• Tidak ada hasil yang ditemukan

SEKTOR KEUANGAN,PERSEWAAN DAN JASA PERUSAHAAN

Dalam dokumen arikab.bps.go (Halaman 70-74)

URAIAN SEKTORAL

3.8. SEKTOR KEUANGAN,PERSEWAAN DAN JASA PERUSAHAAN

3.8.1. Sub Sektor Bank

Penghitungan output dan nilai tambah bank atas dasar harga yang berlaku diperoleh langsung dari Bank Indonesia lewat Badan Pusat Statistik Jakarta, dimana output seluruh Kabupaten sudah tersedia. Untuk perkiraan atas dasar harga konstan 2000 diperoleh dengan cara deflasi memakai Indeks Biaya Hidup Kelompok Umum.

3.8.2 Sub Sektor Lembaga Keuangan Bukan Bank

Mencakup kegiatan Asuransi, Dana Pensiun, Pegadaian, Simpan Pinjam dan Lembaga Pembiayaan (sewa guna Usaha, Modal Ventura, Anjak Piutang, Pembiayaan Konsumen serta Kartu Kredit).

memakai cara ekstrapolasi dengan Indeks

memakai cara ekstrapolasi dengan Indeks

Gabungan produksi Telekomunikasi sebagai

Gabungan produksi Telekomunikasi sebagai

A

A

http://www.manokwarikab.bps.go.id

Penghitungan output dan nilai tambah bank

Penghitungan output dan nilai tambah bank

atas dasar harga yang berlaku diperoleh langsung

atas dasar harga yang berlaku diperoleh langsung

dari Bank Indonesia lewat Badan Pusat Statistik

dari Bank Indonesia lewat Badan Pusat Statistik

Jakarta, dimana output seluruh Kabupaten sudah

Jakarta, dimana output seluruh Kabupaten sudah

tersedia. Untuk perkiraan atas dasar harga konstan

tersedia. Untuk perkiraan atas dasar harga konstan

2000 diperoleh dengan cara

2000 diperoleh dengan cara

Biaya Hidup Kelompok Umum.

Biaya Hidup Kelompok Umum.

8 8

http://www.manokwarikab.bps.go.id

. .

http://www.manokwarikab.bps.go.id

2 2

http://www.manokwarikab.bps.go.id

S S

http://www.manokwarikab.bps.go.id

u u

http://www.manokwarikab.bps.go.id

b b

http://www.manokwarikab.bps.go.id

a. Usaha Jasa Asuransi

Asuransi merupakan salah jenis lembaga keuangan bukan bank yang usaha pokoknya menanggung resiko atas terjadinya musibah/kecelakaan atas barang atau orang tersebut, sehingga mengakibatkan hancur/rusaknya barang atau menyebabkan terjadinya kematian.

Output kegiatan dari Asuransi merupakan rekapitulasi dari output asuransi jiwa dan asuransi bukan jiwa. Nilai tambah bruto atas dasar harga yang berlaku diperoleh berdasarkan selisih antara output dengan biaya antara, sedangkan output atas dasar harga konstan 2000 diperoleh dengan metode deflasi.

b. Dana Pensiun

Output dan nilai tambah atas dasar harga berlaku dari kegiatan dana pensiun diperoleh dari hasil pengolahan laporan keuangan (laporan rugi/laba), sedangkan output dan nilai tambah atas dasar harga konstan diperoleh

dengan menggunakan metode

http://www.manokwarikab.bps.go.id

keuangan bukan bank yang usaha pokoknya

keuangan bukan bank yang usaha pokoknya

menanggung resiko atas terjadinya

menanggung resiko atas terjadinya

musibah/kecelakaan atas barang atau orang

musibah/kecelakaan atas barang atau orang

tersebut, sehingga mengakibatkan

tersebut, sehingga mengakibatkan

hancur/rusaknya barang atau menyebabkan

hancur/rusaknya barang atau menyebabkan

Output kegiatan dari Asuransi merupakan

Output kegiatan dari Asuransi merupakan

rekapitulasi dari output asuransi jiwa dan

rekapitulasi dari output asuransi jiwa dan

asuransi bukan jiwa. Nilai tambah bruto atas

asuransi bukan jiwa. Nilai tambah bruto atas

dasar harga yang berlaku diperoleh

dasar harga yang berlaku diperoleh

berdasarkan selisih antara output dengan biaya

berdasarkan selisih antara output dengan biaya

antara, sedangkan output atas dasar harga

antara, sedangkan output atas dasar harga

konstan 2000 diperoleh dengan metode deflasi.

konstan 2000 diperoleh dengan metode deflasi.

b b

http://www.manokwarikab.bps.go.id

. .

http://www.manokwarikab.bps.go.id

D D

http://www.manokwarikab.bps.go.id

a a

http://www.manokwarikab.bps.go.id

n n

http://www.manokwarikab.bps.go.id

deflasi/ekstrapolasi dan Indeks harga konsumen (IHK) umum atau jumlah peserta sebagai deflatornya / ekstrapolatornya.

c. Pegadaian

Output dan nilai tambah bruto atas dasar harga berlaku dari kegiatan pegadaian diperoleh dari hasil pengolahan laporan keuangan ( Laporan rugi laba), sedangkan output dan nilai tambah bruto atas dasar harga konstan diperoleh dengan metode ekstrapolasi dimana jumlah nasabah atau omset perusahaan pegadaian sebagai ekstrapolatornya.

d. Lembaga Pembiayaan

Lembaga pembiayaan ini mencakup sewa guna usaha, modal ventura, Anjak piutang, kartu kredet dan pembiayaan konsumen. Output atas dasar harga berlaku diperoleh dari Direktorat perbankan dan usaha jasa pembiayaan ( Dirjen lembaga keuangan, Departemen keuangan ). Sedangkan output dan nilai tambah bruto atas dasar harga berlaku diperoleh dengan menggunakan metode ekstrapolasi dan jumlah

http://www.manokwarikab.bps.go.id

Output dan nilai tambah bruto atas dasar

Output dan nilai tambah bruto atas dasar

harga berlaku dari kegiatan pegadaian

harga berlaku dari kegiatan pegadaian

diperoleh dari hasil pengolahan laporan

diperoleh dari hasil pengolahan laporan

keuangan ( Laporan rugi laba), sedangkan

keuangan ( Laporan rugi laba), sedangkan

output dan nilai tambah bruto atas dasar harga

output dan nilai tambah bruto atas dasar harga

konstan diperoleh dengan metode ekstrapolasi

konstan diperoleh dengan metode ekstrapolasi

dimana jumlah nasabah atau omset perusahaan

dimana jumlah nasabah atau omset perusahaan

pegadaian sebagai ekstrapolatornya.

pegadaian sebagai ekstrapolatornya.

g g

http://www.manokwarikab.bps.go.id

a a

http://www.manokwarikab.bps.go.id

P P

http://www.manokwarikab.bps.go.id

e e

http://www.manokwarikab.bps.go.id

m m

http://www.manokwarikab.bps.go.id

b b

http://www.manokwarikab.bps.go.id

http://www.manokwarikab.bps.go.id

Lembaga pembiayaan ini mencakup sewa Lembaga pembiayaan ini mencakup sewa

guna usaha, modal ventura, Anjak piutang, kartu

guna usaha, modal ventura, Anjak piutang, kartu

kredet dan pembiayaan konsumen. Output atas

perusahaan sebagai ekstrapolatornya.

3.8.3. Sub Sektor Sewa Bangunan .

Mencakup semua kegiatan jasa atas penggunaan rumah/bangunan sebagai tempat tinggal oleh rumah tangga tanpa memperhatikan apakah rumah itu milik sendiri atau milik yang disewa.

Output untuk persewaan agunan tempat tinggal diperoleh dari perkalian antara pengeluaran konsumsi rumah tangga perkapita untuk sewa rumah, kontrak rumah, sewa beli rumah dinas, perkiraan sewa rumah, pajak dan pemeliharaan rumah dengan penduduk pertengahan tahun.

Data persewaan bangunan tempat tinggal diperoleh berdasarkan hasil SUSENAS dan SENSUS PENDUDUK, sedangkan output usaha persewaan bangunan bukan tempat tinggal diperoleh dari perkalian antara luas bangunan yang disewakan dengan rata-rata tarif sewa per M2. Nilai tambah bruto diperoleh dari hasil perkalian antara ratio nilai tambah dengan outputnya, sedangkan nilai tambah bruto atas dasar harga konstan diperoleh dengan menggunakan metode ekstrapolasi dengan

http://www.manokwarikab.bps.go.id

Mencakup semua kegiatan jasa atas

Mencakup semua kegiatan jasa atas

penggunaan rumah/bangunan sebagai tempat

penggunaan rumah/bangunan sebagai tempat

tinggal oleh rumah tangga tanpa memperhatikan

tinggal oleh rumah tangga tanpa memperhatikan

apakah rumah itu milik sendiri atau milik yang

apakah rumah itu milik sendiri atau milik yang

Output untuk persewaan agunan tempat tinggal

Output untuk persewaan agunan tempat tinggal

diperoleh dari perkalian antara pengeluaran

diperoleh dari perkalian antara pengeluaran

konsumsi rumah tangga perkapita untuk sewa

konsumsi rumah tangga perkapita untuk sewa

rumah, kontrak rumah, se

rumah, kontrak rumah, sewa beli rumah dinas, wa beli rumah dinas,

perkiraan sewa rumah, pajak dan pemeliharaan

perkiraan sewa rumah, pajak dan pemeliharaan

rumah dengan penduduk pertengahan tahun.

rumah dengan penduduk pertengahan tahun.

Data persewaan bangunan tempat tinggal

Data persewaan bangunan tempat tinggal

diperoleh berdasarkan hasil SUSENAS dan SENSUS

diperoleh berdasarkan hasil SUSENAS dan SENSUS

PENDUDUK, sedangkan output usaha persewaan

PENDUDUK, sedangkan output usaha persewaan

bangunan bukan tempat tinggal diperoleh dari

bangunan bukan tempat tinggal diperoleh dari

perkalian antara luas bangunan yang disewakan

Indeks luas bangunan sebagai ekstrapolatornya.

3.8.4. Sub Sektor Jasa Perusahaan

Mencakup kegiatan pemberian jasa hukum (advokat dan notaris), jasa akuntansi dan pembukuan, jasa pengolahan dan penyajian data, jasa bangunan/arsitek dan tehnik, jasa periklanan dan riset pemasaran, jasa persewaan mesin dan peralatan, dan jasa foto copy.

Output jasa perusahaan diperoleh dari perkalian antara indikator produksi (jumlah perusahaan dan tenaga kerja) dengan indikator harga (rata output per perusahaan atau rata-rata output per tenaga kerja).

Sedangkan output dan nilai tambah bruto atas dasar harga konstan diperoleh sejalan dengan laju pertumbuhan konstan sub sektor industri non migas, asumsinya bahwa sektor ini paling banyak menggunakan jasa perusahaan.

Dalam dokumen arikab.bps.go (Halaman 70-74)