• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sektor Oude Hospitaalweg dan Grote Lengkong

Dalam dokumen 15 Universitas Indonesia (Halaman 41-50)

Ruang lingkup sektor Oude Hospitaalweg dan Grote Lengkong meliputi Jalan Lembong, Jalan Bungsu, Jalan Tamblong, Jalan Lengkong Besar dan sekitarnya.

Peta 2.35. Peta sektor Oude Hospitalweg Sumber: Google Map

Sektor Grote Lengkongweg berbatasan dengan Grote Postweg di sebelah selatan dan timur, sektor Braga di sebelah barat, dan sektor Dago di sebelah utara. Sektor tersebut merupakan daerah perkantoran dan pertokoan. Bangunan-bangunan sudut pada sektor Oude Hospitaalweg dan Grote Lengkong, yaitu

2.4.1. Kantor DPD Angkatan 45

Kantor DPD Angkatan 45 terletak di sudut persimpangan Jalan Bungsu dan Jalan Sunda no. 39, Kelurahan Braga, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat. Keletakan bangunan tersebut terletak di sisi barat laut dari persimpangan empat jalan.

Bangunan ini didirikan pada tahun 1940. Arsitek dan gaya bangunannya belum diketahui. Bentuk denah bangunan ini adalah berdenah persegi panjang yang memanjang dari selatan ke utara.

Peta 2.36. Keletakan Bangunan Kantor DPD Angkatan 45 Foto oleh Dimas Setyo Saputro dan peta dari Google Map

Arah hadap bangunan ini menghadap ke timur dan selatan sehingga bangunan tersebut memiliki dua tampak muka bangunan dan memiliki dua lantai. Bangunan tersebut memiliki menara yang menyatu dengan bangunannya, tapi tidak memiliki halaman yang luas di bagian depan bangunannya. Pada sisi tenggara terdapat menara yang atapnya terbuat dari genteng. Lantai satu terdapat tiga jendela besar menghadap ke selatan dan timur dan satu menghadap ke timur laut. Hal tersebut serupa dengan yang ada di lantai dua. Ciri khas bangunan ini adalah menggunakan menara yang menyatu dengan bangunan. Fungsi awal bangunan ini adalah sebagai kantor.

2.4.2. Gedung GKP RI

Gedung GKP RI terletak di sudut persimpangan Jalan Dalem Kaum dan Jalan Lengkong Besar no. 4, Kelurahan Balonggede, Kecamatan Regol, Kota Bandung, Jawa Barat. Keletakan bangunan tersebut terletak di sisi barat daya dari persimpangan empat jalan.

Peta 2.37. Keletakan Bangunan GKP RI Sumber: Dana, 1990 dan Google Map

Bangunan ini dibangun pada tahun 1940. Arsitek bangunan ini adalah Soekarno dan Rosseno. Bentuk denah bangunan tersebut yaitu berdenah bujur sangkar.

Arah hadap bangunan ini menghadap ke timur dan utara sehingga bangunan tersebut memiliki dua tampak muka dan memiliki dua lantai. Bangunan ini memiliki menara yang menyatu dengan bangunannya, terletak di sudut bangunan. Bangunan tersebut memiliki halaman yang luas di bagian depan bangunannya. Pintu masuknya menghadap ke timur laut dan di lengkapi dengan kanopi. Bagian atas pintu masuk terdapat menara yang berbentuk setengah lingkaran. Menara tersebut terdapat tiga jendela kaca yang memanjang secara vertikal. Lantai dua terdapat balkon dan setiap sisi lantai dua dilengkapi oleh jendela kaca. Awalnya bangunan ini sebagai kantor.

2.5. Sektor Pasar Baroeweg-Tegallega West dan A.B.C. Straat

Ruang lingkup sektor Pasar Baroeweg-Tegallega West dan A.B.C. Straat meliputi Jalan Otto Iskandardinata, Jalan ABC, Jalan Naripan, Jalan Banceuy, dan sekitarnya.

Peta 2.38. Peta sektor Pasar Baroeweg Sumber: Google Map

Sektor ABC berbatasan dengan Grote Postweg di sebelah selatan, sektor Braga di sebelah timur, Kebon Jukut di sebelah utara, dan Kebon Jeruk di sebelah barat. Sektor ini merupak daerah perbelanjaan pada masa itu. Selain Braga, daerah ini juga terkenal sebagai daerah perbelanjaan dan merupakan daerah orang-orang Cina menjual barang-barang dagangannya. Bangunan-bangunan sudut pada sektor Pasar Baroeweg-Tegallega West dan A.B.C. Straat, yaitu

2.5.1. Toko jalan ABC

Toko tersebut terletak di sudut persimpangan Jalan Banceuy no. 51 dan Jalan ABC, Kelurahan Braga, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat. Keletakan bangunan sudut tersebut terletak di sisi barat daya persimpangan empat jalan.

Bangunan ini dibangun sekitar tahun 1928, arsitek dan gaya bangunannya belum diketahui hingga sekarang. Bentuk denah bangunan tersebut adalah berdenah persegi panjang yang memanjang dari utara ke selatan.

Peta 2.39. Keletakan Bangunan Toko ABC

Sumber: www.geocities.com/bandungcity/old.htm dan Google Map

Arah hadap bangunan ini menghadap utara dan timur sehingga bangunan ini memiliki dua tampak muka. Bangunan tersebut terdapat dua tingkat, memiliki menara yang menyatu dengan bangunannya. Bangunan tersebut tidak memiliki halaman yang luas di bagian depan bangunan sudut tersebut. Pintu masuknya menghadap ke timur laut. Bangunan ini terdiri dari dua lantai, terdapat dua jendela besar dan satu jendela kecil. Bangunan tersebut menghadap ke timur laut. Pada atap bagian timur laut terdapat cupola yang membulat dengan 6 lubang udara dan atap tidak terbuat dari genteng. Bangunan ini dari awalnya difungsikan sebagai toko.

2.5.2. Toko Bintang Mas

Toko tersebut terletak di sudut persimpangan Jalan ABC dan Jalan Alketeri, Kelurahan Braga, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung, Jawa

Barat. Keletakan bangunan tersebut terletak di sisi tenggara persimpangan empat jalan.

Bangunan ini dibangun pada tahun 1925-1930, arsitek dan gaya bangunannya belum diketahui hingga sekarang. Bentuk denah bangunan sudut tersebut adalah berdenah persegi panjang yang memanjang dari utara ke selatan.

Peta 2.40. Keletakan Bangunan Toko Bintang Mas Sumber: Dana, 1990 dan Google Map

Arah hadap bangunan ini menghadap ke utara dan barat sehingga bangunan tersebut memiliki dua tampak muka dan memiliki dua lantai. Bangunan tersebut tidak memiliki menara yang menyatu dengan bangunannya dan juga tidak memiliki halaman yang luas di bagian muka bangunannya. Pintu masuknya menggunakan dengan rolling door menghadap ke barat laut. Di lantai dua terdapat tiga jendela di tiap sisinya dan juga terdapat jendela yang berbentuk lingkaran di tiap sisinya. Pada sisi barat terdapat bagian yang menonjol dan berbentuk setengah lingkaran. Bagian tersebut menonjol secara vertikal hingga menyerupai menara. Di atas pintu masuk terdapat tulisan nama toko. Sejak awal dibangun hingga sekarang bangunan ini tetap digunakan untuk pertokoan.

2.5.3. Toko Hasil Bumi Bintang

Toko Hasil Bumi Bintang terletak di sudut persimpangan Jalan Belakang Pasar no 1 dan Jalan Pasar Barat, Kota Bandung, Jawa Barat. Keletakan bangunan sudut tersebut terletak di sisi timur laut dari persimpangan tiga jalan.

Peta 2.41. Keletakan Bangunan Toko Hasil Bumi Bintang Sumber: Dana, 1990 dan Google Map

Bangunan ini dibangun pada tahun 1910. Arsitek dan gaya bangunannya belum diketahui hingga sekarang. Bentuk denah bangunan sudut adalah berdenah bujur sangkar.

Arah hadap bangunan ini menghadap ke selatan dan barat sehingga bangunan tersebut memiliki dua tampak dan memiliki dua tingkat. Bangunan tersebut tidak memiliki menara dan halaman yang luas di depan bangunan tersebut. Lantai satu terdapat satu jendela dan satu pintu di kedua sisi, tapi pada sisi tenggara terdapat jendela kecil yang memanjang secara horisontal. Pada lantai dua terdapat tiga jendela di kedua sisinya, tapi pada sisi tenggara terdapat satu pintu kaca dan balkon. Awalnya bangunan ini digunakan sebagai ruko.

2.5.4. Kantor Banceuy-Suniaraja

Kantor tersebut terletak di sudut persimpangan Jalan Banceuy dan Jalan Suniaraja, Kelurahan Braga, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung, Propinsi Jawa Barat. Keletakan bangunan sudut tersebut terletak di sisi tenggara dari persimpangan tiga jalan.

Peta 2.42. Keletakan Bangunan Banceuy-Suniaraja Foto oleh Dimas Setyo Saputro dan peta dari Google map

Bangunan ini dibangun pada tahun 1938, arsitek dan gaya bangunannya belum diketahui. Bentuk denah bangunan tersebut yaitu berdenah tidak beraturan. Arah hadap Bangunan ini menghadap ke utara-barat sehingga bangunan tersebut memiliki dua tampak muka dan memiliki dua tingkat. Bangunan tersebut tidak memiliki menara yang menyatu dengan bangunannya dan bangunan tersebut juga tidak memiliki halaman yang luas di bagian depan bangunannya. Bangunan sisi utara dihiasi oleh tembok yang berbentuk kotak-kotak. Awal bangunan tersebut digunakan sebagai perkantoran.

Dalam dokumen 15 Universitas Indonesia (Halaman 41-50)

Dokumen terkait