• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

3.3 Gambaran Umum Perusahaan

3.3.1 Sejarah dan Perkembangannya

PT. Wilson Walton Indonesia didirikan pada tahun 1994 sebagai bagian dari Corrpro Companies Inc., yang merupakan perusahaan internasional yang berkantor pusat di Amerika Serikat di bidang engineering, jasa dan konsultasi korosi di berbagai macam lingkungan.

Pada tahun 2003, PT. Wilson Walton Indonesia, menjadi perusahaan independen yang berkomitmen untuk melayani area Indonesia, Singapura, Malaysia dan Brunei Darussalam dengan dukungan penuh dari Corrpro Companies Inc.

PT. Wilson Walton Indonesia, juga merupakan agen tunggal dari Rohrback Cosasco System (RCS), perusahaan terkemuka dalam bidang Corrosion Monitoring, Specialty Polymer Coating (SPC), produsen coating yang terbuat dari 100% solid, perusahaan yang bergerak di bidang

Intelligent Pigging. PT. Wilson Walton Indonesia mempunyai keahlian di

bidang, diantaranya:

a. Corrosion engineering dan Control b. Sistem Proteksi Katodik

d. Specialty Coating dan Coating Assessment e. Intelligent Pigging dan Inline Inspection f. Pipeline Integrity Management Services

Saat ini untuk mendukung kegiatan operasionalnya, PT. Wilson Walton Indonesia, memiliki dua kantor cabang yang berlokasi di Balikpapan dan Pekanbaru.

PT. Wilson Walton Indonesia percaya bahwa kepuasan pelanggan dapat dicapai pada semua tingkatan dengan meyakinkan seluruh tahapan dari desain sampai realisasi jasa berjalan sesuai prosedur. Pelayanan ini disempurnakan melalui perekayasaan dan penelitian yang berkesinambungan, mutu yang terjaga baik, manajemen keselamatan serta jangkauan produk dan jasa yang luas, dimana semuanya ini terarah pada pemeliharaan sumber-sumber energi dunia, infrastruktur dan lingkungan.

Dengan sudah menerapkan Standar Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 ini, PT. Wilson Walton Indonesia telah menyediakan kerangka kerja pengelolaan mutu yang jauh lebih baik sehingga mampu menyempurnakan praktek pengelolaan mutu yang sudah ada selama ini, seiring dengan tuntutan terhadap pemenuhan persyaratan standar yang jauh melebihi dari persyaratan sebelumnya. Selain itu, sertifikasi ISO 9001:2008 yang telah memberikan pengakuan Internasional bagi PT. Wilson Walton Indonesia.

Bagi PT. Wilson Walton Indonesia, ISO 9001:2008 merupakan cara terbaik untuk mengukur keseriusan perusahaan dalam usaha

berkelanjutan untuk meningkatkan mutu produk, efektivitas dan efisiensi dari segala aspek serta, peningkatan motivasi kerja karyawan serta mendorong mereka agar lebih bertanggung jawab terhadap pekerjaannya, mengutamakan mutu produk dan jasa, disiplin kerja dan dokumentasi hasil kerja yang lebih konsisten.

3.3.2. Visi, Misi, Kebijakan dan Sasaran Mutu

Sebagai salah satu wujud komitmen PT. Wilson Walton Indonesia dalam berupaya memuaskan pelanggan dan melakukan perbaikan berkelanjutan, maka manajemen PT. Wilson Walton Indonesia mempunyai Visi, Misi dan menetapkan Kebijakan Mutu sebagai kerangka kerja untuk menetapkan dan meninjau Sasaran Mutu, yang dikomunikasikan dalam organisasi untuk dipahami dan dilaksanakan serta ditinjau secara terus-menerus agar senantiasa sesuai dengan perkembangan jaman.

a. Visi

PT. Wilson Walton Indonesia

Menjadi Mitra terbaik bagi perusahaan minyak & gas, pertambangan, pembangkit listrik dan infrastruktur dalam bidang korosi dan pipeline integrity di Indonesia dan regional dengan menitik beratkan pada profesionalisme, ketepatan waktu, standardisasi mutu dan kepuasan pelanggan

b. Misi

PT. Wilson Walton Indonesia

Memberikan jasa pelayanan dengan Komitmen, Kepercayaan dan menunjukkan hasil yang sesuai dengan keinginan pelanggan.

3.3.3. Struktur Organisasi

Pengorganisasian adalah masalah yang sangat diutamakan dalam suatu perusahaan, karena didalam organisasi itu terdapat dengan jelas fungsi dan tanggung jawab dari setiap bagian. Jika setiap bagian tersebut berfungsi sesuai dengan tugas yang dibebankan, maka kegiatan perusahaan akan berjalan dengan baik dan akan terlihat juga perkembangan perusahaan dalam mencapai mengoperasikan suatu kegiatan, langkah pertama yang dilakukan oleh seorang pimpinan adalah menetapkan pekerjaan apa yang harus dikerjakan oleh para pegawai agar dapat merealisakan apa yang menjadi tujuan perusahaan. Pekerjaan ini harus dibagi-bagi menjadi tugas-tugas kecil agar dikerjakan oleh penerima tugas-tugas, dan tugas-tugas ini harus ditetapkan dengan jelas kepada siapa tugas ini diserahkan apa yang menjadi kewajibannya dan kepada siapa sipenerima tugas ini bertanggung jawab atas pelaksanaan tugasnya. Pembagian tugas ini sangat perlu dalam suatu organisasi dalam suatu organisasi agar tidak terjadi tumpang tindih, melainkan agar jelas yang harus dikerjakan dengan wewenang yang mereka pilih dan miliki.

Gambar 3.1. Struktur Organisasi PT. Wilson Walton Indonesia President Director

Marketing &

Commercial Director Operation Director Chief Financial

Officer Branch Offices Balikpapan Pekanbaru Sales Coordinator Account Manager Management

Representative Operation Manager Finance & Accounting

Manager

Accounting & Tax

Procurement Logistic & Warehouse

Office, GA, HRD

Cost Control

Finance & Cashier Assistant Operation Manager Engineering Department Lead Engineer Corrosion / CP Engineer Corrosion / CP Technician Project Department PIC / Project Leader Engineer Technician PIC / Project Leader Engineer Technician PIC / Project Engineer Technician PIC / Project Engineer Technician Admin & IT Expeditor IT Drafter

3.4. Tahapan Penelitian

Pada gambar 3.2. dibawah ini merupakan gambar tahapan penelitian yang dilakukan oleh penulis :

Gambar 3.2. Tahapan Penelitian

3.5. Metode Pengumpulan Data

Dalam rangka menyusun skripsi ini dilakukan riset atau penelitian untuk mendapatkan data-data atau bahan materi yang diperlukan. Adapun metode pengumpulan data-data yang diperlukan adalah sebagai berikut:

3.5.1. Studi Pustaka

Dalam metode ini dilakukan pencarian buku-buku maupun

website yang membahas tentang analisa aktivitas atau tingkatan

Analisis Analisa Sistem yang Sedang Berjalan Bagan Alir Sistem yang Sedang Berjalan Analisa Kebutuhan Sistem yang Sedang Berjalan Alternatif Pemecahan Masalah Perancangan Data Flow Diagram (DFD) Desain Kamus Data Normalisasi Desain Basis Data Desain Struktur Menu Sistem Informasi ERD (Entity Relationalshi p Diagram) Mulai Identifikasi Kebutuhan (User Need Assisment) Perencanaan Identifikasi Masalah Tujuan Pengembangan Sistem Implementasi Pemeliharaan Sarana Pendukung Aplikasi Implementasi Sistem Pemeliharaan Sistem Selesai 1 1 2 2 3 3 4 4

korosi pada jaringan pipa diantaranya adalah buku berjudul

Pipeline Risk Management Manual” karangan W. Kent Muhlbauer,

Peabody's Control of Pipeline Corrosion” karangan A. W. Peabody dan juga standar-standar yang mengatur tentang korosi seperti ASM Metal Handbook, ASME dan NACE Standard. Untuk pembuatan aplikasi berbasis web penulis menggunakan referensi buku berjudul

Pemrograman Web dengan PHP”, “MySQL untuk Pengguna ,

Administrator, & Pengembang Aplikasi Web” karangan Betha Sidik. Buku-buku, literature, dan situs-situs yang penulis gunakan sebagai referensi dapat dilihat pada daftar pustaka.

Dokumen terkait