• Tidak ada hasil yang ditemukan

SEJARAH BERDIRINYA PKS DAN SEPAK TERJANG PKS DI TANGERANG SELATAN KHUSUSNYA DPC PKS PONDOK AREN

A. Sejarah Berdirinya PKS

Reformasi pasca orde baru telah menghidupkan kembali demokrasi. Pertumbuhan partai politik pada masa itu sudah tidak bisa dibendung lagi, karena partai politik bagian penting dan sebagai pilar dalam demokrasi yang ada di dalam suatu negara.

Terdapat beberapa partai yang berdiri setelah Orde Baru, diantaranya adalah Partai Keadilan (Jurdi, 2008: 187). Hal itu terbukti pada Pemilu tahun 1999 terdapat sebanyak 48 partai politik, termasuk di dalamnya partai dengan ideologi partai Islam.

Keadaan saat itu mempengaruhi anak muda atau mahasiswa khususnya untuk berpartisipasi dalam kancah perpolitikan. Kalangan mahasiswa di kampus mulai mendirikan partai politik, yaitu Partai Keadilan yang disingkat dengan PK

Pada 20 Juli 1998 Partai Keadilan Sejahtera berdiri dengan nama awal Partai Keadilan dalam sebuah konferensi pers di Aula Masjid Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta. Yang di ketuai oleh Nurmahmudi Isma'il. Partai Keadilan Sejahtera merupakan partai yang menjadikan Islam menjadi asas partai, tercatat lebih dari lima

34

puluh orang pendiri partai ini, diantaranya adalah Hidayat Nur Wahid, Luthfi Hasan Ishaaq, Salim Segar Aljufri dan Nur Mahmudi Ismail. Nur Mahmudi Ismail menjabat sebagai pimpinan partai keadilan, sedangakan Hidayat Nur wahid menjabat sebagai ketua majelis pertimbangan partai. Partai ini dideklarasikan pada tanggal 9 Agustus 1998 di masjid Al Azhar kebayoran Baru Jakarta (DPP PKS, 2012:2).

Pada pemilu 1999 Partai Keadilan menduduki peringkat ke tujuh diantara 48 partai politik peserta pemilu. Hasil ini tidak mencukupi untuk mencapai ketentuan electroral threshold, sehingga tidak bisa mengikuti pemilu 2004 kecuali berganti nama dan lambang dari yang mulanya bernama Partai Keadilan berubah menjadi Partai Keadilam Sejahtera (PKS). PKS ini didirikan di Jakarta pada hari Sabtu, tanggal 9 Jumadil Awwal yang bertepatan dengan tanggal 20 April 2002

PKS lahir dari gerakan Tarbiyah. Gerakan ini awalnya lebih berfokus sebagai gerakan dakwah yang muncul di awal era Orde baru. Gerakan ini bisa dipahami sebagai alternatif dari berbagai gerakan islam pada saat itu. Islam politik adalah kecenderungan muslim yang aktif di sektor politik dengan membawa aspirasi agamanya (Qodir, 2013:127).

Aspek utama dalam jaringan tarbiyah PKS adalah masjid kampus. Masjid kampus menjadi salah satu fokus organisasi jaringan sosial dan keagamaan kelompok tarbiyah.

Lembaga Dakwah Kampus (LDK) yang merupakan perkumpulan organisasi mahasiswa yang beragama Islam sendiri dijadikan wadah formal para aktivis dakwah.

Melalui rekrutmen besar-besaran pada mahasiswa baru khususnya yang beragama

35

Islam. Terakhir, jaringan sumber daya tarbiyah memiliki hubungan dengan organisasi pergerakan KAMMI (Kesatuan Mahasiswa Muslim Indonesia). Pembentukan organisasi KAMMI dalam perjuangan saat masa reformasi merupakan organisasi yang sumber daya manusianya mengambil peran dalam peran pembentukan Partai Keadilan Sejahtera dalam memperjuangkan cita-cita sosial dan politiknya (Muhtadi, 2012:121)

Gerakan dakwah ini semakin membesar dan mengental dan jaringan mereka pun semakin meluas. Mereka juga berupaya membangun ruh keislaman melalui media tabliqh, seminar, aktivitas sosial, ekonomi, dan juga pendidikan, meskipun saat itu berada dalam bayang-bayang kekuasaan orde baru yang demikian ketat mengawasi aktivitas keagamaan (Nainggolan, 2004:301).

PKS memiliki visi menjadi partai pelopor dalam mewujudkan cita-cita nasional bangsa Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Adapun misi partai ini adalah menjadikan Partai sebagai sarana perwujudan masyarakat madani yang adil, sejahtera, dan bermartabat yang diridhai Allah subhanahu wata‟ala, dalam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (AD-ART PKS, 2012: 25)

Sebagaimana yang telah disebutkan dalam AD/ART PKS pasal 5 tentang visi PKS adalah menjadi partai pelopor dalam mewujudkan cita-cita nasional bangsa Indonesia sebagaimana dimaksud dalam pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Kemudian pasal 6 tentang misi PKS yaitu menjadikan Partai sebagai sarana perwujudan masyarakat madani yang adil, sejahtera,

36

dan bermartabat yang diridhai Allah Subhanahu Wata‟ala, dalam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

PKS sebagai Partai Dakwah akan berjuang secara konstitusional, baik dalam lingkup kultural maupun struktural, dengan memaksimalkan peran berpolitiknya demi terwujudnya Masyarakat Madani dalam bingkai NKRI. Caranya, dengan mempercepat realisasi target PK Sejahtera dari “partai kader” menjadi “partai kader berbasis massa yang kokoh”, agar dapat memberdayakan komponen mayoritas bangsa Indonesia, yaitu kalangan perempuan, generasi muda, petani, buruh, nelayan dan pedagang.

Melalui partisipasi politik yang aktif akan hadir pemimpin negeri serta wakil rakyat yang betul-betul bersih, peduli dan profesional, sehingga bangsa dan rakyat Indonesia dapat menikmati karunia Allah berwujud NKRI yang maju dan makmur.

A.1. Visi dan Misi PKS

Setelah berganti nama dari Partai Keadilam (PK) menjadi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), maka visi dan misi-nya pun mengalami perubahan redaksi sesuai dengan dinamika politik yang terjadi di Indonesia. Akan tetapi tidak merubah maknanya. Dan dengan visi dan misi baru ini nampaknya PKS lebih bersifat nasionalisme dan akomodatif terhadap kebutuhan bangsa Indonesia secara universal.

Visi Umum:

“sebagai partai dakwah penegak keadilan dan kesejahteraan dalam bingkai persatuan umat dan bangsa”

37 Visi Khusus:

“partai berpengaruh baik secara kekuatan politik, partisipasi, maupun opini dalam mewujudkan masyarakat Indonesia yang madani”

Visi ini akan mengarahkan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebagai:

1. Partai dakwah yang memperjuangkan Islam sebagai solusi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

2. Kekuatan transdormatif dari nilai dan ajaran Islam dalam proses pembangunan kembali umat dan bangsa di berbagai bidang.

3. Kekuatan yang mempelopori dan menggalang kerjsama dengan berbagai kekuatan yang secita-cita dalam menegakkan nilai dan sistem Islam yang Rahmatan lil „alamin

4. Akselerator bagi perwujudan masyarakat madani di Indonesia Misi Umum

Misi dari PKS berdasarkan pada hasil Munas I di Jakarta pada tanggal 20 Juli 1998 adalah “Menjadikan partai sebagai sarana perwujudan masyarakat madani yang adil, sejahtera, dan bermartabat yang diridhai Allah Subhanahu Wata‟ala dalam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia”

Misi Khusus

38

1. Menyebarluaskan dakwah Islam dan mencetak kader-kadernya sebagai Anashir Taghyir.

2. Menyebarluaskan dakwah Islam dan mencetak kader-kadernya sebagai Anashir Taghyir.

3. Membangun opini umat yang Islami dan iklim yang mendukung bagi penerapan ajaran Islam yang solutif dan membawa rahmat.

4. Membangung kesadaran politik masyarakat, melakukan pembelaan, pelayanan dan pemberdayaan hak-hak kewarganegaraannya.

5. Menegakkan amar ma‟ruf nahi munkar terhadap kekuasaan secara konsisten dan kontiniu dalam bingkai hukum dan etika islam.

6. Secara aktif melakukan komunikasi silaturahim, kerja sama dan islah dengan berbagai unsur atau kalangan umat Islam untuk terwujudnya Ukhuwah Islamiyah dan Wihdatul-ummah, dan dengan berbagai komponen bangsa lainnya untuk memperkokoh kebersamaan dalam merealisir agenda reformasi.

7. Ikut memberikan kontribusi positif dalam menegakkan keadilan dan menolak kedhaliman khusus terhadap negeri-negeri muslim yang tertindas.

A.2. Perjalanan PKS dalam perpolitikan di Tangerang Selatan

Kota Tangerang Selatan merupakan daerah otonom yang terbentuk pada akhir tahun 2008 berdasarkan Undang-undang Nomor 51 Tahun 2008

39

tentang Pembentukan Kota Tangerang Selatan di Provinsi Banten.

Pembentukan daerah otonom baru tersebut dilakukan dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pelayanan umum dan daya saing daerah. (Lihat situs Bappeda Kota Tangerang Selatan)

Kota Tangerang Selatan terletak di bagian timur Provinsi Banten, yaitu pada titik koordinat 106˚38‟-106˚47‟ Bujur Timur dan 06˚13‟30”-06˚22‟30”

Lintang Selatan, memiliki Luas sebesar 147,19 Km2, dan mempunyai 7 (tujuh) kecamatan yang terdiri atas 54 (lima puluh empat) kelurahan (berdasarkan Perda Kota Tangerang Selatan Nomor 10 Tahun 2012).

Pemilihan umum Wali Kota Tangerang Selatan dan pemilihan calon anggota legislatif dimulai pada tahun 2010 dengan hasil pasangan Airin Rachmy Diany dan Benyamin Davnie menjadi Walikota dan wakil walikota Tangerang Selatan. Sedangkan Hasil Anggota DPRD 2009-2014 sebagai berikut (Website KPUD Tangerang Selatan):

Tabel III.C.1.

40

Dokumen terkait