• Tidak ada hasil yang ditemukan

A. Gambaran Umum Peternakan Ayam Broiler

1. Sejarah Peternakan Ayam Broiler pak Indra

Berdiri sejak Tahun 2001, sebelum memulai usaha peternakan ayam Broiler bapak indra bekerja sebagai pedagang ayam Broiler ini di pasar mingguan, dia bekerja dari jam 8 pagi sampai jam stengah 6 sore di pasar mingguan tersebut,hal ini dia lakuakan setiap harinya karna dia selalu mengisi pasar mngguan tidak hanya pada hari tertentu saja melainkan setiap hari di nagari atau kecamatan yang berbeda yang ada pasar mingguanya.

Karena permintaan akan daging ayam broiler semakin lama semakin meningkat dan harga daging ayam juga meningkat ,bapak Indra mulai memikirkan bagai mana cara agar harga dapat diminimalisir dan kebutuhan akan konsumen terhadap daging ayam tersebut bias terpenuhi.

Jadi pada taun 2001 pak indra mulai mendirikan usaha ayam Broiler ini dengan bekerja sama dengan saudaranya yaitu pak Un, atau orang biasa memanggil beliau Da Un dengan jumlah ayam hanya 500 ekor dan luas kandang hanaya 5x3 meter.32

Cara mereka mendirikan usaha peternakan ayam Broiler tersebut dilihat dari beberapa factor seperti mu

32 Indara Hermansah, Wawancara 3Juni 2021

52 a. Dekat sumber air, terutama sumber air bersih yang langsung dari sumber sumur sehingga bebas polusi.

b. Jauh dari keramaian, kebisingan dan kegaduhan.

c. Daerah pemasaran hasil produksi terjangkau.

d. Lokasi aman untuk hidup ayam.

e. Sarana produksi mudah didapatkan.

Dengan pertimbangan tersebut populasi pun bertambah dari period eke periode karna umumnya usia ayam Broler bisa diambil daging berkisaran umur 40 hari dan berat rata rata 1-2kg.

Dikarnakan perbandingan harga yang lumayan jau dari kita mmbeli kepada produsen dengan kita yang lansung memproduksi itu lumayan jauh bekisaran perbandingan harganyatrun dari 35.000 perkilo menjadi 28.000 perkilonya, jadi selisih harga disini adalah 7000 perkilo.

Dengan perbandingan harga yang cukup jauh maka beliau sangatlah tertarik untuk lebih mengembngkan usaha peternakan ayam Broiler tersebut, walaupun segala resiko hanya kita yang meanggung sperti penyakit, perawatan,penyediaan lahan, dan lain lain

a. Visi dan Misi

Peternakan ayam ras pedaging merupakan peternakan yang memiliki visi menjadi usaha yang berkembang di dalam sektor peternakan yang profesional, efisien, jujur dan berusaha semaksimal mungkin

53 memberikan kualitas terbaik bagi masyarakat terutama mencari keberkahan.

Sedangkan misi peternakan ayam ras petelur yaitu meningkatkan ketersediaan bahan pangan asal ternak untuk memenuhi kebutuhan dan kecukupan gizi masyarakat, dan bertujuan untuk memberikan manfaat bagi perusahaan menciptakan lapangan pekerjaan dan lingkungan setempat.

b. Struktur Organisasi

Pengelolaan sebuah farm memerlukan kepemimpinan yang baik.

Sebagai sebuah organisasi yang memiliki tujuan, keberhasilan sebuah farm ditentukan oleh beberapa orang dengan peranannya masing-masing. Faktor manusia menduduki peringkat pertama dalam proses pencapaian keberhasilan suatu organisasi dan pemberdayaan manusia pun ditentukan oleh sifat kepemimpinan pemilik dan karyawan farm. Gaya kepemimpinan pemilik farm biasanya selalu diwariskan kepada manajer dan keseluruhan anggota organisasi tersebut. Artinya sifat kepemimpinan yang dimiliki oleh pemilik akan memberikan pengaruh yang kuat pada pembentukan sifat kepemimpinan karyawan farm, misalnya pemilik farm yang memimpin dengan kedisiplinan kerja, akan mempengaruhi kinerja manajer dan pada akhirnya akan ditularkan pula pada karyawan operator kandang.

Tugas dan tanggung jawab pada setiap bagian yang terdapat pada struktur organisasi adalah sebagai berikut :

54 a. Owner.

Owner bertanggung jawab secara keseluruhan terhadap aktifitas usaha dagang, mengkoordinasi, struktur organisasi.

b. Bagian Administrasi.

Bertanggung jawab mengenai hal – hal yang menyangkut keadministrasian.

c. Bagian Keuangan.

Bagian keuangan mempunyai tugas seperti, menyusun rencana kegiatan dibidang administrasi keuangan sesuai petunjuk pedoman yang berlaku untuk perencanaan anggaran biaya dan pengeluaran usaha dagang, perencanaan dan penyusunan anggaran pendapatan dan pengeluaran usaha dagang berdasarkan keputusan peraturan manajemen, perencanaan dan pengendalian sumber pendapatan dan pembelanjaan dan kekayaan usaha dagang sesuai dengan petunjuk dan pedoman yang berlaku, pengawasan dan pengendalian atas pelaksanaan tugas yan sesuai dengan petunjuk dan pedoman yang berlaku pembukuan semua transaksi dan penyusunan laporan keuangan secara berkala sesuai petunjuk dan pedoman yang berlaku.

d. Bagian DOC dan Pullet

55 Bagian ini bertugas memelihara ayam dari umur 0 hari sampai dengan umur 14 minggu, adapun tugas dari bagian ini bertugas menyiapkan peralatan kandang sebelum datangnya DOC(day old chikc) adapun persiapannya seperti Menyiapkan pemanas (gasolec), mengecek Niple (tempat minum) agar penggunaannya maximal dan berfungsi dengan baik, Setting panel suhu pada kandang koloni. Setelah datang DOC (day old chick) seperti memberi pakan secara continyu setiap dua jam sekali, mengontrol panel dan mengecek kondisi suhu pada kandang, kondisi suhu yang ideal pada umur 0-3 suhu 31-33 °C dengan kelembaban 55-60, membuat recording catatan harian DOC dan pullet.

e. Bagian Pemvaksinan.

Bagian ini bertugas menjalankan vaksinasi keseluruh kandang dengan jadwal vaksin yang telah disesuiakan dengan umur ayam.

f. Bagian Gudang.

Bagian ini bertugas membuat bahan pakan menjadi pakan jadi,dari proses penggilingan jagung hingga menjadi pakan yang nantinya langsung didistribusikan ke kandang untuk segera dipakankan.

56 g. Bagian Proyek Kandang.

Bagian ini bertugas melaksanakan perbaikan pada seluruh kandang baru maupun lama.

h. Bagian Logistik dan Pemasaran.

Bagian ini bertugas seperti mendistribusikan pakan ke seluruh kandang, pengambilan daging ayam ke kandang produksi, dengan intensitas pengambilan 1 kali di pagi hari, mengirim pengiriman ayam ke para pelanggan, dengan waktu pengiriman normal pada jam 9 pagi.

I. Proses Produksi

Fase pertumbuhan ayam broiler berdasarkan laju pertumbuhannya terdiri dari fase starter (ayam broiler umur 1 – 21 hari) dan fase finisher (ayam broiler umur 22 – 35 hari atau sampai umur potong yang diinginkan) (Murwani, 2010). Fase pertumbuhan ayam broiler paling awal adalah fase starter dimana ayam broiler atau DOC membutuhkan induk buatan (brooder). Fungsi brooding adalah menyediakan lingkungan yang sehat dan nyaman secara efisien bagi anak ayam dan untuk menunjang pertumbuhan secara optimal.

57 Fase brooding yakni fase yang paling menentukan, dimana akan berpengaruh terhadap pertumbuhan selanjutnya yaitu fase finisher. Pada saat anak ayam berumur 0 sampai 14 hari, akan terjadi perbanyakan sel atau hyperplasia kemudian pada umur 2 – 4 minggu terjadi proses pembesaran sel atau hypertropy (Fatmaningsih dkk., 2016). Perbanyakan sel ini meliputi perkembangan saluran pernapasan, saluran pencernaan, dan perkembangan sistem kekebalan. Pada fase pertumbuhan, ayam pedaging memiliki perbedaan kebutuhan nutrien karena menyesuaikan kebutuhan tubuh untuk mendapatkan performa yang optimal (Achmanu dan Muharlien, 2011).

Berdasarkan umur ayam broiler, kebutuhan nutrien pakan terbagi menjadi 2 periode yaitu periode starter (umur 0 - 3 minggu) dan periode finisher (umur 3 - 6 minggu)

Dokumen terkait