TINJAUAN PUSTAKA
2.5 Semiotika Film
Sebagai sebuah ilmu (pengetahuan), semiotika memiliki makna atau arti yang beragam. Semiotic adalah ilmu yang mengkaji tanda dalam kehidupan manusia. Artinya, semua yang hadir dalam kehidupan kita dilihat sebagai tanda, yakni sesuatu yang harus kita beri makna.43 Pada umumnya, semiotika dipahami
40Josey Wales. 2015. Determination. https://www.kent.ac.uk/careers/sk/determination.htm diakses pada 16 Oktober 2016
41Purnadina. 2010. Op.Cit. hlm. 110
42
Ibid,. hlm. 107
43 Hoed, Benny H. 2008. Semiotik dan Dinamika Sosial Budaya. Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya (FIB) Universitas Indonesia. hlm. 3
sebagai ilmu yang mempelajari tentang tanda atau signifikansi. Sedangkan signifikansi itu sendiri, menurut A. J. Greimas dan J. Courte, adalah pengetahuan yang hanya menekankan aspek tertentu dari jangkauan pengetahuan tanda.44
Semiotik (semiotics) berasal dari bahasa Yunani “semeion” yang berarti tanda atau sign. Tanda tersebut menyampaikan suatu informasi sehingga bersifat komunikatif, mampu menggantikan suatu yang lain (stand for something else) yang dapat dipikirkan atau dibayangkan. Semiotik adalah ilmu yang mempelajari sistem tanda atau teori tentang pemberian tanda.
Film merupakan bidang kajian yang amat relevan bagi analisis structural atau semiotika. Seperti yang dikemukakan oleh van Zoest, film dibangun dengan tanda semata-mata. Tanda-tanda itu termasuk berbagai sistem tanda yang bekerja sama dengan baik untuk mencapai efek yang diharapkan. Berbeda dengan fotografi statis, rangakaian gambar dalam film menciptakan imaji dan sitem penandaan. Pada fil digunakan tanda-tanda ikonis, yakni tanda-tanda yang menggambarkan sesuatu. Ciri gambar-gambar film adalah persamaannya dengan realitas yang ditunjuknya. Gambar yang dinamis dalam film merupakan ikonis bagi realitas yang didenitasikannya.45 Film menuturkan ceritanya dengan cara khususnya sendiri. kekhususan film adalah mediumnya, cara pembuatannya dengan kamera dan pertunjukkannya dengan proyektor dan layar. Ada hal-hal yang dapat dilakukan film yang tidak dapat dilakukan cerita tertulis dan sebaliknya.46
Film dan televisi memiliki bahasa sendiri dengan sintakis dan tata bahasa yang berbeda. Tata bahasa itu terdiri atas semacam unsur yang akrab, seperti pemotongan (cut), pemotreran jarak dekat (close-up), pemotretan dua (two shot), pemotretan jarak jauh (long shot), pembesaran gambar (zoom-in), pengecilan gambar (zoom-out), memudar (fade), pelarutan (dissolve), gerakan lambar (slow motion), gerakan yang dipercepat (speeded-up), efek khusus (special effect).47
44
Baidhowi,2009. Antropologi Al-Quran. Yogyakarta: LKIS Yogyakarta. hlm. 24
45
Sobur, Alex. 2009. Op.Cit. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. hlm.128
46Ibid,. hlm. 130
Semiotika sebagai suatu cara untuk mengkaji tentang film. Semiotika beroperasi dalam wilayah tanda. Film dikaji melalui sistem tanda, yang terdiri dari lambang baik verbal maupun berupa ikon-ikon atau gambar. Dalam membaca tanda-tanda yang terdpat dalam representasi, maka dibutuhkan alat untuk membacanya, yaitu melalui studi semiotika. Menurut Umberto Eco, teori semiotika mampu menjelaskan ranah fenomena tanda secara lebih luas. Semiotika lebih memperhatikan makna pesan dan cara pesan disampaikan melalui tanda-tanda. Tanda adalah segala sesuatu yang berdasarkan konvensi sosial yang telah ada sebelumnya, dapat diperlakukan sebagai sesuatu yang mewakili sesuatu yang lain.48
Dari berbagai tanda dalam semiotika film, dikenal pula istilah mise en scene
yang terkait dengan penepatan posisi dan pergerakan actor pada set (blocking), serta sengaja dipersiapkan untuk menciptakan sebuah adegan (scene) dan sinematografi yang berkaitan dengan penempatan kamera. Mise en scene berarti menempatkan sesuatu pada satu layar, unsur-unsurnya antara lain actor’s performance yang terdiri dari script adalah sebuah naskah yang berisi semua kalimat yang diucapkan oleh pemain film, dan movement yaitu semua hal dan berbagai tindakan yang dilakukan oleh pemain film.49
Selain itu mise en scene juga terdiri dari unsur suara (sound). Sound yaitu latar belakang suara pemain, lagu, sound effect, atau nat sound (suara disekeliling pemain film). Suara yang dapat didengar mendampingi visualisasi gambar pada layar.50 Adapun kategori suara antara lain: spoken word berupa perkataan, komentar, dialog, maupun monolog dari seorang pemain film. Natural sound
berupa semua suara selain ucapan pemain film dan musik yang berfungsi sebagai ilusi realitas dan simbolisasi keadaan. Serta, music berupa instrument atau nyanyian yang berfungsi untuk membantu transisi antar sequence, membentuk suasana latar
48 Umberto, Eco. 2009. Teori Semiotika Signifikasi Komunikasi. Jakarta: Kreasi Wacana. hlm. 22
49 Widhiastuti, Chistina Ineke. 2012. Representasi Nasionalisme dalam Film Merah Putih. Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Serang. hlm. 22-23
tempat, membentuk kesan emosi pemain lebih hidup, untuk membentuk atmosfer, menambah kesan dramatis ataupun sekedar menyampaikan pesan non verbal.51
Unsur selanjutnya dalam mise en scene yaitu production design. Production design yang terdiri dari setting berupa lokasi pengambilan gambar, property berupa segala peralatan atau barang yang mendukung pelaksanaan produksi film, dan costum berupa segala pakaian yang dipakai oleh pemain film.52 Penerapan metode semiotika dalam film berkaitan erat pula dengan media televisi. Karena televise merupakan medium yang kompleks yang menggunkan bahasa verbal, gambar dan suara untuk menghasilkan impresi dan ide-ide para orang. Aspek-aspek yang diperhatikan dari medium yang berfungsi sebagai tanda, untuk membedakan sebagai pembawa tanda. Apa yang menarik dari TV adalah pengambilan gambar dari kamera yang dilakukan.53
Tabel 2.1 Rumusan Konsep Pemaknaan Berger Penanda
(pengambilan gambar) Definisi Petanda (makna)
Close up Hanya wajah Keintiman
Medium shot Hampir seluruh tubuh Hubungan personal Long shot Setting dan karakter Konteks, skope, jarak
publik
Full shot Seluruh tubuh Hubungan sosial
Penanda
(pergerakan kamera) Definisi Petanda (makna)
Pan down Kamera mengarah ke
bawah Kekuasaan, kewenangan
Pan up Kamera mengarah ke
atas Kelemahan, pengecilan
Dolly in Kamera bergerak ke
dalam Observasi, fokus
51Loc.Cit
52Loc.Cit
Penanda
(teknik penyutingan) Definisi Petanda (makna)
Fade in Gambar kelihatan pada
layar kosong Permulaan Fade out Gambar di layar menjadi
hilang Penutupan
Cut Pindah dari gambar satu
ke yang lain Kebersambungan, manarik
Wipe Gambar terhapus dari
layar “penentuan” kesimpulan
Sumber : Artur Asa Berger. 2000. Media Analysis Techniques, hal. 33-3454
Hal diatas menunjukkan semacam “tata bahasa” televisi seperti pengambilan gambar, kerja kamera, dan teknik penyutingan. Hal tersebut membantu kita untuk memahami apa yang terjadi pada sebuah program, begitu pula dalam sebuah film. Terdapat pula hal lain yang mungkin juga menarik, seperti teknik pencahayaan, penggunaan warna, efek suara dan musik. Semua penanda tersebut menolong kita untuk menerjemahkan apa yang kita lihat dan yang kita dengar dari televisi dan sebuah film.
“Tanda” dan “makna” merupakan kata kunci yang menghubungkan antara semiotika dan komunikasi. Didalam komunikasi terdapat unsur pesan yang berbentuk tanda-tanda. Dan tanda-tanda ini mempunyai struktur tertentu yang dilatarbelakangi oleh keadaan sosiologi ataupun budaya ditempat komunikasi itu hidup sehingga untuk mempelajari bagaimana struktur pesan atau konteks di balik pesan-pesan komunikasi diperlukan studi semiotika terlebih dalam lapangan komunikasi massa.55