• Tidak ada hasil yang ditemukan

SEKOLAH PASCASARJANA INSTITUT PERTANIAN BOGOR

TINJAUAN AGRIBISNIS DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EKSPOR RUMPUT LAUT INDONESIA

SEKOLAH PASCASARJANA INSTITUT PERTANIAN BOGOR

BOGOR 2014

43 potensi sumberdaya pesisir yang melimpah di wilayah Indonesia ini. Dengan adanya program pengembanganan rumput laut pada masyarakat daerah pesisir maka diharapkan akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

2. Produksi rumput laut Indonesia dipengaruhi secara signifikan oleh anggaran Kementerian Kelautan Perikanan karena untuk melakukan usaha produksi rumput laut diperlukan modal, sehingga anggaran tersebut akan sangat memengaruhi keputusan para pelaku usaha produksi rumput laut. Untuk mempertahankan produksi agar tetap stabil bahkan meningkat, maka diharapkan Kementerian Kelautan Perikanan dapat memberikan bantuan modal serta sarana dan prasarana produksi yang tepat guna. Masyarakat pesisir yang pada umumnya adalah bekerja pula sebagai nelayan mengharapkan bantuan bukan hanya hanya dalam permodalan saja tapi juga dari penyuluhan, pelatihan, teknologi, pasca panen, pengolahan serta pemasarannya. Oleh karena itu anggaran Kementerian kelautan dan Perikanan besar pengaruhnya dalam perkembangan produksi rumput laut di tingkat masyarakat pesisir.

3. Kebijakan pemerintah dalam mendukung perdagangan internasional rumput laut Indonesia perlu diimbangi dengan kebijakan dalam meningkatkan produksi rumput laut Indonesia, agar peningkatan permintaan ekspor dari negara-negara di pasar internasional dapat dipenuhi tanpa meningkatkan harga rumput laut domestik yang akan mengurangi konsumsi rumput laut domestik karena mahalnya rumput laut di pasar domestik. Perlu diingat pula peningkatan produksi yang perlu dilakukan bukan hanya cukup sekedar dari sisi meningkatkan jumlah produksi rumput laut, namun sebaiknya lebih dititikberatkan pada peningkatan kualitas dan proses pengolahan lanjutannya menjadi produk lanjutan yang siap untuk bahan industri pula, agar rumput laut Indonesia dapat lebih bersaing dengan rumput laut negara lain di pasar internasional.

DAFTAR PUSTAKA

[BPPT] Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, [ASPPERLI] Asosiasi Petani dan Pengelola Rumput Laut Indonesia, [ISS] Indonesian Seaweed Society. 2011. Kajian Strategi Pengembangan Industri Rumput Laut Dan Pemanfaatanya Secara Berkelanjutan. Jakarta: BPPT-PRESS.

[Kemenperin] Kementerian Perindustrian Republik Indonesia. 2011. Peta Panduan Industri Rumput Laut. Jakarta: Biro Perencanaan Sekjen Kemenperin.

[KKP] Kementerian Kelautan dan Perikanan. 2012. KKP Tetapkan Empat Komoditas Budidaya. KKP.

[Pusdatin KKP] Pusat Data Statistik dan Informasi Kementerian Kelautan dan Perikanan. 2013. Statistik Kelautan dan Perikanan. Jakarta (ID).

Anggraini D. 2006. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Permintaan Ekspor Kopi Indonesia dari Amerika Serikat [tesis]. Semarang (ID): Universitas Diponegoro.

44

Apsari W. 2011. Analisis Permintaan Ekspor Ikan Tuna Segar Di Pasar Internasional [tesis]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

Aris A. 2003. Analisis Pengembangan Kelapa Rakyat Di Kabupaten Indragiri Hilir [tesis]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

Aslan LM. 1998. Budidaya Rumput Laut. Yogyakarta (ID): Penerbit Kanisius. Basri F dan Munandar H. 2010. Dasar-Dasar Ekonomi Internasional; Pengenalan

Dan Aplikasi Metode Kuantitaif. Jakarta (ID): Prenada Media Group.

Boediono.1992. Ekonomi Mikro : Seri Sinopsis Pengantar Ilmu Ekonomi No.1.Yogyakarta(ID): BPFE.

Buzalmi. 2004. Analisis Pendapatan, Pemasaran Dan Strategi Pengembangan Agribisnis Kelapa Di Kabupaten Indragiri Hilir [tesis]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

Firdaus M. 2008. Manajemen Agribisnis. Jakarta (ID). Bumi Aksara

Gumilar S. 2007. Strategi Pengembangan Agribisnis Ikan Hias Air Tawar Dalam Meningkatkan Ekonomi Wilayah Kota Bogor [tesis]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

Halwani RH. 2002. Ekonomi Internasional dan Globalisasi Ekonomi. Hadisubijantoro J, editor. Jakarta (ID): Penerbit Ghalia Indonesia.

Hikmayani Y, Aprilliani T, Zamroni A. 2007. Analisis Pemasaran Rumput Laut di Wilayah Potensial di Indonesia. Jurnal Kebijakan dan Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan. 2(2): 159-175.

Indriyani H dan Suminarsih E. 2005. Budidaya, Pengolahan dan Pemasaran Rumput Laut. Jakarta (ID): Penebar Swadaya.

King RP, Boehije M, Cook ML, dan Sonka ST. 2010. Agribusiness Economics and Management. Oxford University Press. Amer. J. Agr. Econ. 92(2):554- 570.

Kuswari. 2005. Pengembangan Agribisnis Kelapa Dalam Rangka Pengurangan Kemiskinan Di Kabupaten Indragiri Hilir [tesis]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

Lipsey RG, Courant PN, Purvis DD, Steiner PO. 1995. Pengantar Mikroekonomi. Edisi kesepuluh Jilid satu. Jakarta (ID): Binarupa Aksara.

Lindert PH dan Kindleberger CP. 1993. Ekonomi Internasional “Ed ke-

8”.Abdullah B, penerjemah; Mochtar K, editor. Jakarta (ID): PT Gelora Aksara Pratama.

Mira dan Reswati E. 2006. Analisis Daya Saing Usaha Budidaya Rumput Laut di Indonesia. Jurnal Kebijakan dan Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan. 1(2): 165-173.

Nursalim T. 2000. Kajian Karakteristik Dan Aktivitas Komunikasi Nelayan Terhadap Perilaku Mereka Dalam Pengembangan Subsistem Produksi Pada Agribisnis Perikanan Tangkap: Kasus Di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah [tesis]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

Putong I. 2010. Economics Pengantar Mikro dan Makro. Jakarta (ID): Mitra Wacana Media.

Said EG dan Intan AH. 2004. Manajemen agribisnis. Jakarta (ID): Ghalia Indonesia.

Salvatore D.1997. Ekonomi Internasional. Munandar H, penerjemah; Sumiharti Y, editor. Jakarta (ID): Penerbit Erlangga. Terjemahan dari: Internasional Economic.

45 Santosa A. 2001. Kajian Sistem Agribisnis Pada Usahatani Tebu Rakyat Bebas Lahan Kering Dalam Upaya Pemberdayaan Petani Tebu Di Kabupaten Ngawi Jawa Timur. [tesis]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

Seperich GJ, Woolverton MW dan Bierlein JG. 1994. Introduction To

Agribusiness Marketing. New Jersey (USA): Prentice Hall Career and

Technology

Setiawan dan Kusrini DE. 2010. Ekonometrika. Nikodemus WK, editor. Yogyakarta (ID): Penerbit Andi.

Sitepu RKK dan Sinaga BM. 2006. Aplikasi Model Ekonometrika. Bogor (ID): Program Studi Ilmu Ekonomi Pertanian Sekolah Pascasarjana IPB.

Soemokaryo S. 2007. Perilaku perdagangan tuna dan udang Indonesia. Jakarta (ID): Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya.

Sudarsono. 1995. Pengantar Teori Ekonomi Mikro. Jakarta (ID): LP3S.

Santoso L dan Nugraha YT. 2008. Pengendalian Penyakit Ice-ice untuk Meningkatkan Produksi Rumput Laut Indonesia. Jurnal Saintek Perikanan. 3(2): 37-43.

Yulisti M, yusuf R dan hikmah. 2012. Kajian Awal Value Chain Rumput Laut

Euchema cottonii di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Jurnal Kebijakan

dan Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan. 7 (1): 67-77.

Yusuf R dan Tajerin. 2008. Pendugaan Fungsi Penawaran Ekspor Rumput Laut Indonesia Di Pasar Internasional: Analisis Pendekatan Error Correction Model

(ECM). Jurnal Kebijakan dan Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan. 3(1): 51-63.

Yusuf R, Mira dan Zamroni A. 2006. Analisis Potensi Pasar Rumput Laut Di Indonesia. Jurnal Kebijakan dan Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan. 1(1): 101-111.

Zamroni A, Purnomo AH dan Mira. 2006. Keragaan Sosial Ekonomi Usaha Budidaya Dan Pemasaran Rumput Laut di Bulukumba dan Palopo (Studi Kasus Budidaya Rumput Laut Euchema sp dan Gracillaria sp). Jurnal Kebijakan dan Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan. 1(1): 83-100. Zulham A dan Aprilliani T. 2007. Struktur Bisnis Klaster Rumput Laut Gorontalo.

Jurnal Kebijakan dan Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan. 2(2): 195- 207.

Zulham A, Purnomo AH, Aprilliani T, Hikmayani Y. 2007. Assessment Klaster Perikanan (Studi Pengembangan Klaster Rumput Laut Kabupaten Sumenep). Jurnal Kebijakan dan Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan. 2(2): 177- 193.

46

Lampiran 1 Peraturan pemerintah yang berkaitan dengan rumput laut Indonesia

No Kebijakan Tentang Tujuan Objek

i ii iii iv v

1 UU No 31 tahun 2004

Perikanan. Mengatur pengelolaan perikanan Pembudidaya UU No 45 Tahun 2009 Perubahan UU No 31 tahun 2004 Mengatur pembatasan eksploitasi sumber daya kelautan dan perikanan yang berlebihan Produsen perikanan 2 UU No 20 tahun 2008 Usaha Mikro, Kecil dan Menengah

Untuk menumbuhkan dan mengembangkan usahanya dalam rangka membangun perekonomian nasional berdasarkan demokrasi ekonomi yang berkeadilan.

Pembudidaya dan pelaku usaha

pengolahan skala kecil dan menengah 3 PP No. 25 tahun 2000 Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Provinsi sebagai Daerah Otonom Mengatur kewenangan Pemerintah Provinsi sebagai daerah otonom dalam pembangunan daerah yang berkaitan dengan sektor primer terutama di bidang perikanan dan kelautan

Pemerintah Provinsi 4 Keppres No. 117 tahun 1999 Prosedur Permohonan PMDN dan PMA

Mengatur tata cara permohonan PMDN dan PMA Investor 5 UU No. 32 tahun 2004 Pemerintahan Daerah Mengatur mengenai kewenangan daerah yang memiliki wilayah laut dalam pengelolaan sumber daya pesisir dan lautan

Pemerintah Daerah 6 UU Nomor 23 tahun 1997 Pengelolaan Lingkungan Hidup Pembangunan Nasional secara keseluruhan, termasuk sektor perikanan, harus berwawasan lingkungan Pemerintah, pembudidaya, serta pelaku usaha perikanan lainnya 7 Keppres No. 165 tahun 2000 Tugas, Fungsi dan Wewenang Departemen Perikanan dan Kelautan Mengatur kerwenangan Kementerian Kelautan Perikanan dalam memberikan izin di bidang kelautan dan perikanan, di wilayah laut di luar 12 (dua belas) mil, termasuk perairan nusantara dan dasar lautnya, serta Zona Ekonomi Eksklusif dan landas kontinen.

Kementerian Kelautan dan Perikanan

47 i Ii iii iv V 8 PP No. 25 tahun 2000 Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Provinsi sebagai daerah otonom Mengatur kewenangan Kementerian Kelautan dan Perikanan yang didukung oleh Pemerintah Daerah sebagai daerah otonom dalam menentukan kebijakan-kebijakan berkaitan dengan eksplorasi sumber daya laut Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Pemerintah Daerah 9 UU No 27 tahun 2007 Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil. Mengatur pengelolaan wilayah pesisir dan pulau- pulau kecil dalam pemanfaatan sumberdaya yang berkelanjutan serta adil. Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah serta masyarakat pesisir. 10 Keppres No 21 tahun 2007 Dewan Kelautan Indonesia

Mengatur wewenang dan tugas Dewan Kelautan Indonesia dalam memberikan pertimbangan penetapan kebijakan umum di bidang kelautan

Dewan Kelautan Indonesia

11 7/Kepmen-KP/2013 Peta Jalan (Road Map) Industrialisasi Kelautan dan Perikanan

Menjabarkan strategi, langkah operasional dan kegiatan yang akan dilaksanakan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk mendorong pelaksanaan industrialisasi kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan 12 Per.15/Men/2012 Rencana Strategis Kementerian Kelautan dan Perikanan Tahun 2010- 2014 Mengoptimalkan perencanaan pembangunan kelautan dan perikanan termasuk salah satu komoditinya yaitu rumput laut. Kementerian Kelautan dan Perikanan 13 Per.27/Men/2012 Pedoman Umum Industrialisasi Kelautan dan Perikanan mendorong percepatan pembangunan sektor kelautan dan perikanan serta dalam rangka efektivitas pelaksanaan industrialisasi kelautan dan perikanan. Salah satu potensi industrialisasi yang dituju yaitu industrialisasi rumput laut Indonesia

Kementerian Kelautan dan Perikanan

48

I ii iii iv V

14 Per.39/Men/2011 Organisasi dan Tata Kerja Loka Penelitian dan Pengembangan Budidaya Rumput Laut Mengoptimalisasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan budidaya rumput laut di bidang sumber daya, biologi, ekologi, bioteknologi, serta lingkungan, perlu membentuk Loka Penelitian dan Pengembangan Budidaya Rumput Laut; Loka Penelitian dan Pengembangan Budidaya Rumput Laut

15 Per.50/Men/2011 Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Alokasi Khusus Bidang Kelautan dan Perikanan Tahun 2012 Mendorong percepatan pembangunan daerah di bidang kelautan dan perikanan diperlukan dana alokasi khusus guna membantu membiayai kegiatan khusus bidang kelautan dan perikanan di daerah tertentu yang merupakan urusan daerah dan sesuai dengan prioritas nasional Kementerian Kelautan dan Perikanan 16 PP No 9 tahun 2013 Perusahaan Umum (Perum) Perikanan Indonesia Mendukung pembangunan nasional, sehingga perlu melakukan pengembangan usaha dengan menambah tugas dan kegiatan usaha Perusahaan Umum (Perum) Prasarana Perikanan Samudera serta mengubah namanya menjadi Perusahaan Umum (Perum) Perikanan Indonesia Perusahaan Umum (Perum) Perikanan Indonesia 17 PP No 54 tahun 2002 Usaha Perikanan Mengusahakan sumberdaya perikanan secara berdaya guna dan berhasil guna serta selalu memperhatikan kepentingan dan kelestariannya Pelaku usaha perikanan 18 PP No 60 tahun 2007 Konservasi Sumber Daya Ikan mengupayakan perlindungan, pelestarian dan pemanfaatan sumber daya ikan

Pembudidaya, produsen serta pelaku usaha perikanan

49

i Ii iii iv v

19 PER.33/MEN/2012 Petunjuk teknis penggunaan dana alokasi khususBidang kelautan dan perikanan tahun 2013 Mendorong percepatan pembangunan daerah di bidang kelautan dan perikanan diperlukan dana alokasi khusus guna membantu membiayai kegiatan khusus bidang kelautan dan perikanan di daerah tertentu yang merupakan urusan daerah dan sesuai dengan prioritas nasional

Kementerian Kelautan dan Perikanan

20 Kep 01/MEN/2002 Sistem manajemen mutu terpadu hasil perikanan

Melindungi masyarakat konsumen dari hal-hal yang merugikan dan membahayakan kesehatan, praktek-praktek yang bersifat penipuan dan pemalsuan dari produsen, membina produsen serta untuk meningkatkan daya saing produk perikanan

Pelaku usaha industri

50

Lampiran 2 Hasil output tahap estimasi model rumput laut Indonesia The SAS System

The SYSLIN Procedure

Two-Stage Least Squares Estimation

Model PRODUKSI Dependent Variable QR Label produksi rumput laut domestik Analysis of Variance

Sum of Mean

Source DF Squares Square F Value Pr > F Model 6 3.855E19 6.425E18 453.51 <.0001 Error 15 2.125E17 1.417E16

Corrected Total 21 3.876E19

Root MSE 119025421 R-Square 0.99452 Dependent Mean 894010864 Adj R-Sq 0.99232 Coeff Var 13.31364

Parameter Estimates

Parameter Standard Variable Variable DF Estimate Error t Value Pr > |t| Label Intercept 1 5.696E10 2.942E10 1.94 0.0720 Intercept

LTK 1 1286.521 1111.009 1.16 0.2650 jumlah pembudidaya rumput laut t-1 PRLD 1 9451.504 23948.48 0.39 0.6986 harga rumput laut domestik APP 1 0.003164 0.000663 4.77 0.0002 anggaran kkp

LQR 1 0.571907 0.179873 3.18 0.0062 produksi rumput laut domestik t-1

TREN 1 -2.883E7 14866473 -1.94 0.0715 pengaruh waktu PX 1 2.8971E8 1.9568E8 1.48 0.1594 harga rumput laut dunia

Durbin-Watson 2.074494 Number of Observations 22 First-Order Autocorrelation -0.06421

51 The SAS System

The SYSLIN Procedure

Two-Stage Least Squares Estimation

Model PERMINTA Dependent Variable QD Label permintaan rumput laut domestik

Analysis of Variance Sum of Mean

Source DF Squares Square F Value Pr > F Model 5 1.377E12 2.754E11 5.11 0.0055 Error 16 8.625E11 5.391E10

Corrected Total 21 2.24E12

Root MSE 232174.774 R-Square 0.61491 Dependent Mean 356886.591 Adj R-Sq 0.49457 Coeff Var 65.05562

Parameter Estimates

Parameter Standard Variable Variable DF Estimate Error t Value Pr > |t| Label Intercept 1 -1576140 924157.1 -1.71 0.1074 Intercept

LPRLD 1 8.335585 45.24316 0.18 0.8561 harga rumput laut domestik t-1 GDPID 1 172.383 181.3437 -0.95 0.3560 gdp riil perkapita Indonesia

POPID 1 0.008321 0.004856 1.71 0.1000 populasi penduduk Indonesia

LQD 1 0.049737 0.265694 0.19 0.8539 permintaan rumput laut domestik t-1 PATC 1 80147.34 37850.91 2.12 0.0500 harga karagenaan

Durbin-Watson 1.945691 Number of Observations 22 First-Order Autocorrelation 0.021654

52

The SAS System The SYSLIN Procedure

Two-Stage Least Squares Estimation

Model EKSPOR_R Dependent Variable XRF Label ekspor rumput laut ke Filipina

Analysis of Variance Sum of Mean

Source DF Squares Square F Value Pr > F Model 9 5.317E14 5.908E13 8.91 0.0004 Error 12 7.954E13 6.628E12

Corrected Total 21 6.112E14

Root MSE 2574537.88 R-Square 0.86987 Dependent Mean 4397627.14 Adj R-Sq 0.77228 Coeff Var 58.54380

Parameter Estimates

Parameter Standard Variable Variable DF Estimate Error t Value Pr > |t| Label Intercept 1 -2.378E7 19075599 -1.25 0.2364 Intercept

PRF 1 1271224 2386680 0.53 0.6040 harga rumput laut ke Filipina PCHIL 1 675848.2 1203559 0.56 0.5848 harga rumput laut Chili

ERF 1 -5.316802 4.731913 1.12 0.2832 nilai tukar rupiah terhadap peso Filipina

GDPF 1 3806.588 5254.403 0.72 0.4827 gdp riil perkapita Filipina

POPF 1 0.334859 0.224995 1.49 0.1625 populasi penduduk Filipina

TRFF 1 -170468 362421.0 -0.47 0.6465 tarif impor rumput laut Filipina LXRF 1 0.006506 0.241862 0.03 0.9790 ekspor rumput laut ke Filipina t-1 PX 1 2000161 5333647 -0.38 0.7142 harga rumput laut dunia

LPRLD 1 -880.983 491.9685 -1.79 0.0986 harga rumput laut domestik t-1

Durbin-Watson 1.976385 Number of Observations 22 First-Order Autocorrelation -0.00067

53 The SAS System

The SYSLIN Procedure

Two-Stage Least Squares Estimation

Model EKSPOR_R Dependent Variable XRC Label ekspor rumput laut ke China

Analysis of Variance Sum of Mean

Source DF Squares Square F Value Pr > F Model 10 1.344E16 1.344E15 42.60 <.0001 Error 11 3.472E14 3.156E13

Corrected Total 21 1.379E16

Root MSE 5617923.38 R-Square 0.97483 Dependent Mean 16672388.5 Adj R-Sq 0.95194 Coeff Var 33.69597

Parameter Estimates

Parameter Standard Variable Variable DF Estimate Error t Value Pr > |t| Label Intercept 1 -2.368E8 4.5856E8 -0.52 0.6158 Intercept PRC 1 3641851 12113699 0.30 0.7693 harga rumput laut Cina PCHIL 1 -3107202 3827580 -0.81 0.4341 harga rumput laut Chili

ERC 1 -6.993802 232.6729 0.03 0.9766 nilai tukar rupiah terhadap Yuan Cina GDPC 1 17099.54 7968.528 2.15 0.0550 gdp riil perkapita Cina

POPC 1 4.708472 6.103507 0.77 0.4567 populasi penduduk Cina

TRFC 1 -854696 633039.7 -1.35 0.2041 tarif impor rumput laut Cina

LXRC 1 -0.18576 0.395363 -0.47 0.6476 ekspor rumput laut ke Cina t-1

LPOPC 1 -4.55074 5.788962 -0.79 0.4484 populasi penduduk Cina t-1 PX 1 2485229 13213962 0.19 0.8542 harga rumput laut dunia PRLD 1 -954.868 1390.270 -0.69 0.5064 harga rumput laut domestik Durbin-Watson 1.754703 Number of Observations 22 First-Order Autocorrelation 0.119374

54

The SAS System The SYSLIN Procedure

Two-Stage Least Squares Estimation

Model EKSPOR_R Dependent Variable XRHK Label ekspor rumput laut ke Hongkong

Analysis of Variance Sum of Mean

Source DF Squares Square F Value Pr > F Model 10 3.698E14 3.698E13 3.89 0.0177 Error 11 1.046E14 9.506E12

Corrected Total 21 4.744E14

Root MSE 3083132.05 R-Square 0.77957 Dependent Mean 5811705.55 Adj R-Sq 0.57918 Coeff Var 53.05038

Parameter Estimates

Parameter Standard Variable Variable DF Estimate Error t Value Pr > |t| Label Intercept 1 -3.619E7 45379342 -0.80 0.4420 Intercept PRHKG 1 -982929 2388107 -0.41 0.6885 harga rumput laut Hongkong PCHIL 1 884569.0 1912203 0.46 0.6527 harga rumput laut Chili

ERHK 1 -1417.71 6702.591 -0.21 0.8364 nilai tukar rupiah terhadap dolar Hongkong

GDPHK 1 641.1579 852.1463 0.75 0.4676 gdp riil perkapita Hongkong

POPHK 1 10.86869 8.828849 1.23 0.2440 populasi penduduk Hongkong

TRFHK 1 -356024 199814.0 -1.78 0.1024 tarif impor rumput laut Hongkong LXRHK 1 0.389935 0.208630 1.87 0.0885 ekspor rumput laut ke Hongkong t-1 LGDPHK 1 -1324.48 917.7765 -1.44 0.1768 gdp riil perkapita Hongkong t-1 PX 1 -1.373E7 5106863 -2.69 0.0211 harga rumput laut dunia PRLD 1 -175.990 821.0543 -0.21 0.8342 harga rumput laut domestik Durbin-Watson 2.202761 Number of Observations 22 First-Order Autocorrelation -0.10235

55 The SAS System

The SYSLIN Procedure

Two-Stage Least Squares Estimation

Model HARGA_RU Dependent Variable PRLD Label harga rumput laut domestik

Analysis of Variance Sum of Mean

Source DF Squares Square F Value Pr > F Model 7 24269723 3467103 2.58 0.0619 Error 14 18786538 1341896

Corrected Total 21 43056262

Root MSE 1158.40217 R-Square 0.56367 Dependent Mean 2089.86689 Adj R-Sq 0.34551 Coeff Var 55.42947

Parameter Estimates

Parameter Standard Variable Variable DF Estimate Error t Value Pr > |t| Label Intercept 1 -5649.52 390326.7 -0.01 0.9887 Intercept QR 1 -6.73E-7 5.196E-7 -1.29 0.2163 produksi rumput laut domestik PX 1 331.8818 1885.524 0.18 0.8628 harga rumput laut dunia

ERUS 1 -0.00312 0.277671 -0.01 0.9912 nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika

QD 1 0.001744 0.001330 1.31 0.2108 permintaan rumput laut domestik PATC 1 219.2920 216.9627 1.01 0.3293 harga karagenaan LPRLD 1 0.495237 0.217990 2.27 0.0394 harga rumput laut domestik t-1 TREN 1 2.789105 196.0760 0.01 0.9889 pengaruh waktu

Durbin-Watson 2.060111 Number of Observations 22 First-Order Autocorrelation -0.03895

56

Lampiran 3 Hasil output tahap validasi dan simulasi model rumput laut Indonesia Statistics of fit

Mean Mean % Mean Abs Mean Abs RMS RMS %

Variable N Error Error Error % Error Error Error R-Square QR 22 11543.4 2.4659 70129725 26.8588 94554920 44.3366 0.9949 QD 22 -103.8 58.8088 166017 131.3 197999 252.2 0.6149 XRF 22 -10.1173 . 1522189 . 1946761 . 0.8636 XRC 22 45505.3 . 2864685 . 4091169 . 0.9733 XRHK 22 -1078.2 -7.8757 1693805 58.2950 2166418 116.1 0.7823 PRLD 22 -0.5636 16.0760 762.2 41.1170 1003.2 56.6801 0.4858 XRT 22 11647.2 2.5710 70175577 27.0172 94568081 44.6881 0.9949

Theil Forecast Error Statistics

MSE Decomposition Proportions

Corr Bias Reg Dist Var Covar Inequality Coef Variable N MSE (R) (UM) (UR) (UD) (US) (UC) U1 U QR 22 8.941E15 1.00 0.00 0.00 1.00 0.00 1.00 0.0591 0.0296 QD 22 3.92E10 0.78 0.00 0.00 1.00 0.12 0.88 0.4136 0.2165 XRF 22 3.79E12 0.93 0.00 0.00 1.00 0.04 0.96 0.2836 0.1448 XRC 22 1.674E13 0.99 0.00 0.00 1.00 0.01 0.99 0.1360 0.0682 XRHK 22 4.693E12 0.88 0.00 0.00 1.00 0.07 0.93 0.2912 0.1490 PRLD 22 1006406 0.70 0.00 0.00 1.00 0.14 0.86 0.3989 0.2071 XRT 22 8.943E15 1.00 0.00 0.00 1.00 0.00 1.00 0.0591 0.0296 Simulasi penurunan jumlah ekspor rumput laut sebesar 50 persen

The SAS System The SIMNLIN Procedure Simultaneous Simulation

Descriptive Statistics Actual Predicted

Variable N Obs N Mean Std Dev Mean Std Dev Label

QR 22 22 8.9401E8 1.3586E9 8.9402E8 1.3545E9 produksi rumput laut domestik QD 22 22 356887 326575 356783 256080 permintaan rumput laut domestik XRF 22 22 4397627 5395031 2198809 2506789 ekspor rumput laut ke Filipina

XRC 22 22 16672389 25626286 8358947 12664476 ekspor rumput laut ke China XRHK 22 22 5811706 4752749 2905314 2086296 ekspor rumput laut ke Hongkong

PRLD 22 22 2089.9 1431.9 2089.3 1053.5 harga rumput laut domestik XRT 22 22 8.9365E8 1.3584E9 8.9367E8 1.3543E9 ekspor rumput laut total domestik

57 Simulasi peningkatan anggaran KKP sebesar 50 persen

The SAS System The SIMNLIN Procedure Simultaneous Simulation Descriptive Statistics

Actual Predicted

Variable N Obs N Mean Std Dev Mean Std Dev Label

QR 22 22 8.9401E8 1.3586E9 1.1801E9 1.7469E9 produksi rumput laut domestik QD 22 22 356887 326575 356783 256080 permintaan rumput laut domestik XRF 22 22 4397627 5395031 4397608 5014824 ekspor rumput laut ke Filipina

XRC 22 22 16672389 25626286 16778055 25473126 ekspor rumput laut ke China XRHK 22 22 5811706 4752749 5844506 4184835 ekspor rumput laut ke Hongkong

PRLD 22 22 2089.9 1431.9 1896.8 1030.1 harga rumput laut domestik XRT 22 22 8.9365E8 1.3584E9 1.1797E9 1.7467E9 ekspor rumput laut total domestik

Dokumen terkait