• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II : TINJAUAN PUSTAKA

3.1. Sejarah Singkat Dinas Perpustakaan Sibolga

Perpustakaan Umum Kota Sibolga dibentuk berdasarkan Perda Kota Sibolga Nomor 1 Tahun 2001 tentang Pembentukan Organisasi Sekretariat Daerah dan Sekretariat DPRD Kota Sibolga. Sejak awal pendiriannya, lembaga ini merupakan Sub bagian pada Bagian Humas Sekretariat Daerah Kota Sibolga yang ditindaklanjuti dengan SK Walikota Nomor 061.1/712/2001.Seiring dengan perkembangan pembangunan di Kota Sibolga serta semakin meningkatnya kebutuhan informasi dan minat baca masyarakat, maka pada tanggal 1 April 2004, Dinas Perpustakaan Sibolga telah memiliki gedung sendiri yang dibangun 2 lantai dan terbuka untuk umum yang berlokasi di jalan Letjend S. Parman No. 31-B Sibolga. Selanjutnya berdasarkan Perda Kota Nomor 3 Tahun 2007, kedudukan perpustakaan menjadi Kantor Perpustakaan Setingkat Eselon III.Kemudian berdasarkan amanat PP Nomor 41 Tahun 2007, Pemerintah Kota Sibolga bersama DPRD Kota Sibolga menetapkan Perda Kota Nomor 12 Tahun 2008, tentang organisasi dan Tata Kerja Lembaga Teknis Daerah Kota Sibolga, yang mengubah status Kantor Perpustakaan menjadi Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Sibolga.

Kebijakan yang diterapkan oleh Dewan Perpustakaan Umum Kota Sibolga, peningkatan fasilitas dan pelayanan merupakan hak mutlak yang dilakukan oleh Perpustakaan Umum Kota Sibolga. Tugas utama Perpustakaan Umum Kota Sibolga adalah membantu para pengguna memperoleh sumber informasi, serta membantu melayani dan memenuhi kebutuhan pengguna yang datang berkunjung ke Perpustakaan Umum Kota Sibolga. Sistem layanan yang digunakan pada Perpustakaan Umum Kota Sibolga adalah sistem layanan terbuka (Open Access) dimana pengguna dapat mencari bahan pustaka secara langsung menuju ke rak buku biasanya pengguna menggunakan katalog online (OPAC)

untuk memudahkan pengguna dalam pencarian temu balik informasi yang diinginkan.

3.1.1 Visi dan Misi Dinas Perpustakaan Sibolga

Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Sibolga mempunyai visi dan misi sebagai berikut:

• Visi

“Menjadi Sumber Informasi Untuk Mewujudkan Masyarakat Kota Sibolga Yang Cerdas dan Berdaya Saing”

• Misi

a. Mewujudkan promosi dan sosialisasi gemar budaya baca dan sadar arsip;

b. Mewujudkan koleksi buku yang lengkap dan mutakhir;

c. Membina dan mengembangkan jenis perpustakaan di lingkungan Pemerintah Kota Sibolga;

d. Meningkatkan pelayanan bagi pemustaka dan pengguna arsip yang berbasis teknologi informasi;

e. Menyelamatkan dan mengamankan arsip daerah yang bernilai guna sebagai sumber informasi dan bahan bukti;

f. Mewujudkan tenaga perpustakaan dan arsip yang kompeten dan profesional;

g. Mengembangkan infrastruktur Perpustakaan dan Arsip yang modern.

3.1.2 Fungsi Dinas Perpustakaan Sibolga

Adapun fungsi Dinas Perpustakaan Sibolga adalah sebagai berikut:

1. Fungsi deposit, bertugas menyimpan dan melestarikan semua karya cetak dan karya rekam yang diterbitkan di wilayah Indonesia.

2. Fungsi informasi, perpustakaan berfungsimenyediakan berbagai informasi yang meliputi bahan tercetak, terekam maupun koleksi lainnya agar

pengguna perpustakaan dapat mengambil berbagai ide dari buku yang ditulis oleh para ahli dari berbagai bidang ilmu, menumbuhkan rasa percaya diri dalam menyerap informasi dalam berbagai bidang serta mempunyai kesempatan untuk dapat memilih informasi yang layak sesuai kebutuhannya.

3. Fungsi pendidikan, perpustakaan menjadi tempat dan menyediakan sarana untuk belajar baik dilingkungan formal maupun non formal, artinya perpustakaan merupakan tempat belajar diluar bangku sekolah maupun juga tempat belajar dalam lingkungan pendidikan sekolah. Melalui fungsi pendidikan, manfaat yang dapat diperoleh adalah agar pengguna perpustakaan mendapatkan kesempatan untuk mendidik diri sendiri secara berkesinambungan, untuk mengembangkan dan membangkitkan minat yang telah dimiliki pengguna.

4. Fungsi rekreasi, masyarakat dapat menikmati rekreasi dengan membaca dan mengakses berbagai sumber informasi hiburan seperti : novel, cerita rakyat, puisi, dan sebagainya.

5. Fungsi kultural, perpustakaan berfungsi untuk mendidik dan mengembangkan apresiasi budaya masyarakat melalui berbagai aktivitas, seperti : pameran, pertunjukkan, bedah buku, mendongeng, seminar, dan sebagainya. Perpustakaan dimanfaatkan pengguna sebagai rekaman budaya bangsa untuk meningkatkan taraf hidup dan mutu kehidupan manusia baik secara individu maupun kelompok, membangkitkan minat terhadap kesenian dan keindahan yang merupakan salah satu kebutuhan manusia terhadap cita rasa seni, mendorong tumbuhnya kreativitas dalam kesenian, mengembangkan sikap dan sifat hubungan manusia yang positif serta menunjang kehidupan antar budaya secara harmonis.

6. Fungsi penelitian, perpustakaan menyediakan berbagai informasi untuk menunjang kegiatan penelitian meliputi berbagai jenis maupun bentuk informasi itu sendiri.

3.1.3Tujuan Dinas Perpustakaan Sibolga

Perpustakaan diselenggarakan dengan tujuan untuk dapat memenuhi kebutuhan akan informasi masyarakat. Adapun tujuan dari Dinas Perpustakaan Sibolga adalah untuk menciptakan masyarakat terpelajar dan terdidik, terbiasa membaca, berbudaya tinggi serta mendorong terciptanya pendidikan sepanjang hayat.

3.1.4 Jam Buka Dinas Perpustakaan Sibolga

Perpustakaan Umum Kota Sibolga menggunakan sistem pelayanan terbuka atau open acces. Dimana setiap pengguna perpustakaan bebas mencari sendiri informasi yang dibutuhkan langsung ke rak buku tanpa melalui petugas perpustakaan. Perpustakaan ini telah memberikan layanan dan menetapkan peraturan jam buka pelayanan perpustakaan yaitu:

Senin – Kamis : Pukul 08.00 - 16.00 WIB Sabtu : Pukul 09.00 - 14.00 WIB

3.1.5 Struktur Organisasi

Struktur organisasi yang jelas sangat dibutuhkan pada suatu perpustakaan untuk memudahkan segala jenis kegiatan kerja dalam suatu organisasi. Dengan adanya struktur organisasi yang terarah maka dapat diketahui dengan jelas jenjang jabatan dan hubungan kerja dari masing-masing unit kerja yang ada. Struktur organisasi pada perpustakaan dapat berkembang sesuai dengan besarnya perpustakaan tersebut. Begitu juga halnya dengan Dinas Perpustakaan Sibolga yang membuat struktur organisasi untuk memudahkan proses pembagian kerja operasionalnya. Terlihat pada bagan struktur organisasi Dinas Perpustakaan Sibolga bahwa jabatan tertinggi dipegang oleh kepala kantor.

Adapun struktur organisasi Dinas Perpustakaan Sibolga dapat dilihat pada gambar dibawah ini:

Bagan Struktur Organisasi Dinas Perpustakaan Sibolga

Sumber: Dinas Perpustakaan Kota Sibolga

3.2Pengadaan Bahan Pustaka pada Dinas Perpustakaan Sibolga

Pada dasarnya kegiatan yang dilakukan pada bagian pengadaan adalah memilih, mengumpulkan bahan pustaka untuk kebutuhan pengguna perpustakaan.

Pada bagian pengadaan bahan pustaka, Dinas Perpustakaan Sibolga menggunakan sistem pengadaan dengan cara:

• Pembelian

• Hadiah/Sumbangan

Penambahan koleksi dengan tukar menukar belum dilaksanakan, hal ini disebabkan karena Dinas Perpustakaan Sibolga belum mempunyai sistem

Kepala Perpustakaan

Subbag Tata Usaha

Kelompok Jabatan Fungsional

Seksi Pengelolaan

Keperpustakaan Seksi

Pelayanan Seksi Pengadaan

Kearsipan

kerjasama dengan perpustakaan lainnya serta koleksi perpustakaan yang lain belum memadai.

3.2.1 Pemilihan Bahan Pustaka pada Dinas Perpustakaan Sibolga

Sibolga adalah kota yang terletak di pesisir pantai barat Sumatera, dimana sebahagian besar masyarakat bermata pencaharian sebagai nelayan dan kebudayaan pesisir yang melekat pada masyarakatnya. Sehingga Dinas Perpustakaan Sibolga pertama sekali mengadakan pemilihan bahan pustaka dengan melihat lingkungan sekitar perpustakaan berada, maka perpustakaan menyediakan koleksi tentang kelautan, perikanan dan kebudayaan pesisir.

Pemilihan bahan pustaka pada Dinas Perpustakaan Sibolga dilakukan oleh pihak-pihak yang bersangkutan yaitu:

1. Kepala Perpustakaan 2. Pegawai/Staff Perpustakaan

Untuk memilih bahan pustaka yang akan dijadikan koleksi, Dinas Perpustakaan Sibolga memiliki cara-cara atau prosedur. Prosedur dan pemilihan bahan pustaka pada Dinas Perpustakaan Sibolga adalah sebagai berikut:

1. Pengguna perpustakaan mengajukan usulan kepada pegawai perpustakaan.

2. Usulan-usulan tersebut dikumpulkan lalu diseleksi oleh kepala perpustakaan beserta staffnya, untuk menentukan usulan mana yang akan dipenuhi terlebih dahulu.

3. Kepala perpustakaan mengajukan usulan yang telah diseleksi kepada pemerintah untuk anggaran pengadaan bahan pustaka yang diperlukan.

4. Setelahdisetujui oleh pemerintah, kepala perpustakaan Sibolga membeli bahan pustaka yang telah diusulkan setelah diseleksi.

3.2.2 Alat Bantu Pemilihan Bahan Pustaka

Untuk pemilihan bahan pustaka, Dinas Perpustakaan Sibolga memiliki alat bantu. Alat bantu yang digunakan dalam pemilihan bahan pustaka pada Dinas Perpustakaan Sibolga yaitu:

1. Brosur

2. Katalog Penerbit

Dengan adanya alat bantu tersebut, maka pihak-pihak yang berwenang untuk memilih bahan pustaka dapat lebih terarah dan tepat untuk memilih bahan pustaka yang akan dipilih.

3.3 Pengadaan Melalui Pembelian

Dinas Perpustakaan Sibolga jarang melakukan pembelian bahan pustaka karena hal ini disebabkan oleh keterbatasan anggaran dana yang diberikan oleh pemerintah kepada perpustakaan. Dalam melakukan pembelian, kepala perpustakaan memprioritaskan kepada usulan yang diberikan oleh petugas perpustakaan. Pembelian bahan pustaka tergantung keputusan pemerintah.

Maksutdnya, apabila pemerintah menyetujui usulan tersebut maka pembelian dapat dilaksanakan. Proses pembelian bahan pustaka pada Dinas Perpustakaan Sibolga adalah sebagai berikut:

1. Staff perpustakaan langsung membeli bahan pustaka ke toko buku atau penerbit.

2. Pembayaran dilakukan dengan cara uang tunai yang dilakukan oleh staff perpustakaan.

3. Pelangganan terbitan berkala (surat kabar seperti koran) dengan cara pembayaran tiap bulan.

Dinas Perpustakaan Sibolga melakukan pembelian jika ada usulan, sehingga dalam melakukan pembelian bahan pustaka khususnya buku dalam setahun jumlahnya selalu berubah-ubah. Buku yang paling banyak diusulkan adalah buku-buku bacaan karena dilihat dari permintaan pengguna perpustakaan. Pada tahun 2014 yang lalu, Dinas Perpustakaan Sibolga membeli buku sebanyak 27%, tahun 2015 sebanyak 33%, tahun 2016 sebanyak 40%. Dari hasil yang diperoleh selama tiga tahun terakhir, tahun 2014-2015 pembelian bahan pustaka mengalami peningkatan sebanyak 6%, pada tahun 2015-2016 juga mengalami peningkatan sebanyak 7%.

Diagram Alir Pembelian Bahan Pustaka

DINAS PERPUSTAKAAN SIBOLGA

Menerima usulan judul dari staff

Mengumpulkan brosur dan daftar katalog

Seleksi urutan judul melalui katalog

Ada di koleksi YA/Lengkapi data TIDAK/Hapus dari

daftar

Daftar

Proses

Buku ada/tidak TIDAK/Pesanan

diganti

YA/Buku datang

SELESAI MULAI

3.4Hadiah/Sumbangan

Selain pembelian, Dinas Perpustakaan Sibolga juga mengadakan penambahan koleksinya melalui hadiah/sumbangan. Perpustakaan ini menerima hadiah/sumbangan dari perorangan atau siapa saja yang ingin menyumbang buku pada perpustakaan. Pada Dinas Perpustakaan Sibolga, hadiah/sumbangan yang diterima tidak atas permintaan, tergantung kemauan atau keinginan pengguna untuk menyumbangkan buku ke perpustakaan. Pengguna perpustakaan menyumbang buku untuk membantu dalam membangun koleksi pada perpustakaan. Biasanya buku yang disumbangkan berupa buku-buku bacaan seperti buku pelajaran, novel, dan komik.

Berdasarkan hasil wawancara penulis dengan pustakawan, Dinas Perpustakaan Sibolgamenerima hadiah/sumbangan bahan pustaka berupa buku dari pengguna adalah sebanyak 65 eksemplar dalam tiga tahun terakhir dari tahun 2014-2016,yaitu tahun 2014 sebanyak 18 eksemplar atau 28%, tahun 2015 sebanyak 23 eksemplar atau 35%, selanjutnya tahun 2016 sebanyak 24 eksemplar atau 37%.

Pengguna sangat jarang melakukan hadiah/sumbangan buku ke perpustakaan sehingga bahan pustaka dari hasil hadiah/sumbangan yang diterima sangat sedikit.Setiap tahunnya hasil sumbangan yang diperoleh mengalami sedikit peningkatan tetapi walaupun begitu, dapat diketahui bahwa tiap tahun adanya perkembangan terhadap pengguna yang datang ke perpustakaan.

Disamping itu, Dinas Perpustakaan Sibolga mengadakan penghibaan bahan pustaka ke luar seperti penghibaan bahan pustaka ke perpustakaan kelurahan.

Penghibaan bahan pustaka yang sering dilakukan adalah buku-buku umum seperti buku fiksi dan non fiksi. Dinas Perpustakaan Sibolga tidak sering melakukan penghibaan bahan pustaka, tergantung permohonan proposal yang dilakukan oleh perpustakaan kelurahan. Paling sedikit sekali dalam tiga tahun melakukan penghibaan bahan pustaka.

Diagram Alir Sumbangan Bahan Pustaka

Mulai

Dinas Perpustakaan Sibolga

Menerima sumbangan dari pengguna

Sumbangan yang diterima dicatat ke buku induk

Pengolahan buku/

menentukan nomor kelas

Shelving buku ke rak

3.2.3 Inventarisasi

Pada Dinas Perpustakaan Sibolga setiap bahan pustaka yang masuk menjadi milik perpustakaan. Bahan pustaka yang masuk ke perpustakaan terlebih dahulu dilakukan pengecekan buku, lalu diinventarisasikan, buku dikelola dan diinput (dicatat)ke dalam buku induk. Kegiatan inventarisasi pada Dinas Perpustakaan Sibolga adalah sebagai berikut:

1. Memberikan stempel pada bahan pustaka yang diterima

Bahan pustaka yang diterima terlebih dahulu diperiksa. Selanjutnya, membubuhkan stempel kepemilikan perpustakaan. Pemberian stempel pada Dinas Perpustakaan sudah ditetapkan.

Gambar 3.3. Stempel Milik Perpustakaan

2. Mendaftarkan bahan pustaka yang telah diberi stempel ke dalam buku induk. Proses inventarisasi pada Dinas Perpustakaan Sibolga dilakukan secara manual. Dengan adanya inventarisasi, setiap bahan pustaka yang diterima dapat diketahui keterangan catatan koleksi bahan pustaka.

Adapun kolom yang memuat buku inventaris sebagai berikut:

1. Kolom tanggal kedatangan buku

Kolom ini diisi ketika buku yang dibeli atau hadiah/sumbangan sudah diterima.

2. Kolom judul buku

Judul yang ditulis pada kolom ini adalah judul yang tercantum pada halaman judul secara lengkap.

3. Kolom nama pengarang

Kolom ini diisi nama pengarang atau siapa penulis buku tersebut.

Begitu juga dengan buku yang diperoleh diterbitkan oleh badan maka yang dimasukkan nama badan intansi.

4. Kolom penerbit

Kolom ini diisi dengan nama badan yang menerbitkan buku, baik badan pemerintah maupun swasta.

5. Kolom tahun terbit

Kolom ini diisi dengan tahun terbit buku. Bila buku diterbitkan ulang, ditulis tahun copyright dan tahun cetak ulang.

6. Kolom sumber buku

Kolom ini diisi dengan perolehan buku. Misalnya, buku pembelian, hadiah/sumbangan.

7. Kolom jumlah buku

Kolom ini diisi dengan jumlah buku yang diperoleh oleh perpustakaan. Misalnya buku yang diperoleh 3 eksemplar

8. Kolom keterangan

Kolom ini diisi dengan hal-hal yang dianggap perlu, misalnya nomor registrasi buku sekian ditempatkan pada ruang tertentu.

Gambar 3.4. Contoh Buku Induk (Inventaris)

Kegiatan inventarisasi dilakukan setelah pengadaan koleksi selesai dikerjakan yaitu pada waktu koleksi diterima. Dengan kegiatan ini, koleksi dapat diketahui berapa jumlah pertambahan dan jumlah koleksi yang dimiliki perpustakaan.

3.3 Kendala dalam Proses Pengadaan Bahan Pustaka

Setiap perpustakaan dalam melakukan pengadaan bahan pustaka mempunyai cara yang berbeda-beda. Begitu pula dengan Dinas Perpustakaan Sibolga juga mengadakan bahan pustaka seperti yang biasa dilakukan oleh perpustakaan lainnya.Petugas perpustakaan atau pustakawan yang bertugas untuk melakukan pengadaan bahan pustaka harus memiliki pengetahuan yang luas mengenai sistem pengadaan bahan pustaka. Dalam melakukan kegiatan pengadaan bahan pustaka tentunya tidak semudah yang dibayangkan. Pasti ada kendala maupun hambatan yang dihadapi.

Adapun kendala yang dihadapi pustakawan dalam proses pengadaan bahan pustakapada Dinas Perpustakaan Sibolga adalah sebagai berikut:

1. Dana. Sulitnya dana yang diperoleh oleh Dinas Perpustakaan Sibolga membuat lambatnya proses pembelian buku. Ketersediaan dana pencairan yang tidak tepat waktu membuat pengadaan bahan pustaka tersendat, terutama dalam transaksi pembelian bahan pustaka yang akan diadakan.

2. Proses Pembayaran. Proses pembayaran agak rumit, dilakukan dengan teliti karena setelah dilakukannya pembayaran selanjutnya membuat laporan keuangan kepada pemerintah, laporan yang disampaikan harus tepat dengan apa yang dilakukan pada proses pembayaran, jika tidak maka dapat terjadi kesalahpahaman. Misalnya, jika laporan yang disampaikan salah dalam perhitungan, pemerintah sudah tidak mempercayai pihak perpustakaan.

3. Waktu pengiriman. Dalam sistem pembelian bahan pustaka yang dilakukan Dinas Perpustakaan Sibolga biasanya dari kota Medan karena lebih banyak terdapat toko buku maupun penerbit yang berada di kota Medan. Sehingga membutuhkan waktu dalam pengiriman bahan pustaka karena jarak yang cukup jauh untuk ditempuh antara Medan-Sibolga.

4. Pustakawan. Pada Dinas Perpustakaan Sibolga hanya memiliki dua pustakawan yang memang di bidang perpustakaan, selebihnya pustakawan yang ada tidak dibidangnya atau jurusannya sehingga banyak pustakawan yang masih kurang mengerti tentang perpustakaan.

BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN

4.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan penulis ke Dinas Perpustakaan Sibolga, penulis dapat menarik beberapa kesimpulan sebagai berikut:

1. Koleksi yang ada di perpustakaan berupa terbitan berseri seperti koran dan majalah, koleksi fiksi seperti novel, komik, cerpen, dan koleksi non fiksi seperti buku pelajaran, ensiklopedia. Jumlah keseluruhan koleksi yang ada sebanyak 14.219 eksemplar.

2. Pengadaan bahan pustaka diperoleh melalui pembelian dan hadiah/sumbangan dari masyarakat setempat.

3. Pengadaan bahan pustaka yang paling banyak dilakukan adalah melalui pembelian

4. Staff perpustakaan pada bidang ilmu perpustakaan hanya berjumlah 2 orang.

5. Anggaran dana yang diterima dari pemerintah sangat terbatas.

4.2 Saran

Setelah melakukan pengamatan langsung pada Dinas Perpustakaan Sibolga, penulis dapat memberikan saran yang bisa diharapkan dapat bermanfaat bagi Dinas Perpustakaan Sibolga, seperti:

1. Sebaiknya jumlah koleksi bahan pustaka di perpustakaan ditambah agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.

2. Dinas Perpustakaan Sibolga belum melakukan sistem pertukaran bahan

berkembang. Sebaiknya Dinas Perpustakaan Sibolga mengadakan sistem pertukaran bahan pustaka pada perpustakaan lain agar koleksi yang dimiliki selalu diperbaharui serta guna mengatasi kekurangan koleksi perpustakaan.

3. Kurangnya SDM (Sumber Daya Manusia) yang ahli dalam bidang ilmu perpustakaan sehingga masih ada staff perpustakaan yang belum mengerti dalam bidang perpustakaan.Sebaiknya, Dinas Perpustakaan Sibolga mengutamakan pustakawan yang memiliki keahlian dibidang ilmu perpustakaan agar perpustakaan dapat dikendalikan dengan baik.

4. Pustakawan masih berjumlah 2 orang, sebaiknya pustakawan perlu ditambah agar dapat meningkatkan pelayanan perpustakaan.

5. Sebaiknya dana atau anggaran perlu ditetapkan agar dapat meningkatkan jumlah koleksi bahan pustaka di perpustakaan.

DAFTAR PUSTAKA

Bafadal, Ibrahim. 2001. Pengelolaan Perpustakaan Sekolah. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Bafadal, Ibrahim. 2005. Pengelolaan Perpustakaan Sekolah. Jakarta: Bumi Aksara.

Darmono, 2001. Manajemen dan Tata Kerja Perpustakaan Sekolah. Jakarta:

Gramedia.

Darmono. 2007. Perpustakaan Sekolah : Pendekatan Aspek Manajement dan Tata Kerja. Jakarta : Gramedia Widiasarana Indonesia.

Hermawan S., Rachman dan Zulfikar Zen, 2006. Etika Kepustakawanan : Suatu Pendekatan Terhadap Kode Etik Pustakawanan Indonesia. Jakarta: Sagung Seto.

Lasa Hs. 2007. Manajemen Perpustakaan Sekolah. Yogyakarta: Pinus Book Publisher.

Sulistyo-Basuki. 1991. Pengantar Ilmu Perpustakaan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Sumantri, M.T. 2002. Panduan Penyelanggaraan Perpustakaan Sekolah.

Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Sutarno, NS. 2006. Manajemen Perpustakaan : Suatu Pendekatan Praktik.

Jakarta: Sagung Seto.

Susanti, Nofrila dan Rahmah, Elva. 2013. Tinjauan Pengadaan Bahan Pustaka Di Perpustakaan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Padang. Padang: FBS Universitas Negeri Padang. Diakses 29 Juni 2017

Alrosyid, Hafid. 2008. Pengadaan bahan pustaka di Perpustakaan Universitas Muhammadiyah.Surakarta: FISIP Universitas Sebelas Maret. Diakses 02 Juni 2017

Rahayu, Ni Putu Dewi Gardina. 2015. Pengadaan Bahan Pustaka di Perpustakaan Pusat Universitas Warmadewa.Bali: FISIPUniversitas Udayana. Diakses 29 Juni 2017.

Dokumen terkait