• Tidak ada hasil yang ditemukan

SEKTOR PENGEMBANGAN AIR MINUM

PDF Compressor Free Version

7.3. SEKTOR PENGEMBANGAN AIR MINUM

Sub Sektor Bidang Sistem Penyediaan Air Minum ini merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia dan sangat diperlukan dalam meningkatkan kualitas kehidupan manusia dan pertumbuhan ekonomi suatu wilayah. Melalui kebijakan pengaturan mengenai sumber daya air maka diterbitkan UU No.7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air (SDA), Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 14/PRT/M/2010 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, mensyaratkan tersedianya sistem akses air minum yang aman melalui sistem penyediaan air minum dengan sistem penyediaan air minum perpipaan dan bukan perpipaan terlindungi dengan kebutuhan pokok minimal 60 l/org/hr.

7.3.1. Kondisi Eksisting

Pembangunan infrastruktur khususnya sektor air minum telah tertuang dalam RPJMD Kabupaten Pakpak Bharat Tahun 2010-2015. Pembangunan infrastruktur harus dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sehingga setelah dilakukan dalam kurun waktu 5 (lima) tahun dimaksudkan untuk :

a. Meningkatkan akses infrastruktur;

b. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat

Hal ini dilakukan untuk meminimalisir kesenjangan infrastruktur khsususnya air minum di wilayah Kabupaten Pakpak Bharat. Untuk menjawab hal tersebut secara struktur ruang sebagaimana telah tertuang dalam dalam dokumen perencanaan baik di RTRW maupun RPIJM telah disusun kebijakan untuk peningkatan kualitas dan jangkauan air minum baik prasarana dan sarananya.

Status capaian kinerja pelayanan air minum Kabupaten Pakpak Bharat tahun 2013 adalah sebagai berikut :

a. 33,92 % rumah tangga telah memiliki akses berkelanjutan terhadap sumber air minum layak, perkotaan dan perdesaan :

b. 79,48 % rumah tangga telah memiliki akses berkelanjutan terhadap sumber air minum layak- perkotaan;

c. 26,54 % rumah tangga telah memiliki akses berkelanjutan terhadap sumber air minum layak-perdesaan.

Ditinjau dari sistem penyediaan air minum-nya, capaian kinerja pelayanan air minum Kabupaten Pakpak Bharat ditampilkan dalam tabel berikut ini:

Tabel 7.25. Jumlah Rumah Tangga Menurut Sumber Air Minum Tahun 2013

No Kec PDAM

Sumur

Gali Mata Air Sumur Bor PAH

Lain- Lain Jumlah Total ( unit ) 1 Salak 630 10 239 55 233 0 1.152 2 STTU Jehe 0 27 0 15 711 0 753 3 Pagindar 0 3 163 0 13 0 179 4 STTU Julu 0 0 344 0 405 0 749 5 PGGS 0 157 5 7 319 0 488 6 Kerajaan 0 71 586 25 988 0 820 7 Tinada 0 2 363 5 450 0 820 8 Siempat Rube 146 3 0 3 20 0 172 Total 776 273 1700 110 3.139 0 5.998

Sumber: Data Rispam Kab. Pakpak Bharat

Kabupaten Pakpak Bharat 2015-2019

VII



7.3.1.1. Sistem Perpipaan

UPTD Kabupaten Pakpak Bharat mempunyai unit-unit pelayanan sebanyak 5 unit Produksi, sebagaian besar sumber airnya berasal dari mata air, dan air permukaan. Kegiatan produksi dan distribusinya banyak digunakan sistem perpompaan, sehingga daya pembangkit listrik dari PLN maupun Genset Mutlak diperlukan.

Cakupan pelayanan Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Kabupaten Pakpak di perkotaan pada tahun 2012 sebesar 13%. Kapasitas produksi sebesar 162 liter/detik dengan total pelanggan sebanyak 9.731 sambungan.

Dengan banyaknya sistem terpisah, maka akan menimbulkan tingginya biaya operasi dan pemeliharaan, misalnya: biaya untuk listrik. Beberapa sistem yang ada dilengkapi dengan instalasi pengolahan air minum . Namun karena kondisi pipa di sebagian sistem sudah tua dan angka kehilangan air cukup tinggi (43%), kadangkadang air yang disuplai ke pelanggan berwarna keruh. Di samping itu, tekanan air di pelanggan tidak merata dan sebagian sistem belum beroperasi selama 24 jam/hari. Sistem pembiayaan dari sistem perpipaan dibiayai oleh APBD Kabupaten Pakpak Bharat.

Untuk pengelolaannya ditangani oleh UPTD) Jaringan Air Minum Kabupaten Pakpak Bharat yang di syahkan berdasarkan Perda Kabupaten Pakpak Nomor : 7 Tahun 2010, tentang Organisasi Dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Jaringan Air Minum. Jumlah pegawai saat ini sebanyak 7 orang, dengan jumlah pelanggan 742 unit berarti memiliki rasio pegawai sebanyak 9 pegawai per 1000 pelanggan.

 Sistem Perpipaan SPAM Ibukota Kabupaten

UPTD Pakpak Bharat terbentuk melalui Peraturan Bupati Kabupaten Pakpak Bharat Nomor. 7 Tahun 2010 tentang Organisasi Dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Jaringan Air Bersih, struktur Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pakpak Bharat. Sebelum pemekaran Pelayanan Air Minum di kelola oleh PDAM Tirta Chiho Dairi. UPTD Air Minum Kabupaten Pakpak Bharat memiliki 5 (lima) unit instalasi pengolahan air minum, antara lain :

1. Unit PGGS kapasita : 2 lt/det 2. Unit Salak kapasitas : 5 lt/det

3. Unit Siempat Rube kapasitas : 15 lt/det 4. Unit Kerajaan kapasitas : 3 lt/det 5. Unit Tinada kapasitas : 3 lt/det

Sumber-sumber air Baku UPTD Kabupaten Pakpak Bharat meliputi : 1. Mata air

Ada 3 buah mata air yang menjadi sumber penyediaan air baku untuk air minum. 2. Air Permukaan (sungai)

Sungai yang menjadi sumber adalah sungai Kuning, dimana pengambilannya menggunakan intake/bangunan penyadap dan dialirkan secara perpompaan dengan pipa menuji IPAM untuk diolah.

A. Cakupan Pelayanan dan Tingkat Konsumsi Air

Pada saat ini sistem Ibukota Kabupaten yang diselenggarakan oleh UPTD Kabupaten Pakpak Bharat melayani daerah perkotaan Salak dan sekitarnya termasuk beberapa Desa

Kabupaten Pakpak Bharat 2015-2019



di Kecamatan Siempat Rube. Daerah pelayanan meliputi desa Desa Salak I, Desa Salak II dan Desa Boangmangalu di Kecamatan Salak. Sedangkan daerah pelayanan untuk Kecamatan Siempat Rube ada Desa Siempat Rube I, Desa Siempat Rube III, Desa Siempat Rube IV, Desa Kota Jungak dan Traju. Pada tahun 2014 jumlah pelanggan sebanyak 742 unit, dan rata-rata jiwa terlayani sebanyak 5 jiwa/unit. Maka jumlah jiwa terlayani sebanyak 3710 jiwa.

Sedangkan jumlah penduduk daerah pelayanan sebanyak 10.137 jiwa. Dengan demikian cakupan pelayanan di wilayah teknis sebanyak 36,6%. Selain melayani sambungan domestik, sistem perpipaan yang dikelola UPTD ini juga melayani perkantoran Ibu Kota Kabupaten, namun demikian sistem yang ada tidak berfungsi atau mengalami kerusakan. Tingkat konsumsi air minum pelanggan sistem perpipaan UPTD Jaringa Air Bersih Kabupaten Pakpak Bharat cukup rendah yaitu sekitar 15 m3/pelanggan/bulan, atau sebesar 100 liter/orang/hari. Rendahnya konsumsi air ini diakibatkan sering terjadi gangguan pelayanan berupa terhentinya atau debit air yang kecil akibat kebocoran pada jaringan pipa.

B. Kehilangan Air

Angka kehilangan air sistem perpipaan Kabupaten Pakpak Bharat cukup tinggi, yaitu sebesar 43%. Kondisi ini diakibatkan kondisi pipa yang sudah tua dan kebocoran pipa. C. Sumber Air Baku

Sumber Air Baku yang dimanfaatkan oleh sistem seluruhnya menggunakan sumber yang berasal dari mata air, yaitu Mata air Lae Angkat. Di mata air yang ada dibuatkan bak penangkap air / broncaptering selanjutnya dialirkan atau didistribusikan dengan menggunakan pipa GIP dan PVC.

D. Jaringan Transmisi

Air baku didistribusikan dengan sistem grafitasi melalui jaringan perpipaan. Untuk pengaliran air dari broncaptering ke reservoir sistem perpipaan air minum Kecamatan Salak, dilakukan dengan rincian pipa transmisi sebagai berikut :

 Pipa GIP dia 12 dengan panjang pipa 200 meter

 Pipa PVC dia 10 dengan panjang pipa 500 meter

 Pipa PVC dia 8 dengan panjang pipa 4.500 meter

 Pipa PVC dia 6 dengan panjang pipa 7.700 meter E. Unit Produksi

Sampai saat ini sistem perpipaan di Kabupaten Pakpak Bharat belum menggunakan sistem pengolahan. Pada umumnya air baku dari bangunan penangkap langsung disalurkan ke reservoir, untuk selanjutnya dialirkan langsung ke daerah pelayanan dan ke reservoir.

Kabupaten Pakpak Bharat 2015-2019

VII



Reservoir yang berada di lokasi mata air bertujuan untuk menampung air dari sumber. Bangunan terbuat dari beton berukutan 4 x 4 m dengan pipa masuk terdiri dari 3 pipa dengan diameter 6 inchi satu buah dan 4 inchi.dua buah, pipa ini berasal dari langsung mata air dan dam (bendungan). Dari reservoir penampung air dialirkan ke daerah pelanggan dan reservoir penampung.

 Unit Distribusi

Unit distribusi menggunakan sistem perpipaan jenis PVC yang terdiri dari pipa 150 mm sampai 50 mm.

A. Unit Pelayanan

Jumlah unit pelayanan di Kabupaten Pakpak Bharat yang dikelola oleh UPTD Jaringan air bersih Kabupaten Pakpak Bharat sebanyak 776 unit. Unit yang memiliki Jumlah pelanggan terbanyak adalah unit Salak dengan pelanggan sebanyak 630 unit. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel berikut:

Tabel 7.26. Jumlah Unit Pelayanan di Kabupaten Pakpak Bharat

No Unit Kapasitas (Liter/dtk) Pelanggan (Unit) 1 Salak 15 630 2 Siempat Rube 15 146 Jumlah 776

Sumber : UPTD Jaringan Air Bersih Kabupaten Pakpak Bharat, 2014

Adapun jenis dan jumlah sambungan rumah (SR) untuk sistem perpipaan air minum di ibukota kabupaten dapat dilihat pada Tabel di bawah ini :

Tabel 7.27. Lokasi Sambungan Rumah di IKK Salak

NO LOKASI GOLONGAN TARIF JUMLAH SR RA RB IP NK SU

1 Jalan Sisingamangaraja 33 7 1 5 0 46 2 Jalan Emas 17 3 0 1 0 21 3 Jalan Rae Batang-batangna 7 2 0 0 0 9 4 Jalan Banurea 57 25 2 1 0 85 5 Jalan Sikadang Njandi 129 33 7 2 2 173 6 Jalan Kuta Kettang 19 4 0 0 0 23 7 Jalan Lae Ordi 118 50 4 1 2 175 8 Jalan Lae Une 56 17 0 0 1 74 9 Sindeka 1 2 13 3 0 19 10 Napasengkut 22 23 0 2 0 47 11 Jalan Raja David 14 4 0 1 0 19 12 Simpang Jambu dan Jambu 64 16 5 0 0 85 Jumlah 537 186 32 16 5 776 Sumber : UPTD Jaringan Air Bersih Kab. Pakpak Bharat, 2014

B. Skematik dan Peta Pelayanan

Sistem Pelayanan dari jaringan air bersih Kabupaten Pakpak Bharat untuk IKK Salak dapat dilihat pada skematika sistem dan gambar wilayah pelayanan

Kabupaten Pakpak Bharat 2015-2019



Gambar 7.7. Skematika Sistem Jaringan Air Minum IKK Salak

Gambar 7.8. Peta Daerah Pelayanan Jaringan Air Minum IKK Salak

Kabupaten Pakpak Bharat 2015-2019

VII

  Sistem Perpipaan SPAM Ibukota Kecamatan

Pada saat ini di Kabupaten Pakpak Bharat terdapat beberapa sistem SPAM IKK perdesaan yaitu SPAM IKK Sukaramai dan SPAM IKK Tinada. Sistem tersebut mempunyai kapasitas masing-masing sebesar 3 liter/detik.

A. Sistem IKK Tinada

Pada saat ini sistem Tinada melayani masyarakat Desa Tinada dan Desa Silima Kota. Sistem yang digunakan mempunyai kapasitas sebesar 3 liter/detik dengan sumber air baku dari Lae Mbilulu.

B. Sistem IKK Sukaramai

Pada saat ini sistem Sukaramai melayani masyarakat Desa Sukaramai dan Kutasaga. Sistem yang digunakan mempunyai kapasitas sebesar 3 liter/detik dengan sumber air baku dari Lae Kacimbe.

C. Sistem IKK Kecupak

Pada saat ini sistem Kecupak melayani masyarakat Desa Kecupak I Sistem yang digunakan mempunyai kapasitas sebesar 3 liter/detik dengan sumber air baku dari Lae Sintutung.

Gambar 7.9. Peta Daerah Pelayanan Jaringan Air Minum IKK Kecupak

Kabupaten Pakpak Bharat 2015-2019



Gambar 7.10. Peta Daerah Pelayanan Jaringan Air Minum IKK Tinada

Gambar 7.11. Peta Daeerah Pelayanan Jaringan Air Minum IKK Sukaramai

Kabupaten Pakpak Bharat 2015-2019

VII

  Sistem Perpipaan SPAM Pedesaan

Masyarakat perdesaan Kabupaten Pakpak Bharat mendapat pelayanan air minum dari sistem perpipaan perdesaan yang lokasinya tersebar. Sistem yang terbangun berupa MCK dan prasarana air bersih dengan sumber air baku berasal dari mata air dan sungai. Secara rata-rata setiap 1 unit sistem SPAM perdesaan melayani sekitar 50 jiwa.

A. SPAM Perdesaan Kecamatan Salak

SPAM perdesaan di Kecamatan Salak berjumlah sebanyak 3 yang berlokasi di di Desa Kuta Tinggi, Desa Salak I dan Desa Penanggalen Binanga Boang, Prasarana tersebut berupa prasarana air bersih dan MCK dengan jumlah jiwa terlayani sebanyak 150 jiwa. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 7.28. SPAM Perdesaan Kecamatan Salak

No Desa Unit Prasarana Pembangunan Jiwa Terlayani

1 Kota Tinggi 1 PSAB & MCK 2008 50

2 Salak 1 1 PSAB & MCK 2008 50

3 Penanggalen Binanga 1 MCK 2008 50

Jumlah 150

B. SPAM Perdesaan Kecamatan Siempat Rube

SPAM perdesaan di Kecamatan Siempat Rube berjumlah sebanyak 9 unit yang tersebar di Desa Kuta Jungak, Desa Siempat Rube I, Desa Siempat Rube IV, Desa Traju, Desa Mungkur dan Desa Siempat Rube II, Prasarana tersebut berupa prasarana air bersih dan MCK dengan jumlah jiwa terlayani sebanyak 350 jiwa. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 7.29. SPAM Perdesaan Kecamatan Siempat Rube

No Desa Unit Prasarana Pembangunan Jiwa terlayani

1 Kuta Jungak 1 PSAB & MCK 2009 50

2 Siempat Rube I 1 PSAB & MCK 2009 50

3 Siempat Rube IV 1 PSAB 2009 50

4 Traju 1 PSAB/Perpipaan 2010 50

5 Mungkur 1 PSAB 2011 50

6 Siempat Rube II 2 PSAB / MCK 2012 50

7 Siempat Rube IV 2 PSAB 2013 50

Jumlah 9 350

C. SPAM Perdesaan Kecamatan STTU Jehe

SPAM perdesaan di Kecamatan STTU Jehe berjumlah sebanyak 23 unit yang tersebar di Desa Perolihen, Desa Perjaga, Desa Simbruna, Desa Tanjung Mulia, Desa Mbilanum, Desa Bandar Baru, Desa Malum, Desa Kaban Tengah, dan Desa Mohalida. Prasarana tersebut berupa

prasarana air bersih dan MCK dengan jumlah jiwa terlayani sebanyak 1150 jiwa. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut:

Kabupaten Pakpak Bharat 2015-2019



Tabel 7.30. SPAM Perdesaan Kecamatan STTU Jehe

No Desa Unit Prasarana Pembangunan Jiwa Terlayani

1 Perolihen 1 PSAB / MCK 2007 50

2 Perjaga 1 PSAB / MCK 2007 50

3 Simbruna 1 PSAB/ MCK 2007 50

4 Tanjung Mulia 1 PSAB / MCK 2007 50

5 Mbinalum 1 PSAB 2009 50

6 Bandar Baru 2 PSAB & MCK 2009 100

7 Malum 4 PSAB & MCK 2009 200

8 Simbruna 2 PSAB & MCK 2009 100

9 Perolihen 3 PSAB & MCK 2010 150

10 Kaban Tengah 2 PSAB & MCK 2010 100

11 Maholida 1 PSAB & MCK 2010 50

12 Kaban Tengah 1 PSAB & MCK 2011 50

13 Simbruna 2 PSAB & MCK 2011 100

14 Maholida 1 PSAB & MCK 2011 50

Jumlah 23 1150

D. SPAM Perdesaan Kecamatan Kerajaan

SPAM perdesaan di Kecamatan Kerajaan berjumlah sebanyak 16 unit yang tersebar di Desa Sukaramai, Desa Majengut I, Desa Perpulungan, Desa Kuta Meriah, Desa Kuta Dame, Desa Majengut II, dan Desa Kuta Saga. Prasarana tersebut berupa prasarana air bersih dan MCK dengan jumlah jiwa terlayani sebanyak 800 jiwa. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 7.31. SPAM Perdesaan Kecamatan Kerajaan

No Desa Unit Prasarana Pembangunan Jiwa Terlayani Keterangan

1 Suka Ramai 1 PSAB/MCK 2007 50 Rehab 2011

2 Majanggut I 1 PSAB/MCK 2007 50

3 Parpulungan 4 PSAB & MCK 2008 200

4 Kuta Meriah 1 PSAB & MCK 2009 50

5 Kuta Dame 1 PSAB & MCK 2009 50

6 Majanggut II 1 PSAAB 2009 50

7 Kuta Saga 7 PSAB & MCK 2011 350

Jumlah 16 800

E. SPAM Perdesaan Kecamatan STTU Julu

SPAM perdesaan di Kecamatan STTU Julu berjumlah sebanyak 6 unit yang tersebar di Desa Silima Kuta, Desa Pardomuan, Desa Cikaok, dan Desa Ulu Merah. Prasarana tersebut berupa prasarana air bersih dan MCK dengan jumlah jiwa terlayani sebanyak 300 jiwa. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 7.32. SPAM Perdesaan Kecamatan STTU Julu

No Desa Unit Prasarana Pembangunan Jiwa Terlayani Keterangan

1 Silima Kuta 1 PSAB 2009 50 Rehab 2013

2 Pardomuan 1 PSAB & MCK 2009 50 Rehab 2011

3 Cikaok 1 PSAB 2010 50

4 Ulu Merah 1 PSAB 2011 50

5 Ulu Merah 1 PSAB/MCK 2012 50

6 Perdonuan 1 PSAB/MCK 2012 50

Jumlah 6 300

F. SPAM Perdesaan Kecamatan Tinada

Kabupaten Pakpak Bharat 2015-2019

VII



SPAM perdesaan di Kecamatan Tinada berjumlah sebanyak 20 unit yang tersebar di Desa Buluh Telang, Desa Tinada, Desa Silima Kuta, Desa Mahala, dan Desa Kuta babo. Prasarana tersebut serupa prasarana air bersih dan MCK dengan jumlah jiwa terlayani sebanyak 1000 jiwa. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 7.33. SPAM Perdesaan Kecamatan Tinada

No Desa Unit Prasarana Pembangunan Jiwa Terlayani

1 Buluh Tellang 5 PSAB 2009 250

2 Tinada 7 PSAB & MCK 2009 350

3 Silima Kuta 4 PSAB 2009 200

4 Mahala 1 PSAB 2011 50

5 Kuta Babo 3 PSAB/MCK 2011 150

Jumlah 20 1000

G. SPAM Perdesaan Kecamatan PGGS

SPAM perdesaan di Kecamatan PGGS berjumlah sebanyak 2 unit yang tersebar di Desa Kecupak I, dan Desa Simerpara. Prasarana tersebut berupa prasarana air bersih dan MCK dengan jumlah jiwa terlayani sebanyak 100 jiwa. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 7.34. SPAM Perdesaan Kecamatan PGGS

No Desa Unit Prasarana Pembangunan Jiwa

Terlayani

1 Kecupak I 1 PSAB & MCK 2009 50

2 Simerpera 1 PSAB & MCK 2010 50

Jumlah 1 100

H. SPAM Perdesaan Kecamatan Pagindar

SPAM perdesaan di Kecamatan Pagindar berjumlah sebanyak 14 unit yang tersebar di Desa Napatalun, Desa Pagindar dan Desa lae Mbentar. Prasarana tersebut berupa prasarana air bersih dan MCK dengan jumlah jiwa terlayani sebanyak 700 jiwa. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 7.35. SPAM Perdesaan Kecamatan Pagindar

No Desa Unit Prasarana Pembangunan Jiwa Terlayani

1 Napatalun 3 PSAB & MCK 2009 150

2 Pagindar 2 PSAB & MCK 2011 100

3 Pagindar 4 PSAB & MCK 2012 200

4 Lae Mbentar 5 PSAB & MCK 2012 250

Jumlah 14 700

7.3.1.2. Sistem Non Perpipaan

Masyarakat yang belum terlayani oleh Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Jaringan Air Minum perpipaan menggunakan sumur gali sebagai sumber air minum nya dengan rata- rata kedalaman berkisar 5-11 meter.

 Penyusunan Masterplan Sistem Penyediaan Air Minum

 Pembentukan kelembagaan Badan Pengelola Air Bersih Desa (BPABD)

 Pelatihan sumber daya manusia pengelola Badan Pengelola Air Bersih Desa (BPABD)

Kabupaten Pakpak Bharat 2015-2019



 Detail Desain (DED) Sistem Penyediaan Air Bersih Desa dengan teknologi tepat guna di masing-masing daerah layanan Badan Pengelola Air Bersih Desa (BPABD)

 Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Bersih Sederhana dengan kapasitas pengolahan 5 liter/detik di masing-masing sumber mata air desa.

 Pembangunan Kran Umum sebanyak 394 unit untuk Tahun 2015

 Pemasangan pipa distribusi air bersih di masing-masing daerah layanan Badan Pengelola Air Bersih Desa (BPABD).

Sumber pembiayaan dari sistem non perpipaan atau swadaya ini adalah dari masyarakat sendiri, Sebagai instansi yang bertanggungjawab untuk pengelolaan air minum diseluruh Kabupaten Pakpak , maka Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Jaringan Air Minum menjalankan fungsinya sebagai Pembina Teknis Operasional.

Pengelolaan sistem air minum non-perpipaan dengan pembuatan sumur gali dikelola oleh masing-masing pemilik sumur gali (keluarga), sedangkan untuk sumber air minum dari mata air didesa dikelola oleh pemerintah desa setempat oleh Pemerintah Desa setempat.

7.3.1.3. Isu Strategis, Permasalahan dan Tantangan Sektor SPAM Kabupaten Pakpak Bharat

A. Isu Strategis Sektor SPAM

Pengelolaan air minum di UPT Salak Kabupaten Pakpak Bharat belum optimal sehubungan dengan kurang debit air dibandingkan tingkat kebutuhan masyarakat. Hal ini terkait dengan manajemen pengelolaan belum optimal, tenaga ahli yang minim di bidang pengelolaan teknis, elevasi sumber, Lokasi /Pembebasan jalur pipa, Daerah rawan longsor, Sumber air baku yang sulit dijangkau, Tidak selektif dalam memilih pipa transmisi (jalur pipa, dimensi pipa dan bahan pipa) dan konsep jaringan distribusi yang belum terintegrasi. Sehingga isu strategis air minum dan sanitasi adalah sebagai berikut :

a. Belum terbentuknya Perusahaan Daerah yang khusus mengelola Air Minum; b. Topografi yang ekstrim terkait dengan elevasi sumber memerlukan strategi teknis

sehingga dapat menjangkau sumber dan mendistribusikan air bersih; c. Rendahnya cakupan akses air minum di perdesaan;

d. Terbatasnya sumber pasokan air yang sustainable dan dapat diandalkan; e. Rendahnya kesadaran untuk menerapkan PHBS;

f. Belum optimalnya dukungan kebijakan anggaran bagi perluasan cakupan akses air minum dan sanitasi, khususnya di perdesaan;

g. Belum optimalnya fasilitasi pemerintah daerah untuk melibatkan dunia usaha dan lembaga donor dalam pendanaan pembangunan air minum dan sanitasi.

B. Permasalahan Sektor SPAM

Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat dalam meningkatkan cakupan layanan air minum layak berkelanjutan harus mengembangkan dan menerapkan teknologi yang efektif dan efesien untuk mempercepat penyediaan air minum. Pemenuhan prasarana dan sarana air minum belum menyentuh seluruh masyarakat Kabupaten Pakpak Bharat terlebih di perdesaan. Disamping itu dalam rangka memelihara standar kualitas air minum belum dilakukan melalui pengawasan ekternal meliputi :

a. Perusahaan air minum;

Kabupaten Pakpak Bharat 2015-2019

VII



b. Depot air minum;

c. Penyedia air minum berbasis masyarakat d. Badan Usaha Swasta Penyedia Air Minum

e. SPAM bukan jaringan perpipaan milik masyarakat.

Permasalahan yang tidak kalah pentingnya terkait penyediaan air minum adalah `kurangnya kesadaran masyarakat menjaga prasarana dan sarana yang tersedia akibat tidak adanya self belonging. Pada dasarnya permaslahan air minum mencakup banyak aspek, termasuk di dalamnya (1) Aspek Pengembangan prasarana dan sarana (2). Aspek Pendanaan (3). Aspek Kelembagaan (4). Aspek Peraturan Perundangan dan Penegakan Hukum (5). Aspek Peran Serta Masyarakat dan Dunia Usaha; dan (6). Aspek Komunikasi, PMJK, Pemberdayaan Masyarakat, Jender dan Kemiskinan.

Tabel 7.36. Permasalahan Mendesak Air Minum Kabupaten Pakpak Bharat

A.

Sistem Air minum Permukiman:

Dokumen terkait