MONA LASTRI LAN
SEKOLAH PASCASARJANA INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BOGOR 2014
DAFTAR PUSTAKA
[AOAC] Association of official Analytical Chemists. 2005. Official Methods of Analysis. Washington DC (US): Association of Official Analytical Chemist. Askar S. Marlina N. 1997. Komposisi Kimia beberapa Hijauan Pakan. Bulletin
Teknik Pertanian. 2 (1): 7-11.
Ayuni N. 2005. Tatalaksana Pemeliharaan dan Pengembangan Ternak Sapi Potong Berdasarkan Sumber Daya Lahan di Kabupaten Agam, Sumatera Barat [Skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.
[BPS] Badan Pusat Statistik Kabupaten Kupang. 2011. Kupang dalam Angka. [BPS] Badan Pusat Statistik Kabupaten Kupang. 2013. Kupang dalam Angka [BPS] Badan Pusat Statistik Propinsi NTT. 2014. NTT dalam Angka.
Dahlanuddin, Yanuarianto O, Poppi DP, McLennan SR, Quigley SP. 2013. Liveweight gain and feed intake of weaned Bali cattle fed grass and tree legumes in West Nusa Tenggara, Indonesia. Anim Prod Sci. 54(7): 915-921. Djoeroemana S, Myers B, Russell-Smith J, Blyth M. Salean IET Kappa MMJ.
2007. Integrated rural development in East Nusa Tenggara, Indonesia Proceedings of workshop to identify sustainable rural livelihoods, held in Kupang, Indonesia, 5-7 April 2006. ACIAR Proceedings No.126.
[FAO] Food Agricultural Organization. 1983. The use of concentrate feeds in livestockproductionsystems.http://www.fao.org/ag/againfo/programmes/en/lea
d/toolbox/Refer/fcrpsecl. pdf. Diunggah tanggal 16 September 2014. Hartadi H, Reksohadiprojo S, Tillman AD. 2005. Tabel Komposisi Pakan untuk
Indonesia. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
Haryanto B, Djajanegara A. 1993. Pemenuhan kebutuhan zat-zat makanan ternak ruminansia kecil. Sebelas Maret University Press. Hal 192-194.
Jones RJ. 1979. The value of Leucaena leucocephala as a feed for ruminants in tropics. World Anim. Rev. No. 31. P 13-23.
Kearl LC. 1982. Nutrient requirements of ruminants in developing countries. International Feedstuffs Institute. Utah Agricultural Experiment Station. Utah State University, Logan Utah.
Lowry JB. 1982. Detoxification of leucaena by enzimatic or microbial processes. In Proc. Leucaena reasearch in the Asian-Pasific Region. IDRC, 211-e. Hal 49-54.
Manurung T. 1996. Penggunaan hijauan leguminosa pohon sebagai protein ransum sapi potong. Jurnal Ilmu Ternak danVeteriner. 1(3): 143-147.
Mastika. 2003. Feeding strategies to improve the production performance and meat quality of Bali cattle (Bos sondaicus). In “strategies to improve Bali cattle in eastern Indonesia”. (Eds. K. Entwistle, D.Lindsay) ACIAR Proceedings No. 110, 10-13.
Metzner JK. 1983 Innovations in Agriculture Incorporating Traditional Production Methods: The Case of Amarasi. Bulletin of Indonesian Economic Studies. 19: 94-105.
Metzner JK. 1981. Old in the New: Authochonous Approach toward Stabilizing an agroecosystem: The case from Amarasi (Timor). In: Applied Geography and Development. 17: 1-17.
Mudita IW, Kapa MMJ. 1987. Dampak Serangan Kutu Loncat pada Lamtoro terhadap Sistem Pemeliharaan Ternak Sapi Paron. Laporan Penelitian sub- kelompok penelitian dasar program litbang pertanian lahan kering, Kepas. Undana. Kupang.
Nell AJ, Rollinson DHL. 1974. The Requirement and Availability of Livestock Feed in Indonesia, Jakarta.
Nulik J, Hosang E, Lidjang IK. 1999. Profil dan Karakter Zona Agroekologi pada Delapan Kabupaten-Perakitan Teknologi di Nusa Tenggara Timur. Makalah Yang disampaikan pada Pertemuan Aplikasi Paket Teknologi di BPTP Naibonat Kupang, 30 September – 1 Oktober 1999.
Nulik J, Dahlanuddin, D Kana Hau, C Pakereng, RG Edison, D Liubana, SP Ara, HE Giles. 2013. Esthablisment of Leucaena leucocephala cv. Tarramba in
Eastern Indonesia. Trop. Grasslands – Forajes Tropicales. Vol 1: 111-113.
Ormeling FJ. 1955. ‘The Timor Problem: a Geographical Interpretation of an Underdeveloped Island.’ J.B. Wolters (Ed). Jakarta.
Pamungkas D, Anggraeny YN, Kusmartono, Hartutik, Quigley SP, Poppi DP. 2011. Penggunaan daun lamtoro (L.leucocephala) dalam ransum terhadap konsumsi, kecernaan, dan pertambahan bobot badan sapi bali jantan lepas sapih. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner.
Pane I. 1991. Produktivitas dan breeding sapi Bali. Proceeding Seminar Nasional Sapi Bali. Ujung Pandang. 2-3 September 1991. Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin. p: 50-69.
Panjaitan T. 2012. Performance of male Bali cattle in village system of Lombok. In “Improving smallholder and industrial livestock production for enchaging food security, environment and human welfare”. (Eds. S Koonawootrittriron, T Suwanasopee, D Jattawa, K Boonyanuwat and P Sunmun). Proceeding 15th AAAP, 26-23 Nov 2012. Bangkok, Thailand. Vol 11. 181.
Panjaitan T, Fauzan M, Dahlanuddin, Halliday MJ, Shelton HM. 2013. Growth of Bali bulls fattened with forage tree legumes in Eastern Indonesia: Leucaena leucocephala in Sumbawa. In “Improving quality of livestock products to meet and community demands”. Proceeding of the 22nd International grassland congress.
Piggin C. 2003. The Role of Leucaena in Swidden Cropping and Livestock Production in Nusa Tenggara Timur Province, Indonesia. ACIAR Proceedings No. 113.
Siregar B. 1994. Ransum Ternak Ruminansia. Jakarta (ID). Penebar Swadaya. Hal
16.
Tillman AD, Hartadi H, Reksohadiprodjo S, Prawirokusomo S, Lebdosoekojo S. 1983. Ilmu Makanan Ternak Dasar. Yogyakarta (ID): Gadjah Mada
University.
Zurahmah N. 2011. Penduga bobot badan calon pejantan sapi bali menggunakan dimensi ukuran tubuh. Bulletin peternakan Vol. 35 (3): 160-164, Oktober
LAMPIRAN
Lampiran1 Kuisioner peternak
KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL INSTITUT PERTANIAN BOGOR
DEPARTEMEN ILMU NUTRISI DAN PAKAN
Jl. Agatis Kampus IPB Dramaga, Bogor 16680 Telp./Fax. (0251) 8626213, 8628149 Web: http://intp.fapet.ac.id , Email: [email protected]
EVALUASI KETERSEDIAAN DAN PENGGUNAAN LAMTORO (LEUCAENA LEUCOCEPHALA) PADA SISTEM AMARASI DI
KABUPATEN KUPANG
Enumerator : Mona Lastri Lani (D251120121)
I. Data Umum Peternak
1. Nama :
2. Status Peternak :
3. Asal :
4. Umur :
5. Mata Pencaharian Pokok : 6. Mata Pencaharian Sampingan :
7. Pendapatan per bulan : > 500 ribu 500bu – 1 juta
> 2 juta ...
III. Panduan Pertanyaan (Wawancara Responden Peternak)
1. Apakah beternak menjadi pekerjaan tetap? (Ya/Tidak)
2. Mengapa Anda menjadi peternak? Dan mulai beternak tahun berapa? Alasan: ... 3. Apakah dengan beternak, dapat memenuhi kebutuhan keluarga terutama
dalam hal konsumsi?
4. Jumlah tenaga kerja yang ikut serta dalam memelihara ternak : a. Dari dalam keluarga ... orang
b. Dari luar keluarga ... orang 5. Berapa lama ternak digembalakan?
IV. Panduan Pertanyaan
a. Keterangan Tentang Ternak
N No Nama ternak No. Ear tag Tanggal lahir Berat lahir Umur Lama diternakkan
b. Manajemen Peternakan dan Kesehatan Hewan
1. Sistem pemeliharaan : kandang individual/campur dengan sesama anak. 2. Sistem pemeliharaan : (pilih salah satu)
a. Selalu dikandangkan (sistem intensif)
b. Dikandangan dan digembalakan (sistem semi intensif) c. Digembalakan (sistem ekstensif)
3. Berapa kali pemberian pakan terhadap ternak? 4. Pemberian pakan :
a. Pakan Hijauan :
Jenis hijauan diberikan pada ternak : ...
Waktu memberikan pakan hijauan : ...
1. Setiap pagi hari ...kg 2. Setiap siang hari ...kg 3. Setiap sore hari ...kg b. Pakan hijauan biasanya diperoleh dari :
(budidaya sendiri/mengarit dari tenpat lain/membeli) c. Nama lokal hijauanpakan ternak : ... d. Bila budidaya sendiri, biasanya dilakukan di :
1. Lahan kosong yang tidak diusahakan untuk pertanian 2. Pekarangan rumah
3. Pinggir jalan 4. Galengan sawah
5. Lainnya ... e. Alat yang digunakan dalam mendapatkan (menyediakan) hijauan
pakan? ... f. Berapa jauh jarak pengambilan Hijauan Pakan Ternak dari
rumah? ... g. Berapa jauh jarak rumah dengan kandang? ... h. Alat angkut untuk membawa hijauan pakan ternak ke kandang
(ada/tidak), bila ada yaitu... i. Bila diperoleh dengan cara membeli harganya :
1. Legum : Rp ... /kg 2. Rumput : Rp ... /kg
j. Apakah musim mempengaruhi penyediaan hijauan pakan? (Ya/Tidak)
k. Adakah kesulitan dalam memperoleh hijauan pakan dimusim kemarau?(Ya/Tidak)
Alasannya... Solusinya ... l. Konsentrat diberikan/tidak diberikan : banyaknya ... /kg m. Pakan konsentrat :
n. Mana yang diberikan terlebih dahulu? (hijauan/konsentrat) o. Apakah sumber air memadai atau tidak ?
p. Apakah ternak anda pernah sakit ? (Ya/Tidak) Jika ya, yaitu : ... q. Apakah ternak anda pernah divaksin? (Ya/Tidak) Jika ya,
yaitu : ...
r. Adakah kendala lain yang sering dialami dalam memelihara ternak? (Ya/Tidak) jika ya, yaitu : ...
Lampiran 2 Hasil wawancara responden Desa Oesena No Nama Peternak Umur Pendidikan
Jenis
Kelamin Pekerjaan Pendapatan perbulan
∑ Kepemilikkan
Ternak Jenis Ternak
Sistem Pemeliharaan Tahun mulai beternak Jenis hijauan Berat hijauan/hari Waktu pemberian pakan Jarak kandang dr rumah Jumlah Tenaga Kerja 1 Kostantinus Mnir 38 SMA Laki-Laki Petani Rp. 500.000 6 betina Sapi bali semi intensif 2005 Lamtoro 50 kg pagi dan sore ± 1 km 1 orang 2 Habel Ora 54 SD Laki-Laki Petani Rp. 500.000 6 betina Sapi bali semi intensif 1984 Lamtoro 60 kg pagi dan sore 3 - 4 km 4 orang 3 Samuel Arasi 50 SD Laki-Laki Petani Rp. 500.000 1 betina, 4 jantan Sapi bali semi intensif 1980 Lamtoro 60 kg pagi dan sore 3 km 3 orang 4 Zadrak Tabe 73 SD Laki-Laki Petani Rp. 500.000 - 1.000.000 1 jantan Sapi bali semi intensif 1960 Lamtoro 50 kg pagi dan sore Belakang Rumah 1 orang 5 Arnolus Bani 49 SD Laki-Laki Petani Rp. 500.000 - 1.000.000 1 jantan, 2 betina Sapi bali semi intensif 1994 Lamtoro 50 kg pagi dan sore Belakang Rumah 2 orang 6 Ruth Ashone 43 SD Perempuan Petani Rp. 500.000 2 jantan, 1 betina Sapi bali semi intensif 1997 Lamtoro 70 kg pagi dan sore 1 km 1 orang 7 Benyamin Rini 67 SMP Laki-Laki Petani Rp. 500.000 1 jantan, 2 betina Sapi bali semi intensif 1970 Lamtoro 60 kg pagi dan sore Belakang Rumah 1 orang 8 Kefas Kaferius Bani 42 SMA Laki-Laki Petani Rp. 500.000 - 1.000.000 1 betina Sapi bali semi intensif 2006 Lamtoro 50 kg pagi dan sore 1 km 1 orang 9 Betuel Rini 49 SD Laki-Laki Petani Rp. 500.000 - 1.000.000 2 betina, 2 jantan Sapi bali semi intensif 1993 Lamtoro 100 kg pagi dan sore 1 km 2 orang 10 Tedisius Masneno 47 SMP Laki-Laki Petani Rp. 500.000 2 betina, 2 jantan Sapi bali semi intensif 2009 Lamtoro 40 kg pagi dan sore ± 1,5 km 1 orang 11 Ismail Rini 52 SMP Laki-Laki Petani Rp. 2.000.000 3 betina, 3 jantan Sapi bali semi intensif 1995 Lamtoro 60 kg pagi dan sore ± 1,5 km 2 orang 12 Yohanis Bani 33 SD Laki-Laki Petani Rp. 500.000 1 jantan, 1 betani Sapi bali semi intensif 2000 Lamtoro 60 kg pagi dan sore Belakang Rumah 1 orang 13 Melianus Bani 53 SMA Laki-Laki Petani Rp. 500.000 1 jantan, 1 betani Sapi bali semi intensif 1994 Lamtoro 60 kg pagi dan sore 1 km 1 orang 14 Obaja Tabe 44 SMP Laki-Laki Petani Rp. 500.000 2 jantan, 3 betina Sapi bali semi intensif 1994 Lamtoro 60 kg pagi dan sore 1 km 1 orang 15 Nahasu Mnir 42 SD Laki-Laki Petani Rp. 500.000 2 jantan, 1 betina Sapi bali semi intensif 1999 Lamtoro 60 kg pagi dan sore 2 km 1 orang 16 Agustinus Masneno 49 SD Laki-Laki Petani Rp. 500.000 2 betina Sapi bali semi intensif 1989 Lamtoro 60 kg pagi dan sore 1,5 km 2 orang 17 Harun Eduard Ora 49 SMA Laki-Laki Petani Rp. 500.000 1 jantan, 3 betina Sapi bali semi intensif 1993 Lamtoro 50 kg pagi dan sore 2 km 2 orang 18 Oktofianus Mnir 63 SMP Laki-Laki Petani Rp. 500.000 - 1.000.000 4 betina, 1 jantan Sapi bali semi intensif 1976 Lamtoro 60 kg pagi dan sore 1,5 km 2 orang 19 Demas Raemnati 41 SD Laki-Laki Petani Rp. 500.000 1 betina Sapi bali semi intensif 1991 Lamtoro 40 kg pagi dan sore 1,5 km 1 orang 20 Hosea Mnir 50 SMA Laki-Laki Petani Rp. 500.000 2 betina, 1 jantan Sapi bali semi intensif 1996 Lamtoro 60 kg pagi dan sore 2 km 2 orang 21 Thomas masneno 32 SMA Laki-Laki Petani Rp. 500.000 7 betina Sapi bali semi intensif 1989 Lamtoro 60 kg pagi dan sore 1 km 1 orang 22 Niklon E. Tofas 50 SMA Laki-Laki Petani Rp. 500.000 - 1.000.000 2 betina, 1 jantan Sapi bali semi intensif 1990 Lamtoro 60 kg pagi dan sore 1 km 1 orang 23 Thobias Abineno 50 SMP Laki-Laki Petani Rp. 500.000 - 1.000.000 2 jantan, 1 betina Sapi bali semi intensif 1982 Lamtoro 50 kg pagi dan sore 250 m 1 orang 24 Anderias Masneno 50 SMP Laki-Laki Petani Rp. 500.000 2 jantan, 3 betina Sapi bali semi intensif 1975 Lamtoro 50 kg pagi dan sore 3 - 4 km 2 orang 25 Christian Ora 66 SD Laki-Laki Petani Rp. 500.000 2 betina Sapi bali semi intensif 1960 Lamtoro 60 kg pagi dan sore 3 - 4 km 4 orang 26 Nikanor Ashone 64 SD Laki-Laki Petani Rp. 500.000 2 jantan, 2 betina Sapi bali semi intensif 1970 Lamtoro 60 kg pagi dan sore 1,5 km 3 orang 27 Bezalial Mnir 34 SMA Laki-Laki Petani Rp. 500.000 9 jantan Sapi bali semi intensif 2001 Lamtoro 60 kg pagi dan sore 2 km 2 orang 28 Yermias Y. Ora 59 SMP Laki-Laki Petani Rp. 2.000.000 6 betina Sapi bali semi intensif 1966 Lamtoro 60 kg pagi dan sore 3 km 1 orang 29 Sefnat Mnir 42 SMA Laki-Laki Petani Rp. 500.000 2 betina Sapi bali semi intensif 1999 Lamtoro 60 kg pagi dan sore 2 km 2 orang 30 Yahya A. Tofas 55 SMA Laki-Laki Petani Rp. 500.000 7 betina Sapi bali semi intensif 1978 Lamtoro 60 kg pagi dan sore 500 m 1 orang 31 Ezar Mnir 39 SMP Laki-Laki Petani Rp. 500.000 4 jantan Sapi bali semi intensif 2010 Lamtoro 50 kg pagi dan sore 2 km 1 orang 32 Jefri Honim 37 S1 Laki-Laki Petani Rp. 500.000 - 1.000.000 2 betina, 3 jantan Sapi bali semi intensif 2010 Lamtoro 100 kg pagi dan sore 2 km 1 orang 33 Filmon Boymau 38 SD Laki-Laki Petani Rp. 500.000 1 jantan, 4 betina Sapi bali semi intensif 2008 Lamtoro 100 kg pagi dan sore 3 - 4 km 1 orang 34 Eliazar Babis 60 SD Laki-Laki Petani Rp. 500.000 1 jantan Sapi bali semi intensif 1973 Lamtoro 100 kg pagi dan sore 2 km 1 orang 35 Lazarus Ton 50 SD Laki-Laki Petani Rp. 500.000 5 betina Sapi bali semi intensif 1976 Lamtoro 100 kg pagi dan sore 3 km 3 orang 36 Pinehas Boymau 43 SMP Laki-Laki Petani Rp. 500.000 - 1.000.000 2 betina Sapi bali semi intensif 1991 Lamtoro 90 kg pagi dan sore Belakang Rumah 2 orang 37 Fredik Geo 43 SD Laki-Laki Petani Rp. 500.000 - 1.000.000 2 betina Sapi bali semi intensif 1996 Lamtoro 100 kg pagi dan sore 300 m 3 orang 38 Onysimus Ton 30 SMA Laki-Laki Petani Rp. 500.000 1 jantan, 4 betina Sapi bali semi intensif 1995 Lamtoro 90 kg pagi dan sore 2 km 2 orang
39 Maksen Ton 45 SMA Laki-Laki Petani Rp. 500.000 - 1.000.000 1 jantan Sapi bali semi intensif 1990 Lamtoro 75 kg pagi dan sore Belakang Rumah 1 orang 40 Melkisedek Boymau 47 SMP Laki-Laki Petani Rp. 500.000 1 \jantan Sapi bali semi intensif 1980 Lamtoro 50 kg pagi dan sore 300 m 2 orang
41 Anderias Ton 58 SMA Laki-Laki
Pensiunan
PNS Rp. 2.000.000 1 Jantan Sapi bali semi intensif 1967 Lamtoro 50 kg pagi dan sore Belakang Rumah 1 orang
Lampiran 3 Hasil wawancara resnponden Desa Merbaun No Nama Peternak Umur Pendidikan
Jenis
Kelamin Pekerjaan Pendapatan perbulan
∑ Kepemilikkan
ternak Jenis Ternak
Sistem Pemeliharaan Tahun mulai beternak Jenis hijauan Berat hijauan/hari Waktu pemberian pakan Jarak kandang dr rumah Jumlah Tenaga Kerja 1 Yendri Y. Bureni 29 SMP Laki-Laki Petani Rp. 500.000 3 betina Sapi bali semi intensif 2005 Lamtoro 100 kg pagi dan sore Belakang Rumah 1 orang 2 Nahum Matta 47 SD Laki-Laki Petani Rp. 500.000 7 jantan Sapi bali semi intensif 1988 Lamtoro 80 kg pagi dan sore ± 2 km 2 orang 3 Naema Takoy 48 SD Perempuan Petani Rp. 500.000 3 jantan Sapi bali semi intensif 2010 Lamtoro 60 kg pagi dan sore Belakang Rumah 1 orang 4 Timotius Nounay 55 S1 Laki-Laki Guru Rp. 2.000.000 3 jantan, 4 betina Sapi bali semi intensif 1988 Lamtoro 120 kg pagi dan sore Belakang Rumah 3 orang 5 Marthen Natumnea 37 SMA Laki-Laki Petani Rp. 500.000 9 jantan Sapi bali semi intensif 2000 Lamtoro 100 kg pagi dan sore ± 3 km 2 orang 6 Marthen Takoy 50 SD Laki-Laki Petani Rp. 500.000 1 jantan, 1 betina Sapi bali semi intensif 1987 Lamtoro 40 kg pagi dan sore 500 m 2 orang 7 Dominggus Tae 20 SMA Laki-Laki Petani Rp. 500.000 2 jantan Sapi bali semi intensif 2008 Lamtoro 40 kg pagi dan sore ± 2 km 1 orang 8 Marten Bureni 52 SD Laki-Laki Petani Rp. 500.000 1 jantan, 2 betina Sapi bali semi intensif 1987 Lamtoro 60 kg pagi dan sore 1,5 km 2 orang 9 Abdon Bureni 37 SD Laki-Laki Petani Rp. 500.000 11 jantan Sapi bali semi intensif 2008 Lamtoro 300 kg pagi dan sore ± 3 km 1 orang 10 Yostemer Foni 41 SMP Laki-Laki Petani Rp. 500.000 12 jantan Sapi bali semi intensif 1997 Lamtoro 300 kg pagi dan sore ± 3 km 2 orang 11 Otniel Nepa Takoy 48 SMP Laki-Laki Petani Rp. 500.000 3 jantan Sapi bali semi intensif 1992 Lamtoro 60 kg pagi dan sore ± 3 km 2 orang 12 Rudolf Matta 40 SD Laki-Laki Petani Rp. 500.000 - 1.000.000 6 jantan Sapi bali semi intensif 2004 Lamtoro 180 kg pagi dan sore Belakang Rumah 2 orang 13 Jhonson Natumnea 37 SMP Laki-Laki Petani Rp. 500.000 - 1.000.000 3 jantan Sapi bali semi intensif 1998 Lamtoro 80 kg pagi dan sore Belakang Rumah 2 orang 14 Agustinus Matta 36 SD Laki-Laki Petani Rp. 500.000 - 1.000.000 6 jantan Sapi bali semi intensif 2004 Lamtoro 120 kg pagi dan sore ± 1 km 2 orang 15 Yonas Takoy 46 SD Laki-Laki Petani Rp. 500.000 5 jantan Sapi bali semi intensif 2007 Lamtoro 80 kg pagi dan sore Belakang Rumah 2 orang 16 Marten Takoy 41 SD Laki-Laki Petani Rp. 500.000 - 1.000.000 2 jantan Sapi bali semi intensif 1982 Lamtoro 60 kg pagi dan sore Belakang Rumah 1 orang 17 Yulius Poai 51 SD Laki-Laki Petani Rp. 500.000 2 jantan, 1 betina Sapi bali semi intensif 1994 Lamtoro 100 kg pagi dan sore ± 2 km 2 orang 18 Namuel Matta 42 SD Laki-Laki Petani Rp. 500.000 6 jantan Sapi bali semi intensif 1998 Lamtoro 200 kg pagi dan sore ± 2 km 2 orang 19 Yabes Takoy 39 SD Laki-Laki Petan Rp. 500.000 5 jantan Sapi bali semi intensif 1974 Lamtoro 100 kg pagi dan sore ± 1 km 2 orang 20 Piter Natumnea 48 SD Laki-Laki Petani Rp. 500.000 2 jantan Sapi bali semi intensif 1992 Lamtoro 50 kg pagi dan sore ± 3 km 2 orang 21 Yohanis Bureni 50 SD Laki-Laki Petani Rp. 500.000 2 jantan Sapi bali semi intensif 1991 Lamtoro 40 kg pagi dan sore Belakang Rumah 2 orang 22 David Takoy 49 SD Laki-Laki Petani Rp. 500.000 4 betina, 3 jantan Sapi bali semi intensif 1986 Lamtoro 120 kg pagi dan sore ± 500 m 2 orang 23 Otniel Takoy 54 SD Laki-Laki Petani Rp. 500.000 - 1.000.000 9 jantan Sapi bali semi intensif 1973 Lamtoro 120 kg pagi dan sore ± 1 km 2 orang 24 Oktofianus Matta 43 SMP Laki-Laki Petani Rp. 500.000 1 betina, 4 jantan Sapi bali semi intensif 1993 Lamtoro 100 kg pagi dan sore Belakang Rumah 5 orang 25 Aprianus Takoy 44 SD Laki-Laki Petani Rp. 500.000 3 jantan Sapi bali semi intensif 1994 Lamtoro 40kg pagi dan sore 500 m 1 orang 26 Jonson A. Boenga 45 SMA Laki-Laki Petani Rp. 500.000 3 betina Sapi bali semi intensif 2002 Lamtoro 60 kg pagi dan sore ± 800 m 2 orang 27 Fredik Poai 36 SMP Laki-Laki Petani Rp. 500.000 5 jantan Sapi bali semi intensif 2002 Lamtoro 80 kg pagi dan sore Belakang Rumah 2 orang 28 Israel Takoy 37 SMA Laki-Laki Petani Rp. 500.000 - 1.000.000 8 jantan Sapi bali semi intensif 1999 Lamtoro 100 kg pagi dan sore 500 m 1 orang 29 Yonathan L. Matta 53 SMA Laki-Laki Petani Rp. 2.000.000 6 jantan Sapi bali semi intensif 1983 Lamtoro 80 kg pagi dan sore Belakang Rumah 1 orang 30 F Natumnea 57 SD Laki-Laki Peternak Rp. 500.000 - 1.000.000 2 betina, 8 Jantan Sapi bali semi intensif 1985 Lamtoro 100 kg pagi dan sore Belakang Rumah 1 orang 31 Musa Nepa Takoy 43 SD Laki-Laki Peternak Rp. 500.000 1 betina, 9 jantan Sapi bali semi intensif 1997 Lamtoro 80 kg pagi dan sore Belakang Rumah 3 orang 32 Yehezkiel. B 42 SMP Laki-Laki Peternak Rp. 2.000.000 2 betina, 1 jantan Sapi bali semi intensif 1993 Lamtoro 40 kg pagi dan sore ± 3 km 2 orang
33 Yoksan Takoy 37 SD Laki-Laki Peternak Rp. 500.000 2 jantan, 1 betina Sapi bali semi intensif 1999 Lamtoro 40 kg pagi dan sore Belakang Rumah 2 orang 34 Rehuel Takoy 41 SMP Laki-Laki Peternak Rp. 500.000 2 jantan Sapi bali semi intensif 1997 Lamtoro 40 kg pagi dan sore Belakang Rumah 1 orang 35 Melkias Boymau 43 SMP Laki-Laki Petani Rp. 500.000 2 jantan Sapi bali semi intensif 1993 Lamtoro 60 kg pagi dan sore ± 3 km 1 orang
Lampiran 4 Data penimbangan konsumsi lamtoro di Desa Oesena
Lampiran 5 Data penimbangan konsumsi lamtoro di Desa Merbaun Nama Peternak
Jumlah Ternak
(e) Berat Pakan Segar (kg/hr) Berat Pakan Sisa (kg/hr)
1 2 3 4 5 6 7 1 2 3 4 5 6 7 Yonatan Matta 4 84 81 79 83 75 69 77.8 16.8 18 13.7 10.3 7 12.8 12 Oktofianus Matta 3 60 62.5 61 63 58 57.3 61 13 17 14.5 18.6 12.6 13 10.9 Jhonisius Matta 3 70 62 65 58 51.6 54 63.7 18 14.3 15.7 10 11 12 16 Melianus 1 20.3 32.3 23.4 25 37.8 20 18 9.3 10.6 9 8.5 11 8 6.5 Nama Peternak Jumlah Ternak
(e) Berat Pakan Segar (kg hr-1) Berat Pakan Sisa (kg hr-1)
1 2 3 4 5 6 7 1 2 3 4 5 6 7 M.E Tofas 2 41.8 50 61 55 53 53 49 12 18 20.6 17.9 18 15.7 13.1 Okto Mnir 1 35 37.5 24 24.7 25 29.9 40 9.5 11.5 7.7 8.9 8.3 10.6 13 Yermias Ora 1 37 32 33 30.5 22.7 27 33.2 12.3 13.6 14.5 8 7.4 9 8.6 Onisimus Ora 1 30.4 27.5 29 36 29.5 33 37 11.8 9 11.7 15 10.4 13 14.6 Gabriel Mnir 2 27.6 33.6 37.4 40.7 31.6 32.5 42.4 6.3 9.2 10.7 13 9 11.6 13.3 Rahab 1 21.1 18.3 36.7 28 25.7 44.5 35.4 7.9 7.7 11 9.9 8.1 13.8 9 Maxem Ton 1 20 18 15.5 15.8 16.7 17 28 6 5.3 3.8 5.9 5.5 4.3 5.1 Anderia Tones 1 19 21 29 18.7 16 18 25 3.9 4.2 10.4 3.3 4.8 4 6.7 Filmon Boymau 1 35 21.5 34 20 15.3 24 11 10 7 7 5.8 5 7.8 3.8 Joni 1 15.3 18.1 15 19.5 13.2 13.9 21 5 4.3 4 5.9 2.9 4.2 8 Arnolus Bani 1 27 21 18 20 18 23 25.5 7.8 6.8 5 7 4.5 6.3 6 Zadrak 1 19 10 12.5 13 16 18 11.7 4.5 2.3 3.2 4.4 3.2 5 2 Kostan Rini 1 18.7 22.5 25 21 25 24 27 5 6.3 7.1 6.9 6 7 5.9 Benyamin Rini 1 12 14 13 18 13.3 15 12.3 2 3.5 3.1 4.8 3 2.5 3 Atri 1 17 19.2 19 12.3 11.4 14.5 18 4 5 5.2 2 2.6 3.3 4.7 23
Eka Matta 1 18.1 10.5 18.5 19.5 24.2 23 26.5 7 4.8 8 7.5 9.6 9 11 Musa Takoy 1 29 36.3 30 42 43.4 24 38.3 10.6 13 11 17.8 18 10.4 13 Fredik Puay 2 40 38.9 41 43 37 35 40.6 8 7 9 10 6.5 6 8.9 Naema 1 23.5 19.5 24.9 41.6 44.3 30.4 24.1 11 8.9 10 18 20.5 12 9 Yonas 2 42 43.5 39 45 40 38 41 7.8 6.7 10.3 7 11 6.5 6.9 Yanto Natumnea 2 37 52.5 54.5 78.2 50.5 87.6 92.6 9.8 18 19.7 33 21.7 38 43 Jhonson Natumnea 1 23 25 28.7 27 25.7 42 36.2 12 10 9.9 12.6 8.9 15 14.6 Aldo Matta 1 17 11 18 20 10.5 10 12.8 7.4 6.9 7.3 9.5 3.8 4.6 5.7 Ridolf Matta 2 45 38.9 42.5 41 43.7 40 38.9 7.8 6.7 10.3 7 11 6.5 6.9 Israel Takoy 3 68.7 91 78 50.5 65 78 67.8 28.3 39.6 32.3 23.1 29 34 27 Agustinus Matta 2 47 52 45 38.6 43.4 50 47 17.8 25.3 15.7 18.9 17.8 20.6 15.8
Nama Peternak Lingkar Dada Oesena (cm/e/mg) Minggu 1 2 3 4 5 6 7 8 M. E Tofas 150 150.2 153 157 155 156 160 162 145 145 147 150 152 154 155 157 Okto Mnir 144 144 147 150 152 155 157 159 Yermias Ora 150 151 155 156 158 161 162 165 Onisimus Ora 172 174 177 179 180 173 174 178 Gabriel Mnir 132.2 134 136 140 143 145 145 147 159.5 162.3 165 166 169 170 173 175 Rahab 150 152 157 160 163 151 152 155 Maxem Ton 158 158.5 160 161 165 167 170 172 Anderias Ton 170 172.3 175 176 171 171 173 174 Filmon Boymau 155 159 161 163 163 165 167 168 Joni 141 143 146 150 152 155 156 157 Arnolus Bani 138 138 140 142 145 145 148 152 Zadrak 155 150 151 152.5 155 155.7 159 160 Kostan 185 185 187 180 181 182 182 185 Benyamin Rini 158 158 159 161.2 156 156 158 160 Atri 165 165 167.5 160 160.4 162 163 165 Lampiran 7 Pengukuran lingkar dada sapi bali di Desa Merbaun
Nama Peternak Lingkar Dada Merbaun (cm/e/mg)
Minggu 1 2 3 4 5 6 7 8 Yonatan Matta 156 157 157 153 154 155 157.3 159 150 151.2 152.4 154 156 157.7 159 161 150 151 151.6 153.4 155 157 158 159.6 146 146 147 141 141 143 144.2 146 Oktofianus Matta 145 146 143 144.5 147 148 150 152 150 150.5 152 153 155.4 157 157.7 159 150 146 146 147 150 152 155 156 Jhonisius Matta 150 151 145 145.6 147 148 150 151 175 170 170.7 171 173 174 175 176 150 150.2 151 153 155 155.9 162 165 Melianus 118 120 122 125 127 130 134 139 Eka Matta 121 124 125 128 131 127 130 133 Musa Takoy 121 122 125 127 130 133 135 137 Fredik Puay 145 145 147 149 153 145 146 147 141 143 144 147 150 146 150 153 Naema 129 130 126 128 132 133 137 138 123 125 127 130 134 136 140 142 Yonas 127 127 129 130 132 135 136 138 136 136 138 135 137 140 145 147 Yanto Natumnea 132 132 135 137 140 142 145 146 133 135 136 139 140 142 144 146 Jhonson Natumnea 102 104 105 109 111 115 118 122 Aldo Matta 157 157 159 162 163 167 162 164 Ridolf Matta 154 155 157 159 163 164 165 168 145 145 148 149 152 153 157 158 Israel Takoy 150 150 152 155 157 158 153 154 146 147 149 152 153 155 157 158 144 145 146 148 151 153 157 158 Agustinus Matta 137 137 139 142 145 146 147 150
RINGKASAN
MONA LASTRI LANI. Evaluasi Ketersediaan dan Penggunaan Lamtoro (Leucaena leucocephala) untuk sapi bali pada Sistem Amarasi di Kabupaten
Kupang. Dibimbing oleh LUKI ABDULLAH dan RUDY PRIYANTO.
Sistem Amarasi adalah suatu sistem kerjasama antara peternak dan investor untuk penggemukan sapi bali dengan pemberian pakan berbasis
Leucaena leucocephala pada musim kemarau di wilayah Amarasi. Penelitian ini
bertujuan untuk mengevaluasi ketersediaan dan penggunaan hijauan pakan sapi bali pada sistem Amarasi di lahan kering.
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan Desember 2013 di Desa Oesena dan Desa Merbaun. Metode yang digunakan adalah survey lapang untuk mengidentifikasi hijauan pakan ternak yang terdapat di kandang, mengetahui tingkat konsumsi pakan ternak, besarnya kapasitas tampung dari kedua desa dan pertambahan bobot badan sapi bali. Data yang diperolah dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan kondisi yang ada dilapangan. Uji t digunakan untuk membandingkan nilai bobot badan dan konsumsi dari kedua desa.
Hasil penelitian menunjukkan konsumsi bahan kering hijauan lamtoro tidak memenuhi kebutuhan ternak. Selain itu kapasitas tampung dari kebun lamtoro rendah. Rataan pertambahan bobot badan harian sapi bali tidak berbeda yaitu Desa Oesena 0.76 kg hr-1 dan Desa Merbaun 0.74 kg hr-1. Tingginya pertambahan bobot badan harian sapi bali diikuti dengan tingginya kandungan nutrien yaitu protein kasar dan TDN dari hijauan lamtoro di kedua Desa. Dari hasil studi dapat disimpulkan penggemukan sapi bali menggunakan sistem amarasi memberikan dampak positif bagi performa ternak.
SUMMARY
MONA LASTRI LANI. Evaluation of Availability and Utilization of Leucaena Forage (Leucaena leucocephala) for Bali Cattle Feeding on Amarasi System in
Kupang Regency West Timor. Supervised by LUKI ABDULLAH and RUDY PRIYANTO.
Amarasi system is a sharing system between farmer and investor in cattle fattening based on full Leucaena leucocephala feeding especially developed
during on dry season in Amarasi region. This study aims to evaluate the availability and utilisation of leucaena forage for bali cattle feeding on Amarasi system in dry land area.