PENGHARGAAN YANG PERNAH DI TERIMA KABUPATEN BANYUWANGI TAHUN 2017
8 Senin, 20 Maret 2017 Direktorat Jenderal
Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia di Jakarta PENGHARGAAN ANUGERAH LITERASI MITRA USAID PRIORITAS
Penghargaan tersebut tidak lepas dari upaya Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam meningkatan budaya baca warganya. Penilaian tersebut melibatkan US Agency for International Development (USAID), yang merupakan badan pembangunan internasional Amerika Serikat. Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan anugerah ini merupakan bentuk penghargaan pemerintah pusat atas kerja keras Banyuwangi yang terus mendorong siswanya mencintai budaya membaca. Apresiasi ini akan terus memotivasi kami untuk mengembangkan
LKjIP
Kabupaten Banyuwangi Tahun 2017Penghargaan Tahun 2017
4
program-program literasi secara kreatif dan inovatif, khususnya bagi siswa. Untuk menumbuhkan minat baca, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melakukan dua strategi, yakni penguatan kelembagaan dan pelibatan aktif publik. Penguatan kelembagaan salah satunya dilakukan dengan membuat Peraturan Daerah Perpustakaan yang mewajibkan adanya fasilitas taman bacaan atau sudut baca di tempat publik atau fasilitas umum, baik yang diselengarakan instansi maupun swasta.
Beragam cara untuk menarik minat baca warga terus dikembangkan Banyuwangi. Dalam waktu dekat, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi akan menyiapkan container library yang diletakkan di sejumlah titik strategis. Kontainer tersebut berisi beragam buku yang dilengkapi dengan sudut baca yang akan dibangun senyaman mungkin, rencananya akan buka di stadion dan destinasi wisata.
9
Kamis, 30 Maret 2017 Ballroom Hotel Dharmawangsa, Jakarta
PENGHARGAAN BEST ACHIEVER IN
GOVERNMENT
Kiprah Bupati Abdullah Azwar Anas dalam memimpin Kabupaten Banyuwangi kembali meraih penghargaan Best Achiever in Government oleh salah satu majalah nasional. “Penghargaan ini merupakan hasil kinerja rakyat Banyuwangi yang selama ini telah bahu membahu bersama Pemerintah membangun Banyuwangi,” ungkap Bupati Anas.
Salah satu prestasi yang menonjol dari Bupati Anas sehingga menjadikannya meraih penghargaan tersebut adalah keberhasilannya memperoleh SAKIP dengan nilai A (skala 80-90) dari Kementerian Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB). Prestasi tersebut merupakan satu-satunya instansi pemerintah yang memperoleh nilai A di Indonesia.
Penilaian tersebut lantaran Bupati Anas secara cerdas mengerucutkan 4.200 kegiatan menjadi hanya 1.400 kegiatan demi efisiensi anggaran. Selain itu, penghargaan diberikan karena dinilai sebagai bupati yang cakap dan mampu memasarkan potensi daerahnya dengan baik. "Pariwisata di Banyuwangi terus berkembang, kunjungan wisatawan juga melonjak," ujar Anas.
10
Selasa, 25 April 2017 Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia di Jakarta PENGHARGAAN KINERJA TERBAIK NASIONAL “SATYA LENCANA KARYABHAKTI PRAJA NUGRAHA”
Prestasi dibidang pemerintahan kembali diraih oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Kali ini, bertepatan dengan peringatan Hari Otonomi Daerah, Banyuwangi mendapatkan penghargaan sebagai kabupaten berkinerja terbaik. Penghargaan itu diserahkan langsung Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto kepada Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko pada peringatan hari otoda di Sidoarjo.
LKjIP
Kabupaten Banyuwangi Tahun 2017Penghargaan Tahun 2017
5
Penghargaan Satya Lencana Karya Bhakti Praja Nugraha merupakan penghargaan kepada daerah terbaik dalam Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EKPPD) terhadap Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD). Kabupaten Banyuwangi menjadi sepuluh besar daerah terbaik dari 416 kabupaten seluruh Indonesia. Penghargaan ini diraih berdasarkan penilaian ditahun 2016 atas LPPD tahun 2015. LPPD merupakan laporan wajib hasil kinerja pemerintah daerah kepada pemerintah pusat, yang mana LPPD ini merupakan instrumen bagi pusat untuk menilai keberhasilan pelaksanaan otonomi daerah di semua wilayah baik provinsi, kabupaten ataupun kota.
11
Sabtu, 6 Mei 2017 Pekan Nasional Petani Nelayan XV Tahun 2017 di Stadion Harapan Bangsa, Kota Banda Aceh
PENGHARGAAN SATYA LENCANA WIRAKARYA
Presiden Republik Indonesia Joko Widodo memberikan penghargaan Satya Lencana Wirakarya kepada Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas atas perannya dalam mengembangkan pertanian di Banyuwangi. "Pertanian adalah salah satu sektor terpenting dalam perekonomian masyarakat Banyuwangi. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) 2015 menyebutkan sektor pertanian menyumbang 36 persen PDRB Banyuwangi atau setara Rp 21,9 triliun," jelas Anas.
"Terima kasih kepada pemerintah pusat yang telah membangun Waduk Bajulmati yang sangat bermanfaat bagi sektor pertanian Banyuwangi, khususnya di wilayah utara. Waduk tersebut mengairi lahan pertanian seluas 1.800 hektar, termasuk di dalamnya untuk 600 hektar lahan cetak sawah baru di wilayah utara Banyuwangi,” kata Anas.
12
Kamis, 11 Mei 2017 Badan Kepegawaian Nasional di Jakarta PENGHARGAAN SEBAGAI KABUPATEN TERBAIK SE INDONESIA DALAM PENGELOLAAN KEPEGAWAIAN
Penghargaan diserahkan Kepala BKN Bima Haria ke Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Banyuwangi Djajat Sudrajat di Jakarta. Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, apresiasi dari BKN ini menjadi pelecut bagi daerahnya untuk terus berbenah, termasuk dalam penguatan kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui pembenahan sistem kepegawaian yang baik.
Aparatur Sipil Negara ini kunci pelayanan. Kalau dalam pengelolaan kepegawaian tidak baik, hampir bisa dipastikan pelayanan publik juga berjalan kurang baik. Oleh karena itu, yang dibangun di Banyuwangi adalah super team, bukan superman. Kita membangun sistem, termasuk dalam pengelolaan kepegawaian, sehingga kelak semua geraknya tidak tergantung siapa kepala daerahnya karena sudah tersistem. Tentu ada kekurangan dalam sistem itu, dan terus kami perbaiki,” ujar Anas.
LKjIP
Kabupaten Banyuwangi Tahun 2017Penghargaan Tahun 2017
6
13
Senin, 15 Mei 2017 Kementerian Desa, Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia di Jakarta PENGHARGAAN DESA WISATA AWARD
Desa Tamansari, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi meraih "Desa Wisata Award". Desa di lereng Gunung Ijen tersebut menjadi desa wisata terbaik dalam kategori pemanfaatan jejaring bisnis. Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Desa Eko P. Sandjojo kepada Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Zen Kostolani akhir pekan lalu. Menurut Anas, Desa Tamansari menyabet gelar desa wisata terbaik kategori pemanfaatan jejaring bisnis karena dinilai telah berhasil merintis pengembangan potensi wisatanya secara komersial. Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) juga telah mengembangkan sejumlah usaha dari potensi yang dimilikinya. Seperti usaha madu, kendaraan wisata, jasa guide, serta sejumlah usaha berskala kecil-menengah.
14
Jum’at, 26 Mei 2017 Kantor BPK Perwakilan Jawa Timur di Surabaya
PENGHARGAAN OPINI WAJAR TANPA
PENGECUALIAN (WTP)
Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Pemerintah Kabupaten Banyuwangi kembali mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Predikat ini berhasil dipertahankan Banyuwangi selama lima tahun berturut-turut.
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyampaikan kebahagiannya atas hasil LKPD tahun 2016 yang kembali mendapat opini WTP murni untuk kali kelima. "Ini adalah sebuah kerja keras kita selama ini, kerja keras dari para SKPD dalam penggunaan uang rakyat, penggunaan APBD," kata Bupati Anas.
15 Kamis, 27 September 2017 Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia di Jakarta PENGHARGAAN DAERAH PALING INOVATIF DALAM PENGENDALIAN INFLASI
Kabupaten Banyuwangi meraih penghargaan dari pemerintah pusat sebagai daerah paling inovatif dalam pengendalian inflasi. Penghargaan diserahkan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Tjahjo Kumolo kepada Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi yang dihadiri Presiden Joko Widodo, jajaran menteri Kabinet Kerja, dan Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo. Poin keunggulan Banyuwangi adalah pengembangan ekonomi pedesaan melalui sinergi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Perum Badan Urusan Logistik (Bulog). Penghargaan ini datang dari Kelompok Kerja Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Nasional yang terdiri atas Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Kementerian Keuangan Republik Indonesia, dan Bank Indonesia.
LKjIP
Kabupaten Banyuwangi Tahun 2017Penghargaan Tahun 2017
7
16 Rabu, 2 Agustus 2017 KementerianLingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia di Jakarta
PENGHARGAAN PIALA ADIPURA 2017
Kabupaten Banyuwangi kembali meraih penghargaan Piala Adipura 2017 dan diserahkan langsung oleh Menteri Siti Nurbaya kepada Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. Ini merupakan tahun kelima meraih Adipura secara berurutan sejak 2013, sebelumnya sudah 17 tahun atau sejak 1996 tidak menerima Piala Adipura. Kabupaten Banyuwangi meraih Adipura untuk kategori Kota Sedang. Penghargaan ini diberikan pada daerah yang dinilai mampu menjaga lingkungan dan menggerakkan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyuwangi Husnul Chotimah menambahkan, penghargaan Adipura diterima Banyuwangi karena memenuhi sejumlah kriteria penilaian. Selain pengelolaan sampah dan tersedianya ruang terbuka hijau, faktor yang dinilai juga kebersihan di sejumlah ruang publik, seperti pasar, jalan, perkantoran, sekolah, rumah tinggal penduduk, sungai serta ketersediaan fasilitas penunjang kebersihan yang disiapkan oleh pemerintah daerah. Target ke depan akan disediakan lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di tingkat desa dan kecamatan. Untuk program ini minimal kecamatan menyiapkan satu TPA dengan menggunakan lahan yang tak terpakai untuk TPA.
17
Jumat, 25 Agustus 2017
Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia di Stadion Manahan Solo
PENGHARGAAN TOP 40 DALAM KOMPETISI INOVASI PELAYANAN PUBLIK (SINOVIK.
Program E-Village Budgeting (EVB) Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mendapatkan penghargaan Top 40 dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Sinovik). E-Village Budgeting merupakan inovasi penganggaran desa yang mengintegrasikan mulai perencanaan, tata kelola, pelaporan, hingga evaluasi dengan memanfaatkan teknologi informasi yang bisa diakses secara luas. Sistem ini menyinergikan keuangan dan pembangunan di tingkat desa dengan kabupaten, sehingga tercipta keselarasan dan tidak bisa ada intervensi program di tengah jalan. Pengawasan juga dilakukan melalui sistem lengkap dengan titik koordinat dan gambar perkembangan proyek pembangunan, sehingga menutup celah adanya proyek ganda atau fiktif.
18 Selasa, 31 Oktober 2017 Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Republik Indonesia dan Itech Magazine di Balai Kartini Jakarta
PENGHARGAAN TOP IT DAN TELCO 2017
Penghargaan TOP IT dan Telco merupakan penghargaan tertingi di Indonesia pada bidang IT dan Telco. Penghargaan ini diberikan kepada perusahaan atau instansi pemerintah yang dinilai berhasil dalam implementasi Teknologi Informasi dan Telco serta mampu memanfaatkannya untuk meningkatkan kinerja, daya saing dan layananannya. Kabupaten Banyuwangi juga telah menjalankan program Smart Kampung, yaitu program pengembangan
LKjIP
Kabupaten Banyuwangi Tahun 2017Penghargaan Tahun 2017
8
desa terintegrasi yang memadukan antara penggunaan Tehnologi Informatika dan Komputer (TIK) berbasis serat optik, peningkatan kualitas pelayanan publik, kegiatan ekonomi produktif, peningkatan pendidikan, kesehatan, dan upaya pengentasan kemiskinan.
Untuk menjawab tantangan pengelolaan keuangan desa yang mendapatkan dana besar dari APBN dan APBD, Banyuwangi mengembangkan e-village budgeting dan e-monitoring system. Perencanaan hingga pelaporan di tingkat desa terintegrasi dalam sebuah sistem. Begitu juga untuk layanan kependudukan, antrian pembuatan KTP elektronik yang sangat panjang, mengharuskan warga mengurus surat keterangan (suket) sebagai pengganti KTP elektronik. Jika dulu harus dilakukan di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Banyuwangi yang berada di Kota, maka sekarang warga cukup mengurus di tingkat kecamatan. Selain Smart Kampung, dalam pelayanan publik di Kabupaten Banyuwangi telah menggunakan Tehnologi Informatika dan Komputer sebagai instrument, seperti e-government, e-budgeting, e-health, dan e-Sakip. 19 Jum’at, 3 Nopember 2017 Kementrian Keuangan Republik Indonesiadi Surabaya PENGHARGAAN CAPAIAN STANDAR TERTINGGI ATAS PRESTASI PEMKAB DALAM MENYUSUN DAN MENYAJIKAN LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH (LKPD)
Pemerintah pusat kembali mengapresiasi kinerja Kabupaten Banyuwangi. Kali ini apresiasi diberikan atas prestasi dalam menyusun dan menyajikan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun 2016 dengan Capaian Standar Tertinggi. Penghargaan ini merupakan apresiasi pemerintah pusat atas kerja keras dan komitmen dari para kepala daerah dalam mengelola keuangannya secara akuntable hingga akhirnya mendapatkan capaian opini WTP. “LKPD Kabupaten Banyuwangi tahun 2016 lalu telah meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) murni dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Dan opini WTP ini telah kita pertahankan selama lima tahun berturut turut," kata Bapak Wakil Bupati Banyuwangi.
Dalam menyusun laporan keuangan, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi telah menggunakan sistem akrual yaitu dengan menghadirkan pelaporan yang akuntabel, transparan, serta tepat waktu. Kabupaten Banyuwangi telah menerapkan laporan keuangan berbasis akrual setahun lebih cepat dari ketentuan dan menjadi kabupaten pertama di Jawa Timur serta tiga se-Indonesia yang telah menerapkan sistem akuntansi berbasis akrual sejak 2014. Sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010, seluruh entitas pemerintahan di Indonesia harus menerapkan basis akrual selambat-lambatnya untuk penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah tahun 2016.
LKjIP
Kabupaten Banyuwangi Tahun 2017Penghargaan Tahun 2017
9
20 Jum’at 9 November 2017 Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia di Jakarta PENGHARGAAN SATYA LENCANA KARYABHAKTI PRAJA NUGRAHA (KABUPATEN BERKINERJA TERBAIK)Penghargaan Satya Lencana Karya Bhakti Praja Nugraha merupakan penghargaan kepada daerah terbaik dalam Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EKPPD) terhadap Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD). Kabupaten Banyuwangi masuk dalam enam besar daerah terbaik dari 416 kabupaten seluruh Indonesia. “Penghargaan ini kami berikan kepada kepala daerah yang mampu menjalankan amanah masyarakat dengan baik dan konsisten dalam mewujudkan program kerja. Meski belum selesai masa jabatannya, sekitar 80 persen program telah dilaksanakan Artinya, kekurangan pasti ada, tapi kinerjanya sudah sangat bagus," ujar Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Bapak Tjahjo Kumolo.
Penilaian dalam penghargaan ini tidak hanya dilakukan oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, tapi juga melibatkan kementerian dan lembaga lain seperti Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia, Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, Bappenas, BKN, BPKP, BPS, dan LAN. Penilaian LPPD lebih dari seratus aspek penilaian, seperti pendidikan, kesehatan, hingga pekerjaan umum dan aspek-aspek terukur lain juga dinilai.
21
Selasa 28 november 2017
Gedung kementrian dalam negeri, jakarta.
PENGHARGAAN SWASTI SABA WIWERDA(SALAH SATU KABUPATEN SEHAT DI JATIM) DARI MENTRI KESEHATAN
Penghargaan Kabupaten Sehat diberikan kepada daerah di Indonesia yang mampu menciptakan kondisi daerahnya yang bersih, nyaman, aman dan sehat melalui terselenggaranya penerapan beberapa tatanan dengan kegiatan terintegrasi yang disepakati masyarakat dan pemerintah daerah. Ketua Forum Banyuwangi Sehat (FBS) Banyuwangi Slamet Sumarto mengatakan kriteria lomba ini didasarkan pada empat tatanan, yakni kawasan pemukiman dan prasarana sehat, tatanan kehidupan masyarakat sehat yang mandiri, kawasan sarana lalu lintas yang tertib, pelayanan transportasi dan pariwisata sehat. Pada tatanan kawasan pemukiman sarana dan prasarana umum sehat penilaian dilakukan dengan mengambil sampel perumahan, perkantoran maupun sekolah. Penilaian yang dilakukan seperti ketersediaan sarana prasarana kebersihan dan sistem sanitasi lingkungan. Salah satunya program toilet bersih yang telah diterapkan di sekolah-sekolah maupun perkantoran berhasil menambah nilai plus untuk Kabupaten Banyuwang. Sedangkan untuk tatanan kehidupan masyarakat sehat yang mandiri, salah satu penilaiannya didasarkan pada tercipta kesadaran pemanfaatan posyandu dan puskesmas
LKjIP
Kabupaten Banyuwangi Tahun 2017Penghargaan Tahun 2017
10
sebagai pusat kesehatan masyarakat. Untuk tatanan kawasan sarana lalu lintas yang tertib, Kabupaten Banyuwangi memiliki inovasi uji kendaraan bermotor berbahan bakar bensin dan solar berbasis IT dan Online. Selain itu Banyuwangi melakukan pengawasan ketertiban lalu lintas melalui Area Traffic Control System (ACTS), pertama di Jawa Timur. Sedangkan untuk Pariwisata Sehat, salah satu keunggulan dalam penilaiannya adalah kesadaran masyarakat mengubah pola tangkap ikan dari menggunakan bom ikan menjadi ramah lingkungan dan pengembangan kawasan konservasi laut.
22
Minggu, 26 November 2017
Gelora Delta Sidoarjo PENGHARGAAN
PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) AWARD
Bertepatan peringatan Hari Guru Nasional, Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, meraih Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Award. Penghargaan ini diberikan karena dinilai memiliki kepedulian yang tinggi pada dunia pendidikan, nasib guru, dan anak didik. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua PGRI Pusat, Ibu Unifah Rosyidi, yang didampingi Gubernur Jatim, Soekarwo, dalam peringatan Hari Guru.
Di peringatan Hari Guru yang dihadiri sekitar 35.000 guru se-Jawa Timur tersebut, Unifah mengatakan pemerintah daerah merupakan partner PGRI dalam peningkatan kualitas guru dan tiap tahun kami memberikan penghargaan kepada daerah yang memiliki kepedulian pada pendidikan. Sebelum memberikan penghargaan, PGRI melakukan penilaian sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan dan Kabupaten Banyuwangi telah memenuhi kriteria yang ditentukan oleh PGRI. Di bawah kepemimpinan Anas, telah banyak melakukan inovasi di bidang pendidikan, karena itu Kabupaten Banyuwangi menganggarkan APBD sebanyak Rp 1,3 triliun.
Berbagi inovasi seperti beasiswa Banyuwangi Cerdas, pemerataan tenaga pendidik hingga ke pelosok melalui Banyuwangi Mengajar, peningkatan kualitas guru, dan berbagai inovasi lainnya. Bahkan baru saja, Anas menaikkan insentif bagi Guru Tidak Tetap (GTT) dan memberikan dana insentif untuk guru honorer K2 naik hingga 3 kali lipat lebih, dari yang sebelumnya hanya Rp 300 ribu, menjadi Rp 1 juta per bulan. Di luar dana APBD, juga ada program Siswa Asuh Sebaya, dimana siswa yang mampu menyisihkan uang sakunya satu minggu sekali untuk diberikan kepada siswa lain yang kurang mampu. Sejak pertama kali diluncurkan pada 2011, saat ini SAS berhasil mengumpulkan dana hingga Rp 12,8 miliar dengan lebih dari 20.000 siswa.
LKjIP
Kabupaten Banyuwangi Tahun 2017Penghargaan Tahun 2017
11
Bupati Anas mengatakan, penghargaan ini dapat melecut semangat Kabupaten Banyuwangi untuk terus berbuat sesuatu pada dunia pendidikan karena pendidikan merupakan prioritas utama dalam pembangunan. Oleh sebab itu menurut Anas, nasib guru harus mendapat perhatian yaitu dengan cara menaikkan insentif GTT. Kenaikan insentif ini sebagai bentuk reward atas kerja keras dan tanggungjawab para guru yang telah memberikan karya nyatanya. Keputusan menaikkan insentif ini diambil seiring naiknya penerimaan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Banyuwangi dari target yang dipatok sebesar Rp 388,1 miliar realisasinya kini mencapai Rp 527 miliar. Kenaikan 35,71 persen tersebut menurut Bupati Anas, harus dirasakan juga oleh rakyat.
23 Rabu, 6 Desember 2017 Kementerian Keuangan Republik Indonesia di Istana Bogor Jakarta PENGHARGAAN DANA RAKCA PENGELOLAAN KEUANGAN TERBAIK
Anugerah Dana Rakca diberikan kepada daerah berkinerja pengelolaan keuangan terbaik, peningkatan kinerja pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat menjadi pertimbangan utama. Hanya tiga kabupaten yang mendapat anugerah itu. Penyusunan pelaporan keuangan di Kabupaten Banyuwangi telah menggunakan sistem berbasis akrual, bahkan termasuk yang pertama di Indonesia menerapkan sistem tersebut sejak 2014.
Peningkatan ekonomi terlihat dari peningkatan Produk Domestik Regional Bruto Banyuwangi dari Rp32,46 triliun pada 2010 menjadi Rp 66,34 triliun pada 2016. Pendapatan per kapita warga juga melonjak dari Rp 20,8 juta per orang per tahun menjadi Rp 41,46 juta per orang per tahun. Dari sisi pelayanan publik, ada program Smart Kampung yang menjadikan desa sebagai garda terdepan. Ada Mall Pelayanan Publik yang telah mengintegrasikan 142 jenis dokumen / izin disatu tempat, sehingga warga masyarakat dimudahkan pelayanannya. 24 Selasa, 5 Desember 2017 Kantor Gubernuran Jawa Timur di Surabaya PENGHARGAAN TOP 25 INOVASI PELAYANAN PUBLIK TERBAIK
Kabupaten Banyuwangi kembali masuk dalam jajaran penyelenggara program inovasi pelayanan publik terbaik. Dua inovasi Banyuwangi masuk jajaran terbaik di Top 25 Inovasi Pelayanan Publik Jawa Timur, yaitu program Smart Kampung dan Kembali ke ASI yang diserahkan oleh Gubernur Jawa Timur Bapak Soekarwo kepada Bupati Banyuwangi Bapak Abdullah Azwar Anas, dengan disaksikan oleh Deputi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Ibu Diah Natalisa. Inovasi adalah nafas bagi pemerintah daerah, karena hanya dengan itulah kita bisa meningkatkan pelayanan publik. Zaman now ini kan ekspektasi masyarakat tinggi, nah kalau tidak berinovasi, pemerintah daerah akan kelimpungan,” ujar Bupati
LKjIP
Kabupaten Banyuwangi Tahun 2017Penghargaan Tahun 2017
12
Anas. Program Smart Kampung adalah perpaduan antara pemanfataan teknologi informasi, peningkatan pelayanan publik, pengentasan kemiskinan, pendidikan, kesehatan, dan pembelajaran berbagai bidang. Desa menjadi garda terdepan pelayanan publik, termasuk menjadi pusat aktivitas warga. Anak-anak bisa berkesenian di kantor desa, belajar dan sebagainya.
Adapun program “Ayo Kembali ke ASI” dijalankan di wilayah Puskesmas Sempu. Kampanye pro-ASI ini dikemas dengan mengajak berbagai elemen untuk menyampaikan tentang pentingnya ASI bagi perkembangan anak. Di antaranya menggandeng loper koran yang mengantar atau jualan koran sekaligus mengampanyekan ASI. Para loper koran dibekali leaflet dan buku saku tentang ASI untuk dibagikan kepada warga. Selain loper koran, penjual jamu keliling juga dibekali pengetahuan yang sama. Mereka diberi pelatihan pembuatan “Biskuit ASI” yaitu biskuit yang dibuat dari daun kelor dan katu yang bisa memperlancar produksi ASI. Bahkan para mbok jamu ini dilatih untuk materi massage (pijat) punggung dan payudara untuk melancarkan ASI. Sementara itu, Ibu Diah Natalisa juga mengatakan, Kabupaten Banyuwangi mempunyai komitmen kuat untuk terus melakukan pembenahan pelayanan publik. Ini contoh nyata ya, Bupati Banyuwangi Pak Anas kita ajak melihat Mall Pelayanan Publik terbaik dunia di Azerbaijan, begitu pulang seminggu langsung diimplementasikan di Banyuwangi. Tentu dengan beberapa kekurangan yang perlu dibenahi, tapi itu sudah sangat luar biasa.
25 Senin, 18 Desember 2017 Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia di Jakarta PENGHARGAAN LEADERSHIP AWARD
Penghargaan tersebut diberikan kepada Kepala Daerah berprestasi dengan tujuh Indikator yang dinilai oleh sejumlah akademisi dan kalangan Organisasi Non Pemerintah (NGO). Tujuh Indikator yang dinilai adalah Kapabilitas, Akseptabilitas, Integritas, Rekam jejak, dan Inovasi. Akademisi yang terlibat di anataranya berasal dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Institut Pemerintah Dalam Negeri (IPDN), Universitas Para madina, dan Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS). Selain itu ada dari Komite Pemantau Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD). Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Banyuwangi Dr. Suyanto Waspo Tondo Wicaksono mengatakan, tim penilai independen tersebut datang ke daerah-daerah untuk melakukan observasi lapangan dalam kurun waktu tiga bulan