• Tidak ada hasil yang ditemukan

BOGOR

2011

DAFTAR PUSTAKA

Achadi, 2007. Gizi Ibu dan Kesehatan Reproduksi : Gizi dan Kesehatan Masyarakat. Dep. Gizi dan Kesehatan Masyarakat FKM UI. Devisi Buku Perguruan Tinggi, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta

Adebisi, Omoniyi and Gregory Stayhorn. 2005. Anemia in Pregnancy and Race in the United States:Blacks at Risk.Health Services Research journal: volume 37 no. 9, . 655-662, Oktober 2005.

Akhmadi, A. 2003. Determinan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil di Kecamatan Mijen Kabupaten Demak. Tesis. Universitas Diponegoro Semarang. . Almatsier, S. 2009. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. PT. Gramedia Pustaka Utama,

Jakarta

Aminah, 2002. Analisis Faktor Risiko Kejadian anemia Pada Ibu Hamil Di Rumah Sakit Ibu dan Anak Siti Fatimah. Tesis Program Pascasarjana FKM Universitas Hasanuddin, Makassar.

Amiruddin dan Wahyuddin. 2004. Studi Kasus Kontrol Faktor Biomedis Terhadap Kejadian Anemia Ibu Hamil di Puskesmas Mantimurung Maros (Laporan). FKM Universitas Hasanuddin, Makassar

Arisman, MB. 2003. Gizi Dalam Daur Kehidupan. Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta.

Balitbang Depkes RI. 2002. Laporan SKRT 2001, Studi Kesehatan Ibu dan Anak, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Depkes RI. Jakarta. Beard, J.L, 2000. Effectiveness and Strategies of Iron Supplementation during

Pregnancy. Am. Journal of Clinical Nutrition. 71 (suppl): 1288S-94S.

Berdainer, C. 1988. Advanced Nutrition Micronutrients. CRC Pres: 188-189

Brabin B. J ; Ginny M ; Sapau J ; Galme K and Paino J. Consequences of maternal anemia on outcome of pregnancy in malaria endemic area in Papua New Guinea. Ann. Trop. Med. Parasitol. 1990 (84) : 11-12.

Breyman, 2005. Management of Iron-Deficiency Anemia in Pregnancyand the Postpartum , ITO text book.

Buana A, 2004. Status Anemia Ibu Hamil dan Hubungannya dengan Bebepa Faktor di Kecamatan Abung Surakarta Kabupaten Lampung Utara Tahun 2004. Tesis FKM UI, Depok

Depkes RI. 2001. Program Penanggulangan Anemia Gizi pada Wanita Usia Subur (WUS); (Safe Motherhood Project : A Partnership and Family Approach). Direktorat Gizi Masyarakat, Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat Depkes, Jakarta

2003a. Direktorat Gizi Masyarakat. Masalah Gizi dan Penanggulangan Anemia di Indonesia. Pedoman Kerja Puskesmas. Jakarta.

2003b. Direktorat Gizi Masyarakat. Program Penanggulangan Anemia Gizi pada Wanita Usia Subur (WUS). Jakarta.

2005. Buku Acuan Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta.

2007a. Pedoman Teknis Pemeriksaan Parasit Malaria. Direktorat Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang Direktorat Jenderal PP dan PL. Jakarta

2007b. Pedoman Pengendalian Cacing. Direktorat Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang Direktorat Jenderal PP dan PL. Jakarta 2008. Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat. Dirjen Bina

Gizi Masyarakat. Gizi dalam Angka s/d 2007. Jakarta

Dinas Kesehatan Prov. Sultra. 2007. Profil Kesehatan Sulawesi Tenggara tahun 2006

2010. Profil Kesehatan Sulawesi Tenggara tahun 2009. 2011. Profil Kesehatan Sulawesi Tenggara Tahun 2010.

Farida, Ida. 2007. Determinan Kejadian Anemia pada Remaja Putri di Kec. Gebog Kab. Kudus. (Tesis) Program Pascasarjana Universitas Diponegoro. Semarang.

Fauzi, M. 2002. Peran Cakupan Suplemen Tablet Tambah Darah (Fe3) Ibu Hamil dan Faktor Lain terhadap Kadar Hb Ibu Hamil Trimester III di Kabupaten Donggala Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2001. Tesis, FKM UI, Depok. Fleming A. F ; Harriso K. A : Briggs N. D. Anemia in Young Primigravidae in the

Guinea Savanna of Nigeria : Sickle cell trait gives partial protection againts Malaria. Ann. Trop. Med. Parasitol. 1984. (78) 395-404

Gomez, Lidia. 2004. Hubungan Malaria falciparum dan Malaria vivax pada Ibu Hamil dengan Kejadian Anemia di Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah. http://digilib.litbang.depkes.go.id (2 Maret 2011)

Harijanto, PN, Agung Nugroho, Carta A. Gunawan. 2010. Malaria dari Molekuler ke Klinis. Penerbit Buku Kedokteran, Jakarta

Harper, et.al. 1986. Pangan, Gizi, dan Pertanian (Suhardjo, Penerjemah). UI Pres, Jakarta, p:67-68

Herlina, Nina. 2005. Faktor Risiko Kejadian Anemia pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Bogor.

Hidayat, W. 1994. Penelitian Pengembangan Program Penanggulangan Anemia Pada Ibu Hamil Melalui Suplementasi Besi di Kabupaten Jember. Pusat Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan. Surabaya.

Husaini. 1989. Study Nutritional Anemia An Assesment of Information Complication for Supporting and Formulating National Policy and Program. Direktorat Bina Masyarakat dan Puslitbang Gizi Depkes, Jakarta

2001. Masalah Anemia Gizi dan Alternatif Cara Mengatasinya di Indonesia. Jurnal Data dan Info Kesehatan Vo. 1 No. 1 November 2001 Irwansyah, Budi. 2005. Analisis Faktor Risiko Kejadian anemia Bagi Ibu Hamil di

Rumah Sakit Umum Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Thesis FKM Universitas Hasanuddin, Makassar.

Kasdan, TS. 1996. Nutritional Care in Anemia. In : Food, Nutrition and Diet

Therapy. Saunders Company. Mahan LK, Escott-Stump, S (Ed.). Pennsylvania.

Lee GR. Iron deficiency and Iron deficiency anemia. In : Wintrobe MM, Lee GR, Boggs DR, Bithell TC, Atheus JW , editors. Clinical Hemotology. 7th ed, Philadelphia: Lea Febiger; 1994: 621-670.

Manuaba. 1998. Ilmu Kebidanan, Penyakit kandungan dan Keluarga Berencana untuk Pendidikan Bidan, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta.

Maryanah, Fatimah; Sri Sukamti, dan Willa Follona. 2008. Analisis Faktor Risiko Penyakit Malaria Saat ibu Hamil Terhadap Masa Nifas dan Bayi Baru Lahir. (Laporan penelitian).

Mc. Gregor I. A ; Wilson M.E and Billewicz W.Z. Malaria infection of The Placenta in the Gambia. West-Africa its incidence and relationship to still birth, birth weight and placental weight. Trans. R. soc. Trop. Med. Hyg. 1983 (77) 232- 244.

Mc. Gregor I. A. Epidemiology, Malaria and Pregnancy. Am. J. Trop. Med. Hyg. (1984). 33 (4) 517-525.

Mendrofa, E. 2003. Anemia Gizi pada Ibu Hamil dan Beberapa Faktor yang Berhubungan di Kecamatan Hiliduhu Kabupaten Nias 2003.(Skripsi). Fakultas Kesehatan Masyarakat UI. Depok

Muliaty, T. 2007. Faktor yang berhubungan dengan Kepatuhan Ibu Hamil dalam Mengkonsumsi Tablet Besi di RSUD Arifin Nu’mang Rappang Kabupaten Sidrap. Jurusan Kebidanan Politekes, Makasar.

Rias Wipayani. 2008. Hubungan Pengetahuan teantang Anemia dengan Kepatuhan Ibu Hamil Meminum Tablet Fe di Desa Langensari Kecamatan Ungaran Kabupaten Semarang. Program Studi D III Kebidanan STIKES Ngudi Waluyo. 2008

Patimah . J. Sains & Teknologi, Desember 2007, Vol. 7 No. 3 : 137-152

Pawlowski, ZS; Ga, Sehad; and GJ, Stott. 1991. Hookworm Infection and

Anaemia. Approaches to Prevention and Control. WHO. Geneva.

Price, A Silvana, Lorraine M. Wilson, 1995. Pato Fisioplogi. Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit. Penerbit Buku Kedokteran. Jakarta

Prihatini, Sri. 2007. Faktor Determinan Risiko Anemia WUS di Prop. Bali dan Banten. (Laporan) Program Pascasarjana Kesehatan Masyarakat UI. Depok.

Rahmatiah, Maya. 2005. Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Anemia Gizi Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Wongkaditi Kota Gorontalo. (Tesis) FKM Universitas Hasanuddin, Makassar.

Rasmaliah. 2004. Anemia Kurang Besi dalam Hubungannnya dengan Infeksi Cacing pada Ibu Hamil. (Tesis) FKM Universitas Sumatera Utara. Medan. Sayogo, Safitri. 2009. Studi Cross Sectional/Potong Lintang. Univeritas

Indonesia. Depok.

Scholl. 2005. Iron status during pregnancy : setting the stage for mother and infant. Am J of Clinical Nutrition. 81(suppl):1218S–1222S

Sediaoetama, Ahmad Djaeni. 1999. Ilmu Gizi Untuk Mahasiswa dan Profesi di Indonesia. Dian Rakyat, Jakarta

Silalahi, Mangihut. 2006. Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Anemia Ibu Hamil Di Kabupaten Dairi Tahun 2006.(Tesis). Program Pascasarjana Universitas Sumatera Utara. Medan

Simarmata, Marice. 2008. Hubungan Pola Konsumsi, Ketersediaan Pangan, Pengetahuan Gizi dan Status Kesehatan dengan Kejadian KEK pada Ibu Hamil di Kab. Simalungun. (Tesis) Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara. Medan

Suhardjo, 2002. Berbagai Cara Pendidikan Gizi. Penerbit Bumi Aksara. Jakarta. Suharno et al. 1992. Cross-sectional Study on The Iron and Vitamin A Status of

Pregnant Women In West Java, Indonesia. Am J Clin Nutr, vol

56:988-993

(1992).

Sutomo, I Kadek. 2009. Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Anemia Ibu Hamil di Puskesmas Amonggedo Baru Kabupaten Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2008. Thesis Program Pascasarjana Universitas Hasanuddin. Makassar.

Soekirman, dkk, 2003. Food policy and applied nutrition. Indonesian micronutrient reference report : A report to the micronutrient initiative and the world bank. Discussion Paper No 23.

Stoltzfus RJ, Dreyflus ML. Guidlines for Iron Suplements to Prevent ad Treat Iron Deficiency Anemia. Washington Dc. International Nutrition Anemia Consultative Group/WHO/Unicef. 1998

Sukrat B, Sirichotiyakul. The Prevalence and Causeof Anemia During Pregnancy in Maharaj Nakorn Chiang Mai Hospital. J Med Assoc Thai Vol.89 Suppl.4. 2006

Thaddeus, S and Maine, 1994. To far Walk; Maternal Mortality in Context. New York: Columbia University, Center for Population and Family Health.

Van Dongen P. W. J. and Van’t hof MA. Sickle cell trait, malaria and anemia in pregnant Zambian Women. Trans. R. Soc. Trop. Med. Hyg. 1983. (77) : 402- 404.

WHO, 2005. The World Health Report 2005 : Make every mother and child count. WHO, Geneva

Widayatun, 2001. Keselamatan Ibu dan Kelangsungan Hidup Anak: Bagaimana Partisipasi Laki-Laki?. Jurnal Penduduk dan Pembangunan XII. Jakarta Widiarti, Tursiwi. 2007. Faktor-Faktor yang berhubungan dengan Kejadian

Anemia pada Ibu Hamil di Kota Cirebon Tahun 2007. (Tesis) Program Pascasarjana Kesehatan Masyarakat UI. Depok.

Wijianto. 2007. Kontribusi Infeksi Malaria, Infeksi Kecacingan terhadap Anemia

Ibu Hamil di Kabupaten Banggai. http://digilib.litbang.depkes.go.id (2 Maret 2011)

Lampiran 2. Penjelasan Singkat Penelitian dan Prosedur Pengambilan Sampel Darah dan Feses.

Faktor yang Berhubungan dengan Anemia Ibu Hamil

di Wilayah Kerja Puskesmas Wajo Kota Bau-Bau

Provinsi Sulawesi Tenggara

Penelitian dilakukan oleh Any Fauzayani Basri, Mahasiswa Program Studi Pascasarjana Mayor Ilmu Gizi Masyarakat S2 Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor. Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Wajo. Adapun tujuan secara khusus adalah sebagai berikut :

1.

Menganalisa seberapa besar prevalensi anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Wajo.

2.

Mengetahui hubungan karateristik ibu hamil (usia ibu, umur kehamilan, jarak kelahiran dan gravida), infeksi parasit (cacing dan malaria), pemanfaatan pelayanan kesehatan (frekuensi kunjungan ANC dan kepatuhan mengkonsumsi tablet tablet tambah darah), kebiasaan makan ibu hamil serta peran keluarga dengan anemia pada ibu hamil.

3.

Mengetahui faktor yang berpengaruh terhadap anemia gizi pada ibu hamil. Sampel dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil yang berdomisili wilayah kerja Puskesmas Wajo Kota Bau-Bau, Provinsi Sulawesi Tenggara. Dengan kriteria inklusi subyek penelitian sebagai berikut :

1. Ibu hamil dengan umur kehamilan > 12 minggu (trimester II dan III), yang tinggal dan menetap di lokasi penelitian

2. Ibu hamil yang telah melakukan pemeriksaan kehamilan, baik yang telah dan tidak diberikan tablet Fe.

3. Ibu hamil bersedia untuk menjadi subyek penelitian

Jika anda memenuhi kriteria tersebut di atas, maka anda akan mengikuti prosedur sebagai berikut :

1. Pengambilan sampel darah 2. Pengambilan sampel feses

Prosedur Pengambilan Sampel Darah untuk Pemeriksaan Hb

1. Tangan kiri dipegang oleh tenaga laboran dengan posisi telapak tangan menghadap ke atas.

2. Akan dipilih jari tengah atau jari manis, lalu bersihkan jari dengan kapas alkohol untuk menghilangkan kotoran dan minyak yang menempel pada jari tersebut,

3. Setelah kering, jari ditekan agar darah banyak terkumpul di ujung jari, 4. Ujung jari yang sudah disterilkan ditusuk dengan blood lancet (autoclick) 5. Satu blood lancet untuk satu responden

6. Ujung jari ditekan sehingga darah bisa keluar, tetesan darah yang pertama dihapus dengan kapas atau tissue

7. Ujung jari ditekan kembali, kemudian teteskan pada microcuvvet (sampai batas).

Prosedur Pengambilan Sampel Darah untuk Pemeriksaan Parasit Malaria 1. Tangan kiri dipegang oleh petugas mikroskopik dengan posisi telapak

tangan menghadap ke atas.

2. Akan dipilih jari tengah atau jari manis, (usahakan jari yang belum digunakan dalam pengambilan sampel darah untuk pemeriksaan Hb).

3. Jari lalu dibersihkan dengan kapas alkohol untuk menghilangkan kotoran dan minyak yang menempel pada jari tersebut.

4. Setelah kering, jari ditekan agar darah banyak terkumpul di ujung jari,

5. Bagian ujung jari ditusuk, tetes darah pertama keluar yang dibersihkan dengan kapas kering, untuk menghilangkan bekuan darah dan sisa alkohol. 6. Ujung jari ditekan kembali sampai darah keluar, lalu darah yang keluar

ditampung pada object glass bersih dengan memegang bagian tepinya. Posisi objec glass berada di bawah jari responden.

7. Satu tetes darah di bagian tengah object glass untuk SD tipis. Selanjutnya 2- 3 tetes darah yang lebih besar untuk SD yang tebal.

8. Sisa darah di ujung jari dibersihkan dengan kapas.

Prosedur Pengambilan Sampel Feses untuk Pemerikasaan Cacing

1. Pakailah sarung tangan untuk mengurangi kemungkinan infeksi berbagai penyakit

2. Ambilah tinja, dengan menggunakan lidi atau sendok kayu yang telah disediakan. Tinja yang diperlukan adalah sebesar biji kelereng atau setengah ibu jari.

3. Masukkan ke dalam pot yang telah diberi label (disediakan), lalu bungkus dengan kantong plastik (disediakan)

4. Sehubungan spesimen harus segera diperiksa pada hari yang sama, maka sebaiknya ibu dianjurkan BAB pada pagi hari, sebab jika tidak telur cacing tambang akan rusak atau menetas menjadi larva. Jika tidak memungkinkan tinja harus diberi formalin 5-10% sampai terendam.

5. Terakhir cucilah tangan anda dengan air mengalir dan menggunakan sabun. Prosedur pengambilan sampel/spesimen darah dan tinja diperkirakan tidak menimbulkan kelainan/dampak yang membahayakan, karena prosedur ini dilakukan oleh tenaga paramedis puskemas di bawah pengawasan dokter. Namun jika ada dampak atau kelainan sehabis pengambilan sampel darah seperti memar/lebam sekitar tusukan atau efek lainnya mohon anda melaporkannya pada peneliti atau tenaga paramedis terdekat.

Semua data yang diperoleh dalam penelitian ini akan diolah sebagai data hasil penelitian untuk penyelesain tesis sekaligus menghasilkan informasi/data yang dapat digunakan sebagai bahan masukan bagi pengelola program Gizi dan Kesehatan ibu dan anak di wilayah kerja Puskesmas Wajo dan atau Dinas Kesehatan Kota Bau-Bau dalam menyusun dan atau penentuan kebijakan program penanggulangan anemia pada ibu hamil. Nama dan hasil pemeriksaan serta informasi responden lainnya tidak dicantumkan dalam hasil penelitian dan menjadi rahasia yang tidak akan dipublikasikan.

Jika dalam penjelasan singkat ini ada hal yang belum jelas, anda mempunyai hak untuk bertanya dan mendapat penjelasan lebih lanjut.

Demikian penjelasan ini dibuat untuk mendukung pelaksanaan penelitian fakor yang berhubungan dengan anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Wajo Kota Bau-Bau Prop. Sultra.

Lampiran 3.

FORMULIR PERSETUJUAN

Setelah membaca dan mendengar penjelasan tentang penelitian dengan judul faktor yang berhubungan dengan anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Wajo, yang akan dilakukan oleh Any Fauzayani Basri, Mahasiswa Program Studi Gizi Masyarakat Sekolah Pasca sarjana Institut Pertanian Bogor, maka saya yang bertanda tangan di bawah ini :

N a m a :

Umur :

Alamat :

Menyatakan bersedia untuk menjadi responden dan menjalani pengambilan darah, pengambilan feses dan melakukan wawancara.

Bau-Bau,...2011

001 Ba'dia 11,1 0 23 0 0 0 0 0 21 0 1 0 3 0 7 0 60,0 0 52 0 002 Tanganapada 11,0 0 26 0 0 0 0 0 28 1 1 0 3 0 2 1 93,3 0 48 1 003 Wajo 11,9 0 32 0 0 0 1 1 23 0 3 0 3 0 2 1 70,0 0 44 1 004 Tanganapada 10,4 1 27 0 0 0 2 0 20 0 3 0 2 0 0 1 50,0 1 40 1 005 Lamangga 7,9 1 27 0 0 0 0 0 36 1 1 0 3 1 2 1 46,7 1 32 1 006 Lamangga 9,4 1 26 0 0 0 0 0 13 0 1 0 2 0 0 1 40,0 1 44 1 007 Bataraguru 13,4 0 21 0 0 0 1 1 28 1 3 0 3 0 7 0 93,3 0 52 0 008 Lamangga 9,1 1 34 0 0 0 2 0 36 1 4 1 3 1 2 1 46,7 1 36 1 009 Lamangga 7,6 1 17 1 0 0 0 0 31 1 1 0 3 1 2 1 40,0 1 24 1 010 Wameo 13,7 0 22 0 0 0 0 0 15 0 1 0 2 0 7 0 93,3 0 52 0 011 Batulo 8,6 1 36 1 0 0 3 0 32 1 2 0 3 1 2 1 46,7 1 32 1 012 Wajo 11,9 0 34 0 0 1 2 0 29 1 5 1 2 0 2 1 50,0 1 48 1 013 Wolio 4,2 1 23 0 0 0 0 0 36 1 2 0 3 1 2 1 40,0 1 28 1 014 Wajo 12,9 0 30 0 0 0 1 1 36 1 2 0 3 1 2 1 73,3 0 60 0 015 Tana Abang 11,0 0 25 0 0 0 0 0 14 0 1 0 2 0 0 1 93,3 0 44 1 016 Lamangga 11,5 0 30 0 0 0 1 1 24 0 3 0 2 0 7 0 70,0 0 48 1 017 Lipu 9,8 1 36 1 0 0 2 0 32 1 3 0 3 1 2 1 40,0 1 32 1 018 Bone-Bone 12,0 0 24 0 0 0 1 1 23 0 7 1 2 0 7 0 70,0 0 60 0 019 Lamangga 14,4 0 31 0 0 0 0 0 13 0 2 0 1 1 7 0 93,3 0 56 0 020 Tanganapada 11,8 0 27 0 0 0 1 1 28 1 2 0 3 0 1 0 70,0 0 52 0 021 Tarafu 10,2 1 39 1 0 0 2 0 25 1 5 1 2 1 2 1 46,7 1 40 1 022 Lanto 11,0 0 29 0 0 0 1 1 33 1 3 0 3 1 2 1 73,3 0 60 0 023 Lamangga 12,1 0 29 0 0 0 1 1 29 1 3 0 1 1 2 1 73,3 0 56 0 024 Bataraguru 11,3 0 17 1 0 0 0 0 14 0 1 0 1 1 0 1 90,0 0 56 0 025 Tanganapada 12,8 0 35 0 0 0 1 1 34 1 3 0 3 1 7 0 50,0 1 52 0 026 Lamangga 13,0 0 35 0 0 0 1 1 21 0 6 1 2 0 2 1 70,0 0 44 1 027 Wajo 10,4 1 29 0 0 1 1 0 22 0 4 1 3 0 2 1 46,7 1 40 1 028 Lamangga 10,1 1 36 1 0 1 3 0 15 0 6 1 3 0 2 1 46,7 1 32 1 029 Lamangga 10,6 1 19 1 0 0 2 0 29 1 1 0 3 1 7 0 50,0 1 40 1 030 Wajo 11,8 0 26 0 0 0 0 0 26 1 1 0 2 1 7 0 60,0 0 52 0 031 Tarafu 11,9 0 29 0 0 0 1 1 24 0 2 0 1 1 7 0 80,0 0 56 0 032 Wajo 9,7 1 38 1 0 0 2 0 32 1 3 0 3 1 2 1 46,7 1 40 1 033 Tarafu 8,7 1 33 0 0 0 3 0 36 1 4 1 2 1 2 1 50,0 1 24 1 034 Tanganapada 9,9 1 26 0 0 0 3 0 33 1 2 0 3 1 2 1 50,0 1 36 1 035 Wameo 11,6 0 30 0 0 0 1 1 25 1 2 0 3 0 7 0 66,7 0 52 0 036 BWI 10,4 1 35 1 0 0 2 0 24 0 2 0 3 0 2 1 50,0 1 40 1 037 Wameo 11,2 0 29 0 0 0 1 1 25 1 3 0 1 1 7 0 73,3 0 52 0 038 Lamangga 10,2 1 22 0 0 0 2 0 15 0 2 0 2 0 0 1 50,0 1 40 1 039 Lamangga 10,5 1 28 0 0 0 2 0 23 0 3 0 3 0 2 1 46,7 1 44 1 040 Lamangga 10,5 1 17 1 0 1 0 0 36 1 1 0 4 0 2 1 40,0 1 44 1 041 Tanganapada 7,1 1 28 0 0 1 3 0 36 1 4 1 3 1 2 1 33,3 1 32 1 042 Lamangga 5,3 1 24 0 1 1 4 0 20 0 2 0 3 0 2 1 33,3 1 36 1 043 Wajo 8,9 1 33 0 0 0 2 0 32 1 2 0 3 1 2 1 60,0 0 28 1 044 Baadia 11,4 0 21 0 0 0 0 0 26 1 1 0 2 1 7 0 80,0 0 52 0

(thn) (mggu) ANC makan

048 Wangkanadi 11,1 0 22 0 0 0 0 0 27 1 1 0 3 0 4 1 86,7 0 52 0 049 Lamangga 12,5 0 31 0 0 0 0 0 34 1 1 0 4 0 7 0 60,0 0 48 1 050 Baadia 12,1 0 28 0 0 0 1 1 21 0 2 0 2 0 3 1 80,0 0 56 0 051 TPD 13,3 0 24 0 0 0 1 1 36 1 3 0 4 0 7 0 60,0 0 40 1 052 Lamangga 11,7 0 28 0 0 0 0 0 36 1 1 0 4 0 7 0 86,7 0 52 0 053 Lamangga 13,3 0 32 0 0 0 1 1 28 1 5 1 3 0 5 1 86,7 0 48 1 054 Lamangga 12,1 0 21 0 0 0 0 0 36 1 1 0 4 0 3 1 50,0 0 44 1 055 Tarafu 11,0 0 26 0 0 0 1 1 22 0 3 0 2 0 2 1 46,7 1 44 1 056 Wajo 12,5 0 27 0 0 0 1 1 14 0 2 0 2 0 7 0 66,7 1 40 1 057 Bataraguru 11,3 0 28 0 0 0 0 0 15 0 1 0 2 0 7 0 80,0 0 40 1 058 Lamangga 9,8 1 23 0 0 1 3 0 35 1 2 0 2 1 4 1 33,3 1 28 1 059 Wajo 9,8 1 34 0 0 1 2 0 35 1 8 1 2 1 5 1 50,0 1 36 1 060 Wajo 9,4 1 33 0 0 0 3 0 28 1 2 0 1 1 2 1 50,0 1 24 1 061 Bone-Bone 12,5 0 26 0 0 0 0 0 36 1 1 0 4 0 7 0 86,7 0 48 1 062 Wangkanadi 10,3 1 36 1 0 0 3 0 15 0 2 0 1 1 3 1 50,0 1 40 1 063 Wajo 13,2 0 24 0 0 0 0 0 32 0 2 0 3 1 7 0 60,0 0 48 1 064 Tanganapada 11,4 0 23 0 0 0 1 1 36 1 2 0 4 0 7 0 66,7 0 40 1 065 Bataraguru 12,0 0 29 0 0 0 1 1 21 0 4 1 1 1 7 0 86,7 0 40 1 066 Katobengke 10,6 1 31 1 0 0 2 0 20 0 2 0 1 1 2 1 33,3 1 40 1 067 Tanganapada 11,5 0 40 0 0 0 1 1 13 0 2 0 1 1 3 1 60,0 0 44 1 068 Betoambari 12,1 0 31 0 0 0 1 1 25 0 2 0 2 0 5 1 66,7 0 40 1 069 Wajo 10,7 1 20 0 0 1 0 0 30 1 1 0 1 1 2 1 50,0 1 40 1 070 Lamangga 12,7 0 27 0 0 0 0 0 33 1 1 0 3 1 7 0 60,0 0 40 1 071 Lamangga 12,4 0 25 0 0 0 0 0 26 1 1 0 3 0 1 0 60,0 0 56 0 072 Tanganapada 11,9 0 30 0 0 0 1 1 30 1 3 0 3 0 3 1 86,7 0 48 1 073 Betoambari 11,3 0 30 0 0 0 1 1 31 1 4 1 3 1 1 0 86,7 0 48 1 074 Melai 12,1 0 22 0 0 0 1 1 28 1 3 0 3 0 3 1 66,7 0 52 0 075 Wajo 11,1 0 36 1 0 0 0 0 27 1 2 0 2 1 1 0 66,7 0 44 1 076 Bataraguru 9,6 1 33 0 0 1 3 0 21 0 2 0 1 1 4 1 33,3 1 28 1 077 Tarafu 11,5 0 28 0 0 0 1 1 14 0 2 0 1 1 3 1 60,0 0 52 0 078 Baadia 10,5 1 33 0 0 0 2 0 20 0 2 0 1 1 2 1 50,0 1 32 1 079 Lamangga 11,7 0 35 0 0 0 1 1 20 0 3 0 2 0 7 0 80,0 0 40 1 080 Baadia 12,4 0 26 0 0 0 0 0 14 0 1 0 2 0 2 1 86,7 0 56 0 081 Lamangga 11,4 0 23 0 0 0 0 0 24 0 1 0 2 0 7 0 60,0 0 44 1 082 Wangkanadi 11,9 0 29 0 0 0 1 1 15 0 5 1 1 1 7 0 60,0 0 44 1 083 Tanganapada 10,0 1 24 0 0 1 2 0 21 0 2 0 1 1 3 1 50,0 1 32 1 084 Tanganapada 10,2 1 18 1 0 0 0 0 32 1 1 0 2 1 3 1 33,3 1 32 1 085 Bone-Bone 10,0 1 27 0 0 0 2 0 21 0 2 0 1 1 4 1 50,0 1 24 1 086 Bataraguru 9,2 1 21 0 0 1 0 0 33 1 1 0 2 1 7 0 50,0 1 36 1 087 Lamangga 11,7 0 25 1 0 0 0 0 35 1 1 0 4 0 7 0 80,0 0 56 0 088 Lamangga 12,0 0 32 0 0 0 1 1 36 1 2 0 4 0 3 1 66,7 0 40 1 089 Wajo 12,4 0 25 0 0 0 0 0 28 1 1 0 3 0 7 0 33,3 1 52 0 090 Tarafu 10,5 1 31 0 0 1 2 0 32 1 3 0 2 1 4 1 50,0 1 28 1 091 Tanganapada 12,3 0 25 0 0 0 1 1 24 0 3 0 2 0 7 0 50,0 1 52 0 092 Tanganapada 11,2 0 23 0 0 0 0 0 15 0 1 0 1 1 1 0 86,7 0 44 1 093 Tanganapada 12,5 0 30 0 0 0 1 1 13 0 2 0 1 1 4 1 50,0 1 44 1 094 Bone-Bone 12,0 0 21 0 0 0 1 1 24 0 2 0 2 0 5 1 60,0 0 44 1

096 Tomba 11,3 0 28 0 0 0 1 1 23 0 1 0 2 0 1 0 80,0 0 48 1 097 Tanganapada 9,2 1 28 0 0 0 2 0 32 1 2 0 2 1 3 1 50,0 1 32 1 098 Wameo 9,7 1 29 0 0 1 2 0 36 1 2 0 2 1 3 1 50,0 1 28 1 099 Katobengke 11,3 0 29 0 0 0 1 1 22 0 2 0 1 1 7 0 90,0 0 48 1 100 Nganganaumala 10,7 1 23 0 0 1 0 0 32 1 1 0 2 1 3 1 33,3 1 40 1 101 Kadolomoko 13,1 0 29 0 0 0 1 1 25 1 3 0 2 0 2 1 90,0 0 52 0 102 Tarafu 11,0 0 23 0 0 0 1 1 36 1 2 0 3 1 2 1 86,7 0 40 1 103 Bataraguru 11,7 0 36 1 0 0 1 1 26 1 5 1 2 0 7 0 86,7 0 56 0 104 Tarafu 11,0 0 37 1 0 0 1 1 22 0 5 1 2 0 7 0 66,7 0 52 0 105 Lamangga 11,9 0 33 0 0 0 1 1 13 0 2 0 1 1 7 0 60,0 0 52 0 106 Lanto 11,3 0 26 0 0 0 1 1 24 0 1 0 2 0 3 1 60,0 0 56 0 107 Lanto 10,2 1 27 0 0 0 2 0 13 0 3 0 1 1 3 1 33,3 1 32 1 108 Tanganapada 11,2 0 27 0 0 0 2 0 24 0 3 0 2 0 7 0 90,0 0 52 0 109 BWI 10,1 1 35 1 0 1 2 0 36 1 3 0 1 1 3 1 50,0 1 24 1 110 Kaobula 10,9 1 35 1 0 1 1 1 32 1 2 0 2 1 3 1 50,0 1 36 1 111 Lamangga 11,2 0 36 0 0 0 1 1 29 1 3 0 3 0 7 0 90,0 0 44 1 112 Wajo 9,7 1 19 1 0 1 2 0 31 1 1 0 1 1 4 1 50,0 1 32 1 113 Bataraguru 9,2 1 22 0 0 0 2 0 13 0 1 0 1 1 7 0 33,3 1 28 1 114 Tomba 9,6 1 25 0 0 0 1 1 32 1 2 0 2 1 2 1 50,0 1 32 1 115 Lamangga 8,9 1 26 0 0 1 2 0 36 1 2 0 2 1 2 1 50,0 1 32 1 116 Kanakea 13,0 0 30 0 0 0 1 1 34 1 4 1 3 1 7 0 80,0 0 40 1 117 Lamangga 11,7 0 27 0 0 0 2 0 21 0 2 0 2 0 7 0 66,7 0 40 1 118 Bone-Bone 10,9 1 22 0 0 1 1 1 21 0 1 0 1 1 3 1 50,0 1 28 1 119 Wajo 10,3 1 29 0 0 1 1 1 29 1 3 0 1 1 3 1 33,3 1 28 1 120 Katobengke 9,9 1 29 0 0 1 3 0 20 0 2 0 1 1 7 0 66,7 0 44 1 121 Wajo 11,2 0 34 0 0 0 1 1 15 0 5 1 2 0 3 1 66,7 0 52 0 122 Wajo 10,4 1 31 0 0 1 2 0 36 1 2 0 2 1 2 1 66,7 0 48 1 123 Batulo 10,4 1 25 0 0 1 2 0 23 0 2 0 1 1 7 0 33,3 1 36 1 124 Tarafu 10,8 1 37 1 0 1 3 0 35 1 3 0 2 1 5 1 33,3 1 28 1 125 Nganganaumala 10,1 1 38 1 0 1 1 1 34 1 4 1 2 1 2 1 50,0 1 24 1 126 Lanto 11,0 0 23 0 0 0 0 0 24 0 1 0 2 0 3 1 86,7 0 52 0 127 Lanto 10,8 1 19 1 0 1 0 0 14 0 1 0 1 0 7 0 60,0 0 36 1

Regression

Model Summaryb

Model R R Square Adjusted R Square

Std. Error of the

Estimate Durbin-Watson

1 .712a .507 .473 1.08613 1.838

a. Predictors: (Constant), KbiasaMakan, UsiaIbu, FrekPeriksa/ANC, KepatuhanTTD, JarakKlahiran,Kecacingan, PeranKlg, UmurKehamilan

b. Dependent Variable: Hb

ANOVAb

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

1 Regression 143.055 8 17.882 15.158 .000a

Residual 139.202 118 1.180

Total 282.257 126

a. Predictors: (Constant), KbiasaMakan, UsiaIbu, FrekPeriksa/ANC, KepatuhanTTD, JarakKlahiran,Kecacingan, PeranKlg, UmurKehamilan

b. Dependent Variable: Hb Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. Collinearity Statistics

B Std. Error Beta Tolerance VIF

1 (Constant) 6.689 .947 7.061 .000 UsiaIbu .010 .020 .034 .471 .639 .806 1.241 Kecacingan .031 .286 .009 .110 .913 .660 1.516 JarakKlahiran .258 .136 .140 1.901 .060 .770 1.299 UmurKehamilan -.046 .078 -.055 -.592 .555 .483 2.070 FrekPeriksa/ANC .002 .155 .001 .012 .990 .492 2.031 KepatuhanTTD .169 .198 .065 .850 .001 .721 1.386 PeranKlg .024 .008 .278 3.106 .002 .521 1.921 KbiasaMakan .066 .015 .420 4.508 .000 .481 2.079 a. Dependent Variable: Hb

Dokumen terkait