• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sektor Keuangan

Dalam dokumen BAB 24 STABILITAS EKONOMI MAKRO (Halaman 35-38)

Posisi perbankan hingga saat ini masih sangat diharapkan dan diperlukan sebagai agen pembangunan dan katalisator pertumbuhan ekonomi dalam pembiayaan terhadap sektor riil. Namun, di balik optimisme tersebut, perlu diwaspadai potensi tren peningkatan terhadap NPL perbankan yang pada akhirnya dapat menggerus modal bank.Dalam menyikapi hal tersebut, Bank Indonesia terus akan melakukan langkah-langkah proaktif, baik dalam upaya untuk tetap menjaga kemampuan bank dalam menyalurkan kreditnya maupun dalam upaya untuk memitigasi potensi risiko yang akan berdampak terhadap perbankan nasional. Di samping itu, Bank Indonesia juga berkomitmen untuk tetap melanjutkan dan menyukseskan program konsolidasi untuk mewujudkan perbankan yang sehat, kuat, dan kompetitif.

Industri perbankan dan keuangan syariah secara umum memiliki potensi besar untuk berkontribusi secara lebih optimal dalam mendukung stabilitas makroekonomi, meningkatkan harkat dan kesejahterahan usaha mikro dan kecil, serta mengatasi permasalahan kesenjangan antara perkembangan sektor keuangan dan sektor riil (financial detachment). Kontribusi yang lebih optimal dapat lebih mudah diwujudkan apabila pangsa dan volume kegiatan usaha keuangan syariah di Indonesia mencapai besaran yang signifikan. Oleh sebab itu, segala upaya untuk meningkatkan volume industri harus dilakukan terhadap semua pihak yang terkait, dari Pemerintah, regulator, praktisi, akademisi, hingga segenap lapisan masyarakat. Salah satu cara melakukannya adalah dengan memanfaatkan potensi

24 - 36

sumber pendanaan dari luar negeri (investment inflow) melalui instrumen dan lembaga keuangan syariah guna membantu memenuhi

gap pembiayaan pembangunan nasional. Dalam kerangka

pengembangan pembiayaan UMKM tersebut dapat disampaikan tindak lanjut yang perlu dilakukan untuk mendorong pengembangan dan pemberdayaan UMKM. Untuk mempercepat pertumbuhan sektor riil, tindak lanjut yang dilakukan antara lain adalah meningkatkan upaya-upaya pemberian bantuan teknis kepada pemangku kepentingan yang terkait untuk akses pembiayaan perbankan serta melakukan koordinasi dengan Bank Indonesia untuk terus bekerja sama dan memfasilitasi berbagai upaya pengembangan kelembagaan seperti program linkage program, perluasan lembaga penjaminan kredit daerah, penguatan kelembagaan BPR, pendirian lembaga-lembaga yang mendorong akses kredit ke UMKM serta kegiatan lainnya sebagaimana yang sudah berlangsung selama ini.

Langkah-langkah yang ditempuh oleh Pemerintah dan Bank Indonesia diharapkan dapat terus memberikan sinyal positif dan keleluasaan bagi pelaku ekonomi. Kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan kebijakan makroekonomi diharapkan semakin meningkat. Dengan upaya peningkatan komitmen, koordinasi yang semakin terpadu dan semakin melengkapi antara kebijakan fiskal, kebijakan moneter, dan kebijakan pemerintah lainnya, diyakini segala upaya dalam rangka mencapai target-target peningkatan kesejahteraan rakyat dan pertumbuhan ekonomi nasional akan dapat diwujudkan.

Pada tahun mendatang arah kebijakan dalam meningkatkan ketahanan sektor keuangan khususnya melalui pasar modal akan dilakukan melalui

1. pemantapan koordinasi kebijakan fiskal, moneter, dan sektor

riil termasuk kerjasama dengan otoritas pasar modal dan lembaga jasa keuangan di negara lain;

2. perkuatan kualitas manajemen dan operasional lembaga jasa

keuangan dalam rangka meningkatkan efisiensi dan kemudahan bertransaksi serta pelaporan di bidang pasar modal/lembaga jasa keuangan termasuk pasar modal/jasa keuangan syariah;

24 - 37

3. perkuatan perlindungan bagi konsumen/investor lembaga jasa

keuangan termasuk pemantapan koordinasi penegakan hukum di bidang pasar modal dan lembaga jasa keuangan termasuk pasar modal/jasa keuangan syariah.

Pelaksanaan tugas dan fungsi PPATK semakin menghadapi tantangan yang semakin berat jika dibandingkan dengan pelaksanaan tugas pada masa awal pendiriannya. Hal ini disadari sebagai konsekuensi yang harus dihadapi mengingat semakin beragamnya permasalahan yang timbul dalam sistem keuangan antara lain sebagai akibat semakin majunya perkembangan berbangsa dan bernegara di Indonesia serta kemajuan bidang teknologi informasi yang mengindikasikan terjadinya penyimpangan dalam penggunaannya terutama yang berkaitan dengan aktivitas transaksi keuangan. Adapun tindak lanjut ke depan antara lain sebagai berikut (a) pengembangan sistem analisis dan kajian tipologi TPPU, (b) Pelaksanaan kerjasama nasional dan internasional di bidang pencegahan dan pemberantasan TPPU, (c) pengawasan pelaksanaan kepatuhan PJK dalam pelaporan TPPU, (d) penyempurnaan peraturan perundangan, penelaahan, dan pemberian nasehat hukum di bidang TPPU dan (e) pengembangan sistem teknologi informasi dan komputerisasi pengolahan data.

D. Data dan Informasi Statistik

Berbagai upaya yang ditujukan untuk meningkatkan ketersediaan data dan informasi statistik yang cepat, lengkap, dan akurat, baik secara nasional maupun secara regional, perlu ditindaklanjuti dan dijaga kesinambungannya. Tindak lanjut tersebut, antara lain, dilakukan melalui peningkatan koordinasi dengan instansi terkait, integrasi, sinkronisasi, dan standardisasi kegiatan statistik dalam kerangka mewujudkan sistem statistik nasional yang andal, efektif, dan efisien.

Dalam kaitan itu kapasitas sumber daya manusia yang profesional serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi mutakhir perlu ditingkatkan. Kemampuan petugas dalam pendekatan terhadap masyarakat juga perlu didorong agar dapat memperoleh informasi yang benar dan substansial.

24 - 38

Upaya kerja sama dan dukungan pemerintah provinsi/kabupten/kota perlu terus ditingkatkan sehingga hasil survei dapat dimanfaatkan secara luas oleh pemerintah provinsi/kabupaten/kota. Selain itu diperlukan peningkatan titik jaringan komunikasi data agar hasil pencacahan dapat dikirim melalui jaringan dan langsung diolah di kantor provinsi atau kantor pusat secara online. Dengan demikian, data akan lebih cepat dipublikasikan dengan waktu yang lebih singkat baik untuk pengiriman maupun pengolahan data. Pengembangan layanan jaringan komunikasi perlu ditingkatkan terus agar setiap kabupaten/kota mempunyai titik-titik layanan jaringan komunikasi.

Dalam rangka menghadapi tantangan pembangunan yang semakin besar dan lingkungan strategis yang semakin berkembang, reformasi birokrasi dalam pembangunan statistik akan dikembangkan. Reformasi statistik di Indonesia dimulai dengan menerapkan program Statcap CERDAS (Statististical Capacity

Building – Change and Reform for Development of Statistics in Indonesia). Empat pilar reformasi birokrasi dilakukan dalam tempo

2010—2014, meliputi (i) peningkatan kualitas data, (ii) pembinaan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia, (iii) penguatan teknologi informasi dan komunikasi serta sarana kerja, dan (iv) penguatan kelembagaan dan hubungan dengan sumber data dan pengguna data.

Dalam dokumen BAB 24 STABILITAS EKONOMI MAKRO (Halaman 35-38)

Dokumen terkait