MUHAMAD MALIK GUNAWAN
SEKOLAH PASCASARJANA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BOGOR
2011
DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2011. Propylene Glycol
[16 februari 2011].
Ahira, A. 2011. Mengenal manfaat buah jarak.
Badenberg, G., J. Djikers dan A. Zajac. 1999. Transparent soap Composition and barsoap of soap produced thereform. US patent 5.898.027
Butler, H., W. A. Poucher. 2001. Poucher’s Perfumes, Cosmetis and Soap. 10th Edition. Kluwer Academic Publisher, London.
Cavitch, S. M. 2001. Choosing your oil, oil properties of fatty acids.
Clara, M. 2008. Analisis nilai tambah ayam kampung pemasaran di Jakarta selatan. Skripsi program studi sosial ekonomi peternakan IPB. Bogor.
Corredoira. RA dan A.R Pandolfi. 1996. Raw material and their pretreatment for soap production. Di dalam spitz. L (ed). Soap and detergents: A theoretical and practical review. AOCS press. Campaign. Illonois.
Faradisa, R, N. F.Rozi, Dan W.B. Subkhi. 2006. Mengembangkan Pemanfaatan Tanaman Jarak Pagar Sebagai Bahan Bakar Alternatif Selain BBM untuk Produksi Listrik Negara. Institut Sepuluh November.
Fitriati. 2007. Aplikasi Ekstrak Lengkuas (Alpinia galanga L. Swartz) dalam Sabun Transparan Antijamur. Skripsi. Fakultas Teknologi Pertanian. Institut Pertanian Bogor.
Gaspersz, V. 1999. Ekonomi Manajerial : Pembuatan Keputusan Bisnis. Edisi Revisi. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.
Gubitz, G.M, M. Mittelbatch, dan M. Trabi. 1999. Exploitation or Tropical Oil Seed Plant Jatropha Curcas L. Bioresource Technology 67 : 73-82.
Jugermann, K. 1990. Soap, cosmetic and chemical specialities.
Ketaren, S. 1986. Pengantar Teknologi Minyak dan Lemak Pangan. UI Press, Jakarta
Hambali, E. A. Suryani, Dadang, Hariyadi, H. Hanafie, I.K.Reksowardojo, M. Rivai, Ihsanur, P.Suryadarma, S. Tjitrosemitro, T.H. Soerawidjaja, T. Prawitasari, T. Prakoso, dan W. Purnama. 2006. Jarak Pagar, Tanaman Penghasil Biodiesel. Panebar Swadaya, Jakarta.
Hambali, E. A. Suryani, M. Rivai. 2006. Membuat sabun transparan untuk gift dan kecantikan. Panebar Swadaya, Jakarta.
Hayami, Y., T. Kawagoe, Y. Marooka, dan M. Siregar. 1987. Agricultural Marketing and Processing in Upland Java, A Perspective From A Sunda Village. CGPRT. Bogor.
Lavenspiel, O. 1999. Chemical Reaction Engeneering. Third Edition. Departemen of Chemical Engeneering Oregon. John Willey & Sons, Inc. New York. Masri. 2009. Pemanfaatan Minyak Jarak Pagar (Jatropha curcas Linn.) Sebagai
Bahan Dasar Sabun Mandi. Skripsi. Fakultas Teknologi Pertanian. Institut Pertanian Bogor.
Mitsui, T, 1997. New Cosmetic Scients. Elsevier. New York. Montgomery, D. C., 2001 Design and Analysis of Experiments. 5 th
Pase, G.A.P. 2008. Kajian Aktivitas Antimikroba Sabun Berbahan Baku Minyak Jarak Pagar (Jatropha curcas Linn) dengan Penambahan Khitosan. Skripsi. Fakultas Teknologi Pertanian. Institut Pertanian Bogor.
Edition. John Wiley & Sons, New York.
Paul, S. 2007. Fatty Acids and Soap Making
Petrucci, R. H. 1987. diterjemahkan oleh Achmadi Suminar. Kimia Dasar Prinsip dan Terapan Modern. Edisi ke-4 jilid ke-2. Erlangga, Jakarta.
Piyalli G., 1999. Detergency and Foam Studies on Linear Alkylbenzene Sulphonate and Secondary Alkyl Sulphonate. J. Surfactant and Detergent. 2(4) : 489 – 493.
Purnamawati, D. 2006. Kajian Pengaruh Konsentrasi Sukrosa dan Asam Sitrat terhadap Mutu Sabun Transparan. Skripsi. Fakultas Teknologi Pertanian. Institut Pertanian Bogor..
Qazuini, M. dan S, Saloko. 2008. Pembuatan Biodiesel dari Minyak Jarak Pagar (Jatropha curcas Linn). Makalah Penunjang. Disampaikan pada acara seminar Hari Pulang Kampung Universitas Mataram, 23-24 Februari 2008. Rahul, S. and L. William. 2001. Monohydric alcohol free transparent moisturizing
bar soap with plastics packaging mould. US Patent 6.462.002
Smith, J.M., H.C. Van Ness, M.M. Abbott. 2001. Introduction to Chemical Engeneering Thermodynemics. Seventh Edition. The McGraw-Hill Companies. Inc. New York.
Stone, H and J. L. Sidel. 1993. Sensory Evaluation Practice. Second edition. Academic Press. Sandiego.
SNI 06-3532. 1994. Standar Mutu Sabun Mandi. Dewan Standarisasi Nasional, Jakarta.
SNI 01-3555-1998. Standar Uji Minyak dan Lemak. Badan Standarisasi Nasional. Jakarta.
Srivastava, S. B. 1980. Soap Detergent and perfume industry, small industry research institute. New delhi.
Syah, A.N.A.2006. Jarak Pagar : Bahan Bakar Alternatif yang Ramah Lingkungan. Agromedia Pustaka, Jakarta.
Waluyo, A. P. Prospek Pasar Jarak Pagar di Jatim
November 2010]
Willliams, D. F dan W. H Schmitt. 1996. Chemistry And Technology of the cosmetics and Toilets Industry. Second edition. Blackie Academic & professional. London.
Willcox. L, 1998. Basic Formulation. In Chemistry and technology of the cosmetics toiletries industry. William D. F. dan Schmith, W. H. Blackie Academic and professional. London.
Yui, Y. H., 1996, Bailey`s Industrial Oil and Fats Product. Fifth edition. Vol. 5. A Wilwy Interscience Publication. John Wiley & Sons, Inc. New York.
Lampiran 1 Diagram Alir Tahap Penelitian
Sabun Transparan
Formulasi sabun dengan konsentrasi minyak jarak pagar adalah 0, 2, 5 dan 8%
Minyak Jarak pagar
Pembuatan sabun transparan
Pencirian dengan analisis sifat fisiko kimia
Uji Organoleptik
Analisis Nilai Tambah Analisis sifat fisiko kimia
Lampiran 2. Prosedur Analisis Fisiko Kimia Minyak Jarak Pagar
1. Bilangan Iod (AOAC, 1995)
Contoh minyak yang telah disaring ditimbang sebanyak 0,5 gram di dalam erlenmeyer 250 ml, lalu dilarutkan dengan 10 ml kloroform atau sikloheksan : Asam asetat 1:1 dan ditambahkan dengan 25 ml pereaksi wijs. Semua bahan diatas dicampur merata dan disimpan di dalam ruangan gelap selama satu jam. Sebagian iodium akan dibebaskan dari larutan. Setelah penyimpanan, ke dalamnya ditambahkan 10 ml larutan KI 15 %. Iod yang dibebaskan kemudian dititrasi dengan larutan Na2S2O3 0,1 N sampai warna coklat larutan tidak terlalu pekat. Selanjutnya ditambahkan larutan kanji satu persen dan titrasi kembali sampai warna biru hilang. Blanko dibuat dengan cara yang sama tanpa menggunakan minyak Keterangan : B = ml Na2S2O3 S = ml Na blanko 2S2O3 N = normalitas Na contoh 2S2O G = berat contoh 3
12,69 = berat atom iod/10
2. Bilangan Penyabunan(SNI 01-3555-1998)
Pembuatan KOH-beralkohol 0,5N: timbang 33 KOH dan dilarutkan dengan 1 liter aquades dalam labu takar 1 liter
Pembuatan HCl 0,5N: masukkan 41,5 mL HCl 37% dalam labu ukur 1 liter, ditambahkan akuades hingga tanda terra, kemudian dikocok hingga homogen Standarisasi HCl: timbang 5 g Na2B4O7
Perhitungan normalitas HCl :
, dimasukkan ke dalam gelas piala dan tambahkan 20 ml akuades, kemudian dipanaskan hingga larut, dimasukkan larutan ke dalam labu takar 100 ml, kemudian ditambahkan akuades hingga tanda tera, kocok hingga homogen, pipet 10/25 ml, masukkan dalam erlenmeyer, ditambahkan indikator merah metil, kemudian dititrasi dengan HCl 0,5N hingga terjadi perubahan warna dari kuning menjadi merah muda/pink
Cara Uji
1. Ditimbang 2 gram contoh masukkan ke dalam labu Erlenmeyer 250 ml. 2. Kemudian ditambahkan 50 ml KOH Alkohol 0,5 N dengan
menggunakan pipet dan beberapa butir batu didih.
3. Direfluks selama satu jam: Erlenmeyer yang berisi larutan dihubungkan dengan pendingin tegak dan dididihkan di atas penangas air atau penangas listrik selama satu jam. Biarkan agak dingin
4. Lalu ditambahkan 3-5 tetes indikator fenolftalein ke dalam larutan tersebut dan dititer dengan HCL 0,5 N sampai warna indikator berubah menjadi tidak berwarna.
5. Lakukan juga untuk blanko. Perhitungan :
Bilangan Penyabunan =
m
56,1 x T x (V0 – V1) Keterangan :
V0 = volume HCL 0,5 N yang diperlukan pada peniteran blanko (ml) V1 = volume HCL 0,5 N yang diperlukan pada peniteran contoh (ml) T = N HCl
m = bobot contoh (gram)
3. Kadar Asam Lemak Bebas (FFA) dan Bilangan Asam (SNI 01-3555-1998)
Pembuatan larutan KOH 0,1N: ditimbang 6,5 gram KOH dan dilarutkan dengan 1 liter aquades dalam labu takar 1 liter
Pembuatan alkohol netral: dimasukkan etanol 95% dalam erlenmeyer, tambahkan 5 tetes indikator fenolftalein, kemudian dititrasi dengan KOH 0,1N hingga warna merah jambu
Standarisasi KOH 0,1N: timbang 0,63 g asam oksalat dan larutkan dengan 1 liter akuades dalam labu takar 1 liter, pipet 10 atau 25 mL larutan asam oksalat, tambahkan 2-5 tetes indikator pp dan titrasi dengan KOH 0,1N
Perhitungan normalitas KOH
Cara uji FFA
1. Ditimbang 2-5 gram minyak contoh, masukkan ke dalam erlenmeyer 250 ml, berikut adalah perkiraan bobot contoh dengan % asam lemak bebas
% Asam lemak bebas Berat contoh ± 10 % (g)
< 1,8 10 ± 0,02
1,8 – 6,9 5 ± 0,01
> 6,9 2,5 ± 0,01
2. Diambahkan 50 ml pelarut yang sudah dinetralkan. Kemudian dipanaskan di atas penangas air atau pemanas dan atur suhunya pada 40°C sampai contoh minyak larut semuanya.
3. ditambahkan larutan indikator fenolftalein sebanyak 3-5 tetes.
4. dititrasi dengan larutan titar KOH 0,1N sambil digoyang-goyang hingga mencapai titik akhir yang ditandai dengan perubahan warna menjadi merah muda (merah jambu) yang stabil untuk minimal selama 30 detik.
5. Kemudian dicatat pengunaan ml larutan titar. Lakukan analisis sekurang-kurangnya duplo, perbedaan antara kedua hasil uji tidak boleh melebihi 0,05 %.
Persentase asam lemak bebas dihitung sebagai asam oleat berdasarkan rumus di bawah ini dan dinyatakan dalam 2 desimal.
Dengan ketentuan:
V adalah volume larutan titar yang digunakan (ml); N adalah normalitas larutan titar;
W adalah berat contoh uji (g);
282 adalah konstanta untuk menghitung kadar asam lemak bebas sebagai asam oleat.
4. Bilangan Peroksida (SNI 01-3555-1998)
Cara Uji:
a. Ditimbang 2 gram minyak contoh
b. Kemudian ditambahkan 30 ml campuran pelarut dan 1 g KI kristal. c. Disimpan di tempat gelap selama 30 menit
d. Ditambahkan 50 ml akuades bebas CO2
e. Dititrasi dengan larutan tiosulfat 0,02N hingga warnanya menjadi kuning pudar.
f. Ditambahkan 2 ml indikator pati/kanji dan lanjutkan hingga warna biru hilang
Bilangan peroksida dinyatakan dalam miligram eqivalen oksigen aktif per gram bahan, rumus:
Keterangan:
T : Normalitas larutan standar Na2S2O3
Vo : Volume Na2S2O3 untuk peniteran blanko (ml) Vt : Volume Na2S2O3 untuk peniteran contoh (ml) M : Bobot contoh (g)
5. Densitas (Metode Anton Paar)
1. Hidupkan alat melalui tombol yang ada di bagian belakang alat 2. Warming up sekitar 15 menit
3. Pilih method yang diinginkan, misalnya: Lubricant, Fuel, Crude Oil, Brix atau yang lain
5. Setelah pompa dimatikan, pastikan nilai density udara pada 20 oC adalah 0.00120 gr/cm3 (Faktor koreksi
6. Alat siap digunakan untuk pengukuran
+ 0.00005), dalam range 0.00125 s/d 0.00115
7. Gunakan syringe secara selektif untuk menghindari kontaminasi, dan pisahkan menjadi 4 buah, misalnya untuk air, lubricant, crude oil dan solvent pelarut.
8. Bila telah didapatkan hasil pengukuran, segera bilas U-tube dengan solvent yang dapat melarutkan sampel.
9. Lakukan pembilasan minimal 5 kali dengan syringe pada U-tube, bila kurang, bilas lagi sampai benar-benar bersih
10.Masukan solvent pengering seperti toluene atau acetone 2 atau 3 kali syringe.
11.Sambungkan selang pumpa ke adapter, lalu aktifkan pumpa, pumpa akan otomatis berhenti setelah 10 menit, tetapi pumpa dapat dimatikan kapan saja bila diyakini U-tube sudah bersih dan kering.
12.Matikan pompa, lalu tunggu suhu mencapai 20 0C, dan nilai density udara didapatkan nilai 0.00120 gr/cm3
13.Alat siap untuk digunakan untuk sampel selanjutnya atau dimatikan. .
6. Viskositas 25 o
1. Siapkan larutan yang akan diukur viskositasnya sebanyak + 10 ml.
C (metode Brookfield)
2. Tentukan kisaran perkiraan maksimum nilai viskositas larutan. 3. Masukkan sampel ke dalam tube sebanyak 6,7 ml.
4. Lakukan zeroing sebelum melakukan pengukuran. 5. Pasang spindel SC4-18 pada ulir.
6. Tentukan kecepatan pengukuran yang dikehendaki. 7. Nyalakan viscometer.
8. Lihat nilai torsi yang diperoleh, hasil pengukuran dianggap valid hanya untuk pengukuran dengan nilai torsi di atas 10%.
Minyak Kelapa, Asam Stearat 8%
Proses Pemanasan dan Pencampuran pada Suhu 60 C
Minyak Jarak Pagar 0%, 2%, 5%, 8%
Saponifikasi pada Suhu 70 C NaOH 33,33%
Sabun Dasar
Proses Pelarutan Dasar Sabun oleh pelarut, Suhu 75 C
Propilen glikol, Gliserol,Larutan Gula,
NaCl.
Pencetakan dan Pendinginan
Sabun Transparan
Lampiran 4 Prosedur analisis fisiko kimia sabun transparan
1. Kadar Air dan Zat Menguap Sabun (SNI 06-3532-1994)
Bahan ditimbang 5 ± 0,01 g ke dalam kurs porselen atau piringan gelas yang berdiameter 6 sampai 8 cm, dan tinggi 2 sampai 4 cm. Panaskan dalam oven pada suhu 105 ± 2 o
C selama 2 jam, bila timbul gelombang hancurkan dengan batang pengaduk, kemudian panaskan lagi dan ditimbang hingga bobot tetap. Kadar air % bobot = Kekurangan Bobot x 100 %
gram contoh
2. Jumlah Asam Lemak Total (SNI 06-3532-1994)
Sample ditimbang dengan teliti kurang lebih 10 gram, masukan kedalam gelas piala, larutkan dalam 50 ml air, tambahkan beberapa tetes jingga metil, kemudian tambahkan H2SO4 20% berlebihan hingga semua asam lemak terbebaskan dari natrium yang ditunjukan oleh timbulnya warna merah. Masukan dalam corong pemisah, endapan silikat dan lainnya jangan dimasukan kedalam corong pemisah, endap tuangkan dengan heksana/dietil eter/eter minyak tanah dituangkan kedalam gelas piala, pengujian ini diulangi sampai pelarut berjumlah kurang lebih 100 ml, pelarut dikocok dan dicuci dengan air sampai tidak bereaksi asam (dengan melihat kertas kongo), tiap-tiap pengocokan dipakai 10 ml air, pelarut kemudian dikeringkan dengan natrium sulfat kering, saring dan masukkan kedalam labu lemak yang telah ditimbang terlebih dahulu beserta batu didih (W1), pelarut disuling dan labu dikeringkan pada suhu 102 C-105 C sampai bobot tetap (W2),
Perhitungan :
Tambahan bobot ini bisa berasal dari asam lemak bebas, asam lemak eks sabun, lemak nitrat dan bahan yang tidak dapat disabunkan (minyak nitrat)
3. Kadar Fraksi Tak Tersabunkan dihitung sebagai lemak (SNI 06-3532-1994)
Ke dalam larutan bebas penetapan asam lemak bebas dipipetkan 10 ml KOH dalam alkohol dari 0,5 N, panaskan di atas penangas air dengan memakai pendingin tegak selama ± 1 jam. Dinginkan, jangan terlalu dingin, titrasi dengan HCl 0,5 N dengan Phenolptalein sebagai petunjuk (misalnya dipergunakan a ml). Kerjakan penetapan blangko: 70 ml alkohol netral dipipetkan 10 ml KOH dalam alkohol 0,5 N, dikerjakan seperti di atas (misalnya dipergunakan b ml).
Kadar lemak tak tersabunkan = (b-a) x N x 0,0561 x 100 % 0,258 x gram zat
56,1 = bobot setara KOH
258 = rata-rata bilangan penyabunan
4. Kadar Alkali Bebas Dihitung Sebagai NaOH (SNI 06-3532-1994)
Bahan ditimbang sebanyak 50 gram ke dalam labu erlenmeyer, tambahkan kira-kira 150 ethanol sedikit batu didih. Panaskan pada penangas air sehingga sabunnya melarut. Tambahkan 10 ml larutan Barium Chlorida panas dan pp sebagai indikator. Putarlah labu agar pencampuran menjadi sempurna kemudian titrasi dengan N asam sulfat sehingga warna merah jambu hilang.
Kadar alkali bebas dinyatakan sebagai NaOH % = 3,1 V W
x 100 % Keterangan:
W = Berat sabun
V = Asam sulfat yang digunakan
5. Kadar Minyak Mineral (SNI 06-3532-1994)
Dari bekas penetapan asam lemak, pipet lebih kurang 0,3 ml lemak dan tambahkan 5 ml larutan 0,5 N KOH dalam alkohol dan panaskan. Tambahkan air, bila terjadi kekeruhan menandakan adanya minyak mineral.
6. Stabilitas Busa (Piyali et al., 1999)
Sampel ditimbang sebanyak ± 1 g, kemudian masukkan ke dalam tabung ulir. Pipetkan ± 9 ml aquades ke dalamnya, kemudian kocok menggunakan vortex selama 1 menit. Hitung tinggi busa setelah pengocokkan, diamkan selama 1 jam dan hitung tinggi busa akhir setelah didiamkan.
Uji Busa (%) = Tinggi busa akhir Tinggi busa awal
x 100 %
.
Lampiran 5. Data hasil analisis minyak jarak pagar Keterangan Pengujian Ulangan Bobot Sample Hasil Pengujian Rata-rata hasil uji Standar Deviasi Nilai FFA (%) 1 2,0016 4,14 4,15 0,01 2 2,0322 4,15 Bilangan Penyabunan 1 2,0105 210,39 211,0 9 1,00 2 2,0113 211,80 Bilangan Iod 1 0,2084 91,55 94,72 4,47 2 0,2049 97,88 Bilangan Peroksida 1 2,0335 8,65 8,55 0,14 2 2,0068 8,65 Densitas 1 3 ml 56,59 56,59 0,00 2 3 ml 56,69 Viskositas 1 10 ml 0,92 0,92 0,00 2 10 ml 0,92
Lampiran 6. Hasil Analisis Kadar Air dan Zat Menguap
No. Sampel Ulangan Wo Ws Ws-Wo Wa
Rerata Kadar Air (% b/b) 1 8% (1) rerata 2,6117 6,6799 4,0682 5,2190 35,91 2 8 % (2) rerata 2,7013 6,7603 4,0590 5,2805 36,46 3 5% (1) rerata 2,7031 6,7546 4,0515 5,2591 36,91 4 5 % (2) rerata 2,5089 6,7529 4,2440 5,2284 35,92 5 2% (1) rerata 2,7499 7,0551 4,3052 5,4718 36,78 6 2 % (2) rerata 2,6912 7,0085 4,3173 5,4521 36,05 7 0% (1) rerata 2,5971 6,4110 3,8139 5,2270 31,04 8 0% (2) rerata 2,5433 6,5703 4,0270 5,2568 32,62
Ket: Wo = Bobot cawan Kosong
Ws = Bobot cawan + sampel
Wa =
Bobot cawan + sampel setelah pengeringan
Lampiran 7. Hasil analisis ragam terhadap kadar air dan zat menguap
Penetapan Hipotesis
Ho : τ1= τ 2= τ 3 = τ 4
: rataan antar perlakuan sama
: perlakuan (kadar minyak) memberikan pengaruh yang sama terhadap respon (kadar air)
H1 : τ i≠ τ j
: minimal ada satu perlakuan yang berbeda
: minimal ada satu perlakuan (kadar minyak) memberikan pengaruh yang berbeda terhadap respon (kadar air)
Tingkat kepercayaan yang digunakan adalah 95% atau α=0,05
Ketentuan keputusan
Tolak Ho, Jika Fhitung > Ftabel Terima Ho, Jika Fhitung < Ftabel Tabel ANOVA
Sumber
Keragaman db JK KT Fhit Ftabel Kesimpulan
Kadar Minyak 3 30,544 10,181 19,00 6.59 Tolak Ho
Galat 4 2,143 0,536
Total 7 32,687
Nilai Ftabel F 0.05(3,4)= 6.59 Penarikan Kesimpulan
Karena Fhit =19,00> F 0.05(3,12)= 3.49, maka tolak Ho, yang artinya tiap perlakuan (kadar minyak) memberikan pengaruh yang berbeda terhadap variable respon (kadar air).
Lampiran 8. Hasil Uji Beda dengan Uji Tukey untuk kadar air dan zat menguap Hasil Uji lanjut Tukey dengan 95% selang kepercayaan Semua perbandingan antara level Kandungan CJO (%), terlihat bahwa ada satu perlakuan yang tidak berkaitan satu dengan yang lainnya, dengan demikian terdapat beda diantara perlakuannya.
% Ulangan Rataan deviasi---+---+---+---+-
0 2 31,831 1,112 (---*---) 2 2 36,414 0,515 (---*---) 5 2 36,418 0,701 (---*---) 8 2 36,183 0,386 (---*---) ---+---+---+---+- 32,0 34,0 36,0 38,0
Lampiran 9. Hasil Analisis Jumlah Asam Lemak
No. Sampel Ulangan Wo Ws Wfa Wfa-Wo Rerata Jumlah Asam Lemak 1 8% (1) Rerata 54,9533 10,2228 58,8056 3,0426 29,76 2 8% (2) Rerata 54,5209 10,1521 58,8056 2,8518 28,09 3 5% (1) Rerata 52,3690 10,1106 58,8056 2,8535 28,22 4 5% (2) Rerata 54,5319 10,0658 58,8056 3,0031 29,84 5 2% (1) Rerata 51,8915 10,0886 58,8056 2,9494 29,23 6 2% (2) Rerata 48,2005 10,2067 58,8056 2,9630 29,03 7 0% (1) Rerata 121,3181 5,0083 58,8056 1,5629 31,21 8 0% (2) Rerata 148,8275 5,0490 58,8056 1,5295 30,29
Ket: Wo = Bobot labu lemak Kosong Ws = Bobot sampel
Wfa =
Bobot labu lemak + asam lemak
Lampiran 10. Hasil analisis ragam terhadap jumlah asam lemak
Penetapan Hipotesis
Ho : τ1= τ 2= τ 3 = τ 4
: rataan antar perlakuan sama
: perlakuan (kadar minyak) memberikan pengaruh yang sama terhadap respon (jumlah asam lemak)
H1 : τ i≠ τ j
: minimal ada satu perlakuan yang berbeda
: minimal ada satu perlakuan (kadar minyak) memberikan pengaruh yang berbeda terhadap respon (jumlah asam lemak)
Tingkat kepercayaan yang digunakan adalah 95% atau α=0,05
Ketentuan keputusan
Tolak Ho, Jika Fhitung > Ftabel Terima Ho, Jika Fhitung < Ftabel Tabel ANOVA
Sumber
Keragaman db JK KT Fhit Ftabel Kesimpulan
Kadar Minyak 3 4,479 1,493 1,90 6.59 Terima Ho
Galat 4 3,138 0,784
Total 7 7,617
Nilai Ftabel F 0.05(3,4)= 6.59 Penarikan Kesimpulan
Karena Fhit =1,90< F 0.05(3,4)= 6.59, maka terima Ho, yang artinya tiap perlakuan (kadar minyak) tidak memberikan pengaruh secara nyata terhadap variable respon (jumlah alkali bebas).
Lampiran 11. Hasil Analisis Jumlah Alkali Bebas
No. Sampel Ulangan Ws V HCl 0.1 N V HCl 0.5 N Kadar Alkali Bebas (NaOH) 1 8% (1) Rerata 5,0520 0,2000 1,4300 0,02 2 8% (2) Rerata 5,6580 0,1000 1,4100 0,01 3 5% (1) Rerata 5,2167 0,1500 1,6250 0,01 4 5% (2) Rerata 5,2580 0,2000 1,5250 0,02 5 2% (1) Rerata 5,1900 0,1250 1,5250 0,01 6 2% (2) Rerata 5,0735 0,2750 1,5650 0,02 7 0% (1) Rerata 5,1077 0,1400 0,1704 0,01 8 0% (2) Rerata 5,2078 0,1000 0,1704 0,01
Lampiran 12. Hasil analisis ragam terhadap jumlah alkali bebas
Penetapan Hipotesis
Ho : τ1= τ 2= τ 3 = τ 4
: rataan antar perlakuan sama
: perlakuan (kadar minyak) memberikan pengaruh yang sama terhadap respon (jumlah alkali bebas)
H1 : τ i≠ τ j
: minimal ada satu perlakuan yang berbeda
: minimal ada satu perlakuan (kadar minyak) memberikan pengaruh yang berbeda terhadap respon (jumlah alkali bebas)
Tingkat kepercayaan yang digunakan adalah 95% atau α=0,05
Ketentuan keputusan
Tolak Ho, Jika Fhitung > Ftabel Terima Ho, Jika Fhitung < Ftabel Tabel ANOVA
Sumber
Keragaman db JK KT Fhit Ftabel Kesimpulan
Kadar Minyak 3 0,0000455 0,0000152 0,47 6.59 Terima Ho
Galat 4 0,0001283 0,0000321
Total 7 0,0001738
Nilai Ftabel F 0.05(3,4)= 6.59 Penarikan Kesimpulan
Karena Fhit =0,47< F 0.05(3,4)= 6.59, maka terima Ho, yang artinya tiap perlakuan (kadar minyak) tidak memberikan pengaruh secara nyata terhadap variable respon (jumlah alkali bebas).
Lampiran 13. Hasil Analisis Fraksi Tak Tersabunkan
No. Sampel Ulangan Ws V HCl 0.1 N V HCl 0.5 N 0.258*Ws Fraksi Tak Tersabunkan 1 8% (1) Rerata 5,0520 0,2000 1,4300 1,3034 10,24 2 8% (2) Rerata 5,6580 0,1000 1,4100 1,4598 9,18 3 5% (1) Rerata 5,2167 0,1500 1,6250 1,3459 9,50 4 5% (2) Rerata 5,2580 0,2000 1,5250 1,3566 9,63 5 2% (1) Rerata 5,1900 0,1250 1,5250 1,3390 9,76 6 2% (2) Rerata 5,0735 0,2750 1,5650 1,3090 9,90 7 0% (1) Rerata 5,1077 8,1500 0,1704 12,62 8 0% (2) Rerata 5,2078 7,3150 0,1704 12,97 Ket : N HCl 0.1 N= 0.1020 N HCl 0.5 N = 0.5148
Bobot Setara NaOH = 0.04 Bobot Setara KOH = 0.0561
V Blanko = 6.05
Lampiran 14. Hasil analisis ragam terhadap fraksi tak tersabunkan
Penetapan Hipotesis
Ho : τ1= τ 2= τ 3 = τ 4
: rataan antar perlakuan sama
: perlakuan (kadar minyak) memberikan pengaruh yang sama terhadap respon (fraksi tak tersabunkan)
H1 : τ i≠ τ j
: minimal ada satu perlakuan yang berbeda
: minimal ada satu perlakuan (kadar minyak) memberikan pengaruh yang berbeda terhadap respon (fraksi tak tersabunkan)
Tingkat kepercayaan yang digunakan adalah 95% atau α=0,05
Ketentuan keputusan
Tolak Ho, Jika Fhitung > Ftabel Terima Ho, Jika Fhitung < Ftabel Tabel ANOVA
Sumber
Keragaman db JK KT Fhit Ftabel Kesimpulan
Kadar Minyak 3 14,466 4,822 30,18 6.59 Tolak Ho
Galat 4 0,639 0,160
Total 7 15,105
Penjelasan Perhitungan
Nilai Ftabel F 0.05(3,4)= 6.59 Penarikan Kesimpulan
Karena Fhit =30,18 > F 0.05(3,4)= 6.59, maka Tolak Ho, yang artinya tiap perlakuan (kadar minyak) memberikan pengaruh secara nyata terhadap variable respon (fraksi tak tersabunkan).
Lampiran 15. Hasil Uji Beda dengan Uji Tukey untuk fraksi tak tersabunkan Hasil Uji lanjut Tukey dengan 95% selang kepercayaan Semua perbandingan antara level Kandungan CJO (%), terlihat bahwa ada satu perlakuan yang tidak berkaitan satu dengan yang lainnya, dengan demikian terdapat beda diantara perlakuannya.
Level kepercayaan individual = 98,48%
Level N rata deviasi -+---+---+---+---
0 2 12,798 0,248 (----*---) 2 2 9,828 0,096 (---*----) 5 2 9,564 0,098 (----*----) 8 2 9,708 0,747 (---*----) -+---+---+---+--- 9,0 10,5 12,0 13,5
Lampiran 16. Hasil Analisis Kejernihan
No. Kode
Sampel Ulangan Absorbansi
Rataan Absorbansi 1 Kontrol 1 1 0.052 0,05 2 0.052 2 Kontrol 2 1 0.050 0,05 2 0.052 3 8 % (1) 1 0.075 0,08 2 0.078 4 8 % (2) 1 0.076 0,08 2 0.078 5 5 % (1) 1 0.090 0,09 2 0.090 6 5 % (2) 1 0.087 0,87 2 0.087 7 2 % (1) 1 0.081 0,08 2 0.080 8 2 % (2) 1 0.077 0,08 2 0.080
Lampiran 17. Hasil analisis ragam terhadap kejernihan
Penetapan Hipotesis
Ho : τ1= τ 2= τ 3 = τ 4
: rataan antar perlakuan sama
: perlakuan (kadar minyak) memberikan pengaruh yang sama terhadap respon (kejernihan)
H1 : τ i≠ τ j
: minimal ada satu perlakuan yang berbeda
: minimal ada satu perlakuan (kadar minyak) memberikan pengaruh yang berbeda terhadap respon (kejernihan)
Tingkat kepercayaan yang digunakan adalah 95% atau α=0,05
Ketentuan keputusan
Tolak Ho, Jika Fhitung > Ftabel Terima Ho, Jika Fhitung < Ftabel Tabel ANOVA
Sumber
Keragaman db JK KT Fhit Ftabel Kesimpulan
Kadar Minyak 3 0,0015086 0,0005029 282,31 6.59 Tolak Ho
Galat 4 0,0000071 0,0000018
Total 7 0,0015157
Nilai Ftabel F 0.05(3,4)= 6.59 Penarikan Kesimpulan
Karena Fhit =434.91 > F 0.05(3,4)= 6.59, maka tolak Ho, yang artinya tiap perlakuan (kadar minyak) memberikan pengaruh secara nyata terhadap variable respon (kejernihan).
Lampiran 18. Hasil Uji Beda dengan Uji Tukey untuk kejernihan
Hasil Uji lanjut Tukey dengan 95% selang kepercayaan Semua perbandingan antara level Kandungan CJO (%), terlihat bahwa ada satu perlakuan yang tidak berkaitan satu dengan yang lainnya, dengan demikian terdapat beda diantara perlakuannya.
Level kepercayaan individual = 98,48%
Level N rataan deviasi ---+---+---+---+
0 2 0,051500 0,000707 (-*-) 2 2 0,079500 0,001414 (-*-) 5 2 0,088500 0,002121 (-*-) 8 2 0,076750 0,000354 (-*-) ---+---+---+---+ 0,060 0,072 0,084 0,096
Lampiran 19. Hasil Analisis Stabilitas Busa No. Kode Sampel Ulangan Busa Awal Busa Akhir Stabilitas Busa Rataan 1 Kontrol 1 1 4.0 2.9 1.1 0,90 2 2.6 1.9 0.7 2 Kontrol 2 1 4.1 2.1 2.0 1,40 2 4.4 3.6 0.8 3 8 % (1) 1 5.1 3.9 1.2 0,70 2 3.6 3.4 0.2 4 8 % (2) 1 4.1 3.0 1.1 0,85 2 3.4 2.8 0.6 5 5 % (1) 1 4.3 3.1 1.2 0,95 2 3.8 3.1 0.7 6 5 % (2) 1 4.3 4.0 0.3 0,65 2 4.3 3.3 1.0 7 2 % (1) 1 4.3 3.7 0.6 0,55 2 3.4 2.9 0.5 8 2 % (2) 1 4.1 3.0 1.1 1,30 2 3.7 2.2 1.5
Lampiran 20. Hasil Analisis Ragam Terhadap Stabilitas Busa
Penetapan Hipotesis
Ho : τ1= τ 2= τ 3 = τ 4
: rataan antar perlakuan sama
: perlakuan (kadar minyak) memberikan pengaruh yang sama terhadap respon (stabilitas busa)
H1 : τ i≠ τ j
: minimal ada satu perlakuan yang berbeda
: minimal ada satu perlakuan (kadar minyak) memberikan pengaruh yang berbeda terhadap respon (stabilitas busa)
Tingkat kepercayaan yang digunakan adalah 95% atau α=0,05
Ketentuan keputusan
Tolak Ho, Jika Fhitung > Ftabel Terima Ho, Jika Fhitung < Ftabel Tabel ANOVA
Sumber
Keragaman db JK KT Fhit Ftabel Kesimpulan
Kadar Minyak 3 0,176 0,059 0,51 6.59 Terima Ho
Galat 4 0,462 0,116
Total 7 0,639
Nilai Ftabel F 0.05(3,4)= 6.59 Penarikan Kesimpulan
Karena Fhit =0.51 < F 0.05(3,4)= 6.59, maka terima Ho, yang artinya tiap perlakuan (kadar minyak) tidak memberikan pengaruh secara nyata terhadap variable respon (stabilitas busa).
Lampiran 21. Hasil Analisis Minyak Mineral
No. Sampel Ulangan Minyak
Mineral 1 8 % (1) 1 Negatif 2 Negatif 2 8 % (2) 1 Negatif 2 Negatif 3 5 % (1) 1 Negatif 2 Negatif 4 5 % (2) 1 Negatif 2 Negatif 5 2 % (1) 1 Negatif 2 Negatif 6 2 % (2) 1 Negatif 2 Negatif
Lampiran 22. Lembar Penilaian Organoleptik Contoh lembar uji organoleptik sabun
Nama panelis : Tanggal :
Sampel : Sabun transparan dari minyak jarak pagar
Instruksi : Berikan penilaian kesukaan anda terhadap tekstur, penampakan, dan pembusaan sabun, serta kesan lembut dan kesan kesat pada
kulit.
Tuliskan penilaian anda dalam tabel sebagai berikut. 5 = sangat suka
4 = suka 3 = biasa 2 = tidak suka 1 = sangat tidak suka
Kode Kesan bau Penampakan Kesan di kulit Pembusaan Kekerasan sabun Kejernihan sabun
Berdasarkan penilaian secara umum urutkan sabun mandi yang paling disukai menurut kode :
Rangking Kode
Catatan :
• Berikan selang waktu pemakaian antar sampel + 30 menit
• Pastikan tidak ada sisa busa sebelum pemakaian sampe berikutnya • Uji dilakukan minimal terhadap telapak tangan dan lengan
Lampiran 23. Hasil Uji Organoleptik terhadap Kesan Bau Kode Panelis 521 552 583 500 1 2 2 3 4 2 3 2 4 5 3 4 4 1 4 4 4 2 2 5 5 4 3 3 4 6 3 3 3 3 7 3 3 4 5 8 3 3 3 3 9 2 3 3 3 10 3 3 3 3 11 3 1 4 3 12 4 2 2 3 13 4 3 3 3 14 2 3 4 4 15 2 3 3 3 16 3 2 4 3 17 2 2 4 4 18 5 3 4 4 19 3 2 2 2 20 4 4 4 4 21 4 3 3 3 22 3 2 2 3 23 3 3 3 3 24 4 3 3 3 25 3 3 4 3 26 4 4 3 3 27 2 2 2 1 28 3 4 3 4 29 3 4 3 2 30 3 3 4 4 31 3 3 4 4
Lampiran 24. Hasil Uji Friedman untuk Kesan Bau
Friedman Test: Kesan Bau VS Kode oleh Panelis
S = 4.58 DF = 3 P = 0.205 S = 7.06 DF = 3 P = 0.070 Jumlah
Kode N Est Median Rangking 500 31 3.0000 86.0 521 31 3.0000 79.5 552 31 3.0000 65.0 583 31 3.0000 79.5 Grand median = 3.0000
Lampiran 25. Hasil Uji Organoleptik terhadap Penampakan Kode Panelis 521 552 583 500 1 2 4 4 5 2 1 3 3 5 3 1 3 4 4 4 2 4 4 4 5 2 4 4 5 6 2 4 4 4 7 2 4 4 5 8 4 4 5 4 9 3 4 3 2 10 2 4 4 2 11 1 3 4 2 12 3 4 4 3 13 2 4 4 2 14 1 4 2 2 15 2 5 4 2 16 3 4 3 3 17 3 4 4 2 18 4 5 4 4 19 4 2 4 4 20 4 5 4 3 21 2 4 3 2 22 3 4 4 3 23 4 4 4 4 24 4 5 2 2 25 3 4 3 3 26 4 5 4 3 27 3 4 4 2 28 4 3 4 2 29 4 2 4 4 30 4 4 5 4 31 4 4 4 4
Lampiran 26. Hasil Uji Friedman untuk Penampakan
Friedman Test: Penampakan VS blok panelis
S = 19.27 DF = 3 P = 0.000 S = 25.86 DF = 3 P = 0.000 Jumlah
Kode N Est Median Rangking 500 31 3.2500 67.5
521 31 3.0000 57.0 552 31 4.0000 95.0 583 31 3.7500 90.5 Grand median = 3.5000
Lampiran 27. Hasil Uji Organoleptik terhadap Kesan di Kulit Kode Panelis 521 552 583 500 1 3 3 3 4 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 4 2 3 3 5 5 4 4 4 3 6 3 4 4 5 7 4 4 4 4 8 3 4 5 3 9 3 2 4 2 10 2 2 4 3 11 3 4 4 2 12 3 4 4 3 13 3 2 2 2 14 2 3 3 3 15 4 3 4 4 16 4 4 4 4 17 4 4 3 3 18 4 4 4 4 19 4 4 4 4 20 3 4 4 3 21 4 4 2 2 22 4 4 4 4 23 4 4 4 4 24 5 5 4 4 25 4 4 4 4 26 3 4 3 2 27 4 4 4 4 28 3 3 3 4 29 3 4 4 1 30 4 4 4 5 31 4 4 4 4
Lampiran 28. Hasil Uji Friedman untuk Kesan di Kulit
Friedman Test: Kesan di Kulit VS kode oleh panelis