BAB IV: HASIL PENELITIAN
2. Sejarah Masuknya Muhammadiyah di Desa Moncobalang
Nama Dusun Laki-laki Perempuan Jumlah
1 Dusun Karampuang 930 Jiwa 957 Jiwa 1.887 Jiwa 2 Dusun Moncobalang 771 Jiwa 844 Jiwa 1.615 Jiwa 3 Dusun Tompobalang 640 Jiwa 620 Jiwa 1.260 Jiwa
Jumlah
4. 762 Jiwa
Sumber Data: Kantor Desa Moncobalang Kec. Barombong Kab. Gowa 2015
2. Sejarah Masuknya Muhammadiyah di Desa Moncobalang
Muhammadiyah sebagai gerakan pembaharuan pemikiran Islam, tidak dapat di sangkal telah banyak memberikan kontribusi bagi kebangkitan umat Islam dan bangsa Indonesia, menjelang maupun pada masa kemerdekaan Negara Republik Indonesia. Gerakan pembaharuan pemikiran Islam yang dirintis oleh KH Ahmad Dahlan memfokuskan gerakannya dibidang dakwah amar ma’ruf nahi mungkar melalui bidang pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan umat dan telah melakukan pencerahan moral, spiritual, dan Intelektual bagi ummat Islam dan bangsa Indonesia.
Muhammadiyah telah berkiprah siang dan malam di seluruh kehidupan masyarakat untuk mewujudkan masyarakat Islam yang
43
sebenar-benarnya. Dalam peningkatan pemahaman keIslaman, menuju kehidupan masyarakat yang sesuai dengan ajaran Islam. Hasilnya telah kelihatan setidaknya untuk kalangan warga Muhammadiyah sendiri yang telah mampu untuk berIslam sesuai dengan tuntunan ajaran Islam yang sesungguhnya. Oleh karena itu, Muhammadiyah kini tidak lagi hanya milik pimpinan dan persyarikatan namun telah menjadi asset nasional dan milik seluruh masyarakat Indonesia.
Muhammadiyah sebagai gerakan Islam dakwah amar ma’ruf nahi mungkar tersebar diseluruh pelosok Indonesia. Kabupaten Gowa termasuk daerah penyebaran Muhammadiyah yang cukup mendapatkan respon yang positif dari masyarakat dan unsur pemerintahan. Di kabupaten Gowa terdapat beberapa cabang Muhammadiyah, salah satunya adalah Pimpinan cabang Muhammadiyah Moncobalang yang membawahi beberapa ranting diantaranya Pimpinan Ranting Minasa Baji, Pimpinan Ranting Tompobalang, Pimpinan Ranting Karampuang Bontoa, Pimpinan Ranting Balla Pangka,dan Pimpinan Ranting Bontobila.
Muhammadiyah masuk di Desa Moncobalang pada tanggal 17 Rabiul akhir 1383 bertepatan pada tanggal 5 september 1963 statusnya masih sebagai ranting Muhammadiyah Moncobalang. Seperti halnya dengan pengurus Muhammadiyah di daerah lain, pengurus Muhammadiyah Moncobalang Tidak lepas dari gerakan dakwah. Baik melakukan pengajian di daerahnya maupun mengikuti mengikuti kegiatan dakwah di luar daerah binaannya.
44
Dalam perkembangannya Muhammadiyah Moncobalang yang eksis selama 30 tahun, kemudian meningkatkan status ranting menjadi Cabang Muhammadiyah yang bertepatan pada tanggal 10 juni 1968 yang kemudian ditindak lanjuti dengan menggelar rapat pengurus dengan agenda pokok: pertama masalah pengusulan Ranting Muhammadiyah Moncobalang Menjadi Cabang Moncobalang, kedua membicarakan rencana pendirian Muallimin Muhammadiyah Moncobalang. Pada tanggal 21 april 1968 di bentuklah pengurus Persiapan Cabang Muhammadiyah Moncobalang, sebagaimana tercantum dalam notulen rapat dan pemilihan sebagai berikut:
Tabel IV
Struktur PCM Moncobalang tahun 1968
No. NAMA JABATAN
1. M. SIAMA KETUA UMUM
2. M. LADJA KETUA I
3. SYAMSUDDIN SEKRETARIS I
4. M. NADJA SEKRETARIS II
5. ABU BAKAR BENDAHARA I
6. HAMANDJA BENDAHARA II
7. I. MALA Anggota/ Ketua Bahagian Pemuda
8. ST. KAMARIAH Anggota/ Ketua Bahagian Aisyiyah 9. ST. SUBAEDAH Anggota/ Ketua Bahagian N.A
10. M. YAHYA A.K Anggota/ Ketua Bahagian Pend. Pengetahuan
11. N. SAID Anggota/ Ketua Bahagian Kokam 12. M. DG MANGUNG Anggota/ Ketua Bahagian Dakwah
45
13. L. DG TOMPO Anggota/ Ketua Bahagian IIM 14. MAKKARAUS Anggota/ Ketua Bahagian Hikmah 15. HAMANDJA Anggota/ Ketua Bahagian Ekonomi 16. SYARIFUDDIN Anggota/ Ketua Bahagian I PM 17. M. LATIF Anggota/ Ketua Bahagian SBM 18. ABU BAKAR Anggota/ Ketua Bahagian P.K.U
19. HAWISA Seksi peralatan
20. SAHALAN Seksi peralatan
21. BAU Seksi peralatan
22. NURDIN Seksi peralatan
23. HALAWIYAH Seksi peralatan
24. RAMLI Seksi Olahraga
25. N. SAID Seksi Olahraga
26. LATIF Seksi Olahraga
27. ST. NUR ALAM Seksi keputrian
Setelah pengurus tersebut terbentuk, pengurus moncobalang mengirim surat permintaan menjadi cabang Muhammadiyah pada tanggal 2 Mei 1968 dengan nomor surat A-3 / 1968 ke pimpinan pusat Muhammadiyah di Yogyakarta.
Untuk Selanjutnya setelah pimpinan pusat mendapat persetujuan dari pengurus Muhammadiyah Cabang Sungguminasa dengan Nomor A-15/1968, tanggal 02 Mei 1968 dan pengurus Muhammadiyah wilayah sul-sel A-125/ 1968. Oleh Pimpinan pusat Muhammadiyah yang saat diketahui oleh A.R Fachruddin dan Jindar Tamimi sebagai sekretaris memberikan surat ketetapan nomor 2654/A tanggal 14 Rabbiul awal 1388
46
bertepatan pada tanggal 10 Juni 1968. Sah dan disetujui berdirinya pengurus Muhammadiyah Cabang Moncobalang.
Adapun struktur Organisasi Muhammadiyah Moncobalang Kec. Barombong saat ini adalah sebagai berikut:
Tabel V
Struktur PCM Moncobalang tahun 2010-2015
NO. NAMA JABATAN
1. MUHAJIR MS DG TOMPO KETUA PCM
2. SUBAIR S. Sos DG LIWANG SEKRETARIS
3. MAKMUR DG NGESA WAKIL SEKRETARIS
4. BAHARUDDIN DG NGEMPO BENDAHARA
5. Drs. ABD. RAHMAT WAKIL BENDAHARA
Sumber data: Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Moncobalang
Muhammadiyah juga memiliki organisasi otonom sebagai berikut: Tabel VI
Organisasi Otonom Muhammadiyah
No. Nama Ortom Ketua Keterangan
1 Aisyiyah St. Subaedah Aktif
2 Pemuda Mustamin Aktif
3 Nasiatul Aisyiyah Magfirah S.Pd Aktif
4 IPM Arby Zulfidyah Aktif
47
Berdirinya Muhammadiyah telah mengilhami berdirinya hampir seluruh organisasi otonom yang ada di Muhammadiyah, termasuk Aisyiyah. Sejak mendirikan Muhammadiyah, Kiai Dahlan sangat memperhatikan pembinaan terhadap wanita. Anak-anak perempuan yang potensial dibina dan dididik menjadi pemimpin, serta dipersiapkan untuk menjadi pengurus dalam organisasi wanita dalam Muhammadiyah.
Di desa Moncobalang pun telah terbentuk Aisyiyah yang di ketua oleh St. Subaedah. Berbagai kegiatan yang telah di lakukan seperti mengadakan pengajian tiap bulan, mengajak masyarakat mencintai Al-Quran lewat kajian tajwid/ tartil, melakukan pembinaan kader, dan lain sebagainya. Organisasi otonom Muhammadiyah yang berkembang tidak hanya aisyiyah melainkan pemuda Muhammadiyah, Nasiatul Aisyiyah, dan organisasi pelajar yaitu Ikatan Pelajar Muhammadiyah pun bekembang dengan segala kegiatan-kegiatan yang di lakukan.
Berbicara tentang amal usaha Muhammadiyah, di Desa Moncobalang telah terbentuk Tk Aisyiyah yang di kelolah oleh Hj. St Marlina sebagai kepala Tk Aisyiyah. Sampai sekarang amal usaha tersebut masih berkembang dengan peserta didik yang semakin bertambah dari tahun ketahun.
48
B. Peranan Muhammadiyah Dalam Mewujudkan Masyarakat Islami