saudara, dll) dan pengaruh sosial budaya seperti sikap, kebiasaan makan, tabu terhadap makanan dan ketidaktahuan akan gizi (Suhardjo, 1989).
Menurut Satoto (1990) masalah gizi kurang maupun lebih terjadi terutama karena salah pilih makanan, yang sedikit ataupun banyak disebabkan oleh ketidaktahuan cara memilih makanan yang benar. Pada masalah gizi kurang, selain pengaruh infeksi salah pilih tersebut disebabkan oleh kemiskinan, baik kemiskinan sumberdaya maupun kemiskinan informasi (ketidaktahuan). Pada gizi lebih, umumnya sumberdaya dan informasi tersedia, tetapi yang bersangkutan salah dalam memilih makanan sehat dan seimbang. Jika remaja memiliki pengetahuan gizi yang baik akan lebih mampu memilih makanan sesuai dengan kebutuhannya. Pengetahuan gizi memberikan bekal pada remaja bagaimana memilih makanan yang sehat dan mengerti bahwa makanan berhubungan erat dengan gizi dan kesehatan.
Pada tahun 2005, Institut Pertanian Bogor (IPB) mengadakan program pemberian makanan tambahan (PMT) atau Feeding Program kepada ±500 orang mahasiswa putra dan putri TPB IPB Tahun 2005/2006 yang tinggal di asrama TPB. Feeding Program dilaksanakan selama ±6 bulan. Disamping itu juga diberikan penyuluhan gizi. Tujuan program PMT adalah memperbaiki status gizi mahasiswa sedangkan penyuluhan gizi diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan gizi dan mempengaruhi komposisi dan pola konsumsi pangan mahasiswa. Penyuluhan gizi ini diharapkan tidak hanya sampai tingkat kognitif (pengetahuan) dan afektif (penghayatan), tapi dapat mencapai tingkat psikomotor (praktek) sehingga mahasiswa dapat memilih makanan yang bergizi dan gaya hidup yang baik untuk menunjang kesehatan dan prestasi akademiknya.
Jika mahasiswa memiliki pengetahuan dan sikap gizi yang baik, akan mampu memilih makanan sesuai kebutuhan gizinya. Oleh karena itu, walaupun
program pemberian makanan tambahan (PMT) atau Feeding Program telah berakhir, diharapkan pola konsumsi mahasiswa menjadi lebih baik daripada sebelum pelaksanaan program tersebut. Dan selanjutnya dapat memperbaiki status gizinya dan dapat menunjang prestasi akademiknya.
Berdasarkan hal-hal diatas, menarik untuk diteliti mengenai perubahan pola konsumsi dan status gizi mahasiswa putra dan putri yang memperoleh makanan tambahan (peserta Feeding Program) dan yang tidak memperoleh makanan tambahan (nonfeeding Program) sebelum, saat dan setelah Feeding Program berakhir.
Tujuan Penelitian
Tujuan Umum
Secara umum tujuan penelitian ini adalah menganalisis perubahan pola konsumsi dan status gizi mahasiswa putra dan putri TPB IPB tahun 2005/2006 sebelum, saat dan setelah feeding program.
Tujuan Khusus
Tujuan khusus penelitian ini adalah :
1.Menganalisis perbedaan kebiasaan makan, pengetahuan gizi, pola konsumsi, konsumsi pangan dan status gizi mahasiswa putra dan putri peserta feeding program dan nonfeeding sebelum, saat dan setelah feeding program berakhir 2.Menganalisis pengaruh kebiasaan makan, pengetahuan gizi, pola konsumsi, dan
konsumsi pangan terhadap status gizi mahasiswa putra dan putri peserta feeding program dan nonfeeding sebelum, saat dan setelah feeding program berakhir
Hipotesis
1.Ada perbedaan kebiasaan makan, pengetahuan gizi, pola konsumsi, konsumsi pangan dan status gizi antara mahasiswa putra dan putri peserta feeding program dengan mahasiswa putra dan putri nonfeeding sebelum, saat dan setelah feeding program berakhir
2.Ada pengaruh kebiasaan makan, pengetahuan gizi, pola konsumsi, dan konsumsi pangan terhadap status gizi mahasiswa putra dan putri peserta feeding program dan nonfeeding sebelum, saat dan setelah feeding program berakhir
Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan masukan bagi pihak yang akan merencanakan dan mengembangkan program dalam rangka meningkatkan kualitas program pemberian makanan tambahan bagi mahasiswa, dan bagi pengelola asrama utamanya dalam penyelenggaraan makanan diharapkan dapat menyediakan makanan yang bergizi, beragam, dan aman bagi kesehatan mahasiswa sehingga dapat menunjang prestasi akademiknya.
Usia remaja berkisar antara 12 tahun sampai dengan 19 tahun akhir atau 20 tahun awal. Perubahan biologi merupakan tanda berakhirnya masa anak-anak. Sementara itu, pertumbuhan yang cepat pada berat dan tinggi badan merupakan awal dimulainya masa remaja. Sedangkan mahasiswa adalah seseorang yang mempunyai kisaran umur 17 – 22 tahun. Jadi dapat dikatakan bahwa mahasiswa termasuk remaja akhir. Menurut Papalia dan Olds (1986), kondisi kejiwaan (psikologis) dan gaya hidup remaja adalah penyebab paling umum dari terjadinya masalah-masalah fisik. Ruang lingkup masalah tersebut adalah kebiasaan makan yang salah (eating disorders), pemakaian dan penyalahgunaan obat-obatan serta penyakit menular seksual.
Kebutuhan gizi remaja relatif besar, karena mereka masih mengalami pertumbuhan. Selain itu, remaja umumnya melakukan aktivitas fisik lebih tinggi dibanding usia lainnya, sehingga diperlukan zat gizi yang lebih banyak (Sianturi, G. 2002). Berdasarkan Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi VI (WKNPG VIII) tahun 2004 menganjurkan angka kecukupan gizi (AKG) energi untuk remaja laki-laki usia 16 sampai 18 tahun adalah 2600 kkal/hari, protein 65 g/hari, vitamin A 600 RE/hari, vitamin C 90 mg/hari dan zat besi (Fe) 15 mg/hari, sedangkan untuk perempuan energi 2200 kkal/hari. protein 55 g/hari, vitamin A 600 RE/hari, vitamin C 75 mg/hari dan zat besi (Fe) 26 mg/hari.
Kekurangan gizi dapat menyebabkan keterlambatan pertumbuhan (Spear, 1996). Peningkatan kebutuhan zat besi (sampai 15%) selama remaja digunakan untuk pengembangan massa sel darah merah dan mioglobin, pertambahan jaringan otot baru, mengkonpensasi kehilangan darah akibat menstruasi yang menyebabkan remaja putri membutuhkan lebih banyak Fe (Riyadi, 1996).
Perubahan komposisi tubuh menyebabkan kebutuhan gizi meningkat terutama energi, protein dan besi. Dari data beberapa negara ditemukan bahwa remaja akan mengalami pertambahan tinggi badan dan usia puber yang lebih awal (Rickert, 1996). Hal ini terjadi karena konsumsi makanan yang lebih baik dan kesehatan pada masa anak-anak yang baik. Pengaruh gizi pada saat puber sangat ditentukan keadaan status gizi pada usia dini. Dari 78 anak laki-laki
yang diikuti dari usia 6 bulan sampai 14 tahun, berat badan selama balita berhubungan dengan kematangan dan tinggi badan saat remaja (Jhonston & Haddad, 1996).
Masa remaja merupakan masa pengembangan fisik dan sosial. Pada saat tersebut pemilihan makanan yang bergizi tidak hanya berpengaruh terhadap kesehatannya sekarang tetapi sangat mempengaruhi kesehatannya di masa mendatang (Marlow, 2002).
Kebiasaan Makan Remaja
Mantra (1996) menyatakan bahwa status gizi berhubungan langsung dengan makanan dan kebiasaan makan dari individu, keluarga dan masyarakat secara keseluruhan. Perbaikan gizi pada dasarnva adalah upaya merubah kebiasaan yang berhubungan dengan makanan pada individu, keluarga atau masyarakat secara keseluruhan untuk status gizi yang lebih baik.
Menurut Khumaidi (1989), kebiasaan makan merupakan tingkah laku manusia dan kelompok manusia dalam memenuhi kebutuhannya akan makanan yang meliputi sikap, kepercayaan dan pemilihan makanan. Selanjutnya Suhardjo (1989) menyatakan bahwa kebiasaan makan merupakan istilah untuk menggambarkan kebiasaan dan perilaku yang berhubungan dengan makan dan makanan. seperti tata krama makan, frekuensi makan, pola makanan yang dimakan, kepercayaan terhadap makanan (misalnya: pantangan), penerimaan terhadap pangan dan cara pemilihan bahan makanan yang hendak dimakan.
Kebiasaan makan yang berpengaruh terhadap pemilihan makanan, konsumsi energi dan intik zat gizi, umumnya terbentuk pada masa kanak-kanak dan sebagian pada masa remaja. Walaupun rumah dan lingkungan sekolah memegang peranan terbesar dalam pembentukan pola konsumsi, namun terdapat peningkatan tendensi pada anak, terutama remaja, untuk memilih makanannya sendiri di luar rumah dan lingkungan sekolah. Namun tidak selamanya makanan yang dipilih tersebut sesuai dengan kaidah gizi yang seimbang (Khumaidi, 1989).
Kebiasaan makan dapat dipelajari dan diukur menurut prinsip-prinsip ilmu gizi melalui pendidikan, latihan dan penyuluhan gizi. Dalam program
perbaikan gizi, harus dapat dicarikan upaya agar kebiasaan makan yang baik dapat dilestarikan dan kebiasaan makan yang jelek dapat digantikan dengan ide-ide baru untuk menunjang tercapainya kecukupan gizi (Khumaidi, 1989). Kebiasaan makan yang terdapat pada diri seseorang diperoleh melalui dua cara yaitu dipelajari dan tidak dipelajari (Sanjur, 1982). Perilaku yang didasari oleh pengetahuan melalui pendidikan gizi yang diajarkan secara formal akan lebih langgeng daripada perilaku yang tidak didasari pengetahuan. Perilaku makan yang tidak diperoleh memalui proses pendidikan biasanya diturunkan dari orangtua dan merupakan budaya.
Menurut Alexander (1994) kebiasaan makan sehat pada remaja masih jauh dari ideal. Remaja lebih suka mengkonsumsi fast food, snack, soft drink dan sebagainya yang pada umumnya rendah sumber vitamin dan mineral. Rickert (1996) menyebutkan ada tiga kebiasaan makan yang dilakukan remaja yaitu : (1) Mengurangi frekuensi makan (skipping meal). Salah satu kebiasaan makan remaja adalah mengurangi frekuensi makan seperti tidak makan pagi. Berdasarkan penelitian tentang kebiasaan makan pagi, ditemukan 50% remaja putri tidak makan pagi yang dihubungkan dengan tidak ada selera makan dan ketersediaan menu yang kurang memuaskan (Rickert, 1996); (2) Mengkonsumsi makanan ringan (snacking). Menurut Hurlock (1997) remaja suka makan jenis makanan ringan seperti kue-kue, permen dan lain-lain, sedangkan sayur-sayuran dan buah-buahan jarang dikonsumsi sehingga dalam dietnya rendah serat, zat besi dan vitamin C. Makan makanan ringan (cemilan) dapat menurunkan selera makan sehingga remaja yang terlalu banyak mengkonsumsi makanan ringan biasanya akan makan dengan porsi lebih sedikit, bahkan sering tidak makan. Beberapa studi mengungkapkan bahwa cemilan yang dikonsumsi remaja umumnya rendah serat, rendah kalori, rendah vitamin A, kalsium dan zat besi (Spear, 1996). (3) Mengkonsumsi makanan siap saji (fast food). Makanan siap saji atau fast food
merupakan salah satu jenis makanan yang sangat disukai remaja. Selain rasanya yang dapat diterima, pelayanan dan sarana yang memuaskan membuat remaja menyukainya. Namun kandungan gizinya rendah zat besi, kalsium, riboflavin dan vitamin A, tetapi tinggi kalori, lemak jenuh, dan garam (Spear, 1996).
Pengetahuan dan Sikap Gizi Remaja
Pengetahuan gizi adalah kemampuan seseorang untuk mengingat (recall) kembali kandungan gizi makanan, sumber serta kegunaan zat gizi tersebut di dalam tubuh. Pengetahuan gizi ini mencakup proses kognitif yang dibutuhkan untuk menggabungkan informasi gizi dengan perilaku makan agar struktur pengetahuan yang baik tentang gizi dan kesehatan dapat dikembangkan (Sapp dan Jensen, 1997).
Pengetahuan gizi selalu berhubungan dengan makanan dan perbaikan gizi. Hasil penelitian Caliendo et al. (1997) menunjukkan bahwa penganekaragaman