• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sejarah Berdirinya BMT Bina Insani Pringapus

BAB III LAPORAN OBYEK

A. Gambaran Umum

1. Sejarah Berdirinya BMT Bina Insani Pringapus

BMT Bina Insani Pringapus merupakan sebuah lembaga keuangan syari’ah berbentuk koperasi yang dirintis sejak Juli 1998 sebagai pengaruh dari krisis ekonomi pengusaha kecil di wilayah Pringapus adalah keterbatasan dana dan kemampuan manajerial yang kurang. Hal ini sebenarnya dapat diatasi dengan menjamurnya lembaga keuangan yang sudah merambah di Pringapus yaitu adanya BRI unit desa, BKK dengan unit kelilingnya maupun lembaga keuangan yang lain, namun kenyataannya fasilitas yang diberikan kurang bisa menembus dan menyentuh golongan pengusaha kecil ke bawah. Hal tersebut disebabkan sistem dan mekanisme operasional perbankan harus melalui persyaratan administrasi yang rumit atau sulit dipenuhi oleh pengusaha kecil bawah sehingga kalaupun ada yang mendapat kucuran dana tidak disertai dengan bimbingan dan pengawasan bisa berakibat usaha yang dilakukan tidak berhasil tetapi sebaliknya.

Disisi lain masih banyak umat islam yang enggan berhubungan dengan perbankan karena adanya persepsi yang kuat bahwa bunga bank tersebut sama dengan riba yang diharamkan oleh syariat islam.

Berangkat dari pemikiran diatas, sekelompok masyarakat yang mencoba peduli membentuk sebuah kelompok swadaya masyarakat dalam bentuk koperasi yang mampu menampung dan merangkul semua kelompok dan golongan yang ada di

Pringapus dengan nama Koperasi Bina Insani yang diharapkan dengan usaha ini pengusaha kecil yang tidak mampu berhubungan dengan dunia bank dan lembaga keuangan lain merasa terpanggil untuk berkoneksi dengan Bina Insani utuk memajukan kualitas hidupnya.

Seiring dengan permasalahan dan kritis ekonomi yang memberikan dampak buruk bagi kondisi tenaga kerja sehingga meningkatnya jumlah pengangguran.Depnaker Kabupaten Semarang membuka proyek Penanggulangan Pengangguran Pekerja Terampil (Proyek P3T), sehingga dirintislah sebuah lembaga keuangan syari’ah BMT Bina Insani dengan memanfaatkan program pemerintahan tersebut. Kemudian pada tanggal 15 Maret 1999 keluarlah Badan Hukum koperasi yang menjadi tanggal resmi berdirinya koperasi dengan nomor : 055/BH/KDK.II.I/III/1999.

a. Keanggotaan

Berdasarkan undang – undang koperasi hanya boleh menghimpun dan menyalurkan dana kepada anggota. Maka BMT Bina Insani mengeluarkan produk simpanan dan mencantumkan para penyimpan sebagai calon anggota, selama belum memenuhi kewajiban sebagai anggota koperasi.

Dengan demikian secara legal para calon anggota sudah berhak

menyimpan dananya dan berhak pula mendapatkan fasilitas

pembiayaan.Pengguna jasa koperasi baik sebagai penyimpanan maupun peminjam yang belum membayar simpanan pokok dan simpanan wajib inilah yang dikatakan sebagai calon anggota sudah.

Untuk bisa menjadi anggota koperasi BMT Bina Insani, maka calon anggota harus memenuhi kewajiban–kewajiban sebagai berikut :

1) Membayar Simpanan Pokok, yaitu sejumlah uang yang wajib dibayarkan oleh anggota kepada koperasi pada saat masuk menjadi anggota. Jumlah Simpanan Pokok sudah ditetapkan oleh koperasi dan tidak dapat diambil selama masih menjadi anggota koperasi.

2) Membayar Simpanan Wajib, yaitu jumlah simpanan tertentu yang harus dibayarkan anggota kepada koperasi dalam waktu dan kesempatan tertentu, yaitu tiap bulan dengan jumlah simpanan yang sama dan tidak dapat diambil selama masih menjadi anggota koperasi.

3) Simpanan sukarela, yaitu simpanan oleh anggota yang jumlahnya bersifat bebas dan dapat diambil sewaktu–waktu.

Adapun hak yang diperoleh anggota adalah sebagai berikut:

1. Memegang kekuasaan tertinggi dalam Rapat Anggota.

2. Memperoleh SHU (Sisa Hasil Usaha), yaitu pembagian keuntungan koperasi

yang dihitung dari andil anggota terhadap koperasi meliputi jumlah simpanan dan modal.

3. Memberikan/mengajukan pernyataan, usul, kritikan, menolak maupun

menerima laporan pertanggungjawaban dalam rapat anggota yang diadakan koperasi.

5. Menetapkan, mengangkat, dan memberhentikan pengurus dan pengawas koperasi.

b. Aspek hukum

Nama Koperasi : BMT Bina Insani

Kantor Pusat : Jl. Jatirunggo – Pringapus No. 20

Telp. (024) 6930482

Kantor Kas Bergas :Jl. Raya Ngempon – Karangjati,

Ngempon, Kec. Bergas telp.(0298) 5221139

Kantor Kas Ungaran : Jl. S. Parman No.04 Ungaran

Telp. (024) 70208116

Badan Hukum : 055/BH/KDK/II.I.IV/1999 15 Maret

1999

Ijin Operasional : 12/SISPK/KD/KD.UMK/XII/09

SIUP : 503/003/PB/II.2005

HO : 503/02/2005

NPWP : 02.253.299.8.505.00

TDP : 111726500226

Ijin Operasional : 518.05/DU-SISPK/XIV/2014

B. Visi dan Misi BMT Bina Insani

1. Visi

Menjadi mitra yang handal dalam permodalan usaha anggota dan masyarakat melalui sistem syariah islam.

2. Misi

1) Menyelenggarakan pelayanan prima kepada anggota sesuai dengan jati diri koperasi.

2) Menjalankan kegiatan usaha jasa keuangan syariah dengan efektif, efisien dan transparan.

3) Menjalin kerja sama usaha dengan berbagai pihak.

4) Melakukan pendampingan dan konsultasi usaha.

5) Melakukan sosialisasi kegiatan ekonomi usaha.

C. Struktur Lembaga Koperasi BMT Bina Insani, per Januari 2015

Pelindung : Bapak Camat Pringapus

Penasehat : 1. KH. Nur Hasan Ibrahim

2. H. Mardi Hadi Utomo 3. H. Budi Utomo Pengurus

Ketua : Bayu Sapta Adi Nugroho, SE.

Sekretaris : Drs. H Nur Budiarso

Bendahara : Heri Natoil,S.Ag

Badan Pengawas

Anggota : Rohmijati

Accounting : Rhike Candia Puska, A.md.

- BMT Pusat Pringapus

Kabag Operasional : Nur Anas

Pembiayaan : Reza Zanuar

Kasir : Chorida Laeli, S.Pd

Yunia Purnamasari

Marketing : Openg Sariongki

Danang

- Cabang Bergas

Kabag Operasional : M. Eksan

Pembiayaan : Riyan Putra P

Kasir : Maftukhatul Munawaroh

Marketing : Soffan Mastur

- Cabang Ungaran

Kabag Operasional : Mundzirin

Pembiayaan : Eri Wicaksono

Kasir : Novita Handayani

Marketing : Syaiful

Roni D. Pelaksanaan

Setiap lembaga keuangan memiliki komponen untuk menjalankan kegiatan

operasionalnya. Komponen–komponen tersebut memiliki peran yang saling mendukung

satu sama lain demi terciptanya suasana kerja yang nyaman dan tercapainya tujuan lembaga keuangan tersebut. Lembaga keuangan Koperasi BMT Bina Insani memiliki komponen tersebut, antara lain:

1. Teller

Teller merupakan komponen lembaga keuangan yang cukup penting. Teller dalam lembaga keuangan termasuk Koperasi BMT Bina Insani berfungsi sebagai pelaksana teknis kantor yang meliputi teknis kasir dan pelayanan transaksi kas. Untuk menjadi seorang teller tidak hanya dibutuhkan memiliki kemampuan secara teknis.Akan tetapi seorang teller juga dituntut memiliki attitude yang baik, kejujuran yang tinggi, kedisiplinan kerja, tanggung jawab dan fokus kerja yang tinggi.

Koperasi BMT Bina Insani secara keseluruhan memiliki 3 orang teller, dimana penempatannya disesuaikan dengan kebutuhan setiap kantor (roling). Khusus untuk BMT Bina Insani cabang ngempon, teller tidak hanya bertugas di bagian kasir tetapi juga merangkap pada bagian Custemer Service. Berikut ini beberapa penjabaran tentang berbagai hal mengenai tugas, wewenang, dan tanggung jawab teller Koperasi BMT Bina Insani.

a) Tugas

1. Melayani transaksi keuangan kepada nasabah dengan prosedur yang benar

2. Meneliti secara cermat alat dan bukti transaksi meliputi kelengkapan dan kebenaran serta legalitasnya.

4. Melakukan kas opname setiap hari yang kemudian ditandatangani oleh manajer. 5. Tidak melakukan tugas atau tindakan diluar batas kewenangan teller sebelum

mendapat izin dari manajer / kepala cabang.

b) Wewenang

1. Menolak transaksi yang tidak memenuhi syarat dan prosedur yang berlaku serta diragukan kebenarannya

2. Menolak orang lain yang tidak berkepentingan masuk dalam counter kasir. 3. Memiliki control terhadap alur (keluar-masuk) uang.

c) Tanggung Jawab

1. Bertanggung jawab secara moral, material, administrasi dan hukum atas pekerjaan dan tugasnya.

2. Bertanggung jawab atas pelaksanaan kegiatan teknis administrasi teller

3. Bertanggung jawab atas valid dan akuratnya transaksi keuangan dan lainnya dikantor

4. Bertanggung jawab atas rahasia keuangan anggota / calon anggota

5. Bertanggung jawab terhadap penyimpanan dan perawatan buku tabungan dan hal

lainnya yang berhubungan dengan nasabah dan administrasi kantor. d) Kelebihan Teller

1. Teller dituntut cekatan, teliti, jujur dan bertanggung jawab 2. Dipercaya untuk mengendalikan arus uang saat itu

Melakukan beberapa transaksi dalam satu waktu sehingga terkadang terjadi kekeliruan.

2. Marketing

Dalam tugasnya marketing atau pemasaran mempunyai peranan yang penting dalam aktivitas usaha. Proses pemasaran merupakan proses kegiatan yang menghubungkan antara produsen dengan konsumen sebagai pemakai produk.Kinerja

optimal yang dimiliki seorang marketingakan memberikan dampak bagi suatu

perusahaan, diantaranya adalah kepuasan dan loyalitas konsumen kepada perusahaan akan bisa tercapai. Selain itu citra perusahaan yang baik akan tertanam di benak konsumen. Marketing atau pemasaran tidak dapat dikatakan sebagai penjualan karena penjualan merupakan bagian dari marketing.Jadi marketing mempunyai cakupan yang lebih luas dari penjualan.

Tugas Marketing merupakan bagian dari perusahaan yang berperan penting dalam menentukan kemajuan perusahaan tersebut.Oleh karena itu, bidang pemasaran memiliki fungsi untuk menghasilkan pendapatan bagi perusahaan. Semakin meningkat pendapatan yang akan dicapai, maka perusahaan akan berkembang dengan baik. Dan sebaliknya, semakin menurun pendapatan yang dicapai, maka perusahaan tidak akan meningkat atau berkembang.

Bidang marketing ini tidak bisa berdiri sendiri dalam sebuah perusahaan.Maka setiap kegiatan yang dilakukan bagian marketing mempunyai hubungan dan keterkaitan dengan setiap bagian dalam internal perusahaan.Seperti; bagian produksi, keuangan, sumber daya manusia, riset dan pengembangan.Hubungan dengan bagian eksternal perusahaan juga harus dijaga dengan baik oleh seorang marketing.Hubungan yang tidak

selaras dengan bagian tersebut dapat memberikan dampak fungsi marketing tidak bisa berjalan dengan baik, dan dapat menurunkan kepuasan dan loyalitas pelanggan.

Dalam hal ini koperasi BMT Bina Insani juga membutuhkan pihak marketing untuk menumbuhkan usahanya. Koperasi BMT Bina Insani merupakan lembaga keuangan non bank, sehingga marketing di BMT berfungsi untuk menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkan dana ke masyarakat.

Dalam BMT Bina Insani semua karyawan berlaku sebagai marketing, yaitu setiap karyawan mempunyai tugas untuk mempromosikan produk-produk yang ada. Menjadi karyawan sebagai marketing mempunyai tanggung jawab yang sangat besar, salah satunya membawa nama baik lembaga. Seorang marketing mempunyai tugas sebagai berikut:

1. Menghimpun dana dari anggota setiap hari

2. Melayani anggota jika akan melakukan pengambilan dan penukaran uang

3. Melayani anggota yang ingin menitipkan uang setoran pembiayaan.

4. Mencari anggota baru

5. Memasarkan dan menjelaskan produk-produk yang dimilik BMT Bina Insani kepada

anggota dan calon anggota baru.

Selain tugas, karyawan yang bekerja selaku marketing juga mempunyai

kewajiban untuk menjaga hubungan baik dengan nasabah agar nasabah tetap loyal dengan produk-produk yang dimiliki.

Seorang marketing harus mempunyai jiwa kesadaran yang tinggi terhadap tugas dan tanggungjawabnya.Jangan sampai kepercayaan anggota disalahgunakan oleh seorang marketing.Jika sampai terjadi, hal ini akan berdampak besar kepada kinerja perusahaan

pada keseluruhan. Citra suatu lembaga harus dijaga dengan baik, untuk mendapatkan kepercayaan yang lebih dari konsumennya.

Selama proses belajar dalam bidang marketing, kami menemui banyak pengalaman yang dapat digolongkan dalam hal yang positif dan hal negatif. Dalam hal positif dapat disebut sebagai kelebihan menjadi seorang marketing.Dan dalam hal negatif dapat disebut sebagai kendala yang sering dialami oleh seorang marketing.Kelebihan menjadi seorangai marketingdiantara :

1. Memahami karakter nasabah yang berbeda-beda

2. Lebih mengerti kemauan pasar yang ada

Sedangkan kendala yang dialami selama di marketing adalah

1. Kurangnya pemahaman tentang ekonomi syariah, sehingga belum dapat menyakinkan

kepada nasabah akan perbedaan dengan koperasi konvensioanl

2. Banyak nasabah yang trauma sebelumnya karena uangnya pernah dibawa kabur oleh

oknum marketing yang kurang bertanggungjawab.

3. Beberapa nasabah masih mempermasalahkan tentang bagi hasil yang akan diperoleh.

3. Pembiayaan

Pembiayaan merupakan salah satu produk yang dimiliki Koperasi BMT Bina Insani sebagai lembaga keuangan syariah. Sistem dan prosedur pembiayaan pada BMT Bina Insani adalah sebagai berikut :

a. Customer Service

1. Anggota mengajukan permohonan pembiayaan dengan membawa syarat yang

2. Customer service melakukan wawancara kepada anggota tetang kegunaan pembiayaan, menjelaskan produk pembiayaan serta akad yang akan digunakan 3. Customer service memandu anggota untuk melakukan pengisian form

permohonan pembiayaan

4. Customer service memeriksa kelengkapan persyaratan pembiayaan yang dibawa anggota

5. Customer service mencatat ke dalam buku daftar permohonan pembiayaan 6. Customer service memberikan informasi rencana survey

b. Petugas Survey

1. Petugas survey melakukan survey

2. Petugas survey melakukan wawancara

3. Petugas survey menilai kelayakan usaha 4. Petugas survey menilai kondisi jaminan

c. Komite Pembiayaan

1. Menganalisa hasil survey

2. Memutuskan permohonan pembiayaan anggota

a. Apabila pembiayaan disetujui : Menyiapkan berkas-berkas pembiayaan

b. Apabila pembiayaan ditolak : Mengirim Surat pemberitahuan penolakan

pembiayaan kepada anggota

d. Memberikan rekomendasi

a. Manajer : Mengadakan akad pembiayaan

1) Melengkapi persyaratan pembiayaan

3) Pencatatan oleh notaries

4) Menerbitkan SPM ( Surat Perintah Pembiayaan)

b. Teller : Teller bertugas menyerahkan dana pembiayaan

1) Menghitung jumlah dana pembiayaan

2) Meneliti keaslian uang sebelum serah terima

Dalam melakukan pembiayaan khususnya dalam hal survey , BMT Bina Insani menggunakan prinsip 5C, yaitu :

1. Character: Mengetahui dan mengenali watak dan kepribadian seseorang. Hal ini dilakukan dengan cara wawancara langsung dan menggali informasi melalui lingkungan sekitarnya.

2. Capital : Mengetahui gambaran umum aset yang dimiliki anggota sebagai petimbangan bagi BMT Bina Insani dalam pemberian pembiayaan.

3. Collateral : Mengetahui asset yang menjadi jaminan dalam sebuah akad pembiayaan yang akan dilakukan. Collateral bukan merupakan pertimbangan bagi BMT dalam memberikan pembiayaan. Karena banyak juga anggota BMT Bina Insani yang merupakan kalangan menengah ke bawah. Terkadang mereka tidak memiliki barang jaminan ketika mengajukan pembiayaan.

4. Capacity : Mengetahui kemampuan dan kemauan anggota dalam melaksanakan kewajiban ketika nantinya terjadi pembiayaan

5. Condition : Mengetahui kondisi nasabah seperti misal kegunaan pembiayaan, pekerjaan keseharian anggota dan berusaha mengetahui tanggungan anggota di lembaga keuangan lain.

Setiap lembaga keuangan, biasanya mengalami beberapa kendala, diantaranya adalah pembiayaan bermasalah, kredit macet.BMT Bina Insani memiliki beberapa strategi dalam mengatasi pembiayaan bermasalah, antara lain:

1. Pendekatan secara personal dan kekeluargaan.

2. Memberikan pengertian kepada debitur bahwa uang yang digunakan juga

merupakan milik anggota yang lainnya.

3. Memberi support kepada debitur, apabila dia dapat dengan baik menunaikan kewajibannya, maka dapat dengan mudah mengajukan pembiayaan lagi di masa yang akan datang.

4. Memberikan Surat Pemberitahuan dan Peringatan kepada debitur bermasalah

5. Melakukan penyitaan aset dan jaminan

Dokumen terkait