• Tidak ada hasil yang ditemukan

BOGOR

2009

Dengan ini saya menyatakan bahwa tesis Analisis Pola Aktivitas, Tingkat Kelelahan dan Status Anemia serta Pengaruhnya terhadap Prestasi Belajar Siswa adalah karya saya dengan arahan dari komisi pembimbing dan belum diajukan dalam bentuk apapun kepada perguruan tinggi mana pun. Sumber informasi yang berasal atau dikutip dari karya yang diterbitkan maupun tidak diterbitkan dari penulis lain telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam Daftar Pustaka di bagian akhir tesis ini.

Bogor, Januari 2009

Wiwik Widayati NRP. A551050031

Status and The Effect on Study Achievement of Student. Under direction of SITI MADANIJAH and IKEU TANZIHA

This research aim to analyze activity pattern, fatigue level, and the anemia status and also the effect on study achievement of student. This research use the cross-sectional study design, where 93 students in MTsN 1 Malang selected for sample (using random sampling technique). Data were analyzed with anova test experiment and Rank Spearman corelation experiment using SPSS 15.00. The result shows that the biggest time allocation of acceleration class student, pre- eminent class student and also regular class student are used to sleep, result of test statistic significantly correlate with study achievement (p = 0,008). Student fatigue level of the students from those three classes mostly categorized as tired, the result of test statistic show that it significant correlate (p = 0,003) with food consumption behavior. Prevalence of anemia status is 1,1%, which this anemia status not significant correlate (p = 0,001) with study achievement. The study achievement of the three groups, as indicated by the school report card, result of anova test different significant (p = 0,000) of three classes. In general, result of this research show factors having an effect on study achievement are study activity, sleep activity, and Hb level.

Anemia serta Pengaruhnya terhadap Prestasi Belajar Siswa. Dibimbing oleh SITI MADANIJAH dan IKEU TANZIHA.

Penyelenggaraan pendidikan di Indonesia pada umumnya bersifat klasikal, kelemahan sistem ini tidak terakomodasikannya kebutuhan individual siswa yang pada dasarnya tidak sama baik intelegensi, bakat dan minatnya. Penyelenggaraan kelas akselerasi (percepatan belajar) dianggap salah satu alternatif bagi siswa yang memiliki kemampuan dan kecerdasan di atas rata-rata. Namun, penyelenggaraan kelas akselerasi yang sudah diujicobakan beberapa tahun terakhir ini masih mengandung pro dan kontra dari banyak kalangan. Terkait dengan hal tersebut peneliti tertarik untuk meneliti bagaimana keragaan pola aktivitas, tingkat kelelahan dan status anemia serta pengaruhnya terhadap prestasi belajar siswa.

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik keluarga dan karakteristik siswa akselerasi, unggulan dan reguler; menganalisis pola aktivitas dan tingkat kelelahan siswa akselerasi, unggulan dan reguler; menganalisis perilaku konsumsi pangan dan status anemia siswa; menganalisis tingkat stres siswa; menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap tingkat kelelahan siswa; serta menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa.

Penelitian ini dilakukan dengan desain cross sectional study, di MTsN 1 Malang. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara purposive dengan mempertimbangkan terdapatnya program akselerasi, unggulan dan reguler serta kesediaan bekerjasama dalam penelitian. Pengambilan data dilaksanakan pada bulan Juli sampai Agustus 2008.

Contoh dalam penelitian ini adalah siswa kelas dua (akselerasi) dan siswa kelas tiga (unggulan dan reguler). Pengambilan contoh secara acak (random sampling). Besarnya contoh didasarkan pada alokasi proporsional dari tiga kelompok yaitu 20 orang untuk kelas akselerasi; 21 orang kelas unggulan; dan 52 orang kelas reguler.

Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer meliputi karakteristik contoh (umur, jenis kelamin, uang saku dan pengetahuan gizi), karakteristik keluarga (pendidikan orangtua, pekerjaan orangtua, pendapatan orangtua dan jumlah anggota keluarga), pola aktivitas, perilaku konsumsi, status gizi (berat badan, tinggi badan), status anemia (kadar hemoglobin), status kesehatan, tingkat kelelahan, tingkat stres, tingkat kepuasan, motivasi serta lingkungan keluarga. Pengumpulan data dilakukan dengan pengisisan kuesioner. Konsumsi pangan diperoleh dengan metode recall 2 x 24 jam yaitu pada hari libur dan hari sekolah. Pola aktivitas diperoleh dari pencatatan recall 2 x 24 jam pada hari libur dan hari sekolah. Berat badan dan tinggi badan contoh diperoleh dengan pengukuran langsung, alat yang digunakan untuk mengukur berat badan adalah timbangan injak dengan tingkat ketelitian 0,1 kg, sedangkan tinggi badan menggunakan alat ukur microtoise dengan ketelitian 0,1 cm. Kadar Hb diukur dengan menggunakan metode cyanmethemoglobin dengan mengambil darah contoh sebanyak 0,2 ml yang dilakukan oleh petugas

dengan menggunakan Program SPSS versi 15.0 for windows. Kontrol kualitas data yang dilakukan yaitu uji reliabilitas untuk alat ukur tingkat kelelahan, tingkat stres, tingkat kepuasan, motivasi dan lingkungan keluarga dengan metode Cronbach’s Alpha. Untuk mengetahui hubungan antar variabel digunakan uji Korelasi Pearson. Untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap tingkat kelelahan siswa dan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa digunakan analisa regresi linier berganda.

Analisis terhadap pola aktivitas menunjukkan alokasi waktu terbesar contoh pada kelas akselerasi, unggulan dan reguler digunakan untuk tidur yaitu 8,5 jam sehari. Selanjutnya aktivitas contoh pada ketiga kelas yang juga memakan waktu yang cukup banyak adalah untuk kegiatan sekolah yaitu 7,2 jam, sedangkan alokasi waktu terkecil digunakan untuk aktivitas olah raga yaitu 0,2 jam dari keseluruhan aktivitas. Hasil uji anova menunjukkan aktivitas belajar, bermain dan tidur berbeda nyata pada ketiga kelas. Hasil uji statistik menunjukkan pola aktivitas tidak berhubungan dengan tingkat kelelahan.

Analisis tingkat kelelahan menunjukkan pada umumnya sebagian besar contoh pada ketiga kelas (81,7%) merasa lelah. Hasil uji anova tidak berbeda nyata pada ketiga kelas, sedangkan hasil uji statistik menunjukkan tingkat kelelahan berhubungan negatif dengan perilaku konsumsi pangan.

Status anemia contoh dinilai dari hasil pengukuran hemoglobin (Hb) dalam darah. Kadar Hb contoh berkisar antara 11,7-17,5 g/dl, dengan rata-rata kadar Hb 14,1±1,2 g/dl. Analisis status anemia menunjukkan proporsi anemia contoh sebesar 1,1%. Hasil uji anova menunjukkan status anemia pada ketiga kelas tidak berbeda nyata, sedangkan hasil uji statistik menunjukkan status anemia tidak berhubungan dengan prestasi belajar.

Dari hasil analisis statistik diketahui bahwa faktor-faktor yang berpengaruh terhadap tingkat kelelahan adalah umur, perilaku konsumsi pangan dan tingkat stres, dengan besar pengaruhnya 42,4%. Analisis statistik terhadap faktor-faktor yang berpengaruh terhadap prestasi belajar menunjukkan bahwa aktivitas belajar, aktivitas tidur dan kadar Hb berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa, adapun besar pengaruhnya adalah 42,5%.

Dokumen terkait