• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III GAMBARAN UMUM DAN PROFIL

B. Sejarah Berdirinya Pesantren

Sebagai anak asli betawi terlebih dilahirkan di wilayah kalibata pulo yang mana disana kental dengan nilai-nilai keIslamannya, suasana yang agamis dan ketaatan masyarakat Betawi terhadap agamanya sempat mendapat apresiasi dari Buya Hamka dala seminar perkembangan Islam di Jakarta pada tahun 1987 dimana beliau mengatakan:

sungguh begitulah sangat mengagumkan kita, betapa teguhnya orang Betawi memeluk Islam. Selama 350 tahun antara penjajah (Belanda) dan

anak Negri asli (Betawi) masih tetap sebagai “ minyak dan air “. Sekalipun

bertemu dalam botol tidak pernah bersatu. Bagaimanapun mengaduk minyak didalam botol kecil yang berisi air, sehabis adukan itu, di saat itu pula mereka berpisah kembali.43

42

Biografi pesantren Darul Ishlah

43

Suasana yang agamis yang demikian kental sampai sekarangpun masih terasa di kelurahan kalibata, terutama di wilayah sekitar kalibata pulo tempat pesantren Darul Ishlah berada. Karena pada dasarnya orang betawi tidak bisa dipisahkan oleh agama Islam.

KH. Amir Hamzah ( pendiri pesantren Darul Ishlah), maka dari kecil beliau sudah diperkenalkan oleh orang tuanya dan kakeknya tentang pengetahuan agama Islam. Karna kondisi ekonomi keluarga beliau yang kurang mampu serta cukup banyaknya adik-adik beliau yang harus diurus, maka beliau lebih diurus dan juga sering tinggal bersama kakeknya yaitu yang bernama Ustadz Munir. Ketika memasuki usia sekolah beliau dimasukkan kesekolah madrasah Fatahillah di kalibata pulo dari ibtidaiyah sampai tsanawiyah. Kemudian beliau melanjutkan aliyahnya ke pesantren Darul Rahman, pimpinan KH. Syukron Makmun di kebayoran Baru, Jakarta Selatan, selama 5 (lima) tahun. Masa sekolah aliyahnya yang hanya lima tahun karena ketika tahun pertama masuk beliau disuruh KH. Syukron untuk masuk dahulu dikelas 2 (dua) tsanawiyah. Dan beliau baru lulus aliyah pada tahun 1984.

Lulus dari aliyah beliau sempat kuliah di IAIN sampai semester kedua. Kemudian berhenti karena menderita sakit kurang lebih 3 (tiga) bulan. Setelah itu atas sara kakeknya, Ustadz Munir, dan juga saran dari KH. Dimyati (cikampek) beliau menjadi santri di pesantren milik kiai hasbulloh di raja mandalaselama kurang lebih 1,5 (setengah) tahun. Sepulang dari pesantren, beliau membuka pengajian dari rumah kerumah sambil tetap mengembang kualitas ilmunya dengan mengaji dan mencari keberkahan dari beberapa ulama, diantaranya adalah buya Dimyati dari banten. 44

44

Wawancara langsung dengan KH. Amir Hamzah, Tanggal 21 november 2014. Pukul 15.40

Pada saat beliau sedang belajar di pondok salaf beliau mempunyai tekat ingin sekali mendirikan pesantren ia ingin membagi ilmunya kepada masyarakat luas yang belum mengenal agama agar mempunyai bekal di akhirat, setelah tahun 1987 beliau selesai dari pendidikan pesantren salaf yang mana tempat ia belajar dan pada tahun 1987 beliau mulai merintis sedikit demi sedikit yang pertama beliau lakukan adalah mendekatkan diri kepada masyarakat tempat dimana beliau akan mendirikan sebuah pesantren. Mendatangi setiap rumah rumah warga bersilahturahmi pendekatan awal kepada masyarakat agar menjamin potensi yang dihadirkan dalam tenaga pembangunan pesantren. Dahulu beliau tidak mempunyai lahan sedikitpun beliau memanfaatkan lahan seadanya yang dimiliki oleh seorang kakeknya sendiri mulai disitu timbul santri walau hanya sekitar 2 orang santri saja tetapi disatu sisi beliau senang bahwa beliau sudah bisa mempunyai murid pada saat itu mulailah kegiatan belajar mengajar walau yang digunakan hanya fasilitas seadanya masjid masih secara umum milik masyarakat belum bukan bagian dari pesantren belajarnya pun di pelataran pesantren yang sekarang sudah menjadi garasi pesantren, beliau menerapkan pelajaran agama yang diberikan kepada santri seiring berjalannya waktu pada tahun 1988 santri bertambah menjadi 10 orang karena santri yang sekiranya sudah lumayan banyak beliau memikirkan sebuat tempat yang layak untuk tempat belajar dan mengajar, pada saat itu beliau membebaskan tanah sekitar 100 meter tanah yang mana harga tanah pada tahun itu 1 meternya dihargakan 35.000 rupiah dengan izin allah dan rasa keikhlasan beliau akhirnya tanah mulai bertambah 100 meter

lagi yang mana tanah itu didonasikan kepada pesantren dari orang yang mempunyai tanah tersebut, ini merupakan modal di akhirat apabila mewaqafkan sebagian tanahnya kepada pesantren maka amal ibadahnya akan terus mengalir walau sudah tidak didunia, itulah masukan seorang kiai yang belajar mengemban ilmu dengan banyak guru mempunya keikhlasan dan dapat mendekatkan diri kepada masyarakat.

Dalam pemberian nama kepada pesantren seorang kiai tentu memikirkan tetapi menurut wawancara seorang kiai menemui nama itu secara spontan tapi di lain pemikiran lain beliau juga mengambil nama pesantren yang mana pernah menjadi tempat beliau mengambil ilmu, yaitu pesantren Darul Rahman

maka diambil nama depannya yaitu “Darul” maknanya adalah gudang,

kumpulan, tempat,dll. Banyak lalu kata belakang dari pesantren yang

bertuliskan “Ishlah” yang berarti perbaikan pertama kalo beliau mengetahui dan terfikir nama ini dari sebuah majlis yang mana tempat kakek dari istrinya yaitu sebuah tempat taparukan namanya majlis Al-Ishlah setelah digabungkan namanya bermakna dalam maka dari itu terciptanya sebuah nama pesantren yaitu Darul Ishlah menurut kiai islah itu artinya perbaikan jadi semoga yang masuk ke pesantren ini menjadi orang yang baik dan bisa menjadi lebih baik lagi agarmencapai kepribadian dalam perbaikan hidup.45

Pesantren Darul ishlah ini bertarafkan salaf di sini salaf diartikan sebagai pesantren yang hanya melakukan metode pembelajaran khusus mengenai ilmu keagamaan kenapa keagamaan karna yang diajarkan didalamnya berkaitan

45

Wawancara langsung dengan KH. Amir Hamzah, Tanggal 21 november 2014. Pukul 15.40

dengan ilmu nahwu, shorof, fiqh dan ilmu lainnya, muhadharah adalah salah satu kegiatan ekstra kulikuler yang ada di pondok pesantren Darul Islah ada juga kegiatan belajar hadrah dan tahfidz quran.

supaya tidak blank atau gugup pada saat melakukan latihan ceramah itu. Selain pembelajaran kitab-kitab kuning di pesantren salaf Darul Ishlah ini juga ada kegiatan di luar kitab kuning yaitu kegiatan belajar muhadharah ini adalah kegiatan belajar yang mana santri diajarkan untuk bisa melakukan ceramah mengenai agama sekaligus dilatih memberanikan diri berbicara di hadapan banyak orang. Santri di panggil secara acak tetapi sebelum dipanggil tiga hari sebelumnya merekan atau yang sudah dijadwalkan harus mempersiapkan bahan atau isi ceramah

Gambar 3.1 kegiatan muhadharah didalam masjid Pon-Pes Darul Ishlah

Dan selain muhadharah ada juga kegiatan sekaligus bisa dibilang ekstrakulikuler yaitu latihan hadrah dan juga membaca maulid para santri latihan setiap seminggu sekali dilakukan di aula pesantren pertama latihan

pukulan hadrah atau yang biasa dikenal dengan rebana dan juga pembacaan manaqib dan maulid berikut dengan latihan vocal mengenai shalawat kepada baginda Nabi Besar Muhammad SAW.46

Gambar 3.2 latihan hadrah mingguan di pelataran aula pesantren

Respon masyarakat sangat baik dan Hampir mayoritas masyarakat di sini mendukung bahkan setiap pengajian malem jumat itu penuh memang tidak bedanya kan pesantren adalah sebuah sarana kita menawarkan dagangan akhirat maka kita menjual dagangan di sini yang bisa dibeli sama santri dan masyarakat maka pengajian umumnya itu salah satunya itu nah ini yang saya katakan yang tidak ada dipesantren lain walaupun salaf terbuka untuk umum hampir di seluruh Jakarta yang murni yang khusus salaf yang tidak ada interpensi pemerintah di sini aja bahkan dari kandepag apabila ada biasiswa yang pertama kali ditawarkan di sini dulu untuk anjang prestasi dipesantren insya allah tidak kalah yah pernah diadakan pertandingan olahraga antara pesantren tapi kita membawa beberapa kelas olahraga termasuk pencak silat bulu tangkis padahal tidak diajarkan didalam pesantren.

46

Pesantren memberikan peran kepada masyarakat sewkaligus pesan-pesan dakwah dan siraman rohani agar masyarakat sadar dan mengetahui perbuatan yang mana dilarang dan yang mana diperbolehkan, masyarakat memang halnya membutuhkan pesantren dalam kehidupan bermasyarakat apa yang masyarakat butuhkan seperti kegiatan selametan rumah di sini selametan rumah bisa digambarkan dari rasa syukur dari apa yang telah diberikan oleh Allah SWT masyarakat membutuhkan sosok tokoh agama atau seorang kiai dalam memimpin jalannya acara dan dibantu santri yang menguasai seni hadrah dalam pelengkap acara tersebut.

Seorang anggota DPR Hj. Melani Leimena Suharli melakukan kunjungan kerja kepesantren darul ishlah sebagaimana beliau menharapkan kepada kiyai dan santri untuk menghormati kemajemukan bangsa Indonesia, jadi bangsa Indonesia ini bukan hanya bangsa beragama saja tetapi mayoritas penduduk Indonesia adalah agama Islam demi mencapai kemajemukan bermasyarakat yang baik dan kondusif.

Dengan adanya kehadiran seorang anggota DPR ini membuktikan bahwa pesantren salaf ini masih diperhatikan walau hanya pesantren yang mempunya satri -+ 150 santri ini, tetapi para santri ini tidak kalah dengan kualitas dari sekolah sekolah luar atau pada umumnya, pada saat diadakan pekan olahraga antara lembaga pendidikan dan Alhamdulillah pesantren ini mendapat juara di bidang bulu tangkis dan juga silatnya, padahal didalam pondok pesantren ini

tidak diajarkan hal atau ekstra kulikuler semacam itu.47

Gambar 3.3 kunjungan Hj. Melani ke ponpes Darul Ishlah48

Gambar 3.4 pemberian penghargaan kepada santri oleh Hj. Melani

Dokumen terkait