SENI PERTUNJUKAN COCONUT HEAD
4.1. Sejarah Berdirinya Coconot Head
Coconut Head adalah salah satu band reggae yang pertama kali mengusung genre musik reggae di kota Medan, yang berdiri pada tanggal 25 April 2005. Menurut Road Manager yang kerap dipanggil Zack , pada awalnya Coconut Head bukanlah sebuah group musik, melainkan nama sebuah café di Negara Thailand tepatnya di Propinsi Phuket yang dimiliki oleh seorang pengusaha yang berasal dari Medan, yaitu Tuty Chaney (48 tahun).8
Tuty Chaney bercerita, pada suatu saat dia melihat dua orang pengunjung di studionya dengan gaya atau dandanan yang mirip dengan Bob Marley. Kemudian Namun usaha café tersebut hanya bertahan sampai 6 bulan. Kemudian pada tahun 2004, Tuty Chaney yang sampai sekarang ini sebagai Manager Coconut Head membuka sebuah studio musik yang juga bernama Coconut Head di jalan Denai ujung No 242 Medan.
Menurut Tuty Chaney yang sudah lama menyukai musik reggae ini, ternyata usaha studio musik merupakan bisnis yang cukup menjanjikan. Apalagi jika didukung dengan alat musik yang bagus dan sound sistem yang bagus juga. Dengan fasilitas yang baik dan lokasi studio yang strategis, studio Coconut Head banyak dikunjungi berbagai group band untuk latihan dengan sistem rental, dimana pada saat itu untuk 1 (satu) jam seharga Rp 20.000,-.
dengan rasa penasaran, Chaney masuk ke ruang operator untuk mendengarkan lagu apa yang mereka latih. Dan lagu yang dimainkan mereka adalah lagunya Eric Clapton yang berjudul “Layla”. Sehabis latihan, Chaney mengajak mereka berbincang-bincang tentang musik. Dan ketika ditanya apa nama bandnya, salah seorang dari mereka yang bernama menjawab “Natural”. Karena Chaney adalah seorang penggemar musik reggae, maka dia pun membuka pembahasan seputar musik reggae, dan ternyata secara tidak sengaja Chaney dan band Natural juga menyukai musik reggae. Saat itu juga Chaney menawarkan agar Natural membawakan lagu-lagu reggae.9
Jika berbicara tentang arti dari kata “Coconut Head”, Chaney menuturkan, ‘Coconut Head” berasal dari bahasa Inggris yaitu “coconut” artinya “kelapa” dan “Head” artinya “kepala”. Jika digabungkan maka “coconut head” Kepala Kelapa”. Kata-kata ini terinspirasi karena reggae selalu identik dengan pantai, dan pantai banyak ditumbuhi oleh kelapa atau boleh dikatakan identik dengan kelapa. Jadi, Chaney berharap Coconut Head menjadi kepala musik reggae di kota Medan.
Seiring berjalannya waktu, band Natural tidak bertahan lama, akan tetapi B.T sebagai vocalis dan Imam sebagai Gitaris Natural tetap berkunjung ke studio Coconut Head karena mereka sudah mempunyai hubungan yang baik dengan operator dan pemilik studio.
Pada suatu saat, Chaney terinspirasi untuk membentuk group band bernama “Coconut Head” dengan genre reggae. Dan beliau pun menawarkannya kepada B.T dan Imam agar mencari personil lainnya. Hingga pada akhirnya, sampai sekarang ini terbentuk group band yang bernama “Coconut Head”.
9
4.1.1. Profile Coconut Head
4.1.1.1. Coconut Head
Coconut Head berdiri pada tanggal 23 April 2005, dan beralamat di Jalan Denai Ujung No 242 Medan. Struktur keanggotaannya adalah:
1. Manager : Tuty Chaney (48 tahun) 2. Road Manager : Zack (37 tahun)
3. Vocal : tata B.T (28 tahun) 4. Gitar : Imam (27 tahun) 5. Bass : Ndhoi (27 tahun) 6. Percussion : Aldie (24 tahun) 7. Keyboard : Andi (35 tahun) 8. Drum : Kiky (28 tahun)
4.1.1.2. Loggo Coconut Head
Coconut Head memiliki loggo dan loggo tersebut menunjukkan visi dan misi dari Coconut Head itu sendiri.
a. Persegi empat
b. Lingkaran besar
a. Coconut Head “Go International”
b. Coconut Head “From Indonesia”
c. Coconut head “Musik of Reggae”
d. Coconut Head “Smile & Peace”
4.1.2. Manajemen Coconut Head
Meskipun hanya sebuah komunitas atau group band reggae, Coconut Head mempunyai manajemen yang jelas sebagai modal di dalam menerobos dunia musik Indonesia maupun internasional. Waktu latihan dan jadwal manggung serta program, semuanya sudah diatur oleh manajemen. Tuty Chaney selaku manager Coconut Head yang bertugas untuk mempromosikan Coconut Head dan mencari peluang-peluang untuk tampil di berbagai acara melalui berbagai media. Dalam hal keuangan, manajemen juga telah mengaturnya secara propesional demi kemajuan bersama.
Di samping itu, Coconut Head juga mempunyai peraturan yang harus dipatuhi oleh setiap anggota. Dan setiap anggota yang melanggar peraturan akan mendapatkan sangsi dari pihak manajemen.
4.1.2.1. Program Coconut Head
Kegiatan rutin Coconut Head pada umumnya adalah bermain musik, yaitu latihan dan manggung. Waktu latihan dan manggung telah diatur pihak manajemen sesuai dengan sedikit padatnya tawaran bermain musik.
Kegiatan rutin latihan sangatlah mendukung pencapaian program yang telah dibuat oleh manajemen. Program utama Coconut Head pada tahun 2010 adalah “Reggae in Campus”. Meskipun nama Coconut Head sudah tidak asing lagi di dunia musik reggae Indonesia, Coconut Head sampai sekarang ini belum mempunyai album. Dan untuk tahun 2011 ini meluncurkan album perdana merupakan program utama yang harus mereka capai.
Selain sibuk mempersiapkan peluncuran album perdana, Coconut Head juga disibukkan oleh jadwal manggung yang cukup padat. Zack mengatakan, meskipun Coconut Head berasal dari kota Medan, namun Coconut Head lebih sering manggung di luar kota Medan. Misalnya di Aceh, Bali, Bandung dan Bogor. Bahkan Coconut Head sudah 3 (tiga) kali diundang ke luar negeri, yaitu 2 (dua) kali ke Thailand pada bulan Pebruari 2009 dan Mei 2009. dan 1 (satu) kali ke Belanda pada bulan Agustus 2010. 10
Program Coconut Head lainnya adalah selalu terlibat di setiap kegiatan yang dilakukan Coconut Head, misalnya mengisi acara pada acara Reggae Party yang diadakan sekali dalam seminggu di Food Cort, Amaliun, Medan. Kegiatan lainnya adalah turun kejalan dan olahraga bersama dengan komunitas Reggae Medan Indonesia. Namun, program tersebut dapat dilaksanakan apabila Coconut Head tudak ada jadwal manggung di tempat lain.