• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V: KESIMPULAN DAN SARAN

B. Saran

2. Bagi Sekolah dan Orang Tua

Bagi sekolah dan orang tua diharapkan setelah mengetahui hasil dari penelitian ini agar dapat memberikan sosialisasi atau pengarahan tentang perkembangan moral agar remaja lebih memahami tentang hal yang dapat dilakukan dan hal yang dilarang untuk dilakukan sehingga mengurangi remaja untuk melakukan perilaku yang menyimpang. Selain itu, orang tua dan sekolah diharapkan mampu untuk menyampaikan perkembangan moral dengan baik dengan memberikan contoh-contoh yang baik pula kepada remaja agar remaja mengetahui bahwa perkembangan moral adalah dasar seseorang dalam berperilaku.

3. Bagi Penelitian Selanjutnya

Disarankan pada penelitian selanjutnya untuk menggunakan alat pengukuran perkembangan moral yaitu DIT dalam bentuk lain, seperti skala dengan pilihan checklist atau jawaban terbuka dan mencari tahu dalam skoring data perkembangan moral. Jika ingin menggunakan skala dengan jawaban objektif sebaiknya skoring harus sesuai dengan indikator. Selain itu, untuk peneliti selanjutnya agar mempertimbangkan variabel lain selain perkembangan moral, seperti kualitas lingkungan, pendidikan, dan lain sebagainya sehingga faktor-faktor lain yang ada hubungannya dengan kenakalan remaja dapat menyumbangkan pengetahuan secara menyeluruh untuk menangani kenakalan remaja.

70

DAFTAR PUSTAKA

Aroma, I & Suminar, D. (2012). Hubungan Antara Tingkat Kontrol Diri Dengan Kecenderungan Perilaku Kenakalan Remaja. Jurnal Psikologi Pendidikan dan Perkembangan,Vol. 1, No. 2.

Arikunto, S. (1997). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, edisi revisi v. Jakarta: Rineka Cipta.

Arikunto, S. (2006). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Atkinson, R. (1999). Pengantar Psikologi Jilid I. Jakarta: Erlangga. Azwar, S. (2007). Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Azwar, S. (2009). Penyusunan Skala Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Berk, Laura E. (2012). Development Through The Lifespan, edisi v. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Borba, M. (2001). Membangun Kecerdasan Moral. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Deluca, J. (2002). Kohlberg’s Theory of Moral Development: Theory Synthesis. Journal of Psychology.

Denson, T.F., DeWall, C.N., & Finkel, E.J. (2012). Self-control and Aggresion. Journals of Psychological Science, 21 (1), 20-25

Geng Motor Cewek yang Dikenal Brutal. (2013, 5, 17). Vivanews. Dikutip pada

tanggal 20 Agustus 2013 dari

http://nasional.news.viva.co.id/news/read/413475-ini-geng-motor-cewek-yang-dikenal-brutal

Gunarsa, S. (1979). Psikologi Remaja. Jakarta: PT. BPK Gunung Mulia.

Gunarsa, S. (1986). Psikologi Perkembangan: Anak dan Remaja. Jakarta: PT. BPK Gunung Mulia.

Hurlock, E. (1973). Adolescent Development. Ed. 4. Tokyo: McGraw-Hill Kogakusha Ltd.

Hurlock, E. (1999). Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Ed. 5. Jakarta: Erlangga.

Jumlah Remaja Nakal di Indonesia. (2010, 3, 12). Badan Pusat Statistik. Dikutip

pada tanggal 20 Agustus 2013 dari

http://www.bps.go.id/hasil_publikasi/flip_2011/4401003/index11.php?pub=Pr ofil%20Kriminalitas%20Remaja%202010

Kartono, K. (1991). Bimbingan Bagi Anak dan Remaja yang Bermasalah. Ed.1, Cet.2. Jakarta: Rajawali Pers.

Kartono, K. (2005). Patologi Sosial 2: Kenakalan Remaja. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Kawanan Remaja Mencuri Ditangkap Polisi. (2010, 8, 30). Cybernews. Dikutip pada

tanggal 20 Agustus 2013 dari

http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2010/08/30/63801 Kohlberg, L. (1995). Tahap-tahap Perkembangan Moral. Yogyakarta: Kanisius. Monks, F. J., Knoers, A., & Hadito, S. R. (2002). Psikologi Perkembangan:

Pengantar dalam Berbagai Bagiannya. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Ormord, Jeanne Ellis. (2002). Psikologi Pendidikan, Membantu Siswa Tumbuh & Berkembang. Jakarta: Erlangga.

Noor, J. (2011). Metode Penelitian. Jakarta: Kencana.

Novitasari, E. N. (2009). Hubungan Sosial Keluarga dengan Kenakalan Remaja pada Siswa SMP. Skripsi.Yogyakarta: Fakultas Psikologi Universitas Katolik Soegijapranata.

Remaja Terlibat Pidana. (2011, 12, 2). Pos Kota. Dikutip pada tanggal 20 Agustus 2013 dari http://poskota.co.id/berita-terkini/2011/12/02/remaja-terlibat-pidana-jakarta-ranking-satu

Rest, J., Cooper, D., Coder, R., Masanz, J., & Anderson, D. (1974).Judging the important issues in moral dilemmas—An objective test of development. Developmental Psychology, 10,491-501.

Rest, J. (1979a). Development in Judging Moral Issues. New York: University of Minnesota Press

Rest, J., Narvez, E., Thoma, S., & Bebeau, M. (1997). Alchemy and Beyond: Indexing the Defining Issues Test. Journal of Educational Psychology, 89, 498 - 507.

Rest, J., Narvez, E., Thoma, S., & Bebeu, M. (1999). DIT2: Devising and Testing a Revised Instrument of Moral Judgement . Journal of Educational Psychology, 91 (4), 644 - 659.

Richmond, Kelly. (2001). Ethical Reasoning, Machiavellian Behaviour, and Gender: The Impact on Accounting Student' Ethical Decision Making. Journal of Accounting and Information System.

Riduwan. (2008). Dasar- dasar Statistika. Bandung: Alfabeta. Santrock, J. (1996). Adolescence (terjemahan). Jakarta: Erlangga. Santrock, J. (2002). Life Span Developmet Jilid 2. Jakarta: Erlangga.

Santrock, J. (2003). Adolescence: Perkembangan Remaja. Jakarta: Erlangga. Sarwono, S. (2002). Psikologi Remaja. Jakarta: CV. Rajawali.

Schiamberg, L. (1988). Child & Adolescent Development. New York: Macmillan Publishing Co.

Setiono, K. (1982). Perkembangan Penalaran Moral Tinjauan dari Sudut Pandang Teori Sosio-Kognitif. Jurnal Psikologi dan Masyarakat No.2, hal. 47-54. Shoemaker, Donald J. (2009). Juvenile Delinquency. United States of America:

Rowman & Littlefield Publishers.

Soekanto, S. (1998). Sosiologi Penyimpangan. Jakarta: Rajawali

Suhartini, Yustina. (2000). Deskripsi Status-Status Tahap Perkembangan Moral Siswa Kelas 2 SLTP Pangudi Luhur Sedayu Tahun Ajaran 1998/1999 Menurut Teori Lawrence Kohlberg. Skripsi.Yogyakarta: Pendidikan Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma.

Wahareni, A. (2006). Sikap Remaja Terhadap Perilaku Seks Bebas Ditinjau Dari Tingkat Penalaran Moral Pada Siswa Kelas Dua SMA Kesatrian 1 Semarang. Skripsi. Semarang: Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang. Wahida, Sri. (2011). Pengaruh Dukungan Orang Tua dan Self-control Terhadap

Kecenderungan Kenakalan Remaja SMK Bina Potensi Palu-Sulawesi Tengah. Skripsi. Jakarta: Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah.

Widi, R. (2010). Asas Metodologi Penelitian. Yogyakarta: Graha Ilmu. Willis, S. (2008). Problema Remaja dan Pemecahannya. Bandung: Angkasa.

World Youth Report. (2003). Juvenile Delinquency. New York: United Nation Publications

LAMPIRAN 1

SKALA UJI COBA

SKALA PENELITIAN

Disusun oleh:

Monica Ardiana

099114130

FAKULTAS PSIKOLOGI

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

Yogyakarta, Januari 2014 Yth. Siswa-siswi yang turut berpartisipasi dalam penelitian ini

Sehubungan dengan penelitian tugas akhir yang sedang saya kerjakan, perkenankan saya untuk memohon bantuan dan kesediaan dari adik-adik meluangkan waktu untuk mengisi angket berikut ini.

Angket ini berisi beberapa pernyataan. Dalam mengisi angket tersebut, saya berharap adik-adik bersedia menjawab dengan sejujur-jujurnya dan apa adanya sesuai dengan keadaan yang sedang dialami adik-adik karena tidak ada penilaian benar atau salah. Usahakan jangan sampai ada jawaban yang terlewatkan.

Saya menjamin kerahasiaan identitas dan jawaban yang adik berikan pada angket ini sesuai dengan kode etik psikologi. Saya mengnucapkan banyak terimakasih atas segala bantuan dan kesediaan dalam mengerjakan angket yang telah diberikan.

Hormat saya, Monica Ardiana 099114130/PSI/Universitas Sanata Dharma

Identitas dan Pernyataan Kesediaan Nama/Inisial : Umur : Jenis Kelamin : Kelas : Sekolah : Alamat :

Tinggal bersama *Ayah/Ibu/Ayah dan Ibu/Wali :………

Usia Ayah :………. Usia Ibu :………..

Pekerjaan Ayah :……… Pekerjaan

Ibu:……….

Pendidikan Ayah :………. Pendidikan Ibu

:…………..

Dengan ini, saya menyatakan bahwa saya bersedia mengisi skala penelitian ini dengan jawaban yang sesuai dengan keadaan yang sesungguhnya pada diri saya.

Tanda tangan

SKALA A

PETUNJUK PENGISIAN

Berikut ini terdapat beberapa pernyataan yang berhubungan dengan kondisi anda yang anda alami dalam kehidupan sehari-hari. Anda diminta kesediaannya untuk memilih jawaban yang paling sesuai dengan keadaan Anda. Berikan tanda checklist

(√) pada kotak pilihan yang anda anggap paling sesuai dengan keadaan yang sesungguhnya pada diri Anda.

Pilihan jawabannya adalah: Selalu, Sering, Kadang-kadang, Tidak Pernah. Contoh:

No.

Pernyataan

Selalu Sering Kadang -kadang

Tidak Pernah 1. Saya sering ikut balapan liar

dengan teman-teman

Tidak ada jawaban yang salah. Semua jawaban yang anda berikan adalah benar, sesuai dengan kondisi yang anda alami. Masing-masing orang memiliki jawaban yang berbeda, maka dari itu pilihlah jawaban yang paling sesuai dengan diri anda. Kerahasiaan identitas dan jawaban anda dijamin oleh peneliti.

Jika sudah selesai, harap teliti kembali dan pastikan tidak ada pernyataan yang terlewati untuk dijawab.

No.

Pernyataan Selalu Sering Kadang -kadang

Tidak Pernah

1. Ketika ada teman yang membuat saya marah, terkadang saya tidak dapat menahan diri untuk

memukulnya

2 Saya dan teman-teman ikut menyerang sekolah lain demi kesetiakawanan

3 Saya pernah memalak anak yang usianya lebih muda.

4 Saya mencoret-coret bangku dan meja yang ada di dalam kelas

5 Saya tergoda mengambil uang saat guru tidak ada di ruangan

6 Saya mencoret/menyobek halaman buku perpustakaan yang saya pinjam

7 Ketika berkumpul dengan teman-teman saya minum-minuman beralkohol untuk bersenang-senang

8 Saya pernah membawa senjata tajam ke sekolah untuk berjaga-jaga

9 Saya senang kebut-kebutan di malam hari karena jalanan sepi

10 Saya berciuman dengan pacar di tempat-tempat yang sepi

11 Saya tidak masuk sekolah tanpa keterangan

12 Saya meninggalkan kelas saat pelajaran berlangsung tanpa ijin dari guru

13 Saya terkadang memalsukan tanda tangan orang tua untuk membuat surat ijin tidak masuk sekolah.

14 Saya melihat tugas teman saat ulangan/ujian

15 Ketika saya bosan di rumah, saya sering pergi dari rumah tanpa ijin orang tua

No.

Pernyataan Selalu Sering Kadang -kadang

Tidak Pernah

16 Saya pergi bersama teman dengan tujuan yang tidak jelas pada malam hari

17 Saya cenderung ringan tangan jika ada teman yang bersalah pada saya

18 Ketika bermain bola, saya menendang teman saya

19 Saya mengancam teman untuk menyerahkan uangnya

20 Ketika melewati bangunan kosong, saya mencoret-coret dindingnya dengan spidol atau pilox

21 Saya mengambil barang-barang yang menjadi fasilitas umum

22 Ketika naik bis umum, saya mencoret-coret bangku bis

23 Saya mengambil uang dari dompet orang tua saya saat tidak punya uang di rumah

24 Saya merusak sampul buku perpustakaan

25 Saya berkeinginan mengambil alat tulis teman yang tergeletak di atas meja

26 Saya menghabiskan uang saku untuk membeli rokok

27 Saat istirahat, saya berkeinginan untuk mengambil uang yang ada di dompet teman karena uang jajan saya habis.

28 Saat jam istirahat saya diam-diam merokok dengan teman-teman

29 Saya pernah berkelahi dengan teman menggunakan senjata tajam

30 Saya kebut-kebutan di jalan raya

31 Terkadang terlintas dalam pikiran saya untuk mencoba mengkonsumsi narkoba

32 Terkadang terlintas dalam pikiran saya mengajak pacar berhubungan seks

33 Saya sering ikut balapan liar dengan teman-teman

34 Ketika pelajaran berlangsung, saya sering mengajak teman bercerita

35 Saya terkadang berpacaran di sekolah meskipun sudah dilarang

36 Saya meninggalkan kelas saat guru tidak mengajar

37 Saya tidak mengerjakan tugas sekolah

38 Saya sering memeluk pacar di hadapan teman-teman

39 Saya senang membuat gaduh suasana kelas

40 Saya membawa gambar porno di sekolah

41 Saya mengajak teman untuk tidak masuk sekolah

42 Saya menyimpan video porno di HP

43 Saya pergi dari rumah melewati jam malam

44 Saya tidak melaksanakan perintah orang tua

45 Saya mengabaikan pekerjaan rumah

46 Saya mengendarai kendaraan tanpa SIM

47 Saya menggunakan kendaraan tanpa seijin orang tua

SKALA B

PETUNJUK PENGISIAN

Berikut ini terdapat 3 cerita yang disertai dengan beberapa pertanyaan, jawablah pertanyaan untuk setiap cerita dengan cara sebagai berikut:

1. Bacalah cerita dan pertanyaan berikut dengan teliti.

2. Pilih jawaban yang anda anggap paling tepat dengan memberikan tanda silang (X) pada lembar jawab yang telah tersedia.

3. Setiap nomor hanya memerlukan satu jawaban

Tidak ada jawaban yang salah. Semua jawaban yang anda berikan adalah benar, sesuai dengan kondisi yang anda alami. Masing-masing orang memiliki jawaban yang berbeda, maka dari itu pilihlah jawaban yang paling sesuai dengan diri anda. Kerahasiaan identitas dan jawaban anda dijamin oleh peneliti.

Jika sudah selesai, harap teliti kembali dan pastikan tidak ada pertanyaan yang terlewati untuk dijawab.

DIT

Kasus 1

Di Eropa, ada seorang wanita yang hampir mati karena sakit kanker. Menurut dokter ada sejenis obat Radium yang mungkin dapat menyelamatkan dia. Obat tersebut ternyata ditemukan oleh seorang apoteker laki-laki yang tinggal dalam kota yang sama. Biaya pembuatan obat itu harganya 2 juta rupiah, tetapi dia menjualnya dengan harga yang sangat tinggi yaitu 20 juta rupiah untuk satu dus kecil. Suami dari wanita tersebut bernama Herman berkeliling ke semua kenalannya untuk meminjam uang tetapi dia hanya mendapat pinjaman sebesar 10 juta. Dia mengatakan kepada apoteker itu bahwa istrinya hampir mati dan meminta padanya untuk menjual obat itu lebih murah dan membolehkannya untuk membayar kemudian. Tetapi apoteker itu berkata, “Saya membuat obat itu dan saya mengharapkan uang yang banyak karena saya yang telah menemukannya”. Akibatnya Herman putus asa dan ia mulai berpikir untuk mendobrak apotek itu dan mencuri obat tersebut untuk istrinya.

Pertanyaan

1. Apakah tanggapan anda terhadap tindakan Herman?

a. Herman tidak boleh mencuri obat itu, karena mencuri itu adalah tindakan yang akan dihukum Tuhan

b. Tindakan Herman salah karena melanggar hukum maka dikenai sanksi. Bila mencuri ia menanggung resikonya

c. Herman perlu mencuri obat itu karena yang sakit adalah istrinya yang tercinta d. Bagaimanapun juga suami yang baik tidak akan mencuri

e. Yang penting adalah menyelamatkan jiwa orang yang sakit, dalam hal ini Herman dibenarkan bila dia mencuri

2. Apakah pendapat anda tentang pencurian obat yang dilakukan oleh Herman demi kesembuhan istrinya?

a. Mencuri itu salah karena mengacaukan kehidupan bermasyarakat b. Lebih baik jangan mencuri daripada dihukum penjara dan menderita c. Mencuri itu salah karena merampas hak milik orang lain adalah tidak adil d. Tindakan mencuri itu salah dan membuat orang tua menjadi malu

e. Herman boleh mencuri obat itu karena sekalipun ada hukum yang melarang pencurian, tetapi demi kepentingan manusia hukum tersebut dapat ditinjau kembali

3. Apakah pendapat anda terhadap Herman yang mencuri obat demi kesembuhan istrinya yang sedang sakit parah?

a. Bagaimana sulitnya hidup ini, seorang suami yang baik tidak akan mencuri karena dia harus menjaga nama baik keluarga

b. Lebih baik tindakan mencuri itu tidak dilakukan oleh Herman daripada dia melanggar hukum

c. Biar saja Herman mencuri asalkan tidak tertangkap

d. Istri Herman harus ditolong dan Herman harus siap menanggung resikonya akibat menolong istrinya dengan cara mencuri obat

e. Sebaiknya menyerahkan saja kepada Tuhan bagaimana nasib istrinya

4. Berhakkah ahli obat tersebut menentukan harga sedemikian mahalnya semaunya sendiri karena dia yang telah menemukan obat tersebut?

a. Ahli obat boleh melakukan apa saja karena tidak ada yang melarang

b. Ahli obat berhak menentukan harga yang tinggi karena ia yang telah menemukan obat tersebut

c. Ahli obat tersebut berhak menentukan sendiri harga obat jika atasannya menyetujuinya

d. Meskipun belum ada hukumnya, tetapi dalam menentukan harga obat, ahli obat perlu mempertimbangkan kemampuan membayar sekitarnya

e. Penemuan harus ditujukan untuk kemanusiaan sehingga harga obat tidak dapat menghalangi orang yang tidak mampu untuk membelinya

5. Herman mencuri obat itu dan memberikannya pada istrinya. Herman akhirnya tertangkap dan dihadapkan ke pengadilan. Haruskan hakim menjatuhkan hukuman penjara atau haruskah hakim membebaskannya?

a. Karena alasan kemanusiaan, hakim hendaknya membebaskan Herman b. Herman tidak perlu dihukum karena dalam hal ini ia tidak bersalah

c. Hakim perlu menghukum Herman karena jika tidak maka kemungkinan hakim akan dipecat

d. Herman boleh dijatuhi hukuman mati karena tindakan mencuri obat itu melanggar hukum

Kasus 2

Herman kemudian dijatuhi hukuman penjara selama 10 tahun. Setelah 1 tahun mendekam dipenajara ia melarikan diri. Dia hidup di pemukiman baru dan menggunakan nama Anto dan membuka usaha. Selama 8 tahun ia bekerja keras dan menabung uang sehingga dia mampu mendirikan sebuah perusahaan. Ia selalu jujur pada pelanggan dan memberi upah yang tinggi pada para pekerjanya. Pada suatu hari, bu Arman tetangga lama Anto mengenalnya sebagai tahanan yang melarikan diri dan sedang dicari polisi.

Pertanyaan

6. Haruskah bu Arman melaporkan Herman kepada polisi? Mengapa?

a. Sebaiknya bu Arman diam saja. Ia tidak perlu mencelakakan orang lain yang sudah hidup bahagia dengan baik dan berguna bagi masyarakat

b. Bu Arman perlu melaporkan pada polisi karena sebagai warga yang baik wajib melaporkan keadaan sekitarnya kepada yang berwajib

c. Bu Arman tidak perlu melaporkan Herman karena dengan mleporkanya pada polisi, bu Arman tidak akan mendapatkan keuntungan

d. Bu Arman perlu melaporkan kepada polisi karena jika tidak melapor maka bu Arman akan merasa bersalah pada Tuhan

e. Bu Arman tidak perlu melapor kepada polisi karena kejadiannya sudah sangat lama

7. Seandainya Herman adalah teman dekat bu Arman, apakah bu Arman akan melaporkan Herman? Mengapa?

a. Sekalipun Herman adalah teman dekat bu Arman sebagai warga negara yang baik, bu Arman wajib melaporkan pada polisi

b. Hukum hendaknya ditaati tanpa pandang bulu, sehingga meskipun Herman adalah teman dekat bu Arman dan kalau memang Herman bersalah maka harus dilaporkan kepada polisi

c. Bu Arman perlu melaporkan Herman agar bu Arman tidak dituduh telah bekerjasama dengan penjahat

d. Teman dekat atau bukan, dalam hal ini sebaiknya bu Arman diam saja terutama karena belum tentu Herman bersalah. Herman juga sudah hidup dengan baik dan banyak menolong masyarakat

e. Herman memang tidak bersalah sehingga tidak ada yang dilaporkan

8. Apakah seharusnya hakim memenjarakan kembali bila Herman ditangkap? Mengapa?

a. Bila Herman ditangkap, hakim sebaiknya membebaskan Herman karena memang tidak bersalah

b. Hakim harus memenjarakan Herman agar hakim tidak kena akibatnya

c. Dibantu oleh penilaian masyarakat terhadap kehidupan Herman yang baik, maka hakim perlu membebaskan Herman

d. Hakim harus memenjarakan Herman walaupun mungkin dengan keringanan hukuman karena Herman telah hidup dengan baik

e. Kewajiban seorang hakim adalah memenjarakan Herman sesuai dengan hukuman yang ada

Kasus 3

Pada akhirnya dokter mendapatkan sedikit obat Radium itu untuk istri Herman, tetapi obat itu tidak mempan dan tidak ada cara pengobatan lain yang dikenal oleh ilmu kedokteran untuk menyelamatkannya. Dokter tahu bahwa hidup istri Herman itu kira-kira tinggal 3 bulan lagi. Istri Herman dalam kesakitan yang luar biasa, keadaannya sudah sangat lemah, sehingga obat penenang seperti CTM atau morfin 1 dosis kecil saja akan mempercepat kematiannya. Bahkan istri Herman sering tidak sadarkan diri dan hampir merasa gila karena sakitnya, dan dalam saat-saat tenang ia meminta supaya para dokter membernya CTM cukup banyak saja agar dia cepat meninggal. Ia tidak tahan menanggung kesakitan, apalagi dia tahu bahwa umurnya tidak panjang lagi.

Pertanyaan

9. Haruskah dokter itu memberi obat yang menyebabkan kematiannya?

a. Setelah pembicaraan matang dengan keluarganya dan si penderita, dokter hendaknya memberikan obat tersebut demi menghilangkan penderitaan wanita itu

b. Dokter tidak boleh memberikan obat tersebut agar dia tidak terseret ke jalur hukum

c. Dokter jangan memberikan obat tersebut, karena jika dokter ditangkap oleh polisi, bagaimana nanti nasib keluarga dari dokter itu

d. Sesuai dengan etika kedokteran, dokter tidak boleh membunuh, maka dokter tidak boleh memberikan obat tersebut kepada wanita itu kecuali jika ada undang-undang yang mengizinkan pemberian obat untuk mengakhiri hidup pasien yang sudah menderita sakit

e. Karena faktor kemanusiaan dan pertimbangan hati nurani dokter tersebut, ia masih memberi obat yang mengakibatkan kematian wanita yang menderita tersebut

10.Bila ada hukum yang mengizinkan dokter mengakhiri hidup seseorang yang sangat menderita dan tidak punya harapan disembuhkan lagi, seharusnyakah dokter yang meluluskan permintaan istri Herman?

a. Ya, karena istri Herman dalam penderitaannya memilih yang terbaik untuknya b. Ya, demi istri Herman sendiri setelah berunding dengan segala pihak

c. Dokter yang baik harus berusaha dulu sekeras-kerasnya demi meringankan pasiennya. Jika memang tidak ada jalan lain, sesuai dengan hukum yang baru, ia boleh mengakhiri hidup pasien memang menderita dan tidak dapat disembuhkan

d. Ya, karena dengan adanya hukum yang baru, dokter tidak perlu menanggung resiko apapun

e. Ya, karena dengan adanya hukum akan menghambat orang yang melakukan pekerjaan amal

LAMPIRAN 2

HASIL UJI COBA

1. Reliabilitas Skala Kenakalan Remaja Reliability Statistics Cronbach's Alpha Cronbach's Alpha Based on Standardized Items N of Items .925 .930 45 Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total Correlation Squared Multiple Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted VAR00001* 153.4348 254.607 .226 . .926 VAR00002 153.1304 238.916 .622 . .922 VAR00003 152.7391 251.708 .508 . .923 VAR00004 153.4348 245.407 .709 . .921 VAR00006 152.6304 254.194 .370 . .924 VAR00007 152.7391 247.130 .678 . .922 VAR00008 152.4783 257.233 .469 . .924 VAR00009 152.9783 248.377 .456 . .924 VAR00010* 152.8261 257.836 .133 . .926 VAR00011 152.8913 251.032 .460 . .924 VAR00012 153.0217 246.466 .553 . .923 VAR00013 152.5435 253.231 .476 . .924 VAR00014 153.5000 242.389 .712 . .921 VAR00015 153.3043 247.950 .463 . .923 VAR00016 153.1304 239.005 .713 . .921 VAR00017* 153.2826 255.229 .178 . .927 VAR00018 153.1087 246.366 .496 . .923 VAR00019* 152.5435 256.965 .267 . .925 VAR00020 152.8696 248.427 .423 . .924

VAR00021 152.5217 256.255 .332 . .925 VAR00022 152.8261 246.858 .516 . .923 VAR00023 152.6304 250.505 .543 . .923 VAR00024 152.6957 253.150 .407 . .924 VAR00025 153.0435 244.220 .536 . .923 VAR00026 152.8261 246.369 .577 . .922 VAR00028 152.8478 243.643 .691 . .921 VAR00029 152.5217 254.877 .386 . .924 VAR00030 153.2174 244.618 .492 . .923 VAR00031* 152.4565 260.787 .033 . .926 VAR00032 152.5000 256.967 .438 . .924 VAR00033 152.5870 255.448 .387 . .924 VAR00034 153.9130 244.526 .519 . .923 VAR00035* 152.8478 254.399 .200 . .926 VAR00036 , 240.510 .628 . .922 VAR00037 153.0870 251.814 .439 . .924 VAR00038 152.5652 255.985 .424 . .924 VAR00039 153.0217 245.977 .596 . .922 VAR00040 152.5435 252.209 .542 . .923 VAR00041 152.6304 251.483 .527 . .923 VAR00042 152.8043 241.761 .721 . .921 VAR00043 152.8261 247.880 .620 . .922 VAR00044 153.1957 250.739 .445 . .924 VAR00045* 153.1087 253.877 .262 . .925 VAR00046* 153.7609 253.119 .183 . .928 VAR00047 153.0000 249.511 .333 . .925

2. Reliabilitas Soal-soal Perkembangan Moral

Rater * Peneliti Crosstabulation

Peneliti Total 3 4 5 Rater 3 11 10 0 21 4 1 22 0 23 5 0 1 1 2 Total 12 33 1 46

Rater * Peneliti Crosstabulation

Peneliti Total 3 4 5 Rater 3 Count 11 10 0 21 % of Total 23.9% 21.7% .0% 45.7% 4 Count 1 22 0 23 % of Total 2.2% 47.8% .0% 50.0% 5 Count 0 1 1 2 % of Total .0% 2.2% 2.2% 4.3% Total Count 12 33 1 46 % of Total 26.1% 71.7% 2.2% 100.0% Symmetric Measures Value Asymp. Std.

Errora Approx. Tb Approx. Sig.

Measure of Agreement Kappa .500 .115 4.098 .000

LAMPIRAN 3

SKALA PENELITIAN

SKALA PENELITIAN

Disusun oleh:

Monica Ardiana

099114130

FAKULTAS PSIKOLOGI

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

Yogyakarta, Januari 2014 Yth. Siswa-siswi yang turut berpartisipasi dalam penelitian ini

Sehubungan dengan penelitian tugas akhir yang sedang saya kerjakan,

Dokumen terkait