• Tidak ada hasil yang ditemukan

BOGOR

2012

DAFTAR PUSTAKA

Azwar, S. 1995. Sikap Manusia Teori dan Pengukurannya. Pustaka Pelajar. Yogyakarta

[BPS] Badan Pusat Statistik. 2010. Berita Resmi Statistik: Keadaan Ketenagakerjaan Agustus 2010. Jakarta.

Cangara. H. 2002. Pengantar Ilmu Komunikasi. Rajagrafindo Persada. Jakarta.

Cobb, NJ. 2010. Adolescence: Continuity, Change, and Diversity, Seventh Edition, Sinauer Associates. USA.

Daryanto, A. 2009. Posisi Daya Saing Pertanian dan Upaya Peningkatannya. Pusat Analisis Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian. Bogor.

[Deptan] Departemen Pertanian. 1992. Pedoman Pembinaan Pemuda Tani. Jakarta

,2005. Rencana Strategis Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Departemen Pertanian 2005-2009. Deptan. Jakarta

Handayani, T & Sugiarti. 2008. Konsep dan Teknik Penelitian Gender: Edisi Revisi. UMM Press. Malang.

Herlina. 2002. Orientasi Nilai Kerja Pemuda pada Keluarga Petani Perkebunan [tesis]. Bogor: Program Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor.

Ihromi, T.O. 1999. Bunga Rampai Sosiologi Keluarga. Obor Indonesia. Jakarta.

Jaccard, J. Dodge, T. & Hart B. 2005. Peer Influence on Risk Behaviour: An Analysis of The Effects of a Close Friend. Developmental Psychology. 41: 135 – 149.

Jahi, A. 1988. Komunikasi Massa dan Pembangunan Pedesaan Di Negara Dunia Ketiga: Suatu Pengantar. Gramedia. Jakarta.

Khairil, 1994. Hubungan Keterdedahan Petani Anggota Kelompok Pencapir Pada Siaran Pedesaan dari Radio dan Televisi dengan Pengetahuan Mereka tentang Diversifikasi Usahatani di Kabupaten Bengkalis Utara [tesis]. Bogor: Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor.

Lubis, D & E, Sutarto. 1991. Konsistensi Pola Mata Pencaharian Antara Orang Tua dan Anak Pada Masyarakat Petani di Pedesaan. LPPM. IPB. Bogor.

Mar’at. 1981. Sikap Manusia Perubahan Serta Pengukurannya. Ghalia Indonesia. Bandung.

Muksin. 2007. Kompetensi Pemuda Tani yang Perlu Dikembangkan di Jawa Timur. [disertasi]. Bogor: Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor.

Narwoko, J & B, Suyanto. 2004. Sosiologi: Teks Pengantar dan Terapan. Prenada Media. Jakarta.

Neuman, L. 1997. Social Research Methods: Quantitative and Qualitative Approaches. Allyn and Bacon. United States

Oppenheim, A.N. 1966. Questionnaire Design and Attitude Measurement. Heinemann. London.

Pranadji, T.1999. Perekayasaan sosial-budaya dalam percepatan pembangunan pertanian. Pusat penelitian dan pengembangan sosial ekonomi pertanian. Bogor.

Puspitawati, H. 2006. Pengaruh Faktor Keluarga, Lingkungan Teman, dan Sekolah terhadap Kenakalan Pelajar di Sekolah Lanjutan Tingkat Atas di Kota Bogor. [disertasi]. Bogor: Sekolah Pascasarjana, Institut. Pertanian Bogor. Bogor.

, 2009. Kenakalan Remaja di Pengaruhi oleh Sistem Sekolah dan Keluarga. IPB Press. Bogor.

Rakhmat, J. 2005. Psikologi Komunikasi. Remaja Rosdakarya. Bandung.

Rozany, A.N. 1999. Dampak Krisis Ekonomi terhadap Struktur Pasar Tenaga Kerja Pertanian di Pedesaan. Pusat Penelitian Sosial Ekonomi Pertanian. Bogor.

Sajogyo, P. 1987. Peranan Wanita dalam Pembangunan: Suatu Tinjauan Sosiologis. IPB. Bogor.

Saptana, Sunarsih, & Indraningsih KS. 2006. Mewujudkan Keunggulan Komparatif Menjadi Keunggulan Kompetitif Melalui Pengembangan Kemitraan Usaha Hortikultura. Forum Penelitian Agro Ekonomi 24: 1 [terhubung berkala].

http://pse.litbang.deptan.go.id/ind/pdffiles/FAE24-1e.pdf . [7 Des 2011]

Singarimbun, M & S, Effendi. 1989. Metode Penelitian Survei. LP3ES. Jakarta

Suleeman, E. 1990. “Komunikasi dalam Keluarga.” Dalam Ihromi “Para Ibu yang Berperan Tunggal dan Berperan Ganda”. FE. UI. Jakarta.

Suranto, A. 1999. Sikap anggota kelompok masyarakat IDT terhadap peranan dan karakteristik pendamping [tesis]. Bogor: Sekolah Pascasarjana. Institut Pertanian Bogor.

Soekartawi. 2005. Prinsip – Prinsip Dasar Komunikasi Pertanian. UI Press. Jakarta.

Syam, A. & S, Dermoredjo. 2000. Kontribusi Sektor Pertanian dalam Pertumbuhan dan Stabilitas Produk Domestik Bruto. Universitas Udayana.

Tjakrawati, S. 1988. Perubahan Nilai Kerja Pertanian di Daerah Persawahan; Kasus Pemuda di Desa Kampungsawah, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Krawang [tesis]. Bogor: Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor.

Triandis, H. 1971. Attitude and Attitude Change. John Wiley and Sons Inc. USA

Turner, L & West. 2006. The Family Communication Sourcebook. Sage Publication.

Tubbs, S.L & S. Moss. 1996. Human Communication: Prinsip – Prinsip Dasar. Remaja Rosdakarya. Bandung.

UU No. 40 Tahun 2009. Undang – Undang Tentang Kepemudaan di Republik Indonesia.

Lampiran 1. Kuesioner Penelitian

KUESIONER

HUBUNGAN ORANGTUA, TELEVISI, DAN TEMAN DENGAN SIKAP PEMUDA TERHADAP PEKERJAAN DI BIDANG PERTANIAN

(Kasus Pemuda Di Desa Cipendawa dan Sukatani, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur)

MAYOR KOMUNIKASI PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN PEDESAAN SEKOLAH PASCASARJANA

INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2011

Kuesioner ini dibuat dalam rangka penyusunan tugas akhir Yogaprasta Adinugraha (I352090061) mahasiswa Program Komunikasi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan, Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor. Atas kerjasamanya saya ucapkan terimakasih

IDENTITAS RESPONDEN Nama Lengkap anda :

Tanggal Pengisian :

Enumerator : Yogaprasta Adinugraha

BAGIAN I FAKTOR INTERNAL KARAKTERISTIK INDIVIDU

1. Usia anda saat ini : ……..Tahun; Tanggal dan Tahun Lahir ... 2. Jenis Kelamin : [ ] Laki – Laki [ ] Perempuan

3. Pendidikan Formal Terakhir : [ ] Lulus S1/Sederajat [ ] Lulus Diploma/sederajat [ ] Lulus SLTA/sederajat [ ] Lulus SLTP/sederajat [ ] Lulus SD/sederajat

[ ] Tidak pernah sekolah/ tidak tamat SD 4. Luas Lahan dan Status Kepemilikan Lahan Orang Tua

Jenis Usahatani Jumlah Status Kepemilikan* Pertanian

1. Tanaman Pangan 2. Hortikultura

m²/Ha m²/Ha

*1. Milik Sendiri 2. Bukan Milik : Bagi Hasil 3 Bukan Milik: Sewa 4. Bukan Milik : Gadai 5. Bukan milik: Dipinjamkan

TingkatKekosmopolitan Pemuda:

5. Dalam satu Bulan terakhir apakah pernah pergi keluar dari desa: (Jika Ya lanjutkan ke Nomor 6 dan 7) [ ] Ya, Pergi Kemana? ... dan apa yang dilakukan...

[ ] Tidak

6. Dalam satu bulan terakhir berapa kali anda melakukan kunjungan ke pusat kota? ...Kali 7. Dalam 1 bulan terakhir berapa kali ibu/ bapak mengunjungi Kota untuk kebutuhan pertanian

tani?...Kali

II. Interaksi dengan Orang Tua (X2)

8. Apakah saudara pernah bermain ke kebon/sawah oleh orang tua? jika pernah, Apa saja yang anda kerjakan? Sebutkan kegiatan ada di kebon/sawah

[ ] Ya , [ ] Pengolahan lahan [ ] Tidak Pernah [ ] Penanaman [ ] Pemberantasan Hama [ ] Pemupukan [ ] Pemanenan [ ] Lain – Lain, ... Petunjuk Pengisian :

Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan memberi tanda checklis (√) sesuai dengan keadaan dan pengetahuan anda yang sebenar - benarnya

II.1. Frekuensi Bercerita mengenai pertanian (Satu Bulan terakhir)

Apakah anda sering berbicara/ngobrol tentang pertanian dengan orang tua ?

No Arena Komunikasi (Waktu atau Tempat Komunikasi) Jenis Pembicaraan1) Lama Pembicaraan (Menit) Pelaku2)

9 Saat sore setelah kembali dari kebun 10 Saat makan malam

11 Saat nonton TV 12 Saat di kebun

13 Sebelum berangkat kerja/ sekolah 14 Lain – lain, sebutkan: (Boleh Lebih dari

satu arena) Ket 1) a Teknologi Produksi (Budidaya) b. Pemasaran Hasil c. Pengolahan hasil d. Ekonomi (Modal) e. Status Petani f. Interaksi g. Lain – Lain: Sebutkan 2) a. Ibu b. Ayah

II.2 Tingkat Pelibatan Pemuda dalam membantu orang tua di Kebun atau sawah

No. Pernyataan Sangat

Sering

Sering Jarang Tidak Pernah

15 Membantu Orang tua di kebun membersihkan ilalang sebelum mulai menanam benih/bibit

16 Membantu orang tua dalam memilih bibit atau benih sayuran

17 Membantu Orang tua membajak tanah pertanian sayur sebelum mulai ditanam 18 Membantu orang tua menanam bibit sayuran 19 Membantu orang tua menyiram tanaman

sayur

20 Membantu Orang tua memberikan pupuk kandang pada tanaman

21 Membantu Orang tua memberikan pestisida untuk sayuran

22 Membantu orang tua di kebun untuk membersihkan rumput – rumput tinggi

setelah tanaman sayur ditanam 23 Membantu orang tua mencuci sayuran

setelah panen

24 Membantu Orang tua memilih produk – produk sayuran/ kelas Super, Kelas A, B 25 Membantu Orang tua memanen hasil

sayuran di kebun

26 Membantu orang tua membersihkan kebun setelah panen selesai

27 Membantu orang tua menyiapkan pupuk/benih/ obat.

III. Keterdedahan terhadap Media Massa (Televisi, Radio,)

1. Berapa Kali Mengakses

No.

Informasi tentang Pertanian

Jenis Media Jumlah (x) mengakses Informasi Pertanian melalui media (dalam sebulan terakhir)

28 Televisi Kali/Minggu

29 Radio Kali/Minggu 2. Berapa lama sekali menonton/mendengar/membaca acara pertanian? No. Jenis Media Waktu yang digunakan 30. Televisi Menit/Sekali menonton 31. Radio Menit /Sekali mendengarkan 3. Jenis informasi pertanian yang diperoleh melalui media massa (Boleh lebih dari satu ) No. Jenis Media Jenis informasi yang diperoleh * 32 Televisi

33 Radio

1. Benih 2. Pengelolaan tanah 3. Cara bertanam 4. Modal 5. Pascapanen 6. Hama dan Penyakit 4. Acara/Program/ Rubrik Pertanian Favorit No. Jenis Media Acara Favorit Pertanian Acara Favorit Non – Pertanian 34. Televisi

35 Radio

36 a. Apa alasan anda menonton acara pertanian di televisi? ...

...

...

...

36 b. Apa alasan anda mendengarkan acara pertanian di radio? ...

...

...

...

IV. Interaksi dengan Teman di Bidang Pertanian

IV.1. Tingkat Kedekatan dengan teman

Apakah saudara pernah bermain dengan teman di kampung? Jika Pernah, anda bermain dengan siapa saja? Sebutkan pekerjaannya

No Nama Teman (Inisial)

Pekerjaan Teman Kegiatan yang dikerjakan Bersama Teman 1) 37 38 39 40 41 42

Keterangan 1) a. Pengolahan lahan

b. Penanaman c. Pemberantasan Hama d. Pemupukan e. Pemanenan f. Memasarkan Hasil g. Non Pertanian

V. Persepsi Pemuda Terhadap Faktor Penarik dan Faktor Pendorong Di Pedesaan

a. Persepsi Pemuda Terhadap Kesempatan Kerja di Pedesaan

No. Pernyataan Sangat

Tidak Setuju Kurang Setuju Setuju Sangat Setuju

43 Mencari pekerjaan petani, /buruh/tukang bangunan/ dan pengendara ojek di Desa mudah

44 Terdapat banyak pilihan jenis pekerjaan di desa

45 Selepas lulus sekolah kita bisa bekerja menjadi petani, /buruh/tukang bangunan/ dan pengendara ojek di desa

46 Tanpa harus sekolah tinggi pun kita masih bisa bekerja di desa

47 Banyak pemuda – pemuda yang bekerja di sektor pertanian/ pedagang/ ojek /maupun bangunan

48 Tidak sulit mencari pekerjaan layak di Desa

49 DI desa Selain menjadi petani, satu orang bisa bekerja di bidang lain juga

b. Persepsi Pemuda Terhadap Ketersediaan Sumberdaya Alam

Bagaimana kondisi alam yang ada di wilayah saudara: 50. Ketersediaan air di wilayah saudara :

[ ] Sangat Berlimpah [ ] Banyak [ ] Kurang Banyak [ ] Kekeringan 51. Kondisi curah hujan di wilayah saudara:

[ ] Sangat Tinggi [ ] Tinggi [ ] Rendah [ ] Sangat Rendah 52. Kemudahan menjangkau sumber air di wilayah saudara:

[ ] Sangat Mudah [ ] Mudah [ ] Cukup Sulit [ ] Sangat Sulit

No. Pernyataan Sangat Tidak

Setuju

Kurang Setuju

Setuju Sangat Setuju

53 Tanaman yang ditanam di wilayah kami memiliki peluang panen yang besar

54 Hasil pertanian di wilayah kami sangat berlimpah 55 Curah hujan di wilayah pertanian kami tinggi

56 Kami tidak perlu jalan jauh untuk mendapatkan air untuk tanaman

d. Persepsi pemuda terhadap pertanian di masa depan

No. Pernyataan Sangat Tidak

Setuju

Kurang Setuju

Setuju Sangat Setuju

57 Di masa depan status seorang petani akan menjadi lebih baik

58 Di masa depan seorang petani akan lebih dihargai 59 Di masa depan pekerjaan di bidang pertanian akan

lebih memberikan keuntungan

60 Di masa depan pemasaran hasil produk – produk pertanian akan semakin mudah

61 Di masa yang akan datang interaksi sesama petani akan semakin membaik

62 Di masa yang akan datang pemberantasan hama pertanian akan semakin mudah

63 Di masa yang akan datang teknologi pertanian akan semakin maju

64 Di masa yang akan datang sarana produksi pertanian akan semakin lebih maju

65 Di masa yang akan datang cara menanam tanaman pertanian akan semakin mudah

66 Di masa yang akan datang pekerjaan di bidang pertanian akan semakin diperhatikan oleh pemerintah

VI. Sikap Pemuda Terhadap Pekerjaan di Bidang Pertanian (Y1).

1. Aspek Kognisi

No. Pernyataan Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju

Tidak Setuju

67 Lodouh merupakan kerusakan yang biasa ditemui pada tomat

68. Tanaman sayuran tidak perlu disirami air setiap hari 69 Jika terlalu banyak air tanaman sayur akan

mengalami kebusukan

70 Setelah panen lahan tanaman sayuran tidak perlu di istirahatkan (Reses)

71 Tanaman sayuran merupakan tanaman yang cepat rusak (perishable)

72 Tanaman sayuran khusunya brokoli perlu di berikan pestisida setiap minggunya

73 Akar ganda merupakan penyakit yang sering ditemui pada brokoli

74 Busuk pada batang merupakan penyakit yang sering ditemui ditanaman tomat

75 Ketika panen, petani tidak ada yang menjual hasilnya langsung ke pasar, tetapi menjualnya kepada tengkulak

76 Hasil tanaman sayur selain dijual langsung juga bisa di olah menjadi keripik atau makanan lain

77 Pupuk yang biasa digunakan merupakan pupuk kandang

78 Hama yang paling di takuti petani brokoli adalah ulat

2. Aspek Afeksi (Bentuk Positif)

No Pernyataan Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju

Tidak Setuju

79 Seorang petani akan mendapatkan lebih banyak teman dibandingkan jika kerja menjadi buruh pabrik /tukang ojek/pedagang/ buruh bangunan (Interaksi)

80 Seorang petani memiliki kesempatan untuk bisa dihargai oleh penduduk desa dibandingkan jika kerja menjadi buruh bangunan/tukang ojek/pedagang (Status)/buruh pabrik

81 Seorang petani akan lebih bisa berinteraksi dengan pengusaha – pengusaha besar dibandingkandengan seorang buruh bangunan/tukang ojek/pedagang / buruh pabrik (Interaksi)

82 Bekerja di bidang pertanian tidak membuat gengsi menurun dibandingkan jika kerja menjadi buruh bangunan/tukang ojek/pedagang/Buruh Pabrik (Status) 83 Dengan bekerja di bidang pertanian tidak membuat

saya minder dibandingkan jika kerja menjadi buruh bangunan/tukang ojek/pedagang/Buruh pabrik (Status) 84 Pekerjaan menjadi seorang petani merupakan

pekerjaan yang membanggakan orang tua dibandingkan dengan pekerjaan menjadi buruh bangunan/tukang ojek/pedagang/Buruh Pabrik (Status) 85 Menjadi seorang petani saya tidak membuat saya

kesulitan dalam bergaul dengan teman lain

dibandingkan jika kerja menjadi buruh bangunan/tukang ojek/pedagang/Buruh pabrik (Interaksi)

86 Seorang petani memiliki jaringan teman yang luas dibandingkan jika kerja menjadi buruh bangunan/tukang ojek/pedagang/ Buruh Pabrik (Interaksi)

87 Seorang petani lebih bisa menabung uang setiap bulannya dibandingkan dengan seorang buruh bangunan, tukang ojek, atau pun pedagang/ buruh pabrik (Ekonomi)

88 Seorang petani akan lebih bisa terbebas dari hutang dibandingkan dengan seorang buruh bangunan, tukang ojek, buruh pabrik atau pun pedagang yang memiliki banyak hutang (Ekonomi)

89 Seorang petani akan lebih mampu membeli Handphone (HP) dibandingkan dengan seorang buruh bangunan, tukang ojek, buruh pabrik atau pun pedagang

(Ekonomi)

90 proses penanaman tanaman sayuran karena tidak menyulitkan dibandingkan dengan berdagang,

mengendarai motor, atau menjadi buruh bangunan atau menjadi buruh pabrik (Teknis)

91 memberantas hama / penyakit pada tanaman sayuran karena tidak begitu sulit (Teknis)

92 Memberi pupuk pada tanaman horikultura menurut saya tidak menyusahkan (Teknis)

93 kerja di pertanian menyenangkan karena dapat menghasilkan barang (produk) (Teknis)

C. Aspek Kecenderungan Bertindak (Minat atau keinginan)

No Pernyataan Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju

Tidak Setuju

94 Saya lebih berminat bekerja menjadi seorang petani dibandingkan bekerja menjadi buruh bangunan/tukang ojek/pedagang/ buruh pabrik karena petani bisa mendapatkan banyak teman (Interaksi)

95 Saya lebih berminat bekerja menjadi seorang petani dibandingkan bekerja buruh bangunan/tukang

ojek/pedagang/ buruh pabrik karena petani lebih dapat diterima oleh dengan warga desa (Interaksi)

96 Saya lebih berminat bekerja menjadi seorang petani dibandingkan bekerja menjadi buruh bangunan/ buruh pabrik/ tukang ojek karena petani bisa berinteraksi dengan orang – orang yang lebih berpendidikan (Interaksi)

97 Saya berminat bekerja menjadi petani dibandingkan jika kerja menjadi buruh bangunan/tukang

ojek/pedagang/ buruh pabrik karena menjadi dengan menjadi petani tidak membuat saya malu (status)

98 Saya berminat Menjadi seorang petani dibandingkan jika bekerja menjadi buruh bangunan/tukang

ojek/pedagang/ buruh pabrik karena menjadi petani tidak akan membuat saya kesulitan dalam bergaul dengan teman lain (Status)

99 Saya lebih berminat bekerja menjadi seorang petani dibandingkan jika kerja menjadi buruh

bangunan/tukang ojek/pedagang/ buruh pabrik karena dengan menjadi petani kita masih tetap bisa

menabung (Ekonomi)

100 Saya lebih berminat bekerja menjadi seorang petani dibandingkan jika bekerja menjadi buruh

bangunan/tukang ojek/pedagang karena seorang petani/ buruh pabrik akan lebih mampu untuk membayar tagihan listrik (Ekonomi)

101 Saya lebih berminat bekerja menjadi seorang petani dibandingkan bekerja menjadi buruh bangunan/tukang ojek/pedagang/ buruh pabrik karena seorang petani mampu untuk tidak berhutang (ekonomi)

102 Saya lebih berminat bekerja menjadi seorang petani dibandingkan bekerja menjadi buruh bangunan/tukang ojek/pedagang/ buruh pabrik karena petani memiliki penghasilan yang cukup (Ekonomi)

103 Saya lebih berminat bekerja menjadi petani

dibandingkan bekerja menjadi buruh bangunan/tukang ojek/pedagang/ buruh pabrik karena saya lebih paham pertanian sayur (teknis)

104 Saya berminat menjadi petani sayuran karena mudah menjual hasil panennya

105 Saya lebih berminat menjadi petani sayuran karena saya mengerti cara memberantas hama / penyakit nya 106 Saya lebih berminat menjadi petani sayuran karena

mengerti cara memberikan pupuk pada tanaman sayuran

Pertanyaan Terbuka:

1. Apakah anda tertarik untuk bekerja di bidang pertanian? Jika Iya sebutkan alasan anda Jawab: ... ... ... ... ...

2. Siapakah pihak(/orang/teman/media) yang paling utama yang membuat anda bisa tertarik dengan pertanian? Jawab: ... ... ... ... ...

KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan

1. Sebagian besar pemuda tertarik untuk bekerja di bidang pertanian.

2. Dalam proses sosialisasinya, frekuensi orang tua bercerita mengenai pertanian tergolong rendah, tingkat pelibatan pemuda oleh orang tua dalam bidang pertanian terkategorikan sedang, frekuensi menonton acara pertaniannya rendah, intensitas untuk sekali menonton acara pertanian terkategorikan rendah, frekuensi mendengarkan radio acara pertanian juga rendah, intensitas pemuda mendengarkan radio rendah, tingkat kedekatan dengan teman dari bidang pertanian terkategorikan rendah.

3. Karakteristik individu pemuda, umur dan jenis kelamin mempunyai hubungan sangat nyata dengan sikap pemuda terhadap pekerjaan di bidang pertanian. 4. Tingkat pelibatan pemuda oleh orang tua di bidang pertanian, lama menonton

acara pertanian, dan tingkat kedekatan dengan teman di bidang pertanian berhubungan nyata dengan sikap pemuda terhadap pekerjaan di bidang pertanian.

5. Persepsi pemuda terhadap pertanian di masa depan berhubungan nyata dengan sikap pemuda terhadap pekerjaan di bidang pertanian.

Saran

1. Sikap pemuda petani perlu tetap dipertahankan agar tetap mendedikasikan dirinya di bidang pertanian dalam hal ini pertanian sayuran, pemerintah perlu meningkatkan perhatian dalam rangka mempertahankan pemuda dengan cara memberikan jaminan akan masa depan petani yang lebih baik.

2. Dalam rangka menjaga agar pemuda di pedesaan tetap konsisten untuk bekerja di bidang pertanian, pemerintah perlu menciptakan suatu kebijakan yang berkaitan dengan pembentukan kelompok pemuda tani, karena dengan adanya kelompok pemuda tani maka pemuda akan lebih dapat mengembangkan kreativitas mereka tanpa harus terdominasi oleh orang tua.

3. Acara pertanian di televisi sedapat mungkin ditingkatkan atau ditambah jadwal acaranya, jika perlu kombinasikan antara acara–acara musik dengan acara

pertanian dengan cara memasukan informasi–informasi pertanian agar dapat lebih meningkatkan rasa cinta pemuda terhadap pekerjaan di bidang pertanian. 4. Orang tua perlu melibatkan anaknya dalam kegiatan pertanian agar dapat

memperkenalkan pertanian sejak dini kepada anak–anak mereka. Semakin dini seorang anak diperkenalkan kepada bidang pertanian maka semakin meningkatkan minat seorang anak untuk bekerja di bidang pertanian.

5. Pemerintah perlu memberikan kepastian mengenai masa depan pertanian bagi para pemuda. Untuk tanaman sayuran para petani juga perlu diberikan kepastian mengenai harga, karena harga pertanian sayur sangat fluktuatif, dengan adanya jaminan harga dari pemerintah maka kehawatiran petani sayur akan teratasi.

HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum Lokasi Penelitian

Kedua desa tersebut merupakan desa sentra tanaman wortel dan kentang yang terletak di Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur. Desa Cipendawa memiliki jarak yang reatif dekat dengan Kantor Kecamatan Pacet, yakni 0,5 km, sementara Desa Sukatani memiliki jarak yang lebih jauh dengan Kantor Kecamatan Pacet, sekitar 6 km. Daerah Sukatani merupakan daerah yang lokasinya tepat berada di bawah kaki Gunung Gede Pangrango, sementara Desa Cipedawa masih berjarak 2 km dari kaki Gunung Gede Pangrango. Waktu yang dibutuhkan dari Desa Cipendawa untuk menuju Kecamatan dengan kendaraan bermotor hanya sekiar 3-5 menit, sementara itu waktu yang dibutuhkan dari Desa Cipendawa untuk menuju Ibu Kota kecamatan adalah 20-30 menit. Biaya yang harus dikeluarkan dari jalan raya utama menuju Desa Sukatani sebesar Rp.10.000 dengan menggunakan ojek, sementara itu biaya yang harus dikeluarkan dari dari jalan raya utama ke Desa Cipendawa sebesar Rp. 5.000. Jarak dari Desa Cipendawa ke Ibu Kota Kabupaten Cianjur berjarak 22 Km, sementara itu dari Desa Sukatani ke Ibu Kota Kabupaten Cianjur berjarak 30 Km. Desa Sukatani memiliki jarak yang lebih jauh dan lokasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan Desa Cipendawa. Desa Cipendawa terletak pada ketinggian 1110m dari permukaan laut (dpl), sementara Desa Sukatani terletak di ketinggian 1350m dpl.

Tabel 3. Batas wilayah Desa Cipendawa dan Desa Sukatani

Batas Desa Cipendawa Desa Sukatani

Utara Desa Sukatani Desa Sindangjaya

Timur Desa Cibodas Desa Cipanas

Selatan Desa Ciherang Desa Cipendawa

Barat Kab Sukabumi Taman Nasional

Gunung Gede Pangrango

Sumber : Profil Desa Sukatani dan Cipendawa Tahun 2009.

Desa Cipendawa berbatasan langsung dengan Desa Sukatani, Cibodas, Desa Ciherang, Kabupaten Sukabumi, sedangkan Desa Sukatani berbatasan langsung

dengan Desa Cipendawa, Desa Cipanas, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, dan Desa Sindangjaya (lihat Tabel 3)

Luas Desa Sukatani adalah 244 ha terbagi atas 4 Dukuh (Kampung), yaitu: Dukuh Pasir Kampung, Dukuh Barukupa, Dukuh Kayu Manis, dan Dukuh Gunung Putri yang terdiri dari 8 RW dan 38 RT. Sedangkan luas Desa Cipendawa adalah 1026 ha, yang terdiri dari 4 Dukuh, yaitu dukuh Pasir Cina, Dukuh Pacet, Dukuh Pasekon Bawah, Dukuh Pasekon Atas, yang terdiri dari 14 RW dan 60 RT.

Tabel 4. Luas wilayah menurut penggunaan lahan (dalam Ha)

Penggunaan Wilayah Desa Cipendawa (Ha) Desa Sukatani (Ha)

Pemukiman 304 73 Kebun 591 165 Kuburan 3 3 Pekarangan 5 1,2 Taman 1 - Perkantoran 1,5 0,7

Sarana dan Prasarana Umum

111 1,1

TOTAL 1026 244

Sumber : Profil Desa Sukatani dan Cipendawa Tahun 2009.

Desa Sukatani merupakan wilayah pegunungan dengan keadaan tanah berwarna hitam, keadaan alam seperti ini menyebabkan daerah tersebut sesuai untuk pengembangan budidaya sayuran. Sementara itu Desa Cipendawa merupakan desa dengan permukaan tanah jenis datar tidak securam Desa Sukatani. Kondisi Demografi secara lengkap dari desa Cipendawa dan Sukatani ditampilkan pada Tabel 5.

Data yang tersaji dalam Tabel 5 menggambarkan kondisi demografi di Desa Cipendawa dan Desa Sukatani. Jumlah penduduk Desa Cipendawa 17502 lebih banyak jika dibandingkan dengan jumlah penduduk di Desa Sukatani yang jumlah penduduknya sebanyak 11164 Jiwa. Kepadatan penduduk untuk setiap Km2 untuk Cipendawa sebesar 1723, sedangkan di Sukatani kepadatan penduduk per Km2 adalah sebesar 4150 orang. Masyarakat Desa Cipendawa lebih banyak yang berjenis

kelamin perempuan (50,36%) sementara itu di Desa Sukatani lebih banyak masyarakat yang berjenis kelamin laki–laki (51,7%)

Tabel 5. Kondisi demografi Desa Cipendawa dan Desa Sukatani