• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sejarah singkat S.A.INTERIOR

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

2.2 Sejarah singkat S.A.INTERIOR

Perusahaan S.A.INTERIOR didirikan sejak tahun 2011, merupakan perusahaan yang bergerak dibidang interior yang didirikan oleh bapak. Ismail sebagai owner perusahaan sekaligus sebagai pimpinan perusahaan.

Sejarah perusahaan ini diawali dengan pendirian sebuah workshop kecil dibelakang rumah bapak. Ismail, yang memproduksi mebel rumah tangga sederhana. Kurang dari satu tahun perusahaan ini mampu mengembangkan usahanya serta mendistribusikan ke apartemen-apartemen besar.

Saat ini perusahaan telah memiliki lebih dari 20 karyawan, perusahaan ini juga telah memiliki beberapa supplier untuk memasok bahan baku dengan kualitas yang baik dan terjamin.

Demikianlah sejarah singkat dan perkembangan perusahaan S.A.INTERIOR, hingga sekarang mengalami kemajuan dan peningkatan produksivitas, walaupun banyak hambatan-hambatan yang dihadapi. Namun dengan adanya kerja sama yang baik antara pimpinan dan karyawan maka semua hambatan itu dapat diatasi.

12

2.3 Visi dan Misi S.A.INTERIOR

Perusahaan ini memiliki visi yaitu membentuk perusahaan manufaktur berbasis interior yang mampu meraih pangsa pasar minimal untuk kota Surabaya.

Visi ini akan menjadikan perusahaan manufaktur yang besar dan tangguh di kota Surabaya dan sekitarnya.

Misi perusahaan yaitu membangun usaha manufaktur interior yang ramah lingkungan, produksi yang maksimal, mutu yang baik, biaya yang efisien, dan memiliki nilai tambah yang terus meningkat. Selain itu memperluas lapangan kerja yang dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat di daerah lingkungan perusahaan.

Dan juga mengembangkan kinerja perusahaan yang dapat memenuhi kepuasan pelanggan serta memperkuat pangsa pasar.

Tujuan perusahaan ini didasarkan pada visi dan misi perusahaan. Juga menambah jenis interior yang lebih inovatif dan diminati oleh masyarakat, mengembangkan bisnis interior dan mendistribusikannya keluar daerah Surabaya, dan membuka lapangan pekerjaan guna meningkatkan tarif kesejahteraan warga sekitar perusahaan ini.

13

2.4 Informasi Perusahaan

S.A.INTERIOR adalah salah satu perusahaan yang bergerak dibidang interior di Surabaya yang berada di Jl. Medokan Kampung 138, Kota Surabaya, Jawa Timur.

1. Lokasi S.A.INTERIROR

Gambar 2. 1 Lokasi S.A.INTERIOR (Sumber : Dokumen Pribadi)

14

2. Logo Perusahaan

Gambar 2. 2 Logo S.A.INTERIOR (Sumber : owner)

15

BAB III LANDASAN TEORI

Dalam tinjauan pustaka di BAB III ini, penulis akan menjelaskan berbagai sumber - sumber teoritis yang berhubungan dengan pembuatan Interior Set.

3.1 Desain Interior

Desain Interior bertujuan untuk membuat manusia sebagai ruang dapat beraktifitas dengan efektif dan merasa lebih nyaman pada ruangan tersebut (Dodsworth 2009:8).

3.2 Penerapan material terhadap estetika interior

Menurut Jurnal Reka Karsa analisis yang dilakukan pada penerapan material terhadap estetika interior dan eksterior yang didasarkan pada teori estetika dan eskpresi pada ruang dalam yang memiliki 2 teori utama pada dasar estetika.

1. Teori estetika ekspresionis menyebutkan bahwa keindahan tidak selalu terjelma dari bentuknya tetapi dari maksut dan tujuan serta ekspresinya.

2. Teori estetikan formil menyatakan bahwa keindahan merupakan hasil formil dari ketinggian, lebar, ukuran (dimensi), dan warna.

3.3 Finishing

Finishing adalalah suatu proses penyelesaian atau penyempurnaan hasil akhir dari suatu bangunan. Pada umumnya finishing dilakukan dengan melapisi material dengan cat, politur, pelindung air, atau bahan lain.

16

BAB IV PROSES KERJA

Dalam Bab IV ini menjelaskan tentang proses Kerja Praktik dalam pembuatan furniture. Pengerjaan dilakukan di Workshop S.A.INTERIOR selama satu bulan. Serangkaian pengumpulan data dari proses Kerja Praktik yang diperoleh yaitu hasil observasi dan study literature.

Setelah melakukan pengumpulan data Kerja Praktik, maka dapat dijelaskan bagaimana proses pembuatan Furniture dengan urutan kerja mulai dari awal hingga akhir, yaitu sebagai berikut :

a. Mempelajari ukuran dan bentuk furniture b. Proses pengerjaan furniture untuk apartemen c. Finishing produk furniture

d. Pemasangan furniture di apartemen

Berikut proses - proses pengerjaan furniture yang akan dijelaskan.

17

4.1 Aplikasi yang di gunakan

Dalam pembuatan Furniture pada umumnya menggunakan blue print sebagai penunjang dalam hal pengerjaan. Aplikasi untuk pembuatan blue print berupa AutoCAD.

AutoCAD adalah suatu Aplikasi Desain Komputer yang digunakan untuk mendesain atau penyususnan model dalam bentuk 2D dan 3D. Program AutoCAD ini memiliki banyak perintah yang dapat digunakan untuk membuat perancangan dan juga memiliki banyak fasilitas dan fitur untuk pemodelan objek-objek desain sehingga banyak digunakan diberbagai bidang spesialis perancangan seperti arsitek, sipil, mesin, dan lain sebagainya.

Gambar 4. 1 AutoCAD (Sumber : 1000logos.net)

18

4.2 Persiapan pengerjaan Furniture

Sebelum memulai tahap merancang model, Desainer menggali dan mempelajari lebih dalam tentang bentuk model yang akan dibuat. Untuk memperkuat riset Desainer mencari gambar, video, sistem kerja, teknik, dan mekanisme model. Hal tersebut dilakukan oleh Desainer agar pada nantinya proses pembuatan furniture akan menjadi lebih sempurna dan efisien.

Gambar 4. 4 Gambar teknik lemari anak (Sumber : Dokumen Pribadi)

19

Gambar 4. 5 Gambar teknik Meja TV (Sumber : Dokumen Pribadi)

20

4.3 Proses pengerjaan Furniture

Dalam proses pengerjaan furniture merupakan proses yang panjang dan membutuhkan ketelitian yang tinggi agar furniture yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik. Berikut tahap-tahap pengerjaan Furniture

4.3.1 Mendapatkan bahan utama

Hal pertama yang dilakukan dalam tahap pengerjaan ini yaitu mendapatkan bahan utama. Bahan utama yg dipakai adalah Plywood atau Multiplek.

Gambar 4. 6 Bahan Utama (Sumber : Dokumen Pribadi)

21

4.3.2 Pemotongan bahan

setelah mendapatkan bahan utama. Disini tahap selanjutnya adalah pemotongan bahan. Hasil potong yang bagus adalah apabila jalur potongnya halus dan siku. Faktor utama yang mempengaruhinya adalah kualitas mesin circle yang bagus.

Gambar 4. 7 Pemotongan Bahan (Sumber : Dokumen Pribadi)

22

4.3.3 Perakitan

dalam tahap selanjutnya adalah dilakukan perakitan. Caranya papan-papan yang terpotong sebelumnya kemudian dirangkai menjadi kabinet sebagai mana yang telah di desain. Untuk menyambungkan/menyatukan papan adalah dengan menggunakan lem kayu dan steples tembak.

Gambar 4. 8 Tahap Perakitan (Sumber : Dokumen Pribadi)

23

4.3.4 Pemasangan High Pressure Laminate (HPL)

Tahap berikutnya adalah melapisi kabinet dengan HPL atau sheet. Cara pemasangan HPL yaitu direkatkan degan menggunakan lem. Pinggirannya di rapikan menggunakan mesin. HPL sepaket dengan edgingnya. Edging ini berguna sebagai penutup sisi yang tipis.

Gambar 4. 9 Pemasangan High Pressure Laminate (HPL) (Sumber : Dokumen Pribadi)

24

4.4 Finishing

Proses selanjutnya adalah proses penyelesaian atau finishing. Proses ini merupakan tahap akhir pada proses pembuatan Furniture, yang meliputi kerapian lengkungan atau bevel di sudut, kesamaan warna di bagian sisi potongan HPL, konsistensi gap antar pintu, dll.

Gambar 4. 10 Hasil finishing (Sumber : Dokumen Pribadi)

25

4.5 Pemasangan Furniture

Progres akhir adalah pemasangan Furniture. Pada proses ini furniture yang telah dibuat akan di pasangkan di apartemen. Dengan cara meletakan furniture sesuai ukuran yang telah dibuat. Sebagai contoh pemasangan lemari pada kitchen set :

1. Membuat lubang pada lemari

2. Mengatur posisi lemari dengan tepat 3. Membuat lubang pada tembok 4. Memasang fischer pada lubang 5. Pasang lemari dinding sesuai posisi 6. Kencangkan dengan sekrup

7. Pastikan cara memasangnya telah sempurna

Gambar 4. 11 Hasil Pemasangan Lemari (Sumber : Dokumen Pribadi)

26

BAB V PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan pengalaman yang saya dapat selama melaksanakan Kerja Praktik selama satu bulan di S.A.INTERIOR, maka dapat disimpulkan beberapa hal yaitu :

1. Memahami proses pengerjaan, finishing, dan pemasangan Furniture dengan baik.

2. Memahami peran Desain Produk dalam dunia pekerjaan.

3. Mendapatkan pengalaman dalam dunia bekerja disebuah institusi atau perusahaan.

4. Mendapatkan pengetahuan banyak tetang sikap kerja dll.

5.2 Saran

Adapun saran yang dapat disampaikan berkaitan dengan penulisan laporan Kerja Praktik ini sebagai berikut :

1. Bagi perusahaan

Perusahaan sebaiknya lebih mengembangkan teknologi dan pemasaran ke arah yang lebih maju.

2. Bagi mahasiswa

Untuk mahasiswa yang melakukan kerja praktik lebih meningkatkan komitmen, kedisiplinan, dan bekerja dalam kelompok.

27

DAFTAR PUSTAKA

• Pengertian finishing, 8 Maret 2021

URL : (https://slideplayer.info/slide/3104257/)

• Jurnal Reka Karsa, 2015

• Dodsworth, 2009:8 URL : https://serupa.id/desain-interior-pengertian- sejarah-tujuan-ruang-lingkup/

• Pengertian Interior URL : https://www.adhyaksapersada.co.id/pengertian- interior/

• Pengertian Autocad, 13-3-2021 (https://www.arsicad.id/memahami-apa-itu- autocad/)

Dokumen terkait