• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sektor Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman (PLP)

TAHUN III

7.4. Sektor Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman (PLP)

Bagian ini memaparkan kondisi eksisting, sasaran program, serta usulan kebutuhan program dan pembiayaan dalam pengembangan PLP, khususnya dalam rangka pencapaian gerakan nasional 100-0-100.

7.4.1. Kondisi Eksisting

1. Data terkait pengelolaan air limbah eksisting (terpusat maupun setempat) Berdasarkan studi EHRA dari 16 kecamatan yang menjadi wilayah kajian sanitasi di Kabupaten Rokan Hulu yang berisiko sanitasi komponen air limbah domestik adalah sebagai berikut :

Area Berisiko 3 atau tinggi hampir terdapat di keseluruhan kecamatan diantaranya :

- Kecamatan Ujung Batu terdapat di Desa Sukadamai

- Kecamatan Kepenuhan terdapat di Desa Kepenuhan Barat, Desa Kepenuhan Barat Sei Rokan Jaya, Desa Kepenuhan Raya.

- Kecamatan Kunto Darussalam terdapat di Kelurahan Kota Lama, Desa Kota Intan, Desa Muara Dilam, Desa Kota Raya, Desa Kota Baru, Desa Sungai Kuti, Desa Pasir Indah, Desa Pasir Luhur, Desa Bukit Intan Makmur,Desa Bagan Tujuh, Desa Muara Intan, Desa Intan Jaya, Desa Tanah Datar.

- Kecamatan Rambah Samo terdapat di Desa Rambah Samo, Desa Rambah Samo Barat, Desa Rambah Baru, Desa Rambah Utama, Desa Pasir Makmur, Desa Karya Mulya, Desa Marga Mulya, Desa Langkitin, Desa Masda Makmur, Desa Lubuk Napal, Desa Teluk Aur, Desa Sei Salak, Desa Sei Kuning, Desa Lubuk Bilang.

- Kecamatan Rambah Hilir terdapat di Desa Rambah Hilir, Desa Rambah Hilir Tengah, Desa Rambah Hilir Timur, Desa Pasir Utama, Desa Pasir Jaya, Desa Rambah Muda, Desa Sungai Sitolang, Desa Lubuk Kerapat, Desa Rambah, Desa Serombou Indah, Desa Sungai Dua Indah, Desa Muara Musu.

VII- 89 RPI2JM Bidang Cipta Karya Kabupaten Rokan Hulu

- Kecamatan Tambusai Utara terdapat di Desa Tambusai Utara, Desa Mahato, Desa Bangun Jaya, Desa Simpang Harapan, Desa Pagar Mayang, Desa Payung Sekaki, Desa Mekar Jaya, Desa Tanjung Medan, Desa Suka Damai, Desa Rantau Sakti, Desa Mahato Sakti.

- Kecamatan Bangun Purba terdapat di Desa Pasir Agung, Desa Pasir Intan, Desa Rambah Jaya, Desa Bangun Purba, Desa Bangun Purba Timur Jaya, Desa Bangun Purba Barat, Desa Tangun.

Di Kabupaten Rokan Hulupengelolaan air limbah masih dilakukan secara individual oleh penduduknya.Pengelolaan secara komunal maupun sistem perpipaan masih belum dilaksanakan oleh masyarakat maupun oleh swasta.Hal ini juga bisa dikaitkan dengan kondisi Kabupaten Rokan Hulu yang hampir semua pusat yang mencirikan perkotaan masih belum terlalu padat.Kota-kota di Kabupaten Rokan Hulu sebagian besar masih berupa ibukota kecamatan dengan tingkat kepadatan penduduknya masih belum tinggi.

Tempat penyaluran akhir tinja sebagian besar masyarakat Kabupaten Rokan Hulu sebanyak 58,75% menggunakan tanki septik, sebanyak 15,75%

masyarakat menggunakan penyaluran akhir tinjanya langsung ke

cubluk/lubang tanah. Sebanyak 2,00% tempat penyaluran akhir tinja masyarakat langsung ke sungai.

VII- 90 RPI2JM Bidang Cipta Karya Kabupaten Rokan Hulu

Sumber : Hasil analisis studi EHRA

Secara keseluruhan,lebihdariseparohmasyarakatyang mempunyai

tanki septik suspek aman seperti yang di tunjukkan pada gambar 3.7 dibawah yaitu sebanyak 81,58% sedangkan tanki septik yang tidak aman hanya sebanyak 18,42%.

Gambar 7.12 Grafik Persentase Tangki Septik Suspek Aman dan Tidak Aman

Sumber :Hasil analisis studi EHRA

Diagram Sistem Sanitasi (DSS) pengelolaan air limbah domestik Kabupaten Rokan Hulu tersebut diatas menjelaskan, dari produk input (black water) tinja, urine, air pembersih dan air penggelontor dari rumah masyarakat yang menggunakan WC duduk dan WC jongkok di tampung/pengolahan awal menggunakan tangki septik. Kemudian dari tangki septic tersebut ada yang di

VII- 91 RPI2JM Bidang Cipta Karya Kabupaten Rokan Hulu

alirkan ke drainase, ada juga yang di bawa oleh truck tinja untuk dibuang ke sungai maupun di buang di kebun untuk dijadikan pupuk. Sedangkan masyarakat yang menggunakan WC di pinggir sungai menjadikan sungai sebagai tempat pengaliran pembuangan akhir.

Produk input grey water seperti air cucian dari dapur, air bekas mandi dan air cucian pakaian yang menggunakan sarana tempat pencucian piring, dari bak mandi dan pembuangan air cucian di alirkan melalui pipa saluran ke drainase lingkungan setempat. Kemudian dari drainase, grey water tersebut di alirkan lagi ke sungai sebagai tempat pembuangan akhir.

Tabel 7.48 Cakupan layanan air limbah domestik yang ada di Kabupaten/Kota

Sumber: SSK Kab. Rokan Hulu

Dapat dilihat bahwa pada masing-masing kecamatan yang ada di Kabupaten Rokan Hulu masih terdapat masyarakat yang melakukan Buang Air Besar Sembarangan (BABS). Dengan jumlah keseluruhan Kepala Keluarga (KK) yang masih melakukan BABS di Kabupaten Rokan Hulu

VII- 92 RPI2JM Bidang Cipta Karya Kabupaten Rokan Hulu

sebanyak 44.324 KK. Sarana yang digunakan secara keseluruhan merupakan onsite system yang masih bersifat individual. Sarana tersebut seperti cubluk dengan tangki septik tidak aman, jumlah KK yang masih menggunakan sistem ini sebanyak 148KK, jamban keluarga dengan tangki septik aman jumlah KK yang menggunakan sistem ini sebanyak 39.964 KK sedangkan jumlah KK yang menggunakan MCK umum/jamban bersama sebanyak 22KK.

Untuk sarana Onsite sistem yang berbasis komunal seperti MCK++, jumlah KK yang menggunakan sistem MCK++ sebanyak 2363 KK. Sedangkan untuk tangki septik komunal, jumlah KK yang menggunakan sistem ini sebanyak 1220 KK sedangkan fasilitasi IPAL komunal untuk wilayah Kabupaten Rokan Hulu belum ada. Offsite sistem untuk kawasan terpusat yang terhubung langsung ke sambungan rumah pun belum ada.

Tabel 7.49 Kondisi Prasarana dan Sarana Air Limbah Domestik

Sumber: SSK Kab. Rokan Hulu

Kondisi prasarana dan sarana air limbah domestik di Kabupaten Rokan Hulu belum ada dibangun IPAL Komunal baik yang dibuat oleh Pemerintah maupun Swasta sedangkan dilingkungan masyarakat belum ada. Selain itu tangki septik komunal yang ada berada di sebuah pesantren, dilingkungan masyarakat belum ada.

VII- 93 RPI2JM Bidang Cipta Karya Kabupaten Rokan Hulu

Gambar 7.13 Peta Cakupan layanan Pengelolaan Air Limbah Domestik

VII- 94 RPI2JM Bidang Cipta Karya Kabupaten Rokan Hulu

Sistem pengolahan air limbah di Kabupaten Rokan Hulu masih bersifat system setempat ( system on site ) sedangkan untuk pengolahan dengan menggunakan system terpusat ( system off site ) dan system komunal belum ada. Hampir di seluruh kecamatan di Kabupaten Rokan Hulu masih banyak perilaku masyarakat yang melakukan Buang Air Besar Sembarangan ( BABS ). Jumlah Penduduk yang terlayani oleh system onsite dan masih berperilaku BABS dapat kita lihat sebagai berikut :

1. Kecamatan Ujung Batu :

- Perilaku BABS sebanyak 2897 Jiwa

- Terlayani system onsite sebanyak 6888 Jiwa

2. Kecamatan Rokan IV Koto

- Perilaku BABS sebanyak 1323 Jiwa

- Terlayani system onsite sebanyak 3198 Jiwa

3. Kecamatan Rambah :

- Perilaku BABS sebanyak 2526 Jiwa

- Terlayani system onsite sebanyak 7114 Jiwa

4. Kecamatan Tambusai

- Perilaku BABS sebanyak 3032 Jiwa

- Terlayani system onsite sebanyak 8990 Jiwa

5. Kecamatan Kepenuhan

- Perilaku BABS sebanyak 931 Jiwa

- Terlayani system onsite sebanyak 3658 Jiwa

6. Kecamatan Kunto Darussalam

- Perilaku BABS sebanyak 2493 Jiwa

- Terlayani system onsite sebanyak 6475 Jiwa

7. Kecamatan Rambah Samo

- Perilaku BABS sebanyak 1638 Jiwa

VII- 95 RPI2JM Bidang Cipta Karya Kabupaten Rokan Hulu

8. Kecamatan Rambah Hilir

- Perilaku BABS sebanyak 1935 Jiwa

- Terlayani system onsite sebanyak 5916 Jiwa

9. Kecamatan Tambusai Utara

- Perilaku BABS sebanyak 3390 Jiwa

- Terlayani system onsite sebanyak 13,882 Jiwa

10. Kecamatan Bangun Purba

- Perilaku BABS sebanyak 695 Jiwa

- Terlayani system onsite sebanyak 2786 Jiwa

11. Kecamatan Tandun

- Perilaku BABS sebanyak 1238 Jiwa

- Terlayani system onsite sebanyak 4604 Jiwa

12. Kecamatan Kabun

- Perilaku BABS sebanyak 1467 Jiwa

- Terlayani system onsite sebanyak 3600 Jiwa

13. Kecamatan Bonai Darussalam - Perilaku BABS sebanyak 1369 Jiwa

- Terlayani system onsite sebanyak 3048 Jiwa

14. Kecamatan Pagaran Tapah Darussalam - Perilaku BABS sebanyak 683 Jiwa

- Terlayani system onsite sebanyak 2574 Jiwa

15. Kecamatan Kepenuhan Hulu - Perilaku BABS sebanyak 1369 Jiwa

- Terlayani system onsite sebanyak 3048 Jiwa

16. Kecamatan Pendalian IV Koto - Perilaku BABS sebanyak 500 Jiwa

VII- 96 RPI2JM Bidang Cipta Karya Kabupaten Rokan Hulu Tabel 7.50 Daftar Program/Kegiatan Layanan Air Limbah Domestik Berbasis

Masyarakat

Sumber: SSK Kab. Rokan Hulu

Tabel 7.51 Pengelolaan Sarana Air Limbah Domestik Oleh Masyarakat

VII- 97 RPI2JM Bidang Cipta Karya Kabupaten Rokan Hulu

Melalui Program PPIP maupun dari program RIS – PNPM di Kabupaten Rokan Hulu yang dimulai dari tahun 2010 sampai pada tahun 2014 telah membangun sebanyak 29 unit MCK, 6 unit Sarana Air Bersih, 20 unit Sumur Bor, 2 unit Sumur Artesis dan 2 unit Sumur Gali Katrol Manual. Pengelolaan terhadap MCK yang telah dibangun oleh Pemerintah Daerah dilakukan oleh masyarakat melalui Kelembagaan Swadaya Masyarakat (KSM) yang telah dibentuk.

Sumber-sumber pembiayaan berasal dari Pemerintah Kabupaten Kabupaten Rokan Hulu, Pemerintah Pusat, Bantuan Luar Negeri dan masyarakat. Untuk air limbah domestik, komponen yang lebih dominan dalam membiayai adalah Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu, sebaliknya pada penanggulangan bencana , jalan negara, drainase makro pemerintah pusat lebih dominan.

Pembiayan pengelolaan air limbah di Kabupaten Rokan Hulu masih bersumber pada dana APBD dimana untuk pertumbuhan rata-rata pembiayaan dari subsektor air limbah ini relatif cukup besar, yaitu sebesar Rp. 748.505.400,-. Dengan jumlah pendanaan investasi air limbah pada tahun 20011 sebanyak Rp. 769.100.00,- pada tahun 2012 meningkat menjadi Rp. 1.102.437.000,- dan pada tahun 2013 juga dilakukan peningkatan pendanaan investasi air limbah menjadi Rp. 1.870.990.000,-

Sedangkan dana yang dikeluarkan untuk Operational dan Maintenance (OM) dari tahun 2010 sampai dengan tahun 2014 tidak dianggarkan sama sekali. Dari jumlah sarana (MCK) yang telah di bangun pemerintah daerah dapat diperkirakan untuk pendanaan OM pada setiap tahunnya bisa dihitung, yaitu sebanyak Rp. 34.000.000,- pertahun.

2. Kondisi eksisting pengelolaan persampahan di kabupaten/kota (TPA dan 3R)

Pengangkutan sampah di Kabupaten Rokan Hulu ada pengangkutan yang dilakukan tiap hari, tidak pernah dan bahkan ada yang tidak tahu sama sekali. Untuk pengangkutan sampah yang dilakukan setiap hari hanya

VII- 98 RPI2JM Bidang Cipta Karya Kabupaten Rokan Hulu

sebanyak 50% penduduk yang terlayani. Dan ini artinya sebanyak 50% penduduk di Wilayah Kabupaten Rokan Hulu belum terlayani oleh sistem pengangkutan persampahan.

VII- 99 RPI2JM Bidang Cipta Karya Kabupaten Rokan Hulu

Gambar 7.15 Diagram Sistem Sanitasi Pengelolaan Persampahan

VII- 100 RPI2JM Bidang Cipta Karya Kabupaten Rokan Hulu

Tabel 7.52 JumlahTimbulan Sampah Per Kecamatan di Kabupaten Rokan Hulu

VII- 101 RPI2JM Bidang Cipta Karya Kabupaten Rokan Hulu

Tabel 7.53 Sistem Layanan Sampah Per Kecamatan di Kabupaten Rokan Hulu

VII- 102 RPI2JM Bidang Cipta Karya Kabupaten Rokan Hulu

Dari tabel di atas, untuk cakupan layanan persampahan yang ada di Kabupaten Rokan Hulubaru terlayani sebanyak 6.25% dari jumlah total jumlah penduduk. Jumlah timbulan sampah yang dihasilkan dari seluruh kecamatan adalah sebbesar 1359.64 m3, dimana untuk Dari keseluruhan kecamatan, jumlah kecamatan yang terlayani oleh layanan persampahan hanya ada 4 kecamatan yaitu Kecamatan Rambah, Kecamatan Ujung Batu, Kecamatan Tandun, Kecamatan Kabun. Di Kecamatan Rambah, timbulan sampah yang dihasilkan sebanyak 120.50 m3 dengan volume yang terlayani oleh institusi pengelola yaitu sebesar 40.65 m3. Di Kecamatan Ujung Batu menghasilkan timbulan sampah sebanyak 122.313 m3, sedangkan jumlah timbulan yang terlayani sebesar 32.28m3. Di Kecamatan Tandun timbulan sampah sebanyak 73.028 m3, dan untuk jumlah timbulan yang terlayani sebesar 12.00m3. Di Kecamatan Kabun timbulan sampah sebanyak 63.338m3, dan untuk jumlah timbulan yang terlayani sebesar 3.28 m3. Dari keseluruhan kecamatan tersebut belum ada kecamatan yang terlayani oleh 3R maupun institusi pengelola.

Sarana yang telah ada tersebut antara lain; becak motor sebanyak 2 unit beroperasi setiap harinya 1 ritase dengan kondisi keseluruhannya masih bersfungsi dengan baik. Penampungan sementara terdiri dari bak biasa sebanyak 9 unit dengan kondisi masih berfungsi. Sarana pengangkutan berupa dump truck sebanyak 8 unit dioperasikan 2 ritasi perhari dengan kondisi masih berfungsi.

Sarana pengolahan akhir terpusat (semi) TPS 3R belum ada. Di Kabupaten Rokan Hulu, Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah terdapat 2 unit yaitu 1 unit di Kecamatan Rambah dan 1 unit lagi di Kecamatan Ujung Batu. Kedua TPA yang terdapat di Kabupaten Rokan Hulu masih menggunakan sistem open dumping sehingga perlu dilakukan perubahan sistem pemrosesan dengan sistem sanitary landfill. Dari 10 Ha luas lahan TPA yang ada, lahan yang digunakan saat sekarang ini seluas 1,4 Ha. Kondisi TPA sekarang ini masih berfungsi dengan sangat baik. Untuk pengoperasian pengolahan sampah di TPA terdapat 1 unit alat berat yaitu excavator dengan kondisi yang berfungsi dengan baik di setiap TPA.

VII- 103 RPI2JM Bidang Cipta Karya Kabupaten Rokan Hulu Tabel 7.54 Kondisi Prasarana dan Sarana Persampahan yang ada di

Kabupaten/Kota

VII- 104 RPI2JM Bidang Cipta Karya Kabupaten Rokan Hulu

Gambar 7.16 Peta Cakupan Layanan Persampahan Di Kabupaten Rokan Hulu

VII- 105 RPI2JM Bidang Cipta Karya Kabupaten Rokan Hulu

Dari Peta diatas dapat kita lihat bahwa belum seluruh desa di Kabupaten Rokan Hulu yang telah terlayani oleh layanan persampahan dari Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu. 2 TPA yang beroperasi di Kabupaten Rokan Hulu berlokasi di TPA Tanjung Belit Kecamatan Rambah dan TPA Ujung Batu di Kecamatan Ujung Batu.

Dalam pengelolaan kegiatan pelayanan persampahan, selayaknya selain menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah, dalam hal ini adalah Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu khususnya Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya juga bisa dikelola melalui kegiatan kemitraan dengan dunia usaha.

Sampah yang dihasilkan setiap harinya, yang terdiri atas sampah organik dan anorganik, sebelum dibawa ke tempat pemrosesan akhir, seharusnya bisa dipilah terlebih dahulu untuk kemudian diolah kembali sebagai bagian dari proses daur ulang. Dan kegiatan ini bisa melibatkan dunia usaha, karena memiliki prospek bisnis yang cukup menjanjikan.

Tabel 7.55 Peran Swasta Dalam Penyediaan Layanan Pengelolaan Persampahan

Sumber : SSK Kab. Rokan Hulu

Sumber-sumber pembiayaan berasal dari Pemerintah Kabupaten Kabupaten Rokan Hulu, Pemerintah Pusat, Bantuan Luar Negeri dan masyarakat. Untuk subsektor persampahan dominan dibiayai adalah Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu.

VII- 106 RPI2JM Bidang Cipta Karya Kabupaten Rokan Hulu

Pada tahun 2010, Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu belum menganggarkan dana untuk melakukan investasi di subsektor persampahan. Investasi baru dilaksanakan mulai dari tahun 2011 sampai dengan tahun 2014 dimana jumlah investasi yang dilaksanakan pada tahun 2011 sebesar Rp. 212.880.000,- sedangkan investasi yang dilaksanakan pada tahun 2014 sebesar Rp. 628.670.000,- dimana jumlah investasi yang terbesar yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu terjadi pada tahun 2013 yaitu sebesar Rp. 2.476.460.660,-.

Untuk Pembiayan pengelolaan Operasional dan Maintenance persampahan di Kabupaten Rokan Hulu masih bersumber dari APBD Kabupaten Rokan Hulu yang dimulai pada tahun 2011 sampai dengan tahun 2014, dimana pada tahun 2011 pembiayaan yang dianggarkan sebesar Rp. 1.028.217.100 sedangkan pada tahun 2014 pembiayaan yang dianggarkan sebesar Rp. 1.386.563.200,-.

Untuk pertumbuhan rata-rata pembiayaan yang telah dilaksanakan dari tahun 2011sampai tahun 2014 dari subsektor persampahan ini relatif cukup besar, yaitu sebesar Rp. 1.801.458.040,-

Tabel 7.56 Rekapitulasi Realisasi Pendanaan Sanitasi Komponen Persampahan Kabupaten Rokan Hulu Tahun 2010 – 2015

Tabel 7.57 Realisasi dan Potensi Retribusi Sampah Kabupaten Rokan Hulu Tahun 2010 – 2015

VII- 107 RPI2JM Bidang Cipta Karya Kabupaten Rokan Hulu

Perhitungan perolehan potensi pertumbuhan retribusi sampah sebesar 81,36%. Maka diasumsikan apabila cakupan pelayan persampahan sejumlah kepala keluarga yang terlayani dan retribusi perkepala keluarga sebesar Rp.10.000 maka potensi retribusi pertahunnya dapat diperoleh seperti pada tabel tersebut diatas (angka merupakan hasil pembulatan).

3. Kondisi eksisting drainase permukiman

Pemangku kepentingan dalam pembangunan dan pengelolaan drainase di Kabupaten Rokan Hulu adalah pemerintah daerah dan masyarakat, pihak swasta belum ada yang terlibat dalam kegiatan pembangunan dan pengelolaan drainase. Untuk lebih jelasnya mengenai daftar pemangku kepentingan dalam pembangunan dan pengelolaan drainase dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 7.58 Daftar Pemangku Kepentingan dalam Pembangunan dan Pengelolaan Drainase Perkotaan

VII- 108 RPI2JM Bidang Cipta Karya Kabupaten Rokan Hulu Tabel 7.59 Daftar Peraturan Drainase Perkotaan Kabupaten Kabupaten Rokan

Hulu

Grafik yang menunjukkan persentase jumlah rumah tangga yang mengalami banjir rutin menjelaskan bahwa secara keseluruhan dari jumlah strata desa/kelurahan sebanyak 49,6% rumah tangga mengalami banjir rutin, sedangkan rumah tangga yang tidak mengalami banjir rutin sebanyak 50,4%.

VII- 109 RPI2JM Bidang Cipta Karya Kabupaten Rokan Hulu Gambar 7.17 Grafik Persentase Rumah Tangga Yang Mengalami Banjir Rutin

VII- 110 RPI2JM Bidang Cipta Karya Kabupaten Rokan Hulu

Gambar 7.18 Diagram Sistem Sanitasi Pengelolaan Drainase Perkotaan

VII- 111 RPI2JM Bidang Cipta Karya Kabupaten Rokan Hulu

Tabel 7.60 Cakupan wilayah genangan yang ada di Kabupaten/Kota

VII- 112 RPI2JM Bidang Cipta Karya Kabupaten Rokan Hulu

Luas area genangan air yang terdapat di Kabupaten Rokan Hulu dari keseluruhan kecamatan berjumlah 26,469 Ha dari luas area wilayah. Sedangkan kondisi saranan dan prasarana saluran drainase yang ada yang ada di Kabupaten Rokan Hulu masih termasuk ke dalam jaringan saluran drainase tersier. kondisi jaringan drainase di Kabupaten Rokan Hulu masih berfungsi dan cukup untuk mengaliri air ke saluran pembuang yang menuju sungai. Tabel tersebut diatas menjelaskan terdapat pada beberapa titik saluran drainase perkotaan yang perlu dilakukan perbaikan.

VII- 113 RPI2JM Bidang Cipta Karya Kabupaten Rokan Hulu

Gambar 7.19 Peta Jaringan Drainase dan Wilayah Genangan Di Kabupaten Rokan Hulu

VII- 114 RPI2JM Bidang Cipta Karya Kabupaten Rokan Hulu

Tingkat kesadaran masyarakat dalam pengelolaan drainase di Kabupaten Rokan Hulu masih sangat rendah. Hal ini bisa dilihat langsung dari kondisi lingkungan permukiman yang belum mempunyai jaringan drainase secara terstruktur. Hanya pada beberapa lokasi permukiman saja dilakukan pembangun drainase yang masih bersifat tradisional dan sederhana, hal ini dilakukan apabila terjadi banjir maka air yang menggenang bisa dialirkan. Disamping itu, masyarakat selalu mengharapkan uluran tangan dari Pemerintah daerah untuk dilakukan pembangunan drainase.

Tabel 7.61 Daftar Program/Kegiatan Layanan Drainase Perkotaan Yang Berbasis Masyarakat

VII- 115 RPI2JM Bidang Cipta Karya Kabupaten Rokan Hulu

Di Kabupaten Rokan Hulu, belum ada program/kegiatan layanan drainase perkotaan yang berbasis masyarakat dilakukan. Hal ini terjadi karena pembangunan drainase baik itu di kawasan perkotaan maupun di

kawasan perdesaan di lingkup Wilayah Kabupaten Rokan Hulu

pembangunannya secara keseluruhan dilakukan oleh pemerintah daerah. Pembangunan jaringan drainase perkotaan yang dilakukan oleh masyarakat di Kabupaten Rokan Hulu belum ada, karena pembangunan drainase perkotaan dilakukan oleh Pemerintah Daerah. Penyedia layanan (service

VII- 116 RPI2JM Bidang Cipta Karya Kabupaten Rokan Hulu

provider) yang ada dalam pengelolaan drainase yang berasal dari dunia usaha maupun LSM di Kabupaten Rokan Hulu belum ada.

Pada tahun 2011, Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu belum menganggarkan dana untuk melakukan investasi di subsektor pengelolaan drainase. Investasi baru dilaksanakan mulai dari tahun 2011 sampai dengan tahun 2015 dimana jumlah investasi yang dilaksanakan pada tahun 2011 sebesar Rp. 5.165.374.600,- sedangkan investasi yang dilaksanakan pada tahun 2015 sebesar Rp. 7.277.310.000,-. Untuk Pembiayaan pengelolaan Operasional dan Maintenance pengelolaan drainase di Kabupaten Rokan Hulu belum dianggarkan. Untuk pertumbuhan rata-rata pembiayaan yang telah dilaksanakan dari tahun 2011 sampai tahun 2015 dari subsektor persampahan ini relatif cukup besar, yaitu sebesar Rp.4.165.700.940,-.

Tabel 7.62 Rekapitulasi Realisasi Pendanaan Drainase Perkotaan

Tabel 7.63 Realisasi dan Potensi Retribusi Drainase Perkotaan

Kabupaten Rokan Hulu belum ada potensi retribusi pengelolaan drainase untuk menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) sehingga belum ada pemasukan ataupun potensi dari retribusi pengelolaan drainase.

4. Tantangan dan permasalahan pengembangan penyehatan lingkungan permukiman

VII- 117 RPI2JM Bidang Cipta Karya Kabupaten Rokan Hulu

Air Limbah

Tabel 7.64 Permasalahan mendesak mengenai pengelolaan air limbah domestik

Persampahan

Manajemen persampahan Kabupaten Rokan Hulu belum mempunyai

kekuatan dan dasar hukum yang diperdakan sendiri untuk

mengaturnya.Seperti dalam pembentukan organisasi, pemungutan retribusi, ketertiban masyarakat dan sebagainya. Tanpa adanya partisipasi masyarakat, semua program pengelolaan sampah (kebersihan) yang direncanakan akan sia-sia. Salah satu pendekatan kepada masyarakat untuk dapat membantu program pemerintah dalam kebersihan adalah bagaimana membiasakan masyarakat kepada tingkah laku yang sesuai dengan tujuan program.

Pengelolaan sampah berdasarkan strata di Kabupaten Rokan Hulu, dari keseluruhan jumlah hasil survey SSK menerangkan terdapat beberapa perilaku pengelolaan sampah di tingkat masyarakat antara lain:

- Dikumpulkan oleh kolektor informal yang mendaur ulang hanya sebanyak 0,17%.

- Sampah dikumpulkan dan dibuang ke TPS hanya sebanyak 1,17% masyarakat saja,

VII- 118 RPI2JM Bidang Cipta Karya Kabupaten Rokan Hulu

- Sampah dibuang ke dalam lubang dan di tutup dengan tanah hanya sebanyak 0,50%.

- Sampah dibuang ke dalam lubang tetapi tidak ditutup dengan tanah sebanyak 2,34%.

- Sampah dibuang ke saungai/kali/laut/danau sebanyak 3,76% masyarakat melakukannya.

- Sampah dibuang ke lahan kosong/kebun/hutan dan di biarkan sampai

Dokumen terkait