• Tidak ada hasil yang ditemukan

SEKTOR PENGEMBANGAN PENYEHATAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN

 Saringan kasar (coarse screen)

INSTALASI PENGOLAHAN AIR (IPA) Kapasitas Tahun Kapasitas

B. Permasalahan dan Tantangan Pengembangan SPAM

7.4 SEKTOR PENGEMBANGAN PENYEHATAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN

Air Limbah yang dimaksud disini adalah air limbah permukiman (Municipal Wastewater)

LAPORAN AKHIR VII | 52

dapur dan tinja manusia dari lingkungan permukiman serta air limbah industri rumah tangga yang tidak mengandung Bahan Beracun dan Berbahaya (B3). Air buangan yang dihasilkan oleh aktivitas manusia dapat menimbulkan pengaruh yang merugikan terhadap kualitas lingkungan sehingga perlu dilakukan pengolahan.

Pengolahan air limbah permukiman di Indonesia ditangani melalui dua sistem yaitu sistem setempat (onsite) ataupun melalui sistem terpusat (offsite). Sanitasi sistem setempat

(onsite) adalah sistem dimana fasilitas pengolahan air limbah berada dalam batas tanah yang dimiliki dan merupakan fasilitas sanitasi individual sedangkan sanitasi sistem terpusat

(offsite) adalah sistem dimana fasilitas pengolahan air limbah dipisahkan dengan batas jarak dan mengalirkan air limbah dari rumah- rumah menggunakan perpipaan (sewerage) ke Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Pengelolaan air limbah eksisiting (terpusat maupun setempat)

Berdasarkan dari data EHRA 2012, kebiasaan BAB (buang air besar) di tempat yang tidak memadai adalah salah satu faktor risiko menurunnya status kesehatan masyarakat.Selain mencemari tanah (field), praktik semacam itu dapat mencemari sumber air minum warga. Yang dimaksud dengan tempat yang tidak memadai bukan hanya tempat BAB di ruang terbuka, seperti di sungai/kali/got/kebun, tetapi juga penggunaan sarana jamban di rumah yang mungkin dianggap nyaman, namun sarana penampungan dan pengolahan tinjanya tidak memadai, misalnya yang tidak kedap air dan berjarak terlalu dekat dengan sumber air minum. Jumlah pengguna jamban yang mengindikasikan besarnya beban yang ditanggung oleh fasilitas sanitasi rumah tangga.

Survey EHRA menemukan fasilitas/tempat BAB di Kabupaten Hulu Sungai Tengah yang paling banyak digunakan oleh rumah tangga adalah jamban pribadi proprsinya adalah 55,4%. Sementara, proporsi rumah tangga yang membuang tinja ke sungai adalah 32,8%, rumah tangga yang membuang tinjanya ke MCK/WC umum ada 5,3%, ke lubang galian 3,8%, ke kebun/pekarangan 1%, ke selokan/parit/got 0,5%, lainnya 1%, dan yang tidak tahu 0,2%. Sedangkan untuk jenis jamban yang paling banyak digunakan oleh rumah tangga di Kabupaten Hulu Sungai Tengah adalah jamban dengan kloset jongkok leher angka proporsinya 54,2%, rumah tangga yang tidak punya kloset ada sekitar 36,65%, jamban cemplung 7,95%, jamban plengsengan 0,8% dan jamban dengan kloset duduk leher angsa ada 0,4%. Dan tidak ada rumah tangga yang

LAPORAN AKHIR VII | 53

menggunakan tangki septik sebagai tempat penyaluran buangan akhir tinja, yang paling banyak digunakan adalah cubluk sekitar 65%, kemudian sungai/danau/pantai yaitu 32%, langsung ke drainase 0,2 %, ke kebun/tanah lapang 0,7%, kolam/sawah 0,1%, tidak tahu 1,3% dan lainnya 0,75%.Secara rinci kondisi eksisting pengelolaan air limbah sebagai berikut:

1. Permukiman Kampung

a.

Untuk daerah permukiman kampung yang ada di Kabupaten Hulu Sungai Tengah masyarakat sebagian besar sudah memilki WC pribadi.

b.

Jenis jamban yang digunakan yaitu sebagian besar menggunakan kloset jongkok leher angsa.

c.

Untuk masyarakat yang tidak memilki WC pribadi, mereka melakukan aktivitas BAB pada kebun yang letaknya terpisah dengan rumah yang menggunakan jenis WC plengsengan.

e.

Untuk saluran air yang digunakan sebagai tempat menyalurkan adalah cubluk atau lubang tanah yang terletak dibelakang rumah dengan berbagai macam bentuk yaitu ada yang bulat dan ada yang persegi panjang.

f.

Untuk rumah yang memilki kamar mandi, air buangan nya juga dimasukkan ke dalam lubang tanah. Sedangkan air buangan yang berasal dari tempat cuci baju dan cuci piring langsung dibuang ke bawah rumah dan disalurkan pada saluran drainase yang ada dihadapkan rumah mereka.

g.

Masyarakat melakukan pengurasan secara sederhana menggunakan kapur ketika lubang tanah mereka sudah penuh dan tercium bau tidak sedap.

2. Permukiman Bantara Sungai

a.

Untuk masyarakat yang berada di daerah pinggiran sungai yang ada di Kabupaten Hulu Sungai Tengah sebagian sudah memilki WC pribadi yang menggunakan wcjongkok leher angsa.

b.

Saluran pembuangan menggunakan lubang tanah yang berada di belakang bangunan WC dan sebagian lagi menyalurkannya dari jamban pribadi langsung ke sungai.

c.

Pembuangan hasil tempat cuci sebagian membiarkan saja menggenang di bawah rumah dan sebagian lagi ada yang menyalurkannya dengan pipa menuju sungai.

d.

Selain itu pada Desa Bukat RT 01 terdapat septic-tank komunal yang diberikan

LAPORAN AKHIR VII | 54

bantuan oleh Pemerintah setempat yang digunakan oleh 2-5 rumah untuk satu

septic-tank jadi masyarakat yang berada di RT tersebut semuanya sudah memilki WC pribadi dan tidak lagi melakukan aktifitas BAB disungai walaupun untuk mandi dan cuci mereka masih melakukannya di sungai.

e.

Untuk masyarakat yang tidak memilki WC pribadi, mereka melakukan aktivitas BAB di sungai yang letaknya dekat dengan permukiman mereka.

f.

Selain aktifitas BAB, masyarakat juga melakukan aktifitas mandi dan cuci di sungai.

g.

Untuk masyarakat yang memilki lubang tanah belum pernah melakukan pengurasan

terhadap lubang tanahnya. 3. Perumahan modern

a.

Perumahan yang berada di Kabupaten Hulu Sungai Tengah ini menggunakan kloset jongkok leher angsa pada WC nya

b.

Untuk air limbah dari WC dan kamar mandi di buang ke lubang tanah sedangkan untuk air yang berasal dari westafel di salurkan pada saluran drainase.

4. Perkantoran

a. Kantor pemerintahan pada umumnya memilki dua jenis jamban yang digunakan yaitu kloset duduk dan kloset jongkok leher angsa.

b. Selain dari WC air limbah yang dihasilkan juga berasal dari westafel dan tempat berwudhu serta tempat mencuci piring.

c. Air limbah yang dihasilkan disalurkan pada lubang tanah yang biasanya terletak di belakang bangunan WC yang di tutup dengan semen pada bagian atasnya.

d. Selama digunakan yaitu sudah lebih dari 20 tahun septic tank yang digunakan belum pernah dilakukan pengurasan.

5. Sekolah

a.

Sekolah yang terdapat di Kabupaten Hulu Sungai Tengah pada umumnya menggunakan jenis jamban kloset jongkok leher angsa akan tetapi ada sebagian sekolah yang menggunakan kloset duduk pada WC di ruang guru.

b.

Selain dari WC air limbah yang dihasilkan juga berasal tempat mencuci piring karena tempat mencuci piring ini terpisah dengan WC maka pembuangan air nya di salurkan langsung pada sungai yang berada di samping sekolah tersebut.

LAPORAN AKHIR VII | 55

terletak di belakang bangunan WC yang di tutup dengan semen pada bagian atasnya dengan berbagai macam bentuk ada yang segi empat ada yang bulat.

d.

Selama digunakan yaitu sudah lebih dari 20 tahun septic tank yang digunakan belum pernah dilakukan pengurasan.

e.

Pada salah satu sekolah menengah di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, jumlah WC yang dimiliki sejumlah kelas yang ada disekolah tersebut, jadi setiap kelas yang menampung sekitar 30an siswa bertanggungjawab terhadap pengelolaan kebersihan WC tersebut.

f.

Air limbah yang berasal dari kantin/warung sekolah dibuang pada persawahan yang berada di belakang sekolah.

2.

Puskesmas

a.

Puskesmas yang ada di Kabupaten Hulu Sungai Tengah ini memilki dua jenis jamban yang digunakan yaitu kloset duduk yang dipergunakan pada WC staff puskesmas dan kloset jongkok leher angsa pada WC umum pasien.

b.

Selain dari WC air limbah yang dihasilkan juga berasal dari westafel yang digunakan untuk mencuci alat-alat laboratorium.

c.

Air limbah yang dihasilkan disalurkan pada lubang tanah yang biasanya terletak di belakang bangunan WC yang di tutup dengan semen pada bagian atasnya.

d.

Selama digunakan yaitu sudah lebih dari 20 tahun septic tank yang digunakan belum pernah dilakukan pengurasan.

3.

Rumah Sakit

a.

Rumah sakit Damanhuri Barabai merupakan satu-satunya rumah sakit di Kabupaten Hulu Sungai Tengah ini memilki dua jenis jamban yang digunakan yaitu kloset duduk yang dipergunakan pada WC staff puskesmas dan kloset jongkok leher angsa pada WC umum pasien.

b.

Air limbah yang dihasilkan disalurkan pada lubang tanah yang biasanya terletak di belakang bangunan WC yang di tutup dengan semen pada bagian atasnya.

c.

Selama digunakan yaitu sudah lebih dari 20 tahun septic tank yang digunakan belum pernah dilakukan pengurasan.

d.

Pada rumah sakit ini terdapat IPAL untuk mengolah air limbah dari limbah rumah sakit non domestic yang merupakan limbah medis menggunakan sistem biologis

LAPORAN AKHIR VII | 56

dengan unit pengolahan limbah cair tipe KOMPAK 60 +-yaitu menggunakan jasa mikroorganisme pendegradasi limbah cair.

4.

Hotel

a.

Hotel memilki dua jenis jamban yang digunakan yaitu kloset duduk dan kloset jongkok leher angsa tergantung dari jenis kamar dan tipe hotelnya. Setiap kamar memilki WC tersendiri.

b.

Air buangan dari WC disalurkan pada septic tank yang terletak dibelakang kamar yang terdiri dari dua lubang, lubang pertama berfungsi sebagai penyaring dan kedua sebagai lubang pembuangan.

c.

Selain dari WC air limbah yang dihasilkan juga berasal dari westafel yang airnya juga disalurkan pada septic yank yang sama dengan WC.

d.

Air dari dapur hotel di buang pada saluran drainase.

5.

Pasar

a.

Pasar kramat merupakan pasar besar di Kabupaten Hulu Sungai Tengah yang menjual berbagai jenis barang. Pasar ini sudah beroperasi hamper 20 tahun.

b.

Pasar ini memilki 3 buah WC umum dengan kloset jongkok leher angsa. Yang dikelola oleh UPTD Pasar Kramat yang dibantu penjaga Wc umum.

c.

Air limbah yang dihasilkan dari WC disalurkan pada septic-tank yang berada di bawah WC.

d.

Selain dari WC, air limbah yang dihasilkan juga berasal dari pasar ikan dan warung disekitar pasar.

e.

Untuk air limbah yang berasal dari pasar ikan basah dan warung, air limbah disalurkan pada saluran drainase yang akhirnya di buang ke sungai yang berada di samping pasar.

10. Industri

a.

Industri tahu yang ada di Kabupaten Hulu Sungai Tengah ini sudah beroperasi selama lebih dari 20 tahun belum memilki sistem IPAL.

b.

Air limbah yang bearasl dari hasil pencucian kedelai tersebut di buang pada kolam yang akhirnya di salurkan pada sungai.

LAPORAN AKHIR VII | 57

tahun. WC yang digunakan pada perusahaan ini adalah kloset jongkok leher angsa.

d.

Air limbah yang berasal dari disalurkan pada cubluk/lubang tanah.

e.

Selain memilki WC, sarana air limbah yang dimilki adalah IPAL yang menggunakan sistem Lumpur Aktif.

11. Warung

Warung menghasilkan limbah dari kegiatan mencuci piring dan sisa hasil masakan. Air limbah yang dihasilkan disalurkan pada saluran drainase yang berada di depan warung. 12. Tempat Wisata

a.

Tempat wisata yang terletak di Desa Pagat ini menggunakan kloset jongkok leher angsa pada WC nya.

b.

Terdapat 5 buah WC yang dikelola oleh warga sekitar tempat wisata.

Air limbah yang dihasilkan disalurkan pada lubang tanah yang biasanya terletak dibelakang bangunan WC yang di tutup dengan semen pada bagian atasnya. Penanganan air limbah domestik di Kabupaten Hulu Sungai Tengah saat ini berada pada Badan Pengelola Lingkungan Hidup, Bidang Pengelolaan Limbah Domestik dan Bukan Domestik , berdasarkan pada Peraturan Daerah Kabupaten Hulu Sungai Tengah No.11 tahun 2010, tentang Pembentukan, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah di Lingkungan Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Hingga saat ini upaya nyata yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah dalam rangka penanganan sub sektor air limbah domestik dapat diamati dari upaya kebijakan yang bersifat strategis, upaya penanganan layanan yang bersifat teknis opersional serta upaya pembinaan dan peningkatankesadaran. Upaya kebijakan yang terkait dengan penanganan air limbah domestik dilakukan dengan penertiban dan penegakkan kebijakan. Badan Pengelola Lingkungan Hidup menjalankan fungsi sebagai regulator kebijakan di level teknis dan bertanggungjawab untuk merencanakan dan mengawasi penangggulangan air limbah dalam fungsi sebagai operator yaitu dalam hal layanan pengelolaan air limbah domestik dan bukan domestik pelaksana (operator) kegiatan operasional di Sub Bidang Pengelolaan air Limbah Domestik dan Bukan Domestik.

LAPORAN AKHIR VII | 58  Pengelolaan persampahan (TPA dan 3R)

Sampah Kabupaten Hulu Sungai Tengah berasal dari berbagai sumber seperti dari perumahan, pasar, rumah sakit, tempat-tempat umum, dan industri. Sampah organik dan rumah tangga mendominasi komposisi sampah yang dihasilkan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Sistem pembuangan sampah di Kabupaten Hulu Sungai Tengah pada umumnya masih dilakukan secara konvensional dan langsung ditangani oleh masyarakat (penduduk lokal). Namun demikian, khususnya untuk sistem persampahan di Kota Barabai (kawasan perkotaaan), saat ini Pemda setempat sudah menyediakan TPA di Desa Telang dengan kapasitas tampung dan luas lahan yang cukup besar. Sistem pengolahan sampah akhir digunakan controlled landfill.

Untuk penanganan sampah di Kota Barabai, bentuk pengelolaan sampah yang dilaksanakan oleh dinas meliputi penyapuan jalan utama, pertokoan, pembersihan saluransaluran di sepanjang jalan utama, dan penanganan sebagian permukiman. Pelayanan yang dilakukan untuk daerah permukiman hanya meliputi pengangkutan dan pembuangan akhir, dimana pengumpulan dilakukan secara swadaya oleh masyarakat setempat.

Luas wilayah pelayanan adalah 26,49 km2, Wilayah pelayanan kegiatan pengelolaan persampahan Kota barabai adalah :

LAPORAN AKHIR VII | 59

Terdiri dari Kelurahan Barabai Barat, Kelurahan Barabai Timur, Kelurahan Barabai Utara, Kelurahan Barabai Selatan, Kelurahan Barabai Darat, Desa Bukat, Desa Benawa Tengah, Desa Mandingin, Desa Banua Binjai dan Desa Banua Jingah.

2. Kecamatan Batu Benawa

Wilayah pelayanan terdapat pada desa Pagat. 3. Kecamatan Batang Alai Selatan

Wilayah pelayanan terdapat pada Kelurahan Birayang. 4. Kecamatan Labuan Amas Selatan

Wilayah pelayanan terdapat pada Kelurahan Pantai Hambawang Barat dan Desa Pantai Hambawang Timur, durian gantang, sungai rangas.

5. Kecamatan Pandawan

Wilayah pelayanan terdapat pada Matang Ginalon.Dimana Tingkat Pelayanan dapat dilihat pada table berikut:

Tabel 7.21

Tingkat Pelayanan Persampahan Kota Barabai

N Kecamatan Penduduk Terlayani

1 Barabai 61.049

2 Batu Benawa 3.557

3 Labuan Amas Selatan 5.921 4 Batang Alai Selatan 2.264

5 Pandawan 1.438

Jumlah 74.229

Asumsi pelayanan 87%

Sumber : BPLH Kab. Hulu Sun gai Tengah, 2013

Gambar 7.19 Grafik Komponen Sampah Kota Barabai

LAPORAN AKHIR VII | 60 Tabel 7.22

Komposisi Sampah Kota Barabai

No Komponen sampah Volume ( m3/hari )

2011 2012 2013

1 Sampah basah/ organik 63,87 65,39 71,9

2 Kertas 12,21 2,15 33,7 3 Plastik 24,82 26,47 50,7 4 Kayu 4,2 1,28 12,7 5 Logam 4,15 1,63 6,3 6 Kaca/ gelas 3,2 1,99 2,1 7 Karet/ kulit 2,54 0,67 1,3 8 Kain 2,06 0,35 0,6 9 Lain-lain 3,33 -- 6,9 Tabel 7.23

Sarana dan Prasarana Penunjang Pengelolaan Sampah Kota Barabai

No Sarana/Prasarana Jumlah

(Unit) Kapasitas Kondisi Keterangan

A Pewadahan Jumlah Tong Sampah 162 0,1 m 3 21 rusak Berfungsi 141 buah B Pengumpulan

Gerobak Sampah 44 1,5 m3 17 rusak Berfungsi 27 Unit

Becak Sampah - - -

C Penampungan

Sementara

Transfer Depo 1 - Baik

Container 22 4 m3/unit 6 Unit Rusak

Berfungsi 16 Unit

Pasangan Batu 25 0,5 m3/unit 2 Unit Rusak

Berfungsi 23 Unit

Bak Kayu 146 0,5 m3/unit

3 Unit Rusak Ringan Berfungsi 146 Unit Tanah Terbuka - - - D Pengangkutan

DumpTruk 7 7 m3/unit 3 Rusak Yang beroperasi hanya 6 unit

Arm Roll Truk 3 - -

E Pengolahan

Pengomposan 1 38 kg Baik

Daur Ulang - - - Belum ada

F Pembuangan

Akhir

Luas area 9 Ha 138 m3 Baik

LAPORAN AKHIR VII | 61

No Sarana/Prasarana Jumlah

(Unit) Kapasitas Kondisi Keterangan

Excavator 1 - Rusak

G Pengendalian pencemaran

Leacheate

treatment 1 - Baik Jenis anaerob

Buffer zone (wilayah Penyangga )

3 Ha - Baik

Saluran

Pengumpul - - - Tidak Ada

Drainase Air Hujan - - - Tidak Ada

Sumur Kontrol 2 - -

H Sarana Penunjang

Kantor 1 - Baik

Bengkel - - - Tidak tersedia

Alat dan Tempat

Cuci 1 - Baik

LAPORAN AKHIR VII | 62 Gambar 7.21 Peta Cakupan Pelayanan Persampahan

LAPORAN AKHIR VII | 63 Gambar 7.22 Peta Lokasi TPS dan jalur Truck Sampah Kota Barabai

Perhitungan timbunan sampah kota Barabai dilakukan berdasarkan standar spesifikasi yang dikeluarkan oleh Departemen Pekerjan Umum bernomor SK SNI S-0401993- 03. Volume timbunan sampah kota Barabai per hari adalah sebagai berikut :

1. Jumlah penduduk terlayani (kategori kota kecil) = 74.229 jiwa 2. Standar volume timbunan sampah (minimum) = 2,50 ltr/org/hr

3. Volume timbunan sampah kota per hari = 2,50 ltr x 72.747 jiwa = 185,6 ltr/hr.

Kapasitas volume sampah yang dapat terangkut dari tempat penampungan sementara (TPS) ke tempat pembuangan akhir (TPA) rata sebanyak 161,5 m3/hari atau 87,02

LAPORAN AKHIR VII | 64

% dari potensi sebesar 185,6 m3. Perhitungan rata-rata sampah yang terangkut adalah 171 TPS bak kayu/semen dikalikan 0,5 m3/hari timbulan sampah ditambah 17 TPS kontainer dikalikan 3 m3/hari timbulan sampah, tong sampah sebanyak 125 buah dikalikan 0,2 m3/hari (85,5 m3/hari + 51 m3/hari + 25 m3/hari) = 161,5 m3/hari. Sisa sampah yang tidak terangkut diperkirakan dibakar, dibuang ke sungai atau tempat umum lainnya.

Berdasarkan sumbernya, sampah yang dikelola dan ditampung di tempat TPA berasal dari limbah rumah tangga dan limbah pasar dengan wujud berupa limbah padat, dengan perkiraan pada tahun 2013 sebanyak 157,03 m3 per hari terdiri dari:

1. Sampah pasar dan perdagangan lain = 70,16 m3 per hari 2. Sampah rumah tangga = 57,51 m3 per hari

3. Sampah institusi/perkantoran = 9,6 m3 per hari 4. Sampah jalan dan fasilitas umum = 7,4 m3 per hari 5. Lain-lain = 12,33 m3 per hari.

Tabel 7.24

Timbulan Sampah per Kecamatan pada Daerah Layanan

No Kecamatan Timbulan Sampah (m3/hari)

1.

Barabai 152,6

2.

Labuan Amas Selatan 14,8

3.

Batang Alai Selatan 5,6

4.

Batu Benawa 8,8

5.

Pandawan 3,5

Jumlah 185,4

Sumber : BPLH Kab. HuluSungai Tengah, 2013

Tabel 7.25

Uraian Teknik perasional Pengelolaan Persampahan

No Uraian Teknik Operasional Volume Keterangan

A Jumlah Timbunan

Standart timbunan sampah /Org/Hari 2,5 kg/Org/Hari Perkiraan Jumlah Timbunan Sampah (M3) 185,6 m3/Hari B Pelayanan Sampah

1 Cakupan pelayanan

Diangkut 161,5 m3/Hari 87,02% dari timbulan

LAPORAN AKHIR VII | 65

No Uraian Teknik Operasional Volume Keterangan

2 Perkiraan jumlah KK yang di layani 74.229 Jiwa/14.692 KK Asumsi 1 KK /5 jiwa 3 Perkiraan sampah terangkut

Pemukiman 57,51 m3/Hari

Non Pemukiman 103,99 m3/Hari

Total 161,5 m3/Hari

4 Kapasitas Pelayanan TPS 186,7 m3/Hari 5 Kapasitas Pelayanan TPA 149 m3/Hari 6 Kapasitas Pelayanan pengumpulan 9 Truk

Sumber : BPLH Kab. Hulu Sungai Tengah, 2013

TPA Kota Barabai terletak di desa Telang Kecamatan Batang Alai Utara, lokasi TPA jauh dari permukiman dan berjarak + 12,35 Km dari simpang tiga Mandingin atau + 15,00 Km dari pusat kota. Kondisi tanah di TPA adalah campuran lempung dengan topografi kemiringan kecil, kurang dari 20%. Jalan menuju TPA berupa jalan beraspal dengan kondisi cukup baik dengan lebar jalan 4 m. Luas TPA 90.000 m2 dan yang sudah terpakai adalah + 50.000 m2.

LAPORAN AKHIR VII | 66

Sistem pengelolaan sampah yang telah dilaksanakan di TPA dengan menggunakan sistem

Controle Land Fill. Cara ini pada dasarnya adalah sebagai upaya untuk mengembalikan sampah ke alam. Cara ini dinilai cukup baik, relatif sederhana, dan mudah dikerjakan.

Sarana dan prasarana kelengkapan TPA adalah:

1.

Jalan masuk dan jalan operasi

2.

Saluran drainase dan saluran lindi

3.

Pengolahan lindi

4.

Sumur pantau

5.

Penanganan gas

6.

Penyediaan air bersih

7.

Pos jaga

8.

Garasi

9.

Petugas jaga

10.

Instalasi listrik PLN

11.

Penghijauan di kawasan TPA

12.

Penutupan lokasi yang sudah penuh

13.

Pagar keliling

14.

Alat berat ( exavator dan buldozer )

15.

Pengolahan kompos

Institusi pengelola persampahan Kota Barabai menurut Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Hulu Sungai Tengah Nomor 13 Tahun 2007 adalah dilakukan oleh Badan Pengelola Lingkungan Hidup Kabupaten Hulu Sungai Tengah pada Sub Bidang Kebersihan dan Pertamanan dengan Tugas utama pelaksana antara lain:

1.

Sub Bidang Kebersihan dan Pertamanan di pimmpin oleh Kasubid

2.

Sub Bidang Kebersihan dan Pertamanan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas

Bidang Pen gelolaan Limbah Domestik dan Bukan Domestik dalam mengkoordinasikan dan melaksanakan pengelolaan kebersihan dan Pertamanan di wilayah Kota Barabai termasuk pengelolaan sampah di TPS maupun di TPA

3.

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana di maksud pada ayat (2),Sub Bidang Kebersihan dan Pertamanan menyelengarakan fungsi:

LAPORAN AKHIR VII | 67

a. Pengelolaan Kebersihan dan Pertamanan Kota Barabai; b. Pengelolaan sampah di TPS maupun TPA;

c. Pengkoordinasian kebijakan Teknis Kebersihan dan Pertamanan Kota Barabai; d. Penataan Taman Kota Barabai;

4. Uraian tugas Sub Bidang Kebersihan dan Pertamanan sebagaimana di maksud pada ayat (2) di rinci sebagai berikut:

a.

Menyusun rencana kegiatan Sub Bidang Kebersihan dan pertamanan berdasarkan program kerja BPLH sebgai pedoman pelaksanaan tugas;

b.

Mendistribusikan tugas kepada semua pegawai sesuai dengan bidang tugas masing masi ng;

c.

Memberikan petunjuk dan arahan kepada bawahan agar pelaksanaan tugas sesuai denga prosedur dan rencana program yang telah di tetapkan;

d.

Melaksanakan pemeliharaan, pengawasan, dan pengendaliaan kebersihan persampahan lingkungan pasar, jalan, bahu jalan, saluran drainase, dan RTH;

e.

Melaksanakan pemeliharaan trotoar, media jalan tugu, lampu hias, lampu taman, pot kembang, tanaman pelindung, dan tanaman peneduh;

f.

Mengatur, mengendalikan, memantau, dan mengelola angkutan sampah serta kegiatan yang berhubungan dengan pemrosesan akhir sampah;

g.

Membuat rencana pendapatan daerah yang bersumber dari ristribusi persampahan;

h.

Menyiapkan segala keperluaan sarana dan prasarana dalam rangka pengelolaan kebersihan dan pertamanan;

i.

Membuat laporan hasil pelaksanan tugas sebagai pertangungjawaban dan bahan masukan bagi tingkat organisasi di atasnya;

j.

Melaksanakan tugas lain yang di berikan oleh tingkat organisasi di atasnya. Pelaksanaan pengelolaan persampahan di lapangan dilakukan oleh petugas khusus kebersihan yaitu tenaga kontrak pasukan kuning yang jenis pekerjaannya dikelompokan menjadi :

1.

Petugas kebersihan persampahan angkutan truk sampah

2.

Petugas kebersihan persampahan pasar dan terminal

3.

Petugas kebersihan persampahan jalan dan bahu jalan

LAPORAN AKHIR VII | 68

4.

Petugas kebersihan persampahan saluran drainase

5.

Petugas Bank Sampah

6.

Petugas kebersihan persampahan TPA.

Tabel 7.26

Daftar Petugas Kebersihan Persampahan Kota Barabai Tahun 2013

No Uraian Pekerjaan Jumlah (Orang)

1 Petugas sopir truck dan armroll 12

2 Petugas angkutan 23

3 Petugas kebersihan drainase 14

4 TPA Telang 2

5 Petugas kebersihan plaza, terminal, pasar dan jalan 55

6 Bank sampah 3

Jumlah 145

Sumber : BPLH Kab. Hulu Sungai Tengah, 2013 Drainase Permukiman

Drainase yang dimaksud disini adalah drainase perkotaan yang didefinisikan sebagai drainase

Dokumen terkait