• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sektor Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman (PLP)

2) Tantangan Eksternal

7.4. Sektor Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman (PLP)

Dalam melaksanakan tugasnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 656, Direktorat Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman menyelenggarakan

fungsi :

a. Penyusunan kebijakan teknis dan strategi pengembangan air limbah, drainase dan persampahan;

b. pembinaan teknik, pengawasan teknik dan fasilitasi pengembangan air limbah, drainase dan persampahan termasuk penanggulangan bencana alam dan kerusuhan sosial;

c. pembinaan investasi di bidang air limbah dan persampahan;

d. penyusunan norma, standar, prosedur dan kriteria serta pembinaan kelembagaan dan peran serta masyarakat di bidang air limbah, drainase dan persampahan; dan

e. pelaksanaan tata usaha direktorat

A. Air Limbah

Air Limbah yang dimaksud disini adalah air limbah permukiman (Municipal Wastewater) yang terdiri atas air limbah domestik (rumah tangga) yang berasal dari air sisa mandi, cuci, dapur dan tinja manusia dari lingkungan permukiman serta air limbah industri rumah tangga yang tidak mengandung Bahan Beracun dan Berbahaya (B3). Air buangan yang dihasilkan oleh aktivitas manusia dapat menimbulkan pengaruh yang merugikan terhadap kualitas lingkungan sehingga perlu dilakukan pengolahan.

Pengolahan air limbah permukiman di Indonesia ditangani melalui dua sistem yaitu sistem setempat (onsite) ataupun melalui sistem terpusat (offsite). Sanitasi

RPIJM Bidang Cipta Karya Tahun 2017-2021 VII- 27 system setempat (onsite) adalah sistem dimana fasilitas pengolahan air limbah berada dalam batas tanah yang dimiliki dan merupakan fasilitas sanitasi individual sedangkan sanitasi sistem terpusat (offsite) adalah sistem dimana fasilitas pengolahan air limbah dipisahkan dengan batas jarak dan mengalirkan air limbah dari rumah-rumah menggunakan perpipaan (sewerage) ke Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

7.4.1. Kondisi EksistingPengembangan Air Limbah Permukiman

Penukal Abab Lematang Ilir wajib menyajikan gambaran secara umum kondisi eksisting system pengelolaan air limbah yang ada saat ini di Penukal Abab Lematang Ilir baik pada aspek teknis maupun pada aspek non teknis pendukung Untuk menggambarkan kondisi eksisting pengembangan air limbah yang telah dilakukan pemerintah Penukal Abab Lematang Ilir , perlu diuraikan hal-hal berikut ini :

a. Aspek teknis

Berisi hal-hal yang berkaitan dengan prasarana dan sarana air limbah yang mencakup:

o Sistem prasarana dan sarana air limbah (sistem setempat/on-site, system terpusat/off-site);

o jumlah, masalah, dan kondisi prasarana dan sarana air limbah; o tingkat pelayanan prasarana dan sarana air limbah

b. Pendanaan

Menguraikan kemampuan masyarakat/Pemda/Swasta dalam membiayai penyediaan serta operasi dan pemeliharaan prasarana dan sarana

RPIJM Bidang Cipta Karya Tahun 2017-2021 VII- 28 air limbah seperti pembiayaan pembangunan sarana individual, pengurasan tanki septik, retribusi air limbah sistem komunal dan tempat-tempat umum, serta anggaran Pemda (APBD) untuk pengelolaan air limbah permukiman.

c. Kelembagaan

Menguraikan organisasi pengelolaan air limbah yang mencakup bentuk organisasi (lampirkan struktur organisasi), uraian tugas, tata laksana kerja, dan sumber daya manusia yang dimiliki. Uraian tersebut harus mencerminkan kemampuan organisasi pengelola air limbah saat ini.

d. Peraturan Perundangan

Berisi peraturan perundangan terkait pengelolaan air limbah permukiman yang dimiliki saat ini oleh masing-masing Penukal Abab Lematang Ilir misalnya terkait tentang Struktur Organisasi dan Tupoksi pengelola air limbah, retribusi, dll (perda, SK walikota/kabupaten, SK Direktur).

e. Peran Serta Swasta dan Masyarakat

Menguraikan peran serta masyarakat dan swasta dalam pengelolaan air limbah serta kondisi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di dalam masyarakat Kota/Kabupaten yang meliputi kesediaan masyarakat membayar retribusi, penerimaan masyarakat terhadap aturan terkait pengelolaan air limbah, perilaku masyarakat dalam BAB, kegiatan-kegiatan apa yang telah dilakukan dalam mendorong peran serta masyarakat misalnya saja kegiatan kampanye dan edukasi terkait pengelolaan air limbah baik yang diselenggarakan oleh pemerintah setempat/swasta, maupun peran masyarakat dan swasta dalam pembangunan prasarana dan sarana air limbah serta operasi dan pemeliharaan

RPIJM Bidang Cipta Karya Tahun 2017-2021 VII- 29 sarana dan prasarana yang ada.

Permasalahan Pembangunan Sektor Air Limbah di Penukal Abab Lematang Ilir secara umum adalah:

(1) Belum optimalnya penanganan air limbah

(2) Tercemarnya badan air khususnya air baku oleh limbah (3) Belum optimalnya manajemen air limbah:

o Belum optimalnya perencanaan;

o belum memadainya penyelenggaraan air limbah

Tantangan dan Peluang Pengembangan Sektor Air Limbah di Penukal Abab Lematang Ilir wajib menguraikan tantangan dan peluang sesuai karakteristik Penukal Abab Lematang Ilir terkait pembangunan sektor air limbah Tantangan Sektor Air Limbah meliputi tantangan internal dan tantangan eksternal. Tantangan internal berhubungan dengan cakupan pelayanan air limbah, kejadian penyakit karena buruknya pengelolaan air limbah, perlindungan sumber air baku, kualitas kelembagaan, penggalian sumber dana serta pembagian porsi dana APBN dan APBD. sampai tahun 2015.

B. Persampahan

Sampah dapat didefinisikan sebagai sisa kegiatan sehari-hari manusia dan/atau proses alam yang berbentuk padat. Sampah yang dikelola dibedakan menjadi 3 jenis berdasarkan UU 18 tahun 2008 yaitu :

o Sampah rumah tangga yang berasal dari kegiatan sehari-hari dalam rumah tangga (tidak termasuk tinja);

RPIJM Bidang Cipta Karya Tahun 2017-2021 VII- 30 o Sampah sejenis sampah rumah tangga berasal dari kawasan komersial,

kawasan industri, kawasan khusus, fasilitas sosial, fasilitas umum, dll;

o Sampah spesifik meliputi sampah beracun, sampah akibat bencana, bongkaran bangunan, sampah yang tidak dapat diolah secara teknologi, dan sampah yang timbul secara periodik. Sampah spesifik harus dipisahkan dan diolah secara khusus. Apabila belum ada penanganan sampah B3 maka perlu ada tempat penampungan khusus di TPA secara aman sesuai peraturan perundangan.

7.4.2. Kondisi EksistingPengembangan Persampahan

Untuk menggambarkan kondisi eksisting pengembangan persampahan yang telah dilakukan pemerintah Penukal Abab Lematang Ilir, perlu diuraikan hal-hal berikut ini:

a. Aspek teknis

Menguraikan sistem pengelolaan persampahan aspek teknis saat ini yang dilaksanakan oleh masyarakat (individu/komunal), pemerintah/dinas dan swasta, meliputi hal-hal berikut:

o Teknik Operasional pengelolaan persampahan

 Sumber sampah yang dihasilkan dan ditangani (m3/hari);

 Jumlah sampah terkumpul, terangkut dan terolah sd TPA (m3/hari);  Cakupan pelayanan (ha)

o Daerah Pelayanan dan Kondisi Spesifiknya (fisik dan sosial);

o Upaya pengurangan sampah di sumber melalui kegiatan 3R (reduce, reuse, recycle);

o Kapasitas kerja dan efisiensi pemanfaatan;

o Dampak negatif yang terjadi akibat sistem pengelolaan persampahan yang ada;

RPIJM Bidang Cipta Karya Tahun 2017-2021 VII- 31 o Pola Penanganan (Pewadahan, pengumpulan, pemindahan, pengangkutan,

pengolahan, pembuangan akhir);

o Rentang tanggung jawab instansi terkait dalam teknik operasional

b. Pendanaan

Menguraikan kemampuan masyarakat/Pemda/Swasta dalam membiayai penyediaan serta operasi dan pemeliharaan prasarana dan sarana persampahan seperti pembiayaan pembangunan sarana individual, retribusi persampahan serta anggaran pemerintah Penukal Abab Lematang Ilir untuk pengelolaan persampahan. Dalam aspek pendanaan perlu juga diuraikan tentang :

1. Sumber Pendapatan (Pemda, Retribusi); 2. Struktur biaya operasional

o Pengumpulan dan penyampuran; o Penampungan sementara;

o Pengangkutan; o Pembuangan akhir 3. Struktur tarif retribusi

o Kondisi dan kemampuan daerah; o Kemampuan masyarakat;

o Institusi yang mengelola retribusi

c. Kelembagaan

Menguraikan organisasi pengelolaan persampahan yang mencakup bentuk organisasi (lampirkan struktur organisasi), uraian tugas, tata laksana kerja, serta kualitas dan kuantitas sumber daya manusia yang dimiliki. Uraian

RPIJM Bidang Cipta Karya Tahun 2017-2021 VII- 32 tersebut harus mencerminkan kemampuan organisasi pengelola persampahan saat ini.

Termasuk juga informasi tentang :

o Pelaksanaan penanganan sampah skala sumber, kawasan, kota/kabupaten dan regional;

o pemisahan fungsi regulator dan operator pengelolaan persampahan Penukal Abab Lematang Ilir

d. Peraturan Perundangan

Menguraikan peraturan-peraturan yang sudah ada saat ini yang terkait dengan pengelolaan persampahan (tingkat propinsi dan Penukal Abab Lematang Ilir), diantaranya :

o Peraturan perundangan tentang kebersihan

o Peraturan perundangan tentang Pembentukan badan pengelola persampahan skala kota/kabupaten Peraturan perundangan tentang retribusi (struktur tarif, prosedur dan kewajiban pelanggan)

o Peraturan perundangan tentang kerjasama pengelolaan persampahan skala regional dengan pemerintah kota/kabupaten lain;

o Peraturan perundangan tentang kerjasama pengelolaan persampahan skala kawasan dengan badan usaha swasta

o Peraturan perundangan tentang peran serta masyarakat

Dalam aspek peraturan perundangan perlu juga diuraikan tentang Kesesuaian peraturan dan kondisi lapangan serta pelaksanaan peraturan yang ada.

RPIJM Bidang Cipta Karya Tahun 2017-2021 VII- 33

e. Peran Serta Masyarakat

Menguraikan peran serta masyarakat dan swasta dalam pengelolaan persampahan serta kondisi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di dalam masyarakat Penukal Abab Lematang Ilir yang meliputi kesediaan masyarakat membayar retribusi, penerimaan masyarakat terhadap aturan terkait pengelolaan persampahan, perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah (apakah sudah melakukan 3R), kegiatan-kegiatan apa yang telah dilakukan dalam mendorong peran serta masyarakat misalnya saja kegiatan kampanye dan edukasi terkait pengelolaan persampahan baik yang diselenggarakan oleh pemerintah setempat/swasta, maupun peran masyarakat dan swasta dalam pengelolaan sampah serta operasi dan pemeliharaan sarana dan prasarana yang ada

Permasalahan Pembangunan Sektor Persampahan di Penukal Abab Lematang Ilir dan Indonesia, secara umum adalah:

o Makin tingginya timbulan sampah (jumlah penduduk makin tinggi, jumlah sampah per kapita meningkat);

o Belum optimalnya manajemen persampahan

o Belum optimalnya sistem perencanaan (rencana sampai dengan monitoring dan evaluasi);

o Belum memadainya pengelolaan layanan perencanaan persampahan (kapasitas, pendanaan dan asset manajemen);

o Belum memadainya penanganan sampah

Tantangan Pengembangan Persampahan di Penukal Abab Lematang Ilir perlu menguraikan tantangan dan peluang sesuai karakteristik daerah terkait pembangunan sektor persampahan. Tantangan dalam sektor persampahanan

RPIJM Bidang Cipta Karya Tahun 2017-2021 VII- 34 meliputi peningkatan cakupan pelayanan, peningkatan kelembagaan, penggalian sumber dana dari pihak swasta, peningkatan kondisi dan kualitas TPA melalui peningkatan komitmen stakeholder Penukal Abab Lematang Ilir dalam hal alokasi pembiayaan dan inovasi teknologi pengolahan sampah, peningkatan pelaksanaan program 3R, serta peningkatan upaya penegakan hukum atas pelanggaran pembuangan sampah.

RPIJM Bidang Cipta Karya Tahun 2017-2021 VII- 35 7.4.3. Sasaran Program

Tabel 7.12

Matriks Analisis Kebutuhan Sektor Pengembangan PLP

No. Uraian Sasaran Program Kondisi Eksisting

Sasaran Program

Ket

Tahun I Tahun II Tahun III Tahun IV Tahun V

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)

1. Sistem Pengolahan Air Limbah

Cakupan Pelayanan SPAL Terpusat …. %

Cakupan Pelayanan SPAL Setempat …. %

Kapasitas IPLT …… M³

2. Pengelolaan Persampahan

Cakupan Pelayanan Persampahan …. %

Jumlah sampah diolah dari sumber (3R) …… M³ Jumlah sampah diolah di akhir (TPA) …… M³ 3. Drainase Permukiman

RPIJM Bidang Cipta Karya Tahun 2017-2021 VII- 36 7.4.4. Usulan Kebutuhan Program

Tabel 7.13

Matriks Analisis Kebutuhan Sektor Pengembangan PLP

No. Uraian Sasaran Program Satuan Rencana Program Ket

Tahun I Tahun II Tahun III Tahun IV Tahun V

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)

1. Sistem Pengolahan Air Limbah

SPAL Terpusat Skala Kota ………….. KK/Kawasan

SPAL Terpusat Skala Kawasan ………….. KK/Kawasan

SPAL Komunal ………….. KK/Kawasan

2. Pengelolaan Persampahan

Infrastruktur Persampahan TPA TPA Infrastruktur Persampahan TPST/3R Kawasan Fasilitas Pengolah Sampah Sementara Unit Fasilitas Pewadahan, Pengumpul dan

Pengangkutan Unit

3. Drainase Permukiman

RPIJM Bidang Cipta Karya Tahun 2017-2021 VII- 37 Matriks Usulan Kebutuhan Pembiayaan Sektor Pengembangan PLP

No. Output

Lokasi Tahun Vol Satuan

Sumber Dana Readiness Criteria

Indikator Output APBN APBD Prov APBD Kab/ Kota KPS CSR DED/FS AMDAL UKL/UPL Lahan Penge lola Rincian (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) PENGATURAN, PEMBINAAN, PENGAWASAN, DAN PELAKSANAAN PENGEMBANGAN KAWASAN PERMUKIMAN

1 1.a 1.b 2 2.a 2.b 3 Total

Dokumen terkait