• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

A. Hasil Penelitian

1. Sejarah Perkembangan Indeks Lq 45

Indeks LQ 45 diartikan sebagai 45 saham yang tercatat dan terpilih di Bursa Efek Indonesia sesuai kriteria yang telah ditetapkan. Saham ini di pilih karena tercatat sebagai 45 saham yang paling aktif diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia. Indeks LQ 45 singkatan dari liquid 45, maka dari itu kriteria utama agar bisa masuk kedalam Indeks LQ 45 adalah dengan likuiditas transaksi yang tinggi dan mempertimbangkan kapitalisasi pasar yang tinggi juga. Namun, untuk lebih mempertajam kriteria maka diadakan evaluasi pada bulan januari tahun 2005 dengan menambah beberapa faktor sebagai pertimbangan, antara lain:

a. Transaksi saham masuk dalam urutan 60 terbesar di pasar regular, dengan kurun waktu 12 bulan terakhir.

b. Kapitalisasi pasar masuk ke dalam bagian transaksi teratas di pasar regular selama 12 bulan terakhir.

c. Saham telah tercatat di Bursa Efek Indonesia paling tidak selama tiga bulan.

d. Memiliki kondisi keuangan dan prospek pertumbuhan yang baik, dan juga frekuensi perdagangan dan transaksi tinggi di pasar regular.

Bursa Efek Indonesia secara rutin memantau perkembangan kinerja saham-saham yang masuk kedalam perhitungan Indeks LQ 45. Setiap tiga

bulan sekali dilakukan evaluasi atas pergerakan saham, sehingga enam bulan sekali Bursa Efek Indonesia melakukan seleksi terhadap saham-saham yang tergabung di Indeks LQ 45. Jika terdapat saham-saham yang tidak memenuhi kriteria seleksi, maka saham tersebut akan digantikan dengan saham lain yang memenuhi kriteria. Walaupun ada pergantian saham, jumlah saham yang tergabung di Indeks LQ 45 tetap 45 saham.

Indeks LQ 45 pertama kali digunakan pada tanggal 24 Februari 1997, sedangkan Indeks LQ 45 diresmikan hasil perhitungannya pada tanggal 13 Juli 1994 dengan nilai dasar 100. Indeks ini termasuk sebagai alternatif Indeks selain IHSG. Saham yang terdaftar di IHSG sebagian besar adalah saham yang kurang aktif diperdagangkan. Karena hal tersebut, IHSG kurang mencerminkan kondisi sebenarnya di Bursa Efek Indonesia. Terbentuknya Indeks LQ 45 menjadi hal penting karena dapat dijadikan sebagai pelengkap IHSG. Dan khususnya untuk menyediakan sarana obyektif dan terpercaya bagi analisis keuangan, manajer investasi, investor dan peminat informasi pasar modal dengan memperhatikan pergerakan harga saham-saham yang aktif diperdagangkan.

2. Faktor-Faktor Perkembangan Indeks LQ 45

a. Faktor-Faktor Yang Berperan Dalam Pergerakan Indeks LQ 45 1) Tingkat toleransi investor terhadap resiko.

2) Saham-saham penggerak indeks (Indeks Mover Stocks) yang sering menjadi pusat perhatian merupakan saham berkapitalisasi pasar besar di Bursa Efek Indonesia.

3) Tingkat suku bunga pada surat berharga yang diterbitkan Bank Indonesia, sebagai patokan portofolio investasi dipasar keuangan Indonesia.

b. Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Naiknya Indeks LQ 45 1) Penguatan nilai tukar rupiah yang mampu mengangkat Indeks LQ

45 ke zona positif.

2) Penguatan bursa global dan regional menyusul penurunan harga minyak mentah dunia.

3. Gambaran Umum Objek Penelitian

Objek penelitian ini merupakan perusahaan yang terdaftar di Indeks LQ 45 dengan periode empat tahun terakhir yaitu tahun 2017 sampai dengan tahun 2020. Pada penelitian ini menggunakan Eviews 9 sebagai alat untuk mengolah data. Penentuan sampel pada penelitian ini menggunakan metode purposive sampling untuk mengeluarkan beberapa perusahaan yang tidak memenuhi persyaratan dengan kriteria sebagai berikut:

Tabel 4.1 Seleksi Sampel

No. Keterangan Jumlah

1. Jumlah perusahaan yang terdaftar di Indeks LQ 45 periode 2017 sampai 2020

45

2. Mata uang yang digunakan tidak dalam bentuk rupiah (10)

Jumlah 35

Periode Penelitian 2017-2020 4

Jumlah Observasi 140

Sumber: olahan peneliti

Berdasarkan Tabel 4.1 dijelaskan bahwa terdapat 35 sampel perusahaan yang masuk kedalam Indeks LQ 45 yang dijadikan data penelitian. Dengan periode penelitian empat tahun terakhir yaitu tahun 2017 sampai dengan 2020, sehingga dihasilkan jumlah observasi 140 sampel yang akan diolah datanya. Berikut ini nama-nama perusahaan yang digunakan sebagai sampel:

Tabel 4.2 Perusahaan Sampel

No Kode Nama Perusahaan No Kode

Nama Perusahaan

1 ACES

Ace Hardware Indonesia Tbk.

19 JPFA

Japfa Comfeed Indonesia Tbk.

2 AKRA AKR Corporindo Tbk. 20 JSMR Jasa Marga

(Persero) Tbk.

14 GGRM Gudang Garam Tbk. 32 TOWR dilakukan observasi. Jumlah populasi sebanyak 45 perusahaan, namun hanya 35 perusahaan ini yang memenuhi syarat yang sesuai dengan kriteria penelitian.

B. HASIL UJI DATA

1. Penentuan Regresi Data Panel

Dalam menentukan model regresi data panel antara model common effect, fixed effect atau random effect dilakukan dengan Uji Chow, Uji Hausman dan Uji Lagrange Multiplier.

a. Uji Chow

Hasil dari Uji Chow disajikan dalam tabel 4.3, sebagai berikut:

Tabel 4.3 Hasil Uji Chow

Effects Test Stat. d.f Prob.

Cross-Section F 1.531218 (34.103) 0.0531 Cross-Section Chi-Ssuare 57.272904 34 0.0075 Sumber: Output Eviews 9, diolah peneliti

Berdasarkan tabel 4.3 diatas, diketahui probabilitas Cross-section Chi-Square menghasilkan Ftabel 0.0075 lebih kecil dari tingkat signifikansi α = 5% dengan dihasilkan H0 ditolak atau model Common Effect ditolak sedangkan H1 diterima. Dilihat dari ketentuan hipotesis Uji Chow, apabila Fhitung lebih besar dibandingkan Ftabel dengan hasil H0 ditolak maka model regresi yang tepat digunakan menurut perhitungan Uji Chow adalah model Fixed Effect.

b. Uji Hausman

Uji Hausman disajikan dalam tabel 4.4, sebagai berikut:

Tabel 4.4 Hasil Uji Hausman

Test Summary

Chi-Square Stat.

Chi-Square d.f

Prob.

Cross-Section Random 0.031633 2 0.9843 Sumber: Output Eviews 9, diolah peneliti

Berdasarkan tabel 4.4 diatas, diketahui probabilitas Cross-Section Chi-Square memiliki Ftabel 0.9843 lebih besar dari tingkat signifikansi

α = 5% dengan hasil H0 diterima sedangkan H1 ditolak. Dilihat dari kriteria hipotesis uji hausman, apabila probabilitas Chi-Square lebih kecil daripada α = 5%, maka model yang lebih baik adalah Fixed Effect dengan hasil H0 ditolak. Dan jika probabilitas Chi-Square lebih besar daripada α = 5%, maka model yang lebih baik adalah Random Effect dengan hasil H0 diterima. Sehingga dapat dikatakan bahwa model yang tepat digunakan menurut uji hausman adalah model Random Effect.

Maka dari itu, hasil penelitian uji hausman terhadap variabel bebas dan terikat pada tabel diatas adalah model Random Effect. Karena, probabilitas Cross-Section Chi-Square sebesar 0.9843 lebih besar dari signifikansi alpha 0.05, dengan daerah H0 diterima.

c. Uji Lagrange Multiplier

Uji Lagrange Multiplier disajikan dalam tabel 4.5, sebagai berikut:

Tabel 4.5

Uji Lagrange Multiplier

Uji

Croo-Section

Time Both

Breusch Pagan

2.738910 0.858221 3.597131 (0.0979) (0.3542) (0.0579) Sumber: Output Eviews 9, diolah peneliti

Berdasarkan tabel 4.5 diatas, diketahui probabilitas Cross-Section Lagrange Multiplier dari Breusch-Pagan lebih besar dibandingkan

tingkat signifikansi alpha 5%. Dengan kriteria hipotesis Uji Lagrange Multiplier untuk tabel diatas adalah, H0 diterima dengan model regresi yang paling tepat digunakan adalah Random Effect, karena Cross-Section 0.0979 > 0.05.

Sumber: Output Eviews 9, diolah peneliti

Berdasarkan data dan histogram 4.6 diatas, dapat dilihat bahwa hasil Uji Normalitas menunjukkan hasil yang signifikan dengan dibuktikan dari hasil probabilitas 0.864948 lebih besar dibandingkan tingkat signifikansi alpha 0.05. Maka dari itu, kesimpulan yang diperoleh dari uji normalitas dengan nilai probabilitas lebih besar dari tingkat alpha yang tertera dalam histogram dan data menunjukkan data berdistribusi normal yang berarti H0 diterima.

b. Uji Autokorelasi

Uji Autokorelasi dilakukan dengan menggunakan dua model yaitu Uji Durbin-Watson dan Uji Breusch-Godfrey. Sehingga diperoleh hasil seperti tabel yang telah disajikan dibawah ini.

Tabel 4.7 Uji Durbin-Watson

Uji Durbin-Watson Stat. Prob.

Durbin-Watson 1.995691

Sumber: Output Eviews 9, diolah peneliti

Berdasarkan data pada tabel 4.7 dapat dilihat dari nilai Durbin-Watson Statistik diperoleh nilai 1.995691 dari hasil observasi 140 sampel dan jumlah variabel independen X1 dan X2. Untuk menentukan nilai du dan dl, peneliti menggunakan tabel Durbin-Watson di urutan sesuai sampel dan jumlah variabel independen.

Proses yang dilakukan adalah sampel yang digunakan adalah 140 dengan variabel independen (k=2) yang artinya ada dua variabel independen. Lalu diperoleh dl = 1.6950 dan du = 1.7529 dengan rumus perhitungan du < dw < dl yaitu 1.7529 dihasilkan 2.2471 dan 4-1.6950 dengan hasil 2.3050, sehingga dapat digambarkan pada tabel dibawah:

Berdasarkan gambar diatas, dihasilkan nilai Durbin-Watson 1.995691 berada di antara du = 1.7529 dengan 4-du = 2.2471 atau 1.7529 < 1.995691 < 2.2471 dengan hasil pengujian ini menunjukkan tidak adanya masalah autokorelasi.

c. Uji Multikoleniaritas

Hasil dari Uji Multikoleniritas disajikan dalam tabel 4.8, sebagai berikut:

Tabel 4.8 Uji Multikoleniaritas

Variable

Coefficient Variance

Uncentered VIF

Centered VIF

C 0.013856 1.019949 NA

Arus Kas Operasi (X1) 0.001926 1.009914 1.002173 Book Tax Differences (X2) 0.007644 1.013509 1.002173 Sumber: Output Eviews 9, diolah peneliti

Berdasarkan tabel 4.8 diatas dapat disimpulkan bahwa hasil dari probabilitas atau centered VIF lebih kecil dibandingkan nilai signifikansi yaitu nilai VIF 1.002173 < 10, sehingga dapat diartikan data diatas tidak terjadi multikolinieritas dalam model regresi.

d. Uji Heterokedastisitas 1) Uji Park

Tabel 4.9 Hasil Uji Park

Variable Coef. Std. Error t-Statistic Prob.

C -3.260277 0.244581 -13.33003 0.0000

Arus Kas Operasi

(X1) -0.143019 0.091179 -1.568543 0.1191 Book Tax

Differences (X2) 0.138796 0.181659 0.764043 0.4462 Sumber: Output Eviews 9, diolah peneliti

Hasil uji park pada tabel 4.9 diatas menunjukkan bahwa kedua variabel independen yaitu Arus Kas Operasi (X1) dan Book tax Differences (X2) tidak terjadi heterokedastisitas, karena probabilitas variabel independen yaitu Arus Kas Operasi (X1) 0.1191 dan Book Tax Differences (X2) 0.4462 lebih besar dari tingkat signifikansi 0.05.

2) Uji Glejser

Tabel 4.10 Hasil Uji Glejser

Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.

C 2.311154 0.144282 16.01831 0.0000 AKO (X1) 0.072107 0.053788 1.340568 0.1823 BTD (X2) -0.158099 0.107163 -1.475303 0.1424

Sumber: Output Eviews 9, diolah peneliti

Sedangkan hasil uji pada tabel 4.10 diatas, menunjukan hasil yang sama dengan uji park yaitu nilai probabilitas Arus Kas Operasi (X1) dan Book Tax Differences (X2) lebih besar dari tingkat signifikansi alpha 0.05. Sehingga tidak terjadi masalah heteroskedastisitas.

3. Uji Signifikan Simultan (Uji Statistik F) Tabel 4.11

Variabel Coef. Std. E t-Statistic Prob.

C -2.034048 0.830998 -2.447715 0.0224

AKO (X1) -0.056603 0.203664 -0.277923 0.7836 BTD (X2) -0.350140 0.272606 -1.284421 0.2118 Sumber: Output Eviews 9, diolah peneliti

Berdasarkan hasil pengujian Fstatistik pada tabel 4.11 diatas, diperoleh probabilitas Fstatistik sebesar 0.450324. Dilihat dari hipotesis uji Simultan F, sebagai berikut:

H0 : Diterima / atau jika probabilitas FStatistik > tingkat signifikansi alpha 0.05 maka diartikan bahwa variabel independen berpengaruh signifikan terhadap Pertumbuhan Laba. Sedangkan,

H1 : Ditolak / atau jika probabilitas FStatistik < tingkat signifikansi alpha 0.05 maka diartikan bahwa variabel independen tidak berpengaruh signifikan terhadap Pertumbuhan Laba.

Sedangkan FStatistik sebesar 0.826112 lebih kecil dibandingkan dengan Ftabel yaitu 3.02 maka diperoleh hasil daerah H0 ditolak. Maka kesimpulan dari tabel 4.11 adalah Arus Kas Operasi (X1) dan Book Tax Differences (X2) tidak berpengaruh secara simultan terhadap Pertumbuhan Laba.

4. Uji Hipotesis

a. Uji Signifikan Parameter (Uji Statistik T)

Uji Statistik T dilakukan untuk mengevaluasi pengaruh Arus Kas Operasi (X1) dan Book Tax Differences (X2) dengan Pertumbuhan Laba (Y). dengan menggunakan hipotesis:

H0 : tidak berpengaruh / atau jika nilai TStatistik < Ttabel , artinya H0

diterima. Sedangkan,

H1 : Berpengaruh / atau jika nilai TStatistik > Ttabel , artinya H0 ditolak.

Dengan jumlah observasi 140 sampel dan tiga variabel independen, maka ttabel adalah n – k = 140 – 3 = 137 didapat nilai df =137 dengan tingkat signifikansi alpha 0.05 sehingga diperoleh Ttabel = 1.97743. Hal

ini bermaksud untuk digunakan sebagai pedoman menerima atau menolak hipotesis.

Sehingga berdasarkan tabel 4.11 diatas, menunjukkan bahwa hasil pengujian menggunakan software Eviews 9 sebagai berikut:

1) Arus Kas Operasi (X1)

Hasil pengujian pada tabel 4.11 diperoleh nilai Thitung adalah -0.277923 dan nilai probabilitas 0.7836 sedangkan Ttabel = 1.97743 dan tingkat signifikansi alpha 0.05. Dari hasil uji TStatistik diketahui bahwa TStatistik / Thitung lebih kecil dari Ttabel dan dapat dilihat dari probabilitas lebih besar dibandingkan tingkat signifikansi alpha.

Maka dapat disimpulkan bahwa Arus Kas Operasi tidak berpengaruh positif terhadap Pertumbuhan Laba. Dan jika dilihat dari tingkat signifikansi alpha, nilai probabilitas > tingkat signifikansi alpha 0.05 berarti jika dibandingkan dengan hasil Ttabel

memiliki hasil hipotesis sama, yaitu H0 ditolak artinya Arus Kas Operasi tidak berpengaruh positif terhadap Pertumbuhan Laba.

2) Book Tax Differences (X2)

Hasil pengujian pada tabel 4.11 diperoleh nilai Thitung adalah -1.284421 dan nilai probabilitas 0.2118 sedangkan Ttabel = 1.97743 dan tingkat signifikansi alpha 0.05. Dari hasil uji TStatistik diketahui bahwa TStatistik / Thitung lebih kecil dari Ttabel dan dapat dilihat dari probabilitas lebih besar dibandingkan tingkat signifikansi alpha.

Maka dapat disimpulkan bahwa Book Tax Differences tidak

berpengaruh positif terhadap Pertumbuhan Laba. Dan jika dilihat dari tingkat signifikansi alpha, nilai probabilitas > tingkat signifikansi alpha 0.05 berarti hipotesis ditolak. Hasil ini sama dengan hasil hipotesis perhitungan Ttabel.

5. Hasil Uji Random Effect

Berdasarkan penelitian analisis data panel menggunakan tiga model yaitu Uji Chow, Uji Hausman dan Uji Lagrange Multiplier telah dihasilkan model yang paling tepat digunakan dalam penelitian yaitu Random Effect. Metode analisis data panel dengan model Random Effect harus memenuhi persyaratan yaitu jumlah cross-section harus lebih besar daripada jumlah variabel penelitian. Random Effect berguna jika individu yang diambil sebagai sampel adalah dipilih secara random dan merupakan wakil populasi.

Tabel 4.12

Hasil Uji Random Effect

Variabel Coefficients

C -2.034048

Arus Kas Operasi (X1) -0.056603 Book Tax Differences (X2) -0.350140 Sumber: Output Eviews 9. diolah peneliti

Berdasarkan penelitian pada tabel 4.12 diatas, hasil regresi Random Effect jika nilai Arus Kas Operasi dan Book Tax Differences secara

signifikan pada alpha 0.01 sehingga dapat diartikan variabel independen berpengaruh positif atau negatif terhadap variabel dependen.

Y0 = β0 + β1 X1 + β2 X2 + e0

Dimana :

Y0 : Pertumbuhan Laba Pada Perusahaan Β0 : Konstanta ©

X1 : Arus Kas Operasi X2 : Book Tax Differences

Sehingga model random effect yang dihasilkan adalah : Y0 = -2.034048 - 0.056603 – 0.350140 Kesimpulan dari model regresi Random Effect, sebagai berikut:

1) Konstanta sebesar -2.034048 menunjukkan penurunan terhadap Pertumbuhan Laba, jika Arus Kas Operasi dan Book Tax Differences dianggap konstan.

2) Arus Kas Operasi menunjukkan terdapat pengaruh terhadap Pertumbuhan Laba yang berpola negatif, sehingga semakin besar nilai Arus Kas Operasi maka semakin kecil nilai Pertumbuhan Laba. Hasil koefisien regresi Arus Kas Operasi sebesar -0.056603 atau -5.6603%

berarti bahwa setiap berkurangnya Arus Kas Operasi sebesar 1% maka Pertumbuhan Laba akan menurun sebesar -0.056603 atau -5.6603%.

3) Book Tax Differences menunjukkan terdapat pengaruh terhadap Pertumbuhan Laba yang berpola negatif, sehingga semakin besar nilai Book Tax Differences maka semakin kecil nilai Pertumbuhan Laba.

Hasil koefisien regresi Book Tax Differences sebesar 0.350140 atau -35.0140% berarti bahwa setiap berkurangnya Book Tax Differences sebesar 1% maka Pertumbuhan Laba akan menurun sebesar -0.350140 atau -35.0140%.

C. ANALISIS DATA

Penelitian ini bertujuan untuk menguji Pengaruh Arus Kas Operasi (X1) Dan Book Tax Differences (X2) Terhadap Pertumbuhan Laba Pada Perusahaan Yang Masuk Dalam Indeks LQ 45 Periode 2017-2020. Berdasarkan dari hasil uji data, maka dapat analisis atau pembahasan mengenai hasil penelitian adalah sebagai berikut :

1. Pengaruh Variabel Arus Kas Operasi (X1) Terhadap Pertumbuhan Laba Dari hasil uji data regresi menunjukkan bahwa untuk variabel Arus Kas Operasi adalah sebesar -0.277923, nilai ini lebih kecil dari nilai Ttabel

sebesar 1.97743, sehingga dapat disimpulkan bahwa Arus Kas Operasi tidak berpengaruh positif terhadap Pertumbuhan Laba, karena nilai TStatistik

lebih kecil dibandingkan Ttabel dan berpengaruh negatif. Hal ini menunjukkan bahwa semakin rendah Arus Kas Operasi maka laba yang diperoleh perusahaan rendah sehingga pertumbuhan laba menurun.

Hasil dari penelitian ini membuktikan bahwa Arus Kas Operasi tidak berpengaruh positif terhadap pertumbuhan laba, hal ini disebabkan karena pengeluaran kas perusahaan lebih besar dari penerimaan kas perusahaan.

Sehingga laba bersih mengalami penurunan dan pertumbuhan laba juga menurun. Dari hasil penelitian ini mengindikasikan kas yang dihasilkan

dari aktivitas operasi perusahaan tidak mencukupi untuk membayar kewajiban perusahaan sehingga angka pertumbuhan laba akan mengalami penurunan. Hal ini menggambarkan perusahaan dengan laba yang rendah, maka pertumbuhan laba juga rendah sehingga perusahaan harus mengumpulkan lebih banyak modal.

Hasil penelitian ini memiliki hasil yang sama dengan penelitian yang dilakukan oleh Greyshella, Sifrid dan Novi (2021), penelitian Widy Hastuti (2019) yang menyatakan bahwa Arus Kas Operasi tidak berpengaruh signifikan terhadap Pertumbuhan Laba.

2. Pengaruh Variabel Book Tax Differences (X2) Terhadap Pertumbuhan Laba

Dari hasil uji regresi menunjukkan bahwa untuk variabel Book Tax Differences sebesar -1.284421, nilai ini lebih kecil dari nilai Ttabel sebesar 1.97743, sehingga dapat disimpulkan bahwa Book Tax Differences tidak berpengaruh positif terhadap pertumbuhan laba, karena nilai TStatistik lebih kecil dibandingkan Ttabel dan berpengaruh negatif. Hal ini menunjukkan bahwa semakin rendah Book Tax Differences maka laba bersih yang dihasilkan dimasa depan semakin rendah sehingga pertumbuhan laba menurun.

Hasil dari penelitian ini membuktikan bahwa jumlah Book Tax Differences tidak berpengaruh positif terhadap pertumbuhan laba, hal ini disebabkan karena adanya jumlah perhitungan biaya yang termasuk didalam laba fiskal ikut mengurangi jumlah penghasilan di laba akuntansi.

Sehingga laba bersih yang diperoleh rendah yang mengakibatkan pertumbuhan laba menurun. Hal ini terjadi karena tidak telitinya manajemen dalam menghitung jumlah beban dan penghasilan yang didapat, sedangkan pada umumnya pihak manajemen berusaha untuk mengurangi jumlah beban pajak yang didapat untuk mendapatkan laba yang tinggi.

Dari kesimpulan yang dihasilkan, perusahaan Indeks LQ 45 perlu diperiksa kembali laporan keuangan yang dilaporkan pihak manajemen yang telah melakukan praktik manajemen laba agar mendapatkan reputasi yang baik sehingga berpengaruh terhadap meningkatnya pertumbuhan laba, sehingga menarik stakeholders khususnya investor untuk memberikan penilaian positif dan mau menanamkan modalnya di perusahaan yang memiliki pertumbuhan laba meningkat setiap tahunnya.

Hasil penelitian ini memiliki hasil yang sama dengan penelitian Vidiyana Rizal Putri, Sary (2017) dan penelitian Brolin dan Rohman (2014) yang menyatakan bahwa Book Tax Differences tidak berpengaruh terhadap Pertumbuhan Laba dikarenakan nilai probabilitias lebih besar dari nilai signifikan.

73 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan

Peneliti melakukan penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti empiris mengenai adanya pengaruh tentang Arus Kas Operasi, Book Tax Differences dan Pertumbuhan Laba. Hasil penelitian yang telah dilakukan tidak sesuai atau tidak sama dengan hasil penelitian-penelitian terdahulu, karena berdasarkan hasil penelitian yang telah saya lakukan bahwa Arus Kas Operasi tidak berpengaruh terhadap Pertumbuhan Laba yang artinya hipotesis tidak diterima sedangkan Book Tax Differences tidak mempunyai pengaruh terhadap Pertumbuhan Laba yang artinya hipotesis tidak diterima.

Berdasarkan hasil penelitian tentang Pengaruh Arus Kas Operasi Dan Book Tax Differences Terhadap Pertumbuhan Laba Pada Perusahaan Yang Masuk Dalam Indeks LQ 45 Periode 2017-2020, dapat disimpulkan :

1. Pengaruh Arus Kas Operasi tidak berpengaruh positif terhadap Pertumbuhan Laba berdasarkan nilai Thitung < Ttabel (-0.277923 < 1.97743), oleh karena itu H0 diterima H1 ditolak yang artinya arus kas operasi tidak memiliki pengaruh positif terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan yang masuk dalam Indeks LQ 45 periode 2017-2020.

2. Pengaruh Book Tax Differences tidak berpengaruh positif terhadap Pertumbuhan Laba berdasarkan nilai Thitung < Ttabel (-1.284421 < 1.97743), oleh karena itu H0 diterima H1 ditolak yang artinya Book Tax Differences

tidak berpengaruh positif terhadap Pertumbuhan Laba pada perusahaan yang masuk dalam Indeks LQ 45 periode 2017-2020.

3. Pengaruh Arus Kas Operasi dan Book Tax Differences terhadap Pertumbuhan Laba telah dihasilkan perhitungan yang diperoleh dari model regresi data panel dengan model yang paling tepat yaitu Random Effect Y0

= -2.034048 - 0.056603 – 0.350140, nilai koefisien X1 sebesar -0.056603 dan X2 sebesar -0.350140 sehingga variabel independen yaitu Arus Kas Operasi dan Book Tax Differences tidak berpengaruh postif terhadap Pertumbuhan Laba karena nilai yang didapatkan mengurangi nilai pertumbuhan laba.

4. Jika dilihat dari uji F, tidak ada pengaruh Arus Kas Operasi dan Book Tax Differences terhadap Pertumbuhan Laba, karena Fhitung < Ftabel yaitu 0.826112 lebih kecil dari 3.02, dengan demikian dapat disimpulkan Arus Kas Operasi dan Book Tax Differences tidak berpengaruh positif terhadap Pertumbuhan Laba atau dapat digambarkan H1 ditolak sedangkan H0

diterima.

B. Saran

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, masih banyak keterbatasan baik dalam pemilihan sampel maupun nilai pengujian. Pada penelitian selanjutnya, diharapkan peneliti mempertimbangkan beberapa point sebagai berikut:

1. Untuk penelitian selanjutnya bagi investor yang berencana investasi dan tidak mengalami perusahaan yang ketidakvalidan keuangan perusahaan, wajib memperhatikan perusahaan tersebut dari segi Arus Kas Operasi dan Book Tax Differences serta peningkatan Pertumbuhan Laba juga perlu di perhatikan. Dan juga ketiga variabel ini perlu dibandingkan antara satu dengan yang lainnya, tujuannya agar dapat menilai kinerja suatu perusahaan tersebut optimal atau tidak.

2. Sampel yang hendak di research perlu ditambah kembali, agar penelitian yang dilakukan lebih menunjukkan kevalidan sebuah data sekunder.

3. Untuk penelitian selanjutnya, peneliti diharapkan menambah kembali variabel independen agar bisa menilai variabel mana yang memiliki pengaruh terhadap variabel dependen.

4. Penelitian selanjutnya diharapkan menambahkan kembali model Uji Hipotesis, agar dapat mempermudah menilai dan mengevaluasi data sekunder.

DAFTAR PUSTAKA

Alfiati Silfi. 2016. ‘Pengaruh Pertumbuhan Laba, Struktur Modal, Likuiditas Dan Komite Audit Terhadap Kualitas Laba’. Jurnal Valuta, 2.1.

Amos Rico Brolin And Abdul Rohman. 2014. ‘Pengaruh Book Tax Differences Terhadap Pertumbuhan Laba’, Diponegoro Journal Of Accounting, 3.2.

Ce Gunawan. 2019. Mahir Menguasai SPSS. Yogyakarta: Deepublish.

Desinda. 2019. ‘Book-Tax Differences Dan Pertumbuhan Laba Pada Perusahaan Manufaktur Tahun 2011-2016’. Jurnal Muara Ilmu Ekonomi Dan Bisnis, 3.1.

Elmi Wulandari. 2017. ‘Analisis Pengaruh Book-Tax Differences, Return On Assets, Dan Firm Size Terhadap Pertumbuhan Laba (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2013-2016)’. Simki-Economic, 01.08.

Fenti Fiqri Fadella, Riana R Dewi and Rosa Nikmatul Fajri. 2020. 'Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Laba'. Jurnal Akuntans dan Keuangan, 11.2.

Firdaus. 2021. Metodologi Penelitian Kuantitatif. Riau: Dotplush Publisher.

Greyshella Sesdi Mamangkay, Sifrid S. Pangemanan and Novi S. Budiarso. 2021.

‘Pengaruh Struktur Modal dan Arus Kas Operasi Terhadap Pertumbuhan Laba Pada Perusahaan-Perusahaan Manufaktur yang

Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2015-2018’. Jurnal Emba, 9.1.

Heru Maruta. 2017. ‘Pengertian Kegunaan Tujuan Dan Langkah-Langkah Penyusunan Laporan Arus Kas’. Jurnal Akuntansi Syariah, 1.2.

Hery. 2009. Teori Akuntansi. Jakarta : Prenada Media Group.

Imam Ghozali. 2016. Aplikasi Analisis Multiverate Dengan Program. Semarang:

Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Dokumen terkait