• Tidak ada hasil yang ditemukan

INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2008

SEKENARIO KEBIJAKAN

 Semakin Penting Semakin Penting 

Penerapan kebijakan pangan halal (sertifikasi dan labelisasi) yang difasilitasi oleh pemerintah sehingga menyentuh semua level industri pangan (khususnya UMKM)

9 7 5 3 1 3 5 7 9

Peningkatan sosialisasi dan edukasi hidup halal kepada semua lapisan masyarakat melalui sarana-sarana komunikasi (jurnal, website, sms) dan pembentukan pilot project halal (zona halal dan komunitas peduli halal)

Penerapan kebijakan pangan halal (sertifikasi dan labelisasi) yang difasilitasi oleh pemerintah sehingga menyentuh semua level industri pangan (khususnya UMKM)

9 7 5 3 1 3 5 7 9

Peningkatan Konsultasi dan pembinaan yang kontinyu terhadap produsen/industri pangan terhadap produknya Penerapan kebijakan

pangan halal (sertifikasi dan labelisasi) yang difasilitasi oleh pemerintah sehingga menyentuh semua level industri pangan

9 7 5 3 1 3 5 7 9

Penerapan kebijakan label haram (untuk produk haram)

(khususnya UMKM) Penerapan kebijakan pangan halal (sertifikasi dan labelisasi) yang difasilitasi oleh pemerintah sehingga menyentuh semua level industri pangan (khususnya UMKM) 9 7 5 3 1 3 5 7 9 Peningkatan pelaksanaan Sistem Jaminan Halal di tengah-tengah industri pangan Penerapan kebijakan pangan halal (sertifikasi dan labelisasi) yang difasilitasi oleh pemerintah sehingga menyentuh semua level industri pangan (khususnya UMKM)

9 7 5 3 1 3 5 7 9

Penerapan sanksi hukum yang tegas terhadap terhadap pihak yang melanggar kebijakan halal

Penerapan kebijakan pangan halal (sertifikasi dan labelisasi) yang difasilitasi oleh pemerintah sehingga menyentuh semua level industri pangan (khususnya UMKM) 9 7 5 3 1 3 5 7 9 Pemberdayaan masyarakat dalam pelaksanaan kebijakan halal Peningkatan sosialisasi dan edukasi hidup halal kepada semua lapisan masyarakat melalui sarana-sarana komunikasi (jurnal, website, sms) dan pembentukan pilot project halal (zona halal dan komunitas peduli halal)

9 7 5 3 1 3 5 7 9

Peningkatan Konsultasi dan pembinaan yang kontinyu terhadap produsen/industri pangan terhadap produknya

Peningkatan sosialisasi dan edukasi hidup halal kepada semua lapisan masyarakat melalui sarana komunikasi (jurnal, website, sms) dan pembentukan pilot project halal (zona halal dan komunitas peduli halal)

9 7 5 3 1 3 5 7 9

Penerapan kebijakan label haram (untuk produk haram)

dan edukasi hidup halal kepada semua lapisan masyarakat melalui sarana komunikasi (jurnal, website, sms) dan pembentukan pilot project halal (zona halal dan komunitas peduli halal)

pelaksanaan Sistem Jaminan Halal di tengah-tengah industri pangan

Peningkatan sosialisasi dan edukasi hidup halal kepada semua lapisan masyarakat melalui sarana komunikasi (jurnal, website, sms) dan pembentukan pilot project halal (zona halal dan komunitas peduli halal)

9 7 5 3 1 3 5 7 9

Penerapan sanksi hukum yang tegas terhadap terhadap pihak yang melanggar kebijakan halal

Peningkatan sosialisasi dan edukasi hidup halal kepada semua lapisan masyarakat melalui sarana komunikasi (jurnal, website, sms) dan pembentukan pilot project halal (zona halal dan komunitas peduli halal)

9 7 5 3 1 3 5 7 9 Pemberdayaan masyarakat dalam pelaksanaan kebijakan halal Peningkatan Konsultasi dan pembinaan yang kontinyu terhadap produsen/industri pangan terhadap produknya

9 7 5 3 1 3 5 7 9

Penerapan kebijakan label haram (untuk produk haram) Peningkatan Konsultasi

dan pembinaan yang kontinyu terhadap produsen/industri pangan terhadap produknya 9 7 5 3 1 3 5 7 9 Peningkatan pelaksanaan Sistem Jaminan Halal di tengah-tengah industri pangan Peningkatan Konsultasi dan pembinaan yang kontinyu terhadap produsen/industri pangan terhadap produknya

9 7 5 3 1 3 5 7 9

Penerapan sanksi hukum yang tegas terhadap terhadap pihak yang melanggar kebijakan halal

Peningkatan Konsultasi dan pembinaan yang kontinyu terhadap

9 7 5 3 1 3 5 7 9

Pemberdayaan masyarakat dalam

produsen/industri pangan terhadap produknya

pelaksanaan kebijakan halal

Penerapan kebijakan label haram (untuk produk haram) 9 7 5 3 1 3 5 7 9 Peningkatan pelaksanaan Sistem Jaminan Halal di tengah-tengah industri pangan

Penerapan kebijakan label haram (untuk produk haram)

9 7 5 3 1 3 5 7 9

Penerapan sanksi hukum yang tegas terhadap terhadap pihak yang melanggar kebijakan halal

Penerapan kebijakan label haram (untuk produk haram) 9 7 5 3 1 3 5 7 9 Pemberdayaan masyarakat dalam pelaksanaan kebijakan halal Peningkatan pelaksanaan Sistem Jaminan Halal di tengah

9 7 5 3 1 3 5 7 9

Penerapan sanksi hukum yang tegas terhadap terhadap pihak yang melanggar kebijakan halal

Peningkatan pelaksanaan Sistem Jaminan Halal di

tengah 9 7 5 3 1 3 5 7 9

Pemberdayaan masyarakat dalam pelaksanaan kebijakan halal

Penerapan sanksi hukum yang tegas terhadap terhadap pihak yang melanggar kebijakan halal

9 7 5 3 1 3 5 7 9

Pemberdayaan masyarakat dalam pelaksanaan kebijakan halal

Berikut adalah pertanyaan tambahan tentang persepsi/pendapat Responden. 4. Dalam struktur hierarki penyusunan kebijakan pangan halal nasional

digambarkan terdapat enam tujuan/goal yang harus ditetapkan sebagai bahan pertimbangan penyusunan kebijakan pangan halal nasional, yakni (1) peningkatan perkembangan dunia usaha(industri pangan) dengan meningkatnya nilai jual (pemasaran) produk, (2) adanya jaminan ketersediaan pangan halal ditengah-tengah masyarakat, (3) adanya jaminan halal bagi konsumen (muslim) terhadap produk-produk pangan yang beredar (4) Adanya kepastian/jaminan halal terhadap produk pangan yang memiliki label halal (5) munculnya kesadaran halal (terutama untuk makanan) ditengah-tengah masyarakat, dan (6) munculnya kesadaran produsen (industri pangn) untuk memberikan jaminan halal terhadap produknya. Menurut Anda, bagaimana relevansi beberapa tujuan/goal tersebut melihat kondisi eksisting kebijakan halal saat ini dan harapan kedepan?

5. Dalam struktur hierarki penyusunan kebijakan pangan halal nasional digambarkan terdapat lima aktor yang paling pertanggung jawab untuk membuat/melaksanakan kebijakan, yakni (1) pemerintah dengan subaktor: departemen kesehatan/badan POM; departemen pertanian/badan karantina; departemen agama; departemen perindustrian dan perdagangan (2) kalangan legislative/DPR (3) pelaku dunia usaha dengan subaktor: pengusaha ekspor impor produk pangan; industri pangan; pengusaha distribusi dan perdagangan pangan dalam negeri (4) LPPOM MUI, dan (5) konsumen dengan subaktor: masyarakat umum dan lembaga swadaya masyarakat/YLKI. Menurut Anda, bagaimana relevansi aktor-aktor tersebut melihat kondisi eksisting kebijakan halal saat ini dan harapan kedepan?

6. Dalam struktur hierarki penyusunan kebijakan pangan halal nasional digambarkan terdapat tujuh sekenario kebijakan pangan halal nasional yang direkomendasikan, yakni (1) Penerapan kebijakan pangan halal (sertifikasi dan labelisasi) yang difasilitasi oleh pemerintah sehingga menyentuh semua level industri pangan (khususnya UMKM) (2) Meningkatkan sosialisasi dan edukasi hidup halal kepada semua lapisan masyarakat melalui sarana-sarana komunikasi (jurnal, website, sms) dan pembentukan pilot project halal (zona halal dan komunitas peduli halal) (3) Konsultasi dan pembinaan yang kontinyu terhadap produsen/industri pangan terhadap produknya (4) Diterapkannya kebijakan label haram (untuk produk haram) (5) Meningkatkan pelaksanaan Sistem Jaminan Halal di tengah-tengah industri pangan (6) Sanksi hukum yang tegas terhadap terhadap pihak yang melanggar kebijakan halal, dan (7) Pemberdayaan masyarakat dalam pelaksanaan kebijakan halal. Menurut Anda, bagaimana relevansi sekenario kebijakan pangan halal tersebut melihat kondisi eksisting kebijakan halal saat ini dan harapan kedepan?

Alhamdulillah.

Terima kasih atas kesediaan Bapak/Ibu menjadi responden. Semoga Allah Swt mencatatnya sebagai amal sholeh. Amin

Dokumen terkait