operasional maupun laba operasional tumbuh lebih tinggi daripada marjin
pendapatan.”
PGN secara aktif mencari tambahan pasokan gas dengan mengembangakan moda pengangkutan gas selain pipa transmisi dan distribusi melalui bisnis-bisnis pendukung lain. Solusi yang paling memungkinkan dalam jangka pendek untuk mengatasi penurunan pasokan gas untuk dialirkan melalui pipa adalah LNG. PGN bekerjasama dengan Pertamina membentuk konsorsium (Joint Venture) untuk pembangunan terminal penerima LNG di Jawa Barat. Selain itu PGN juga akan membangun proyek terminal penerima LNG yang sepenuhnya milik PGN di Sumatera Utara. Kedua proyek ini akan memberikan PGN leksibilitas untuk mendapatkan pasokan LNG dari sumber-sumber LNG baik dari Indonesia maupun dari luar Indonesia. Oleh karena itu, PGN akan terus memperkuat bisnis LNG ini di masa depan.
Dalam jangka menengah dan jangka panjang, PGN telah melihat beberapa pilihan bisnis yang menjanjikan. PGN saat ini tengah mencari peluang-peluang bisnis CBM untuk mengembangkan potensi CBM di Indonesia. PGN juga tengah mencari peluang untuk penyertaan minoritas di ladang gas yang telah atau akan berproduksi sebagai langkah untuk menambah pasokan gas dan meningkatkan pendapatan.
Demikianlah rencana strategis kedepan telah kami uraikan seperti diatas yang antara lain terdiri dari: pembangunan terminal penerima LNG untuk menambah pasokan gas yang akan dialirkan melalui pipa transmisi; mencari alternatif sumber gas bumi seperti CBM; dan menggabungkan pasokan dan rantai bisnis untuk ketersediaan pasokan gas bumi. Pada saat yang sama, kami berusaha untuk memperoleh nilai lebih dengan pemanfaatan aset Perusahaan untuk mengembangkan bisnis non-produk seperti penyediaan data, pemanfaatan kapasitas serat optik dan pelayanan jasa keteknikan.
The prospects for all these ventures are very bright. Nevertheless, we are looking at a lead time of some two years before our LNG capability comes on stream. The immediate outlook, then, is a phase of more moderate growth compared to the company’s extraordinary strides over the last three years. Once our supply-side constraints are overcome, however, we expect a rapid transition to a new period of high growth.
In anticipation of the changing profile of the company, and to maximize its value, we embarked upon a major restructuring of the organization in 2009. The creation of a Corporate Sales Division now allows us to provide more dedicated, personalized service to our major corporate customers, while in our regional strategic business units (SBUs), we have separated the operational and sales/marketing functions. This was implemented in SBU1 in 2009 and will be rolled out to SBU2 and SBU3 in 2010.
The next step, which we accomplished in 2009, was to formulate a new long-term strategic plan. This is the blueprint that will take the company from 2010 to 2020, outlining the critical path towards our long-term goal of becoming a global player in the natural gas industry. To earn the level of trust and recognition– –and, therefore, investment––necessary to achieve this goal, it is essential that we begin adopting and living up to world class standards now, right across the company.
Both the reorganization and the diversification of our business are part of a broader move to transform PGN into a world class corporation that meets the highest global standards of operational excellence. To provide a firm foundation for this transformation, we revitalized and reformulated our corporate culture in 2008, distilling it into five essential values— professionalism, continuous improvement, integrity, safety and excellent service—known collectively as ProCISE. ProCISE, and its associated corporate behaviors, form the basis of a shared understanding of how the company will move forward, drawing on the best practices developed in the private sector as a model.
The long-term growth of our company will hinge on our ability to execute our strategies in a responsible manner, mindful of our obligations to all our stakeholders and of our impact on the public and the environment. Improving our corporate governance standards is therefore a high priority. We have been greatly encouraged by the recognition from independent arbiters in 2009. GovernanceMetrics International Seluruh bentuk kerjasama dalam mengembangkan bisnis
kedepan memiliki prospek yang cerah. Namun demikian, dibutuhkan sekitar 2 tahun untuk merealisasikan proyek LNG sehingga dalam kurun waktu tersebut, pertumbuhan PGN akan berada pada level moderat dibandingkan pertumbuhan yang luar biasa dalam 3 tahun terakhir. Setelah keterbatasan pasokan gas ini dapat diatasi, kami yakin PGN akan segera memasuki periode pertumbuhan yang lebih tinggi.
Dalam mengantisipasi perubahan bentuk Perusahaan, dan untuk memaksimalkan nilai Perusahaan, PGN mulai melakukan restrukturisasi organisasi di tahun 2009. Restrukturisasi tersebut diantaranya dengan pembentukan unit Corporate Sales (Divisi Penjualan Korporat) di Kantor Pusat yang memungkinkan PGN menyediakan pelayanan yang lebih prima dan lebih personal kepada pelanggan utama; sementara itu di Unit Bisnis Strategis Wilayah 1 (SBU 1), fungsi operasional dan penjualan/marketing juga telah dipisahkan. Pemisahan fungsi ini akan diikuti SBU 2 dan SBU 3 di tahun 2010.
Tahap selanjutnya yang telah kami lakukan di tahun 2009 adalah menyusun rencana strategis jangka panjang. Rencana ini merupakan cetak biru yang akan membawa PGN dari tahun 2010 sampai 2020, memperlihatkan perjalanan penting menuju target jangka panjang menjadi perusahaan kelas dunia di industri gas bumi. Untuk mendapatkan kepercayaan dan pengakuan terhadap tujuan tersebut, sangat penting bagi PGN untuk mulai mengadopsi dan menerapkan standar kelas dunia diseluruh aspek korporat.
Reorganisasi dan diversifikasi bisnis yang dilakukan PGN merupakan bagian dari upaya untuk melakukan transformasi menuju Perusahaan kelas dunia yang memenuhi standar operasional yang tinggi dan berlaku universal. Revitalisasi dan formulasi ulang budaya Perusahaan yang dilakukan di tahun 2008 menjadi dasar dari upaya transformasi Perusahaan yang menghasilkan 5 nilai utama korporat diantaranya profesionalisme, penyempurnaan yang berkesinambungan, integritas, keselamatan kerja, dan pelayanan prima, yang dikenal dengan istilah ProCISE. ProCISE dan perilaku-perilaku korporat terkait, mendasari tumbuhnya pemahaman yang sama di lingkungan organisasi PGN tentang bagaimana PGN akan melangkah kedepan, dengan mengambil perilaku korporasi yang dikembangkan Perusahaan swasta unggul sebagai model. Pertumbuhan jangka panjang PGN akan ditentukan oleh kemampuan Perusahaan dalam menjalankan strategi yang telah ditetapkan dengan penuh tanggung jawab, kesadaran akan kewajiban yang harus dipenuhi kepada seluruh stakeholder dan kesadaran akan dampak keberadaan PGN kepada lingkungan dan masyarakat. Karena itu, upaya meningkatkan penerapan standar tata kelola Perusahaan merupakan keharusan bagi PGN.
(GMI), an international consortium that tracks the governance practices of the world’s biggest corporations, upgraded PGN’s rating from 1.5 in March 2008 to 4.5 in September 2009, based on their assessment of the Company’s board accountability, financial disclosure and internal controls, shareholder rights, remuneration, market for control and corporate behavior. During the year, PGN won Investor Magazine’s award for “Favorite Stock in Indonesia”, at the same time the Head of Investor Relations was awarded as Best Investor Relations Professional in Indonesia and Best Investor Relations Professional in Utilities Sector based on ThomsonReuters-Extel Asian Survey. While we believe that objective appraisals such as these show that we are on the right track, there is much still to be done.
During the year we enhanced our GCG infrastructure with a number of new frameworks and initiatives. Forming the foundation is ProCISE, and in 2009 we took further steps to communicate and embed these values at all levels of Pada tahun 2009, PGN mendapatkan pengakuan dari pengamat
independen di bidang GCG, GovernanceMetrics International (GMI). GMI, yang juga merupakan suatu konsorsium internasional yang mengamati pelaksanaan tata kelola di perusahaan-perusahaan kelas dunia, menaikkan peringkat PGN dari 1,5 pada Maret 2008 menjadi 4,5 pada September 2009 berdasarkan penilaian terhadap tanggung jawab Manajemen, keterbukaan informasi keuangan dan pengendalian internal, pemenuhan hak-hak pemegang saham, remunerasi dan perilaku korporat. Sebagai Perusahaan terbuka, di tahun 2009 saham PGN meraih penghargaan sebagai Saham Terfavorit dalam ajang penghargaan yang diselenggarakan oleh Majalah Investor. Selain itu, Kepala Divisi Hubungan Investor PGN juga mendapatkan penghargaan sebagai IR Profesional Terbaik di Indonesia dan IR Profesional terbaik sektor utilities berdasarkan ThomsonReuters-Extel Asian Survey. Pengakuan dan penghargaan dari pihak eksternal tersebut merupakan suatu petunjuk bahwa PGN sudah berada pada jalur yang tepat menuju perusahaan kelas dunia. Walau demikian, kami menyadari masih banyak hal yang perlu dibenahi.
Selama tahun 2009, kami meningkatkan perangkat pendukung tata kelola Perusahaan dengan beberapa kerangka dan pendekatan baru. Sebagai perangkat dasar adalah ProCISE, yang selama tahun 2009 telah disosialisasikan dan menjadi
the organization. During the year we also prepared the groundwork for the adoption of the COSO standards for risk management, in line with international best practices. COSO will be formally put in place during 2010. We also enlisted the help of DuPont, one of the world’s leading safety companies, to revamp our safety frameworks and practices throughout PGN.
Community empowerment remains the central theme of our corporate social responsibility program. To this end we have continued to partner our local communities to promote health, education and sustainable environmental management, and supported local income generation initiatives through training and micro-finance schemes.
One of our most important tasks going forward will be to enhance our human capital. As we seek to expand our business ‘beyond pipeline’, it will be vital to have the right people and skills in the right places to ensure that this is done correctly, as well as enough talented, high achieving people throughout the company to ensure a smooth regeneration in the future. A forward-thinking and pragmatic approach to human resource planning and development will therefore be a major focus for the company in the coming year.
The natural gas industry has enormous potential in Indonesia. There are direct, tangible benefits that accrue from increasing domestic consumption of natural gas, from the budgetary bagian integral dari keseluruhan nilai Perusahaan di semua tingkat
organisasi. Dalam bidang manajemen risiko, pada tahun 2009 PGN juga mempersiapkan landasan penerapan standar internasional COSO yang diakui dunia. Implementasi COSO tersebut akan dimulai pada tahun 2010. Sementara itu, dalam upaya mengubah pola dan pelaksanaan aturan keselamatan kerja di seluruh wilayah kerja PGN, kami dibantu oleh DuPont, salah satu Perusahaan konsultan terkemuka di bidang keselamatan kerja.
Sebagai bentuk Tanggung Jawab Sosial Perusahaan, PGN menunjukkan kepedulian terhadap pemberdayaan masyarakat terutama masyarakat disekitar wilayah operasional PGN. Kami melanjuakan bentuk-bentuk kemitraan dengan komunitas lokal untuk membantu upaya kesehatan, pendidikan dan manajemen lingkungan yang berkesinambungan serta mendukung peningkatan pendapatan daerah melalui berbagai bentuk pelatihan kerjan dan dan bantuan kepada usaha mikro. Sejalan dengan rencana strategis PGN kedepan yang akan mengembangan bisnis diluar pipanisasi gas bumi, maka tugas penting kedepan adalah mempersiapkan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Sumber daya manusia dengan keahlian yang sesuai dengan bisnis yang akan dijalankan sangat dibutuhkan agar bisnis dijalankan dengan tepat. Demikian pula proses regenerasi di masa yang akan datang, perlu dipersiapkan sumber daya manusia yang memiliki keahlian dan kompetensi serta memiliki target pencapaian kerja yang tinggi. Karena itu, kami akan mengupayakan pendekatan yang lebih tepat guna dan berorientasi kedepan dalam membenahi perencanaan dan pengembangan sumber daya manusia.
Pengembangan bisnis dan industri gas bumi memiliki potensi yang besar di Indonesia. Manfaat langsung yang dapat diperoleh dari peningkatan pemakaian gas bumi dapat dilihat mulai dari penghematan anggaran Pemerintah dan penghematan biaya produksi bagi PLN dan industri.
Penghematan tersebut pada gilirannya berdampak pada efek multiplier kepada perekonomian dengan penciptaan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Manfaat lain adalah penggunaan sumber energi yang bersih yang lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan penggunaan energi lainnya. Dengan kondisi demikian, PGN berada pada posisi yang sangat tepat untuk memanfaatkan potensi gas bumi dan mengelolanya untuk menciptakan nilai tidak hanya bagi PGN tapi juga bagi bangsa secara keseluruhan.
Akhirnya, kami menyampaikan penghargaan yang tinggi terhadap seluruh karyawan PGN, Direksi dan Dewan Komisaris atas dukungan dan kerjasama dalam upaya transformasi Perusahaan. Dalam perkembangan kedepan, beberapa rekan kerja kami tidak lagi bergabung bersama PGN. Pada tanggal 15 Januari 2010, kami menerima surat pengunduran diri dari Bapak Sutikno selaku Direktur PGN. Maka, secara khusus pada kesempatan ini kami menyampaikan penghargaan atas kontribusi dan komitmen yang telah diberikan kepada PGN sehingga PGN mampu berada pada posisinya saat ini.
Melanjutkan tahun 2009 sebagai tahun pencapaian yang luar biasa, PGN saat ini mengawali babak baru, yang jika dilaksanakan dengan disiplin dan komitmen kepada strategi yang telah ditetapkan, akan memampukan PGN menjadi perusahaan kelas dunia yang tetap mempertahankan pertumbuhan kinerja di masa depan.
Hendi Prio Santoso Direktur Utama President Director
savings for the government to the savings for PLN and industry sector, which in turn have a multiplier effect on the economy by driving job creation and economic growth. Added to that are the advantages of using a ‘clean’ energy source that has a minimal environmental impact compared to other fossil-based fuels. PGN is uniquely positioned to harness the potential of gas and use it to create value, not only for the company, but for the nation as a whole.
In closing, I would like to express my deep appreciation to all our staff, to my fellow board members and to the Board of Commissioners for their support and partnership as we have transformed the company. Some of our colleagues will not be with us as we move forward. We have received a resignation letter from Mr Sutikno as PGN Directors on 15 January 2010. We appreciate his contribution and commitment to PGN that the company now plays a key role in natural gas business industry in the country.
2009 was a very rewarding year. We now stand at the threshold of a new phase in our development that, with disciplined commitment to our strategy, will enable us to become a world class company and secure a sustainable growth path for the future.
. MICHAEl BASKoRo PAlWo NUGRoHo
2. M. RIZA PAHlEVI TABRANI
3. SUTIKNo
4. HENDI PRIo SANToSo
5. BAMBANG BANyUDoyo
. DJoKo PRAMoNo
menggunakan gas bumi untuk bahan bakar kompor gas dan pemanas air
Use Natural gas to fuel furnaces and appliances such as stove and water
menggunakan gas bumi untuk keperluan restoran, hotel, rumah sakit dan sejenisnya.