• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II. PERSEMBAHYANGAN DALAM AGAMA KHONGHUCU

C. Sembahyang Kepada Nabi

E. Sembahyang Untuk Leluhur

F. Sembahyang Kepada Kebaktian Masyarakat

BAB III. Gambaran Umum Lithang Bhakti Makin Pondok Cabe

A. Letak Geografis Lithang Bhakti MAKIN Pondok Cabe B. Pendirian Lithang Bhakti MAKIN Pondok Cabe

1. Pengertian Lithang

2. Sejarah dan Perkembangan Lithang Bakti MAKIN Pondok Cabe C. Tujuan dan Visi-Misi didirikannya Lithang Bakti MAKIN Pondok Cabe D. Sistem Keorganisasian

E. Aktifitas Kegiatan di Lithang Bakti MAKIN Pondok Cabe

BAB IV. Makna Penggunaan Dupa dalam Persembahyangan Agama Khonghucu di Lithang Bakti MAKIN Pondok Cabe

A. Pengertian dupa

B. Jenis-jenis dupa dan Fungsinya

C. Tata cara Pengunaan Dupa dalam Persembahyangan Agama Khonghucu D. Abu dupa dan Maknanya

E. Pembuatan dan Pembelian dupa

BAB V. Penutup A. Kesimpulan B. Saran

13 A. Pengertian Sembahyang

Salah satu ciri orang beragama adalah melakukan pemujaan pada Tuhan.

Pemujaan itu disebut sembahyang. Meskipun sembahyang merupakan ciri umum dari seorang yang beragama. Tetapi motif orang melakukan sembahyang tidaklah sama, juga acara orang bersembahyang berbeda-beda. Tetapi tujuan tertinggi dari sembahyang adalah sama, yaitu mencapai persamaan dan kesatuan deangan Tuhan.1 Dalam KBBI kata sembah memiliki dua arti: (1) pernyataan hormat dan khidmat (dinyatakan dengan cara menangkupkan kedua belah tangan atau menyusun jari sepuluh, lalu mengangkatnya hingga kebawah dagu atau dengan menyentuhkan ibu jari ke hidung): dan (2) kata atau perkataan yang ditujukan kepada orang yang dimuliakan.2 Sementara kata sembahyang dalam KBBI memiliki dua makna: (1) (dalam Islam) salat, dan (2) permohonan (do’a) kepada Tuhan menunjukkan kata sembahyang dapat berlaku umum, tidak hanya terbatas digunakan oleh orang Islam untuk menggantikan kata salat.

Sedangkan makna dan tujuan sembahyang atau peribadatan dalam agama Khonghucu adalah:

a. Mendekatkan diri kepada Tuhan yang maha Esa

b. Memohon pertolongan dan perlindungan, ketika manusia merasa bahwa dirinya terancam dan tidak ada lagi yang bisa menolongnya

1 I Ketut Wiana, Sembahyang menurut Hindu (Surabaya: Paramita, 2006), h. 5.

2 Tim Redaksi KBBI, Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa Edisi Keempat (Jakarta; Pusat Bahasa, 2008), h. 1259.

c. Bersyukur atas nikmat Tuhan, manusia tidak akan pernah bisa menghitung berapa banyak nikmat yang telah Tuhan anugerahkan kepada manusia.3

Bersembahyang itu sesuatu hal yang penting dalam ibadah bagi setiap manusia yang beragama, terutama dalam rangka pengabdian dan ketakwaannya kepada sang maha pencipta (Tuhan), seperti tercantum di dalam kitab catatan kesusilaan, bahwasanya jalan suci yang mengatur manusia baik-baik tidak ada yang lebih penting daripada menjalankan upacara sembahyang.4

Dalam agama Khonghucu, umatnya diajarkan untuk melakukan sembahyang kepada Tuhan (Thian) dan sembahyang kepada Nabi Khongcu, sembahyang kepada roh suci, leluhur, dan Sembahyang kebaktian kepada Masyarakat (Arwah Umum) dan lain sebagainya. Menurut bapak Wicandra, sembahyang kepada Tuhan itu memuja, sedangkan sembahyang lainnya dalam agama Khonghucu itu hanya untuk memuji tidak memuja.5 Memuji itu hanya ditujukan kepada manusia juga Tuhan. Tetapi, kalau memuja biasanya hanya ditujukan kepada Tuhan.6

B. Sembahyang Kepada Tuhan Yang Maha Esa

Agama Khonghucu itu agama yang mempercayai adanya satu Tuhan atau bisa disebut dengan Monotheis. Yakni agama yang mempercayai dan meyakini adanya satu Tuhan atau percaya hanya satu Tuhan. Istilah Tuhan dalam agama

3 Khariah, Agama Khonghucu (Riau: CV. Asa Riau, 2002), h. 112.

4 MATAKIN, Kitab Kesusilaan (Jakarta: Pelita Kebijakan, 2001), h. 529.

5 Wawancara denga Wicandra, Depok, 31 Maret 2019.

6 https://www.kompasiana.com/edynugraha/552b7b556ea8343b698b458f/pembiasan-makna-kata-puji-dan-puja. Diambil pada tanggal 20 Juli 2020.

Khonghucu dinamakan Thian untuk menunjuk kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Dalam ajaran Khonghucu diajarkan bahwa Thian selalu dihormati dan dipuja oleh umat manusia. Thian adalah maha sempurna, dan maha pencipta alam semesta seisinya. Thian tiada diperkirakan dan ditetapkan, namun tiada satu wujud pun yang tanpa, dilihat tiada tampak, didengar tiada terdengar, namun dapat dirasakan oleh orang-orang yang beriman.7 Oleh karena itu, sebagai umat Khonghucu mengucap syukur kepada-Nya dengan melaksanakan Ibadah atau sembahyang (Thian Hio) kepada Tuhan baik di rumah ataupun di Lithang atau Khongcu Bio yang ada disekitarnya.

Dalam agama Khonghucu, Tuhan sendiri memiliki 5 (lima) nama atau sifat, yaitu: 1). Thian, yang mengandung makna Maha Besar, Yang Maha Esa. 2).

Tee, yang mengandung makna yang maha besar, yang maha menciptakan, dan menguasai langit dan bumi. 3). Thai Let, yang mengandung makna Tuhan Yang Maha Esa. 4). Khian, yang mengandung makna Tuhan Yang Maha Pencipta Alam Semesta. 5). Kwi Sien, yang mengandung makna Tuhan Yang Maha Roh, Tuhan daripada hukum alam, yang menjadikan hukum.8

Sembahyang kepada Thian (Tuhan) dalam agama Khonghucu memiliki beberapa jenis yaitu, Pertama, sembahyang mengucapakan syukur yang dilakukan setiapa pagi, sore, dan saat menerima rezeki (makanan). Sembahyang ini mereka lakukan di depan meja sembahyang (Altar) yang terdapat di rumahnya. Umumnya

7 Sulaiman, Agama Khonghucu: Sejarah, Ajaran, dan Keorganisasiannya di Pontianak Kalimantan Barat. (Jurnal “Analisa”.Vol.XXVI No.01. Januari-Juni 2009), h. 55-56.

8 Sulaiman, Agama Khonghucu: Sejarah, Ajaran, dan Keorganisasiannya di Pontianak Kalimantan Barat, h. 54-55.

meja sembahyang ini disimpan diruang tamu sehingga bila kita berkunjung ke rumah umat Khonghucu, kita akan dapat melihat bentuk meja sembahyang yang sebenarnya.9 Tetapi, menurut Bapak Wicandra, kebanyakan umat Khonghucu ketika sembahyang kepada Tuhan kebanyakan mengahadap ke luar pintu atau di Luar rumah, karena, lebih Plong (lega).10

Kedua, sembahyang kepada Thian yang dilakukan pada setiap tanggal 1 dan 15 bulan (Imlek). Pada tanggal-tanggal tersebut umat Khonghucu berdatangan menuju ke Klenteng-klenteng atau Khongcu Bio. Hari raya Imlek itu suatu perayaan tahun baru cina yang dirayakan pada tanggal 1 dan bulan 1 menurut penanggalan Imlek. Pada hari raya Imlek ini, umat Khonghucu diwajibkan untuk melakukan sembahyang. Biasanya dilakukan pada saat Cu Si, yakni saat menjelang tahun baru Imlek, sekitar jam 23.00-01.00. Pada saat itu umat Khonghucu berbondong-bondong menuju ke rumah ibadah yang biasa mereka kunjungi untuk melakukan sembahyang syukur malam penutupan tahun dan malam menjelang tahun baru.11

Ketiga, sembahyang besar pada hari-hari kemuliaan Thian (Tuhan). Yaitu : sembahyang malam penutupan tahun/malam menjelang Gwan Tan, sembahyang King Thi Kong, tanggal 8 menjelang tanggal 9 Cia Gwee (bulan pertama), sembahyang saat Siang Gwan atau Cap Gomeh, 15 Cia Gwee (bulan pertama).

9 M. Ikhsan Tanggok, Mengenal Lebih Dekat Agama Khonghucu di Indonesia (Jakarta:

Pelita Kebajikan, 2005), h. 170-171.

10 Wawancara pribadi dengan Wicandra, Depok, 31 Maret 2019.

11 Sulaiman, Agama Khonghucu: Sejarah, Ajaran, dan Keorganisasiannya di Pontianak Kalimantan Barat, h. 58.

Dan sembahyang hari Tangcik (hari dimana letak mata hari tepat diatas garis balik 23,5 Lintang Selatan, yakni tepat tangga 22 Desember.12

Untuk tata cara Sembahyang kepada Tuhan (Thian) adalah sebagai berikut:

1. Hio atau Dupa yang digunakan satu atau tiga batang,

2. Untuk Penaikkan dupa, bila tidak ada Altar Khusus dapat dilaksanakan dengan menghadap keluar pintu atau jendela.

3. Pelaksanaan Tiam Hio di Lithang cukup dengan menghadap ke arah altar (kehadirat Thian dan Nabi).

4. Setelah Dupa ditancapkan kemudian Pai/ Ting-Lee 3 kali (Pai adalah hormat dengan merangkapkan tangan, dilakukan dengan mengepalkan tangan kanan dan ditutup dengan tangan kiri kemudian diangkat antara tangan dan hidung. Sedangkan Ting-Lee adalah menjunjung tangan yang dinaikakn sampai dahi yang bermakna menyampaikan hormat setinggi-tingginya waktu sembahyang).

5. Do’a. Contoh teks isi do’a adalah sebagai berikut: “Kami naikkan puji dan syukur, Thian telah melimpahkan kepada kami berkah karunia bimbingan yang kami terima melalui Ajaran Nabi Khonghucu sebagai Genta Rohani kami. Semoga Thian berkenan meneguhkan Iman kami dan mampu membina diri, menjunjung tinggi kebenaran dan menjalankan

12 Tanggok, Mengenal Lebih Dekat Agama Khonghucu di Indonesia, h. 171-172.

kebajikan, sehingga berkah, damai, dan sentosa menyertai kehidupan kami.” Kemudian sembahyang diakhiri dengan pai atau ting-lee 1 kali.13

C. Sembahyang kepada Nabi

Agama Khonghucu bukanlah agama yang diciptakan oleh Nabi Khongzi (Nabi Khonghucu) sendiri, melainkan agama yang diturunkan oleh Thian melalui para nabi purba, raja suci dan para nabi ribuan tahun sebelum kelahiran Nabi Khongzi. Seperti beliau katakan:

“Aku hanya meneruskan, tidak mencipta. Aku sangat menaruh percaya dan suka kepada (Ajaran dan kitab-kitab) yang kuno itu (Mengzi VII B:38, h. 415).”14

Nabi Khongzi sendiri itu utusan Tuhan yang membawakan Firman bagi keselamatan hidup manusia, beliau membawa misi untuk menyelamatkan umat manusia dari berbagai macam ancaman dan kekacauan agar mereka kembali ke Jalan suci sebagaimana Thian Firmankan.15 Seperti apa yang dikatakan oleh Nabi Khongzi:

“Kalau Jalan Suci akan dapat dilaksanakan dan berkembang, itulah Firman: kalau Jalan suci itu harus musnah, itupun Firman.”

Dengan demikian, jelaslah bahwa Nabi Khongzi bukanlah sebagai pencipta agama Khonghucu, beliau adalah penerus dan penyempurna dari ajaran

13 MATAKIN, Tata Agama dan Tata Laksana Upcara Agama Khonghucu (Solo:

MATAKIN, 1984), h. 60.

14 Ws. Mulyadi, Mengenal Agama Khonghucu (Jakarta: SPOC, 2015), h. 18.

15 Ws. Mulyadi, Mengenal Agama Khonghucu, h. 13-14.

suci yang sudah ada dan dirintis sejak ribuan tahun sebelumnya oleh para nabi suci purba.16 Nabi-nabi sebelum Nabi Khongzi itu ada Nabi Fu Xi. Nabi ini dikenal sebagai nabi pertama yang hidup pada tahun 30 abad SM. Selain itu ada juga nabi Huang Di, nabi Yao, nabi Sun, nabi Xia Yu, nabi Wen, dan nabi Zhou Gong atau Jidan (Ciu Kong, Hokkian). Sedangkan Nabi Khongzi itu nabi Terakhir dalam agama Khonghucu. Nabi yang besar, lengkap, dan sempurna yang menggenapkan jajaran nabi sebagai Genta Rohani.17

Selain sembahyang kepada Tuhan. Umat Khonghucu juga berkewajiban sembahyang kepada Nabi, Yaitu nabi Khongzi. Persembahyangan kepada Nabi Kongzi dilakukan pada hari-hari berikut ini:

1. Peringatan hari lahir Nabi Khongzi, tiap tanggal 27 bulan 8 Kongzili/Kongyuan. Upacara sembahyang biasanya dilakukan di rumah ibadah seperti Lithang, Kong Miao, Wen Miao, dan Klenteng.

2. Peringatan hari wafat Nabi Khongzi, tiap tanggal 18 bulan 2 Khongzi, tiap tanggal 18 bulan 2 Kongzili/Kongyuan. Upacara sembahyang dilakukan seperti halnya peringatan hari lahir Khongzi.

3. Peringatan hari genta Rohani (Maduo), dilaksanakan setiap tanggal 22 Desember bertepatan dengan hari Dongzi ( Tang Ce ) untuk memperingati dimulainya masa pengembaraan Nabi

16 Ws. Mulyadi, Mengenal Agama Khonghucu, h. 19.

17 Sulaiman, Agama Khonghucu, h. 55.

Khongzi sebagai Genta Rohani Thian (Thian Zhi Muduo) ke berbagai negeri.18

Dokumen terkait