• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS HASIL PENELITIAN

A. Data Penelitian

1. Sejarah Singkat Perusahaan

Sejalan dengan perkembangan sejarah perjuangan bangsa, baik masa penjajahan Belanda, Jepang sampai pada kemerdekaan dan pembangunan saat ini, perkebunan di Indonesia khususnya Sumatra Utara yang dikenal dengan daerah perkebunannya mengalami banyak perkembangan. Berbagai perusahaan perkebunan mengambil kesempatan untuk memanfaatkan sumber daya yang ada.

Kesempatan ini diambil oleh Horrison dan Crossfield, yang berdiri sejak tahun 1884 di London dan beroperasi di Indonesia pada tahun 1906. Pada mulanya perusahaan ini bekas hak Concessie berdasarkan perjanjian antara Zelfbestuur Deli dengan beberapa perusahaan Rubber Company Ltd, yang disahkan residen Sumatra Timur. Dalam rangka konversi Undang-undang Pokok Agraria (UU No. 5 Tahun 1960) hak Concessie tersebut dikonversi menjadi Hak Guna Usaha sebagaimana ditegaskan dalam Surat Mentri Agraria Tanggal 1 Maret 1962 No. Ka. 13/7/1.

Pada tahun 1962 – 1963 perusahaan ini memperluas bidang usahanya dengan mengadakan penggabungan antara perusahaan perkebunan Inggris yang memiliki beberapa kebun di Sumatra Utara. Dari penggabungan ini maka terbentuklah PT. PP. London Sumatra Indonesia Tbk.

Ulil Fadli : Tinjauan Aktivitas Pengendalian Atas Penjualan Pada PT. PP. London Sumatra Indonesia Tbk. Medan, 2010.

PT. PP. London Sumatra Indonesia Tbk didirikan berdasarkan akte pendirian No. 93 tanggal 18 Desember 1962 di hadapan Notaris Raden Kadiman (Jl. Kali Besar Barat 15 A Jakarta) dan kemudian dihadapan Notaris yang sama naskah pendirian diperbaharui dengan akte No. 20 tanggal 9 September 1963. Sedangkan pengukuhan perusahaan menjadi suatu badan hukum disahkan Menteri Kehakiman tanggal 14 September 1963 No. J.A5/121/120 dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia tanggal 8 Oktober 1963 No. 81.

Pada masa konfrontasi dengan Malaysia, terjadi konflik antara Pemerintah Inggris dengan Indonesia yang menyebabkan kaum buruh perkebunan dan Pemerintah Republik Indonesia berinisiatif mengambil alih pengurusan perusahaan dan menyerahkannya pada Bangsa Indonesia untuk meneruskan aktivitas usaha perkebunan yang terkendala.

Selanjutnya pada tahun 1964 kepengurusan itu diserahkan kepada Badan Pengawas Pemerintah Daerah kemudian oleh Pemerintah Daerah mempercayakan pengawasan perusahaan perkebunan kepada suatu badan bernama Badan Pengawasan Perkebunan Asing Republik Indonesia dan setelah itu digantilah PT. PP. London Sumatra Indonesia menjadi PT P.P. Dwikora. Tetapi dalam tahun tersebut terjadi lagi perubahan berdasarkan ketetapan Presiden No. 16 tahun 1964 diadakan perjanjian antara Pemerintah RI dengan Harrison & Crosfield Ltd, London dan perjanjian ini mulai berlaku tanggal 20 Maret 1968. Isi perjanjian itu adalah bertujuan untuk :

1. Pengembalian hak milik dari pemerintah kepada Harrison & Crosfield Ltd, di Sumatra Utara.

Ulil Fadli : Tinjauan Aktivitas Pengendalian Atas Penjualan Pada PT. PP. London Sumatra Indonesia Tbk. Medan, 2010.

2. Kerjasama perusahaan di bidang perkebunan karet, kelapa sawit, proyek pertanian lainnya dan proyek bahan pangan.

Perjanjian berdasarkan atas :

1. Instruksi Presidium Kabinet No. 28/U/IN/12/1966, tanggal 12 Desember 1966 dan semua peraturan lain yang berhubungan dengan pengendalian perusahaan-perusahaan asing.

2. Undang-Undang No. 1 tahun 1967 mengenai Penanaman Modal Asing dan semua peraturan Penanaman Modal asing di Indonesia.

Setelah perjanjian disepakati, pemerintah menyerahkan pengusahaan dan penguasaan perusahaan tersebut kepada pemilik semula, yakni Harrison & Crosfield Ltd pada tanggal 1 April 1968 dan perusahaan berganti nama kembali menjadi PT. PP. London Sumatra Indonesia yang sesuai dengan pengesahan akte pendirian semula.

Anggaran dasar Perseroan mengalami beberapa kali mengalami perubahan. Perubahan terakhir pada tanggal 25 Juli 1997, sehubungan dengan perubahan Menteri Kehakiman RI dengan surat keputusan No. C2-6275.HT.01.04 tahun 1997 tanggal 16 juli. Berkaitan dengan perubahan anggaran dasar Perseroan sebagaimana diatur oleh Undang Umdang No. 1/1995, perubahan nama perusahaan menjadi PT P.P. London Sumatra Indonesia Tbk serta perubahan tempat kedudukan perusahaan menjadi di Jakarta.

Ulil Fadli : Tinjauan Aktivitas Pengendalian Atas Penjualan Pada PT. PP. London Sumatra Indonesia Tbk. Medan, 2010.

Perusahaan ini mengelola hak tanah perkebunan yang di sebut Hak Guna Usaha (HGU), berlaku selama 30 tahun dengan opsi pembaharuan. Semua Hak Guna Usaha berakhir tahun 1998. Pada tanggal 31 Desenber 1997 perusahaan telah memperoleh kembali perpanjangan Hak Guna Usaha selama 25 tahun hingga tahun 2003.

Pada bulan Juli 1994 Lonsum mulai diambil alih dan dikelola oleh para bisnisman Indonesia. September 1995 Lonsum mulai mengadakan ekspansi lahan perkebunan terutama lahan sawit di daerah Sumatra Selatan dan Kalimantan Timur. Seiring semakin berkembangnya perusahaan, maka pada Juli 1996 Lonsum mendaftarkan diri pada Bursa Efek Jakarta dan Surabaya dengan inisial Emiten LSIP. Pada Juli 2004 diadakan pemulihan keuangan dengan ditandatanganinya perjanjian restrukturisasi hutang jangka panjang yang membuat babak baru dan perbaikan financial perusahaan yang membuat para investor baru berminat untuk menanamkan dan mempercayakan investasinya di PT P.P.. London Sumatra Indonesia Tbk. Saat ini perusahaan PT P.P. London Sumatra Indonesia Tbk dimiliki oleh para stock holder berikut :

a. CS Singapore TR AC Client 50, 45 % b. PT Pan London Sumatra Plantation 20, 94 %

c. Public 23, 04 %

d. The Northem Trust Company 5, 57 %

PT P.P. London Sumatra Indonesia Tbk yang berkantor pusat di Jl. Jendral Ahmad Yani No. 2 Medan Sumatra Utara merupakan perusahaan perkebunan

Ulil Fadli : Tinjauan Aktivitas Pengendalian Atas Penjualan Pada PT. PP. London Sumatra Indonesia Tbk. Medan, 2010.

terkemuka yang telah berpengalaman selama 100 tahun yang mengelola bermacam-macam usaha antara lain :

1. Perkebunan

2. Industri pengolahan hasil perkebunan 3. Pemuliaan bibit unggul

4. Jasa konsultasi perkebunan

Dengan kegiatan operasional berlokasi di Indonesia serta kantor pemasaran berada di Singapura dan Belanda. PT P.P. London Sumatra Indonesia Tbk mengelola dan menghasilkan beberapa komoditas perkebunan antara lain kelapa sawit, karet, coklat, teh, dan Kelapa yang tersebar di wilayah Sumatra Utara, Sumatra Selatan, Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur dan perkebunan plasma yang terdapat di Sumatra Selatan dan Sulawesi Selatan. Adapun perkebunan yang dimiliki PT. PP. London Sumatera Indonesia Tbk, tersebut terdapat di berbagai daerah seperti:

Tabel 4.1 Nucleus Estate

No. Estates Names District Province Description

1. Dolok Batu Bara North Sumatera Oil Palm Estates

2. Gunung Melayu Asahan North Sumatera Oil Palm Estates

3. Bagerpang Deli Serdang North Sumatera Oil Palm Estates

4. Rambong Sialang Deli Serdang North Sumatera Oil Palm Estates

Ulil Fadli : Tinjauan Aktivitas Pengendalian Atas Penjualan Pada PT. PP. London Sumatra Indonesia Tbk. Medan, 2010.

6. Si Bulan Deli Serdang North Sumatera Oil Palm Estates

7. Bungara Langkat North Sumatera Oil Palm Estates

8. Turangie Langkat North Sumatera Oil Palm Estates

9. Pulo Rambong Langkat North Sumatera Oil Palm Estates

10. Sei Rumbia Labuhan Batu North Sumatera Oil Palm & Rubber Estate

11. Bah Bulian Simalungun North Sumatera Oil Palm & Rubber Estate

12. Bah Lias Simalungun North Sumatera Oil Palm, Cocoa &

Coconut Estate

13. Bukit Hijau Musi Rawas South Sumatera Oil palm Estate

14. Belani Musi Rawas South Sumatera Oil palm Estate

15. Gunung Bais Musi Rawas South Sumatera Oil palm Estate

16. Ketapat Bening Musi Rawas South Sumatera Oil palm Estate

17. Riam Indah Musi Rawas South Sumatera Oil palm Estate

18. Sei Kepayang Musi Rawas South Sumatera Oil palm Estate

19. Sei Lakitan Musi Rawas South Sumatera Oil palm Estate

20. Terawas Indah Musi Rawas South Sumatera Oil palm Estate

21. Sei Gemang Musi Rawas South Sumatera Oil palm Estate

22. Tulung Gelam Ogan Komering Ilir South Sumatera Rubber Estate

23. Kubu Pakaran Ogan Komering Ilir South Sumatera Rubber Estate

24. Bebah Permata Ogan Komering Ilir South Sumatera Rubber Estate

25. Kertasarie Bandung West Java Tea Estate

26. Trebasala Banyuwangi East Java Cocoa&coffe estate

27. Balombissie Bulukumba South Sulwesi Rubber Estate

28. Palang Isang Bulukumba South Sulwesi Rubber Estate

Ulil Fadli : Tinjauan Aktivitas Pengendalian Atas Penjualan Pada PT. PP. London Sumatra Indonesia Tbk. Medan, 2010.

30. Tirta Agung Musi Banyuasin South Sumatera Oil Palm Estate

31. Budi Tirta Musi Banyuasin South Sumatera Oil Palm Estate

32. Suka Damai Musi Banyuasin South Sumatera Oil Palm Estate

33. Arta Kencana Lahat South Sumatera Oil Palm Estate

34. Kencana Sari Lahat South Sumatera Oil Palm Estate

35. Pahu Permai Kutai Barat East Kalimantan Oil Palm Estate

36. Pahu Makmur Kutai Barat East Kalimantan Oil Palm Estate

37. Jelau Makmur Kutai Barat East Kalimantan Oil Palm Estate

38. Sari Jempang Kutai Barat East Kalimantan Oil Palm Estate

Sumber: PT. PP. London Sumatra Indonesia

Tabel 4.2 Plasma Estate

No. Estates Names District Province Description

1. Air Bening Musi Rawas South Sumatera Oil Palm Estate

2. Bukit Hijau Musi Rawas South Sumatera Oil Palm Estate

3. Dwi Makmur Musi Rawas South Sumatera Oil Palm Estate

4. Ekasari Musi Rawas South Sumatera Oil Palm Estate

5. Marga Sido Musi Rawas South Sumatera Oil Palm Estate

6. Muara Kelingi Musi Rawas South Sumatera Oil Palm Estate

7. Tirta Agung Musi Banyuasin South Sumatera Oil Palm Estate

8. Suka Damai Musi Banyuasin South Sumatera Oil Palm Estate

9. Arta Kencana Lahat South Sumatera Oil Palm Estate

Ulil Fadli : Tinjauan Aktivitas Pengendalian Atas Penjualan Pada PT. PP. London Sumatra Indonesia Tbk. Medan, 2010.

11. Kubu Pakaran Ogan Komering Ilir South Sumatera Ruber Estate

12. Tulung Gelam Ogan Komering Ilir South Sumatera Ruber Estate

13. Tibona Bulukumba South Sulawesi Ruber Estate

Sumber: PT. PP. London Sumatra Indonesia Tbk.

Selain mengelola tanaman perkebunan, PT. PP. London Sumatra Indonesia Tbk., juga melakukan pengolahan hasil perkebunan yang dilakukan beberapa pabrik yang terdapat ditiap-tiap daerah. Hasil perkebunan dan pengolahan pabrik akan dijual kedalam dan luar negeri berupa minyak kelapa sawit, biji kelapa sawit, coklat, kopra, teh, kopi, bibit kelapa sawit, dan bibit coklat.

Adapun luas lahan perkebunan yang dimiliki oleh PT. PP. London Sumatra Indonesia Tbk., adalah sebagai berikut:

Tabel 4.3

Location

Oil Palm Rubber Cocoa Tea

Mature Imm* Mature Imm*. Mature Imm* Matur Imm*

North Sumatra 28,100 3,164 5,207 469 2,596 35 South Sumatra 15,662 7,176 5,252 863 West Java 582 3 East Java 1 1,174 565 East Kalimantan 4,556 15

Ulil Fadli : Tinjauan Aktivitas Pengendalian Atas Penjualan Pada PT. PP. London Sumatra Indonesia Tbk. Medan, 2010. North Sulawesi 593 South Sulawesi 3,885 1,030 Plasma S. Sumatra 30,728 886 3,259 Plasma S. Sulawesi 740 Total Area (Ha) 79,046 11,242 18,343 2,363 4,363 600 583 3 *Imm = Immature Sumber: PT. PP. London Sumatra Indonesia Tbk.

Dokumen terkait