GAMBARAN UMUM RUMAH OBYEK PENELITIAN
A. Sejarah Singkat R.S Bhayangkara Makassar
Makassar berdiri pada tanggal 2 November 1965. Pada saat itu AKBP Rumah Sakit Bhayangkara dr. Adam Imam Santoso yang telah berdinas di polda Sulseltra mendapat perintah lisan dari pangdak XVIII Sulselra untuk menempati dan mengfungsikan bekas sekolah polisi Negara Djongaya menjadi Rumah Sakit yang di beri nama Rumah Sakit Bhayangkara Makassar (di kenal dengan nama Rumah Sakit Bayangkara Makassar) dengan luas tanah 17.642 M2 yang terletak di jlan Bongaya dan sekarang jalam Mappaoudang No. 63 Kelurahan Jongaya, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar.
Pada tanggal 10 Januari 1970 Rumah Sakit Bayangkara Makassar di akui dan resmi di Mabes Polri dengan surat keputusan Kapolri No. Pol.
11/117/341/1977 yang di tandatangani oleh wakil kepala Kepolisian RI Inspektur jendral Polisi T.A Aziz, yang isinya yaitu: membawahi 1 buah Rumah Sakit, 1 buah Klinik Bersalin, 3 buah Tempat perawatan Sementara (IPS) Polwil Bone, IPS Polwil Pare-pare, TPS SPN Batua dan 30 Poliklinik Polres dan Brimob.
Dengan berjalannya waktu Rumah Sakit Bhayangkara selalu mengadakan perubahan-perubahan dalam rangka memperbaiki pelayanan kepada anggota Polisi dan keluarganya serta masyarakat umum. Mengingat bangunan yang di gunakan sebagai Rumah Sakit Bhayangkara merupakan bekas SPN rumah sakit pada umumnya. Oleh karena itu pada tanggal 7 Oktober 1971, Kapolda Sulsel
Komisaris Besar Polisi Drs. Upa Suparya meresmikan pembangunan dan renovasi kantor Disdokkes dan Rumah Sakit Bersalin serta aula sehingga kondisinya nampak seperti rumah sakit.
Dengan surat keputusan Kapolri tanggal 10 Oktober 2001 No. Pol:
SKEP/1549/X/2001 rumah sakit bhayangkara akhirnya menjadi rumah sakit tingkat II. Pada tanggal 2 November 2001 dalam rangka pengembangan rumah sakit kepolisian bhayangkara makassar hanya di peruntukan bagi anggota Polri maka berdasarkan Surat Keputusan Kapolda Sulsel No. Pol : SKEP/321/X/2001 tanggal 16 Oktober 2001 di putuskan penggantian nama rumah sakit Kepolisian Bhayangkara Makassar menjadi Rumah Sakit Bhayangkara Mappaoudang.
4.1 Keadaan Demografis
Awal mula Rumah Sakit ini berdiri, jumlah pegawainya 8 orang yang terdiri dari: 1 orang sebagai tenaga kesehatan sebagai dokter umum, 4 perawat, 1 tenaga laboratorium, dan 2 tenaga administrasi. Pejabat pertama selaku Kadis Dokkes Polda Sulselra yaitu Kol. Pol.(Purn) Dr. A.I. Santoso, SpB, Onk. (1956-1983). Dan pejabat pertama selaku Karumkit Bhayangkara pertama yaitu Letkol.
Pol. (Purn) Dr. Zainal Arifin, Sp. M ( 1965-1985). Pada periode 1985-1991 Karumkit Bhayangkara di jabat oleh Letkol. Pol. Dr. Ida Bagus Putra Cjungutan, Sp. B (ahn). Selanjutnya pada periode 1991-1993 Karumkit Bhayangkara di jabat oleh Letkol. Pol. (purn) Dr. Roesman Roeslin, Sp. Pd. Selanjutnya Karumkit Bhayangkara kemudian di jabat oleh Kombes. Pol. Drg. Peter Sahelangi, DFM tahun 1993-2007. Kemudian Karumkit Bhayangkara di jabat oleh Kombes. Pol.
Dr. Syafrizal, MM tahun 2007 sampai desember 2008, kemudian pada Januari 2008 Karumkit Bhayangkara di jabat oleh Kombes. Pol. Dr. Didi Agus Mintadi, Sp. IP. DFM sampai sekarang.
4.2 Kedudukan, Tugas Pkok dan Fungsi 4.1.1 Kedudukan
1. Berdasarkan keputusan Kapolri No. Pol. : Kep/SU/X/2002 tanggal 17 Oktober 2002 tentang Organisasi dan tata kerja satuan-satuan Organisasi Polri di tingkat kewilayaan (POLDA).
2. Berasarkan SK Kapolri No. Pol : Skep/957/XII/2004 tanggal 23 Desember 2004 tentang petunjuk pembentukkan poliklinik dan rumah sakit serta peningkatan struktur rumah sakit di lingkungan kepolisian Negara Republik Indonesia adalah unsur pelaksana pelayanan kesehatan kepada personil Polri, PNS Polri dan keluarganya serta masyarakat sekitarnya, yang bertannggung jawab atas pelaksaan tugasnya kepada Kabid Dokkes Polda Sulsel.
4.1.2 Tugas Pokok
1. Rumah Sakit Bhayangkara Makassar bertugas menyelenggarakan pelayanan kesehatan bagi personil polri dan keluarganya, masyarakat umum serta penyelenggara dukungan kesehatan bagi tugas operasional dan pembinaan Polri dalam kapasitas sebagai rumah sakit rujukan untuk wilayah Indonesia Timur.
2. Menyelenggarakan kegiatan serta upaya dalam bidang kesehatan yang meliputi : pemeriksaan, pengobatan dan perawatan penderita
sampai pada taraf spesialistik baik yang bersifat pelayanan umum maupun dukungan kesehatan dalam bidang klinis kepada masyarakat Polri/masyarakat umum dan Institusi Polri.
3. Menyelenggarakan kegiatan dan meningkatkan sarana penunjang rumah sakit sesuai standar rumah sakit tingkat II yang merupakan pusat rujukan Polda-polda Wilayah Timur Indonesia.
4.1.3 Funsi
1. Menyelenggarakan kegiatan medis meliputi : pemeriksaan, pengobatan dan perawatan penderita sampai taraf spesialistik atau sub spesialistik.
2. Menyelenggarakan sistem kegiatan pembinaan sarana kedokteran kepolisian dalam rangka mendukung tugas polri.
3. Menyelenggarakan kegiatan pengelolaan sumber daya rumah sakit meilputi sumber daya manusia, sarana dan prasarana, logistik, pembiayaan sistem, metode serta informasi.
4. Menyelenggarakan pendidikan/pelatihan serta penelitian di bidang kesehatan dalam rangka pengembangan sumber daya manusia, ke prosedur pelayanan dan manajemen rumah sakit bhayangkara makassar.
5. Penyelenggaraan kegiatan lain menunjang pelaksanaan tugas rumah sakit bhayangkara makassar
6. Penyelenggaraan fungsi pembinaan materil dan fasilitas kesehatan rumah sakit bhayangkara makassar sesuai kebijakan dan sistem pembinaan logistik Polri.
7. Penyelenggaraan tugas kesehatan dalam rangka pengabdian kepada masyarakat.
4.3 Srtuktur Organisasi
Susunan Oranisasi Rumah sakit Bhayangkara Makassar, terdiri dari:
a. Unsur Pimpinan
1. Kepala Rumah sakit Bhayangkara Makassar.
2. Wakil kepala Rumah sakit Bhayangkara Makassar b. Unsur Pembantu pimpinan dan pelayanan staf
1. Departemen pelayanan Medik dan Keperawatan (Dep. LMP) 2. Departemen Sumber Daya Manusia dan Penelitian (Dep. SDMT) 3. Komite Medik, di singkat KOMED dengan satuan Medis Fungsional
(SMF) yang berada di bawahnya.
4. Departemen Kedokteran Kepolisian dan Penunjang Medik (Dep.
DPTM) terdiri dari:
a. Sub Departemen Hukum Medik (Subdep Kumed)
b. Sub Departemen Hubungan Masyarakat (Subdep Humas) dengan instalasi yang berada di bawahnya
c. Sub Departemen Penunjang Medik (Subdep Jangmed) dengan instalasi yang berada di bawahnya termasuk Instalasi Farmasi.
4.4 Visi, Misi dan Nilai
4.4.1 Visi Rumah Sakit
Rumah Sakit Bhayangkara terbaik (3,5,10):
- 3 tahu, terbaik untuk jajaran POLRI - 5 tahun, terbaik untuk wilayah Sulsel
- 10 tahun, terbaik di kawasan Timur Indonesia.
4.4.2 Misi Rumah Sakit
a. Menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang paripurrna dan optimal bagi anggota Polri, PNS dan keluarga serta masyarakat umum.
b. Menyelenggarakan kesehatan matra kepolisisan untuk mendukung tugas operasi Polri
c. Meningkatkan kualifikasi dan jumlah tenaga medis, paramedis dan tenaga pendukung lainnya.
d. Mempersiapkan sarana prasarana Rumah sakit dan alat-alat kesehatan yang mutakhir
e. Menerapkan manajemen modern dalam pengelolaan Rumah Sakit.
4.4.3 Nilai 1. Disiplin 2. Kebersamaan
3. Akuntanbilitas dan transparansi 4. Presentasi kerja
4.5 Fasilitas Rumah Sakit Bhayangkara Makassar 4.5.1 Luas Tanah dan Bangunan
Adapun luas tanah dari Rumah Sakit Bhayangkara adalah: 17.642 M2 (bersertifikat) dan luas bangunan : 3.689,5 M2
4.5.2 Kapasitas tempat tidur
Kapasitas tempat tidur, terdiri dari:
Kelas VIP : 35 tempat tidur
Kelas I : 59 tempat tidur
Kelas II : 123 tempat tidur
Kelas III : 42 tempat tidur
Jumlah tempat tidur keseluruhan berjumlah 259 tempat tidur
4.5.3 Instalasi Rawat Jalan
Instalasi rawat jalan, terdiri dari:
Instalasi gawat darurat (24 jam)
Poliklinik umum
Poliklinik penyakit dalam
Poliklinin kulit kelamin
Poliklinik bedah umum
Poliklinik bedah Orthopedi
Poliklinik bedah tumor
Poliklinik kebidanan dan kandungan
Poliklinik mata
Poliklinik THT
Poliklinik penyakit anak
Poliklinikgigi dan mulut
Poliklinik jiwa/narkoba
Poliklinik keluarga berencana
Poliklinik jantung paru
Pelayanan General Chek-Up 4.5.4 Instalasi Rawat Inap
Unstalasi rawat inap, terdiri dari:
Perawatan anak
Perawatan pria dan wanita
ICU
Perawatan tahanan
Perawatan pasien HIV/AIDS 4.5.5 Fasilitas Penunjang
Fasilitas penunjang, terdiri dari:
Radiologi
Laboratorium
Apotik
Fisioterapi
Perawatan Narkoba
Laboratorium gigi Porcelain, Frame, Mata palsu, Hidung palsu, dan Telinga Palsu
Instalasi gizi
4.6 Sumber Daya Manusia
Jumlah personil di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar adalah:
495 orang, yang terdiri dari 82 polri, 126 orang PNS dan 287 orang Tenaga Kontrak. Dokter spesialis berjumlah 39 orang, dokter umum 16 orang, dokter gigi 3 orang, apoteker 6 orang, paramedis 145 orang dan non paramedis 111 orang.
Selain itu, di rumah sakit di harapkan dengan banyaknya sumber daya manusia maka visi dan misi dari rumah sakit ini dapat tercapai.
4.7 Organisasi dan Tata kerja
Kepala Instalasi Farmasi Rumah sakit Bhayangkara mappaoudang bertugas mengkoordinir dan bertanggung jawab terhadap segala kegiatan yang ada di instalasi farmasi yang terdiri dari apotek dan gudang. Dalam tugasnya tersebut kepala instalasi farmasi bertanggung jawab langsung kepada kepala rumah sakit dan membawahi seksi-seksi.
Seksi-seksi yang berada di instalasi farmasi adalah sebagai berikut:
1. Seksi perencanaan
Bertugas dan bertanggung jawab merencanakan kebutuhan obat, bahan obat dan alat kesehatan sesuai dengan kebutuhan dan anggaran yang tersedia serta menghindari kekosongan obat.
2. Seksi pengadaan
Bertugas dan bertanggung jawab melaksanakan pengadaan obat serta memfasilitasi alat kesehatan
3. Seksi penyimpana
Bagian penyimpanan bertugas untuk:
a. Mengelolah dan menyimpan dengan baik obat-obatan, alat kesehatan dan bahan kimia di gudang
b. Membuat dan melaporkan persediaan yang masih ada
c. Melayani permintaan dari unit rawat inap, rawat jalan, gawat darurat serta unit pelayanan kesehatan lainnya dengan ketentuan mengisi daftar permintaan dan penggunaan bahan farmasi.
4. Seksi distrubusi
Yang melasanakan pendistribusian perbekalan farmasi adalah apotek. Di dalam melakukan tugasnya, apotek selain menyerahkan obat berdasarkan resep juga bertanggung jawab melayani permintaan obat-obatan, alat kesehatan dan bahan kimia dari masing-masing unit/instalasi (keperawatan, poliklinik, laboratorium, radiologi, IGD, Ok, kebidanan dan unit lain yang membutuhkan).
BAB V