• Tidak ada hasil yang ditemukan

SEKOLAH PASCASARJANA INSTITUT PERTANIAN BOGOR

MAISER SYAPUTRA

SEKOLAH PASCASARJANA INSTITUT PERTANIAN BOGOR

BOGOR 2013

DAFTAR PUSTAKA

Basuni S. 1987. Manajemen Perkembangbiakan Dalam Usaha Penangkaran Ditinjau dari Aspek Perilakunya, Media Konserv 1(4) : 11-16

BMKG. 2012. Buletin Analisis Hujan dan Indeks Kekeringan Bulan Juli 2012 dan Prakiraan Hujan Bulan September, Oktober dan November 2012. Bogor. BMKG.

Borror DJ, Triplehorn CA, Johnson NF. 1996. Pengenalan Pelajaran Serangga. Partosoedjono S, Brotowidjoyo MD, penerjemah; Yogyakarta. UGM press. Terjemahan dari: An Introduction to the Study of Insects.

Dennis RLH, Hodgson JG, Grenyer R, Shreeve TG, Roy DB. 2004. Host plants and butterfly biology. Do host-plant strategies drive butterfly status?. J Ecological Entomology. 29(1): 12–26.

Departemen Kehutanan. 2003. Potensi Kupu-kupu di Wilayah Kerja Balai KSDA Sulawesi Selatan I. Makassar. Departemen Kehutanan, Direktorat Jendral Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam.

Gold. 1980. Recreational Planning And Design. New York. Mc Graw-Hill Company

Holloway JD, JD Bradley, dan DJ Carter. 1987. Lepidoptera. Di dalam: betts CR, editor. Guide to Insects of Importance to Man. London: CAB International Institute of Entomology.

Jumar. 2000. Entomologi Pertanian. Jakarta. PT Rineka Cipta.

Kadariah L, Karlina, Gray C. 1999. Pengantar Evaluasi Proyek. Jakarta. Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Knudson DM. 1980. Outdoor Recreation. New York. Mac MillanPubl. Co.

Matsuka H. 2001. Natural History of Birdwing Butterflies. Tokyo. Matsuka Shuppan.

Peggie D, Mohammad A. 2006. Practical Guide to The Butterflies of Bogor Botanic Garden. Bogor. Bidang Zoologi Pusat Penelitian Biologi LIPI. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 1994 tentang

Perburuan satwa buru.

Pusat Penelitian Tanah. 1983. Jenis dan Macam Tanah di Indonesia untuk Keperlua survey dan Pemetaan Tanah Daerah Transmigrasi. Bogor

Rahman DF. 2003. Penggunaan model simulasi pertumbuhan populasi untuk pengelolaan kupu-kupu ekor walet. [Skripsi]. Bogor. Jurusan Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata Fakultas kehutanan-Institut Pertanian Bogor.

Robinson N, Armstea S, Bowers MD. 2012. Butterfly community ecology: the influences of habitat type, weather patterns, and dominant species in a temperate ecosystem. Entomologia Experimentalis et Applicata. J Entomologia Experimentalis et Applicata. 145(1): 50–61.

Rusfidra. 27 Juli 2006. Madu, Cendera Mata Alam Menyehatkan. Bandung. Artikel Iptek Harian Pikiran Rakyat.

Schultz CB, Franco AMA, Crone EE. 2012. Response of butterflies to structural and resource boundaries. J Animal Ecology. 81 (3): 724–734.

Sihombing DTH. 1999. Satwa Harapan I: Pengantar Ilmu dan Tehnologi Budidaya. Bogor. Pustaka Wirausaha Muda.

Simanjuntak, OFM. 2001. Kajian produksi dan tingkah laku beberapa jenis kupu-kupu yang terdapat di beberapa daerah di kabupaten bogor. [Tesis]. Bogor. Institut Pertanian Bogor.

Soehartono T, Mardiastuti A, 2003. Pelaksanaan Konvensi CITES di Indonesia. Jakarta. Japan International Coorporation Agency (JICA).

Stover RH. and NW. Simmons. 1987. Bananas 3rd, Singapore. Longmans Group, U.K. Ltd.

Suantara IN. 2000. Keragaman kupu-kupu (Lepidoptera) di taman nasional gunung halimun jawa barat. [Tesis]. Bogor. Institut Pertanian Bogor.

Sumanto. 2006. Perencanan penangkaran rusa timor (cervus timorensis de blainville) dengan sistem farming : studi kasus di penangkaran rusa kampus ipb dramaga. [Tesis]. Bogor. Institut Pertanian Bogor.

Takandjandji M. 2009. Desain penangkaran rusa timor berdasarkan analisis komponen bio-ekologi dan fisik di hutan penelitian dramaga, bogor. [Tesis]. Bogor. Institut Pertanian Bogor.

Thohari AM, Haryanto, Masy’ud B, Rinaldi D, Arief H, Djatmiko WA, Mardiah SN, Kosmaryandi N, Sudjatnika. 1991. Studi kelayakan dan perancangan tapak penangkaran rusa di BKPH Jonggol, KPH Bogor, Perum Perhutani Unit III Jawa Barat. Bogor. Kerjasama antara Direksi Perum Perhutani dengan Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor.

Takandjandji M. 2009. Desain penangkaran rusa timor berdasarkan analisis komponen bio-ekologi dan fisik di hutan penelitian dramaga, bogor. [Tesis]. Bogor. Institut Pertanian Bogor.

Winarno FG, 1982. Madu: Teknologi, Khasiat, dan Analisis. Jakarta. Ghalia Indonesia.

Ket. Zona perkantoran ( ), zona pembiakan ( ), zona wisata ( )

Lampiran 1 Desain penangkaran

Lampiran 2 Suhu kandang

Hari Tanggal Suhu (°C)/ Kelembaban (%)

(September ‘12) Pagi (07.00) Siang (12.00) Sore (17.00)

Senin 17 27/77 33/56 28/77 Selasa 18 26/84 32/61 28/77 Rabu 19 25/84 32/61 28/77 Kamis 20 25/85 29/58 27/84 Jumat 21 25/84 29/78 27/84 Sabtu 22 26/84 30/72 28/77 Minggu 23 26/84 30/72 26/84 Senin 24 26/84 30/65 26/84 Selasa 25 26/84 30/65 26/84 Rabu 26 27/77 32/66 27/77 Kamis 27 27/77 32/61 27/77 Jumat 28 26/84 30/65 28/84 Sabtu 29 26/84 30/65 28/84 Minggu 30 26/84 29/78 27/77 Senin 1 26/84 29/78 28/77 Selasa 2 27/77 32/61 26/84 Rabu 3 26/84 31/60 26/84 Kamis 4 27/77 33/56 26/84 Jumat 5 27/77 33/56 26/84 Sabtu 6 27/77 33/61 26/84 Minggu 7 26/84 30/72 27/77 Senin 8 26/84 30/72 27/84 Selasa 9 26/84 30/65 27/77 Rabu 10 26/84 29/78 28/77 Kamis 11 26/84 29/71 28/84 Jumat 12 26/84 29/71 27/84 Sabtu 13 26/84 30/65 28/77 Minggu 14 25/84 30/65 27/77 Senin 15 25/84 30/72 26/84 Selasa 16 25/84 32/61 26/84 Rabu 17 25/84 32/61 27/77 Kmis 18 26/84 33/61 26/84

Lampiran 3 Rincian biaya penangkaran

Jenis biaya Tahun ke-

0 1 2 3 4 5

A. Biaya investasi

1. Penagadaan bangunan

a. Kandang dan kelengkapan 40 000 000 0 0 0 0 0

b. Kantor 60 000 000 0 0 0 0 0

c. Mess 60 000 000 0 0 0 0 0

d. Pusat informasi 35 000 000 0 0 0 0 0

e. Bengkel kerja dan alat 25 000 000 0 0 0 0 0

f. Toko souvenir 20 000 000 0 0 0 0 0 g. Shelter 5 000 000 0 0 0 0 0 h. Gudang 10 000 000 0 0 0 0 0 I. Menara pengamat 5 000 000 0 0 0 0 0 i. Pos jaga 10 000 000 0 0 0 0 0 2. Peralatan pemeliharaan 10 000 000 0 0 0 0 0 3. Pengadaan bibit 300 000 0 0 0 0 0

4. Pengadaan tanaman pakan 20 000 000 0 0 0 0 0

5. Pembuatan taman 10 000 000 0 0 0 0 0

6. Instalasi air dan listrik 5 000 000 0 0 0 0 0

7. Pembuatan jalan setapak 5 000 000 0 0 0 0 0

8. Pembuatan pagar 15 000 000 0 0 0 0 0

9. Pembuatan papan informasi 2 000 000 0 0 0 0 0

10. Pembuatan lahan parkir 5 000 000 0 0 0 0 0

B. Biaya operasional Tahun ke- 1 2 3 4 5 B.1 Biaya tetap 1. Upah a. Petugas administrasi 14 400 000 14 400 000 14 400 000 14 400 000 14 400 000 b. Pemelihara kupu 18 000 000 18 000 000 18 000 000 18 000 000 18 000 000 c. Tukang kebun 9 600 000 9 600 000 9 600 000 9 600 000 9 600 000 2. Perawatan investasi 6 000 000 6 000 000 6 000 000 6 000 000 6 000 000 B.2 Biaya variabel

1. Listrik dan air 4 800 000 4 800 000 4 800 000 4 800 000 4 800 000 2. Pakan tambahan 1 800 000 1 800 000 1 800 000 1 800 000 1 800 000 3. produksi kerajinan a. Offset 35 532 000 35 532 000 35 532 000 35 532 000 35 532 000 b. Embedding 10 152 000 10 152 000 10 152 000 10 152 000 10 152 000 c. Laminating 4 320 000 4 320 000 4 320 000 4 320 000 4 320 000 Jumlah 104 604 000 104 604 000 104 604 000 104 604 000 104 604 000

Lampiran 4 Rincian penerimaan penangkaran

Jenis penerimaan Tahun ke-

0 1 2 3 4 5

1. Produk kerajinan

a. Offset 59 220 000 59 220 000 59 220 000 59 220 000 59 220 000 b. Gantungan kunci 16 920 000 16 920 000 16 920 000 16 920 000 16 920 000 c. Laminating 7 200 000 7 200 000 7 200 000 7 200 000 7 200 000

2. Jasa wisata pendidikan

a. Tiket masuk 0 151 200 000 151 200 000 151 200 000 151 200 000 151 200 000

Total penerimaan 0 234 540 000 234 540 000 234 540 000 234 540 000 234 540 000

Lampiran 5 Analisa finansial

Item Tahun ke-

0 1 2 3 4 5 Penerimaan 0 234 540 000 234 540 000 234 540 000 234 540 000 234 540 000

Biaya 342 300 000 104 604 000 104 604 000 104 604 000 104 604 000 104 604 000 Pendapatan bersih -342 300 000 129 936 000 129 936 000 129 936 000 129 936 000 129 936 000 Discount factor i=5% 1 0,952 0,907 0,864 0,823 0,784 PV -342 300 000 123 699 072 117 851 952 112 264 704 106 937 328 101 869 824

Analisis finansial Nilai PV positif 5 622 622 880 PV negatif -342 300 000

NPV 220 322 880

BCR 1,64

Item Tahun ke-

0 1 2 3 4 5 Pendapatan bersih -342 300 000 129 936 000 129 936 000 129 936 000 129 936 000 129 936 000

Suku bunga positif

Discount factor i=5% 1 0,952 0,907 0,864 0,823 0,784 PV -342 300 000 123 699 072 117 851 952 112 264 704 106 937 328 101 869 824 NPV positif 220 322 880

Suku bunga negatif

Discount factor 29% 1 0,775 0,601 0,466 0,361 0,28

PV -342 300 000 100 700 400 78 091 536 60 550 176 46 906 896 36 382 080 NPV negatif -46 962 048

IRR 0,31

Lampiran 6 Analisis sensitifitas

Tahun Penerimaan Tingkat inflasi (%)

14 15 16 0 0 386 799 000 390 222 000 393 645 000 1 234 540 000 118 202 520 119 248 560 120 294 600 2 234 540 000 118 202 520 119 248 560 120 294 600 3 234 540 000 118 202 520 119 248 560 120 294 600 4 234 540 000 118 202 520 119 248 560 120 294 600 5 234 540 000 118 202 520 119 248 560 120 294 600 Selisih 0 -386 799 000 -390 222 000 -393 645 000 1 116 337 480 115 291 440 114 245 400 2 116 337 480 115 291 440 114 245 400 3 116 337 480 115 291 440 114 245 400 4 116 337 480 115 291 440 114 245 400 5 116 337 480 115 291 440 114 245 400 DF 14 15 16 0 1 1 1 1 0,877 0,87 0,862 2 0,769 0,756 0,743 3 0,675 0,658 0,641 4 0,592 0,572 0,522 5 0,519 0,497 0,476 NPV 0 -386 799 000 -390 222 000 -393 645 000 1 102 027 970 100 303 553 98 479 535 2 89 463 522 87 160 329 84 884 332 3 78 527 799 75 861 768 73 231 301 4 68 871 788 65 946 704 59 636 099 5 60 379 152 57 299 846 54 380 810 NPV 12 471 231 -3 649 802 -23 032 922 BCR 1,03 0,99 0,94

Lampiran 7 Produk hasil penangkaran a. Offset kupu-kupu

b. Gantungan kunci resin

c. Kupu-kupu laminating

   

RINGKASAN

MAISER SYAPUTRA. Desain Usaha Penangkaran Kupu-Kupu di Kampus IPB Dramaga. Dibimbing oleh BURHANUDDIN MASYUD dan NOOR FARIKHAH HANEDA.

Kupu-kupu merupakan satwa yang memiliki banyak manfaat, baik dari sisi keindahan, produk kerajinan yang dihasilkan, dan juga sebagai objek daya tarik wisata. Apabila dikelola dengan baik melalui kegiatan penangkaran, maka semua manfaat tersebut dapat diperoleh, tidak hanya nilai ekonomi, keberhasilan suatu penangkaran kupu-kupu secara tidak langsung akan mengurangi tekanan terhadap satwa ini di alam.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis, membuat rancangan tapak dan pengelolaan, serta melakukan analisis kelayakan dari sisi finansial usaha penangkaran kupu-kupu. Penelitian ini dilaksanakan di Kampus IPB Dramaga selama lima bulan yaitu bulan Juli hingga November 2012, sebagai data penunjang dilakukan pengamatan di penangkaran kupu-kupu Cilember Bogor, penangkaran kupu-kupu Cihanjuang Bandung, dan penangkaran kupu-kupu Bali. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data meliputi wawancara, studi pustaka, dan pengamatan langsung.

Sebelum pembuatan rancangan tapak dan pengelolaan terlebih dahulu dilakukan analisis kesesuaian lokasi penangkaran, meliputi analisis suhu, cahaya matahari, curah hujan dan kelembapan, air, vegetasi pakan, dan keberadaan pemangsa. Hasil analisis terhadap sejumlah faktor lingkungan di lokasi pengamatan tersebut menunjukkan Kampus IPB Dramaga sesuai untuk dijadikan sebagai lokasi penangkaran kupu-kupu.

  Rancangan tapak dibuat dengan tiga sistem zonasi, meliputi zona kantor (0.37 ha), pembiakan (1.75 ha), dan wisata (2.13 ha). Hasil perhitungan daya dukung menunjukkan bahwa penangkaran mampu menghasilkan 11 138.27 gr tanaman pakan untuk menampung 924 individu kupu-kupu per satu siklus produksi. Rencana panen lestari yang disusun meliputi 60% hasil panen dilepas ke kandang kupu utama sebagai objek wisata, 28.1% dijual dalam bentuk spesimen mati (produk kerajinan), 10% untuk kegiatan restocking dan sisanya 1.9% akan dijadikan bibit.

Hasil analisis finansial usaha menunjukkan bahwa penangkaran kupu-kupu Kampus IPB Dramaga layak untuk dijalankan. Nilai NPV, BCR, IRR pada tingkat suku bunga 5% berturut-turut adalah Rp 220 322 880, 1.64, dan 31.35%, sedangkan bila dilihat dari analisis sensitivitas, usaha penangkaran kupu-kupu mampu bertahan hingga tingkat inflasi 14%.

Kata kunci: Desain penangkaran, kupu-kupu, IPB Dramaga

SUMMARY

MAISER SYAPUTRA. Design of Butterflies Breeding Business on IPB Dramaga Campus. Supervised by BURHANUDDIN MASYUD and NOOR FARIKHAH HANEDA.

The butterfly is an animal that has many benefits, both in terms of beauty, craftproducts produced, as well as an object of tourist attraction. If managed well through breeding, all these benefits can be obtained, not only economic value, the success of a breeding butterflies will indirectly reduce the pressure on these animals in the wild.

This study aims to analyze, create tread design and management, and analyze the financial feasibility of the butterfly breeding efforts. This research was conducted at the Campus IPB Dramaga for five months from July to November 2012, as the supporting data observed in Cilember Captivity Butterfly Bogor, Cihanjuang Butterfly Breeding Bandung, and Bali Butterflies Breeding. The method used in data collection include interviews, library research, and direct observations.

Before designing the site and its management to prior breeding site suitability analysis, including the analysis of temperature, sunlight, rainfall and humidity, water, vegetation feed, and the presence of predators. Results of analysis of a number of environmental factors in the location of these observations indicate IPB Campus Dramaga suitable to serve as the location of butterflies breeding.

The design of the site was made with three zoning, office Zones (0.37 ha), breeding (1.75 ha), and tourism (2.13 ha). Calculation results indicate that the captive power capacity capable of producing feed crops 11 138.27 gr to accommodate 924 individual butterflies per one production cycle. Sustainable harvest plan drawn up covering 60% of the crop is released into the butterfly enclosure as the main attraction, 28.1% is sold in the form of dead specimens (handicraft products), 10% restocking activities and remaining 1.9% will be used as seed.

The results of the financial analysis indicates that butterflies breeding Campus IPB Dramaga feasible to run. NPV, BCR and IRR is the interest rate of 5% respectively is Rp 220 322 880, 1.64, and 31.35 %, whereas when viewed from the sensitivity analysis, a butterfly breeding business can survive up to 14% inflation rate.

Keywords: Captivity design, butterflies, IPB Dramaga

Dokumen terkait