SEJARAH PT KAI SUBDRIVE III.2
TANJUNG KARANG
Ovie Dwitia Maja 14140033
Pendahuluan
Provinsi Lampung lahir pada tanggal 18 maret 1964, sebelum itu Provinsi Lampung merupakan karesidenan yang tergabung dengan Provinsi Sumatra Selatan. Di Provinsi Lampung terdapat beberapa kabupaten dan kota, salah satunya Bandar Lampung. Di provinsi Lampung terdapat banyak sekali peninggalan sejarah, salah satunya yang ada di Bandar Lampung, Kecamatan Enggal, Kelurahan Gunung Sari yaitu Sejarah Perkeretaapian di Lampung, Tanjung karang yang disebut juga SUBDRIVE III.2 TANJUNG KARANG. Stasiun ini dibangun pada 3 agustus 1914. Stasiun ini dibangun guna mempermudah mengangkut hasil bumi dari Sumatera Selatan ke Pulau Jawa oleh bangsa Belanda.
Sejarah Perkeretaapian di Lampung
Transmigran Pulau Jawa yang didatangkan Hindia Belanda ke Lampung pada 1905 berhasil membangun perkebunan kaitsyuk, tembakau, kopi, karet, kelapa dalam dan kelapa sawit. Gubenur jendral Hindia Belanda di Batavia, Mr. L.A.J Baron Sloet Van den Beele menganggap sarana
angkutan hasil-hasil bumi dari Sumatra Selatan ke Pulau Jawa jika terlalu mengandalkan pelayaran sungai dan laut terlalu banyak memakan biaya dan waktu. Maka diputuskan reduksi biaya transportasi dan waktu pengiriman hasil bumi dengan membangun rel kereta api dari Palembang ke Tanjung karang.
Foto bersama dengan responden di Stasiun Kota Tanjungkarang
Berdasarkan data yang dihimpun dari hasil interview pada responden, yaitu bapak Alfarozi, pegawai PT KAI di Stasiun Kota bahwa sejarah perkeretaapain yang ada di Lampung ternyata pembuatan stasiun pertama berada di kawasan Kecamatan Panjang pada era tahun 1914.
Secara statik kawasan tersebut merupakan yang terdekat dengan dermaga bongkar muat pelabuhan penyeberangan kapal laut ke Pulau Jawa masa kolonial Hindia Belanda. Disusul dibangunnya stasiun kereta api Tanjung Karang pada tahu 1914 yang kini dijadikan sebagai Stasiun Kota.
Rel KA antara Tanjung karang dan Palembang banyak melintasi hutan, perkebunan karet, perkebunan sawit, dan rawa-rawa. Jalur KA ini berbeda dengan yang ada di pulau jawa, di mana rel KA dibangun melintasi perkampungan-perkampungan. Penyebabnya rel KA di pulau jawa disiapkan untuk angkutan manusia, sedangkan rel KA ini disiapkan Belanda untuk mengangkut hasil bumi, hasil hutan, dan perkebunan dari negeri jajahan di Sumatera.
Gerbong-gerbong pengangkut batubara dari palembang
Lintasan kereta di Sumatera Selatan pertama kali dibangun sepanjang 12 kilometer dari panjang menuju Tanjungkarang Lampung. Jalur rel ini mulai dilalui kereta pada tanggal 3 agustus 1914. Pada waktu bersamaan dilaksanakan juga pemasangan dan pembangunan lintasan rel dari
Kertapati, menuju kota Prabumulih, sumatera selatan. Sampai 1914, jalur rel lintas Prabumulih hingga pramubulih mencapai jarak 78 kilometer.
Kesimpulan
Kereta api merupakan suatu moda transportasi umum yang mulai dibangun pada tahun 1911 di Sumatera selatan atas usulan dari Gubenur Jendral Hindia Belanda pada waktu itu. Yang nantinya akan digunakan untuk pengangkatan hasil-hasil bumi dari Sumatera ke Batavia.
Rel KA yang dibangun di daerah Tanjungkarang – Sumatera selatan bertujuan untuk pengangkutan hasil-hasil tumbang.
Lintasan kereta di Sumatera selatan pertama kali dibangun sepanjang 12 kilometer dari Panjang menuju Tanjungkarang, Lampung. Jalur rel ini dilalui kereta pada 3 agustus 1914. Pada waktu bersamaan dilaksanakan juga pemasangan dan pembangunan lintasan rel dari Kertapati, menuju kota Prabumulih, Sumatera Selatan.
17
PRASASTI BATU BERTULIS
PALAS PASEMAH
Putri Nurhusamawati 14140034
Pendahuluan
Sejarah merupakan salah satu mata pelajaran yang sangat penting, karna dalam sejarah terdapat 3 waktu yaitu masa lampau, kini, dan yang akan datang.
Prasasti adalah sebagai tanda berakhirnya masa pra sejarah dan bermulanya masa sejarah. Masa dimana sebagian masyarakat saat itu mulai dapat menulis dan membaca. Prasasti juga merupakan sumber sejarah yang memberikan keterangan tentang peristiwa politik, birokrasi, religi, dan kondisi masyarakat lainnya. Berdasarkan prasasti yang telah ditemukan menunjukkan bahwa daerah Lampung ini pada masa Hindu- Budha berada di bawah kekuasaan Kerajaan Sriwijaya. Prasasti Palas Pasemah yang di temukan di tepi Sungai Pisang, Lampung Selatan menunjukkan bahwa Lampung berada di bawah kekuasaan Sriwijaya.
Prasasti Palas Pasemah
Prasasti Batu Bertulis Palas Pasemah adalah sebuah prasasti pada batu peninggalan Kerajaan Sriwijaya. Ditemukan di desa Palas Pasemah, di
tepi Way(sungai) Pisang, Lampung. Ditulis dengan aksara pallawa dan bahasa melayu kuno sebanyak 13 baris. Meskipun tidak berangka tahun, namun dari bentuk aksaranya diperkirakan prasasti itu berasal dari abad ke-7 masehi. Berisi tentang janji/sumpah/kutukan bagi orang-orang yang tidak tunduk kepada Kerajaan Sriwijaya.
Prasasti Batu Bertulis Palas Pasemah
Asal Mula Ditemukan Prasasti Batu Bertulis
Berdasarkan cerita yang didapat ketika wawancara dengan narasumber, Bapak Sahidin asal mula ditemukan Prasasti Batu Bertulis diawali dari kisah persahabatan antara dua orang pemuda yang memiliki latar belakang suku yang berbeda berasal dari Pagar Alam Sumatera Selatan dan Cirebon Jawa Barat. Kedua pemuda tersebut tinggal di desa Palas Pasemah Kecamatan Palas Kabupaten Lampung Selatan. Pekerjaan mereka sehari-hari mencari ikan disungai Pisang.
Pada hari Jum‘at, 05 April 1956 kedua pemuda itu berangkat mencari ikan
di Sungai Pisang atau Kali Pisang tiba-tiba pemuda yang berasal dari Pagar Alam ingin buang air besar. Tanpa disadari, ia membuang hajat di atas batu dan ternyata batu itu adalah batu keramat. Setelah itu ia terjatuh dan tak sadarkan diri. Ketika pemuda Cirebon melihat temannya pingsan di atas batu tiba-tiba ia berteriak dan berkata dengan nada yang berbeda
(kerasukan) ―kurang ajar kalian telah menghina dan mengotori batu
keramat‖.
Setelah pemuda yang berasal dari Cirebon sadarkan diri, para tetua dan pemangku adat meminta menunjukan tempat dimana pemuda Pagar Alam buang air besar yang menyebabkan dia tak sadarkan diri dan jatuh sakit. Pemuda dari Cirebon pun mengantarkan para tetua kampung menuju batu tempat sahabatnya terjatuh, setelah sampai dilokasi batu tersebut kemudian dibersihkan ternyata batu tersebut terdapat tulisan kuno. Sesuai yang diinginkan pemuda Cirebon (ketika kerasukan) jika sahabatnya sadarkan diri harus mengadakan syukuran/slamatan serta penyembelihan kambing berwarna hitam. Penyembelihan tersebut harus dilakukan diatas batu keramat.
Akhirnya, mereka mengadakan syukuran/selamatan dan penyembelihan kambing diatas batu tersebut. Berkat kekuasaan Allah SWT, pemuda yang
berasal dari Pagar Alam tersebut pulih dan sembuh dari sakitnya. Kemudian batu tersebut diangkat di pindahkan keatas Sungai Pisang. Pada tahun 1979, datang Bapak Endang S yaitu Kandep Dikbud Kecamatan Palas untuk melihat batu tersebut. Dan datang juga tim peneliti dan penerjemah dari Pusat. Setelah diteliti akhirnya dinyatakan bahwa Batu Bertulis tersebut adalah Prasasti/peninggalan sejarah dari Kerajaan Sriwijaya.
Teks Prasasti Batu Bertulis Palas Pasemah
1. Siddha kita hamwan wari awai. Kundra kayet ni pai hu (mpa an) 2. Nahuma ulu lawan tandrum luah maka matai tandrum luah wi
(nunupaihumapa)
3. Anhankairu muah kayet nihumpa unai tunai. Unmeteng (bhakti ni ulun)
4. Haraki unai tunai kita sawnakta dewata mahardika san nidhana magra (ksa yang kadatuan)
5. Di Sriwijaya kita tui tandrum luah manakata dewata mulayang parsumpahan (n.pawaris kada)
6. Ci urang di dalangna bhumi ajnana kadatuanku ini pewaris drohaka wanu (n.samawuddhi)
7. Wan drohaka, manujari drohaka, niujari drohaka, tahu din drohaka (tida ya marpadah)
8. Tida ya bhakti tatwa arjawa di yaku dhan di yang nigalar kusanyasa datua niwunuh ya su (mpah ni)
9. Suruh tapik mulang parwwadnan datu sriwijaya talu muah ya dhan gotra santanan, tathapi sa (wana)
10.Kna yang wuatna jahat maka lanit urang maka sakit maka gila mantraganda wisaprayoga upuh tua ta (mwal sa)
11.Ramwat kasihan wasikarana ityewamadi janan muwah ya siddha pulang ka muah yang dosana wu (a)
12.Tna jahat inan di yang nigalarku sanyasa datua sanyi muah (ka) 13.Wuattana dhan gotra santanana smarddha swastha nigora
Terjemahan Prasasti Batu Bertulis Palas Pasemah
1-4. Hormat kepada semua Dewa yang melindungi (kerajaan)
5. Sriwijaya hormat juga kepada tandrum luah dan semua Dewa yang mengawasi sumpah ini (bila)
6. Ada rakyat yang berada dibawah kekuasaanku memberontak (bekerja sama dengan)
7. Pemberontak berbicara dengan pemberontak, mendengarkan ucapan pemberontak, kenal pemberontak (yang tidak berbeda dan) 8. Tidak tunduk dan setia kepadaku dan mereka yang telah kuangkat
sebagai datu (mereka) akan terbunuh oleh (sumpah ini)
9. dan kepada penguasa (gubernur) kerajaan Sriwijaya diperintahkan untuk menghancurkannya dan mereka akan dihukum bersama (termasuk) seluruh anggota marga dan keluarganya juga (semua) 10. Orang yang berniat buruk seperti orang yang membuat orang
menghilang, membuat orang sakit, membuat orang gila, mungucapkan kata-kata magis(jampi-jampi) meracuni orang dengan upas, tuba dan racun terbuat dari akar-akaran dan semua jenis (tanaman)
11. Merambat, menjalankan ilmu pengasih (supaya orang jatuh cinta) mencelakkan orang dengan guna-guna dan sebagainya biarlah mereka dijauhkan dari keberuntungan dan dibenci masyarakat 12. Karena sangat berlaku tetapi mereka patuh dan setia kepadaku dan
mereka yang kunobatkan menjadi datuk akan memperoleh (segala) keuntungan
13. Dalam usahanya termasuk marga dan keluarga mereka dan sukse itu (memberi) sejahtera, sehat, aman, yang berlimpah kepada Negara.
Ada sepenggalan kisah nyata mengenai Batu Bertulis Palas Pasemah yang di yakini masyarakat setempat di antaranya:
• Ketika kali Pisang akan di bangun bendungan oleh Pemerintahan Dinas P.U yang pembangunannya menghabiskan ratusan sak semen hancur oleh air bah atau air pasang yang datang tiba-tiba
hingga beberapa kali, dan salah satu pekerjanya kerasukan roh halus. Dan menurut kepercayaan masyarakat setempat harus di adakan nya syukuran/selmatan dan penyembelihan kambing hitam di atas batu bertulis. Atas kehendak Yang Maha Kuasa Allah SWT setelah dilaksanakannya syukuran pekerjaan tersebut selesai dengan baik dan pekerja yang kerasukan pun pulih.
• Masyarakat juga meyakini bagi para pejabat yang menyalahgunakan kekuasaan khususnya pejabat di lingkungan Kecamatan Palas tidak akan kekal sebab menurut kepercayaan masyarakat sekitar Batu Bertulis tersebut masih ada tuah atau kutukan yang berisikan sumpah atau janji.
18
MEGALITIK PRASEJARAH DAN KERAJAAN
SKALABRAK LAMPUNG BARAT
Renaldy Syaputra 14140006P
Pendahuluan
Lampung Barat (Lambar) menyimpan begitu banyak peninggalan nenek moyang dari zaman prasejarah, kerajaan, hingga masa perjuangan kemerdekaan. Beberapa peninggalan seperti patung, pahatan bercorak Megalitikum yang tersebar di sekitar Sumberjaya, Kenali, Batubrak, Liwa, dan Sukau. Peninggalan ini adalah artefak yang menceritakan asal muasal orang Lampung.
Situs megalitik zaman Prasejarah dan Kerajaan Skalabrak
• Situs Megalitik Batu Berak
• Situs Megalitik Batu Jagur
• Situs Megalitik Telaga Mukmin
• Situs Megalitik Batu Kepapang
• Situs Megalitik Batu Bertulis (Prasasti Hujung Langit)
Situs Megalitik Batuberak
Lokasi : Pekon Purajaya, Kec Kebun Tebu Massa : Prasejarah
Keterangan : Di situs ini terdapat batu menhir (tegak), dolmen (meja), batu datar, batu umpak (kelompok), pecahan keramik lokal dan asing dan manik manik. Di dalam situs megalitikum Batu Brak yang memiliki luas lahan 3,5 hektar, Berdasarkan catatan sejarah, situs ini pertama kali ditemukan oleh BRN tahun 1951. Di lokasi situs yang awalnya merupakan perkebunan kopi penduduk lokal, terdapat 40 buah batu menhir, 38 batu dolmen, 2 batu datar, dan beberapa batu kelompok. Situs ini sudah melakukan proses pemugaran dua kali. Tahun 1984 dan 1989 lalu. Dalam pemugaran dilakukan reposisi dan rekonstruksi batuan ke posisi semula. Karena saat ditemukan, posisi bebatuan tidak beraturan lantaran gejala alam seperti gempa bumi, tanah longsor, dan faktor usia.
1. Menhir
Menhir atau biasa disebut batu Tegak/tiang Batu.Sedangkan fungsi menhir adalah ranch penguburan tanda peringatan, menolak bahaya dan tempat memberikan hukum upacara-upacara besar.
Menhir di situs Batu Berak tersusun membentuk garis pararel lurus berorientasi utara-selatan, menghadap ke gunung Rigis yang merupakan gunung tertinggi, berada disebelah utara situs Batu Berak. Dari fakta ini dapat disimpulkan bahwa Menhir situs Batu Berak lebih berfungsi tempat
pemujaan dan tempat tinggal. Menhir situs Batu Berak terbuat dari batu zionolit yang berton-ton beratnya.
2. Dolmen
Dolmen atau biasa juga meja batu yang disangga batu yang lebih kecil berjumlah 4 sampai 6 buah. Dolmen terbuat dari batu andesit, yang berfungsi sebagai tempat penguburan. Namun dari hasil penelitian fungsi dolmen pada situs Batu Berak lebih berfungsi sebagai tempat pemujaan. Seperti halnya menhir, dolmen situs Batu Berak pun tersusun membentuk satu garis lurus berorientasi utara-selatan menghadap ke gunung Rigis. Dolmen situs Batu Berak berjumlah 27 buah.Dolmen terbesar terdapat di situs telaga mukmin dengan ukuran panjang 300, lebar 290 dan tebal 69 cm.
3. Batu Datar
Batu Datar yaitu batu yang permukaan rata dan datar. Pada prinsipnya batu datar sama dengan dolmen, hanya yang membedakan kalau batu datar tidak disanggah oleh batu-batu yang lebih kecil. Batu datar biasanya
digunakan sebagai tempat sesaji Yang diperuntukan bagi arwah nenek moyang. Batu datar di situs Batu Berak berjumlah 3 buah.
4. Batu Umpak
Batu umpak adalah batu yang berfungsi sebagai penyangga tiang rumah ataupun bangunan. Berdasarkan hasil penelitian dalam bentuk studi kelayakan menyimpulkan bahwa peninggalan yang terdapat di situs megalitik Kebon Tebu meliputi situs pemukiman dan tempat pemujaan.
5. Pecahan Keramik Lokal dan Asing
Di situs Batu Berak ditemukan juga pecahan keramik lokal dan asing. Keramik asing batu berak berasal dari Cina, yaitu dari Dinasti Sung dan Dinasti Yuan sekitar tahun 2500 SM.
6. Manik-manik
Manik-manik yang ditemukan di situs batu berak, terbuat dari kaca dan batu karnelin. Bentuk manik-manik itu sendiri beraneka macam : ada yang bulat, pipih, oval, bilkon dan lain-lain. Fungsi dari manik-manik ketika itu sebagai perhiasan dan bila pemiliknya meninggal biasanya disertakan sebagai bekal kubur, atau bisa juga sebagai penabur sewaktu ada upacara
Situs Batu Jagur
Lokasi : Desa Tugumulya, Kec Kebon Tebu Masa : Prasejarah
Keterangan : Di situs ini terdapat batu menhir (tegak), dolmen (meja),dan batu umpak (kelompok). Di dalam situs megalitikum Batu
Jagur yang memiliki luas lahan… hektar. Di lokasi situs yang awalnya
merupakan perkebunan kopi penduduk lokal, terdapat 3 buah batu menhir dengan berukuran satu menhir tingginya mencapai 4,7m dan dan dua mehir dengan tinggi 1,5m. 2 batu dolmen yang berdiameter tinggi 300 cm, lebar 89 cm dan tebal 55 cm dan terdapat juga 21 batu umpuk (kelompok)
1. Menhir
Menhir atau biasa disebut batu Tegak/tiang Batu.Menhir di situs Batu Jagur tersusun membentuk garis pararel lurus berorientasi utara-selatan, menghadap ke gunung Rigis yang merupakan gunung tertinggi, berada disebelah utara situs Batu Jagur.
Dari fakta ini dapat disimpulkan bahwa Menhir situs Batu Berak lebih berfungsi tempat pemujaan dan tempat tinggal. Menhir situs Batu Jagur terbuat dari batu monolit yang berton-ton beratnya
Dolmen atau biasa juga meja batu yang disangga batu yang lebih kecil berjumlah 4 sampai 5 buah.Dolmen terbuat dari batu andesit, yang berfungsi sebagai tempat penguburan. Namun dari hasil penelitian fungsi dolmen pada situs Batu Jagur lebih sebagai tempat pemujaan.
Dolmen yang terdapat disitus ini yang berukuran tinggi 300 cm, lebar 89 cm dan tebal 55 cm. Seperti halnya menhir, dolmen situs Batu Jagur pun tersusun membentuk satu lurus berorientasi utara-selatan menghadap ke gunung Rigis. Dolmen terbesar di situs telaga mukmin dengan ukuran panjang 300, lebar 290 dan tebal 69 cm.
3. Batu Umpak
Batu umpak adalah batu yang berfungsi sebagai penyangga tiang rumah ataupun bangunan.
Situs Batu Telaga Mukmin
Lokasi : Desa Pura Mekar, Kec Gedung Surian Massa : Prasejarah
Keterangan : Di situs ini hanya terdapat batu dolmen (meja). Di dalam situs megalitikum Batu Telaga Mukmin yang memiliki luas lahan ± 10x10m. Lokasi situs ini merupakan situs yang berada di tanah kawasan dan di kelilingi kebon kopi serta danau. Situs Telaga Mukmin terdapat 23 buah batu Dolmen. Dolmen ini terbesar terdapat di situs ini yaitu dengan ukuran panjang 300, lebar 290 dan tebal 69 cm.
Dolmen (meja), jenis batu yang disangga batu yang lebih kecil berjumlah 4 sampai 6 terbuat dari batu andesit, yang berfungsi sebagai tempat penguburan. Namun dari hasil penelitian fungsi dolmen pada situs Batu Telaga lebih berfungsi sebagai tempat pemujaan.
Seperti halnya dolmen yang berada di situs Batu Berak, situs Telaga Mukmin pun tersusun yang dengan mengarah berorientasi utara-selatan menghadap ke gunung rigis.
Situs Batu Kepapang
Lokasi : Pekon Kenali, Kec Belalau Massa : Hindu-Buddha
Keterangan : Situs ini merupakan kawasan wilayah pengaruh kerajaan SkalaBrak yang bertahta di lereng Gunung Pesagi. Saat itu ada yang menyebut kerajaan SkalaBrak berdiri 250-1600 Masehi, hingga masuknya agama Buddha masyarakat yang menetap di kawasan Lambar. Batu Kepapang adalah peninggalan prasejarah dimasa kerajaan Skalabrak yang menganut animisme Hindu-Buddha.
Situs ini terletak di pekon kenali, kecamatan Belalau tepatnya berada dibelakang SDN 1 Kenali. Pagar semen mengelilingi areal situs yang ditumbuhi tanaman cokelat, pisang, dan berbagai tanaman kebun. Situs ini terletak di tanah penyimbang (sai batin dalam bahasa setempat).Satu- satunya penjelas kalau situs ini peninggalan purbakala hanyalah sebuah marmer bertuliskan "Situs Batu Kepapang" yang ditandatangani gubenur Lampung.
Di sekeliling Batu Kepapang terdapat Sembilan batu besar yang belum digali" Batu-batu itu tempat duduk para petinggi Kerajaan Skalabrak pada masa itu
Ada dua riwayat yang menyatakan kalau ini peninggalan bangsa Tumi yang dimana merupakan nenek moyang orang Lampung yang tinggal di Kerajaan Skalabrak. Batu Kepapang itu tempat
menyembelih orang-orang terpilih, terutama gadis-gadis cantik. Gadis itu yang tercantik di Siziabrak. Daging gadis korban itu dimakan masyarakat. Harapannya, seluruh masyarakat Skalabrak memiliki sifat dan kecantikan yang sama.
Dari fakta ini dapat disimpulkan bahwa situs Batu kepapang lebih berfungsi tempat menyembelih orang-orang terpilih, terutama gadis-gadis cantik untuk dipersembahkan kepada masyarakat Skalabrak agar memiliki sifat dan kecantikan yang sama.
Situs Megalitik Batu Bertulis (Prasasti Hujung Langit) > Lokasi : Harakuning Jaya, Kec Sukau
> Massa : HinduBuddha
> Keterangan : Situs Harakuning atau yang dikenal dengan Prasasti Hujung Langit, situs ini terletak di dusun Harakuning Jaya, desa Hanakau, Kecamatan Sukau, kabupaten Lampung Barat. Situs dengan luas 27 ha ini dikelilingi oleh parit. Tinggalan di situs ini berupa prasasti dan tinggalan budaya megalitik.
Tinggalan budaya megalitik terdapat di bagian tenggara area situs. Tinggalan megalitik tersebut berupa batu datar, arca megalitik, dan batu bergores. Terdapat beberapa area di situs ini. Arca megalitik yang ditemukan pada tahun 1995 berukuran tinggi 60 cm, lebar 26 cm. Arca digambarkan bermata bulat memanjang, mulut berbentuk garis, kaki dalam posisi jongkok.
Bagian depan prastasi hujung langit Bagian samping prasasti hujung langit
Arca yang ditemukan pada tahun 2014 cenderung lebih kecil. Arca tersebut berukuran tinggi 28 cm, dan diameter dasar 16 an. Secara keseluruhan, arca tersebut membentuk bagian menyerupai tubuh manusia dengan pahatan sederhana, yakni bagian kepala, badan dan kaki. Detail bagian wajah, tangan dan kaki tidak terlihat dengan jelas.
Tinggalan lain, yakni batu datar, berbentuk batu monolit yang bagian atasnya berupa bidang datar. Temuan batu bergores terletak 50 meter di sebelah timur laut batu acar_Batu bergores merupakan batu alam tanpa ada pengerjaan manusia. Goresan yang terdapat pada batu bergores merata di seluruh permukaan batu, dengan jumlah goresan 19.
Batu datar di situs Harakuning (prasasti Hujung Langit ) dipahatkan pada sebongkah andesit, dimana bagian atas lebih kecil daripada bagian bawah. Sebagian batu bagian bawah terpendam di dalam tanah. Prasasti terdiri dari 18 baris tulisan yang digoreskan pada permukaan batu yang menghadap ke utara. Kondis itulisan sudah sangat aus.
Berdasarkan hasil penelitian dari L.C. Damais, N.J. Krom, dan Boechari, diperkirakan prasasti tersebut berhuruf Jawa Kuno dan berbahasa Melayu Kuno. Berdasarkan bentuk hurufnya, diperkirakan prasasti tersebut berasal dari sekitar abad ke-10 M.
Prasasti Hujung Langit, berdasarkan beberapa kata yang masih dapat terbaca, diduga bahwa isi prasasti adalah mengenai penetapan sebidang tanah di Hujung Langit sebagai sima oleh Pungku Haji Yuwarajya Sri Haridewa, untuk dipergunakan membiayai pemeliharaan suatu bangunan suci.
Selayang Pandang Penulis
Setelah melakukan berbagai penelitian akhirnya situs megalitik yang berada di BatuBrak, Batu Jagur, Telaga Mukmin, Batu Kepapang, Batu Bertulis (Prasasti Hujung Langit) dan beberapa situs Megalitik disekitarnya antara lain: Situs Batu Tameng, Situs Batu Jaya, Situs Batu Bertulis Belalau, Situs Batu Spadu / Batu Putri, Situs Batu Nakka/ Batu Tegak, dan Situs Batu Raja. Dapat disimpulkan bahwa peninggalan sejarah dan purbakala, situs megalitik merupakan warisan budaya masa prasejarah yang memiliki nilai kebanggaan nasional yang dapat diwariskan pada generasi muda.
Menhir Batu Jagur
Sebelumnya situs ini sudah pernah diteliti oleh sarjana-sarjana luar mengungkapkan tentang kehidupan
mencangkupsosial ekonomi, adat istiadat, religi dan lain-lain.
Jaman prasejarah, alam pikiran masyarakat masih sangat sederhana.Mereka beranggapan semua benda yang ada disekelilingnya memiliki kekuatan gaib atau roh yang berwatak baik atau buruk. Demikian juga adanya kepercayaan akan kehidupan setelah mati dan alam pikiran