• Tidak ada hasil yang ditemukan

Seminar Pengelolaan Jurnal Ilmiah Indonesia, LIP

47 Seputar Geologi

Penyerahan Simbolis Sertiikat Akreditasi Jurnal Ilmiah untuk Penerbit Jurnal Ilmiah yang telah Terakreditasi LIPI Periode II Tahun 2009.

Prof. Suminar dalam seminar sesi pertama yang membahas Kebijakan Akreditasi Jurnal Ilmiah di Lembaga Penelitian dan Perguruan Tinggi

Sebelum masuk sesi kedua, acara diselingi oleh pengumuman hasil akreditasi jurnal ilmiah terakreditasi LIPI periode II tahun 2009 dan penerima simbolis sertifikat akreditasi. Publikasi dari Badan Geologi yang mendapat akreditasi, yaitu Bulletin Geologi Tata Lingkungan terbitan Pusat Lingkungan Geologi mendapat peringkat akreditasi C, sedangkan Jurnal Sumber Daya Geologi terbitan Pusat Survei Geologi pada akreditasi ulang, dapat mempertahankan akreditasi peringkat A.

Pada sesi kedua, presenter pertama, yaitu Dr. Putut Irawan Pudjiono, Kepala PDII LIPI yang berbicara tentang Pengembangan Indonesian Scientific Journal Database (ISJD),sedangkan pembicara kedua Lukman, S.T., M.Hum. membahas tentang Pengelolaan dan Dimensi Jurnal Ilmiah Indonesia melalui Indonesian scientific Journal Database (ISJD) dengan moderator Luki Wijayanti, S.Ip, M.Si. dari Perpustakaan Universitas Indonesia.

Bahasan kedua presenter saling mengisi

karena keterkaitan antara pengembangan dan pengelolaan Indonesian scientific Journal Database (ISJD). Menurut Dr. Putut, penerbitan jurnal ilmiah merupakan salah satu kegiatan penyebarluasan

informasi ilmiah. Banyaknya karya tulis bermutu yang disajikan dalam berbagai jurnal ilmiah dapat menjadi indikator kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi suatu bangsa. ISJD yang mulai diperkenalkan pada 20 Agustus 2009 merupakan kado pada peringatan hari ulang tahun LIPI yang jatuh pada 23 Agustus 2009.

Menurut Lukman S.T., M. Hum, ISJD ini merupakan sarana komunikasi ilmiah yang terdiri dari:

• Kumpulan Artikel Jurnal Ilmiah Indonesia, berisi

kumpulan artikel-artikel ilmiah yang dapat diakses pengguna mulai dari bentuk bibliografi sampai dengan dokumen lengkapnya (full text).

• International Standar Serial Number (ISSN) on-

line, disediakan untuk para penerbit baru yang ingin mendaftarkan majalah barunya dan dapat memperoleh ISSN secara on-line.

• Decision Support System (DSS) Jurnal Ilmiah

Indonesia, dikembangkan untuk mengetahui produktivitas penulis, penerbit, lembaga dan bidang keilmuan sehingga dapat dipantau produktivitasnya dan diperbandingkan secara nasional dengan jurnal-jurnal yang ada di Indonesia.

S e p u t a r G e o l o g i

alamat dan kontak penerbit dari berbagai disiplin ilmu. Direktori ini memudahkan penulis yang ingin mengirim karyanya ke dalam jurnal tapi tidak mengetahui alamat serta kontak kemana karya mereka harus dikirim.

•Akreditasi, disediakan bagi para pengguna

yang ingin mengakses sekretariat akreditasi jurnal, terdiri dari sekretariat untuk Perguruan Tinggi yang dikelola oleh DIKTI, dan sekretariat untuk Lembaga Penelitian yang dikelola oleh Pusbindiklat Peneliti LIPI, situs ini juga memberikan kemudahan untuk melihat daftar jurnal yang terakreditasi.

Sampai dengan bulan September 2009 sudah terkumpul lebih kurang 7.000 artikel dari sekitar 400 jurnal yang siap diakses dalam situs ISJD.n

(Rian Koswara)

49 Seputar Geologi Jurnal Geologi Indonesia, mengadakan Workshop

Publikasi Kebumian pada 7 Oktober 2009 di Auditoriun Geologi, Jln. Diponegoro 57 Bandung. Acara tersebut merupakan ajang silaturahmi dan saling tukar pengalaman sesama pengelola publikasi ilmiah yang tergabung dalam Forum Komunikasi Editor Jurnal Kebumian (Forkom EJB). Selain itu dalam acara tersebut juga diselenggarakan pameran publikasi ilmiah terbitan anggota Forkom EJB.

Acara Workshop Publikasi Kebumian ini dihadiri oleh sekitar 250 orang peserta dari berbagai Institusi Pemerintah, Perguruan Tinggi, BUMN ataupun swasta.

Workshop ini dibagi dalam dua sesi, yaitu sesi pertama terdiri atas empat pembicara dan ditutup dengan diskusi panel, dipimpin oleh Fatimah, S.T., M.Sc. sebagai moderator dan Dra. Nenen Adriyani, M.A. sebagai notulis. Sesi kedua menampilkan tiga pembicara dan ditutup oleh diskusi panel, dipimpin oleh Ir. Hardoyo Rajiyowiryono, M.Sc. sebagai moderator serta Ir. Danny Z. Herman, M.Sc. sebagai notulis.

Pembicara pertama adalah Sekretaris Badan Geologi, Dr. Djadjang Sukarna yang mengungkapkan tentang kebijakan publikasi di Badan Geologi. Sesuai dengan tupoksi Badan Geologi, publikasi sebagai wadah pelayanan yang ruang lingkupnya meliputi sains geologi, sumber daya geologi, lingkungan geologi, kebencanaan geologi, basis data dan layanan publik sekaligus sebagai sarana bagi para pejabat peneliti dan fungsional untuk menyampaikan hasil penelitian mereka dalam rangka sosialisasi dan penyebarluasan informasi. Wadah publikasi yang sudah berjalan adalah Jurnal Geologi Indonesia, Warta Geologi (majalah ilmiah populer), dan Album Geologi.

Pembicara kedua adalah Ketua Dewan Redaksi JGI, Dr. Nana Suwarna yang membahas mengenai Forkom EJB. Forum komunikasi ini digagas dalam rangka menyamakan persepsi dan saling tukar pengalaman di antara pengelola publikasi kebumian. Semula forkom hanya mewadahi para pengelola publikasi kebumian di Bandung, tetapi dalam perjalanannya ternyata mendapat sambutan yang luas dari berbagai daerah sehingga menjadi wadah yang nasional. Salah satu keresahan yang

menjadi duri dalam penerbitan ilmiah adalah “plagiarsm”. Untuk menghapus segala bentuk keculasan tersebut, sehingga dianggap perlu ada suatu forum untuk berkomunikasi. Selanjutnya pembicara mengatakan bahwa pengembangan informasi kebumian, khususnya geologi saat ini banyak diperlukan sejalan dengan meningkatnya kebutuhan pertukaran informasi. Hasil kegiatan penelitian ilmiah hendaknya up to date serta memiliki nilai orisinil.

Pembicara ketiga adalah Prof. Assoc. Dr. Imam Sadisun, pengelola Jurnal kebumian di ITB sekaligus sebagai Ketua Bidang Kode Etik Publikasi pada Forkom EJB. Pada kesempatan ini beliau menyampaikan tentang kode etik publikasi yang telah disepakati oleh semua anggota forkom. Kode Etik tersebut menyangkut kode etik bagi editor, kode etik bagi penulis, dan kode etik bagi penelaah (mitra bestari). Selain itu ke depannya akan dibentuk suatu instrumen pendukung yang sangat penting dalam kode etik publikasi ini,

yaitu database dan indexing makalah-makalah yang sudah diterbitkan ataupun dalam tahap penelaahan setiap publikasi anggota Forkom EJB. Pembicara keempat adalah Prof. Dr. Febri Hirnawan dari UNPAD. Beliau berbagi pengalaman mengenai trik menulis Laporan Riset dan Makalah Ilmiah Bahan Publikasi. Menurut Febri, untuk menulis sebuah karya tulis ilmiah harus mengacu kepada susunan atau struktur tulisan ilmiah yang berisikan:

•Judul yang seyogyanya menonjolkan fenomena

yang diteliti (objek riset)

•Abstrak yang berisi empat unsur, yaitu:

o Alasan apa riset dilakukan

o Pernyataan singkat apa yang telah dilakukan o Pernyataan singkat apa yang telah ditemukan o Pernyataan singkat apa yang telah

disimpulkan

•Pendahuluan yang berisikan latar belakang,

profil kajian, masalah aktual, tujuan dan metode penelitian.

•Metode, yaitu menghimpun data primer dan uji

hipetensi

•Hasil dan diskusi yaitu hasil analisis fenomena

di wilayah penelitian yang relevan dengan tema sentral laporan

•Kesimpulan, yaitu hasil analisis atau hasil uji

hipotesis tentang fenomena yang bersangkutan

•Ucapan terima kasih yang ditujukan kepada

pihak-pihak yang telah membantu dalam penelitian dan pembuatan makalah

•Daftar pustaka, yaitu referensi yang termuat

dalam teks yang dicantumkan dalam daftar pustaka.

Pembicara kelima adalah Direktur Pusbindiklat Peneliti LIPI, Drs. Bashori Imron, M.Si. Beliau memberikan presentasi mengenai Akreditasi Jurnal/Majalah Ilmiah. Menurutnya, tujuan akreditasi jurnal ilmiah yaitu untuk menstandarkan dan meningkatkan mutu penulisan ilmiah hasil litbang serta meningkatkan kualitas dan kuantitas publikasi ilmiah peneliti, khususnya di Indonesia. Unsur unsur yang dinilai dalam akreditasi LIPI di antaranya: - Nama berkala - Kelembagaan penerbit - Penyuntingan/Dewan Penerbit - Kemantapan penampilan - Gaya penulisan - Substansi - Keberkalaan

51 Seputar Geologi koran nasional. Beliau berbagi pengalaman

mengenai cara menulis ilmiah popular. Menurut dia, menulis di media masa berbeda dengan menulis di jurnal ilmiah, karena pembaca media lebih bervariasi termasuk mereka yang memiliki

memperkenalkan Majalah Geologi Indonesia (MGI), suatu publikasi yang diterbitkan oleh IAGI. MGI terbit pertamakali tahun 1960 belum pernah terakreditasi, dan sudah beberapakali mengalami pergantian kepengurusan. Di tahun 2009, MGI

berencana untuk mengajukan akreditasi, baik ke LIPI maupun ke DIKTI. Hal tersebut dimaksudkan agar para anggota IAGI yang datang dari berbagai institusi (PNS, Dosen PT ataupun swasta) dapat memanfaatkan MGI sebagai sarana menyampaikan hasil karya dan memenuhi standard mutu/kriteria akreditasi. Untuk itu, Ketua PP IAGI tersebut

mengharapkan adanya pemasukan naskah

kebumian dari para anggota IAGI, baik dari instansi pemerintah, perguruan tinggi, BUMN, ataupun perusahaan swasta.

Pada akhir acara, Workshop ditutup oleh Kepala Badan Geologi Dr. R. Sukhyar.n(Rian Koswara)

53 Seputar Geologi Tanggal 3 - 5 Oktober 2009 Dewan Redaksi Jurnal

Geologi Indonesia (JGI), pengelola Warta Geologi (WG), dan pengurus Forum Komunikasi Editorial Jurnal Kebumian (Forkom EJB), ketiganya dikelola oleh Badan Geologi, berkunjung ke Fakultas Teknik, Jurusan Geologi, Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, Sulawesi Selatan. Kunjungan tersebut dimaksudkan untuk melakukan sosialisasi keberadaan JGI, WG, dan Forkom EJB di universitas terbesar di bagian timur Indonesia tersebut. Selain sosialisasi, rombongan juga menyempatkan diri mengunjungi Taman Nasional Bantimurung, Bulusaraung, 45 km sebelah utara - timur laut Kota Makassar.

Sosialisasi

Sosialisasi dilaksanakan di Kampus Universitas Hasanuddin Makassar, tepatnya di ruang rapat Fakultas Teknik, Jurusan Geologi. Acara sosialisasi didahului dengan saling memperkenalkan diri, baik dari tuan rumah, maupun dari rombongan Badan Geologi. Dari pihak Unhas hadir antara lain Dekan Fakultas Teknik, Ketua Jurusan Geologi serta beberapa orang dosen geologi dan tambang. Sedangkan dari Badan Geologi, rombongan

dipimpin oleh Dewan Penerbit didampingi oleh Ketua Dewan Redaksi JGI merangkap sebagai Ketua Forkom EJB, anggota Dewan Redaksi JGI serta pengelola Warta Geologi.

Beberapa hal yang menarik yang disampaikan oleh Dewan Redaksi JGI antara lain adalah keberadaan JGI yang telah terakreditasi dengan nilai B (Plus), sehingga para fungsional dosen berminat untuk mengirimkan makalah. Selain itu keberadaan Forkom EJB yang menghimpun para dewan redaksi jurnal kebumian memperoleh respon yang baik, secara otomatis Ketua Dewan Redaksi Publikasi Geologi Unhas menyatakan bergabung dalam forkom. Alasan mereka bergabung karena banyak informasi yang akan diperoleh dan semangat menghindari plagiarism yang mendasari terbentuknya forkom tersebut.

Berkunjung ke Taman Nasional

Bantimurung, Bulusaraung

Taman Nasional Bantimurung, Bulusaraung adalah kawasan kars yang berlokasi di Kabupaten Maros, sekitar 45 km sebelah utara - timur laut Kota Makassar. Taman Nasional tersebut selain

melindungi kawasan kars juga melindungi keberadaan kupu-kupu, yang konon kabarnya koleksinya termasuk salah satu yang terlengkap di dunia.

Alfred Russel Wallace (1823-1913), seorang naturalis asal Inggris menyebutnya sebagai “The Kingdom of Butterfly”. Wallace kemudian menulis dalam bukunya The Malay Archipelago;

“Sekerumunan kupu-kupu Tachyris zarinda

memamerkan warna kemerah-merahan dan jingga terang sayapnya. Di antara mereka sesekali melintas Papilio sambil mengipas- ngipaskan sayap lebarnya yang berwarna hitam dengan ornamen hijau-biru. Pada dahan-dahan berdaun rimbun di seberang sana, saya berharap dapat mengamati

Ornithoptera dari dekat. Dan di semak belukar saya berhasil menangkap sejumlah kupu-kupu Amblypodia, serta beberapa kumbang dari famili Hispidae dan Chrysomelidae”.

Berkunjung ke Kota Angin Mamiri terasa tidak lengkap apabila tidak menyempatkan diri ke Bantimurung. Konon kabarnya kata bantimurung berasal dari kata benting menrung, yang artinya air jatuh (air terjun). Salah satu daya tarik taman nasional ini adalah air terjun tersebut. Saat ini ikon Kabupaten Maros adalah Bantimurung yang dimaknai menjadi “banting kemurungan”. Dengan datang ke Bantimurung akan hilang segala kepenatan dan kemurungan hingga kembali segar.

n(SR. Wittiri)

Alfred Russel Wallace (1823-1913), seorang naturalis asal Inggris menyebutnya

sebagai “The Kingdom of Butterly”. Wallace kemudian menulis dalam bukunya

The Malay Archipelago; “Sekerumunan kupu-kupu Tachyris zarinda memamerkan warna kemerah-merahan dan jingga terang sayapnya. Di antara mereka sesekali melintas Papilio sambil mengipas- ngipaskan sayap lebarnya yang berwarna hitam dengan ornamen hijau-biru. Pada dahan-dahan berdaun rimbun di seberang sana, saya berharap dapat mengamati Ornithoptera dari dekat. Dan di semak belukar saya berhasil menangkap sejumlah kupu-kupu Amblypodia, serta beberapa kumbang dari famili Hispidae dan Chrysomelidae”.

Selamat Datang di Makassar, Sulawesi Selatan, Kota Angin Bertiup (Angin Mamiri).

55 Seputar Geologi Badan Geologi pada tanggal 18 – 19 November

2009, melaksanakan kegiatan seminar di Kota Mataram, Lombok Nusa Tenggara Barat yang dibuka oleh Kepala Pusat Survei Geologi mewakili Kepala Badan Geologi, kegiatan seminar dihadiri oleh 139 peserta yang merupakan stake holders se Kota Mataram. Seminar hari pertama menghadirkan 5 (lima) narasumber selaku pembicara, yaitu: Dr.Ir. Chalid Idham Abdullah (ITB) ”Geologi Dasar/Geologi Dinamika”, Dr.Ir. Hermes Panggabean M.Sc (Badan Geologi) ”Sumber Daya Energi ”, Prof.Ris.Dr.Ir. Udi Hartono (Badan Geologi)”Sumber Daya Mineral”, Ir. Heryadi Rachmat MM (Kadin Pertambangan & Energi NTB) ”Potensi Sumber Daya Geologi NTB”, Ir. Sidarto, M.Si (Badan Geologi) ” Remote Sensing Geologi ”.

Sedangkan pada hari kedua menghadirkan 3 (tiga) pembicara, yaitu: Ir. Igan S. Sutawidjaja M.Sc. (Badan Geologi) ”Gunung Api, Gempa Bumi,

dan Tsunami”, Ir. Ipranta M.Sc. (Badan Geologi) ”Geologi Lingkungan dan Tata Ruang”, dan dari Kepala Dinas Pendidikan Pemuda & Olah Raga menyampaikan materi ”Kurikulum Geografi”. Yang lebih menarik disimak, selain presentasi dari para nara sumber, kegiatan seminar cukup antusias dimana selama diskusi, tercatat ada 89 pertanyaan dari para peserta sehingga kegiatan seminar dirasa sangat akomodatif dua pihak, pertanyaan- pertanyaan lebih memberikan masukan tentang hal-hal yang berkaitan dengan masalah-masalah kegeologian di Nusa Tenggara Barat.

Seminar yang dilaksanakan Badan Geologi

dimaksudkan untuk mensosialisasikan dan

menyebarluaskan serta mendiskusikan hasil- hasil penelitian yang melibatkan para pemangku kepentingan (stake holders) disamping itu juga untuk menghimpun masukan-masukan berupa data dan informasi geologi yang dapat

dimanfaatkan untuk melengkapi data yang telah terkumpul guna pengembangan wilayah dalam penyusunan tata ruang serta pengembangan geosain (mekanisme kejadian gempa bumi) sehingga kerugian materiil dan korban jiwa akibat yang ditimbulkan bencana geologi dapat dikurangi seminimal mungkin. Kegiatan Seminar ditutup secara resmi oleh Kepala Badan Geologi Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral Dr.Ir. R Sukhyar pada 19 Nopember 2009 dengan

penyampaian secara simbolis sertifikat Badan Geologi kepada peserta, dalam sambutan penutupan, Kepala Badan Geologi sempat bertanya tentang manfaat dari penyelenggaraan seminar geologi kepada peserta, secara spontan diluar dugaan seluruh peserta seminar mengharapkan dimasa kedepan masih ada penyelanggaraan seminar-seminar kegeologian di kota Mataram ini yang banyak manfaat bagi pengembangan Kota

57 Seputar Geologi Secara berkala sekali setiap tahun Ikatan Ahli

Geologi Indonesia (IAGI) mengadakan pertemuan ilmiah. Sebagai organisasi profesi, IAGI yang beranggotakan lebih dari tiga ribu orang selalu menyelenggarakan Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) dan diselenggarakan berpindah-pindah sesuai dengan kesepakatan. Hal ini ditempuh agar terjalin hubungan yang baik antar anggota yang tersebar di berbagai kota di Indonesia sekaligus untuk memperkenalkan organisasi IAGI kepada Pemerintah Daerah.

PIT IAGI ke 38 tahun 2009 diselenggarakan di Semarang pada 13 – 14 Oktober 2009. Pertemuan bergengsi bagi insan geologi ini dihadiri oleh para ahli geologi, baik dari instansi pemerintah, perguruan tinggi, BUMN, perusahaan swasta, atau pun perorangan.

Pertemuan ilmiah dibuka secara resmi oleh Kepala Badan Geologi, Dr. R Sukhyar yang mewakili Menteri ESDM pada 13 Oktober 2009. Acara inti dari PIT IAGI, yaitu sesi presentasi teknis yang menampilkan 103 presentasi oral dan 30 presentasi poster. Selain itu, diadakan juga pameran berupa

program kerja, hasil kegiatan atau produk dari instansi pemerintah, perguruan tinggi, BUMN, ataupun perusahaan swasta.

PIT IAGI ditutup oleh Ketua PP IAGI, Lambok M. Hutasoit, Ph.D. dilanjutkan dengan pengumuman presenter terbaik, yakni:

• Presenter Oral terbaik mahasiswa: Taufan Wiguna

dari ITB dengan judul “Taphonomic study of Molluscs to Construct Sequence Stratigraphy Architecture – Central Sumatra Basin Case”.

• Presentasi Poster terbaik mahasiswa: Danny

Nursasono dari UNPAD dengan judul “Tectonic Evolution of Onshore SW Central Java Basin: a New Perspective on active margin Structural Assemblage”.

• Presentasi Oral terbaik professional: Bambang

Priadi dari ITB dengan judul ”Products of Lamongan Volcano East Java, Indication of Gradual Magmatic Changes from Continental to Subduction – Related Sistem”.

• Presentasi Poster terbaik Profesional: Amin

Widodo dari ITS dengan judul “Semburan Lumpur Sidoarjo, Sebuah Tantangan Riset Multi Disiplin”.

PIT IAGI menjaring makalah-makalah yang dipresentasikan para peserta untuk dimuat dalam Majalah Geologi Indonesia (MGI), majalah ilmiah milik IAGI. Kali ini makalah yang terpilih hasil PIT IAGI Semarang sebanyak 70 naskah yang akan masuk ke “Dapur Redaksi MGI” sebagai bahan penerbitan dalam rangka persiapan pengajuan Akreditasi ke LIPI ataupun DIKTI. Selain itu sebagian akan diterbitkan dalam jurnal yang sudah terakreditasi, misalnya Jurnal Geologi Indonesia (JGI), Jurnal Geologi Kelautan (JGK), Indonesian Mining Journal (IMJ), Jurnal Riset, Buletin Geologi Tata Lingkungan, dan Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi. jurnal yang sedang dalam tarap pengajuan akreditasi. n(Rian Koswara)

Suasana pameran di PIT IAGI ke 38 Semarang.

Pembukaan oleh Kepala Badan Geologi, R. Sukhyar.

Pemberian penghargaan IAGI kepada Budi Brahmantyo drr. Sebagai ahli geologi yang menekuni dan mengkomunikasikan geowisata.

59 Seputar Geologi Negara Indonesia adalah negara yang wilayahnya

sangat luas dan kaya akan sumber daya alam. Di lautan banyak terdapat kilang-kilang minyak dan gas bumi, walaupun ada juga yang terdapat di daratan. Minyak bumi dan gas bumi merupakan sumber daya alam yang sangat berharga. Minyak bumi dan gas bumi juga merupakan sumber devisa suatu negara serta sumber energi utama dunia. Karena nilainya yang ekonomis dan vital, keberadaan minyak bumi sering diperebutkan oleh berbagai negara. Sedangkan di daratan terdapat banyak tambang-tambang mineral seperti emas, perak, tembag, batubara dan lain- lain. Saat ini batubara mulai banyak digunakan sebagai sumber bahan energi utama khususnya di Indonesia. Hal ini dikarenakan minyak bumi yang dimiliki Indonesia semakin menipis.

Namun, dalam pengekploitasian kekayaan alam tersebut seringkali banyak pihak yang tidak bertanggung jawab. Seperti contoh kita dapat melihat kasus lumpur lapindo. Kasus ini merupakan contoh akibat dari kelalaian manusia yang sangat merugikan banyak fihak. Selain itu, banyak pula tambang batubara yang merusak lingkungan. Hal ini dikarenakan, perusahaan-perusahaan tersebut tidak melakukan reboisasi pada lahan yang telah ditambang.

Minat masyarakat dunia terhadap isu-isu kebumian kian meningkat seiring dengan banyaknya masalah-maalah yang terus bermunculan, seperti rusaknya kondisi alam Indonesia yang kian memburuk akibat eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan tanpa memperhatikan keadaan

lingkungan. Sekalan dengan perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan, kita semakin menyadari akan pentingnya fenomena-fenomena alam terhadap kelangsungan kehidupan di bumi sebagai tempat tinggal atau sekedar siklus ilmiah bumi menuju keseimbangan.

Hal tersebut tentunya tidak terlepas dari peran Studi Geologi di tengah masyarakat umum, sehingga dengan dilatar belakangi peran tersebut

Himpunan Mahasiswa Geologi Universitas

Padjadjaran bermaksud memperkenalkan Studi Geologi lebih jauh kepada masyarakat luas tentang dasar geologi, prospek kerja geologi, serta fungsi geologi pada masyarakat baik secara formal dan non formal, dengan penyelenggaraan Seminar Nasional yang mengangkat topik “Eksploitasi Sumber Daya Energi dan Mineral Serta Dampaknya terhadap Lingkungan“ dan Bedah Buku, yang mengangkat topik “Kiamat 2012”. Tema yang diangkat tersebut menjelaskan tentang kontroversi yang muncul tentang “kiamat” yang akan terjadi pada tahun 2012 mendatang, yang diselenggarakan di Auditorium Badan Geologi Bandung pada tanggal 25-26 November 2009 yang memiliki tujuan, dengan penyelenggaraan seminar tersebut diharapkan dapat membuka pikiran kita mengenai bagaimana cara mengekploitasi sumber daya energi dan mineral yang berimplementasi terhadap lingkungan sehingga tidak terjadi hal- hal yang tidak diinginkan pada masa yang akan datang (panitia)

Seminar Nasional dilaksanakan pada 25 November 2009, dimulai pada pukul 09.00 dengan kehadiran peserta hingga 150 orang, dibuka secara resmi oleh Kepala Badan Geologi Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral Dr. Ir. R. Sukhyar selaku

keynote Speaker dengan presentasi “Implikasi Undang-undang Pertambangan Nomor 4/2009 pada Pengembangan Sumber Daya Mineral dan Batubara”. Pada hari pertama Seminar Nasional itupun mengetengahkan beberapa Presentasi diantaranya Ir. Doddy Priambodo, MT (PERTAMINA) “Eksplorasi Sumber Daya Migas serta Dampak terhadap Lingkungan”, Berry Nahdian Forqan (WALHI) “Dampak Eksploitasi Minyak terhadap Lingkungan” serta beberapa Pembicara lainnya seperti dari Aneka Tambang, Hartono, ST, M.Si, Ir. Amier Hartono Dipl.HE (Ditjen Pengelolaan Lahan dan Air).

Hari kedua, 26 November 2009 merupakan agenda Bedah Buku ”Misteri 2012” dengan acara talk show dengan pembahasan dari segi buku oleh Mehdi Zidan (UFUK), dari segi geologi oleh Awang Satyana (Ahli Geologi).

Buku “Indonesia Samudera Atlantis yang Hilang” dengan pembahasan dari segi buku oleh Sadan & Mehdi Zidan (UFUK) dan dari segi geologi oleh Awang Satyana (Ahli Geologi), kegiatan dihadiri oleh para Mahasiswa khususnya dan peserta umum. Beberapa Cuplikan isi buku yang dibedah seperti:

Akhir dari Siklus Besar Maya menandai

konfigurasi langka planet kita, sistem tata surya kita, dan pusat galaksi kita sesuatu yang tidak akan terjadi lagi dalam 26.000 tahun berikutnya.

Pada 10 Maret 2006, siklus badai matahari

berakhir dan siklus baru dimulai, diperkirakan

Dokumen terkait