2.3 Teori Penelitian .1 Semiotika
2.3.2 Semiotika Roland Barthes
Semiotika yang didefinisikan sebagai sebuah studi yang mempelajari atau mengkaji mengenai sebuah tanda (study of sign). Jane Stokes dalam bukunya yang berjudul How to do Media and Cultural Studies. Dituliskan bahwa secara harafah semiotika adalah ilmu tentang tanda-tanda yang berguna bagi khayalak untuk menganalisis sebuah teks.Tanda sendiri didefinisikan sebagai sesuatu hal yang telah terbangung oleh keberagaman kepercayaan sosial masyarakat. Tanda pada mulanya didefinisikan sebagai sesuatu hal untuk mewakili hal lainnya, contoh ketika ada suara sirineambulancedi jalan terdengar luas oleh khayalak itu menandakan ada orang sakit yang perlu di antar ke rumah sakit.
Menurut Sobur (2013) teori semiotika Roland Barthes awalnya adalah teori dari Saussure yang disempurnakan oleh Barthes, di jelaskan dalam teori Saussure awalnya mencetuskan bahwa ada tahap pemaknaan atau satu pemaknaan saja yaitu denotatif.
46
Andaris Bayu Dewanto,2020
REPRESENTASI MAKNA BELA NEGARA DALAM FOTO KEGIATAN “FISIP CARE 2019” PADA INSTAGRAM BEM FISIP UPNVJ (Studi Analisis Semiotika Roland Barthes)
UPN Veteran Jakarta, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Ilmu Komunikasi www.upnvj.ac.id – www.library.upnvj.ac.id – www.repository.upnvj.ac.id
Menurut Lusantiye (2012) di katakan bahwa Pada tahun 1956, Roland Barthes yang membaca karya dari Saussure: Cours de linguistique générale, melihat di dalam buku tersebut adanya kemungkinan menerapkan semiotik ke bidang-bidang lain yang lebih luas. Barthes mempunyai sudut pandangan lain yang bertolak belakang dengan Saussure mengenai kedudukan linguistik sebagai bagian dari semiotik. Menurutnya, hal sebaliknya, semiotika yaitu merupakan salah satu bagian linguistik dikarena tanda yang berada dalam bidang lain tersebut dapat dipandang sebagai sebuah bahasa, yang bisa di dalamnya mengungkapkan sebuah gagasan baru (artinya, bermakna), merupakan unsur yang terbentuk dari penanda-petanda, dan hal tersebut tenyata dapat di temukan di dalam sebuah struktur.
Selain itu Lusantiye (2012) menjelaskan bahwa di dalam teori semiologi Barthes, denotasi adalah salah satu sistem signifikasi tingkat paling pertama, kemudian konotasi merupakan tingkat berikutnya yakni tingkat kedua. Melalui hal ini denotasi justru lebih disimpulkan dengan ketertutupan makna. menanggapai reaksi untuk melawan arti denotasi yang bersifat terlalu opresif ini, Roland Barthes berusaha menyingkirkan dan menolak hal tersebut. Menurutnya yang ada hanya konotasi. Barthes lebih lanjut mengatakan bahwa makna “harfiah” merupakan sesuatu hal baru yang bersifat alami dan dikenal dengan teori signifikasi.
Teori ini berlandaskan dari teori tentang tanda-tanda yang dikemukakan oleh Saussure yang di sempurnakan, hanya saja Barthes melakukan perluasan makna dengan adanya pemaknaan yang berlangsung dalam dua tahap. Gagasan barthes mengenai signifikasi dua tahap ( two order of signification ) seperti yang terlihat dari gambar tersebut:
47
Andaris Bayu Dewanto,2020
REPRESENTASI MAKNA BELA NEGARA DALAM FOTO KEGIATAN “FISIP CARE 2019” PADA INSTAGRAM BEM FISIP UPNVJ (Studi Analisis Semiotika Roland Barthes)
UPN Veteran Jakarta, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Ilmu Komunikasi www.upnvj.ac.id – www.library.upnvj.ac.id – www.repository.upnvj.ac.id
Gambar 7. Two Order Signification Roland Barthes (Sumber :Kapanpunbisa.blogspot.com, 2014)
Melalui gambar ini Roland Barthes mengatakan bahwa dalam signifikasi tahap pertama terdapat suatu hubungan antara signiferdan signifield di dalam sebuah tanda yang pertaman terhadap suatu realitas. Dalam hal ini Barthes menjelaskan bahwa ini adalah denotasi (makna paling nyata yang dihasilkan dari tanda). Kemudian selanjutnya konotasi terjadi ketika sebuah tanda kemudian bertemu dengan perasaan yang ada dari seseorang individu ini akan memiliki nilai serta kebudayaan yang berbeda hingga makna yang ada akan diartikan berbeda, oleh karena itu konotasi sendiri memiliki makna yang sangat subjektif dikarenakan ada pengaruh dari perasaan.
Menurut Cobley dan Jansz (1999).Barthes dalam melanjutkan teorinya, ia kemudian menciptakan peta tentang bagaimana tanda dalam bekerja yang digambarnya ke dalam sebuah peta yang bisa dilihat sebagai berikut :
48
Andaris Bayu Dewanto,2020
REPRESENTASI MAKNA BELA NEGARA DALAM FOTO KEGIATAN “FISIP CARE 2019” PADA INSTAGRAM BEM FISIP UPNVJ (Studi Analisis Semiotika Roland Barthes)
UPN Veteran Jakarta, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Ilmu Komunikasi www.upnvj.ac.id – www.library.upnvj.ac.id – www.repository.upnvj.ac.id
Gambar 8. Peta Tanda Roland Barthes
(Sumber: Kompasiana, 2019)
Menurut Sobur (2013) peta Barthes di atas dapat dilihat penjelasan tentang tanda denotatif (3) terdiri dari penanda (1) kemudian petanda (2), Tetapi, pada saat yang bersamaan, tanda pada denotatif adalah juga sebuah penanda konotatif (4).
Disimpulkan dengan kata lain hal tersebut merupakan bagian dari unsur material:
hanya ketika anda mengenal sebuah tanda “singa”, barulah konotasi yang ada seperti harga diri, kesangaran, dan kejantanan atau keberanian menjadi mungkin.
Selain itu menurut Sobur (2013) Disimpulkan bahwa konsep yang dimilki oleh Barthes ini, tanda konotatif tidak sekedar menjadi makna tambahan tetapi juga tanda ini mengandung dua bagian tanda denotatif yang melandasi keberadaan tanda yang ada. Sesungguhnya penyempurnaan Saussure adalah sebuah sumbangan teori yang sangat bermanfaat dari Barthes dan hal ini menjadikan sebuah teori lebih lengkap.Dalam kerangka barthes konotasi menajdi hal yang paling identik dengan sebuah bentuk ideologi, yang didalamnya ada tanda yangdisebut sebagai mitos dan terdapatnya fungsi dalam mengungkapkan dan memberikan pembenaran bagi nilai-nilai dominan yang berlaku pada suatu periode tertentu.
Syukron(2013) mengatakan bahwa bagi Barthes mitos merupakan sebuah cara berpikir yang berasal dari suatu kebudayaan terhadap sesuatu cara untuk
49
Andaris Bayu Dewanto,2020
REPRESENTASI MAKNA BELA NEGARA DALAM FOTO KEGIATAN “FISIP CARE 2019” PADA INSTAGRAM BEM FISIP UPNVJ (Studi Analisis Semiotika Roland Barthes)
UPN Veteran Jakarta, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Ilmu Komunikasi www.upnvj.ac.id – www.library.upnvj.ac.id – www.repository.upnvj.ac.id
mengkonseptualisasikan atau memahami sesuatu. “Mitos adalah bagaimana suatu kebudayaan menjelaskan bahwa berbagai aspek dalam realitas dan gejala yang terjadi di alam. Mitos adalah produk yang berasal atau terbuat dari kelas sosial yang mempunyai suatu tanda yaitu denotasi.Di dalam mitos sendiri terdapat berbagai dimensi. Di dalam mitos pula sebuah tanda dapat memiliki beberapa hal untuk menjadikan penanda, jumlah penanda lebih sedikti dari penanda “Terjadi kemunculan konsep yang secara berulang-ulang dalam bentuk yang lain atau berbeda, hal yang mengalami perulangan itulah yang bisa dipelajari di dalam mitologi“
50
Andaris Bayu Dewanto,2020
REPRESENTASI MAKNA BELA NEGARA DALAM FOTO KEGIATAN “FISIP CARE 2019” PADA INSTAGRAM BEM FISIP UPNVJ (Studi Analisis Semiotika Roland Barthes)
UPN Veteran Jakarta, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Ilmu Komunikasi www.upnvj.ac.id – www.library.upnvj.ac.id – www.repository.upnvj.ac.id