• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROFIL PULAU-PULAU KECIL KABUPATEN PASAMAN BARAT

5. Air Terjun Siburai-burai

3.2. Bidang Sosial Budaya

3.2.1. Sektor Pendidikan

Pendidikan menjadi perhatian pemerintah sebagai upaya untuk menjadi bangsa yang maju.

Demikian juga pemerintah Kabupaten Pasaman Barat senantiasa terus berupaya meningkatkan pendidikan di masyarakat. Pembangunan dibidang pendidikan

dilaksanakan melalui perbaikan sarana/prasarana pendidikan, serta program peningkatan mutu pendidik seperti seleksi guru, kepala sekolah dan pegawai berprestasi, pelaksanaan diklat maupun bintek baik untuk guru, kepala sekolah maupun pengawas sekolah.

Dengan meningkatnya tingkat pendidikan guru diharapkan juga dapat meningkatkan kualitas mengajar yang pada akhirnya dapat menciptakan anak didik yang berkualitas. Peningkatan kualitas siswa juga dilaksanakan melalui pembinaan minat bakat dan krativitas siswa berupa pengikutsertaan dalam berbagai lomba seperti lomba mata pelajaran, lomba seni nasional, lomba kreativitas, serta lomba lainnya. Diharapkan dengan adanya kompetisi semacam itu dapat menumbuhkembangkan minat bakat siswa baik dalam mata pelajaran maupun dalam kegiatan ekstrakurikuler.

Pendidikan tidak hanya melalui pendidikan formal di sekolah-sekolah tetapi juga melalui program kelompok belajar (Kejar) seperti kejar paket A (setara SD), kejar paket B (setara SMP), dan kejar paket C (setara SMA). Kegiatan itu bertujuan untuk perluasan dan pemerataan kesempatan belajar memperoleh pendidikan dasar dan pendidikan yang lebih tinggi. Pada tabel berikut menampilkan data mengenai banyaknya sekolah dan siswa di Kabupaten Pasaman Barat.

Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) khususnya pendidikan adalah dengan mencanangkan program wajib belajar (wajar) 9 tahun. Dengan program tersebut setiap anak diwajibkan untuk memperoleh pendidikan sampai tamat SLTP (atau selama 9 tahun).

Hasil pembangunan pendidikan masyarakat dapat dilihat melalui beberapa indikator

antara tingkat/jenjang pendidikan tertinggi yang ditamatkan, Angka Melek Huruf (AMH), rata-rata lama sekolah , Angka Partisipasi Sekolah (APS), Angka Partisipasi Murni (APM).

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)

Pendidikan usia dini menjadi basis dalam membentuk karakter anak sejak usia dini. Pada hakikatnya, pendidikan anak usia dini merupakan upaya untuk menstimulasi, membimbing, mengasuh, dan menyediakan kegiatan pembelajaran yang akan menghasilkan kemampuan dan keterampilan pada anak, dan sekaligus merupakan upaya untuk memfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan anak sejak dini.

Permasalahan utama yang dihadapi dalam pendidikan anak usia dini di Kabupaten Pasaman Barat adalah kurangnya sarana dan prasarana dan alat peraga di PAUD, khususnya di sekolah sekolah milik swasta. Padahal, sebagian besar PAUD yang ada adalah milik swasta. Pada tahun 2015, ada 242 taman kanak-kanak di Kabupaten Pasaman Barat, dan 188 di antaranya adalah milik swasta.

Permasalahannya adalah bahwa pada tahun 2015 pemerintah daerah tidak bisa mengalokasikan anggaran bantuan sosial atau hibah kepada sekolah swasta, karena adanya pembatasan pemberian dana bantuan sosial/ hibah. Berikut adalah data perkembangan partisipasi PAUD di Kabupaten Pasaman Barat dalam 5 (lima) tahun terakhir:

Tabel 3.10.

Perkembangan Angka Partisipasi PAUD Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2011 - 2015

No Indikator Tahun

2011 2012 2013 2014 2015

1 Jumlah Siswa Jenjang TK/RA/TPA

Pendidikan Dasar

Perkembangan indikator pendidikan dasar dari tahun 2011 sampai dengan tahun 2015 Kabupaten Pasaman Barat antara lain dapat diukur berdasarkan indikator angka partisipasi sekolah, rasio ketersediaan sekolah dengan penduduk usia sekolah, serta rasio guru dengan murid.

Angka partisipasi sekolah dasar merupakan ukuran daya serap sistem pendidikan terhadap penduduk usia sekolah dasar. Angka partisipasi sekolah dasar adalah jumlah murid kelompok usia pendidikan dasar (7-12 tahun dan 13-15 tahun) yang masih menempuh pendidikan dasar per 1.000 jumlah penduduk usia pendidikan dasar. Sedangkan rasio ketersediaan sekolah adalah jumlah sekolah tingkat pendidikan dasar per 10.000 jumlah penduduk usia pendidikan dasar, rasio ini mengindikasikan kemampuan untuk menampung semua penduduk usia pendidikan dasar. Perkembangan pendidikan dasar di Kabupaten Pasaman Barat tahun 2011 - 2015 dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 3.11.

Perkembangan Angka Partisipasi Pendidikan Dasar Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2011 – 2015

No Indikator Tahun

2011 2012 2013 2014 2015

1 APK SD/MI 107,11 102,58 109,43 108,83 118,63

2 APM SD/MI 96,07 95,98 96,81 97,22 99,73

APK SMP/ MTs 66,80 88,76 81,52 83,42 87,10

3 APM SMP/ MTs 54,84 65,91 64,79 68,71 72,69

Sumber : Dinas Pendidikan Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2016

Dari tabel di atas terlihat bahwa angka partisipasi pada tingkat pendidikan dasar mengalami peningkatan setiap tahun. Angka Partisipasi Kasar (APK) SD/MI meningkat dari 107,11 di tahun 2011 menjadi 118,63 pada tahun 2015. Hal ini menunjukkan bahwa jumlah anak usia di atas 12 tahun atau di bawah 7 tahun yang bersekolah di jenjang SD semakin meningkat. APK SD/MI sebesar 118,63 pada tahun

2015 menunjukkan bahwa jumlah siswa SD di Kabupaten Pasaman Barat lebih banyak dari pada jumlah anak usia 7-12 tahun. Demikian juga dengan, Angka Partisipasi Murni (APM) SD/MI menunjukkan trend peningkatan,dari 96,07 pada tahun 2011 menjadi 99,73 pada tahun 2015.

Fenomena yang sama juga terjadi di tingkat SMP/MTs. APK SMP/MTs juga menunjukkan trend kenaikan dari 66,80 di tahun 2011 menjadi 87,10 di tahun 2015.

Pada saat yang sama, APM SMP/MTs juga menunjukkan kenaikan,dari tahun 54,84 di tahun 2011 menjadi 72,69 di tahun 2015. APK maupun APM kurang dari 100 menunjukkan bahwa jumlah siswa SLTP lebih sedikit dibanding penduduk usia 13-15 tahun; artinya, masih ada penduduk usia 13-13-15 tahun yang berada di SD atau sudah masuk SLTA, atau masih adanya penduduk usia 13-15 tahun yang tidak lagi bersekolah.

Tabel 3.12.

Rasio Ketersediaan Sekolah dan Guru Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2011 - 2015

Sumber : Dinas Pendidikan Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2016

Rasio guru terhadap murid di tingkat SD/MI menunjukkan kenaikan dalam kurun waktu 5 (lima) tahun terakhir, yakni dari 53,50 guru per 1.000 murid SD di tahun 2011 menjadi 61,92 guru per 1.000 murid SD di tahun 2015.Kenaikan rasio guru/murid di tingkat SLTP justru menunjukkan kenaikan yang lebih signifikan dalam 5 (lima) tahun terakhir, yakni dari 82,10 orang per 1.000 murid SLTP di tahun 2011 menjadi 102,97 orang guru per 1.000 murid SLTP di tahun 2015.

Pendidikan Menengah

Pendidikan menengah merupakan jenjang pendidikan di usia anak 16 - 18 tahun, yang diukur dengan indikator yang sama dengan pendidikan dasar yaitu angka partisipasi sekolah, rasio ketersediaan sekolah dengan penduduk usia sekolah,rasio guru dengan murid serta rasio guru terhadap murid per kelas rata-rata, seperti di lihat pada tabel berikut.

Tabel 3.13.

Perkembangan Pendidikan Menengah Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2011 - 2015 Sumber : Dinas Pendidikan Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2016

Berdasarkan tabel di atas, terlihat bahwa partisipasi pendidikan di tingkat SLTA juga menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Angka Partisipasi Kasar SLTA pada tahun 2011 adalah 39,51 dan pada tahun 2015 telah meningkat menjadi

74,54. Hal yang sama juga terjadi pada Angka Partisipasi Murni (APM), yakni meningkat dari 32,32 di tahun 2011 menjadi 56,63 di tahun 2015.

Meski demikian, baik APK maupun APM tingkat SLTA belum mencapai angka 100. Artinya, jumlah siswa di SMA/MA/SMK Kabupaten Pasaman Barat lebih sedikit dibanding jumlah penduduk usia 16-18 tahun. Hal ini bisa disebabkan oleh berbagai hal, seperti adanya siswa usia 16-18 tahun yang masih berada di SLTP atau sudah masuk Perguruan Tinggi, adanya penduduk usia 16-18 tahun yang bersekolah di luar Kabupaten Pasaman Barat, atau adanya penduduk usia 16-18 tahun yang tidak lagi bersekolah.

Sarana dan Prasarana Pendidikan

Kualitas sarana dan prasarana pendidikan berkaitan dengan pemenuhan Standar Pelayanan Minimum (SPM) maupun akreditasi sekolah. Data sekolah berdasarkan status akreditasi Kabupaten Pasaman Barat tahun 2015 dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 3.14.

Data Sekolah Berdasarkan Status Akreditasi Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2015

No Indikator

Status Akreditasi Belum

Akreditasi Akreditasi A Akreditasi B Akreditasi C Jumlah

1 SLB 2 0 0 0 2

2 SD/ MI 183 8 52 27 270

3 SMP/ MTs 28 9 29 36 102

SMA/ SMK/ MA 37 8 9 8 62

4 Total 250 25 90 71 436

Sumber : Dinas Pendidikan Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2016

Dari tabel di atas, terlihat bahwa 57,34 persen dari 436 sekolah yang ada di Kabupaten Pasaman Barat pada tahun 2015 belum terakreditasi, dan 16,28 persen masih mendapatkan akreditasi C. Berdasarkan focus group discussion yang dilakukan bersama pada pemangku kepentingan di sektor pendidikan Kabupaten

Pasaman Barat, masih banyaknya sekolah yang belum terakreditasi dipengaruhi oleh kurangnya kesadaran kemauan pengelola sekolah swasta untuk memenuhi standar akreditasi sekolah, sementara itu dari 436 sekolah di Kabupaten Pasaman Barat, 119 unit (27,29 persen) di antaranya dimiliki/ dikelola oleh swasta.

Dokumen terkait