BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.2 Surabaya Post
4.2.1 Sejarah Singkat Berdirinya Surabaya Post
Harian sore Surabaya Post didirikan pada tanggal 1 April 1953 oleh sepasang suami istri, yaitu A. Aziz (1922-1984) dan Amisutin (Ny. Toeti Aziz). Kemudian badan usaha PT. Surabaya Post memperoleh SIUPP (Surat Ijin Penerbitan Pers) pada tanggal 8 November 1985 dengan ijin No.010/SK/Menpen/SIUPP/A/1985. Kehadiran Surabaya Post ternyata begitu sederhana. Sepasang suami istri yang telah memilih jalan hidupnya di dunia pers, mewujudkan dirinya dengan menerbitkan sendiri sebuah harian, Surabaja Post terbit tanpa sebuah persiapan yang matang secara manajemen, tapi siap dengan konsep jurnalisme yang diyakini sebagai perjalanan panjan pengalaman A. Aziz,
dan istrinya Amisutin Agusdina (Ny. Toeti Aziz). Nama Surabaja Post pun dipilih karena alasan sederhana, surat kabar ini dilahirkan di kota Surabaya, yang isi beritanya tidak dapat dipisahkan dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Surabaya. Logo yang digunakan pada name plate juga menggambarkan ciri khas Surabaya, yakni Tugu Pahlawan dengan latar belakang kantor Gubernur Jawa Timur. Logo ini ditempatkan di sisi kiri mendahului nama Surabaja Post. Kemudian tahun 1956, logo ini ditempatkan di tengah, di antara kata Surabaja dan Post. Pada 1971, kata Surabaja harus diubah menjadi Surabaya, sesuai Ejaan Yang Disempurnakan.
Sejak berdirinya harian Surabaya Post pada tanggal 1 April 1953, surat kabar ini mengalami beberapa titik perubahan di dalam perkembangannya. Perubahan pertama terjadi pada 1957, ketika semua harian Belanda berbahasa Belanda yang masih terbit pada waktu itu, dilarang terbit di Indonesia bersama diusirnya semua warga negara Belanda dari Indonesia. Ketika harian-harian berbahasa Belanda ditutup dan para redaktur dan wartawannya meninggalkan Indonesia, maka para pelanggan harian Nieuw Soerabaiasch Handelsblad praktis berpindah ke Surabaya Post. Sejak waktu itu harian ini terus berkembang, dan menjadi bacaan kelas menengah kota Surabaya, hampir-hampir tanpa saingan berarti, selama 30 tahun.
Perubahan tahap kedua terjadi pada tahun 1976. Sebelum tahun tersebut sampai 1975, harian ini masih dicetak di percetakan lain. Pada tahun itu harian ini sudah memiliki percetakan sendiri dan seperti hampir kebanyakan surat kabar Indonesia lainnya, maka kepemilikan percetakan menjadi faktor penentu
perkembangan surat kabar. Namun pada tahun 1979 percetakan tersebut terbakar dan harian ini terpaksa dicetak di beberapa percetakan kecil hanya untuk bisa mengatasi tiras yang sudah tinggi itu. Ini berlangsung selama delapan bulan.
Perkembangan berikutnya adalah tahun 1985. Koinsidensi yang menarik perhatian, yaitu pada tahun 1982 terjadi kerjasama manajemen antara mingguan berita Tempo dan Jawa Pos. Namun perkembangan surat kabar itu masih berjalan seret. Perkembangannya baru meningkat pesat setelah surat kabar itu memiliki mesin cetak sendiri tahun 1985. pada 1984, pemimpin redaksi dan salah seorang pendiri Surabaya Post, A. Aziz meninggal dunia. Saat meninggalnya berlangsung bersama mengganasnya ekspansi industri surat kabar Indonesia dengan menjadikan Surabaya sebagai wilayah incaran utama. Mungkin pada waktu itulah harian Surabaya Post mendapat saingan yang sungguh-sungguh, mungkin untuk pertama kalinya.
Edisi perdana Surabaya Post tampil dengan format tabloid ukuran 30 x 45 cm, delapan halaman, terbit sore hari. Tabloid Surabaya Post kala itu menggunakan format 5 kolom dengan pilihan huruf yang jernih dan terbaca jelas. Alasan diterbitkan dalam format tabloid karena dipengaruhi oleh watak dasar pribadi A. Aziz yang menyukai hal-hal yang bersifat praktis dan bertele-tele. Format tabloid praktis, mudah dilipat, dan mudah dibaca. Juga tulisan/berita dengan format tersebut tak bertele-tele, habis di halaman yang bersangkutan tanpa sambungan.
Kantor pusat Surabaya Post sejak berdiri berada di gedung tua Jl. Pahlawan 116. Lalu pada 1 April 1980, markas di Jl. Pahlawan pindah ke kantor pusat yang
baru di Jl. TAIS Nasution No. 1. Setelah sebelumnya pada bulan Mei 1973 sebagian pindah dari Jl. Pahlawan ke kantor “percetakan” di Jl. Sikatan 11-15, Surabaya. Dan pada akhirnya setelah berganti-ganti manajemen kantor pusat Surabaya Post yang baru terletak di Ruko Rich Palace Kav. H 19-20, Jl. Mayjen Sungkono 149-151, Surabaya.
4.2.2 Kebijakan Redaksional
Sesuai dengan maksud pendirinya, Surabaya Post sejak awal terbit dimaksudkan untuk menjadi sarana aspirasi masyarakat Surabaya pada khususnya. Khalayak yang menjadi sasaran dari Surabaya Post makin menjadi jelas dengan diberlakukannya editorial policy atau yang sering disebut juga sebagai kebijakan redaksional. Orientasi dari Surabaya Post adalah ingin menjadi local newspaper. Dalam trend globalisasi, tidak dapat dihindarkan bahwa televisi swasta telah banyak menggeser kedudukan surat kabar dalam menjangkau pembaca secara nasional. Surabaya Post tidak bermimpi untuk menjangkau semua kota besar yang ada di Indonesia dengan jumlah oplah yang besar.
Sebagai surat kabar sore Surabaya Post berkeinginan untuk memenuhi kebutuhan informasi warga Surabaya dan sekitarnya. Kebijakan redaksional menentukan khalayak sasaran (target audience). Berdasarkan aspek geografis atau wilayah peredaran surat kabar, kebijakan redaksional Surabaya Post menentukan kedekatan beritanya dalam radius Gerbangkertasusila dengan wilayah pusat kota Surabaya. Sedangkan dari aspek sosiografis atau kondisi sosial, kebijakan
redaksional Surabaya Post menentukan khalayak sasaran menengah ke atas yang memiliki karakteristik latar belakang pendidikan ekonomi tertentu.
Kebijakan editorial secara geografis inilah yang menyebabkan berita di Surabaya Post sangat banyak, kantor-kantor perwakilan yang ada di luar kotapun hanya terbatas pada kota-kota yang berada pada wilayah edar Jawa Timur dan Jakarta. Distribusi Surabaya Post berdasarkan kebijakan redaksional dari aspek geografis terutama tersebar di Surabaya dan kota-kota yang berdekatan dengan Surabaya, yaitu Sidoarjo, Malang, Gresik dan Bangkalan.
Dalam perkembangannya Surabaya Post mengalami beberapa kali pergantian manajemen. Di manajemen yang kali ini Surabaya Post mempunyai suatu visi “Mengembangkan media cetak yang mampu menjadi prime mover dalam mengubah mindset masyarakat untuk berfikir positif dan optimistik”. Sedangkan misi yang diusung yaitu :
1. menempatkan Surabaya Post sebagai barometer informasi center of excellent dan membangun semangat kebangsaan.
2. menjalankan fungsi media sebagai alat kontrol sosial dengan semangat yang positif, inspiratif dan membangun harapan.
3. melihat persoalan tidak selalu dalam kerangka bad news is a good news. 4. mengembangkan jaringan kerja sama dengan kelompok strategis yang
sejalan dengan visi Surabaya Post.
5. menjadikan Surabaya sebagai Flag Carrier Jawa Timur di pentas nasional. (Sumber: Buklet Company Profile Surabaya Post)
4.2.3 Sifat dan Isi Surat Kabar Surabaya Post
Dalam penulisannya gaya jurnalistik yang digunakan oleh Surabaya Post yaitu :
1. jurnalisme positif
2. pemisah yang tegas antara Fakta dan Opini 3. kritis tetapi santun dalam penyajiannya 4. berimbang dan tidak Apriori
5. In depth report yang inspiring
6. menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar
Sebagai surat kabar umum Surabaya Post berusaha tampil memenuhi kebutuhan khalayaknya, tidak hanya informasi (berita), namun juga hiburan, pengetahuan, kontrol sosial, dan penyalur opini masyarakat. Dalam hal ini Surabaya Post sebagai harian sore yang hadir lebih awal dengan jumlah halaman 24 halaman menyajikan keberagaman rubrik, yaitu :
1. berita kota 2. surat pembaca
3. wisata dan kebudayaan (panorama alam, sejarah, suku budaya) 4. agama (ayat suci Al-Quran, waktu sholat, hadist, dan kisah sufi) 5. olahraga
6. hiburan (musik, selebriti, humor, busana) 7. tajuk rencana
Surabaya Post berusaha menampilkan berita yang fresh dengan menyajikan berita hari ini, dengan komposisi berita sebagai berikut :
Tabel 2. Deskripsi Halaman Surabaya Post Koran I
Halaman 1 Memuat berita-berita utama yang bernilai berita tinggi dan menyangkut kepentingan nasional ditambah kolom feature
Halaman 2 Memuat tentang berita-berita politik serta kekuatan politik di Jawa Timur
Halaman 3 Memuat berita yang berbau Jawa Timur karena memang Jawa Timur diberikan porsi yang besar di koran ini
Halaman 4 Memuat berita jati diri, opini, dan surat pembaca Halaman 5 Memuat berita-berita seputar keadaan politik nasional Halaman 6-7 Halaman untuk iklan
Halaman 8 Memuat berita-berita seputar pertanian dan agrobis Halaman 9-10 Memuat berita-berita seputar perekonomian nasional Halaman 11 Memuat halaman sambungan dari halaman satu
(utama)
Halaman 12 Perpaduan berita nasional dan juga lokal yang dianggap menarik dan unik
Koran II (bagian Olah Raga)
terjadi di Metropolitan Surabaya
Halaman 17-19 Halaman ini khusus untuk berita di Jawa Timur Halaman 20 Halaman seni budaya yang memuat kegiatan seni dan
budaya
Halaman 21 Halaman yang memuat informasi selebriti baik dari dalam dan luar negeri
Halaman 22-24 Berisi tentang rubrik sepak bola nasional dan internasional serta berbagai olah raga yang lain dengan nama halaman Sport
4.3 Hasil dan Pembahasan